31 C
Medan
Saturday, April 18, 2026
Home Blog Page 1491

DPRD Medan Dorong Masyarakat Lestarikan Adat Budaya

RESES: Anggota DPRD Kota Medan Fraksi PDI Perjuangan, Robi Barus SE M.AP saat menggelar Reses Masa Sidang II Tahun Keempat Tahun Anggaran 2023 di Jalan Bunga Cempaka, Kelurahan Titi Rantai, Kecamatan Medan Baru, Minggu (21/5) sore.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ragam adat dan budaya yang dimiliki Kota Medan merupakan kekayaan khazanah yang harus dijaga dan dilestarikan. Pasalnya, kekayaan khazanah budaya merupakan modal besar bagi satu bangsa ataupun satu daerah untuk maju dan berkembang.

Hal itu diungkapkan Anggota DPRD Kota Medan Fraksi PDI Perjuangan, Robi Barus SE M.AP saat menggelar Reses Masa Sidang II Tahun Keempat Tahun Anggaran 2023 di Jalan Bunga Cempaka, Kelurahan Titi Rantai, Kecamatan Medan Baru, Minggu (21/5) sore.

Pantauan Sumut Pos, kedatangan Robi Barus ke lokasi kegiatan reses untuk menyerap aspirasi masyarakat tersebut disambut hangat dengan tarian khas adat Karo oleh anak-anak sekitar yang dilanjutkan dengan pengalungan bunga.

“Begitu datang, saya tadi disambut dengan hangat oleh anak-anak kita lewat tarian khas adat karo. Sungguh saya sangat bahagia, karena ini adalah bentuk kekayaan budaya yang kita miliki dan harus kita jaga serta lestarikan. Sebab, kekayaan khazanah budaya ini merupakan modal kuat bagi Kota Medan yang multikultural sebagai sebuah kota metropolitan yang maju dan berbudaya,” ucap Robi.

Ketua Komisi I DPRD Medan itu mengatakan, kekayaan khazanah budaya yang dimiliki juga merupakan modal kuat bagi Kota Medan di sektor pariwisata. Hal itu pun dimanfaatkan dengan baik oleh Pemko Medan dibawah kepemimpinan Bobby Nasution yang baru-baru ini menggelar kegiatan Gelar Melayu Serumpun di Istana Maimun Kota Medan. Kegiatan yang diikuti sejumlah negara di Asia Tenggara tersebut dihadiri langsung Ibu Negara Iriana Joko Widodo.

Untuk itu, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Medan itu meminta setiap warga Kota Medan untuk mendorong anak-anaknya sebagai generasi bangsa yang peduli dan mau ikut melestarikan kebudayaannya.

“Untuk itu, kita semua harus menyadari bahwa kekayaan budaya yang kita miliki ini adalah modal kuat yang harus kita jaga. Caranya, kita harus mendidik anak-anak kita untuk ikut melestarikan adat budayanya,” ujarnya pada kegiatan yang turut dihadiri Lurah Titi Rantai Franky Tony Hutagalung, perwakilan Dinkes Medan dr Roosleyn Bakara, dan perwakilan Dinas SDABMBK Zainuddin.

Kedepannya, sambung Robi, DPRD Medan akan terus mendorong Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan untuk mendukung dan memfasilitasi kebutuhan warga dalam menyalurkan bakat seni dan budaya yang dimiliki.

“Alhamdulillah, saat ini Kota Medan punya pemimpin yang peduli akan pentingnya pelestarian budaya,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, sejumlah warga tampak menyampaikan berbagai keluhannya. Salah satunya, tentang ketiadaan lampu jalan.

“Di Lingkungan kami di Gang Baru, lampu jalannya sudah mati pak. Ada dua tiang berdiri, karena tidak ada bola lampu lingkungan kami jadi gelap gulita,” keluh Manulang.

Menjawab hal itu, Lurah Titi Rantai, Franky Tony Hutagalung mengaku akan membuat pengusulan baru karena hal itu pernah disampaikan ke Pemko Medan, tapi belum terealisasi.

“Jadi Pak Robi, untuk lampu jalan itu pernah kami usulkan, tapi karena terjadi perubahan dinas dari Dinas Pertamanan ke Dinas Perhubungan, jadi tidak ada lagi tindaklanjutnya. Karena sudah ada dinas yang baru, maka akan kami lakukan pengusulan ulang,” jawabnya.

Mendengar hal tersebut, Ketua Komisi I DPRD Medan itu langsung memberikan respon. Robi yang ingin keluhan warga cepat terselesaikan, mengambil sikap untuk turun tangan langsung guna mengatasi hal itu.

“Untuk masalah bola lampu itu biar saya saja yang menganti, nanti akan turun tim kita langsung, biar cepat, biar bersinar lingkungannya,” jawab Robi Barus.

Mendengar jawaban Robi Barus, warga pun langsung menyambutnya dengan tepuk tangan yang meriah, sontak warga juga menyampaikan ucapan terima kasih atas perhatian Robi Barus.

Selain masalah LPJU, warga juga tampak antusias dalam menyampaikan berbagai keluhannya, mulai dari masalah pelayanan BPJS Kesehatan hingga masalah bantuan sosial.

Atas berbagai aspirasi yang masuk, Robi Barus pun mengaku akan menampungnya dan memasukkannya ke dalam pokok pikiran (Pokir) DPRD Kota Medan yang akan disampaikan dalam sidang paripurna DPRD Kota Medan.
(map)

Rogoh Kocek Pribadi, Burhanuddin Sitepu Bantu Warga Perbaiki Jembatan Darurat

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Medan Burhanuddin Sitepu tak ingin reses yang digelarnya tak memberi manfaat bagi masyarakat yang hadir. Karenanya, dia meminta kepada operasi perangkat daerah (OPD) untuk segera menindaklanjuti keluhan dan aspirasi masyarakat yang disampaikan dalam reses tersebut.

Hal ini disampaikan Burhanuddin Sitepu ketika menggelar reses di dua lokasi, yakni di Jalan Alfalah, Kelurahan Titi Kuning, Medan Johor, Jumat (19/5/2023) dan di Jalan Gagak Hitam (Ringroad), Kelurahan Sei Sikambing B, Medan Sunggal, Minggu (21/5/2023). Banyak keluhan dan aspirasi yang disampaikan masyarakat dalam reses tersebut. Mulai dari bantuan sosial, pelayanan kesehatan, perbaikan lampu penerangan jalan umum, hingga kondisi infrastruktur yang butuh perbaikan.

Seperti yang disampaikan Lilik Kasturi, warga Kelurahan Titi Kuning, Medan Johor. Dikatakannya, sejak beberapa tahun terakhir, mereka merasa resah dengan kondisi jembatan penghubung menuju Kelurahan Sari Rejo, Medan Polonia. Menurutnya, jembatan itu dulunya bekas jembatan rel kereta api.

Atas inisiatif warga, dimanfaatkan untuk jembatan penyebrangan sebagai jalan alternatif. Namun kondisinya hingga kini belum rampung seluruhnya, karena galangan atau besi pengaman di samping jembatan masih satu yang terpasang. Menurutnya, kondisi ini sangat mengkhawatirkan karena bisa membahayakan warga sekitar, khususnya anak-anak sekolah yang setiap hari melintasi jembatan tersebut.

“Kondisi jembatan ini udah pernah beberapa kali saya sampaikan kepada anggota DPRD Medan. Mereka hanya bilang, nanti akan saya rapatkan. Tapi sampai sekarang belum ada realisasinya,” kata Lilik.

Untuk itu, dia sangat berharap kepada Burhanuddin Sitepu agar galangan atau besi pengaman jembatan yang sebelah lagi dapat segera terpasang, demi keamanan dan kenyamanan warga sekitar. “Kami sangat berharap melalui Pak Burhanuddin Sitepu agar besi pengaman jembatan yang sebelah lagi dapat segera terpasang,” harapnya

Sementara Abdul Rasyid, warga Jalan Teratai Ujung, Kelurahan Sari Rejo, Medan Polonia, mengeluhkan banjir yang selalu mereka alami setiap turun hujan deras. “Ini disebabkan di lingkungan kami tidak ada drainase. Hujan sebentar saja, kami kebanjiran. Jadi mohon kepada Bapak Burhanuddin dan dinas terkait, untuk membuatkan drainase,” pintanya.

Menyahuti hal ini, Burhanuddin Sitepu mengaku prihatin. “Saya sudah pernah mendengar soal kondisi jembatan yang dimaksud. Anak-anak sekolah berlalu-lalang di jembatan tersebut. Jika Secara pribadi saya mau berbuat, apa yang bisa saya perbuat?” tanya Burhanuddin.

Lilik Kasturi mengatakan, yang paling mendesak saat ini adalah besi galangan di sisi jembatan yang belum terpasang. “Lebih kurang panjangnya sekitar 100 meter Pak,” kata Lilik

Burhanuddin pun menyanggupi untuk membantu perbaikan jembatan tersebut dengan merogoh kocek pribadinya. “Menunggu perbaikan resmi dari pemerintah, akan saya bantu untuk dibuatkan pegangan jembatan tersebut agar masyarakat bisa nyaman melintas,” ujarnya.

Dia pun meminta sejumlah kader Partai Demokrat untuk menyurvei ke lapangan untuk menghitung berapa biaya yang dibutuhkan untuk membuat galangan atau besi pengaman jembatan tersebut. “Saya sangat peduli dengan kondisi ini. Tolong koordinasi dengan warga di lapangan untuk mensurvei kondisi jembatan, sebelum ada perbaikan resmi dari pemerintah,” tegasnya.

Sementara soal drainase di Jalan Teratai Ujung, Kelurahan Sari Rejo, Burhanuddin meminta warga untuk membuat permohonan secara tertulis dilengkapi dengan denah lokasi yang akurat, agar dapat segera ditindaklanjuti ke Pemko Medan. “Semua aspirasi yang muncul dalam reses ini, akan saya sampaikan kepada Pemerintah Kota Medan. Tidak ada alasan dari pemerintah tidak mengakomodir. Ini yang bisa saya lakukan untuk masyarakat. Kalau itu tidak saya lakukan, bagaimana tanggung jawab saya terhadap sumpah dan janji saya sebagai wakil rakyat,” tandas Burhanuddin. (adz)

IPW Minta Jaksa Agung Bebaskan Erlina Zebua, Janda 5 Anak yang Ditahan Kejari Nisel

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Pihak Indonesia Police Watch (IPW) mendesak Jaksa Agung ST Burhanudin untuk membebaskan Erlina Zebua alias Ina Ayu seorang tersangka yang ditahan oleh Kejaksaan Negeri Nias Selatan.

“Atas dasar keadilan yang humanis. Karena Erlina Zebua adalah seorang janda yang memiliki 5 anak yang tidak akan terawat tanpa kehadirannya,” ungkap Ketua IPW, Sugeng Teguh Santoso dalam siaran persnya yang diterima Sumut Pos, Senin (22/5/2024).

IPW kata dia mendapatkan pengaduan dari masyarakat atas perlakuan yang diduga tidak adil yang dialami oleh janda ditinggal mati suaminya itu. Erlina zebua ditahan oleh Kajari Nias Selatan, setelah perkaranya dilimpahkan oleh Polres Nias Selatan ke Kejaksaan Nias Selatan.

“Perlakuan tidak adil ini dialami secara nyata. Pasalnya Erlina zebua adalah korban perampasan Tanah yang diduga dilakukan oleh Fanorotodo Laia sesuai laporan polisi nomor LP B/293/VIII/ SPKT/POLRES NIAS SELATAN/POLDA SUMATERA UTARA tanggal 29 Agustus 2022.

“Tapi, justru pelapor Erlina Zebua ditahan atas laporan balik terlapor,” bebernya.

Teguh mengisahkan, kasus penyerobotan tanah milik ibu Erlina Zebua yang dilaporkan lebih dulu ke Polres Nias Selatan tidak mengalami kemajuan. Justru pelapor Erlina Zebua kemudian ditahan oleh Kejaksaan Negeri Nias selatan lebih dahulu sehingga 5 anaknya terlantar.

“IPW mendesak Jaksa Agung ST Burhanudin membebaskan Ibu erlina zebua dari tahanan kejaksaan dan perkara atas dirinya harus dilakukan upaya restorative justice,” harapnya.

Pada sisi lain Kapolda Sumatera Utara juga, katanya harus turun tangan agar kasus penyerobotan tanah milik Erlina Zebua segera diproses dan ditetapkan tersangkanya.

“Dengan perlambatan perkara laporan ibu janda Erlina Zebua maka sama saja dihilangkannya keadilan bagi ibu Erlina Zebua (justice delayed is justice denied),” ulasnya.

Praktek hukum aparat penegak hukum yang berpihak, menurut dia jauh dari humanis. Dalam perkara Erlina Zebua ini, lanjutnya selain memunculkan fenomena ketidak adilan kasat mata juga memakan korban 5 anak yang tidak bersalah. Karena akan kehilangan sumber hidup, telantar dan berpotensi menjadi korban ganda tanpa perlindungan orangtua.

“Praktek-praktek penggunaan kewenangan yang tidak memperhatikan aspek keadilan, kemanfaatan dan juga jauh dari humanis akan membuat masyarakat tidak percaya pada pemerintah dan Aparat hukum,” tandasnya. (fdh/han)

Duet Darma-Adlin Kalahkan Distan Sergai

DIPERKUAT : tim PSWS Serdang Bedagai yang diperkuat Darma Wijaya dan Adlin Tambunan. ( fad)

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Duet Bupati Serdangbedagai (Sergai) Darma Wijaya dan dan Wakil Bupati (Wabup) Adlin Tambunan berhasil mengungguli tim kesebelasan Dinas Pertanian Sergai dengan skor telak 6-1.

Laga silaturahmi tersebut digelar di lapangan bola PT.Fajar Agung Desa Bangabing, Kec.Pegajahan, Jumat ( 19/5) sore.

Bupati dan Wabup Sergai bertanding memperkuat tim Persatuan Sepakbola Wartawan Serdangbedagai (PSWS), selain itu diperkuat Ketua KONI Sergai Aspul A Lubis, Ketua PWI Sergai Edi Saputra, sejumlah Kabid dan Kasi Pemkab Sergai, Dian Andika, Nansha, Sugianto, Misriadi, serta sejumlah Wartawan media cetak, online dan telivisi dengan Manejer Darmawan (Sekretaris PWI Sergai).

Sedangkan Tim Dinas Pertanian (Distan) diperkuat Kepala Distan Sergai Dedy Idkandar, Sekretaris Distan Kusmin, tokoh masyarakat Dergai H Usman Effendi Sitorus, Dianto, Keluarga besar Dinas Pertanian Sergai dan Pentugas Penyuluh Lapangan (PPL) Dinas Pertanian Sergai.

Dibabak pertama tim PSWS langsung bermain menekan hingga akhirnya penjaga gawang Distan Sergai kebobolan 3 gol yang dikoleksi hattrik Imam Faisal.

Sedangkan laga babak kedua tim PSWS kembali tampil menyerang Adlin tambunan berhasil mengoleksi 3 gol (hattrik) yang membobol jala gawang Distan Sergai yang dijaga Muslim, 2 gol Adlin Tambunan diantaranya asist dari Bupati Sergai Darma Wijaya.

Tiga peluang emas Bupati Darma Wijaya, salah satunya heading belum berhasil membobol gawang tim Distan Sergai.

Dimenit-menit terakhir tim Distan Sergai berhasil memperkecil kekalahan satu gol membobol gawang PSWS yang dikawal Wadi, gol semata wayang tim Distan Sergai dicetak penyerang Budi Wijaya, hingga pertandingan usai skor akhir 6-1 untuk tim PSWS.

Bupati Sergai Darma Wijaya didampingi Wabup Adlin Tambunan usai pertandingan, mengatakan laga kali ini merupakan upaya miningkatkan silaturahmi antara Pemkab Sergai, dengan Dinas Pertanian Sergai yang diperkuat PPLnya, serta Wartawan dan masyarakat khususnya pecinta dan pemain bola.

” Ajang ini juga sebagai wadah untuk memasyarakatkan olahraga khususnya sepakbola sebagai upaya merangsang semangat generasi muda pesepakbola di Tanah Beruah Negeri Beradat”, pungkas Darma Wijaya.

Laga silaturahmi tersebut juga disaksikan Ketua TP PKK Sergai Rosmaida Darma Wijaya, Ketua GOPTKI Sergai Aini Zetara Adlin Tambunan, Camat Pegajahan M.Alhuda, Manajer PT.Fajar Agung Suyanto, sejumlah Kepala Desa se Kec.Pegajahan, serta masyarakat setempat.( fad/han)

Pendidikan Itu untuk Memerdekakan Manusia

SOSIALIASI: Plt Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Kemendikbudristek Zulfikri memberikan plakat kepada Anggota Komisi X DPR RI dr Sofyan Tan dalam sosialisasi Kurikulum Merdeka di Grand City Hall Medan, Jumat (19/5). istimewa/Sumut Pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) kembali mengadakan sosialisasi Kurikulum Merdeka melalui workshop pendidikan yang digelar di Grand City Hall Medan, Jumat (19/5).

Hadir sebagai narasumber, Anggota Komisi X DPR RI dr Sofyan Tan. Sedangkan peserta sosialisasi dari kalangan guru tingkat PAUD hingga SMA/SMK dan perwakilan kepala Dinas Pendidikan Sumut serta kabupaten/kota.

Plt Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Kemendikbudristek Drs Zulfikri MEd menyampaikan bahwa sosialisasi tersebut sebagai upaya untuk mengembalikan marwah pendidikan yang sebenarnya. Hal itu sebagaimana yang dicetuskan oleh Bapak Pendidikan Nasional Ki Hajar Dewantara, bahwa pendidikan itu adalah untuk memerdekakan manusia secara lahir dan batin. Artinya, memerdekakan manusia dari kebodohan, kemiskinan, dan segala perilaku yang tidak baik.

“Untuk itu, kita berharap kepada semua guru dapat menjadi guru penggerak. Dengan kata lain, menjadi guru yang mampu menggerakkan semua potensi yang ada dalam diri anak sehingga pendidikan itu benar-benar dirasakan manfaatnya oleh peserta didik,” ungkap Zulfikri.

Dengan demikian, peserta didik merasakan kebahagiaan dan menikmati dalam belajar, sehingga nantinya mereka mencintai pendidikan.

Zulfikri menyebutkan Kurikulum Merdeka dirancang agar bisa diterapkan dalam situasi apapun dengan segala keberagaman, karena yang dituntut bukan administrasi tetapi bagaimana kecintaan gitu pada muridnya. Guru harus paham betul apa yang dibutuhkan oleh muridnya.

“Setiap guru tidak lepas dari kurikulum. Namun, selama ini yang terlintas dalam pikiran guru mengenai kurikulum yaitu rumit, ribet, berat. Bayangkan kalau alam bawah sadar kita dikuasai oleh pemikiran seperti itu? Kemudian, kita masuk ke kelas dalam kondisi seperti itu? Tentunya kita menjadi stress. Untuk menghilangkan stress itulah kita rancang Kurikulum Merdeka,” terangnya.

Zulfikri menjelaskan Kurikulum Merdeka dirancang dengan prinsip sederhana, fleksibel dan fokus kepada peningkatan kualitas belajar, dengan memberikan pelayanan kepada setiap anak yang menerapkan prinsip berkeadilan. “Dengan prinsip yang dimiliki kurikulum tersebut, diharapkan bisa diterapkan dalam situasi apapun, seminim apapun. Sebab yang dipersyaratkan dalam kurikulum itu bukan persyaratan dokumen administrasi dan juga bukan soal kepatuhan administrasi guru, melainkan kecintaan guru pada muridnya. Artinya, bagaimana setiap guru bisa menggunakan mata hatinya untuk melihat kebutuhan siswanya,” papar Zulfikri.

Ia berharap mudah-mudahan dengan Kurikulum Merdeka ini guru tidak stres lagi, karena dengan kurikulum ini tidak menuntut guru untuk menuntaskan semua materi pelajaran. Tetapi, mengajak para guru semua untuk mendidik anak didiknya dengan mata hati, memberikan pelayanan sepenuh hati dan jiwa sehingga guru busa menjalankan tugasnya dengan sepenuh hati.

Sementara itu, Anggota Komisi X DPR RI dr Sofyan Tan mengatakan Kurikulum Merdeka bukan hanya menyangkut pembelajaran tetapi juga soal kebijakan dan tidak bisa dipaksakan. “Saat ini Dana BOS itu masih boleh digunakan untuk pembayaran gaji guru. Namun, kalau dulu dibatasi hanya 15 persen. Itulah yang disebut Merdeka Belajar dan dijalankan oleh Kemendikbudristek,” ujarnya.

Menurut Sofyan Tan, Kurikulum Merdeka itu artinya memberikan keleluasaan kepada tenaga pendidik dalam memberikan pembelajaran kepada peserta didik. Namun, tidak dibatasi menggunakan alat pembantu hasil inovasi itu, disesuaikan semuanya itu dengan lingkungan di mana dia tempat belajar.

Dalam kurikulum ini, guru itu sifatnya hanya sebagai fasilitator. Menurut Ki Hajar Dewantara, bahwa belajar itu harus bahagia seperti bermain di dalam taman. Bermain menghasilkan inovasi, tidak merasa tertekan. Sebab bagaimanapun setiap anak saat dia sekolah, pulang harus lebih pintar, ramah, bahagia. Tapi, kalau gurunya ternyata membuat muridnya stress, maka guru itu gagal. “Justru kurikulum ini dirancang untuk membuat si anak pulang dalam keadaan bahagia dan terus berpikir agar bagaimana untuk mencapai cita-citanya,” sambung Sofyan Tan.

Lebih lanjut dia mengatakan Kurikulum Merdeka ini unik, memberikan kepada anak berpikir logis. Selain itu, mendorong daya kritisnya bahwa sesuatu barang itu akan berubah nilainya tergantung pada lingkungan dimana dia berada. “Kurikulum Merdeka ada untuk kelanjutan pendidikan anak ke perguruan tinggi. Hadirnya kurikulum tersebut menjadi kebijakan sangat penting dalam melahirkan generasi yang membawa bangsa ini lebih maju dan berkembang lagi,” pungkasnya. (rel/azw)

Syah Afandin Lepas Peserta STQ Sumut

SALAM: Syah Afandin bersalaman dengan peserta STQ tingkat Sumut di Rumah Dinas Bupati Langkat, Rabu (17/5).

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Plt Bupati Langkat Syah Afandin, SH melepas 17 peserta Kafilah Kabupaten Langkat untuk mengikuti seleksi tilawatil quran (STQ) Tingkat Provinsi Sumatera Utara, di Rumah Dinas Bupati Langkat, Stabat, Rabu (17/5).

Kabag Kesejahteraan Sosial Setdakab Langkat, Syahrizal memperkenalkan 17 peserta STQ yang akan ikut perlombaan di perguruan Al- Azhar Medan, yaitu:

1.Tilawah Anak-anak Putra, Roihan Ananda Putra dari Kecamatan Wampu.
2.Tilawah Anak-anak Putri, Maisarah dari Kecamatan Stabat.
3.Tilawah Dewasa Putra, Fauzan Nasrullah dari Kecamatan Tanjungpura.
4.Tilawah Dewasa Putri, Anggraini dari Kecamatan Tanjungpura.
5.Satu Juz dan Tilawah Putra, Yusuf Al- Buchori dari Kecamatan Besitang.
6.Satu Juz dan Tilawah Putri, Nujha Khairani dari Kecamatan Secanggang.
7.Lima Juz dan Tilawah Putra, Hamdan Harus Hasibuan dari Kecamatan Wampu.
8.Lima Juz dan Tilawah Putri, Afkary Aulia Nasyiwa dari Kecamatan Sawit Seberang.
9.Sepuluh Juz Putra, M Raihan Fadhillah dari Kecamatan Secanggang.
10.Sepuluh Juz Putri, Fadila Ismalia dari Kecamatan Stabat.
11.Dua Puluh Juz Putra, Muhyan Syah Daulay dari Kecamatan Binjai.
12.Dua Puluh Juz Putri, Dwi Dinuur Rizki dari Kecamatan Batang Serangan.
13.Tiga Juz Putra, Ahmad Fais Natama Tamba dari Kecamatan Padang Tualang.
14.Tiga Juz Putri, Lutfiah Huzaimah Nugroho dari Kecamatan Brandan Barat.
15.Hafalan 100 Hadist dengan Sanad Putra, Ahmad Roihan Sodiqul Amin dari Kecamatan Tanjungpura.
16.Hafalan 100 Hadist dengan Sanad Putri, Lailisma Safiyati dari Kecamatan Pematang Jaya.
17.Tafsir Al Qur’an Bahasa Arab Putra, Khairul Amri dari Kecamatan Stabat.

“Anak-anak kita ini di latih oleh lima orang pelatih dan tujuh pendamping. Sementara kami dari Bagian Kesrah ada tujuh orang. Kegiatan STQ akan dilaksanakan pada tanggal 20 sampai 26 Mei 2023,” papar Syahrizal.
Ketua LPTQ Langkat melalui Ustadz Irfan Yusuf menyampaikan terima kasih kepada Plt Bupati Langkat atas perhatian serta kepedulian memfasilitasi anak-anak Qori dan Qori’ah.

Dirinya pun berharap dengan kinerja LPTQ Kabupaten Langkat dapat meningkatkan hasil prestasi dan mengharumkan nama Langkat.

“Kami dari LPTQ akan terus mendukung Bapak Plt Bupati Langkat dari sisi pembinaan al quran, untuk kemajuan Langkat dengan visi religi. Kami juga akan terus berkerja keras sesuai dengan kemampuan yang ada untuk terus membina anak-anak kita di seluruh Langkat,” sebutnya.

Selanjutnya Ondim sapaan akrab Plt Bupati Langkat mendoakan pelaksanaan STQ berjalan dengan lancar. “Saya meyakini bahwa ikhtiar itu pasti ada hasilnya. Saya sangat merasa bangga dengan kehadiran anak-anak qori dan qori’ah perwakilan Langkat,” sebutnya.

“Tetap jaga kesehatan. Bagi anak-anak ku yang nanti Insya Allah meraih prestasi juara 1, 2 dan 3 saya akan berikan bonus. Dalam rangka untuk menambah semangat dan memicu pendalaman pengetahuan kita tentang al quran,” tutupnya. (rel/ram)

KBRI Singapura Promosikan Wisata Kabupaten Karo

SAMBUT:Wakil Bupati Karo, Theopilus Ginting menyambut kunjungan pejabat Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Singapura, Juviano Ribeiro

KARO, SUMUTPOS.CO – Wakil Bupati Karo, Theopilus Ginting menyambut kunjungan pejabat Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Singapura, Juviano Ribeiro dan perwakilan Tim Dolanesia Foong Kon Yu dan Martin Lukas di Taman Simalem Resort, Tongging, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Jumat (19/5) petang.

Kunjungan ini bertujuan untuk mendukung promosi wisata di Indonesia oleh KBRI Singapura bekerjasama dengan Dolanesia, salah satu travel operator yang berkedudukan di Singapura. Danau Toba merupakan salah satu destinasi super prioritas wisata Indonesia yang terus gencar dipromosikan pada Tahun 2023.

Wakil Bupati berterimakasih atas kegiatan ini dan berharap agar kunjungan tersebut dapat membangun hubungan baik antara Indonesia khususnya Kabupaten Karo dan Singapura dalam bidang pariwisata.

Sektor pariwisata, lanjut Theopilus Gunting, dipercaya akan menjadi lokomotif untuk pembangunan ekonomi daerah, karena akan membuka lapangan kerja dan memajukan UMKM, sejalan dengan keinginan Bapak Presiden Joko Widodo.

Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba memiliki potensi besar menjadi destinasi wisata yang berkembang, sehingga Danau Toba tepat ditetapkan sebagai super prioritas pengembangan destinasi wisata di tanah air khususnya di Kabupaten Karo yang memiliki beragam objek wisata yang indah dan menarik termasuk Danau Toba.

Sementara, pejabat Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura, Juviano Ribeiro, perwakilan Tim Dolanesia Foong Kon Yu dan Martin Lukas mengaku kagum keindahan Danau Toba dilihat dari Taman Simalem Resort.

Disampaikan juga, tujuan kegiatan kunjungannya bertujuan mempromosikan proyek investasi strategis di Sumut, khususnya Kabupaten Karo. “Setelah melihat ini kita punya banyak sekali potensi, mudah-mudahan melalui KBRI dapat menginformasikan begitu banyak peluang investasi yang bisa dimanfaatkan, dijadikan kerja sama dengan negara sahabat ini, ” kata Juviano Ribeiro. (deo/ram)