31 C
Medan
Saturday, April 11, 2026
Home Blog Page 14876

Dua Kawat Tiang PLN Putus

Patumbak dan Tanjung Morawa Mati Listrik

MEDAN- Janji PT PLN (Persero) Wilayah Sumut untuk menjamin kestabilitasan pasokan listrik dalam menghadapi bulan Suci Ramadan mengalami sedikit gangguan. Pasalnya, memasuki malam kedua puasa Senin malam (1/8) sekira pukul 19.20 WIB di kawasan Patumbak dan Tanjung Morawa mati lampu. Hampir 3 jam 60 menit gelap gulita dan sempat mengganggu salat Tarawih di dua kawasan itu. Lampu baru hidup lagi sekira pukul 22.48 WIB.

Keterangan Asisten Manager Teknik PLN Cabang Medan, Effendi Limbong,  hal itu akibat putusnya dua kawat (penyulang BA5). “Putusnya penyulang BA5 atau dua kawatnya membuat kawasan Patumbak dan Tanjung Morawa padam listrik, tapi tidak secara menyeluruh di dua kawasan itu ada yang padam, sebagian lagi tidak,” ujarnya.

Dikatakannya, putusnya kawat tersebut juga membuat kehilangan kontak di Camperan Hantaran Udara Tegangan Menengah (HUTM). Setelah mengetahui terjadinya gangguan tersebut, teknisi PLN langsung melakukan perbaikan. “Perbaikannya dilakukan dengan cara melepas BA4 dan BA5 atau kawatnya yang terputus itu karena berada dalam satu tiang/penyulang,” tambahnya.

Perbaikan itu akhirnya selesai pukul 22.48 WIB yang secara langsung bisa membuat listrik menyala. “Atas gangguan ini PLN minta maaf kepada warga Patumbak dan warga Tanjung Morawa karena tidak nyaman melaksanakan salat Tarawih akibat listrik padam. Untuk itu kami meminta kepada warga untuk cepat melapor bila secara tiba-tiba listrik padam. Sebab, padamnya listrik bukan karena persoalan kurangnya pasokan daya, tapi karena gangguan teknis,” pungkasnya. (ila)

Ultah Awal Ramadan

Syahrini

Meski tanpa ditemani sang ayah, bekas duet Anang Hermasyah ini tetap semangat menjalankan puasa di bulan Ramadan. Bahkan, di usianya yang sudah masuk 29 tahun 1 Agustus 2011 kemarin, kabarnya Syahrini mendapatkan kado spesial berupa mobil mewah Mazda CX7.

Syahrini mengaku mendapatkan kejutan dari penggemar dan teman-temannya. Namun ada satu hadiah yang sangat dibanggakannya, yaitu mendapatkan sebuah mobil mewah.
“Ahamdulillah, emang aku dapat mobiln

Tapi syukuri aja lah. Namanya juga hadiah,” terang Syahrini tanpa menyebut siapa yang memberikan hadiah mobil mewah tersebut.

Kendaraan dengan nomor polisi B 41 SYH berwarna putih itu terparkir di halaman parkir Studio1 RCTI, saat Syahrini tampil di acara Dahsyat.

Namun artis seksi kelahiran Bogor ini  tak mau berkomentar lebih banyak tentang pemberi hadiah tersebut. Ia hanya menuturkan, ulang tahunnya kali ini terasa istimewa dan penuh kebahagian.

Bintang film The Maling Kuburans bersyukur karena sudah banyak rezeki yang sudah diperoleh, dan banyak yang peduli padanya. Untuk itu ia pun bernazar di ultahnya kali ini dengan umroh.

“Aku kepengen sekali umroh di bulan Ramadan ini. Namun karena harus menyelesaikan album dan single religi, jadi terpaksa tertunda umrohnya. Insya Allah habis lebaran,”  katanya.

Namun ketika ditanya soal jodoh, Syahrini menjawab dengan simple. ”Jodoh, aku kepingin banget, tapi aku mau fokus dulu dikerjaan. Sehabis Ramadan aku kepingin lounching singel lagu ketiga sekalian lounching album. Pingin berkarya dan asyikin hidup dulu lah,” kilahnya. (cr4/rm/jpnn)

Bawa Anak dan Istri, Ditunggu Sejak Ashar

Buka Puasa Pertama dengan Bubur Sop Khas Kesultanan Deli

Pukul 16.00 WIB masyarakat sudah mulai mendatangi posko berbuka puasa di Masjid Raya Al Mashun Jalan Sisingamangaraja Medan. Bubur sop khas Kesultanan Deli menjadi menu yang ditunggu-tunggu setiap tahunnya.

INDRA JULI, Medan

Dengan tertib mereka berbaris di tenda yang sudah disiapkan panitia. Menunggu giliran untuk mendapatkan bubur sop sebagai menu berbuka selama bulan Ramadan. Sebahagian terlihat membawa tuperware atau rantang sebagai tempat bubur untuk dibawa pulang dan menjadi santapan bersama keluarga di rumah. Banyak juga masyarakat yang hanya datang dan ikut berbaris untuk mendapatkan bubur sop karena panitia sudah menyiapkan piring dan cangkir dari plastik.

Setelah mendapatkan bagiannya, bubur dan anyang dan beberapa buah kurma, mereka langsung duduk di tempat yang sudah disiapkan. Tampak ambal hijau terhampar sebagai tempat duduk. Sembari menunggu waktu berbuka yang ditandai dengung azan, mereka mengisi dengan bercengkraman

Apalagi sebahagian besar pengunjung datang dengan keluarga besarnya. Meskipun beberapa datang dengan teman dekat dan perseorangan.

Sebagai salah satu tradisi setiap Ramadan tiba, acara berbuka bersama di Masjid Raya Al Mashun yang juga salah satu ikon Kota Medan itu memiliki kesan tersendiri bagi warga. Seperti Tukiman (50), warga Tembung yang datang bersama istri dan tiga orang putrinya. “Sudah 20 tahun di Kota Medan, baru kali ini saya ke sini untuk berbuka puasa bersama. Sebenarnya sudah dari dulu juga saya dengar kegiatan ini tapi baru kali ini bisa terlibat langsung,” ucap Tukiman.

Bagi Tukiman, kegiatan berbuka puasa bersama di Masjid Raya Al Mashun ini tidak hanya memiliki nilai keagamaan. Juga nilai budaya yang belakangan ini mulai hilang dari generasi muda. Yaitu bubur sop yang merupakan makanan khas Kesultanan Deli sebagai pusat masyarakat Melayu di Sumatera Utara (Sumut). Untuk itu sangat diharapkan ke depan lebih banyak generasi muda terlibat dalam kegiatan tersebut demi kelestarian budaya leluhur khususnya dari masyarakat Melayu.

“Sangat penting bagi anak-anak remaja sekarang ini. Dari pada ikut kegiatan berbuka di tempat-tempat hiburan yang banyak dilakukan. Di sini mereka bisa belajar budaya, sosial, dan banyak lagi. Bagaimana kebiasaan ini bisa mendekatkan anggota masyarakat dengan Kesultanan Deli,” tuturnya.

Lain lagi dengan beberapa warga Jalan Aksara Medan yang mengaku sudah melakoni kegiatan tersebut turun-temurun. Bahkan mereka sudah tiba di masjid untuk melaksanakan salat Ashar terlebih dahulu. “Sudah dari kakek buyut ikut kegiatan ini karena keluarga juga turun-temurun terlibat sebagai pengurus di Masjid Raya Al Mashun ini. Kita pun berkewajiban menjalankan kebiasaan ini,” ucap salah satu anggota rombongan yang tak ingin namanya ditulis.
Seperti yang disampaikan salah seorang juru masak H Hamdan (39), bubur sop yang disajikan untuk berbuka puasa bersama ini adalah kebudayaan khas Melayu. Baik dari bumbu yang digunakan juga teknik yang digunakan untuk memasak. “Semua bumbu masih tradisional. Masaknya pun kita masih pakai kayu. Ini untuk menjaga cita rasanya karena kalau pakai kompor gas, uapnya bisa merusak bumbu yang ada. Jadi rasanya beda,” tuturnya.

Untuk per harinya lanjut H Hamdan, panitia memasak 25 kilogram beras, daging dan tulang sop masing-masing 20 kilogram. Adapun bumbu yang digunakan diantaranya bawang, kentang, daun sere. Proses memasak pun dimulai dari pagi hari hingga pukul 15.45 WIB. Tak menunggu waktu lama, bubur sop tadi langsung dibagi kepada warga yang sudah menunggu untuk membawa pulang. Tidak ada pembatasan untuk mendapatkan bubur sop tadi.

Seiring perjalanan waktu, keberadaan bubur sop ini pun menarik perhatian lebih banyak warga. Tidak hanya seputaran Kota Medan juga beberapa daerah kabupaten/kota di Sumut. Seperti yang tampak di hari pertama puasa, bubur sop dimasak untuk sekitar 800 orang. Jumlah ini jauh dari lima tahun belakangan hanya mencapai 400 orang. Untuk itu H Hamdan mengaku pekerjaan harus dikerjakan berulang. Dengan demikian kendala di peralatan memasak dapat diatasi.
“Kita hanya punya dua kancah (tungku tempat memasak, Red). Ukurannya yang kecil jadi hambatan juga. Makanya kita masak pakai sistem sif, satu sif nya tiga setengah jam. Jadi bisa tepat waktu. Pernah kita coba cari kancah dari aluminium tapi masih kurang memadai. Kalau ini terus bertambah bakal kerepotan kita di tahun-tahun berikutnya,” beber H Hamdan.

Begitu pun, dirinya sangat berterimakasih dengan bertambahnya sumbangan masyarakat untuk menggelar kegiatan ini. (*)

140 Orang Tewas, Presiden Puji Militer

Tank Syria Terus Hajar Kota Hama

DAMASKUS- Di tengah kecaman seluruh dunia atas penyerangan pada Minggu lalu (31/7), militer dan polisi Syria ternyata tidak menghentikan represi terhadap aktivis oposisi dan para demonstran di Kota Hama. Sejumlah tank militer kembali menghajar kota terbesar keempat di Syria yang terletak sekitar 195 kilometer utara Damaskus itu dengan tembakan sejak sekitar pukul 07.30 kemarin (1/8).

Bahkan, tembakan senapan mesin terus terdengar sporadis sejak malam sebelumnya. Hari pertama bulan suci Ramadan tidak mempengaruhi militer untuk melancarkan aksi represinya tersebut.

Informasi yang belum bisa dikonfirmasi menyebutkan sedikitnya empat orang tewas dalam penembakan di sebuah distrik di timur laut Syria kemarin. Belum diketahui berapa korban jatuh dalam serangan kemarin.

Tetapi, penyerbuan militer terhadap para demonstran dan aktivis oposisi pada Minggu lalu telah menelan korban jiwa cukup besar. Aktivis hak asasi manusia (HAM) menyebut bahwa hampir 140 orang tewas saat itu. Termasuk sekitar 100 jiwa melayang di Hama setelah militer menyerbu kota pusat perlawanan terhadap rezim yang berkuasa itu.
“Itu merupakan satu hari yang membawa korban jiwa terbesar di Syria sejak terjadi demo anti pemerintah,”kata kepala Syrian Observatory for Human Rights, lembaga HAM berbasis di Inggris, Rami Abdel Rahman.

Kepala Liga Syria untuk Pembelaan HAM, Abdel Karim Rihawi menyebutkan sebanyak 136 orang tewas di seluruh Syria, Minggu lalu. Puluhan lainnya terluka. “Seratus warga sipil tewas terbunuh di Hama saat tembakan aparat keamanan dan militer menyerbu kota,”ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, lima tewas di pusat Kota Homs dan tiga lainnya mati terbunuh di Kota Idlib, provinsi barat laut. Jumlah korban jiwa diperkirakan bertambah. Sebab, terdapat sekitar 75-140 orang korban tewas lainnya yang belum bisa dikonfirmasi.

Sejumlah jurnalis kantor berita asing melaporkan warga setempat tak berani mengumpulkan mayat-mayat yang bergelimpangan di jalan. Sejumlah rumah sakit dibanjiri korban luka sehingga diperkirakan korban tewas akan bertambah secara signifikan dalam beberapa hari ini.

Jurnalis BBC yang berada di Beirut menyebut, kini Hama masih berada di bawah kendali penduduk setempat. Tank dan personel militer yang mencoba menguasai kota itu Minggu lalu ditarik mundur ke wilayah pinggiran pada malam harinya. Tapi, mereka kembali memasuki kota itu.

Saat pagi hari kemarin, Kota Hama terlihat seperti zona perang. Suara tembakan dan dentuman meriam dari tank terdengar di seluruh kota. Asap hitam terlihat mengepul dari atap sejumlah rumah penduduk.
“Kota (Hama) ini berubah seperti Beirut (Lebanon),”kata Saleh Abu Yaman, warga Hama. Ironisnya, aksi brutal militer Syria itu justru mendapat pujian dari Presiden Bashar al-Assad. Dalam pidato untuk menandai HUT ke-66 angkatan bersenjata (AB) Syria, yang disiarkan kantor berita SANA, kemarin Assad memuji militer telah membuktikan loyalitasnya pada negara dan pemimpin.

“Upaya dan pengorbanan mereka jelas akan mendapat penghargaan,” ujarnya. “Pengorbanan itu terbukti berhasil menggagalkan musuh negeri ini dan mengakhiri hasutan, serta mempertahankan Syria.” (afp/bc/cak/dwi/jpnn)

Meski Ramadan, Filipina Tetap Incar Abu Sayyaf

MANILA – Pasukan Filipina melakukan aksi balas dendam kepada serangan pemberontak komunis di sebuah desa yang terletak di pulau selatan Filipina. Dalam serangan itu menewaskan 12 orang pemberontak.

“Mereka merampas makanan dan memaksa para warga bergabung dalam fraksi pemberontak. Tapi sekelompok milisi mengadakan perlawanan terhadap para geriliyawan itu selama berjam-jam,” ujar Wali Kota Provinsi Agusan del Sur, Eugenio Osias seperti dikutip Reuters, Senin (1/8).

Pasukan Filipina, sebutnya dibantu helikopter dan para milisi, menggempur pemberontak komunis. Sebanyak 12 pemberontak dibunuh oleh pasukan Filipina.Pemberontak New Peoples Army (NPA) sudah beraktivitas di 80 provinsi di Filipina. Mereka melancarkan serangan ke area pertambangan, perhutanan, dan juga pertanian.

Selama empat dekade, NPA berjuang enggulingkan pemerintahan di Filipina dan menggantinya dengan sistem komunis.
Pemerintah Filipina dengan ini menegaskan, mereka tak mengganggu aktivitas warga Muslim di bulan Ramadan meski mengadakan perburuan terhadap militan. Pemerintah hanya memburu pasuka Abu Sayyaf.

Bentrokan antara Abu Sayyaf dan marinir Filipina terjadi pekan lalu di Provinsi Sulu, sebanyak tujuh orang marinir Filipina terbunuh, dua di antaranya dipancung oleh militan. Sementara itu 26 marinir lainnya terluka.
Presiden Benigno Aquino menegaskan para militan akan dibawa  ke pengadilan untuk mempertanggungjawabkan tindakan mereka.

“Perhatikan kata-kata saya, untuk kalian (Abu Sayyaf)  yang melakukan aksi kejam ini, pencarian terhadap kalian menjadi fokus perhatian saya,” ujar Benigno seperti dilansir AP. (bbs/jpnn)

Konflik Etnis Muslim di Cina, 18 Tewas

BEIJING – Aksi kekerasan etnis merebak di wilayah Xinjiang, Cina, akhir pekan lalu. Insiden itu menyebabkan 18 orang tewas, lima di antaranya ditembak polisi.  Kini, Xinjiang terus dilanda kekerasan berbau etnis dalam beberapa tahun terakhir.

Pada umumnya, aksi kekerasan itu melibatkan etnis Muslim Uighur dengan etnis Han Cina. Meskipun etnis Uighur menempati wilayah Xinjiang, mereka tetap menjadi minoritas. Terlebih lagi ketika etnis Han yang berimigrasi ke wilayah itu dari wilayah lain Cina.

Sementara aksi kekerasan akhir pekan lalu berlangsung di dua tempat terpisah. Insiden per tama terjadi pada Sabtu 30 Juli, saat itu tujuh orang tewas di sebuah pasar malam. Sementara 22 orang terluka pada insiden itu. Demikian diberitakan Senin (1/8).

Kekerasan dilakukan dua pelaku warga Uighur menggunakan pisau. Seorang di antaranya tewas terbunuh setelah ter libat baku hantam dengan warga etnis Han. Sementara pada insiden kedua, terjadi pada Minggu 31 Juli. Hingga kini, pihak berwenang masih terus melakukan penyelidikan atas penyerangan tersebut.  (net/jpnn)
Sementara motif dari serangan belum diketahui. (net/jpnn)

200 Ribu Warga Israel Protes Biaya Hidup

YERUSALEM – Ratusan ribu warga Israel menggelar aksi unjuk rasa di 10 kota pada malam hari. Aksi itu unjuk rasa hingga memblokade sejumlah jalan itu untuk menyampaikan protes kenaikan biaya hidup.
“Saya datang karena saya tidak dapat mencukupi kebutuhan. Pajak sering kali berakhir ke kantong kaum kaya,” ujar satu demonstran, seperti dikutip ABNA, Senin (1/8).

Lebih dari 50 ribu demonstran membanjiri Kota Tel Aviv, di Al Quds. Jumlah demonstran lebih dari 15 ribu dan di Haifa sekira 10 ribu orang. Para demonstran membangun tenda dan menuntut harga perumahan yang terjangkau dan mengecam ketidakadilan sosial.

Para demonstran umumnya pemuda penganut paham sekuler, mereka mengecam masalah penurunan kualitas layanan publik seperti layanan kesehatan dan pendidikan.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu membatalkan kunjungannya ke Polandia demi mengurus demonstran. (bbs/jpnn)

AKBP Mindo Otak Pembunuhan Istrinya

Diduga Akibat Selingkuh, Ikut Menggorok

BATAM- Mabes Polri resmi menetapkan AKBP Mindo Tampubolon sebagai tersangka kasus pembunuhan istrinya, Putri Mega Umboh. Dia juga otak utama tewasnya putri mantan Kapoltabes Pekanbaru Kombes James Umboh, Jumat (24/7) lalu. Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Mindo langsung dijebloskan ke penjara Rutan Bareskrim Mabes Polri.
Informasi yang dihimpun koran ini, selain menjadi aktor intelektual, Kasubdit II Ditreskrimsus Polda Kepri ini juga ikut menggorok leher Putri yang tengah hamil 3 bulan itu. Hal ini juga diungkapkan tersangka Gugun Gunawan alias Ujang. Ujang disuruh oleh Mindo untuk menghabisi nyawa istrinya sekitar pukul 05.00 WIB saat itu.

Ujang mengenal Mindo di rumahnya di Blok A6 perumahan Anggrek Mas 3 beberapa waktu sebelum peristiwa itu terjadi. Menurut Ujang melalui kuasa hukumnya Juhrin Pasaribu, ia mengenal Mindo saat hendak membawa nasi bungkus untuk Rosma pacarnya. Mindo saat itu mengira kalau Ujang hendak mencuri di rumahnya. “Mau ngapain disini? Maling ya?” tanya Mindo kepada Ujang saat itu.

Ujang menjawabnya hanya ingin mengantarkan nasi bungkus untuk Rosma, pacarnya. Rosma adalah pembantu rumah tangga di kediaman Mindo. Memanfaatkan keberadaan Ujang yang lagi menganggur, Mindo lalu memberinya sebuah proyek yakni membunuh istrinya sendiri.

“Siapa yang dibunuh pak?” tanya Ujang ketika diminta kesediaannya untuk melakukan pembunuhan tersebut. Mindo lalu menjawab ‘Ibu’ (istrinya). Mendengar itu, Ujang kembali bertanya, “Kenapa harus ibu (korban, Red)? Mantan Kasat Pamobvit Poltabes Barelang ini menyatakan bahwasanya putri Kombes James Umboh itu selama ini tidak menghargai dirinya selaku seorang perwira dan pejabat di Polda Kepri.

“Saya ini seorang perwira. Tapi ibu tidak menghargai saya,” kata Mindo kepada Ujang sesuai apa yang diakuinya kepada Juhrin Pasaribu selaku kuasa hukumnya. Masih kata Juhrin, sebelum Putri dihabisi, Mindo sempat berkelahi dengan almarhumah istrinya.

Mindo lalu memukulinya korban hingga tertelungkup di atas ranjang. Ia kemudian memback-up leher korban dan menyuruh Ujang menikam almarhumah secara bertubi-tubi. Berbagai sumber menyebutkan, korban sempat memberikan perlawanan. Bahkan ditengarai ikut menggigit jari Mindo saat mulutnya diback-up dari belakang. Salah satu jejak keterlibatan Mindo dalam kasus ini adalah bercak darah akibat bekas gigitan korban yang tertinggal di baju korban dan barang bukti lain yang berhasil diidentifikasi oleh tim penyidik maupun forensik Mabes Polri.
Setelah menghabisi korban, Mindo lalu menyuruh Ujang mengambil koper warna pink yang ada di kamar mereka. Mayat Putri kemudian dimasukkan dalam koper dan dibuang ke hutan Telagapunggur.

Bahkan, Ujang mengaku oknum itu ikut membunuh dengan cara menggorok leher Putri setelah dirinya menikam bagian dada dan perut Putri. Aksi itu selain disaksikan pacarnya, Rosma, juga disaksikan seorang wanita dengan ciri-ciri berkulit putih, rambut lurus sebahu berwarna pirang yang kini misterius. Oknum perwira itu disebut menjanjikan imbalan sebesar Rp 20 juta kepada Ujang bahkan bebas dari hukuman.

Keterlibatan Mindo ini terungkap atas pengakuan Ujang dan Rosma. Mabes Polri akhirnya menetapkan alumni Akpol tahun 1995 ini sebagai tersangka dan aktor intelektual kasus tersebut setelah dirinya dikonfrontir dengan Ujang dan Rosma di Mabes Polri sejak Jumat (29/7). “Posisi (Mindo) sekarang di Bareskrim. Ditahan setelah diperiksa tim gabungan Propam dan Polda Kepri,” ujar Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Anton Bachrul Alam, Senin (01/08) sore kemarin.

Menurut Anton, AKBP Mindo diduga sebagai aktor atau intellectual dader pembunuhan itu. “Dikenakan pasal 340 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup atau hukuman mati,” katanya. Anton belum menjelaskan secara rinci, bagaimana kasus pembunuhan Bhayangkari ini bisa menjerat suaminya sendiri. Namun, isu yang beredar di masyarakat, korban dikabarkan berselingkuh dengan pria lain. (spt/rdl/jpnn/iro)

Nonton Harry Potter Tergantung Dompet

Agus Martowardojo

Menteri Keuangan Agus Martowardojo tampaknya bukan penggemar fanatik tayangan film Harry Potter. Lihat saja jawaban Agus Martowardoko ketika dikonfirmasi apakah dirinya akan turut menonton tayangan film favorit Harry Potter yang mulai tayang, Jumat (29/7).

“Saya? Nanti lihat dompet dulu,” tutur Agus Marto dengan nada bercanda di kantornya.

Seperti diketahui, PT Omega Film telah melakukan importasi film asing sejak 19 Juli lalu. Dari keempat judul film yang diimpor, salah satunya adalah Harry Potter. Film yang dibintangi Daniel Radcliffe itu sudah lama dinanti penggemar film di Indonesia.

Sementara terkait tunggakan bea masuk film yang masih belum dilunasi oleh tiga importir film asing terdahulu, ia berjanji akan tetap memburunya. Menteri Keuangan memaparkan telah memberikan instruksi kepada Dirjen Bea dan Cukai kalau selama ini ada importir-importir yang belum membayar pajak untuk tetap ditagih. (net/jpnn)

Tengkorak Manusia Ditemukan di Hutan Deleng Singkut

KARO- Berniat mencari sumber mata air baru, Kepala Dusun (Kadus) Desa Sempa Jaya, Kecamatan Berastagi, Ardenta Karo Sekali (36), beserta tiga orang warganya, Zeki Ginting (60) Jekonia Bangun (50) dan Mahap Ginting (59), menemukan tengkorak  manusia, di sekitar hutan  Deleng Singkut Berastagi, tidak jauh dari pintu gerbang stasiun transmisi  tower PT Telkom atau sekitar 2 KM dari Taman Wisata Tahura Bukit Barisan, Jumat (29/7) lalu.

Namun karena takut dituding atas hal negatif, mereka sepakat untuk tidak  menginformasikan  temuan itu. Tetapi pasca kesepakatan tersebut, dua malam berturut-turut, satu diantara keempat  orang ini  seakan menerima petunjuk dari mimpinya. Ardenta Karo Sekali, bermimpi didatangi seekor ular besar dan membawanya ke lokasi tersebut. Bahkan  menurut Kadus, tengkorak itu berubah menjadi manusia dan meminta  tolong agar diantarkan pulang.

Setelah dua hari mengalami mimpi yang sama, Senin (1/8) sekitar pukul 06.30 WIB, Ardenta, segera menemui ketiga rekannya  dan selanjutnya mengatakan temuan itu kepada Kepala Desa  Sempa Jaya B Purba. Laporan warga itu langsung diteruskan ke Polsek Berastagi.

Setelah dilakukan penyisiran oleh Tim Identifikasi Polres Karo, barang-barang yang diduga milik korban ditemukan.
Indentitas berupa SIM C dan tanda pengenal dari salah satu perusahaan PT Industri Karet Deli di Medan, serta KTP atas nama Syahrial kelahiran tahun 1982, warga Jalan Kawat III Lingkungan XIII, Kelurahan Tanjung Mulia Hilir. 1 buah HP Nokia type 3315 dan dompet berwana hitam serta tengkorak manusia di sekitar TKP.

Dugaan sementara, keberadaan tengkorak telah beberapa tahun berada dilokasi temuan. Sesuai dengan masa aktif KTP berakhir pada tahun 2008 dan SIM C masa aktif tahun 2010. Kapolres Tanah Karo AKBP Agung Prasetyoko mengatakan, untuk memastikan apakah tengkorak tersebut merupakan korban pembunuhan atau tersesat  ketika melakukan pendakian gunung butuh  penelitian lebih lanjut.

Guna memastikan, pihaknya akan  meminta keterangan dari ahli  Laboratorium Forensik (Labfor) Poldasu. (wan)