Home Blog Page 14939

Tuan Rumah Kandaskan Sergai

LUBUK PAKAM-Tim bola voli putra tuan rumah Deli Serdang taklukan tim Serdang Bedagai dengan skor 3-1, (25-21, 9-25, 25-21, 25-21) pada Kejuaraan Provinsi Bola Voli Junior PLN Sumut Cup-I 2011 di GOR Baharoeddin Siregar, Kamis (21/7).

Laga berjalan ketat. Bahkan saling serang kedua tim menambah menarik pertandingan. Sakingkan ketatnya, laga set pertama harus membutuhkan 45 menit untuk keunggulan Deli Serdang dengan poin 25-21.
Memasuki set kedua tim Sergai yang dibesut Edy Keterian berbenah dengan menyusun serangan balasan. Di set ini Sergai mampu mengalahkan Deli Serdang dengan poin 9-2.

Karena lengah, Deli Serang sempat kalah telak di set dua. Mengetahui anak didiknya kalah telak, pelatih Deli Serdang Zulhari Sianipar membuat strategi mempercepat tempo permainan pada set ketiga. Staregi tersebut berhasil menaklukan tim Sergai dengan poin 25-21 untuk keunggulan tim Deli Serdang.

Berbekal kemenangan set ke tiga. Serta mengetahui stamina tim Sergai kedodoran, Kapten tim Deli Serdang Herwanto yang mengenakan nomor punggung 1  mulai percaya diri pada set terakhir. Taktik serta strategi yang dibuat mampu menundukkan tim Sergai dengan poin 21-25. Sementara di laga lainnya, hingga berita ini diturunkan masih berlangsung laga tim putra Medan lawan Labuhan Batu.

Sementara itu, pada pertadingan sebelumnya, tim putra Labuhan Batu unggul atas Tanjung Balai skor 3-2 (15-25, 25-13, 25-18, 19-25, 15-11). Kemudian tim putra Binjai harus mengakui keunggulan Tim Asahan skor 1-3 (15-25, 6-25, 25-21,23-25) demikian dengan tim Putri Medan berhasil mengandaskan tim Tanjung Balai skor 3-1 (25-11, 25-13, 25-11, 21-26).

Tim putri Pematang Siantar mampu mengalahkan tim Labuhan Batu skor 3-2 (18-25, 20-25, 25-11, 25-14, 15-8). Sementara pertandingan tim putri Labuhan Batu Utara harus mengakui tim putri Binjai skor 2-3 (18-25, 22-25, 25-18, 25-15, 10-15). (btr)

Kurang Pede di Kandang Sendiri

Nicky Hayden

LAGUNA- Balap di kandang sendiri biasanya memiliki semangat tersendiri bagi pembalap. Namun tidak bagi Nicky Hayden. Pembalap Ducati itu merasa tidak memiliki kepercayaan diri (pede) saat balapan digelar di Sirkuit Laguna Seca, Amerika Serikat akhir pekan nanti.

Pesimistisnya Hayden jelas bukan tanpa sebab. Setelah sembilan balapan dilaluinya ia tak kunjung kompetitif, kendati menggunakan motor baru asal Italia itu

Pada balapan terakhir MotoGP Jerman di Sachsenring misalnya. Baik Hayden dan rekan satu timnya Valentino Rossi terpaut 27 detik dari pembalap Repsol Honda Dani Pedrosa di finis.  Padahal Hayden mengakui bahwa ia sudah tampil habis-habisan. Apalagi lintas Sachsenring merupakan lintasan favoritnya. “Laguna adalah trek yang saya sukai tapi jelas sekali kalau jarak dengan pembalap di depan sangat besar. Saya tertinggal 27 detik di belakang di lintasan yang saya sukai di Jerman dan padahal saya sudah maksimal,” sahut Hayden di MCN.

“Saya menyukai Sachsenring, tapi saya kalah dengan telak. Kekalahan sebesar itu adalah sebuah sengatan, itu membuat perjalanan pulang (ke AS) terasa panjang. Saya harap motor kami bisa lebih baik saat di Sachsenring. Laguna lebih bergelombang dan sepertinya jika trek semakin halus maka itu semakin baik buat kami saat ini. Jadi saya tidak akan bilang kalau kami punya sesuatu (untuk akhir pekan ini),” lanjut dia.

Pembalap berumur 29 tahun ini sadar bahwa performanya bersama Ducati sedang menurun, namun bukan berarti dirinya menyerah tanpa usaha. Karena itulah walaupun belum memastikan benar tunggangannya di lintasan, pria kelahiran Owensboro ini tetap akan berjuang sekuat tenaga.

“Saya pulang ke rumah dalam GP ini dengan tidak dalam kondisi terbaik, tetapi kami akan memberikan perjuangan sengit seperti biasanya, Saya pikir kami akan membuat keputusan final di hari Kamis ini untuk menggunakan motor yang akan dipakai membalap, tetapi kemungkinan akan memakai GP11.1 di beberapa tahap, dan saya akan lihat apa yang bisa dilakukan untuk mencoba membawa hasil terbaik,” tutupnya.
Tiga tahun terakhir Hayden selalu finis di posisi lima dalam balapan MotoGP AS. Dia tercatat dua kali jadi kampiun di sana yakni pada musim 2005 dan 2006. (net/jpnn)

Kebelet Nikah

Luna Maya

Hasrat menikah sudah tidak bisa dibendung oleh Luna. Tapi sayang, Ariel masih di bui dan sibuk dengan bandnya.
Tembok penjara tampaknya bukan penghalang bagi pasangan Luna Maya dan Ariel Peterpan. Meski hampir setahun Ariel mendekam dalam penjara, namun hal itu tak menyurutkan Luna untuk terus mendampingi Ariel.

Bahkan si kutilang (kurus, tinggi, langsing) asal Bali itu sudah begitu mantap jika Ariel jadi kekasih yang terakhir baginya. Luna pun berharap bisa langsung menikah dengan Ariel begitu pelantun Topeng itu keluar dari penjara.
“Ya pastinya sih ingin (menikah). Doain aja ya,” ucap Luna saat ditemui di Jakarta.

Namun keinginan Luna untuk membina rumah tangga dengan Ariel sepertinya akan tertunda dahulu. Pemain film Asmara Dua Dunia ini memaklumi jika Ariel keluar nanti akan lebih memilih fokus pada pekerjaan.Sejak terlibat kasus video mesum, seluruh pekerjaan Ariel termasuk bandnya menjadi terbengkalai. Bahkan, ada beberapa kontrak kerja dengan pihak label yang belum juga terlaksana sampai saat ini.

“Kalau bebas setelah lebaran, mungkin Ariel ingin santai dulu. liburan dulu sama keluarganya, refreshing. Ariel kan tugasnya masih banyak. Dia juga masih ada kontrak juga yang harus diselesaikan secepatnya setelah dia keluar,” jelas Luna.

Meski bisa memaklumi rencana kekasihnya saat ke luar penjara nanti, namun ada satu harapan Luna yang sudah lama ia impikan. Luna tampaknya sudah tak bisa menahan hasrat  berkumpul kembali bersama Ariel. Bekas bintang iklan sabun kecantikan itu berharap momen lebaran nanti bisa bersama kekasihnya.

“Kita inginnya sih sebelum bulan puasa sudah kumpul. Tapi tergantung bandingnya karena sampai sekarang belum ada jawaban. Putusan banding belum keluar juga,” ungkapnya.

Pemain film 30 Hari Mencari Cinta itu memang selalu berdoa untuk sang kekasih. Tak terkecuali, saat Luna pergi ke Tanah Suci untuk melaksanakan ibadah Umroh. Doa yang dipanjatkan Luna pun tak jauh dari harapannya di hari lebaran nanti.

“Berdoa semuanya baik-baik saja, masalahnya cepat selesai khususnya buat Ariel semuanya dilancarkan,” harapnya seraya tersenyum.

Bagaimana kondisi Ariel sekarang? “Terakhir bertemu Sabtu lalu. Dia sehat. Nggak banyak minta apa-apa soalnya banyak penggemarnya yang sudah membawakannya sajadah dan baju koko jadi stoknya banyak. Nggak tahu kalau buka puasa bisa atau nggak soalnya jam kunjungannya pasti berubah,” tandasnya. (bcg/jpnn)

Oknum Guru SD Pungli Siswa

085361311xxx

Kutipan tak resmi alias pungli dilakukan oknum guru di SD Negeri di kawasan Jalan Sisingamangara, Medan Amplas kawasan Simpang Limun Medan. Biaya pungli berkisar Rp50 ribu hingga Rp100 ribu per siswa yang mendaftar. Akibatnya tak jarang anak kurang mampu yang mengurungkan niatnya mendaftar ke sekolah tersebut, parahnya lagi setiap kenaikan kelas ada ajang suap menyuap menjadi omsed yang besar bagi oknum guru. Pasalnya jika orangtua murid tak memberi suapan (uang) kepada oknum guru, maka anak yang pintar pun bisa tinggal kelas dan sebaliknya yang bodoh bisa mendapat rengking apa bila mau menyuap gurunya. Diharapkan kepada Kadisdik untuk segera membentuk tim agar mendapat bukti nyata dan oknum gurupun tak lagi membantah fakta yang ada.

Kami Cek

Terima kasih informasinya, saya akan cek kebenaran informasinya, apabila benar maka kami akan berikan sanksi sesuai dengan peraturan dan prosedural yang ada.

Hasan Basri, Kepala Dinas
Pendidikan Kota Medan

Jangan Ada Kutipan

Pendidikan di sekolah negeri di Kota Medan harus gratis, karena anggaran yang disediakan sudah cukup besar. Untuk itu, kami meminta agar para guru tak memanfaatkan momentum tahun ajaran baru demi keuntungan pribadi.
Bila ada warga yang menyampaikan laporan tertulis ke DPRD Medan melalui Komisi B, kami akan memanggil pimpinan sekolah tersebut dan merekomendasikan kepada kepala dinas untuk diberikan sanksi.

Karena pada prinsipnya, setiap anak di Kota Medan harus mengeyam pendidikan. Tanpa ada seorang pun berusia sekolah tak berpendidikan.

Salman Alfarisi
Anggota Komisi B DPRD Medan

Mobil Tahanan Diserang, 4 Sipir Disandera

Pemberontak Filipina Makin Ganas

MANILA – Pemberontak komunis Filipina menyerang mobil tahanan polisi Filipina untuk membebaskan satu rekannya serta menyandera empat orang sipir.

Juru bicara militer Filipina Mayor Eugenio Osias menyatakan, sekelompok gerilyawan New People’s Army (NPA) memblokade satu unit mobil tahanan  itu di  Provinsi Bukidnon.

Pemberontak berhasil menghadapi 10 orang sipir penjara dalam mobil tahanan tersebut dan membebaskan pemberontak yang ditahan. Demikian diberitakan Associated Press, Kamis (21/7).

Kini, polisi mencari para gerilyawan komunis tersebut yang berhasil menculik empat orang sipir. Sebelumnya pemerintah dan fraksi komunis Filipina berdialog untuk mengakhiri pemberontakan Marxis itu, namun pemberontakan tetap berlanjut.

Pada  20 Juni lalu, bentrokan antara pasukan Filipina dan gerilyawan komunis itu menewaskan tujuh orang dan melukai 17 lainnya. Hingga kini, NPA memiliki personil sebanyak 4.700 dan tersebar dalam 60 provinsi di negara yang berada di kawasan Asia Tenggara.

Sebelumnya, sebanyak  25 orang yang diduga anggota NPA menyerang fasilitas penjara pemerintah, dan melukai seorang penjaga penjara di Filipina tengah.

Juru bicara Kepolisian Nasional Filipina Inspektur Senior Agrimero Cruz Jr mengatakan, pemberontak menyerbu Biro Manajemen Penjara dan Pinologi (BJMP) penjara di Desa Lagundi, Catbalogan, Provinsi Samar sekitar pukul 19:30 waktu setempat.

Dia mengatakan, hanya ada lima personel BJMP dalam serangan itu. Sepuluh pemberontak memasuki gedung penjara dan memerintahkan personil BJMP melakukan posisi tengkurap dan menyerahkan senjatanya.
“Pada serangan itu, seorang petugas penjara Roberto Lim ditembak di bagian belakang tubuhnya dengan senapan M16 oleh pemberontak akibatnya masuk di Rumah Sakit Provinsi Samar, hingga kini, petugas  itu menjalani pengobatan,” katanya.

Serangan pasukan NPA itu meresahkan banyak warga termasuk warga asing, seperti sekelompok orang bersenjata menculik tiga orang,  dari penculikan itu ada dua warga negara Amerika Serikat, Selasa dinihari (12/7), dari sebuah rumah di Zamboanga, Filipina selatan.

Kecurigaan jatuh pada kelompok pemberontak Abu Sayyaf, yang menculik Gerfa Yeatts Lunsmann (50) warga AS keturunan Filipina, putranya yang berusia 14 tahun dan seorang keponakannya, warga Filipina berusia 19 tahun dari sebuah rumah di Desa Tictabon, Zamboanga.

“Para penculik melarikan diri dengan membawa tawanan mereka dengan menggunakan dua kapal bermotor,” ujar Inspektur Senior polisi, Edwin de Ocampo,  seraya menambahkan belum ada kontak atau tuntutan uang tebusan dan identitas para penculik belum diketahui pasti hingga kini.  (bbs/ap/jpnn)

Suhu Panas Sengat Wilayah AS, 13 Tewas

CHICAGO-Cuaca tidak bersahabat kembali mendera Negeri Paman Sam. Udara panas menyengat menyelimuti sebagian besar wilayah AS dalam sepekan terakhir. Hingga kemarin (21/7) sedikitnya 13 orang tewas akibat suhu udara atau temperatur tinggi yang melanda 17 negara bagian. Malah pekan depan suhu di kawasan negara bagian tengah AS diramalkan bakal mencapai rekor tertinggi.

Dalam hitungan hari, temperature udara di kawasan itu diperkirakan melampaui 100 derajat Fahrenheit atau 37,7 derajat Celsius. “Kombinasi temperatur yang sangat panas dan kelembapan udara yang tinggi akan menciptakan rekor panas tertinggi di wilayah tengah AS,” terang Badan Keatmosferan dan Kelautan Nasional AS (NOAA). Menurut lembaga itu, hawa panas akan bergerak ke arah timur sesuai arah angin. Tetapi, sampai pekan depan, suhu dan kelembapan tinggi akan tetap bertahan di wilayah tengah.  Selama beberapa hari terakhir ini, Arizona telah dilanda serangkaian badai debu. (ap/afp/hep/dwi/jpnn)

Penjara Malaysia Penuh, 46 TKI Batal Dihukum

KUALA LUMPUR- Sebanyak 46 TKI yang nyaris tenggelam karena kapalnya tiba-tiba mati mesin di Perairan Pengerang, Johor, dua hari lalu, batal menjalani proses hukum di Malaysia. Hal itu akibat penjara di wilayah Johor penuh.
Demikian disampaikan Otoritas Malaysia ke Konsulat Jenderal Republik Indonesia  Johor Bahru. Dalam pemberitahuan itu, 46 orang tersebut akan langsung dideportasi ke Indonesia.

“Agensi Penguatkuasa Maritim Malaysia (APMM) menyebutkan 46 TKI yang kapalnya hampir tenggelam itu langsung dideportasi tanpa proses hukum,” ujara Fungsi Perlindungan WNI di KJRI Johor Bahru, Woro Sawitri, Kamis (21/7).
Hasil interogasi pihak berwenang Malaysia, 46 orang itu mengaku sebagai warga negara Indonesia. Tapi, hanya dua di antara mereka yang bisa menunjukkan paspor Indonesia, atas nama Ahmad Putra Setia, asal Flores, Nusa Tenggara Timur dan Rahum, asal Lombok, Nusa Tenggara Barat. (bbs/jpnn)

Canangkan Magrib Mengaji

SERGAI- Kantor Kementerian Agama Sergai mencanangkan Gerakan Masyarakat Magrib Mengaji (Gemmar) di masjid-masjid se-Kabupaten Sergai. Hal itu dicetuskan dalam acara di halaman Mesjid Agung Jami’ Desa Sei Rampah Kecamatan Sei Rampah, Jumat malam (15/7).

Kasat Bimas Polres Sergai AKP Syahril  mewakili unsur Muspida Kabupaten Sergai yang hadir dalam acara itu mengatakan Al-Quran sebagai sumber ilmu pengetahuan mengandung nilai-nilai luhur dan akhlak mulia dalam kehidupan manusia. Hal ini harus diamalkan guna menyeimbangkan era globalisasi dan kemajuan teknologi informasi seperti saat ini.

Lebih lanjut dikatakannya, hal ini dapat menimbulkan dampak negatif terhadap generasi muda Islam yang menjadi tidak paham membaca Al-Quran, sehingga tidak mampu memahami isi dan kandungan di dalamnya, secara cepat ataupun lambat dapat menyebabkan kemerosotan iman dan akhlak generasi muda Islam.

Selain itu,  diharapkan pemerintah bersama-sama masyarakat dapat mencari solusi untuk mengatasi permasalahan yang menjadi tanggungjawab kita bersama ini, salah satunya dengan mendukung terlaksananya program Gemmar secara berkelanjutan agar kegiatan ini tidak sekedar kegiatan seremonial belaka, tetapi benar-benar menjadi budaya di tengah-tengah masyarakat.

Sementara itu Kepala Kementerian Agama Kabupaten Sergai Drs HM Hasbi MA dalam arahannya menyatakan Gemmar ini merupakan program nasional Kementerian Agama Republik Indonesia yang mendapat respon positif dari Pemkab Sergai sebagai upaya untuk membekali dan menyelamatkan masyarakat, terutama para generasi muda Islam Sergai dari pendangkalan aqidah yang mungkin saja terjadi melalui kebutaan aksara.

Sebelumnya Saiful Ihsan Ketua Panitia melaporkan bahwa kegiatan ini adalah suatu bentuk apresiasi dan eksistensi dalam meningkatkan nilai-nilai pendidikan dan melestarikan budaya Islam di masyarakat khususnya para remaja dan pemuda mesjid Agung Jami Sei Rampah, sekaligus dirangkaikan dengan peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW dan menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1432 H/2011 M dan penyerahan bingkisan berupa Al-Qur’an serta Iqra dari Bupati Sergai Ir. HT Erry Nuradi, MSi dan Bank Sumut Cabang Sei Rampah kepada Nazir Mesjid Agung, Mesjid Besar dan Mesjid Jami’ Desa se-Kabupaten Sergai.

Puncak acara diisi dengan tausiyah agama yang disampaikan Al-Ustadz DR. H. Azhar Sitompul, MA tentang peranan Al-Qur’an dalam kehidupan manusia. Dalam tausiyahnya dikatakan bahwa ada dua kelemahan yang ditakuti manusia dan paling tidak disukai Allah SWT yakni, lemah fisik dan lemah iman.

Orang yang lemah fisik akan  cenderung malas untuk berusaha dan pada akhirnya menjadikan kelemahan sebagai alasan untuk mengharapkan belas kasihan orang lain, sedangkan orang yang lemah iman, semua yang dilakukan tidak akan membawa manfaat bagi lingkungannya karena sesempurna apapun fisik yang dianugerahkan Allah SWT tetapi tidak diimbangi dengan iman dan akhlak yang baik, tetap akan menjadi sampah di masyarakat, ujar Al-Ustadz H. Azhar.(mag-15)

Hasan Bongkar Kronologis Surat Palsu

Kasus Mafia Pemilu

JAKARTA- Keterangan mantan Juru Panggil MKMashuri Hasan, semakin membuka tabir munculnya surat palsu penetapan kursi di daerah pemilihan Sulawesi Selatan I. Dalam rapat panja mafia pemilu yang digelar tertutup, Hasan membeberkan kronologis munculnya surat palsu, termasuk keterlibatan sejumlah pihak di dalamnya.

Anggota Panja Mafia Pemilu Akbar Faizal menyatakan, kronologi yang disampaikan Hasan ternyata menemukan hal-hal baru. Jika mantan Anggota KPU Andi Nurpati menyatakan pembahasan pleno terkait konsultasi dapil Sulsel I dilakukan pada 14 Agustus 2009, Hasan menyatakan sudah ada pembicaraan terkait hal itu sejak 9 Agustus.

“Detilnya saya jangan ditanya karena itu kesepakatan di dalam,” kata Akbar. Pada intinya, kata Akbar, ada komunikasi antara dirinya dengan Neshawati, putri mantan Hakim Konstitusi Arsyad Sanusi di sebuah tempat. Lalu terjadi proses lanjutan terkait surat palsu itu di MK pada hari selanjutnya. “Tanggal 13 juga ada proses di MK, berlanjut  14 (pleno KPU) dan 17 (munculnya surat putusan MK) itu,” kata Akbar.

Anggota Panja Mafia Pemilu Budiman Sudjatmiko menambahkan, 9 Agustus itu merupakan pertemuan pertama Hasan dengan Neshawati. Hasan ketika itu menjalin hubungan dengan Rara, cucu Arsyad, bertemu Nesha di sebuah pusat perbelanjaan. “Itu hanya perkenalan awal,” kata Budiman.

13 Agustus, Hasan bertemu mantan anggota KPU Andi Nurpati, yang memintanya untuk diantarkan ke ruang kerja Arsyad. “Arsyad dan Andi bertemu sekitar 20 menit. Namun Hasan tidak ikut di dalam pertemuan itu,” ujar Budiman. Setelah pertemuan itu, Hasan kembali mengantarkan Andi ke tempat persidangan MK. Keduanya satu lift saat Andi menyampaikan pesan penting kepada Hasan terkait pengiriman surat.  Surat itu adalah konsultasi KPU terkait dapil Sulsel I dan Hasan Husein. (buy/jpnn)bay/jpnn)

Nonaktifkan Anas Sama Saja Lawan SBY

JAKARTA- Ketua DPP Partai Demokrat  Gede Pasek Suardika menegaskan, sampai saat ini semua pemilik suara di partainya masih taat dengan Ketua Dewan Pembina PD, SBY.

Hal ini ditegaskan Pasek, Kamis (21/7), kepada wartawan, saat diminta tanggapannya soal desakan DPD PD Jawa Tengah yang meminta Ketua Umum PD Anas Urbaningrum mundur. “Sampai saat ini semua pemilik suara  taat kepada Pak SBY,” tegas Pasek.

Bahkan, lanjut dia, Anas Urbaningrum sudah diberikan kewenangan lebih untuk segera bersama-sama para Ketua DPP mengambil sikap menyelesasikan permasalahan yang mengguncang PD. “Itu perintah SBY. Kalau menonaktifkan itu berlawanan dengan perintah SBY,” kata Pasek, yang juga Anggota Komisi II DPR RI tersebut.
Sekali lagi, Pasek menegaskan, kalau SBY sudah memerintahkan tidak ada Kongres Luar Biasa PD. Tapi, kata dia, SBY meminta untuk membersihkan PD dari masalah-masalah yang tengah dihadapi saat ini. Menurut dia, SBY menyampaikan itu setelah rapat dengan Ketua Umum, Dewan Pembina. “Baru menginstruksikan. Kalau ada itu (KLB dan mendesak Anas mundur) berarti menabrak perintah SBY. Semoga itu tidak terjadi. “Yang pasti pemilik suara tidak mengatakan itu. DPD itu kolektif ,” tegasnya.(boy/jpnn)