24 C
Medan
Saturday, January 3, 2026
Home Blog Page 14927

Berebut Suara George-Arifin

JAKARTA – FIFA sudah menegaskan jika duet George Toisutta – Arifin Panigoro tidak bisa dicalonkan. Besar kemungkinan di Kongres Luar Biasa (KLB) Solo Sabtu besok (9/7) pemilik suara yang sebelumnya mendukung George-Arifin bakal mengalihkan pilihan mereka ke calon lain.

Rumor terakhir yang berkembang, jika George-Arifin mentok tidak bisa diperjuangkan lagi dalam kongres lusa tim sukses George-Arifin sudah menyiapkan calon alternatif  yaitu Djohar Arifin Husein dan Farid Rahman. Dua sosok itu selama ini dikenal dekat dengan K78, sebutan pendukung George – Arifin.  Calon lain yang berpeluang mendapatkan limpahan suara pendukung George-Arifin adalah Achsanul Qosasih.(ali/dra/jpnn)

Suka Bikin Kejutan

BUSYRO MUQODDAS

KETUA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqoddas terus membuat gebrakan selama menjabat pimpinan tertinggi lembaga antikorupsi tersebut.
Tak jarang dia membuat pernyataan yang mengagetkan dan mencengangkan.

Buktinya, sudah dua kali Busyro mengumumkan dua tersangka kasus korupsi secara mendadak. Yakni, Nunun Nurbaeti, tersangka cek perjalanan pemenangan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (DGS BI) Miranda Goeltom, dan M Nazaruddin, tersangka dalam kasus suap wisma atlet SEA Games 2011 Palembang.

Bahkan, pengumuman kedua tersangka itu dilakukan di luar kantornya. Pengumuman yang dilakukan Busyro terkadang mengejutkan banyak kalangan.(kuh/jpnn)
c2/agm/jpnn)

Poldasu Terus Kejar DA

MEDAN- Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) berjanji akan melakukan pencarian hingga ke Pulau Jawa jika, ditemukan adanya tanda-tanda jika Dewi Astati (DA) melarikan diri ke sana.

“Akan terus kita kejar, sampai dimana pun pelakunya. Sesuai komitmen Kapolda yang akan memberantas semua tindak kejahatan yang terjadi,” ungkap Kepala Sub Bidang (Kasubbid) Pengelola Informasi dan Data (PID) Humas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan saat dikonfirmasi Sumut Pos di ruang kerjanya, Kamis (7/7).

Lebih lanjut MP Nainggolan menuturkan, pihak Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumut, juga tengah mendalami laporan para korban penipuan tersebut.
Pendalaman laporan tersebut sebagai tindaklanjut enam orang pelapor yang mengaku sebagai korban peipuan Dewi Astati.

“Laporannya baru kita terima kemari (Rabu 6/7). Jadi, penyidik masih mendalami laporannya,” ujar Nainggolan.
Sementara itu, Kepala Sub Dit (Kasubdit) III Ditreskrimum Kompol Andry Setiawan menuturkan, pendalaman laporan tersebut bertujuan untuk mengetahui dasar kasus tersebut.

“Masih dalam tahap lidik. Kita masih melihat, apakah benar ada unsur penipuan atau tidak, terhadap laporan yang kita terima. Setelah itu akan kita lakukan upaya selanjutnya,” tegasnya.
Diketahui, keenam korban yang melapor ke Polda Sumut antara lain Ida, Juli, L Br Purba, Aminuddin Harahap Nanggal dan Richa.

Dari keenam korban ini, total kerugian yang diderita masing-masing bercariasi. Ada yang puluhan juta, ada yang ratusan juta dan bahkan ada yang milyaran rupiah.(ari)

Nazaruddin Keliling di Asia Tenggara

Tersangka Kasus Suap Sesmenpora

JAKARTA-Bukan hanya dikabarkan bersembunyi di Bangil, Pasuruan, Jawa Timur dan Filipina, tersangka kasus suap Sesmenpora M. Nazaruddin ternyata sering berpindah dari satu negara ke negara lain di kawasan ASEAN. Menteri Luar Negeri (Menlu) Marty Natalegawa mengatakan, berdasarkan hasil konfirmasi dengan perwakilan di luar negeri, selain di Singapura, Nazaruddin sempat berada di Vietnam dan Malaysia.

“Pemberitahuan dari pemerintah Singapura bahwa yang bersangkutan sudah meninggalkan Singapura. Kita telusuri sempat berada di Vietnam, sempat berada di Malaysia,” ungkap Marty usai mengikuti sidang kabinet paripurna di Kantor Presiden, kemarin (7/7). Dua negara itu tercatat dalam satu rangkaian perjalanan Nazaruddin.

Dia mengatakan, sempat menerima informasi bahwa mantan Bendahara Umum Partai Demokrat itu berada di Filipina Rabu (6/7) malam. Saat itu juga dilakukan pengecekan melalui duta besar Indonesia di Filipina yang mengonfirmasikan ke pihak kepolisian setempat. “Dikonfirmasikan oleh pihak kepolisian dan imigrasi Filipina, berdasar data yang dimiliki, nama seperti itu (Nazaruddin, Red) tidak ada di imigrasi Filipina,” papar mantan Dubes RI untuk PBB itu.

Marty menegaskan, sistem terus bekerja melalui kantor-kantor perwakilan untuk mengetahui keberadaan Nazaruddin. Proses itu bahkan sudah dilakukan sebelum Nazaruddin ditetapkan sebagai tersangka. Namun saat ditanya posisi terakhir anggota Komisi VII DPR itu, Marty memilih tidak menjawab.

Begitu juga saat disebut Pakistan sebagai tempat persinggahan Nazaruddin, dia tidak menjawab tegas bahkan berbalik bertanya. “Oya, di Pakistan? Sekarang ini kita bekerja untuk bisa memastikan agar yang bersangkutan sesuai dengan keinginan dengan aparat penegak hukum bisa dikembalikan,” urainya.

Marty juga mengungkapkan, saat ini paspor biru yang merupakan paspor dinas milik Nazaruddin sebagai anggota DPR sudah dicabut. Namun dia tidak bisa memastikan apakah saat berangkat ke luar negeri, Nazaruddin masih menggunakan paspor biru. Bagaimana dengan kemungkinan Nazaruddin kembali tanpa proses imigrasi? Marty menjawab singkat. “Tentu harus melalui proses imigrasi.”

Di bagian lain, Menkum HAM Patrialis Akbar mengatakan, Sabtu besok (9/7) dirjen imigrasi akan mengecek langsung ke pihak imigrasi Singapura mengenai keberadaan Nazaruddin. Dia menolak jika langkah komunikasi langsung itu disebut terlambat dilakukan. “Mengecek itu kan nanti bisa dikonfirmasi, abis ini ke mana. Justru lebih bagus dong,” kata Patrialis di Kantor Presiden, kemarin.

Dia juga membantah jika pengecekan itu karena tidak percaya dengan laporan dari kementerian luar negeri Singapura. “Jangan ditafsirkan seperti itu. Cek dan ricek lah,” dalih Patrialis. Mantan anggota Komisi III DPR itu mengaku belum ada data yang diterima kementeriannya dari Singapura terkait dengan Nazaruddin.

Dia menegaskan, jika Nazaruddin sudah kembali ke Indonesia pasti akan terdeteksi dari paspornya. Saat ditanya apakah Nazaruddin memiliki paspor lebih dari satu, Patrialis menjawab sambil berkelakar. “Pastio dong (punya paspor lebih dari satu),” katanya.(fal/kuh/iro/jpnn)

Honorer Satpol PP Tidur di Jalan

BINJAI- Tak kunjung menerima honor, puluhan eks Honorer Satuan Polisi Pamong Praja (SatPol PP) Kota Binjai, kembali berunjukrasa di depan Kantor Wali Kota Binjai, Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Binjai Kota, Kamis (7/7) sekitar pukul 11.00 WIB. Dalam aksinya, puluhan honorer Satpol PP ini, membawa sepanduk bertuliskan ‘bayarkan gaji kami selama 7 bulan’ dan tidur di tengah jalan.

Sambil tidur, eks honorer Satpol PP ini, meminta Pemko Binjai membayar gaji mereka selama 7 bulan, terhitung sampai Juli 2011.  Selain itu, mereka juga meminta diperkerjakan kembali dan minta teman mereka yang ditahan polisi dibebaskan.

Karena tak mendapat respon dari pemerintah setempat, mereka mengancam akan berunjukrasa setiap hari di depan Balai Kota. “Kalau permintaan kami tidak dipenuhi, kami akan terus melakukan aksi, karena gaji kami masih ditahan,” kata Hamdan, salah seorang pengunjukrasa.(dan)

Dirjen Kemenkes RI Kunjungi Bayi Atresia

MEDAN- Dirjen Bina Upaya Kesehatan (BUK) Kemenkes RI Dr Supriyantoro SpP MARS, mengunjungi Zaneta  (6 bulan), bayi penderita Atresia Biller di Lantai III Ruang Rindu, RSU Adam Malik, Medan, Kamis (7/7), bersama tim dokter RSCM Jakarta Pusat.

Dirjen Bina Upaya Kesehatan (BUK) Kemenkes RI Dr Supriyantoro SpP MARS mengungkapkan, kasus Atresia Biller, merupakan kasus langka yang terjadi dengan perbandingan 1:1.000 hingga 1.500.

“Atresia Biller merupakan penyumpatan saluran empedu yang menyebabkan gangguan fungsi hati. Kondisi Zaneta dan Tirta pada saat ini kurang baik, karena mereka baru mendapatkan penanganan pada usia 6 bulan. Sedangkan usia yang cocok untuk operasi, dilakukan pada bayi usia 2 bulan,” ucap Supriyantoro.

Supriyantoro menambahkan, operasi kasai diatas dua bulan, tergantung dengan kondisi hati pasien. “RSCM Jakarta Pusat sendiri telah melakukan operasi pada empat kasus, sejak 7 bulan lalu, dibantu dengan supervisi serta pakar dari China. Lanjut Supriyantoro, operasi kasai ini, memakan biaya Rp500-Rp800 juta. Mengenai gejalanya, diawali mata dan kulit kuning disertai BAB berwarna putih. (jon)

Polisi Minta Keterangan Saksi Ahli

MEDAN- Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pematang Siantar, masih melengkapi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) kasus pelecehan seksual Ketua Fraksi Hanura DPRD Sumut ZS, terhadap AT alias Oshin, di tempat hiburan malam di Pematang Siantar beberapa bulan lalu.

Saat ini, pihak kepolisian sedangkan meminta  keterangan saksi ahli untuk proses hukum.
“Dalam waktu dekat, penyidik Polresta Pematang Siantar akan melengkapi kasus tesebut dengan meminta keterangan saksi ahli,” ujar Kasubbid Pengelolaan Informasi dan Dokumen (PID) Polda Sumut AKBP MP Nainggolan, Kamis (7/7).

Dijelaskannya, setelah proses tersebut siap, maka pihak kepolisian akan sesegera mungkin, melayangkan  surat izin permohonan pemeriksaan kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) untuk memeriksa ZS.

Dalam kasus ini, pria yang juga Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hanura Sumut tersebut, disangka melanggar Pasal 281 KUHPidana tentang pelecehan seksual.

“Kita akan meminta Kapolresta Pematang Siantar, untuk membuat surat permohonan izin pemeriksaan terhadap yang bersangkutan untuk dikirim ke Kapolda dan diteruskan ke Mendagri. Ini demi kepentingan penyidikan,” tandasnya.

Diketahui, kasus pelecehan seksual melibatkan anggota DPRD Sumut ZS, dilakukan gelar perkara untuk kali kedua di Mapolda Sumut, Senin (20/6).
Dari gelar perkara itu, diketahui dugaan tindak pidana pelecehan seksual terhadap Oshin. Sehingga, proses penyidikan terus dilanjutkan ke kejaksaan.

Kasus pelecehan seksual tersebut juga telah direkonstruksi Polresta Pematang Siantar di Tempat Kejadian Perkara (TKP), di Hall Laponta Karaoke Siantar Hotel, Pematang Siantar.(ari)

Wali Kota: Saya Juga Penjudi…

Terkait Penangkapan Staf Khusus Wali Kota Siantar

SIANTAR- Polresta Siantar resmi menahan staf khusus Walikota Pematangsiantar Eliakim Simanjuntak (47) dan anggota DPRD Siantar Rondal Tampubolon (33), bersama empat rekannya dalam kasus judi leng, Rabu (6/7).

Kapolres Pematang Siantar AKBP Alberd TB Sianipar ketika dikonfirmasi, Kamis (7/7), menyebutkan, setelah dilakukan pemeriksaan, Eliakim Cs ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan.
“Meski beberapa dari mereka sempat berdalih, tapi berdasarkan pemeriksaan penyidik, keenam orang itu dinyatakan bersalah. Lima diantaranya sebagai pemain judi leng, dan Coras Tampubolon sebagai penyedia tempat. Dari tangan mereka, diamankan barang bukti uang Rp400 ribu dan 1 set kartu joker,” papar Alberd.

Masih kata Alberd, sembari menunggu berkas P21 (lengkap), Eliakim Cs ditahan dalam sel tahanan Mapolresta Siantar. Mengenai penangguhan penahanan, Alberd mengaku, tidak ada penangguhan penahanan dalam kasus tersebut. Meski pasal yang dikenakan hanya pasal 303 subsider 303 bis tentang perjudian.

“Kalau mereka membuat permohonan penangguhan, itu hak mereka dan telah diatur dalam undang-undang, tapi setuju atau tidak, kita lihat dulu hasil penyelidikan. Kalau kami tidak setuju, itu hak kami,” tegas Alberd.

Pantauan di sel Mapolres Siantar, Eliakim Cs ditahan dalam satu jeruji besi berukuran 3×3 meter, tepatnya di sel VI. Didalam tahanan bercat kuning, Eliakim Cs terlihat bercerita-cerita menunggu keluarga menjenguk.

Alberd menambahkan, Eliakim Cs akan diperlakukan sama dengan tahanan lainnya. “Tidak ada perbedaan, semua sama dimata hukum,” kata Kapolres.
Terpisah, Walikota Pematang Siantar Hulman Sitorus, membuat pernyataan mengejutkan saat ditanya tentang penangkapan staf khususnya, Eliakim Simanjuntak. Dengan ceplos, Hulman mengaku, dirinya juga seorang penjudi dan meminta untuk dimediakan.

“Saya juga penjudi, masukkan (media, red) aja gitu,” ucapnya dengan nada tinggi, saat ditemui di kantor Lurah Timbang Galung, Kecamatan Siantar Barat.

Mengenai adanya kemungkinan jabatan Eliakim akan dievaluasi, justru Hulman membela. Menurutnya, Eliakim punya sifat setia kawan , pintar dan cerdas. Dia menilai, Eliakim Simanjuntak selama ini sudah banyak membantu tugas sebagai Wali Kota Pematang Siantar.(osi/mag-5/smg)

Dia yang Memulai, Dia yang Mengakhiri

Australia Tarik Ancaman, Stok Daging dan Beras Aman

Beberapa pekan lagi Ramadan tiba. Biasanya harga komoditi pun merangkak naik, terutama daging dan beras. Menariknya, ancaman pengadaan daging dari Australia sudah bukan masalah lagi. Negara tetangga itu menarik kembali keputusannya. Sementara beras, pemerintah pun yakin stok tetap terjaga.

Ya, sempat mengancam akan melakukan moratorium pengiriman sapi ke Indonesia selama 6 (enam) bulan, pemerintah Australia akhirnya mencabut sendiri kebijakan mereka. Sehubungan dengan itu, Menteri Pertanian (Mentan) Suswono menegaskan bahwa meskipun moratorium itu tetap berjalan, kebutuhan daging dalam negeri masih tetap aman. “Australia sendiri yang memulai, dia yang mengakhiri. Yang jelas, faktanya Indonesia tidak terpengaruh dengan suspend tersebut. Bahkan dari sensus, ada data yang menggembirakan,” ujar Suswono, Kamis (7/7).

Dikatakan Suswono, dari data sensus, ada potensi 15 juta sapi potong di tanah air, dan ini sesuai dengan target swasembada daging pada tahun 2014 mendatang. Definisi swasembada sendiri, menurut FAO katanya, adalah 90 persen dapat dipenuhi dari dalam negeri. Namun, meski optimis kebutuhan daging sapi tidak terpengaruh moratorium, ia menyebut bahwa sapi impor tetap dibutuhkan.

“Kita tetap membuka impor untuk sapi bakalan, karena memang sapi jenis ini ada keuntungan dan nilai tambahnya. Karena ada penggemukan selama 2-3 bulan, dan tentu saja bisa menciptakan lapangan kerja,” tutur Suswono pula.

Untuk (impor) sapi bakalan sendiri, menurut Suswono, pemerintah Indonesia tidak hanya mematok dari Australia saja, namun juga bisa dari negara manapun yang memiliki perjanjian kerjasama. Sementara mengenai pembatalan moratorium itu, menurut Suswono, akan menjadi pelajaran tersendiri bagi kedua negara.

“Waktu Menteri Pertanian Australia datang ke Indonesia, saya sudah ingatkan, sebaiknya jangan suspend dulu. Tapi lakukan investigasi bersama. (Kenyataannya) Dari 12 rumah potong hewan, tidak ada kebenaran. Kita sudah cek, dan kalaupun ada, pasti kita tindak,” ucapnya.

Nah, kesiapan pemerintah dalam menghadapi bulan puasa dan lebaran memang dibahas di Sidang Kabinet Paripurna, kemarin (7/7). Terutama berkaitan dengan kecukupan pasokan dan stabilitas harga bahan pangan pokok, termasuk beras dan daging.

Menko Perekonomian Hatta Rajasa menjelaskan, sidang kabinet menyepakati langkah-langkah jangka pendek dan menengah untuk menjaga pasokan dan harga daging. “Saat ini pasokan daging sapi untuk kebutuhan menjelang bulan puasa masih aman,” kata Hatta dalam keterangan usai sidang kabinet di Kantor Presiden.

Harga daging sapi di pasar yang dipantau rata-rata di bulan Juni masih stabil di kisaran Rp64.450. Hatta mengatakan, kebutuhan daging sapi di Indonesia sebesar 35.333 ton per bulan dan khusus untuk lebaran sebesar 55.000 ton. Produksi dalam negeri sebesar 26.342 ton per bulan.
Mengenai stok beras, Hatta mengatakan, stok bulog mencukupi, sekitar 1,6 juta ton. Pemerintah akan tetap menyalurkan raskin. “Kita juga akan melakukan operasi pasar besar-besaran di seluruh tanah air jika mengalami kenaikan,” tuturnya.

Saat ini, kata dia, produksi beras menunjukkan peningkatan. Namun pemerintah tidak akan mengambil risiko jika memang terdapat ancaman, misal masalah iklim atau kekeringan, dengan melakukan impor.

“Kita akan memaksimalkan pengadaan beras dari dalam negeri. Tapi kalau memang perlu kita tidak akan mengambil risiko, kalau perlu kita akan melakukan impor,” terang Mendag Mari Elka Pangestu.
Namun berapa jumlah yang akan diimpor itu belum ditetapkan. Menurut Mari, parameternya, jika stok turun di bawah angka tertentu, impor akan dilakukan. “Tapi jumlahnya dan segala macamnya belum, itu nanti akan ditentukan secara teknis,” katanya.

“Jadi keputusannya adalah kita akan mengambil risiko apapun, kita akan menjaga stok,” sambung Mari Elka. Menurut dia, yang perlu persiapkan adalah stok untuk penghujung tahun. (fal/afz/jpnn)

Potongan Harga hingga 40 Persen

Pakaian Anak-anak dari Cool Kids

MEDAN- Toko yang menjual pakaian anak-anak tidak sebanyak toko-toko yang menjual pakaian remaja ataupun orang dewasa. Karena itu, sebagian orang masih sedikit lebih sulit menemukan pakaian bayi ataupun anak-anak yang sesuai dan mengikuti trend masa kini. Kalaupun ada, harga yang ditawarkan selangit atau mahal.

Tetapi untuk saat ini, para ibu tidak perlu khawatir membeli pakaian bayi ataupun anak mereka karena harga mahal. Karena saat ini outlet Cool Kids yang terletak di lantai dasar Plaza Medan Fair sedang menggelar diskon produk pakaian anak bayi berusia 6 bulan hingga 2 tahun. Mulai dari baju kaos, kemeja, celana jeans pendek, rok dan baju terusan untuk anak perempuan. “Produk yang didiskon dijamin tidak ketinggalan trend,” tutur Karyawan Administrasi Cool Kids Astri.

Selain baju yang mendapat potongan harga, program potongan harga juga berlaku untuk sepatu anak perempuan yang berusia 7 hingga 12 tahun. Tak tanggung-tanggung, potongan harga yang diberikan 40 persen. “Harga sepatu yang didiskon mulai dari Rp179 ribu hingga Rp199 ribu,” ujar Astri.

Sedangkan untuk anak lelaki, juga mendapatkan potongan harga 20 persen. Untuk sepatu anak lelaki dimulai dari harga Rp189 ribu hingga Rp309.500 ribu. “Potongan harga bukan hanya untuk sepatu lama, tetapi sepatu anak lelaki terbaru juga mendapat potongan harga,” lanjut Astri.

Cool Kids merupakan merk lisensi dari Amerika, sedangkan produk diambil dari Jakarta. “Untuk produk baru, tidak setiap saat masuk, tergantung dari musim dan moment,” lanjut Astri.

Berbagai macam kelebihan dimiliki produk ini, seperti bahan yang terbuat dari bahan katun, polyster, jeans dan lainnya yang nyaman digunakan. Sedangkan untuk kualitas bisa dijamin dengan warna yang tidak cepat pudar dan luntur. “Sering konsumen kita merasa puas karena baju yang dibeli tahan lama, bahkan dapat diturunkan kepada adeknya,” tutur Astri.

Saat ini, outlet Cool Kids telah mengeluarkan produk terbaru dalam menyambut liburan dan Lebaran di penghujung Agustus nanti. Dimana, berbagai model pakaian anak perempuan dan lelaki dengan pilihan warna dan corak disediakan disesuaikan dengan usia mereka.

Untuk baju bayi, harga pakaian yang ditawarkan mulai dari Rp69.500 hingga Rp299 ribu. Sedangkan untuk baju anak, harga yang ditawarkan bervariasi tergantung dengan model dan ukuran pakaian anak. (mag-9)