27 C
Medan
Monday, January 12, 2026
Home Blog Page 14948

Kartu Truf di Tangan Militer

Partai Oposisi Pro-Thaksin Menangi Pemilu Thailand

BANGKOK – Partai Pheu Thai, partai oposisi yang merupakan penjelmaan partai mantan Perdana Menteri (PM) Thaksin Shinawatra, berhasil merebut kemenangan besar dalam pemilu Thailand, Minggu (3/7). Meski begitu, peluang tampilnya adik Thaksin, Yingluck Shinawatra, sebagai PM baru pemenang pemilu bisa terancam.

Sejumlah kalangan agak pesimistis dengan masa depan politik Thailand. Para analis politik sependapat pula bahwa pemilu akan secara otomatis dan ajaib menyelesaikan konflik politik di negara itu selama enam tahun terakhir.
Menurut analis, kemenangan Yingluck dan partainya (Pheu Thai) adalah satu hal. Tetapi, siapa yang akan berkuasa dan memerintah negara adalah persoalan lain.

“Masa depan (politik) Thailand sangat bergantung pada kesediaan para elite tradisional guna menerima suara rakyat (baca: hasil pemilu, Red),” kata Pavin Chachavalpongpun, analis politik dari the Institute of Southeast Asian Studies di Singapura, kepada The Associated Press.

Hasil perhitungan suara pemilu Thailand memang masih belum diumumkan resmi. Kubu Yingluck dan Pheu Thai memilih menahan diri untuk tidak lebih dulu merayakan kemenangan. PM Abhisit Vejjajiva dan Partai Demokrat yang dipimpinnya juga masih menunggu pengumuman resmi.

Tetapi, hasil perhitungan cepat dari dua lembaga menyatakan bahwa partai Yingluck menang mutlak. Quick count itu dirilis setelah pemilu resmi ditutup pukul 15.00 waktu setempat kemarin. Satu perhitungan dilakukan Suan Dusit University menyebutkan partai Yingluck merebut 313 di antara 500 kursi parlemen. Partai Demokrat pimpinan Abhisit hanya meraih 152 kursi.

Tetapi, isu kudeta telah beredar luas sejak sebelum pemilu. Rumornya, tentara akan turun lagi ke politik jika partai Thaksin menang pemilu kali ini. Militer menjungkalkan Thaksin lewat kudeta tidak berdarah pada 2006. Belakangan, militer membuka jalan bagi naiknya Abhisit ke kursi kekuasaan.

Jenderal Prayuth Chan-ocha, KSAD Thailand, pekan lalu menegaskan janjinya militer akan bersikap netral atas pemilu. Tiga hari sebelum pemilu, Prayuth menyatakan militer tidak akan melakukan kudeta jika Yingluck dan Pheu Thai memenangi pemilu. “Semuanya hanya rumor. Tak akan ada kudeta. Saya sudah sampaikan berulangkali,” tegasnya. (afp/tso/bp/dwi/jpnn)

Tetapi, rakyat Thailand tak akan lupa Prayuth merupakan seorang otak kudeta yang menjatuhkan Thaksin dari kursi PM pada 19 September 2006.
Sejumlah analis menilai kartu truf selama ini ada pada militer Thailand. “Pheu Thai sepertinya telah memenangi pemilu,” ujar Kevin Hewison, analis politik yang juga direktur the Carolina Asia Center pada the University of North Carolina, AS, seperti dikutip The Star Online, kemarin
Menurutnya, kemungkinan terjadinya kudeta atas pemerintahan baru (pro-Thaksin) nanti jelas tak bisa diabaikan. “Militer ingin menjadikan itu (kudeta) sebagai semacam opsi. Apalagi, Jenderal Payuth jelas-jelas  anti kepada Thaksin, anti Pheu Thai, dan anti kepada Yingluck,” tegasnya. “Jika ada hal-hal yang tidak sesuai dengan keinginan militer, kudeta bisa dijadikan kartu truf,” tambahnya. (afp/tso/bp/dwi/jpnn)

Arab Saudi Ancaman Demontrasi Massal

SAUDI ARABIA- Sejumlah aktivis berencana menggelar aksi protes ke Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi menuntut pembebasan ratusan tahanan politik. Aksi itu protes di ibukota itu akan digelar, Senin (4/7).
Rencana aksi demontrasi tersebut terungkap dalam siaran pers change.org, Minggu (3/7). Dalam keterangannya aksi demontrasi yang direncanakan secara rahasia mengusung tema, “Tahanan sampai kapan?” diharapkan bisa menarik masa hingga ratusan aktivis.

Aksi protes yang jarang terjadi di negara Arab Saudi itu muncul setelah sebelumnya kalangan wanita Arab Saudi menuntut hak untuk mengendarai kendaraan. Aksi protes itu dilakukan para perempuan Arab tak pernah terjadi sebelumnya.

Catatan terakhir menunjukkan, aksi demontrasi terakhir melibatkan aktivis dalam jumlah ratusan terjadi, Maret lalu dengan peserta mencapai 200 orang. Aksi di depan kementerian dalam negeri Arab Saudi menuntut hal yang sama yaitu pembebasan tahanan politik.

Kini, lebih dari 4.500 orang telah mendaftar dalam sebuah kelompok di jejaring sosial Facebook untuk menuntut pengadilan yang benar ataupun pembebasan tahanan politik. “Kami tidak anti pemerintah,” ujar kelompok “Tahanan sampai kapan?” dalam sebuah pernyataan yang disampaikan melalui situs change.org. “Tuntutan kami, pembebasan anak, suami, dan orangtua melalui proses pengadilan yang fair dan transparan.” (bbs/jpnn)
Para demonstran rencananya berkumpul di gerbang barat Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi pukul 16.00 waktu setempat. Jika pemerintah tak mau menerima perwakilan demonstran, para pemrotes berencana menggelar aksi duduk di Cairo Square. (bbs/jpnn)

Bebas, Strauss-Kahn Tak Boleh Keluar AS

NEW YORK – Mantan Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Dominique Strauss-Kahn (62) boleh sedikit lega. Tokoh yang terjerat kasus skandal seks itu tidak perlu terlalu lama berada dalam penjara. Terdakwa kasus dugaan pemerkosaan tersebut menghabiskan waktu bersama istrinya Sabtu (2/7) lalu, sehari setelah dibebaskan dari penjara Rikers Island, New York, Amerika Serikat (AS).

Pengadilan memutuskan membebaskan Strauss-Kahn, Jumat (1/7) lalu waktu setempat atau Sabtu WIB. Dengan begitu, mantan menteri keuangan Prancis diizinkan menghirup udara bebas. Dia hanya dilarang pergi meninggalkan AS.

Begitu bebas, Strauss-Kahn memanfaatkan waktu untuk keliling ke berbagai tempat di New York. Dia dilaporkan meninggalkan rumah sewaannya di kawasan Manhattan bersama sang istri, Anne Sinclair, dan diikuti fotografer serta wartawan. Mereka keluar rumah selama beberapa jam untuk menikmati hari pertama Strauss-Kahn bebas dari tahanan. (afp/ap/cak/dwi/jpnn)

Wali Kota Pukuli Kepala Keamanan

MANILA – Seorang wali kota di Filipina memukuli Kepala Keamanan Pengadilan Davao. Aksinya dipicu karena permintaannya melakukan penundaan penggusuran rumah, tak dituruti.
Wali Kota Davaom Sara Duterte tampak memukuli wajah Kepala Keamanan Abe Andres. Demikian diberitakan Associated Press, Minggu (3/7).

Duterte emosi sesaat permintaannya untuk menunda penggusuran rumah warga pemukiman kumuh, tidak dituruti pengadilan. Padahal, penundaan selama dua jam itu dapat mencegah kerusuhan yang terjadi antara warga, polisi, dan petugas yang akan menggusur. Permintaan penundaan penggusuran dilayangkan wali kota karena Kota Davao masih direndam banjir. Wali kota berkonsentrasi menangani para pengungsi. (bbs/jpnn)

Pipa ExxonMobil Bocor, Sungai AS Terancam

MONTANA- Sekitar 750 hingga 1000 barel minyak mentah mencemari sungai Yellowstone di Montana, Amerika Serikat (AS), setelah pipa milik perusahaan ExxonMobil terdapat di bawah sungai bocor, Sabtu (2/7).

CNN melansir daerah sekitar lokasi kebocoran telah disterilkan dan pipa yang bocor telah ditutup. Penduduk yang tinggal di sekitar sungai sempat diungsikan karena udara diliputi aroma minyak. Tapi, kini diperbolehkan kembali ke rumah. Juru bicara ExxonMobil, Pam Malek menyatakan Fokus utama untuk yakni keselamatan serta kesehatan karyawan dan masyarakat sekitar. “Kini kran minyak sudah ditutup,” katanya.

Kepala badan penanggulangan bencana setempat, Duane Winslow, menduga tumpahan akan cepat menghilang. Tapi tetap dipantau. (bbc/cnn/bbs/jpnn)

Harta Karun Miliaran Dolar AS di Kuil

NEW DELHI- Harta karun terdiri atas perhiasan dan perak emas, koin dan batu mulia dilaporkan bernilai miliaran dolar Amerika Serikat (AS) ditemukan di kuil Padmanabhaswamy Hindu di India selatan, demikian disampaikan beberapa pejabat setempat.

“Barang berharga itu menurut perkiraan awal bernilai lebih dari 500 miliar rupee India (setara US Dollar 11,2 miliar sekitar Rp9,5 triliun,” kata menteri utama Kerala K Jayakumar, mencuatkan kuil tersebut ke dalam liga kuil paling kaya di India.

Ribuan kalung, koin dan batu berharga telah disimpan sedikitnya di lima makam bawah tanah di Kuil Stee Padmanabhaswamy, yang dikenal karena patungnya yang unik.

“Kami membuka satu kamar rahasia lain yang belum dibuka selama hampir 140 tahun,” kata Jayakumar. (afp/bbs/jpnn)

Rame-rame Lawan Suryadharma Ali

BANDUNG- Calon Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Ahmad Muqowam mulai membeber strateginya untuk meraih kemenangan di Muktamar VII PPP di Bandung, Jawa Barat. Mantan ketua Komisi V DPR itu menegaskan, pihaknya berencana melakukan sebuah upaya konsolidatif dalam rangka memenangkan muktamar. Karenanya, untuk mencapai target kemenangan, langkah-langkah stertegis akan teus dilakukan, termasuk menggandeng calon ketum lainnya.

“Sebelum dibuka muktamar, ada empat calon mengemuka di atas. Saya sudah melakukan langkah bagaimana kemungkinan terjadi secara kimiawi capai target kemenangan. Keempatnya (calon) kimia,” kata Muqawam saat jumpa pers, Minggu (3/7) malam di Bandung, Jawa Barat.

Sebelumnya empat nama mengemuka untuk bertarung memerebutkan Kursi Ketum PPP. Yakni, Suryadharma Ali (SDA), Ahmad Muqowam, Ahmad Yani, dan Muhdi PR. Namun, Muhdi mengundurkan diri dan tidak bisa maju karena terbentur AD/ART partai.

“Kami teman-teman mempersiapkan strategi. Untuk memenangkan ini saya tidak bisa sendirian. Secara internal kami punya langkah dan strategi, dan eksternal kami melakukan antisipasi kemungkinan yang terjadi,” katanya. “Secara chemistri, saya dan  Muhdi dua sahabat dan personal sudah melakukan  komunikasi. Ini potensi dua chemistri yang bisa bersatu,” kata Muqawam yang juga Anggota DPR RI itu.

Muqowam menegaskan, sejauh ini dirinya, Muhdi PR dan Ahmad Yani, menginginkan perubahan di PPP, yang ini berlawanan dengan semangat kepemimpinan sekarang dibawah komando Suryadharma Ali. “Insyaallah kemenangan ada di tangan kita semua,” kata Muqowam.

“Saya pada malam hari ini secara resmi menyampaikan kepada para pendukung saya yang telah menjalin hubungan dengan saya,  agar bergabung dengan Calon Ketua Umum PPP saudara Akhmad Muqowan,” sambung Muhdi, saat jumpa pers di Bandung, Minggu (3/7) malam. “Mudah-mudahan dengan bergabungnya saya dan Akhmad Muqawam ini, di samping saya punya visi dan misi yang sama membesarkan partai Islam, kita bisa melihat kembali kejayaan PPP seperti waktu lalu,” tambah Muhdi.
Sementara itu, Suryadharma Ali mengatakan PPP menargetkan menambah anggota sekitar 12 juta orang selama tiga tahun ke depan hingga 2014.(bbs/jpnn)
“Untuk mencapai target tersebut, dibutuhkan figur pemimpin yang memiliki satu agenda utama yakni menyejahterakan rakyat Indonesia,” katanya.
Ia menjelaskan, pemimpin yang memiliki agenda utama mensejahterakan masyarakat akan mendorong pertimbuhan ekonomi yang signifikan. Hal itu dilakukan, kata dia, dengan memberdayakan masyarakat miskin yang tinggal di desa-desa. “Dengan diberdayakannya masyarakat miskin, maka mereka akan bekerja dengan semangat sehingga mampu menggerakkan pertumbuhan ekonomi hingga ke tingkat nasional,” katanya.(bbs/jpnn)

Bea Cukai Sita Sabu Rp7,2 Miliar

MAKASSAR- Petugas kantor pengawasan dan pelayanan Bea dan Cukai Tipe A3 Mataram menangkap Cheam Chee Teng (46) di Bandara Selaparang, Mataram. Dari warga Malaysia itu petugas menyita narkoba jenis sabu-sabu seberat 3,66 kilogram senilai Rp7,2 miliar.

Menurut Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A3 Mataram, Danang Kuswidodo, penangkapan terhadap Cheam Chee Teng dilakukan saat pemeriksaan barang melalui mesin pendeteksi X-Ray. Awalnya, petugas tidak menemukan barang mencurigakan dalam koper berwarna hitam yang dibawanya. Analisis image yang tampak pada monitor mesin X-ray tidak muncul barang yang mencurigakan.

Selanjutnya, Cheam Chee Teng mengambil kopernya dan berjalan melalui jalur pemeriksaan petugas bea dan cukai. Petugas yang curiga dengan gerak-gerik Cheam langsung menggiringnya ke ruang Pabean untuk diperiksa secara intensif. “Semua barang dalam koper dan tas rangselnya kami periksa. Tapi tidak menemukan barang terlarang. Barang tersebut tampak setelah kami mengosongkan kopernya untuk diperiksa kembali di mesin X-Ray,” kata Danang.

Benda mencurigakan itu tampak disembunyikan di kedua sisi dinding koper berbahan fiber. Petugas akhirnya memecah dinding koper di hadapan pemiliknya. Dari kedua sisi dinding koper, petugas menemukan dua kantong warna hitam diselimuti isolasi plastik berwarna coklat. Kedua kantong itu terselip rapi didinding koper seolah telah dirancang sedemikian rupa sehingga tidak tampak pada monitor X-Ray.

Kepala Badan Narkotika Provinsi NTB, Baharuddin mengatakan, tertangkapnya Cheam membuktikan bahwa NTB menjadi daerah tujuan peredaran narkoba. Dia menilai kejadian ini sebagai bukti nyata bahwa petugas di NTB harus memperketat pengawasannya. “Ini bukti bahwa petugas di NTB harus memperketat pengawasannya,” ujar Baharuddin.
Kini kasus tersebut sudah diserahkan kepada kepolisian daerah NTB untuk diproses lebih lanjut. Selain narkoba jenis sabu, petugas juga menyita sejumlah barang bukti lainnya seperti dua unit telepon genggam, satu set kunci, 10 ringgit Brunai, 42 ringgit Malaysia, 182 ribu dong Vietnam, 220 dolar Singapura dan uang logam 6,6 ringgit Malaysia. (net/jpnn)

Lega Akun Twitter Palsunya Dihapus

Dipo Alam

Dipo Alam kini merasa lega setelah akun twitter palsunya dihapus. Ia pun berbagi pengalaman agar orang lain yang merasa dirugikan jejaring social melakukan hal yang sama.

“Pengelola twitter sudah mencabut akun yang mengatasnamakan saya. Sebelumnya saya sudah melaporkan dan meminta agar akun twitter @dipoalam46 dihapus,” papar Sekretaris Kabinet Dipo Alam. Dipo melakukan protes ke pengelola twitter di Amerika Serikat. Ia sampaikan bahwa pemalsuan akun twitter itu sudah masuk ranah pidana dan melakukan pembunuhan karakter terhadap dirinya.

Pemalsu menggunakan nama, jabatan, dan gambar Dipo Alam untuk berkisah di dunia maya mengenai apa saja atau mengomentari apa saja. Tidak sedikit orang percaya yang berkisah di @dipoalam46 adalah Dipo Alam yang sebenarnya.

“Pemalsu akun twitter itu memang jagonya, sehingga betul-betul seperti saya. Anggota DPR Ramadhan Pohan, misalnya, sangat yakin itu akun saya. Padahal bukan. Saya ini gaptek,” katanya. Dipo menyarankan agar orang lain yang merasa dirugikan seperti dirinya baik pemalsuan di Facebook maupun Twitter melakukan hal yang sama. Ia juga meminta kepada siapapun pelaku yang suka memalsukan akun orang untuk berhenti melakukan aksinya.(net/jpnn)

Jemput Nazaruddin ke Singapura Tim Pemburu Gayus Diturunkan

JAKARTA- Perintah Presiden SBY kepada Kapolri Jenderal Timur Pradopo untuk segera memulangkan Nazaruddin benar-benar direspon serius. Sebuah tim ditugaskan orang nomor satu di Korps Bhayangkara itu untuk berangkat ke Singapura. Misi mereka satu yakni memulangkan Nazaruddin.

Informasi yang dihimpun koran ini, tim telah tiba di Singapura Sabtu (2/7) malam. Mereka terdiri dari tujuh orang penyidik. Tiga diantaranya adalah eks pemburu Gayus Tambunan saat kabur ke negeri Singa itu Maret 2010. “Dipimpin bintang satu,” ujar sumber Jawa Pos (grup Sumut Pos) di lingkungan Mabes Polri kemarin (3/7).
Tim ini mengantongi Sprint (surat perintah) yang ditandatangani Kabareskrim lama Komjen Ito Sumardi. Itu karena, Irjen Sutarman baru resmi dilantik 6 Juli nanti. “Kalau lancar sebelum sertijab, target (Nazaruddin- Red) sudah dibawa pulang,” katanya.

Untuk informasi ini, polisi masih menutup mulut rapat-rapat. “Tunggu satu, dua hari, ada perkembangan penting,” janji perwira menengah ini.

SBY memerintahkan secara langsung pada Kapolri Jenderal Timur Pradopo pada 1 Juli 2011. Perintah ini dibenarkan oleh juru bicara presiden Julian Aldrin Pasha.  Julian mengatakan, perintah tersebut dikeluarkan agar Nazaruddin bisa memenuhi proses hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menurut Julian, sebelumnya Presiden telah meminta kepolisian untuk berkoordinasi dengan KPK, setelah KPK resmi menetapkan status Nazaruddin sebagai tersangka.

Sabtu lalu (2/7) Kapolri Jenderal Timur Pradopo menegaskan tim Polri bergerak sesuai prosedur. “Saya kira kami lakukan itu karena melalui kerja sama polisi internasional. Juga antara kegiatan-kegiatan yang selama ini sudah kami lakukan, seperti Gayus kemarin. Saya kira kami optimal-lah hadirkan,” kata Kapolri di Palembang, disela-sela mendampingi kunjungan kerja SBY.

Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Kombes Boy Rafli Amar saat dikonfirmasi tidak bersedia menjelaskan secara detail langkah-langkah yang dilakukan tim Polri. “Semua kita koordinasikan dengan KPK sebab kasusnya kan di KPK,” katanya.(rdl/kuh/jpnn)