26 C
Medan
Sunday, April 12, 2026
Home Blog Page 14884

Bentrok Antarpendukung Calon Bupati, 17 Tewas

JAYAPURA- Diduga gara-gara satu partai politik (parpol) yang memberikan dukungan terhadap dua bakal calon bupati yang akan bertarung dalam pemilukada Kabupaten Puncak, Provinsi Papua, dua kelompok warga dari masing-masing calon bupati bentrok di Ilaga, Kabupaten Puncak, Minggu  (31/7).

Akibatnya, 17 warga meninggal dunia, termasuk seorang anggota brimob mengalami luka panah di bagian dadanya. Tidak hanya itu, rumah, mobil dinas serta honai milik Elvis Tabuni juga dibakar massa.

Data yang berhasil dihimpun Cenderawasih Pos (grup Sumut Pos) menyebutkan, kasus ini bermula ketika bakal calon bupati Elvis Tabuni yang salah satunya diusung Partai Gerindra mendaftar ke KPU Puncak Rabu (27/7) dan berkasnya diterima KPU. Kemudian Sabtu (30/7) giliran calon bupati Simon Alom mendaftar ke KPU dan oleh KPU ditolak, sebab salah satu partai yang mengusungnya adalah Partai Gerindra.

Karena hal ini, para pendukung Simon Alom marah dan menyerang kelompoknya Elvis Tabuni sekitar pukul 15.00 WIT, sehingga bentrok tak terhindarkan. Dalam bentrok ini memakan satu korban jiwa dan dua masyarakat yang ketiganya berasal dari Kimak Distrik Ilaga, serta satu polisi mengalami luka-luka.
Korban meninggal adalah Esteli Kiwak yang mengalami luka tembak di dada. Kemudian  korban luka Endison Kogoya, luka tembak paha kanan dan Selina Ongomang luka tembak di siku kiri, serta satu anggota Brimob BKO, Frens Msen yang terkena panah di bagian dada.

Bentrok itu kemudian berlanjut lagi pada Minggu (31/7) pagi dan memakan korban 17 orang. Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Wachyono membenarkan kejadian itu.(ro/fud/jpnn)

Dewan Akan Panggil Dirut RSU Mitra Sejati

MEDAN- Terkait dugaan pungutan liar yang dilakukan oknum Rumah Sakit Umum (RSU) Mitra Sejati  terhadap pasien Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas), Kamis (28/7) lalu disikapi Komisi B DPRD Medan. Rencananya mereka akan melakukan sidak dan rapat dengar pendapat (RDP) dengan pihak rumah sakit “Pasien Jamkesmas tidak ada dipungut biaya. Apalagi Jaminan Persalinan (Jampersal) sudah ditanggung pemerintah,” kata Anggota Komisi B DPRD Medan, Paulus Sinulingga.

Namun begitu,  dia meminta agar pimpinan rumah sakit menelusuri oknum yang melakukan pungli itu.
Sebelumnya Dina Sulistyaningsih (21) warga Jalan Air Bersih, melahirkan anak pertamanya dengan kondisi prematur  Kamis (28/7).  Usai operasi, ia diminta bayaran untuk jahitan Rp500.000. dan biaya diinkubator  Rp150.000 per malam.

“Ada oknum laki-laki yang katanya orang rumah sakit, meminta saya membayar biaya jahitan bekas operasi isteri saya dan anak saya di inkubator. Walau belum saya bayar, tapi katanya pembayaran jahitannya harus hari ini (Jumat 29/7),” ujarnya.

Direktur Utama RSU Mitra Sejati, dr Pram Dhillon MD mengaku, tidak mengetahui adanya pungutan biaya terhadap pasien Jamkesmas. “Siapa orangnya itu yang mengutip, akan kita panggil orangnya itu, siapa yang bilang itu,” katanya.(uma)

Kontribusi Lewat Juri

Atiqah Hasiholan

TAHUN ini merupakan tahun kedua partisipasi Atiqah Hasiholan sebagai juri Indonesia Berprestasi Award (IBA) PT XL Axiata Tbk.

Dengan kembali mendapat kepercayaan, tentu bisa diartikan bahwa perempuan cantik kelahiran 3 Januari 1982 itu sudah melaksanakan tugas dengan baik.
Namun, mungkin tak ada yang tahu bahwa model produk sabun mandi itu pernah merasa tak percaya diri kala pertama bertugas.

Maklum, latar belakang pendidikan jebolan Monash University, Melbourne, tersebut adalah media dan psikologi. Sedangkan aktualisasi ide peserta IBA lebih banyak terfokus pada perkara teknologi.
“Aku sempat berpikir, apa aku cukup punya kompetensi,” kata aktris yang mengawali karir layar lebar lewat film Berbagi Suami itu kepada wartawan di Surabaya akhir pekan lalu.

Keragu-raguan tersebut akhirnya pudar setelah Atiqah tahu bahwa dirinya diminta untuk memberikan sudut pandang dan pertimbangan berbeda dari perspektif seni dan budaya. “Itu karena saya berkecimpung di dunia seni dan budaya sejak dari bawah,” ujar putri seniman teater Ratna Sarumpaet yang bakal menjadi salah seorang pemeran di film Arisan 2 tersebut.

Kekasih aktor Rio Dewanto itu juga mengatakan banyak memperoleh pelajaran berharga dari pengalamannya sebagai juri. “Saya jadi sadar, menjadi juri pada kompetisi ilmu pengetahuan merupakan salah satu upaya untuk berkontribusi bagi masyarakat, selain lewat film,” ujar putri pasangan Achmad Fahmy Alhady-Ratna Sarumpaet tersebut. (gal/c10/ttg/jpnn)

Tewas dengan 16 Tusukan

Mr X Ditemukan di Kebun Kwala Bingai

MEDAN- Sesosok mayat laki-laki tanpa identitas ditemukan tewas mengenaskan di lahan perkebunan tebu PTPN II Kuala Bingai, Desa Kepala Sengai, Kecamatan Secanggang, Langkat, Minggu (3/7).

Mayat Mr X yang diperkirakan berusia 27 tahun tersebut, diduga tewas dibunuh dengan ditemukannnya 14 tusukan di sekujur tubuh, serta satu tusukan di leher dan kepala. Menurut salah seorang petugas Polsek Secanggang yang langsung mengantarkan korban ke Instalasi Jenazah RSUD dr Pirngadi Medan, menyebutkan, terdapat luka tusukan ditubuh serta adanya bekas luka bakar pada bagian paha kirinya. Dengan adanya luka tusukan di sekujur tubuhnya, korban disinyalir mengalami penganiayaan sebelum meninggal dunia.

Sementara jasad korban, ditemukan seorang pengarit rumput bernama Poniman di tengah lahan tebu, Minggu (31/7) sekitar pukul 11.00 WIB .

“Melihat kondisi jasad korban, dengan banyak luka tusukan benda tajam di sekujur tubuh serta bekas luka bakar pada bagian kakinya, diduga korban dibunuh,” ungkap petugas kepolisian tadi.

Masih petugas Polsek tersebut, jasad korban sempat ditunjukkan kepada sejumlah masyarakat yang berada tak jauh dari lokasi penemuan. Namun tidak ada seorang pun warga yang mengenal jasad korban. Dengan tidak diketahuinya jasad korban oleh warga sekitar, menunjukan Korban bukan warga sekitar penemuan.

“Kita sempat memperlihatkan jasad laki-laki tanpa identitas itu kepada sejumlah warga untuk identifikasi. Namun tidak ada satupun warga yang menganali korban. Selanjutnya kita bawa ke Instalasi Jenazah RSUD Pirngadi demi keperluan autopsi,” sebutnya.

Dugaan sementara korban dibunuh ditempat lain dan dibuang kelokasi yang memang dikenal sepi bila malam hari ini. Selain itu, pelaku yang mengeksekusi korban ditaksir lebih dari dua orang. Hal ini dilihat dari ditemukannya banyak puntung rokok dengan beragam merek tak jauh dari lokasi dikuburnya korban. Diduga,usai mengubur korban, pelaku masih sempat menghisap rokok dilokasi sebelum akhirnya pergi.

Kapolsek Secanggang AKP Budiman Karo-karo ketika dihubungi mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait penemuan mayat tanpa identitas tersebut.

“Kita sengaja memperlihatkan mayat tersebut kepada warga, namun tak ada seorang pun yang mengenali. Kita juga sudah menyebar informasi melalui kepala-kepala desa untuk datang ke Polsek Secanggangang, jika ada warga kehilangan kerabatnya,” ucap Budiman.(uma/wis/smg)

Ketahuan Selingkuh, Oknum PNS Dipolisikan

SERGAI- Dengan penuh amarah, Solahuddin (28) warga Dusun VIII, Desa Pekan Tanjung Beringin, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) melaporkan Anto alias Sentot (36) oknum pegawai negeri sipil (PNS) di Dinas Pengairan Sumber Daya Air (PSDA) Pemkab Sergai, warga yang sama, ke Polsek Tanjung Beringin, Minggu (31/7) dinihari, sekitar pukul 05.00 WIB.

Kemarahan Solah, sapaan akrab Solahuddin, karena mendapati Anto tengah berduaan bersama istrinya  Endang Wahyuni (28) di dalam kamar saat dia baru pulang dari tempat kerjanya di PT Aqua Farm.
Menurut Solah, diketahuinya perselingkuhan istrinya dengan oknum PNS itu, ketika sepulangnya dari tempat kerja, dia melihat pintu rumahnya terkunci. Padahal malam itu, baru menunjukkan pukul 21.00 WIB.

Dijelaskan Solah, seperti biasa, dia pulang kerja sekitar pukul 23.00 WIB, tapi malam itu, dia pulang lebih cepat dan melihat pintu rumah terkunci. Meski sudah membunyikan klakson sepeda motor sebagai tanda kepada isterinya, tapi pintu tak kunjung di buka. Hingga muncul kecurigaan Solah dengan mendobrak jendela samping rumahnya.
“Aku penasaran dan mendobrak jendela samping hingga terbuka dan masuk ke rumah. Ternyata istriku keluar dari kamar de ngan baju daster dan tidak mengenakan bra. Malah, dia mengajak ku keluar membeli mie, tentu tingkahnya membuat ku curiga dan langsung masuk ke kamar dan melihat seorang lelaki separuh busana bersembunyi di bawah tempat tidur,” beber Solah.

Tanpa pikir panjang, dia pun mencoba memukul pelaku, tetapi Anto berhasil kabur dari pintu belakang setelah dihalang- halangi istrinya. Warga yang mendengar keributan di rumah Solah, berhamburan keluar rumah dan mengepung rumah Solah.

Meski berhasil kabur, seorang warga sempat memberi Anto pukulan.  Atas kejadian itu, Solah langsung melaporkan Anto ke Mapolsek Tanjung Beringin. Tak lama berselang, Anto pun berhasil diamankan petugas kepolisian setempat.

“Dia kabur ditengah kegelapan malam dengan mengenakan celana pendek tanpa mengenakan baju,” kata Pian (38) tetangga Solah.

Atas kejadian itu, Solah langsung melaporkan Anto ke mapolsek Tanjung Beringin. Tak lama berselang, Anto pun berhasil diamankan petugas kepolisian setempat.

Ketika di temui di Mapolsek Beringin, Anto mengaku, tidak ada melakukan perbuatan seperti yang dituduhkan warga kepadanya. Sambil menutupi wajahnya dari jepretan kamera wartawan, dia mengaku, hanya curhat kepada istri Solah. “Saya hanya curhat sama istrinya. karena gerah, saya pun membuka baju, bukan untuk buat yang macam-macam,” dalihnya.

Kapolsek Tanjung Beringin AKP Yanto NH ketika dikonfirmasi membenarkan penangkapan oknum PNS tersebut. Saat ini, pihaknya nmasih melakukan pemeriksaan terhadap Anto. “Kita masih memeriksanya, dan dia (Anto-red) diamankan dari rumah warga dari amukan warga lainnya,” ucap Kapolsek.(mag-15)

20 Drum Berisi CPO Lenyap

TEBING TINGGI- Sebanyak 20 drum berisi Crude Palm Oil (CPO) hasil sitaan Polres Tebing Tinggi lenyap. Padahal, drum berisi CPO itu, hasil tangkapan petugas pada Rabu (20/7) lalu bersama tiga orang supir tangki serta 7 mobil tangki yang kencing di Desa Naga Kesiangan, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Sergai.

Selanjutnya Polres Tebing Tinggi menyita 20 drum berisi CPO dan 7 mobil tangki. Setelah dua hari pasca penindakan, barang bukti 7 mobil tangki di bebaskan dan tiga orang supir ditahan di Mapolres Tebing Tinggi.

Terkait hilangnya barang buti 20 drum berisi CPO, Kapolres Tebing Tinggi AKBP Robert Haryanto Watratan menyatakan, dalam kejadian itu, pihak yang dirugikan (perusahaan perkebunan) tidak melapor, sementara untuk menghindari terjadinya penyusutan CPO dan naiknya zat keasaman, pihak Polres Tebing Tinggi melakukan hak pinjam pakai kepada pemilik mobil tangki bersama CPO tersebut.

Untuk 20 drum CPO yang disita petugas, kata Kapolres, semua barang bukti sudah diamankan di Polres untuk masalah raibnya barang bukti, Kapolres mengaku, barang bukti tersebut dijarah masyarakat.

“Keterangan dari Kasat Reskrim AKP Lili Astono, CPO sebagai barang bukti yang ditinggal di TKP dijarah masyarakat dan pam keamanan barang bukti dilakukan Kapolsek Tebing Tinggi, jadi mohon konfirmasi langsung ke pihak bersangkutan (Polsek Tebing Tinggi, Red),” buang Kapolres, ketika dihubungi, Minggu (31/7).

Kapolsek Tebing Tinggi AKP HE Harahap, membantah raibnya 20 drum berisi CPO di lokasi penggerebekan.
“Siapa yang melihat drum itu berisi CPO, waktu saya geserkan (amankan) CPO itu dalam keadaan kosong,” bantahnya.
Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Tebing Tinggi AKP Lili Astono, mengatakan, dalam kasus tersebut, pihaknya menahan tiga orang supir tangki yang sengaja kencing disalah satu gudang penampungan CPO di Desa Naga Kesiangan.
Mengenai tujuh mobil tangki yang dibebaskan, sebut Lili, berdasarkan hak pinjam pakai, tapi berkas tetap lanjut.
“Untuk masalah 20 drum barang bukti yang kosong dan telah hilang CPOnya, karena telah dijarah masyarakat,” sebut Lili.(mag-3)

Segera Bangun Taman Kota di Cadika

Tata Kota dan Pengentasan Kemiskinan Jadi Prioritas Wali Kota Medan

Keinginan Wali Kota Medan Rahudman Harahap, untuk menjadikan lahan Cadika Pramuka di  Jalan Karya  Wisata, Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor  sebagai hutan kota tampaknya akan segera  terwujud.  Bank Nasional Indonesia (BNI) telah menyatakan kesiapannya untuk  merealisasikan keinginan Pemko Medan.
Dalam waktu dekat ini lahan seluas 25 hektar lebih itu segera ditata dan dibenahi.          

“BNI telah merespon apa yang kita usulkan dalam rangka menata ruang terbuka hijau. Salah satu yang kita usulkan adalah lahan Lapangan Cadika Pramuka dan Taman Ahmad Yani. Dalam waktu dekat ini segera turun tim konsultan untuk menatanya. Saya berharap lapangan cadika Pramuka menjadi lokasi rekreasi dan penghijauan di Kota Medan,” ujar Rahudman bersama pihak BNI, Sakariza Qori Hermawan selaku Corporate Communication and Secretary Division Head Office, di Balai Kota didampingi Sekda  Ir Syaiful Bahri, Asiten Ekbang Ir Arif Trinugroho, Kadis Pertamanan Drs Erwin Lubis, Kadis Bina Marga Ir Gunawan dan Plt Kaban Lingkungan Hidup Eddi Utama, Jumat (29/7) lalu.

Dikatakan Rahudman, rencana BNI itu sejalan dengan keinginannya untuk membenahi Kota Medan, terutama ruang terbuka hijau. Dipilihnya Cadika Pramuka, sebab lahan milik Pemko Medan itu sudah 10 tahun tidak terurus sehingga sempat terbengkalai. Karenanya,  Rahudman berharap agar pihak BNI  melakukan perencanaan dengan  matang sehingga hasilnya memuaskan.

“Saya ingin Cadika Pramuka menjadi tempat yang luar biasa.  Untuk itu sebelum melakukan penataan, pihak BNI harus melakukan perencanaan secara matang sehingga lahan itu  bisa  digunakan untuk berbagai kegiatan,” ucapnya.
Selain ruang terbuka hijau, masalah pengentasan kemiskinan juga menjadi program prioritas yang akan dilakukan memasuki tahun kedua kepemimpinannya.  Di antaranya, melakukan penataan terhadap pasar tradisional sehingga menjadi pasar tradisional modern.  “Kemudian, pembenahan dan penataan terhadap objek-objek wisata yang ada di kota ini. Sebab, Medan tahun depan menjadi daerah kunjungan wisata menyusul dilaunchingnya Visit Medan Year 2012,” cetusnya.

Sementara itu, Sakariza Qori Hermawan mengatakan, pihaknya sudah lama menungu momen ini. Inisiatif harus datang dari Pemko Medan selaku pemilik lahan. Diungkapkannya, BNI saat ini lebih terfokus untuk membangun hutan kota sebagai bentuk Coorporate Social Responsibility (CSR). “Itu sesuai dengan spirit kami untuk menata Lapangan Cadika Pramuka menjadi hutan kota. Pihaknya akan menggunakan jasa tenaga konsultan sehingga hasilnya sesuai dengan harapan. Di samping itu proses pengerjaannya dilakukan lewat proses tender, “ katanya.

Mengenai  permintaan Wali Kota agar penataan Taman Ahmad Yani juga dilakukan BNI, Sakariza  berjanji akan menyampaikan permintaan itu kepada pimpinan BNI di Jakarta. “Untuk sementara kita  masih memfokuskan penataan Cadika Pramuka menjadi hutan kota. Sedangkan permintaan untuk Wali Kota untuk menata Taman Ahmad Yani, segera ditindaklanjuti,” janjinya.

Sebelum melakukan pertemuan dengan Wali Kota, Sakariza mengaku sudah melakukan survei lebih dulu di Lahan Cadika Pramuka dan Taman Ahmad Yani begitu tiba di Kota Medan, Jumat (29/7) pagi.
Dari hasil survey yang telah dilakukan, dia mengaku tertarik dan optimisme Cadika Pramuka akan menjadi hutan terbuka di Kota Medan. (adl)

Lawan Berat

RIO DE JANEIRO-Usai mengalahkan Turkmenistan, Kamis (28/7) lalu, timnas Indonesia tak boleh berleha-leha, karena lawan yang akan dihadapi pada pertandingan berikutnya sangat berat.

Berdasarkan hasil drawing Pra Piala Dunia 2014 yang berlangsung di Rio De Janeiro, Minggu (31/7), Cristian Gonzales dkk tergabung di Grup E bersama Iran, Qatar, dan Bahrain.

Nama-nama di atas merupakan lawan-lawan berat yang kerap mengganjal langkah Indonesia di berbagai kesempatan.
Iran adalah peringkat 54 dunia, Qatar adalah perempatfinalis Piala Asia 2011, sementara Bahrain nyaris lolos ke Piala Dunia 2006.

Menanggapi hasil drawing kemarin, Koordinator Bidang Tim Nasional PSSI Bob Hippy tetap mengaku antusias dan yakin Boaz Salossa dkk akan mampu berbuat banyak.

“Jika melihat lawan-lawannya, Indonesia punya kesempatan. Di babak grup berarti ada tiga kali home dan tiga kali away. Di kandang sendiri tidak boleh kalah, kalau bisa menang. Mudah-mudahan anak-anak bisa tampil disiplin,” ujarnya.

Bob menilai bahwa masalah kebugaran fisik menjadi prioritas utama bagi Firman Utina dkk. terutama dalam menghadapi dua pertandingan masing-masing melawan Iran dan Qatar pada September mendatang.
“Asal kondisi fisik bagus seperti ketika pemain berada dalam kompetisi, maka saya optimistis kita bisa bersaing dengan ketiga-tiganya,” tambahnya.

Selain itu Bob berpendapat bahwa semua negara yang berada satu grup dengan tim Indonesia  menghadapi situasi yang sama yakni harus mempersiapkan diri di tengah bulan puasa.

“Bahrain dan Qatar bisa kita  imbangi. Sementara untuk Iran, tentu fisik mereka lebih tinggi jadi mereka mungkin main bola-bola atas. Ada pun Qatar mereka juga bakal tampil serius karena mereka juga sebagai persiapan tuan rumah Piala Dunia 2022 nanti,” bilang Bob.

Nah, untuk mendapatkan hasil maksimal pada babak kualifikasi nanti Bob menerangkan bahwa timnas segera menjalani pemusatan latihan mulai 4 September mendatang.

“Tanggal 4 Agustus kita mulai panggil pemain, kemudian masuk TC sampai hari menjelang pertandingan. Tanggal 10 Agustus kita rencana ujicoba lawan Malaysia di Jakarta. Setelah itu, mungkin menghadapi Australia,” jelasnya.
Menurutunya, pada pemusatan latihan nanti seluruh fisik dan mental punggawa timnas akan diasah.
“Dalam training camp nanti kami fokus pada fisik pemain. Fisik harus betul-betul prima, sementara untuk teknik sudah bagus,” jelasnya lagi.

Bob menjelaskan bahwa selama bulan Ramadan pemain akan berlatih sore hari saja.
Sebagai rangkaian dari persiapan ini, ada kemungkinan pemain harus melewatkan hari raya Idul Fitri terpisah dengan keluarga dan orang-orang terdekat.

Pasalnya tanggal 2 September nanti mereka sudah harus bertandang ke Iran.
“Sampai awal puasa pemain masih libur. Untuk Idul Fitri, saya masih harus bicarakan lagi dengan pemain, pelatih. Sebab idealnya untuk laga tandang kita harus paling tidak dua hari sebelum hari pertandingan sudah di sana,” tutup Bob. (bbs/jpnn)

80 Persen Pemda Terjerat Utang

Sumut Rp144,6 Miliar, Medan Rp211,5 Miliar

Perilaku buruk pemerintah pusat yang suka menumpukan utang ternyata menular ke level pemerintah daerah. Bahkan, lebih dari 80 persen pemerintah daerah memiliki utang. Nilainya cukup fantastis. Akumulasi utang pada 2008 mencapai Rp7,2 triliun dan meningkat menjadi Rp7,8 triliun per tahun 2009.

“PERMASALAHAN utang rupanya bukan hanya domain pemerintah pusat. Pemerintah daerah juga mempunyai hobi berutang,” kata Koordinator Investigasi dan Advokasi, Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Uchok Sky Khadafi di Jakarta, kemarin (31/7).

Uchok menerangkan FITRA memperoleh data mentah APBD dari Direktorat Perimbangan Keuangan, Kementerian Keuangan. Untuk tahun 2008, terang Uchok, FITRA memperoleh data APBD di 33 provinsi dan 406 kabupaten/kota. Dari sana, untuk 2008, ditemukan 365 kabupaten/kota dan 26 provinsi memiliki utang.

Sedangkan untuk 2009, FITRA mengolah data APBD di 387 kabupaten/kota dan 33 provinsi. Hasilnya ada 26 provinsi dan 365 kabupaten/kota yang memiliki utang. Sebagai catatan, jumlah kabupaten/kota di Indonesia sampat saat itu adalah 495, lalu bertambah menjadi 497 pada 2009. Sedangkan, jumlah provinsi sebanyak 33 provinsi.

“Datanya kurang lengkap, karena banyak daerah yang nggak memberikan datanya ke ditjen perimbangan anggaran atau daerah nggak mau up date data. Padahal dirjen sudah menyediakan formnya,”terang Uchok.

Dari penelusuran FITRA, Jawa Timur memegang rekor sebagai provinsi dengan utang paling banyak. Jawa Timur mencatat utang Rp448,6 miliar pada 2008 dan Rp445,9 miliar per tahun 2009. “Jadi, juaranya Jawa Timur,” sindir Uchok, lantas tertawa.

Setelah Jawa Timur, untuk 2008, menyusul DKI Jakarta Rp371,9 miliar, Kalimatan Selatan Rp202,3 miliar, dan Jawa Tengah Rp161,7 miliar. Sedangkan, pada 2009, berturut-turut, kembali di bawah Jawa Timur, adalah Jawa Tengah Rp168,1 miliar, Sumatera Utara (Sumut) Rp144,6 miliar, dan Riau Rp96,7 miliar.

Bagaimana dengan level kabupaten/kota? Menurut Uchok, pada 2008, Kota Surabaya menjadi runner up dengan utang Rp181,5 miliar. Pengutang paling banyak adalah Kabupaten Kutai, yakni Rp604,1 miliar. Di bawahnya adalah Kota Medan Rp 174,7 miliar, Kabupaten Banyuasin Rp134,3 miliar, dan Kota Makassar Rp133,4 miliar.
Sedangkan, untuk 2009, Kabupaten Kutai tetap tertinggi dengan utang Rp286,3 miliar. Kemudian, Kota Medan Rp211,5 miliar, Kota Surabaya Rp203 miliar, dan Kabupaten Bojonegoro Rp194,2 miliar.

Untuk tahun 2010 dan 2011, Uchok mengaku FITRA baru memperoleh data yang sangat terbatas dan tengah menganalisisnya. Tapi, dengan melihat tren 2008 dan 2009, FITRA menyimpulkan hasrat untuk berutang di daerah sama sekali tidak surut.

Uchok menegaskan gaya para pengambil kebijakan di daerah, yakni kepala daerah, DPRD, dan birokrasi tak jauh berbeda dengan elit pusat. Bila di pusat, APBN selalu dibuat defisit, maka di daerah, APBD juga sengaja disusun defisit. Maksudnya, terang Uchok, untuk menarik minat para donatur, baik asing, maupun domestik supaya memberi utang kepada APBD.

“Mereka berani berutang kepada pihak ketiga juga karena berharap memperoleh rente atau persenan dari pihak donor ketika daerah berutang,” ungkap Uchok.

Sebelumnya, LSM Koalisi Anti Utang (KAU) juga merilis data bahwa sampai Juni 2011, total utang negara telah mencapai Rp1.804 triliun. Angka ini  meningkat Rp127 triliun dari posisi 2010 yang sebesar Rp1.667 triliun.
Sewaktu dikonfirmasi, Wakil Ketua Komisi II DPR Abdul Hakam Naja menilai, maraknya fenomena hutang dari daerah disebabkan proses pencairan hutang yang terlalu gampang. Mekanisme hutang selama ini ditempuh dalam dua bagian, bisa melalui hutang bank di daerah dan hutang luar negeri melalui Kementrian Keuangan. “Di tingkat Kemenkeu ini yang harusnya perlu pengendalian,” kata Hakam.

Dalam proses pengajuan hutang di Kemenkeu, prosesnya selalu lepas dari pengawasan Komisi II DPR sebagai alat kelengkapan DPR pengawas otonomi daerah. Daerah selama ini memiliki landasan di ketentuan UU Perimbangan Pusat dan Daerah untuk langsung mengajukan hutang.

“Nah, kita baru tahu di ujungnya, karena prosesnya memang tidak di kita (komisi II DPR),” kata Hakam. Sebagai contoh, saat berkunjung di dapil, Hakam menemukan fakta bahwa Pemkab Pekalongan pada APBD 2011 mengaku sudah defisit sebesar Rp32 miliar.

Potensi dari hutang yang menumpuk ini sangat negatif. Menurut Hakam, kurangnya kontrol dari DPR atas hutang daerah bisa berpotensi kebangkrutan. Ini karena, dana pinjaman terutama dari luar negeri tidak pernah gratis kompensasinya.

“Soft loan (hutang lunak) sudah membebani, apalagi kalau comercial loan (hutang komersil), itu dilarang,” ujar politisi PAN itu mewanti-wanti.

Ke depan, harus ada perubahan dalam UU Perimbangan Pusat dan Daerah. Menurut Hakam, Menteri Dalam Negeri harus dilibatkan dalam proses pengajuan hutang daerah. Selain itu, harus ada hierarki yang jelas bagaimana mekanisme pengajuan hutang agar bisa diawasi. “Sebelum diajukan ke Mendagri dan Menkeu, harus ke Gubernur dulu sebagai perwakilan pusat di daerah,” tandasnya. (pri/bay/jpnn)

Bahrain Nyatakan Siap

BAHRAIN akan menjadi salah satu lawan yang dihadapi Indonesia pada putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2014 zona Asia. Namun, sebelum undian berlangsung, rupanya Bahrain sudah lebih dini mempersiapkan dini.
Bahrain mendapat  bye pada putaran kedua karena menjadi tim kelima terbaik saat kualifikasi Piala Dunia 2010 meski akhirnya harus mengakui keunggulan Selandia Baru di babak play-off.

Selain itu, Bahrain baru dua pekan lalu menunjuk eks asisten pelatih timnas Inggris Peter Taylor sebagai pelatih baru mereka.

Agustus esok, demikian Gulf Daily News, Bahrain rencananya menggelar pemusatan di Dubai, Uni Emirat Arab. Federasi setempat (BFA) sempat merencanakan berlatih di Eropa, tetapi setelah berdiskusi dengan Taylor keinginan itu dibatalkan dan mereka memilih berlatih di negara tetangga.

Sejumlah 31 pemain sudah dipanggil mengikuti pemusatan latihan 7 hingga 14 Agustus mendatang dan lima di antaranya bermain di mancanegara, termasuk Abdulla Ismail Omar yang bermain untuk Neuchatel Xamax di liga utama Swiss. (net/jpnn)