24 C
Medan
Saturday, January 3, 2026
Home Blog Page 14928

Watchout Diskon 20 Persen

OXA Menyambut Ramadan

MEDAN-Menyambut bulan Ramadan yang akan segera tiba, produk pakaian asli buatan Indonesia, OXA dengan mengusung merk Watchout dan Triset ini mengadakan promo menyambut Ramadan.

“Untuk produk Watchout all item mendapatkan promo diskon 20 persen hingga tanggal 10 Juli,” ujar karyawan outlet OXA Silvia yang ditemui di gerai outlet OXA di Plaza Medan Fair lantai 2.
Tak hanya merk Watchout, lanjutnya, merk Triset juga menadapatkan harga spesial dengan tema special price. Harga produknya mulai Rp69 ribu hingga Rp119 ribu.

Misalnya, celana jeans Triset dengan model leagging harga spesialnya menjadi Rp100 ribu untuk semua ukuran. Sementara untuk jenis baju wanita harga yang ditawarkan mulai dari Rp169 ribu hingga Rp328.900 ribu.

Triset, merk yang dikeluarkan untuk produk pakaian wanita juga tidak ketinggalan mengeluarkan pakaian dalam menyambut Ramadan dengan corak dan warna elegan. “Pakaian wanita yang berbahan dasar katun dengan kesan elegan ini mulai dari Rp200 ribuan hingga Rp300 ribuan. Harga untuk baju wanita disesuaikan dengan corak,” lanjut Silvia.

Untuk merk Triset, memang tersedia pakaian wanita dewasa, baik pakaian formal maupun feminim. Hal ini dapat dilihat dari berbagai model pakaian yang dikeluarkan oleh produk yang asli buatan Indonesia ini.

Sementara itu, masih menyambut Ramadan, merk Watchout pakaian pria mengeluarkan baju koko yang dominan warna putih, walaupun warna beige dan coklat muda juga disediakan.
Dengan bahan dasar katun, baju koko ini dijamin aman dan nyaman dipakai dengan kualitas bagus. “Bahan kainnya nyaman sehingga tidak gerah memakai baju Watchout,” tambah Silvia.

Untuk baju koko keluaran terbaru ini, dipatok dengan harga Rp268.900 ribu.
Produk Watchout memiliki ciri tersendiri sebagai produk pakaian pria. “Warna tanah atau natural merupakan warna yang menjadi identitas Watchout,” papar Silvia.

Sementara untuk pemilihan bahan, Watchout tetap konsisten dengan menggunakan bahan pabrik yang berkualitas, katun dan nyaman. Pakaian ini juga dirancang untuk lelaki yang jantan, tetapi style dan nyaman dipakai mulai dari pagi hingga sore hari.

Selain menjual produk pakaian, outlet OXA ini juga menjual berbagai jenis produk seperti tas, topi, sepatu dan sendal keluaran dari merk Triset dan Watchout. “Untuk sepatu cowok, minimal harganya mulai dari Rp328 ribu hingga Rp699  ribu,” pungkasnya. (mag-9)

Meniti Jalan Rasul

H Ottoman

Bersahaja adalah kesan pertama yang didapat dari H Ottoman (63) saat ditemui di seputaran Jalan Adinegoro Medan beberapa waktu lalu. Meskipun di balik topi motif loreng kaos kerah dan celana berwarna coklat muda serta sandal kulit berwarna hitam, tersulut semangat dan pemikiran segar untuk berbuat.

Ya, setiap orang memiliki cara yang berbeda dalam menikmati hari-harinya. Demikian pula H Ottoman yang tetap meniti jalan rasul yaitu beribadah di usia senjanya kini. “Sudah lah, dunia ini apa sih? Seperti kisah para rasul yang berusia 63 saat mencapainya, jadi sekarang ini beribadah saja lah,” ucap H Ottoman.

Ibadah itu diperlihatkan sebagai Wakil Ketua Lembaga Dana Zakat, Infaq, Shadaqah, dan Wakaf (Laziswa) Muhammadiyah Sumatera Utara (Sumut) sejak 2008 lalu. Dengan mencurahkan waktu dan pikiran juga tenaga untuk menyusun berbagai program demi mewujudkan tujuan dari lembaga yang dipimpin. Program dan kegiatan yang jauh dari orientasi kekuasaan atau pun kemewahan dunia. Melainkan untuk kemaslahatan masyarakat khususnya warga Muhammadiyah yang tersebar di Sumut.

“Dengan kondisi keuangan Muhammadiyah, di mana dana yang besar itu ada di kantung umat. Perlu ada terobosan dan bila perlu pengurus harus keluar uang. Sampai sekarang ini masih tidak sedikit warga Muhammadiyah yang membutuhkan. Untuk itu pengurus harus terus berikan rangsangan baik jasmani dan rohani sehingga masyarakat bisa bangkit,” tuturnya.

Hal itu pula yang dilakukan suami dari Hj Hartati ini di setiap keterlibatannya dalam kepengurusan Muhammadiyah. Organisasi dakwah yang digeluti sejak remaja yang juga membesarkannya. Dengan menggelar berbagai kegiatan, dirinya menghadirkan daya tarik remaja di Kelurahan Durian lainnya untuk terlibat di Masjid Taqwa Jalan Bambu Medan.

Begitu juga saat diangkat sebagai Ketua Pemuda Muhammadyah Cabang Durian 1985 silam. Kaderisasi yang bekelanjutan bahkan menjadi kegiatan wajib. Potensi yang ada juga menjadi perhatian khususnya di bidang olahraga. Hal itu membuat Kelurahan Durian menjadi juara umum di cabang bola kaki dan catur. Tak jarang mereka mengirim pemain ke kejuaraan di luar Sumatera Utara seperti Padang.

Dengan manajemen yang baik, ayah dari empat anak ini menunaikan tanggung jawab sebagai Ketua Pemuda Muhammadiyah Daerah Kota Medan 1985-1990 begitu juga tanggung jawab sebagai pegawai administrasi dan keuangan di beberapa proyek PT Posedon. “Karena sistem kepemimpinannya kolektif kolegial, tinggal bagaimana memaksimalkan peran masing-masing pimpinan. Untuk itu saya siapkan 10 hari di Kota Medan sembari membangun komunikasi melalui perangkat, waktu itu berupa orari. Lagi pula seorang ketua itu hanya sebagai simbol pemersatu seluruh pengurus untuk bekerja demi organisasi,” papar H Ottoman.

Buah dari kaderisasi berkelanjutan tadi pun dirasakan saat kembali ke Kota Medan untuk melanjutkan pengabdiannya. Tabungan selama bekerja digunakan untuk membangun kost-kostan dan rumah kontrakan di daerah Depok. Dengan anak-anak yang sudah berkeluarga, penghasilan dari situ pun cukup untuk memenuhi kebutuhan. Semakin memuluskan langkah H Ottoman di jalan rasul tadi.

“Dulu kaderisasi berupa pelatihan berjenjang. Ada melati tunas untuk cabang, melati daerah untuk daerah, dan melati madya untuk wilayah dan wajib sebagai evaluasi ketua-ketua cabang. Pendekatan kita pun melalui olahraga yang paling diminati remaja,” kenangnya.

Masalah keuangan organisasi pun bukan gangguan berarti dari tanggung jawab sebagai Ketua Pengganti Antar Waktu Majelis Ekonomi Muhammadiyah Sumut. Lewat program-program pemberdayaan mereka berbuat bagi masyarakat. Di antaranya menggelar pelatihan home industri membuat pakan ikan di Desa Rawang Kisaran. Begitu juga dalam pengadaan hewan kurban untuk 28 cabang di 21 kecamatan se-Kota Medan 2009 lalu.

“Semua karena Allah saja, begitu juga waktu kita membantu warga Serdang Bedagai (Sergai) yang menderita tumor di dada. Tapi kita tidak meminta melainkan menawarkan program yang jelas dan transparan,” tegasnya. (jul)

Syarat Ikut UN Pendidikan Kesetaraan

Tahun kemarin sedikitnya ada 8.086 siswa di Sumut yang gagal ujian nasional (UN), baik formal maupun nonformal. Jika mereka tak mengikuti ujian nasional pendidikan kesetaraan (UNPK), maka mereka harus rela mengulang setahun lagi untuk bisa lulus dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Apa saja yang menjadi prasyarat mengikuti UNPK? Berikut wawancara wartawan Sumut Pos, Rahmat Sazaly dengan Kepala Disdik Sumut, Syaiful Syafri.

Kapan UNPK baik paket A (SD), B (SMP) dan C (SMA) akan dilaksanakan?
UNPK paket A, B maupun C pada 2011 ini akan dilaksanakan dua periode, yakni yang pertama akan digelar pada awal Juli ini dan yang kedua pada Oktober mendatang.

Dapatkah Anda jabarkan ke-8.086 peserta yang gagal ikut UN?
Dari 8.086 siswa yang akan mengikuti UNPK di Sumut masing-masing berasal dari program reguler yakni sebanyak 7.472 siswa terdiri dari 634 paket A, 2.732 paket B dan 4.051 paket C. Sedangkan, siswa yang gagal UN formal sebanyak 614 siswa yang terdiri dari siswa SMP/MTs 299 siswa, SMA 238 siswa (68 IPA dan 170 IPS). Dan UNPK Paket C untuk kejuruan diikuti sebanyak 77 siswa SMK.

Apakah ijazah peserta UNPK bisa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi?
Ijazah paket sama dengan ijazah yang diperoleh melalui ujian formal, yang membedakan hanya tanda tangan pada ijazah tersebut. Kalau ijazah paket ditandatangani oleh kepala disdik kabupaten/kota masing-masing, sementara ijazah formal ditanda tangani kepala sekolah. Pemegang ijazah paket ini juga dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang pendidikan berikutnya. Sesuai PP nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, UNPK Paket A, B dan C dan paket C Kejuruan, ujian paket tersebut dilaksanakan untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran tertentu dalam kelompok ilmu pengetahuan dan teknologi.

Apa saja syarat yang harus disiapkan untuk ikut UNPK?
Syarat peserta yang boleh ikut ujian paket adalah terdaftar pada satuan pendidikan non formal yang menyelenggarakan pendidikan kesetaraan. Memiliki laporan lengkap penilaian hasil belajar untuk tiga semester terakhir pada satuan pendidikan non formal kesetaraan.

Untuk program paket B dan C, harus memiliki ijazah dari satuan pendidikan yang setingkat lebih rendah dengan minimum usia ijazah tiga tahun pelajaran atau usia ijazah minimum dua tahun pelajaran bagi peserta yang berusia 25 tahun atau lebih, dibuktikan dengan nilai rata-rata UN jenjang sebelumnya minimal 7.00.

Khusus untuk program paket C yang berasal dari kulliyatul/tarbiyatul mu’allimin harus memiliki laporan hasil belajar lengkap yang membuktikan calon peserta telah menyelesaikan program pendidikan selama tiga tahun di satuan pendidikan tersebut. Selain itu, harus memiliki kartu tanda peserta UN Pendidikan formal dan surat keterangan tak lulus atau bukti telah menyelesaikan seluruh program pembelajaran pendidikan formal. (*)

Habis Manis Sepah Dibuang

Sudahlah diperawani, Sus (20), warga Jalan Glugur Rimbun, Kutalimbaru malah ditinggal kekasihnya Ar (26), warga Jalan  Sei Mencirim, Deli Serdang tanpa alasan yang jelas. Sus tak terima diperlakukan bak pepatah habis manis sepah dibuang. Dia kemudian mengadukan Ar ke polisi.

Kepada polisi di Mapolsek Sunggaln Sus menceritakan, dia sudah hampir 8 bulan menjalin hubungan dengan kekasihnya Ar. Tiga bulan menjalin hubungan asmara, perbuatan suami istri pun dilakukan antara pasangan kekasih ini di salah satu penginapan di Jalan Medan-Binjai.

Pertama, Sus menolak ajakan sang pujaan hati. Namun, karena Ar berjanji akan menikahinya, Sus yang tidak mempunyai pekerjaan tetap ini merelakan kesuciannya direnggut Ar. Setelah itu, mereka kian sering melakukannya jika ada waktu senggang.

Tapi tanpa ada masalah, tiba-tiba Selasa (5/7) lalu Ar menghubungi Sus supaya mengembalikan handphone miliknya. Ar juga mengatakan bahwa hubungan mereka akan berakhir. Mendengar perkataan sang pacar, Sus pun langsung menangis. Meski demikian, dia tetap mendatangi sang pacar dan mengembalikan handphonenya. Mereka pun bertemu tidak jauh dari rumah Ar.

Saat mengembalikan handphone pacarnya itu, Sus kembali menanyakan kenapa sang pacar tega memutuskan hubungan mereka. Dengan tergesa-gesa, Ar pun meminta agar langsung mengembalikan handphonenya. “Sini handphone itu, kita bubar ajalah. Ngapain diteruskan hubungan ini,” ungkap Ar seperti ditirukan Sus.

Namun, Sus berusaha memegang handphone itu. Ar lalu meminta paksa dengan cara merampasnya dari genggaman Sus. Karena berusaha menahan, Ar memukul kening Sus hingga memar. Tidak terima, Sus pun membuat laporan ke polisi.
Sus mengaku tak habis pikir atas perlakuan Ar terhadapnya. “Dia udah ngambil perawanku, enak kali dia buat gitu sama aku,” ujarnya.

Kapolsek Medan Sunggal Kompol Sonny M Nugroho Tampubolon Sik kepada wartawan mengaku bahwa pihaknya masih menyelidiki pengaduan Sus. “Kita periksa dulu, laporannya sudah ditangani unit  Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA),” ujarnya. (mag-7)

RSU dr Pirngadi Menuju Badan Layanan Umum

Harus Punya Unggulan

MEDAN- Untuk menuju Badan Layanan Umum (BLU), RSU dr Pirngadi Medan harus memiliki unggulan, agar rumah sakit pemerintah punya citra tersendiri di masyarakat. Wali Kota Medan Drs Rahudman Harahap saat ekspose RSUD dr Pirngadi Medan di lantai V, tentang RSU dr Pirngadi menuju BLU, Kamis (7/7) siang menegaskan, untuk menuju rumah sakit menuju BLU harus profesional. “Yang terpenting  menuju BLU, kita harus berupaya bagaimana profesional dan membuat suatu keunggulan. Misalnya dari segi SDM-nya, berkerjasama dengan luar negeri untuk melakukan pertukaran informasi.

Dengan begitu ada spesialis unggulan di RSU dr Pirngadi, sehingga punya citra tersendiri,” ungkap Rahudman Harahap Rahudman menuturkan, untuk menuju BLU, jajaran rumah sakit harus punya komitmen antara pimpinan, dokter, perawat dan semua pihak agar rumah sakit menuju BLU benar-benar disiapkan secara matang.

“Saya menyambut baik kegiatan ini, agar rumah sakit menuju BLU benar-benar disiapkan dengan matang. Kita akan lakukan upaya untuk mencapai sasaran yang mau dicapai. Komitmen bersama untuk menumpahkan perhatian, dokter spesialis, profesor harus komitmen, maka tercapailah BLU,” tuturnya.

Rahudman mengaku, persiapan untuk menuju BLU  harus dilakukan, minimal hal yang utama ada standar pelayanan, seperti, administrasi, bagaimana kondisi obat, kemudahan untuk pasien yang tujuannya bagaimana tingkatkan pelayanan terhadap pasien.

Selain itu, harus ada renstra strategis yang tidak memberatkan masyarakat, menyusun sistem untuk wujudkan karyawan yang profesional dan perbaikan kesejahteraan PNS. “Salah satu point kesiapan menuju BLU misalnya, larangan merokok di RS Pirngadi mungkin perlu juga dibuat perwalnya,” akunya.

Setelah ekspose, lanjut Rahudman, pihaknya akan mengajukannya ke menteri kesehatan (Menkes) pertengahan bulan Juli. “Akan diajukan ke Menkes dan diharapkan tidak terlalu lama, karena target tahun ini BLU sudah tercapai,” lanjutnya saat didampingi Sekdako Medan Syaiful Bahri dan Kadiskes Medan Edwin Effendi.

Sebelumnya, pada kesempatan yang sama, Dirut RSUD dr Pirngadi Medan dr Dewi F Syahnan menyampaikan, pihaknya mengusulkan rumah sakit menuju BLU karena SPM diberlakukan dalam pelayanan, sudah terakreditasi 16 pelayanan, salah satu rumah sakit pusat rujukan di Sumatera Utara, swadana usai Perda nomor 26 sejak tahun 2002, pendapatan rumah sakit meningkat dan kesiapakan tenaga untuk BLU.

Sementara itu, anggota Komisi B DPRD Kota Medan, Bahrumsyah menilai, hingga saat ini RSUD dr Pirngadi belum memiliki unggalan. Namun, tambahnya, soal unggulan itu masih di luar sistem. Yang terpenting, rumah sakit milik Pemko itu harus membenahi lima hal. Di antaranya, harus menyusun rencana program jangka menengah untuk lima tahun, membenahi sistem informasi manajemen yang diprioritaskan pada komputerisasi billing sistem, komputerisasi informasi dan komputerisasi farmasi.
“Selain itu, pihak rumah sakit harus meningkatkan kompetensi SDM, karena selama ini persoalan SDM yang berkali-kali menjadi sorotan DPRD, begitu juga kinerjanya,” ujarnya.

Hal lain, kata Bahrumsyah, rumah sakit harus membenahi sistem operasi klinik dan membangun sistem penilaian kerja dan meremonisasi berbasis kinerja. “Soal layak dan tidaknya tidak bisa kita katakan, tapi yang harus dilakukan adalah membenahi dulu dan masih ada waktu untuk berbenah. Intinya, yang selama ini swadana jadi corperate, bisnis tapi tak mencari keuntungan. Kalau lima hal itu sudah terpenuhi, maka bisa menjadi BLU,” pungkasnya.

Bahrumsyah berharap, RS Pirngadi bisa meningkatkan kualitas pelayanan, karena selama ini rumah sakit tersebut masih memprioritaskan kuantitas. “Saya berharap, ada perngawas internal independen yang mengawal proses rumah sakit ini menuju BLU. Komisi B DPRD juga akan terus mengawalnya,” ungkapnya. (jon)

Warga Segel Sekolah Nanyang

Tim Pengawas Dinas TRTB Kota Medan Kabur

MEDAN-Puluhan warga yang tinggal di sekitar sekolah Nanyang Zhin Hui di Jalan Sriwijaya, Medan Baru, kembali menggelar aksi unjuk rasa dan menyegel sekolah tersebut, Kamis (7/7) sekitar pukul 10.00 WIB. Selain penyegelan, warga juga melarang seluruh pekerja melanjutkan pembangunan. Mereka juga menahan seluruh mobil bermuatan bahan bangunan masuk.

“ Aksi ini kami lakukan karena kami sudah capek. Sebab warga sudah berkali-kali meminta penghentian pembangunan sekolah itu karena bermasalah dan tidak memperdulikan warga sekitar.

Kami akan bertahan agar aspirasi kami didengar oleh pemilik sekolah,” jerit warga saat melakukan aksi unjuk rasa di depan sekolah Nanyang Dengan diiringi musik nasional yang diputar dengan pengeras suara sebagai bentuk perjuangan, warga melakukan aksi penghentian proses pembangunan sekolah Nanyang yang sudah menyalahi izin dari Dinas TRTB. Mereka menggoyang-goyang pintu pagar sekolah dan memasangi spanduk sebagai bentuk protes dengan menyegelnya.

“Kami minta agar pemilik sekolah Nanyang langsung berbicara kepada warga, apa yang menjadi alasan pembangunan terus berlanjut. Padahal sudah jelas bangunan itu menyimpang,” ujar warga lagi.

Tidak hanya itu, warga juga melarang seluruh pekerja yang bekerja di sebelah bangunan sekolah Nanyang yang rencananya akan didirikan kantin sekolah. “ Bila pekerja tetap juga melakukan pekerjaannya, kami akan melakukan tindakan. Bila tidak kami akan melemparinya dengan batu,” kata warga yang berdiri di depan bangunan tersebut.

Mei (37), warga sekitar kepada Sumut Pos mengatakan, kecewa dengan pemerintah Kota Medan yang tidak melakukan apapun terhadap bangunan meskipun sudah melapor ke komisi D DPRD Kota Medan.
“Kami menuntut  Pemko Medan melalui Dinas TRTB Kota Medan untuk segera melakukan penghentian pembangunan dan segera menutup sekolah yang tidak memiliki SIMB,” ungkapnya.

Hal senada juga warga lainnya, Rian Kacaribu (38). “Kita meminta kepada pemerintah Kota Medan melalui Dinas TRTB Kota Medan untuk segera melakukan menutup dan memberhentikan aktifitas sekolah. Kalau ini tidak dilakukan pemerintah kita akan melakukan aksi demo sampai tuntutan kita direalisasikan,” katanya.

Personel Polsekta Medan Baru terpaksa turun ke lokasi untuk mengantisipasi warga agar tidak melakukan tindakan anarkis. “Saya hanya mengimbau kepada warga agar jangan melakukan pengrusakan terhadap sekolah Nanyang, karena tindak pidana,” kata AKP Andik, Kanit Reskrim Polsekta Medan Baru.

Sementara, perwakilan sekolah Nanyang yang coba menemui warga juga tidak membuahkan hasil. “Kami hanya melakukan pembangunan sesuai dengan izin saja. Sedangkan bangunan yang menyalahi izin tidak kami bangun,” cetusnya.

Mendengar penjelasan itu, warga semakin marah. Karena menurut warga pembangunan tersebut tetap berlanjut, dengan melanjutkan pembangunan yang sebelumnya sudah dibongkar oleh Dinas TRTB. “Kamu tahu tidak, mana bangunan yang menyalahi izin dan tidak. Jadi kalau kamu tidak mengerti dengan permasalahan, jangan kamu yang berbicara. Sebaiknya kamu mundur saja,” celoteh warga.

Sementara, para pekerja yang merasa terganggu dengan aksi warga terpaksa memberhentikan pekerjaannya. “ Kami mana tahu apa-apa, yang jelas kami kan hanya bekerja untuk mencari nafkah. Kalau sudah begini bagus kami pulang aja lah. Dari pada menjadi kekesalan warga, “ beber Suprianto.
Sedangkan tim pengawasan Dinas TRTB yang mendatangi lokasi, melihat aksi warga yang sudah mulai memuncak dengan menjerit-jerit memanggil pemilik sekolah untuk turun ke bawah dan bertemu kepada warga, langsung pergi meninggalkan warga dengan beralasan mengambil berkas keterangan izin tersebut.

“Kami kembali dulu ke kantor untuk mengambil berkas, karena berdasarkan berkas tersebut kami bisa menjelaskannya dimana posisi bangunan yang bermasalah,” kata petugas TRTB.
Kadis Dinas TRTB, Syampurno Pohan, saat dikonfirmasi Sumut Pos, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan penindakan terhadap bangunan sekolah Nanyang yang menyimpang dari perizinan. “Kan sudah dua kali kita bongkar,” katanya melalui sambungan telepon.

Terkait dengan protes warga bahwa yang pernah dibongkar itu dibangun kembali oleh pihak sekolah, Syampurno mengaku tidak tahu hal itu. “Kan tidak mungkin pula kami tiap hari memantau sekolah tersebut,” ujarnya.

Namun ia berjanji akan menyuruh anggotanya meninjau lagi ke lapangan. “Kalau memang masih ada penyimpangan atau pelanggaran izin, pasti akan ditindak sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tegasnya.(adl/mag-7)

Diduga Pemalsu Kosmetik, Dua Wanita Diamankan

MEDAN- Dua wanita etnis keturunan diamankan personel Sub Ekonomi Direktorat Reskrimsus (Ditreskrimsus) Polda Sumut, Kamis (7/7) siang, saat melakukan penggerebekan sebuah toko di Jalan Sambas Medan, karena melakukan praktik pemalsuan kosmetik.

Selain mengamankan dua wanita tersebut, petugas juga menyita beberapa barang bukti dua kotak produk cristal film vitamin rambut produksi PT Cresindo yang diduga palsu “Saya sudah dengar informasinya, tapi jenis kosmetiknya belum tahu dan ada yang sudah diamankan. Saya sedang di Jakarta,” kata Direktur Reskrimsus Polda Sumut, Kombes Sadono Budi Nugroho ketika dikonfirmasi via telepon, Kamis (7/7).

Informasi yang diperoleh menyebutkan, penggerebekan itu dilakukan petugas Polda Sumut menindaklanjuti laporan PT Cresindo yang merasa dirugikan karena produksinya dipalsukan. Praktik pemalsuan itu disebut-sebut telah berlangsung lama hingga menimbulkan kerugian mencapai ratusan juta rupiah.

Sementara Kasubbid Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PID) Humas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan mengatakan, pihaknya masih mendalami hasil penggerebekan tersebut untuk membuktikan sekaligus mengungkap praktik pemalsuan kosmetik tersebut.

Sebab kuat dugaan, praktik pemalsuan kosmetik tersebut telah berlangsung lama. Selain pihak pabrik, praktik pemalsuan itu juga merugikan masyarakat pengguna kosmetik produksi palsu tersebut. “Masih kita dalami. Kedua wanita yang diamankan itu juga masih diperiksa. Sebab, ada dugaan pelakunya bukan hanya kedua wanita yang diamankan itu,” tandas Nainggolan.(ari)

Digambar Pakai Jarum Suntik Bekas

Batik Medan di Pameran dan Pasar UMKM

Sumatera Utara dengan heterogenitas di dalamnya menyimpan potensi yang cukup besar. Baik dari sisi kuliner juga kebudayaan yang dapat dimanfaatkan sebagai souvenir

INDRA JULI, MEDAN

Seperti yang dilakukan Anjar Suharman (29). Untuk meramaikan pameran dan pasar UMKM Provinsi Sumatera Utara 2011 yang digelar di Tapian Daya Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) Jalan Gatot Subroto Medan, 5-11 Juli. Berbagai corak ornamen kebudayaan dari seluruh etnis yang ada diangkat dan dipadukan pada berbagai wadah. Seperti kaos, kemeja, kain, mug, dan tas.

Menempati stan pertama di sisi kiri, tampak Anjar didampingi Nurmayanti tengah menyelesaikan pembatikan pada wadah kaos berwarna hitam. Beberapa karya yang sudah selesai dipajang di dinding stan. Dengan corak dan motif yang berbeda satu dengan lainnya. Apa itu pada kaos, kemeja, kain sarung, bahkan pada mug.

“Kita memang menggunakan system limited edition. Jadi tidak ada satu motif pun yang sama dengan demikian untuk memberikan rasa bangga bagi penggunanya. Karena hanya dia yang memiliki motif seperti itu,” buka Anjar.

Adapun corak yang dipasang juga unik. Di satu sisi terlihat seperti motif Melayu meskipun terkadang lebih menonjolkan corak kebudayaan Batak. Tak jarang pula berbagai motif tadi dirangkai menjadi satu kesatuan yang menarik untuk dimiliki. Memberikan kekhasan tersendiri mengenai asal karya tersebut yaitu Sumatera Utara khususnya Kota Medan. Layaknya Dagadu dari Yogyakarta, Jarik dari Jakarta, maupun Joger dari Bali.

Tidak seperti motif batik pada umumnya, Anjar justru menggunakan motif titik untuk membentuk pola yang sudah dibuat. Begitu pula dengan peralatan yang digunakan masih sangat sederhana. Untuk usaha yang baru dirilis awal Juni lalu ini Anjar hanya menggunakan suntik yang dicabut jarumnya. Ujung alat yang membang sudah bulat pun membentuk motif yang bulat pada wadah yang digunakan.

Untuk memudahkan pembuatan motif, pria berkulit hitam manis ini terlebih dahulu membentuk pola dengan karton tipis. Suntik yang sudah diisi tinta dengan warna yang diinginkan pun mengikuti pola tadi dengan jarak yang rapat. Seolah menjadi satu kesatuan di antara titik yang ada. Untuk pola lainnya, Anjar pun menggunakan warna yang berbeda sehingga tercipta satu paduan warna yang menarik.

Meskipun dengan alat yang sederhana, pria kelahiran Tulung Agung 19 April 1982 ini memastikan motif buatannya tidak mudah luntur. Pasalnya dirinya menggunakan cat luber yang dikhususkan untuk kain dan sepatu. Begitu juga dengan bahan kaos yang langsung didatangkan dari Pulau Jawa. Dirinya memberi garansi selama dua bulan untuk perbaikan motif bila terjadi kerusakan.

Namun dengan perawatan yang benar, batik Medan karya Anjar ini dapat bertahan dalam waktu lebih lama.
“Batik tidak harus gunakan tinta khusus. Justru hal itu membuat batik menjadi kurang menarik. Saya pikir corak dan ornamen dari masing-masing etnis di Sumatera Utara ini cukup menarik. Yang penting dalam perawatan. Setiap menyetrika akan lebih awet bila corak dilapis,” bebernya.

Tidak hanya dibaju, Anjar pun dapat membatik wadah lainnya seperti aksesoris ruangan, mug, sepatu juga helm. Begitu juga untuk bekas spanduk dimanfaatkan untuk membuat tas yang ditambah dengan batik. Tak heran karyanya itu mendapat apresiasi yang cukup besar. Sejak dibuka, Anjar sudah mencatat seribu lebih pesanan.

Begitu juga saat peluncuran ide di seputaran Marelan awal Juni lalu. Anjar pun mematok harga yang bervariasi mulai dari Rp80 ribu sampai Rp150 ribu untuk kaos. Dirinya juga dapat memenuhi pesanan dari masyarakat. Untuk menjaga pelanggan, setiap motif yang ada pun diperbaharui.

Keterlibatan Anjar dalam berkesenian khususnya seni rupa sudah dimulai di usia 13 tahun. Dimulai membuat topeng dari tanah liat kemudian merambah streofon, hingga dekorasi pra-wedding. Berbagai penghargaan pun pernah diraih seperti pada even tahunan yang digelar Jawa Pos yang paling berkesan baginya. Pada 2004, dengan musik tradisional Anjar sudah menginjakkan kaki di empat negara yaitu Jepang, Singapura, Australia, dan India. (*)

Kabut Asap Pengaruhi Pelayaran

BELAWAN-Kabut asap yang menyelimuti Kota Medan ternyata memperngaruhi pelayaran di laut khususnya di perairan Belawan.

“Kalau untuk pelayaran sendiri kabut asap cukup mempengaruhi karena jarak pandang kita menjadi terbatas, dia mengimbau agar pekerja yang berhubungan dengan pelayaran dan kelautan agar berhati-hati untuk melakukan pelayaran di laut,” kata Kepala Kelompok Pengolahan Data BMKG Maritim Belawan, Ramos L Tobing, Kamis (7/7).

Dia menjelaskan bahwa kabut asap yang menyelimuti Kota Medan karena adanya pembakaran lahan. “Gara-gara pembukaan lahan baru dengan melakukan pembakaran. Kemudian, kabut asap tersebut menyelimuti Kota Medan karena terbawa oleh angin,” jelasnya. Menurut data yang diterima dari Kantor BMKG Maritim Belawan melalui Satelit NOAA-18 sedikitnya ada sekitar 191 titik api. “Titik-titik api ini bukan mendekteksi kebakaran hutan saja tetapi suhu tinggi yang terjadi kawasan lahan perkebunan yang ada di Pulau Sumatera,” kata Ramos.

Dia mengatakan daerah di Pulau Sumatera yang terdeteksi titik apinya mulai dari daerah Rantau Prapat sampai Pekan Baru yang banyak lahan perkebunannya. Kabut asap tersebut belum bisa hilang dari Kota Medan apabila masih ada titik-titik api di kawasan tersebut.

“Untuk saat ini kabut asap sudah mulai berkurang ketimbang kemarin, kabut asap akan terus menyelimuti Kota Medan apabila masih ada titik api yang menimbulkan asap yang terus dibawa oleh angin,”ujarnya.
Sementara itu, perkiraan cuaca di Kota Medan untuk tiga hari ke depan, berpeluang hujan ringan pada malam hingga dini hari. Suhu udara mencapai 32,6 Derajat Celcius.

Tinggi gelombang di Perairan Belawan masih terbilang normal karena tinggi gelombang hanya 0,5 sampai 1 meter saja. “Namun apabila terjadi hujan di laut ditambah angin kencang, tidak menutup kemungkinan gelombang akan tinggi,” tandasnya.

Sementara itu, seorang nelayan, Musa (32) mengatakan bahwa kabut asap yang menyelimuti Kota Medan cukup mempengaruhi pelayaran di laut pada saat menangkapa ikan, namun kabut asap masih belum terlalu menutupi jarak pandang sehingga masih bisa tetap melaut. (mag-11)

Kiat Memahami Cara Mendidik Anak

Seminar Anakku Mutiaraku

MEDAN-Seorang anak bagaikan mutiara dan merupakan aset  sangat berharga bagi keluarga, bangsa dan negara. Tentunya, masa depan anak sebagai generasi penerus sangat memerlukan pengetahuan kesehatan dan pengenalan psikologi sedini mungkin.

Demikian disampaikan panitia seminar dari Blessing Community, kemarin (7/7), saat berkunjung ke redaksi Harian Sumut Pos. Rombongan itu dipimpin penasehat panitia, Rajamin Sirait dan diterima Pimpinan Umum (PU) yang juga Pemimpin Redaksi Sumut Pos, Zulkifli Tanjung.
Berlatar belakang hal tersebut, Blessing Community Medan menggelar Seminar Sehari dengan tema Anakku Mutiarakun  Pada seminar ini akan menghadirkan nara sumber Dr Seto Mulyadi Psi MSi atau yang akrab disapa Kak Seto serta Prof Dr Chairul Yoel SpA (K).

Ketua pelaksana, Hisar Simatupang menjelaskan, berdasarkan pengalaman tentang anak-anak dan banyaknya masalah dan kejadian-kejadian yang terjadi terhadap anak, maaknya pihaknya berniat menyelenggarakan seminar ini.  Kegiatan yang akan digelar pada 16 Juli 2011 di Hotel Garuda Plaza Medan ini, menurut Hisar, bermaksud untuk memberikan pengertian kepada semua pihak bagaimana cara membimbing, membina, mengasuh dan merawat anak.  Acara ini sangat menarik untuk diikuti.

Para orangtua diimbau untuk menghadiri agar ke depan tidak keliru dalam mendidik anak. Bagi warga yang berminat bisa menghubungi Evelyn Sirait (085261603390), Bakti Sitorus (081361766874), dan Helen (08126364330). (saz)