27 C
Medan
Thursday, January 1, 2026
Home Blog Page 14903

ATKP Medan Syukuran Pembangunan Gedung Baru

MEDAN-Akademi Tehknik dan Keselamatan Penerbangan (ATKP) Medan menggelar acara syukuran atas pembangunan tiga gedung di Jalan Jamin Ginting/Jalan Penerbangan Nomor 85 km 8,5 Padang Bulan, Senin (11/7). Gedung tersebut akan digunakan untuk mendukung sarana calon taruna selama dididik di ATKP Medan. Dalam acara tersebut ATKP mengundang anak-anak dari pesantren Perguruan Darul Islam serta Al-Ustad penceramah Drs Zahiruddin Nasution.

Direktur ATKP Medan Asri Santosa ST SSiT MT mengatakan dengan dimulainya pembangunan gedung tersebut dapat memotivasi para anak-anak pesantren Darul Islam untuk bisa masuk menjadi taruna AKTP Medan. Mengingat anak-anak pesantren ini termasuk generasi penerus bangsa.
“Ya, kita berharap dari adik-adik pesantren ini setidaknya bisa dididik di ATKP Medan ini, makanya giatlah belajar dan jadikan ATKP ini menjadi motivasi bagi adik-adik sekalian,” serunya.

Memang pembangunan tiga gedung ini merupakan program dari ATKP Medan. Sejak enam bulan Asri menjabat sebagai Direktur ATKP Medan sudah mentraining 250 para siswa.  Mengingat target yang dicapainya setiap tahunnya sebanyak 300 siswa makanya ATKP sebagai sarana penempa Sumber Daya Manusia,  ujar  Asri  perlu dibangun sarana dan prasana yang memadai.
“Rencananya kita akan membeli mobil baru, ini sebagai penunjang transportasi ATKP di sini,” bilangnya.

Panitia Pelaksana Maha Amin mengatakan, dalam pembangunan gedung ATKP Medan ada tiga direncanakan, yakni, gedung laboratorium keselamatan penerbangan, gedung asrama dua tingkat dan gedung audiotorium. Sementar Humas ATKP Medan Syukrinaldi menyambut baik pembangunan tiga gedung baru untuk ATKP tersebut.  (*/azw)

Pakar Pembangunan Islam Internasional Kunjungi UMA

SEBAGAI satu universitas yang mendapat kepercayaan dari masyarakat dalam mengembangkan nilai intelektual akademik dan pembangunan, Universitas Medan Area (UMA) mendatangkan pakar-pakar pembangunan Islam tingkat internasional untuk memberikan kuliah dan penelitian di kampus UMA.

Pakar pembangunan Islam yang akan memberikan kuliah dan penelitian yakni  Prof Dr Muhammad Syukri Salleh, Dr Muhammad Zaini Abu Bakar dan Dr Zakaria Bahari. Mereka adalah pakar pembangunan Islam dari Pusat Pembangunan Islam (ISDEV), Universiti Sains Malaysia (USM) yang diundang sebagai Visiting Professor dan Visiting Fellow.

Prof Dr Muhammad Syukri Salleh adalah pakar perancangan pembangunan Islam alumni dari Oxford University (Inggris), Dr Muhammad Zaini Abu Bakar adalah pakar manajemen konflik dalam pembangunan (alumni dari Bradford University, Inggris) dan Dr Zakaria Bahari adalah pakar ekonomi Mikro Islam.

Dalam kaitan ini, Dr Muhammad Zaini Abu Bakar telah datang ke kampus UMA yang diterima Rektor UMA, Prof Dr H Ya’kub Matondang MA. Sedangkan Prof Dr Muhammad Syukri Salleh dan Dr Zakaria Bahari akan tiba di UMA pada 25 Juli 2011.

Heri Kusmanto, Direktur Pascasarjana UMA mengatakan kedatangan pakar pembangunan Islam di UMA merupakan implikasi penguatan institusi dan komitmen UMA sebagai universitas yang dipercaya masyarakat untuk menyelesaikan persoalan pembangunan. Apalagi sekarang, lanjut dia, tuntutan terhadap pentingnya pembangunan berlandaskan Islam di Indonesia sedang diminati.

Ia yakin kedatangan pakar pembangunan Islam ke UMA akan memberikan konstribusi. Sebab mereka bukan hanya memberikan kuliah di UMA yang dihadiri oleh mahasiswa UMA tetapi juga akan mengundang masyarakat luas. Kuliah umum itu akan dilaksanakan pada 27-28 Juli dengan mengambil tema ‘Pembangunan Berlandaskan Islam: Peluang dan Tantangan’.

Heri menjelaskan kedatangan para pakar pembangunan Islam itu sebagai wujud kerjasama yang dilakukan UMA dengan Universiti Sains Malaysia (USM) melalui Pusat Pembangunan Islamnya (ISDEV) melalui MOU yang dilakukan beberapa waktu lalu.

Hadir dalam acara ini Wakil Direktur bidang Kemahasiswaan dan Keuangan Drs Usman Tarigan MS, Wadir bidang Akademik Ir Erwin Pane, Wadir Kemahasiswaan Tafuk Siregar SH MHum, Ka Prodi Magister Administrasi Publik (MAP) Drs Kariono MA dan Sekretaris Warjio MA PhD, Ka prodi Magister Agiribisnis, Dr Ir Edy Batara Mulia Siregar MS, Sekretaris Ir Abdul Rahman MS, Ka Prodi Magister Ilmu Hukum, Dr Mirza Nasution SH MHum dan Sekretaris Arif SH MH,  Ka prodi Magister Psikologi, Prof Dr H Abdul Munir MPd dan sekretaris Dra Nurmaida Siregar MPSi, KTU Isnaini SH MHum dan dosen tamu darI USM Malaysia Dr Zaini Abu Bakar. (*/sih)

YPSA Siapkan Golden Generation

MEDAN – Pembina Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah (YPSA) Medan Buya Drs H Sofyan Raz Ak MM mengatakan, YPSA tidak menyiapkan generasi untuk setahun ke depan. Tetapi, sekolah ini menyiapkan “generasi emas” (golden generation) untuk 20 tahun mendatang.

“Kondisi Medan, Sumatera Utara bahkan Indonesia pada 20 tahun mendatang sangat jauh berbeda. Jika kita hanya menyiapkan generasi hanya untuk setahun ke depan, maka kita akan tertinggal sangat jauh,” katanya dalam bimbingan pada upacara penyambutan siswa baru Tahun Pelajaran (TP) 2011-2012 YPSA serta membuka Pekan Orientasi Sekolah, Senin (11/7).

Hadir dalam upacara itu Ketua Umum dan Ketua Harian YPSA Umi Hj Rahmawaty Sofyan Raz dan Dra Nunuk Priyani MSc. Sedangkan mewakili orangtua siswa di antaranya hadir H Gus Irawan Pasaribu (Dirut PT Bank Sumut).

Dalam upacara itu diwarnai pengalungan tanda pengenal bagi siswa baru secara simbolis mulai TK hingga SMA, pelepasan balon ke udara serta pemberangkatan Mahani Tamimah br Sihombing siswi kelas IX SMP YPSA yang mewakili Sumut dalam OSN bidang biologi Tingkat Nasional di Manado Sulawesi Utara pada 15-20 Juli. “Dalam menghadapi globalisasi, kita sudah siapkan seluruh siswa dalam segala hal. YPSA merupakan satu-satunya sekolah yang mendapat akreditasi dari Cambrige sebagai Sekolah Berstandar Indonesia (SBI) di Sumut,’’ katanya.

Untuk menambah wawasan keilmuan, siswa YPSA juga dikirim ke berbagai negara. Seperti ke Brussel (Belgia), Korea Selatan, Norwegia hingga AS untuk mengikuti kegiatan internasional dalam menambah wawasan berpikir dan kreativitas siswa.

‘’Alhamdulillah, kita berhasil mengutus siswi SMP kita ke OSN Tingkat Nasional di Manado, Sulut untuk pertama kali serta dalan Ujian Nasional (UN) tahun ini, SMP dan SMA kita juara 1 tingkat Kota Medan serta juara 2 tingkat Sumut untuk SMP, karena kelulusan 100 persen,” jelasnya.Siswa baru di YPSA tahun ini, lanjut dia, tidak saja berasal dari Medan, juga ada dari Padang, Pekanbaru, Batam dan Aceh. Bahkan ada 2 siswa-siswi kita berasal dari AS dan Norwegia,”tambahnya. (*/sih)

Milyarder Yamaha Tahap III

Kuli Bangunan dan Karyawan Jamu Raih Rp2 Miliar

Idan (32)  perwakilan  Jawa Barat, terharu. Kepalanya tertunduk menyembunyikan  rasa sukacitanya usai dirinya memecah bola undian gelaran Milyarder Yamaha tahap III, di Balai Sarbini, Jakarta,  tempat berlangsungnya acara tersebut, Sabtu (9/7).

Warga Garut yang kesehariannya bekerja sebagai buruh bangunan ini mengaku tak pernah bermimpi sebelumnya  untuk meperoleh uang sebesar Rp1 miliyar, hadiah tertinggi  acara itu. Pria kelahiran tahun 1979 ini mengaku membeli spedamotor jenis Mio, tiga bulan lalu, tepatnya 27 April silam.

Selain Idan, yang mendapat kan Rp1 miliar lagi adalah Heri Trimulyanto  (31), perwakilan Jakarta.  Karyawan  pemasaran sebuah  perusahaan jamu nasional ini mengaku  gelisah menyongsong acara puncak penarikan undian tersebut.

”Sebelum pengundian saya tidak bisa tidur. Saat acara berlangsung saya sangat berharap bisa menang walau paling terakhir disebut namanya jadi pemenang. Hadiah ini akan saya gunakan untuk biaya menikah setelah lebaran nanti,” tutur Heri.
General Manager Marketing & Promotion Yamaha Indonesia, Eko Prabowo, mengatakan program Milyarder Yamaha ini merupakan bagian dari CSR (Corporate Social Responsibility) Yamaha.

“Ini adalah bagian dari CSR Yamaha. Konsep event Milyarder Yamaha yang menyediakan sejumlah hadiah menarik dan menggandeng banyak peserta memperlihatkan besarnya kepedulian Yamaha terhadap konsumen. Karena untuk konsumen juga event akbar Yamaha ini diadakan bahkan telah diperpanjang lagi hingga Milyarder Yamaha periode keempat,” jelas Eko.
Sementara, 3 hadiah mobil Avanza diperoleh ,, Nina Febriani, Jakarta. Ana , Purworejo, Jawa Tengah dan Anwar , Palembang.

Sedangkan  pemenang undian gelaran Milyarder Yamaha , dari Perwakilan PT Alpa Scorpii Sumut dan Aceh, Aknes Melisa Leoni Pasaribu , Abdul Rahim, Anggi Habyar dan Surya Darma (Medan),  Ibrahim Aziz, Harbiah dan Yusrizal (Aceh), masih bisa tersenyum puas sebab telah menjadi bagian acara tersebut.

“Kita juga kan dapat, masing- masing kebagian emas 25 gram. Selain itu kita juga merasakan layanan yang memanjakan kita di acara ini. Intinya kita cukup puas dilibatkan pada gelaran ini,” sebut Surya Dharma, pemenang undian Milyarder Yamaha III, asal Perdagangan, Kab Simalungun.

Betty Hutapea, bagian promosi PT Yamaha Alpa Scorpii Sumut-Aceh, menjelaskan peserta dari daerahnya tak ada yang merasakan kekecewaan yang berarti. “Mereka asik-asik saja. Mereka menikmati seluruh acara yang disusun panitia. Berharap untuk menjadi milyarder, semua pasti menginginkannya. Tapi mungkin bukan kali ini keberuntungan itu. Mudah-mudahan kita berharap, tahap empat nanti dari tempat kita ada,” ujar Betty.

Milyarder Yamaha periode ketiga melibatkan 105 peserta grand drawing dari berbagai daerah di Indonesia. Semua peserta mendapatkan hadiah yang ditentukan dalam pengundian. Hadiah utama yang disediakan adalah 1 miliar rupiah masing-masing untuk 2 pemenang yang akan menjadi miliarder baru Yamaha. Di luar hadiah utama tersedia 1 unit mobil Toyota Avanza masing-masing buat 3 pemenang dan 25 gram emas masing-masing untuk 100 orang. (*/jun)

Mobil Hantu

Mobil yang satu ini dijuluki dengan ghost car (mobil hantu). Soalnya mobil ini seluruh bodi-nya ditutupi oleh bahan kaca.

Dibuat pada tahun 1939 oleh General Motors dan perusahaan kimia Rohm dan Haas dengan biaya $ 25.000 dan menjadi mobil transparan pertama, yang dibuat di Amerika.

Mobil tersebut satu-satunya yang terbuat dari bahan kaca dan akan segera dilelang. Diperkirakan akan terjual seharga $ 500.000.(net/jpnn)

Variasikan Kurikulum

SMA WR Supratman 2 Medan Jalan Brigjen Zein Hamid No 33 Medan menerapkan kurikulum nasional sekaligus memvariasikan sistem pendidikannya dengan kurikulum internasional.

Kepala SMA WR Supratman 2 Medan Yong King Hung mengutarakan, dengan melakukan hal ini diyakini semakin meningkatkan mutu pendidikan di sekolah yang berdiri pada 1960 ini. “Muaranya kami akan menuju sekolah bertaraf internasional. Saat ini kami telah mengadakan mata pelajaran yang menggunakan guru dari Inggris untuk mengajar Bahasa Inggris,” terangnya.

Menurut Yong, pihaknya memiliki tiga program yang diterapkan langsung di sekolah tersebut. “Adapun tiga program ini yakni Bahasa Inggris, Laboratorium Bahasa yang langsung di bimbing oleh guru dari Inggris dan Laboratorium Komputer yang sangat memadai baik pengelolaan dan pembimbingan siswa,” katanya.

Sementara itu, sistem pendidikan di WR Supratman 2 Medan ini juga menerapkan Informasi Teknologi, yang saat ini mutlak diperlukan seluruh masyarakat. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan pengetahuan yang lebih kepada siswa tentang komputer, desain dan animasi.
“Kita telah menerapkan pendidikan sesuai silabus yang diharuskan dari dinas pendidikan. Tapi kita juga menambah pengetahuan siswa dengan bekerjasama dengan pihak yang berkompeten di bidang IT ini,” terang Yong.

Dengan tenaga pengajar yang mencapai 26 orang yang semua telah sarjana, pihak sekolah telah merasa siap untuk memberikan kompetensi yang dibutuhkan siswa. “Dari 26 guru empat diantaranya telah S-2, dan empat pula diantara 26 tadi sedang menjalani studi S-2,” paparnya.
Awal berdirinya sekolah WR Supratman ini pada 1960, dan pada 1985 baru terbentuk WR Supratman 1 Medan dan WR Supratman 2 Medan di 1 komplek sekolah di Jalan Asia No 143 Medan.

“Menurut pemerintah, hal ini lebih baik dan efisien, seiring bertambahnya siswa, yang secara otomatis juga menambah kelas di sekolah ini. Dan tepat pada 2002 lalu, yayasan membangun gedung baru untuk WR Supratman 2 Medan di tempat sekarang ini,” jelas Yong. (saz)

Hari Pertama Masuk Sekolah di WR Supratman

Siswa Sudah Efektif Belajar

MEDAN- Tahun Ajaran (TA) 2011/2012 ini, SMA WR Supratman 2 Medan Jalan Brigjen Zein Hamid No 33 Medan menerima 120 siswa baru yang dibagi menjadi tiga rombongan belajar (rombel).
Kepala SMA WR Supratman 2 Medan Yong King Hung menjelaskan, sejak Jumat (8/7) lalu pihaknya sudah menutup pendaftaran.

Karena pendaftar yang datang sudah memenuhi kuota kursi yang ditetapkan di sekolah. “Jadi di sini sistemnya siapa yang lebih cepat mendaftar, maka siswa itu yang berhak bersekolah di sini. Tentunya kami tak mengabaikan spesifikasi-spesifikasi standar yang diperlukan untuk menempuh pendidikan di sekolah ini, seperti nilai UN dan lainnya,” tegasnya, Selasa (12/7).

Yong juga menjelaskan, pihaknya sudah menggelar MOS sejak Senin (11/7) lalu. “Di MOS ini kita memberikan bekal kepada siswa mengenai pengalaman dan pengetahuan tentang wiyata mandala.

Mengenai tata tertib sekolah, cara belajar dengan menggunakan KTSP, tentang penilaian pembelajaran dan sebagainya. Dan MOS ini akan berakhir hari ini (kemarin, red),” tuturnya.
Ia juga berharap, pada MOS yang telah selesai dilaksanakan bagi 120 siswa baru itu, mereka bisa mengenal sekolah dan proses-prosesnya dengan baik.

Pada hari pertama masuk sekolah Senin (11/7) lalu, Yong mengatakan, pihaknya telah menggelar pembelajaran secara efektif. “Efektif belajarnya memang pada les keempat. Karena les pertama hingga ketiga masih dilakukan registrasi dan penyelesaian administrasi bagi siswa kelas XI dan XII,” ujarnya.

Hal ini diterapkan mengingat dalam waktu dekat siswa akan kembali libur panjang pada saat menjelang Ramadan dan Idul Fitri. “Ini mengefektifkan pembelajaran siswa, karena mereka akan libur lagi menjelang bulan puasa dan hari raya nanti. Dengan langsung efektif belajar, kita secara langsung mengefisienkan dan mengefektifkan waktu belajar bagi siswa,” ungkap Yong.(saz)

Pro Titan Dijual, Pemain Pasrah

MEDAN – Pemilik Pro Titan Sihar Sitorus yang baru saja terpilih menjadi komite eksekutif PSSI berencana menjual salah satu klub yang diasuhnya, yakni Pro Titan FC. Kalau ini terealisasi, para pemain mengaku sudah pasrah.

Salah satunya Ghozali Muharam Siregar striker muda Pro Titan musim lalu. Namun Ghozali juga mengaku senang dengan terpilihnya Sihar menjadi anggota Exco PSSI lantaran dia mengetahui, posisi Exco sudah menjadi incaran sang bos sejak lama.  “Itu cita-cita beliau. Dan sudah lama beliau ingin di sana,” beber Ghazali.

Ghozali pasrah jika seandainya Sihar jadi menjual klubnya. Namun, hingga saaat ini dia belum menerima pemberitauan resmi dari manajemen perihal kemungkinan tersebut. “Hingga saat ini, saya belum tahu kabar itu, yang jelas saya tunggu sajalah konfirmasi dari manajemen, seperti apa klub ini. Tapi intinya, saya sebagai pemain siap saja bagaimana konsep klub. Kalau dipertahankan ya terus jalan, meski dengan pemimpin yang baru. Sebab, kami sendiri belum tahu apakah mau dipertahankan atau enggak, info soal itu juga belum ada,” jelasnya.

Dia mengharapkan jika dipimpin oleh orang yang baru, klub hendakanya memiliki visi dan misi yang sama dengan Sihar, yakni fokus dengan pembinaan pemain muda. “Selama ini Pro Titan dikenal dengan pemain-pemain muda, jadi saya berharap apapun keputusan tentang klub nanti, mau disewa atau dibeli ya sosok pimpinan klub yang baru harus sepaham dengan apa yang dibangun Pak Sihar selama ini,” tukasnya.

Hal senada diungkapkan kiper Pro Titan, Dede Pranata. Dia menjelaskan kehadiran Sihar di Exco diharapkan bisa memajukan sepak bola Indonesia. “Karena selama ini beliau punya keinginan agar sepak bola Indonesia maju, dan semoga beliau bisa mewujudkannya,” tegasnya.

Sihar, menurutnya sangat tepat dengan posisi Exco.  Sihar selama ini diakuinya punya program yang baik untuk sepak bola Indonesia. “Beliau mandiri secara keuangan dalam pengelolaan klub, dan fokus pembinaan pemain-pemain muda di klub, dan sangat care dengan pemain muda. Itu juga bisa dilihat bagaimana pemanfaatan pemain muda di dua klub beliau. Dengan terpilihnya beliau, mudah-mudahan sepak bola kita bisa berubah ke arah yang lebih baik,” tambah Dede.

Menyinggung, profesionalisme Sihar yang bakal melepas klubnya setelah jadi Exco, mantan kiper Persiraja Banda Aceh itu mengatakan, sebagai pemain siapapun pemiliknya, harus siap. “Kalau saya sebagai pemain ya harus profesional, jika kelak mau dijual atau disewakan dengan pemilik baru ya silahkan. Beliau kan ingin netral di Exco,  dengan begitu pemain siap saja selama dipertahankan, tak peduli siapa pemiliknya,” ucapnya.

Dede juga mengatakan belum bisa bicara banyak sebab manajemen belum memberitahukan masa depan klub kepada pemain. “Manajemen belum ada ngomong, ya kita menunggu saja. Kan nanti pasti ada pembicaraan soal ini,” pungkasnya. (ful)

Hervian Soedjono Nyesal Kalau tak Turun

MEDAN-Navigator senior Hervian Soedjono akan meramaikan Medan Rally North Sumatera Championship 2011, 15-17 Juli ini. Bersama Andre Tan, mereka mengandalkan mobil Proton Neo di kelas GR 2.1.

“Ini pasti menjadi lomba yang berkesan dengan persaingan jadi lebih sengit dari pembalap Kota Medan. Mungkin besok kita baru survey lintasan biar lebih mantap waktu lomba nanti,” ucap Ian yang ditemui di Sekretariat Pengprov IMI Sumut Jalan Taruma Nomor 52 Medan, Senin (11/7).

Ian sendiri mengaku tidak asing dengan lintasan yang ada. Bersama Ricardo Gelael dirinya sudah beberapa kali menjajal lintasan Rambung Sialang yang berkarakter high speed itu. Seperti pada World Rally Championship 1997, bahkan pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Speed Rally 2007 lalu mereka finish di urutan III overall. Hal itu pun coba diulang bersama GDF Rally Team yang diusung kali ini.

Terhadap persiapan panitia, Ian pun menyampaikan apresiasi yang tinggi. Paska vakumnya kegiatan reli 2010, Medan Rally North Sumatera Championship 2011 pun menjadi angin segar bagi insan otomotif khususnya Kota Medan.

“Untuk reli, Sumut itu paling lengkap lintasannya. Untuk menguji skill, kecepatan, maupun ketahanan mobil. Pembalapnya juga memperlihatkan konsistensi yang cukup baik. Seperti Ijeck, Harun, belakangan ada Dodi dan Dian AP yang juga bagus,” puji Ian. (jul)

Incar Pembalap Berbakat

Medan Rally North Sumatera Championship 2011

MEDAN-Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan Ir Syaiful Bahri menyampaikan apresiasi Pemerintah Kota Medan atas persiapan panitia ‘Medan Rally North Sumatera Championship 2011’ pada rapat koordinasi di Sekretariat Pengurus Provinsi Ikatan Motor Indonesia Sumatera Utara (Pengprov IMI Sumut) Jalan Taruma Nomor 52 Medan, Senin (11/7).

“Pemerintah Kota Medan menyambut baik pelaksanaan Medan Rally North Sumatera Championship 2011 ini, dalam rangka peringatan HUT ke-421 Kota Medan. Untuk itu Pemko Medan akan mendukung penuh demi terselenggaranya kegiatan sesuai dengan keinginan kita bersama,” ucap Ir Saiful Bahri.

Seperti yang disampaikan Ir Saiful Bahri, Walikota Medan Drs Rahudman Harahap telah menginstruksikan seluruh SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) untuk berkoordinasi dengan instansi terkait. Hal itu untuk memastikan pelaksanaan kegiatan berjalan lancar sehingga menjadi hiburan bagi warga Kota Medan dan Sumatera Utara umumnya. Juga menjaga nama baik Kota Medan di ajang otomotif nasional.

Sementara itu dalam paparannya Ketua Umum Pelaksana Medan Rally North Sumatera Championship 2011 yang juga Ketua Pengprov IMI Sumut, Ijeck memastikan kesiapan panitia untuk pelaksanaan 15-17 Juli ini. Demikian juga tujuan dari kegiatan sebagai pembinaan bibit pereli muda dari Sumut dan Kota Medan.

“Selain untuk meramaikan peringatan HUT Kota Medan, kita  (Pengprov IMI Sumut) menyambut baik antusias yang diperlihatkan insan otomotif Sumut dan Kota Medan. Dari kegiatan ini kita berharap banyak akan lahirnya pembalap-pembalap berbakat dan itu sudah terlihat,” ucap Ijeck yang ditemui di Sirkuit Cemara Abadi.

Untuk itu lanjutnya, kegiatan yang menerapkan standar nasional ini juga diikuti regulasi untuk seluruh peserta. Pada Special Stages (SS) 1 yang dilaksanakan Jumat (15/7), peserta tidak diperbolehkan menggunakan penerangan tambahan. Balapan malam hari itu pun hanya dilalui dengan mengandalkan lampu pada mobil. Dengan demikian skill pembalap sangat menentukan untuk menaklukkan lintasan sepanjang 7,4 kilometer itu.

Begitu juga pada Slalom Test Eksebition yang digelar di akhir lomba, peserta tidak diperbolehkan mengganti ban dengan ban aspal. “Biar semua peserta bisa ikut dan tidak ada yang diuntungkan.

Kalau tidak pembalap yang punya uang bisa diuntungkan dengan sudut pandang yang lebih jauh. Begitu juga di slalom nanti. Kita wajib pake ban reli. Karena sifatnya juga hiburan kan,” tambahnya.    Data sekretariat panitia, Senin (11/7) tercatat 35 pereli sudah mendaftarkan diri. Jumlah itu dipastikan terus bertambah. (jul)