31 C
Medan
Sunday, April 12, 2026
Home Blog Page 14892

Gubernur LIRA Sumut Dirampok

Mulut Dilakban, Tangan Diborgol

BELAWAN-Gubernur Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Sumut H Rizaldi Mavi MBA (52) dirampok di kawasan Tol Belmera Tanjung Mulia, Jumat (29/7) sekira pukul 23.00 WIB. Akibat peristiwa itu, Rizaldi mengalami luka-luka karena dianiaya kawanan perampok.

Keterangan Rizaldi, kawanan perampok berjumlah empat orang dua pria dan 2 wanita berpakaian polisi. Saat itu dia hendak keluar dari Tol Belmera Tanjung Mulia. Tapi secara tiba-tiba mobil yang dikendarainya dihentikan dua tersangka pria, satunya berpakaian polisi bernama Edi S berpakaian lengkap plus senjata, dan seorangnya lagi berpakaian petugas Dinas Perhubungan (Dishub).
“Pelaku minta surat-surat mobil,” ujarnya.

Karena merasa tak melanggar lalulintas, korban Rizaldi Mavi menolak memberikan surat-surat mobilnya dan kemudian menyodorkan uang pecahan Rp50 ribu pada polisi yang diduga gadungan itu. “Menghina petugas kau,” kata korban menirukan ucapan pelaku sembari menodongkan senjata api.

Pelaku yang marah kemudian langsung mengikat tangan korban, mata ditutup dan mulutnya dilakban serta tangannya diborgol. Tapi, tak beberapa detik kemudian, dua wanita teman pelaku ikut masuk ke dalam mobil. Selanjutnya mobil melesat ke arah Indra Pura-Tebing Tinggi. Di tengah perjalanan, Rizaldi Mavi terus dianiaya dan dipukuli pakai tali pinggang.

Namun, saat mobil melintas di kawasan Pare-pare, Indra Pura, Rizaldi Mavi yang terus meronta berhasil lompat dari atas mobil. Setelah berhasil meloloskan diri, Rizaldi Mavi langsung berteriak minta tolong kepada warga. Tapi warga sempat tak percaya karena pelaku yang berpakaian polisi menudingnya sebagai perampok.

Tapi saat berunding dengan warga, Rizaldi Mavi berhasil naik ke atas mobil yang kebetulan melintas ke arah Tebing Tinggi. Tapi pelaku melakukan pengejaran. Namun tiba di Kecamatan Rambutan, Tebing Tinggi, mobil Rizaldi Mavi yang dikendarai pelaku terperosok ke parit.

Karena dikerumuni warga, keempat pelaku langsung melarikan diri. Selanjutnya korban melaporkan kejadian yang menimpanya ke Polsek Indrapura dengan kondisi luka-luka akibat dianiaya perampok.  Polisi yang menerima laporan langsung melacak keberadaan tersangka dan membawa korban ke Medan untuk mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Permata Bunda.

Kapolsek Indrapura AKP MA Ritonga menyebutkan terkait aksi perampokan yang dialami Rizaldi Mavi, Ritonga mengaku, kalau korban melompat dari mobilnya di KM 101 Jalinsum saat dirampok.  Disebutkannya lagi, atas aksi perampokan yang dialaminya itu, Rizaldi Mavi mengalami luka di kepala dan wajah memar. “Dompet, uang dan ponsel dibawa pelaku,” ujarnya. (mag-7/mag-11/smg)

Pejabat Dibanjiri Kritik Para Ahli

Korban Badai Nock-ten Bertambah Dua Negara

SEOUL – Jumlah korban akibat badai dan banjir bandang di Korea Selatan (Korsel) dan Korea Selatan (Korsel) terus bertambah. Di Negeri Gingseng itu tercatat 59 warga tewas, sedangkan di Filipina menjadi 41 tewas.

Kini, para ahli dan surat kabar melancarkan serangan kritikan ke pemerintahanya
Akibat jumlah korban yang terus bertambah itu, para ahli dan media massa setempat menyerang pejabat pemerintah kota Seoul. Serangan itu berbentuk tuduhan yang semakin  memperburuk situasi, para ahli dan media melansir bencana itu ada karena pembangunan yang dinilai ceroboh di wilayah sekitar perbukitan.

Memang, beberapa wilayah perbukitan di wilayah Chuncheon dan Paju dikembangkan oleh pemerintah setempat untuk diubah menjadi wilayah publik. Kondisi itu menyebabkan wilayah perbukitan itu tidak bisa menyerap air dengan sempurna.

“Alam bukan satu-satunya yang dapat dipersalahkan dalam bencana ini. Pembangunan yang ceroboh membuatnya lebih buruk, itu sebabnya bencana tersebut adalah hasil perbuatan manusia,” kritik Surat Kabar JoongAng Ilbo, Jumat (29/7).

Permasalah terus bertambah saat beberapa ranjau darat era Perang Korea muncul ke permukaan akibat longsor itu. Kondisi itu tentunya mempersulit proses pencarian korban yang hilang.
Sementara itu, jumlah korban dari badai tropis Nock-ten di Filipina meningkat pada hari ini dan sudah mencapai 41 orang. Meski demikian, pemerintah setempat masih melakukan penghitungan jumlah korban tewas di wilayah Pulau Luzon yang menjadi daerah terparah akibat badai tropis itu.

K ini, makanan dan bantuan medis lainnya dikirim ke pulau tersebut. Pemerintah setempat mendesak pemerintah pusat agar mempercepat pengiriman bantuan dan tindakan penyelamatan.
Sebanyak 20 badai dan angin topan maut menyerang Filipina setiap tahun, sementara itu badai Nock-ten sudah menyerang negara ini selama 10 kali. (bbs/jpnn)

Korut Ancam Buang Aset Korsel

SEOUL – Korea Utara (Korut) dan Korea Selatan (Korsel) berpotensi memasuki ketegangan babak baru. Kemarin (29/7), Pyongyang mengancam bakal mengenyahkan aset berharga milik Korsel di Resor Gunung Kumgang yang berada di perbatasan dua negara. Padahal, aset itu nilainya mencapai puluhan juta dolar.

Lewat peringatan tertulis, pemerintahan Kim Jong-il menyatakan pihaknya akan membuang aset Korsel yang berada di hotel-hotel, restoran dan properti lain di resor tersebut. “Pyongyang bakal mengambil langkah-langkah tertentu yang tak sebutkan untuk mengambil-alih resor tersebut,” kata Jubir Kementerian Unifikasi Korsel, Chun Hae-sung.

Konon, ancaman itu muncul setelah Seoul mengabaikan ajakan Pyongyang untuk mem bahas masa depan resor tersebut. Chun mengatakan Korut memberikan batas waktu hingga tiga pekan kepada para pebisnis Korsel, sebelum pemerintahan Kim benar-benar membuang aset berharga mereka.
“Pemerintah akan menindaklanjuti ancaman ini. Kami akan menelusuri segala langkah hukum dan diplomasi untuk melindungi seluruh properti milik pebisnis Korsel di resor tersebut,” papar Chun.

Tidak jelas apakah Seoul akan menjawab undangan dialog yang dipaksakan Pyongyang tersebut.
Resor Gunung Kumgang yang dikembangkan oleh perusahaan Korsel, Hyunda Asan Company, itu mulai beroperasi pada 1998 lalu. Objek wisata yang lantas dikelola bersama itu menjadi simbol rekonsiliasi dua negara bertetangga di Semenanjung Korea tersebut. Pada tahun pertama operasional resor tersebut, Korut mendapatkan penghasilan sampai puluhan juta dolar.

Hubungan dua Korea yang panas dingin juga membuat bisnis wisata tersebut pasang surut. Puncaknya terjadi pada Juli 2008 saat seorang serdadu Korut menembak mati wisatawan Korsel yang terdampar sampai ke zona militer. Sejak saat itu, Seoul menunda seluruh perjalanan wisata ke resor tersebut. Lambat laun, geliat bisnis di kawasan tersebut pun redup. Pundi-pundi Korut pun tak lagi terisi.

Seoul menegaskan bahwa mereka tak akan membangkitkan kembali resor di perbatasan itu sebelum Pyongyang mengizinkan pihaknya melakukan investigasi di lokasi kejadian. Seoul menuntut Pyongyang memberikan jaminan keamanan maksimal kepada seluruh anggota tim investigasi. Tapi, Pyongyang tak menanggapi tuntutan Seoul. Akibatnya, kasus tersebut berlarut-larut. (ap/afp/hep/ami/jpnn)

Kadhafi Dituding Bunuh Panglima Pemberontak

BENGHAZI – Panglima perang pasukan pemberontak Libya, Jenderal Abdel Fatah Younes tewas tertembak Kamis (28/7) waktu setempat. Hingga kini kematiannya masih tertutup misteri. Tapi, kelompok anti pemerintah menuduh Muammar Kadhafi berada di balik serangan itu.

Younes ditembak mati kelompok bersenjata setelah diperintahkan mundur dari garis depan  Dewan Transisi Nasional (NTC) untuk dimintai keterangan terkait dengan isu militer.

Pembunuhan terhadap Younes dan dua tentara lainnya itu menimbulkan pertanyaan besar terkait perpecahan di jajaran petinggi pemberontak.  “Dengan duka cita mendalam, saya mengumumkan kematian Abdel Fatah Younes, pemimpin tertinggi pasukan kita,” ujar Kepala NTC Mustafa Abdel Jalil dan sebuah pernyataan pers di Benghazi, ibu kota pemerintahan pemberontak Libya.

Seorang tokoh senior oposisi di Benghazi, kemarin (29/7) menyatakan Kadhafi berperan di balik pembunuhan itu. (cak/ami/jpnn)

Pria 4 Anak Perkosa Nenek 85 Tahun

CABERRA- Pengadilan Australia mengadili seorang pria tua atas kasus pemerkosaan seorang nenek berumur 85 tahun. Dalam persidangan itu, pria berumur 65 tahun mengaku bersalah atas dakwaan pemerkosaan dan menyebabkan cedera serius.

Pria itu, Allan Richard Hodson mengaku bersalah atas pemerkosaan yang dilakukan di toilet umum di stasiun kereta api di Southern Cross, Australia pada 27 Januari lalu.

Di persidangan terungkap, saat diinterogasi polisi, Hodson tak mengakui perbuatannya. Pria itu berujar dirinya terlalu tua untuk bersikap kasar, apalagi terhadap wanita lanjut usia.  Tapi, kemudian ayah empat anak itu mengakui perbuatannya. “Ini kesempatan bagus, saya pikir, untuk merasakan sedikit sensasi,” ujarnya.

Hakim Duncan Allen kepada The Age, Jumat (29/7) menyebutkan keterangan Hodson kepada polisi   mengerikan. (bbs/jpnn)

UE Buat Formula Tangkal Pembantaian ala Breivik

OSLO – Aksi ganda Anders Behring Breivik genap sepekan berlalu. Kemarin (29/7), pria 32 tahun itu kembali menjalani interogasi tertutup di ibu kota. Bersamaan dengan itu, Perdana Menteri (PM) Jens Stoltenberg menghadiri misa arwah di hall gedung parlemen (People’s House).

Dikawal ketat petugas, Breivik meninggalkan penjara tempat dia ditahan. Selanjutnya, dia dibawa ke markas kepolisian nasional di Kota Oslo untuk kembali menjalani interogasi.

Berdasar interogasi itu, aparat menjerat Breivik dengan pasal antiteror yang mengandung hukuman penjara maksimal 21 tahun. Penyelidikan lanjutan memberi celah pihak berwajib mendakwa pelaku dengan pasal kejahatan kemanusiaan. “Itu baru diputuskan setelah penyelidikan rampung,” ucap Jaksa Tor-Aksel Busch.

Serangan ganda yang merenggut 76 nyawa itu membuat petinggi Uni Eropa (UE) prihatin. Kamis (28/7), mereka menggelar rapat membahas aksi nekat Breivik. Apalagi, interogasi pertamanya, sempat menyebut jaringan anti-Islam di Eropa. UE merumuskan formula untuk menangkap serangan serupa. (ap/afp/bbc/hep/ami/jpnn)

Lampu Byarpet, Presiden Polandia Tewas

WARSAWA – Hasil investigasi kecelakaan pesawat terbang yang menewaskan Presiden Polandia Lech Kaczynski di Rusia pada 2010 silam diakibat kualitas penerangan landasan pacu Bandar Udara Smolensk di kawasan barat Rusia buruk.

“Pencahayaan di landas pacu yang  tak memadai,” begitu disampaikan penyelidik Letnan Kolonel Robert Benedict seperti dilansir warta Xinhua, Jumat (29/7).

Dia menyebutkan Nyala lampu tak terang benderang cenderung redup mati itulah, pilot dan kopilot pesawat pembawa rombongan Polandia menerima informasi salah. Akhirnya insiden kecelakaan pesawat itu memang menewaskan Presiden Kaczynski dan Maria, istrinya. Termasuk dalam korban tewas adalah para pejabat senior militer Polandia.
Dalam laporan yang dirilis hari itu disebutkan, petugas menara telah memberikan instruksi pendaratan yang keliru kepada pilot pesawat Tupolev 154 itu.

Kesalahan itu diakibatkan penerangan buruk, sejumlah kesalahan juga dilakukan pilot saat mendaratkan pesawat di tengah cuaca buruk. Selain itu, peralatan di pesawat tak dipersiapkan dengan baik. (bbs/jpnn)

Penyidik Bareskrim Kena Tegur

Pemeriksaan Anas Urbaningrum di Blitar

JAKARTA- Gara-gara berinisiatif memeriksa Anas Urbaningrum di Blitar, penyidik Bareskrim Polri dimarahi Kabareskrim Irjen Sutarman. Menurut orang nomor satu di Badan Reserse Kriminal itu, pemeriksaan yang dilakukan anak buahnya itu tanpa sepengetahuannya dan tidak melihat aspek keadilan masyarakat.

“Saya sudah tegur penyidik kita. Mungkin dia mau cepat ke sana,” kata Sutarman di Mabes Polri, Jakarta, kemarin. Dia mengatakan, dua penyidik, termasuk  Direktur Tipidum  Bareskrim Brigjen Pol Agung Sabar Santoso sudah ditegur. “Yah saya panggil. Yang namanya perwira dipanggil itu sudah teguran berat,” katanya.

Sutarman menegaskan, sebenarnya tidak ada yang salah dari aspek yuridis dalam proses pemeriksaan Anas tersebut. Namun, penyidik kepolisian harus tetap memperhatikan rasa keadilan masyarakat, meski Anas adalah orang nomor satu di partai penguasa, Partai Demokrat.
“Itu adalah feedback bagi saya. Sekarang penegakan hukum itu tidak hanya lurus-lurus seperti yuridis formal saja. Tapi, kita juga harus memperhatikan aspek-aspek lain, termasuk aspek tuntutan masyarakat dan aspek keadilan masyarakat,” ucapnya.

Sutarman mengingatkan kepada seluruh penyidik kepolisian untuk menjadikan kejadian ini sebagai pelajaran dalam penanganan proses kasus lain. “Seperti kasus nenek pencuri kakau, itu secara yuridis betul, penyidik yang menangani benar, yang menahannya benar, seluruh prosesnya benar. Tindakan penyidik betul. Tapi, itu tidak memenuhi rasa keadilan masyarakat,” katanya.

Penyidik Bareskrim Polri bersedia memeriksa Anas di Polres Blitar lantaran Anas sebagai saksi pelapor kasus tengah berada di kampung halamannya itu. Pemeriksaan itu pun terjadi terjadi setelah ada perubahan waktu dan tempat atas permintaan Anas.

Anas diperiksa sebagai saksi pelapor, karena sebelumnya dia melaporkan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, M Nazaruddin, atas tuduhan pencemaran nama baik dan fitnah. Anas merasa difitnah dan nama baiknya dicemarkan dengan pengakuan Nazaruddin ke media massa bahwa dirinya menerima aliran dana suap proyek Wisma Atlet sebesar Rp 7 miliar.(rdl/iro/jpnn)

Polisi Penganiaya Andika Dipropamkan

MEDAN- Siti Sawiyah Harahap (32), warga Jalan Marelan Raya Kelurahan Tanah Enam Ratus Kecamatan Medan Marelan melaporkan tiga personel polisi Polresta Medan ke Bid Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sumut, Jumat (29/7).

Hal itu didasarkan karena adanya tindakan penganiayaan yang dilakukan personel polisi Polresta Medan terhadap suaminya, Andika Sastra Kusuma (37), sehingga membuat suaminya  mengalami luka rahang dan tulang rusuknya patah, kepala juga luka-luka.

“Jumat (22/7) malam, suami saya ke Jalan Darussalam Gang Sejahtera 15 Medan, untuk menangih utang ke rumah temannya, Andre. Namun, setibanya di sana suami saya dan temannya itu langsung ditangkap lima orang polisi dari Polresta Medan. Kemudian dibawa ke rumah Andre dan  dipukuli sementara Andre nya tidak dipukuli. Akibatnya, kedua rahang suami saya patah begitu pula dengan tulang rusuknya. Kaki kanan luka, juga dipukul pakai rotan,” ungkap Siti.
Tiga dari lima personel yang melakukan penganiayaan itu antara lain, Kasubnit Unit 1 Iptu PE S, Briptu BH dan Briptu DR S.

Di tempat terpisah Kasat Narkoba Polresta Medan, July Agung Pramono mengungkapkan  penangkapan Andika karena kedapatan bawa sabu-sabu siap konsumsi dan pistol air soft gun. Saat penangkapan, terjadi perlawanan oleh Andika kepada personel polisi. (ari/mag-7)

Dua Tewas, Tiga Luka Bakar

Lima Karyawan PTPN IV Disambar Petir

LANGKAT- Hujan deras disertai angim kencang dan petir menelan korban. Lima karyawan PTPN IV Kebun Sawit Langkat, disambar petir, 2 tewas dan 3 lainnya mengalami luka bakar, Kamis (28/7) sekira pukul 17.00 WIB.

Kelima korban, Malin Dewana Damanik (38), karyawan PTPN IV warga Komplek Lama, Desa Banjaran Raya, Padang Tualang, Haryono (28) warga Desa Banjaran Raya, Suwardi (30) warga Afd C 3 UPL, Sumijo (42) warga Desa Banjaran Raya dan Mulianto (20) warga Afd I Kebun Sawit Langkat, Padang Tualang. Tiga korban luka dirawat di RSU Tanjung Selamat, Kecamatan Batang Serangan.
Informasi berhasil diperoleh, peristiwa itu terjadi di areal perkebunan kelapa sawit di Afd VII PTPN IV Kebun Sawit Langkat, Kecamatan Padang Tualang, Langkat.

Saat itu, kelimanya sedang bertugas dan berteduh dibawah pohon sawit menuju hujan reda. Naas, keliamnya disambar petir yang begitu dahsyat. Warga yang sedang melintas melihat kelimanya sudah terkapar dan tidak berdaya. Tak lama, petugas Polsek Padang Tualang langsung turun kelokasi dan berhasil mengevakuasi kelimanya untuk dibawa ke rumah sakit. Sayangnya, dua diantara meninggal dunia.

Kanit Reskrim Polsek Padang Tualang Iptu M Saragih saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa itu. Pihaknya langsung turun kelokasi dan sudah membawa jenazah korban yang tewas kerumah duka.

Sementara itu, angin kencang terjadi di Desa Silau Rakyat, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai, Jumat (29/7). Akibatnya, tiga rumah warga rusak berat. Tiga rumah yang mengalami rusak berat  milik Ma’an (58), Ruslan D (58) dan Poniman (37).
Camat Sei Rampah Fajar Simbolon membenarkan adanya kerusakan rumah warga. Dia juga sudah melihat langsung kerusakan rumah tersebut.

Di Binjai, korban bencana alam angin puting beliung di Kecamatan Binjai Timur, belum menerima bantuan apapun dari Pemerintah Kota (Pemko) Binjai. Akibat lambannya Pemko Binjai mengalirkan bantuan, puluhan warga yang rumahnya porak-poranda diterpa angin puting beliung, tak dapat berharap besar untuk menerima bantuan lagi.

Untuk itu, puluhan warga yang terkena musibah, mencoba memperbaiki rumahnya masing-masing dengan cara bergotong royong. Bahkan, akibat minimnya material untuk memperbaiki rumah yang sudah rusak parah, warga terpaksa mencari paku bekas untuk memperbaiki rumahnya.

Gimen (40) salah seorang warga Lingkungan II, Kelurahan Sumber Karya, Kecamatan Binjai Timur, dia dan sejumlah tetangganya bahu-mambahu memperbaiki rumahnya yang sudah porak-poranda diterpa angin puting beliung yang terjadi Kamis (28/7) sore kemarin.

“Sampai sekarang, belum ada bantuan apapun. Baik makanan maupun material guna memasang seng rumah kami yang sudah beterbangan ini. Darai pada kita terus menanti yang belum pasti, lebih baik kita perbaiki dengan material apa adanya,” pasrah Gimen.

Kepala Seksi (Kasi) Penanggulangan Bencana di Dinas Sosial Kota Binjai Bambang, saat dikonfirmasi terkait bantuan terhadap korban bencana alam mengatakan, pihaknya masih melakukan pendataan dan bantuan akan secepatnya dikucurkan. (dan/mag-15)