29 C
Medan
Monday, April 13, 2026
Home Blog Page 14909

Jagal Norwegia Mengaku Gila

OSLO- Penyelidikan terhadap Anders Behring Breivik, tersangka utama serangan ganda (pengeboman atas kantor perdana menteri dan penembakan atas peserta perkemahan pemuda) Jumat (22/7) lalu terus bergulir. Tetapi, sang pengacara justru menyiapkan alibi. Dia mengklaim, seluruh aksi yang dilakukan Breivik itu mengindikasikan bahwa dia gila.
“Semua aksi maupun pengakuannya itu menunjukkan bahwa dia gila,” ungkap Geir Lippestad, pengacara Breivik, Selasa (26/7).

Dalam hearing tertutup ituBreivik mengakui perbuatannya.Pria 32 tahun itu mengaku sebagai anggota jaringan anti-Islam di Eropa. Untuk membuktikan pernyataannya mengenai Breivik, Lippestad akan melakukan uji psikiatri terhadap pelaku ledakan di Regjeringskvartalet (kantor PM Norwegia) dan penembakan yang telah menewaskan 69 (bukan 86 orang) peserta perkemahan pemuda di Pulau Utoeya tersebut. Senin lalu, pemerintah Norwegia resmi merevisi jumlah korban tewas menjadi total 76 orang (termasuk tujuh orang dalam insiden pengeboman).

Dalam hearing tertutup selama 40 menit pada Senin lalu, Breivik menolak bertanggung jawab atas kejahatannya. Dia juga tak merasa bersalah meski mengakui perbuatannya.  (afp/ap/hep/dwi/jpnn)

Gapai Pratama Labuhan Batu Juara

MEDAN- SSB Gapai Pratama Labuhan Batu berhasil menjadi juara Festival Sepak Bola Kurnia Cup U-12 2011, memperebutkan Piala Prof Dr Ir H Djohar Arifin Husein Msi. Di partai puncak SSB Gapai Pratama mengandaskan SSB PTP Wilayah I lewat adu penalti yang berakhir dengan skor 4-3.

Hingga waktu normal 2×10 menit, tak satu pun gol tercipta. Pertandingan diakhiri lewat adu penalti. Setelah melalui enam penendang, skor masih sama kuat 3-3. Pada penendang ketujuh yang ditentukan lewat undian koin, Gapai Pratama berhasil mentasbihkan diri menjadi juara.

Sementara di perebutan tempat ketiga, SSB Tunas Muda Londut berhasil meraih tempat ketiga setelah mengalahkan SSB Karang Taruna Binjai dengan skor 1-0. Gelar top scorer diraih Khairul Amri dari PTP Wilayah I, pemain terbaik diraih Reydondo Harahap dan tim terbaik di rebut Kurnia B.

Dalam kesempatan tersebut, tim talent scouting juga mengumumkan nama pemain untuk  seleksi persiapan Piala Yamaha 2012. Yakni  Adhitia, Ali Akbar, Alham, Abdul K (SSB Arun FC), Mulyo DT, Nanda, Emil Sulis, A Rofi, M Syukri, Jefri S (SSB Gapai Pratama), Selamat R, Ferdi Z (Tunas Muda), Mildo, M Jihad, Dirja N, M Rinaldi (Generasi A), Alfarizi Srg (Scorpion SK), Tatang Srg, Reza S, Fikri I, Diki Saragih, Dendi, Kurniadi (Kurnia B), Reza Pahlevi (Harapan Bangsa), Sanja D, Imam S, M Ryan, Aldo, Naebuk (BSD), Ramadhan, M Riky (Mandiri), Rinaldy P, Fajar B, Hirdan, Pijay (Mayang Putra), Wahyu, M Taufik, M Ridwan (Karisma), Nurmansyah Kamil (Mabar Putra), M Fery Efendi, Erdhio Deha (Bakrie Asahan), Angga Prawira (Andester), Sandi Dermawan (Putra Family), Achmad Yowanda, Yogi Prananda, Josua Eltari Simanullang, Rizki Fitra R (Kurnia A), M Rizky Sujatmiko (Tunas Jati), M Rifki Sepriza (Telaga 7 United), Nico, Surya Pratama, Rizky (Rajawali), Rio Syahputra (Karang Taruna Binjai), Yuafi S (Bangun Jaya), Jefri R, Fajar RA (Putra Melati), Khola S (Sejati Pratama), M Nazar, Gilang (PTP III  Pamela), M Rizky, Habib  (Disporasu), Aji, Ricky, Dwi S (Tunas Bangsa), Dimas (Jaya Putra), Johan P, Desfawer Sibuea (Porsea), Dendry (Putra Tamora), Menjadi Maha (Generasi Krio), Andhika, Bayu Amri, Khairul, Sugandi, Indrian (PTP Wil I A), Syaril, Nasri Yadandi, Amos Sitompul, Dio Moko Prasetio (Portis A), Alfin Ilhamsyah (TGM), Praditya Umara (Generasi Kosek III AU A), M Azhil Azhis, M Tio Aditya, Firza Andika, Dede Haryono, Micky Hendri, Egy Maulana Vikri (SSB Tasbi). (ful)

Ciptakan Praktisi Pendidikan Berhati Mulia

UPMI Teken MoU dengan ISDEV USM Malaysia

Pihak Universitas Pembinaan Masyarakat Indonesia (UPMI) telah menandatangani hubungan kerjasama dengan Centre for Islamic Development Management Studies (ISDEV) dari Universitas Saint Malaysia (USM), Senin (25/7) bertempat di Kampus 2 UPMI Jalan Balai Desa Mariendal 2.

Penandatanganan kesepahaman (MoU) itu dilakukan langsung oleh Rektor UPMI H Syahruddin Siregar, SH dengan Direktur ISDEV USM Malaysia, Prof. Dr. Muhammad Syukri Salah.

Dalam rangkaian acara itu, juga digelar kuliah umum Pasca Sarjana Ilmu Administrasi UPMI, penelitian, seminar antas bangsa yang juga dihadiri dosen tamu dari USM Malaysia.

Turut hadir pada kuliah umum Program Studi Magister Ilmu Administrasi tersebut, Ketua Yayasan UPMI Dra Hj Nuraini Harahap, Rektor UPMI H Syahruddin Siregar SH MM, Pembantu Rektor I UPMI Drs H Ali Mukti Tanjung SH MM, Ketua Program Studi Magister Ilmu Administrasi UPMI Dr H Didin Muhafidin MSi, Direktur ISDEV USM Malaysia Prof Dr Muhammad Syukri Saleh, Dr Fadzila Azni Binti Ahmad, Dr Zahri Bin Hamat, Dr Zakaria Bahari, Dekan Fakultas Hukum, Ekonomi, Pertanian, Teknik dan Ilmu Administrasi UPMI beserta ratusan mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Adminstrasi UPMI.

Dalam sambutannya, Rektor UPMI H Syahruddin Siregar SH MM mengatakan perlunya perasaan hati yang ramah tamah di dalam mengajar, agar terjalin hubungan yang erat antara dosen dan mahasiswa dalam menuntut ilmu. “Hendaknya para dosen senantiasa mengajar dengan perasaan gembira dengan ramah tamah,” kata Syahruddin.
Hal senada disampaikan Prof Dr Muhammad Syukri Saleh pada saat memberi kuliah umum. Ia menyampaikan  perlunya praktisi pendidikan hati di dunia pendidikan.

Kuliah umum di UPMI juga akan dilanjutkan oleh dua dosen USM bertemakan pendidikan hati.  (*)

Pemerintah Jemput Nazaruddin

JAKARTA- Nazaruddin bisa jadi tertawa terbahak dengan konstalasi politik Indonesia yang dia acak-acak. Namun, pelarian mantan bendahara umum Partai Demokrat itu bakal segera berakhir. Sebab, tim yang dipimpin Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham) sudah bersiap menjemputnya. Tim tersebut berangkat tadi malam (26/7).
Tim gabungan penjemput Nazaruddin tersebut terdiri dari Dirjen Administrasi Hukum Umum (AHU), Depkumham dan Mabes Polri. Namun, dia tetap bungkam saat ditanya lebih detil dimana keberadaan Nazaruddin. “Yang jelas, tim dari Imigrasi dan Mabes Polri akan ke salah satu negara,” ujarnya usai peresmian desa sadar hukum di Makassar Sulawesi Selatan.

Alasan kenapa tidak memberi tahu keberadaan Nazaruddin secara detil sangat klise. Patrialis tidak mau usaha selama ini untuk mendapatkan posisi Nazaruddin bisa sia-sia kalau posisinya di blow up. “Sulit mengatakan dia ada dimana. Kalau disebut, nanti dia kabur lagi,” imbuhnya.

Bagaimana dengan Argentina yang belakangan santer disebut? Patrialis juga tidak menanggapinya. Yang jelas, pihaknya telah berkordinasi dengan negara yang dituju tim. Satu hal yang ditekankan pada negara tersebut adalah status buron Nazaruddin. “Berapa tim yang berangkat kurang tahu, tapi dari Imigrasi ada satu orang,” jelasnya.
Meski terkesan operasi penjemputan telah disusun rapi, Patrialis tetap tidak yakin jika pria kelahiran Simalungun, Sumatera Utara bisa di keler ke tanah air. Apa sebabnya? Kemampuan Nazaruddin berpindah tempat meski paspornya telah dicabut awal Juli bisa jadi momok. “Kami berharap keberangkatan tim diakhiri dengan penjemputan Nazaruddin,” tandasnya.

Setali tiga uang, Mabes Polri juga tidak mau membeberkan lebih dalam tentang rencana penjemputan Nazaruddin. Bahkan, rencana penjemputan Selasa malam seperti yang disebut Patrialis Akbar juga tidak ditanggapi polisi. Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Polisi Anton Bachrul Alam hanya mengatakan tim sudah bergerak sejak lama.
“Tanya beliau (Patrialis Akbar tentang rencana penjemputan, red) saja. Kita tunggu saja,” katanya. Disinggung negara mana yang menjadi tujuan tim, dia tetap enggan menjawab.

Di bagian lain, Kapolri Jenderal Timur Pradopo enggan menanggapi rencana penjemputan Nazaruddin yang dilakukan oleh tim gabungan. Dia beralasan, rencana itu belum terbuka untuk publik. “Kami bekerja dengan silent. Jadi proses ini saya minta ditunggu saja,” kata Timur sebelum mengikuti sidang kabinet paripurna di Kantor Presiden, kemarin (26/7).

Mantan Kapolda Metro Jaya itu menegaskan, pihaknya mengiktu setiap informasi yang berkembang. Termasuk keberadaan Nazaruddin yang dikabarkan sudah terdeteksi. “Sekali lagi kami masih dalam proses penyelidikan yang semua silent. Kalau terbuka, bisa saja berubah dan berpindah-pindah,” katanya.

Di tempat yang sama, Menko Polhukam Djoko Suyanto juga tidak berkomentar banyak tentang masalah Nazaruddin. Bahkan dia mengaku belum ada penjemputan terhadap mantan anggota Komisi VII DPR itu. “Siapa yang bilang. Kapolri belum lapor ke saya soal penjemputan itu ,” katanya.

Dia memilih menunggu laporan dari Kapolri terkait pengejaran Nazaruddin. “Saya akan bicara kalau memang itu sudah terjadi. Jadi tidak boleh menebak-nebak. Sampai sekarang belum ada berita itu. Kalau ada pasti?kan?kapolri lapor,” kata mantan Panglima TNI itu.

Namun, Argentina sebagai negara yang bakal dituju tim tersebut tetap santer terdengar. Sebab, disitulah Nazaruddin diklaim berani menunjukkan dirinya melalui wawancara dengan Iwan Piliang via Skype. Alasannya, di video tersebut terlihat jika jendela dibelakang punggung Nazaruddin terlihat terang. Padahal, Iwan mengaku saat wawancara dilakukan pada pukul 23.12 hingga satu setengah jam.

Meski demikian, kemanapun Nazaruddin berada, pemerintah harus bisa membuktikan keseriusannya dalam mencarinya. Sebab, perilaku Nazaruddin bisa dikatakan licin karena mampu berpindah ke berbagai negara meski paspornya telah dicabut. Apalagi, red notice yang sekaligus menjadi permintaan kerja sama dengan Interpol untuk menangkap politisi dari Dapil Jember dan Lumajang itu.

Bagaimana setelah Nazaruddin tertangkap? Kemungkinan besar tidak akan ada keringanan hokum baginya. Sebab, Satgas Pemberantasan Mafia Hukum menilai Nazaruddin tidak pantas menjadi whistleblower. Alasannya, Nazaruddin tidak pernah memiliki niatan baik untuk mengungkap kasus. “Informasinya tidak konsisten dan berbohong,” kata Sekretaris Satgas Denny Indrayana.

Hal itu bertolak belakang dengan upaya Satgas untuk memberikan keringanan hukuman bagi Agus Condro. Selama ini, Agus dinilai koperatif dan mengungkap banyak hal. Sebab syarat untuk menjadi whistle blower adalah pelaku mau membantu, kooperatif, dan bekerjasama dengan aparat penegak hukum. “Nazaruddin memiliki catatan kabur. Tidak cocok disebut pelaku yang bekerjasama,” paparnya.(kuh/rdl/dim/jpnn)

Anas Diperiksa di Blitar

JAKARTA- Inilah hebatnya seorang ketua umum Partai Demokrat. Dengan alasan tidak bisa datang ke Bareskrim di Jakarta karena sedang acara keluarga di Blitar, Anas justru didatangi penyidik.  Besok (27/7), Anas akan diperiksa Polres Blitar, Jawa Timur.

“Kebetulan beliau sekarang lagi di Blitar. Nah, jadi sudah ada koordinasi. Beliau kan sebagai pelapor,” ujar Kadivhumas Mabes Polri Irjen Anton Bachrul Alam di Jakarta kemarin (26/7). Menurut mantan Kapolda Jatim itu, pemeriksaan akan dilakukan di Polres Blitar. “Karena saksi pelapor dimana saja boleh melapor. Penyidiknya dari sini sudah janjian di sana. Besok jam 15.00 atau 16.00 lah,”katanya.

Anton membantah pemeriksaan di Blitar itu karena polisi mengistimewakan Anas. “Bukan (mengistimewakan), karena beliau masih di sana. Kalau orang sudah bersedia melapor kan kapan saja diterima, di Polres mana saja boleh,” tegasnya.

Seperti diberitakan, Anas melaporkan mantan rekan separtainya, M Nazaruddin, sejak Selasa (5/7/2011). Laporan polisi dengan nomor 412 itu disampaikan tim pengacara didampingi para kader Partai Demokrat, di antaranya Denny Kailimang, Patra M Zein, Benny K Harman, dan Ruhut Sitompul.

Anas tak terima atas segala tuduhan Nazaruddin yang menyudutkannya. Tuduhan itu diungkapkan melalui Blackberry Messenger kepada wartawan. Belakangan, Nazaruddin melontarkan tuduhan dalam wawancara langsung di beberapa stasiun televisi dan via Skype.

Tim pengacara Anas sudah merekam pembicaraan Nazaruddin dengan Metro TV beberapa waktu lalu. Mereka juga akan meminta salinan rekaman kepada Metro TV untuk dijadikan bukti.

Nazaruddin menyebut Anas menerima suap terkait proyek wisma atlet SEA Games di Palembang. Selain itu, kata Nazaruddin, Anas juga mengambil jatah uang Rp 7 miliar yang seharusnya untuk media massa. Tudingan lain adalah adanya politik uang dalam memenangkan Anas sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. Nazaruddin menyebut Anas menghabiskan uang hingga 20 juta dollar AS yang didapat dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Anas sudah membantah semua tudingan itu. Nazaruddin dilaporkan Anas berdasarkan pasal 27 ayat 3 jo pasal 45 ayat 1 UU 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Eletronik (ITE) dan pasal 310 dan 311 KUHP.(rdl/jpnn)

Tiga Kelompok Geng Motor Tersangka

MEDAN- Polsekta Medan Kota menetapkan tiga dari enam kelompok bersepeda motor  (geng motor) menjadi tersangka. Ketiganya adalah Leonardo Manalu (21), Indra P Tarigan (21) dan Loin Nusa Tarigan (21).

Kapolsekta Medan Kota Kompol Sandy Sinurat, mengatakan Leonardo harus ditahan karena memiliki bukti  kuat, Indra P Tarigan (21) belum bisa ditahan karena bukti belum cukup untuk dilakukan penahanan. Sedangkan Loin Nusa Tarigan (17) diperiksa sebagai tersangka yang mengambil sepeda motor korban.

Seperti diketahui, ke enam pria diduga terlibat dalam kelompok bersepeda motor yang melakukan penyerangan terhadap sejumlah orang, diperiksa di Polsekta Medan Kota, Senin (25/7). Saat itu, Polisi menyita 9 batang bambu serta satu unit sepeda motor milik korban yang dirampas.(ari)

Jalan Mulus Diaspal, Jalan Rusak Dibiarkan

081375472xxx

Yth Bapak Rahudman Harahap tolong matanya dibuka agar bisa membedakan jalan yang harus di aspal, masa jalan yang mulus di aspal, sedangkan jalan rusak dibiarkan Seperti Jalan Veteran.

Kami Aspal Bertahap

Terima kasih, kami sampaikan kepada pengirim SMS ini. Bahwasannya pembangunan di Kota Medan sedang berjalan, namun untuk pelaksanananya masih bertahap. Khusus jalan yang disebutkan yakni Jalan Veteran, kami cek terlebih dahulu masuk APBD 2011 atau tidak, apabila belum masuk ke dalam APBD 2011, tentunya masyarakat diminta partisipasinya membuat laporan ke kelurahan untuk diteruskan ke Camat dan ditembuskan ke Wali Kota Medan.
Dengan adanya partisipasi masyarakat, pembangunan yang terarah dan berkesinambungan semakin mudah tercapai. Apalagi, bila masyarakat tepat waktu membayar pajak.

Khairul Buchari
Plt Kabag Humas Pemko Medan

Unjuk Gigi di Rakornas

Teresia Ebenna Pardede

Nama Teresia Ebenna Pardede atau lebih akrab dikenal Tere saat ini berkiprah sebagai anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat. Sebelum terjun ke kancah politik, Tere dikenal sebagai penyanyi. Saat ajang Rakornas Partai Demokrat, Tere kembali unjuk gigi.

Acara penutupan Rakornas Partai Demokrat, Minggu (24/7) diisi oleh sejumlah artis Ibukota. Ada Rio Febrian, Andien, serta grup vokal Tangga. Mereka memghibur dengan berbagai hits andalannya. Seperti Tangga menyanyikan lagu “Bendera” yang sempat dipopulerkan grup band Cokelat.

Namun ada pemandangan menarik saat sesi menyanyi lagu “Kebyar-kebyar” karangan almarhum Gombloh. Selain ketiga artis yang memang khusus diundang oleh panitia, tampak pula pengurus DPP Partai Demokrat Teresia Ebenna Pardede atau Tere Pardede. Tere yang sebelumnya berprofesi sebagai penyanyi ini jelas tidak canggung saat turut serta bernyanyi di hadapan peserta rakornas Partai Demokrat. Seakan kembali ke habitat asalnya, anggota Komisi X DPR RI ini tampak menghayati lagu yang dinyanyikannya.(net/jpnn)

Dapat Empat Dakwaan, Gayus Bingung

JAKARTA- Gayus Tambunan kembali disidang di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) kemarin (26/7). Tidak tanggung-tanggung, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Agung mendakwa Gayus untuk empat perkara sekaligus. Hal itu membuat Gayus stres dan bingung. Dia akhir acara, Gayus langsung curhat kepada majelis hakim dan wartawan.
Dalam sidang yang dimulai pukul 10.00 tersebut, Gayus didakwa dengan pasal berlapis. Undang-undang yang digunakan adalah UU Pemberantasan Tipikor dan UU Tindak Pidana Pencucian Uang. Dari empat dakwaan itu, Gayus diduga menerima suap senilai Rp 925 juta dari Robertus Antonius terkait gugatan keberatan pajak PT Metropolitan Retailmart.
Selain itu, Gayus didakwa menerima gratifikasi sebagai penyelenggara negara, penyimpanan dan pencucian uang sebesar Rp74 miliar dan Rp28 miliar hingga menyuap petugas Rutan Mako Brimob.”Semua itu membuat Gayus terancam hukuman yang tidak ringan, maksimal 20 tahun penjara. “Hingga sekarang tidak pernah melaporkan kepada Direktorat Jenderal Gratifikasi KPK,” ujar jaksa Uung Abdul Syakur saat membaca dakwaan.

Nah, Gayus mulai memainkan drama paska kuasa hukumnya menyampaikan eksepsi. Dia meminta waktu kepada majelis hakim untuk diizinkan membaca dua lembar tulisan yang merupakan curahan hatinya. Dalam surat tersebut, Gayus mengaku tidak mengerti atas dakwaan yang dibacakan oleh jaksa penuntut umum (JPU).”Saya bingung, semakin kesini dakwaan kepada saya makin bertumpuk,” imbuhnya.

Dengan nada sedih, bapak tiga anak itu mengatakan, banyak harapan yang ditujukan padanya. Terutama saat tertangkap dan diminta untuk mengungkap segala bentuk mafia pajak. Termasuk janji menjadikannya whistle blower dengan imbalan keringanan hukuman.

Dia menyinggung Satgas Anti Mafia Hukum yang dahulu terus mendorongnya untuk mengungkap berbagai kasus. Namun, saat dia sudah mengungkapkan semua itu, satgas justru meninggalkannya. (dim/nw/jpnn)

Gaji ke 13 Belum Dibayar

081263421xxx

Bagaimana Pak Bupati Deli Serdang berserta stafnya, kapan lagi pembayaran gaji ke 13. Di daerah Langkat dan lain-lain sudah dibayarkan gaji ke 13, kenapa belum juga belum dikasih bendahara Deli Serdang, jangan lagi disusahkan kami. Soalnya gaji Bapak lebih besar dari gaji guru, pegawai biasa dari kaum peduli gaji ke 13. Tolong Pak Sumut Pos di ekspos kembali dari pusat uang gaji ke 13 tadi, apakah uang gaji ke 13 kami kalian depositokan ke bank supaya dapat bunga bank untuk pejabat Deli Serdang sudah cukuplah Pak.

Sudah Dibayar

Terima kasih infonya, di sekretariat dan sejumlah instansi terkait di Pemkab Deli Serdang sudah dibayarkan gaji ke-13 pada Kamis lalu. Pembayarannya sudah dilakukan secara serentak. Apabila masih ada guru atau pegawai puskesmas yang belum menerima. Sebaiknya langsung tanyakan kepada kepala sekolah atau kepala puskesmas. Karena uang sudah diserahkan kepada kepala instansi masing-masing.

Umar Sitorus, Kabid Humas Pemkab Deli Serdang