29 C
Medan
Tuesday, January 13, 2026
Home Blog Page 14956

Palladium Tawarkan Diskon hingga 70 Persen

Medan Great Sales

MEDAN  : Palladium Mall yakin penyelenggaraan Medan Great Sales pada 2011 dalam upaya memeriahkan hari jadi kota Medan ke 421 dapat meningkatkan jumlah pengunjung dua puluh persen dari pada hari biasanya.

“Hal ini selain berhubungan dengan libur panjang anak sekolah atau weekend juga berkenaan dengan program Bact to School dari Palladium Mall sendiri. Sehingga hal ini memberikan keuntungan tersendiri bagi orang tua ketika berbelanja peralatan sekolah,” ujar Marcomm Manager Palladium Mall, Lenny Yun kepada wartawan di Medan, Jumat (1/7).

Keuntungan tersebut, lanjutnya, adalah dapat membeli produk-produk murah atau mendapatkan diskon sebesar 10 sampai 70 persen di semua counter dengan bertanda logo Medan Great Sale.
“Kita melihat jika pada hari libur weekend mencapai 16 ribu per hari kita berharap naik dua puluh persen dari angka tersebut. Untuk itu kita meminta kepada para tenant untuk memberikan diskon di setiap produk-produk yang dijualnya,” ujarnya.

Seperti halnya Matahari, lanjutnya, bersedia memberikan potongan harga selain memberikan diskon sebesar 50 persen juga ditambah 20 persen jika pelanggan tersebut memiliki prestasi atau sesuai dengan syarat yang berlaku.  Hal ini dimulai dari 1 sampai  3 Juli.

Begitupun, lanjutnya, program Back to School masih akan berlangsung sampai dengan 8 Juli khusus untuk produk-produk alat-alat sekolah. Selain pemberian diskon hingga 70 persen, lanjutnya, pihak Palladium Mall juga menggelar berbagai kegiatan lainnya yang memacu kreatifitas pelajar dengan event atraktif. Seperti Magician on the street dengan menampilkan hypnotist on the spot.

“Tidak kalah menarik Cosplay Competition, IT Seminar, Speec Contest, T-Shirt Design Contest, serta hiburan akustik live performance,” ujarnya.

Khusus tanggal 3 Juli, lanjutnya bagi anak-anak SD sampai SMA yang berprestasi rangking I sampai III akan mendapat free souvenir. “Kita berharap hal ini akan memikat pengunjung selain untuk menyaksikan hiburan juga melakukan perbelanjaan,” ujarnya. Lenny Yun juga melanjutkan pihaknya juga memberikan souvenir bagi mereka yang melakukan perbelanjaan sampai dengan Rp421 ribu. (*/sih)

Dibuka Besok, ACM Open I 2011

MEDAN – Sebanyak 20 lebih klub bulutangkis di Medan memastikan ikut dalam Kejuaraan Bulutangkis Beregu Putra Antarklub “ACM Open I” tahun 2011 yang direncanakan dibuka Ketua Umum KONI Medan Drs H Zulhifzi Lubis (Opung)  di GOR/Gedung Serbaguna Perumahan Address Cempaka Madani (ACM) Jalan Cempaka/Jalan Gaperta Ujung Medan Helvetia, Minggu (3/7) mulai pukul 10.00 WIB.

Pimpinan PT Amanah Property Drs H Ismed Ismail SH selaku penyelenggara di Medan kemarin mengatakan, kejuaraan bulutangkis beregu putra terbuka untuk umum bagi pemain klub-klub non PBSI yang baru pertama kali dilaksanakan sebagai upaya memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat, terutama dalam cabang bulutangkis.

Sebanyak 20 lebih klub yang menyatakan keikutsertaanya dalam kejuaraan ini, jelasnya, diantaranya Persatuan Bulutangkis (PB) Gelora, Deli Raya, Angkatan Laut, Juwita, Merak Jingga , Ria, Tunas Samudera, Gaperta, Sempurna, Bank Syariah Mandiri,  Bank Bumi Putera, BNI Syariah dan PB Amanah Property sebagai tim tuan rumah.

“Sejak diresmikan pada 23 Januari 2011, lanjut Ismed, GOR/Gedung Serbaguna di Perumahan ACM ini banyak dipakai masyarakat. Tidak saja sebagai sarana bermain bulutangkis dengan 3 lapangan, juga dapat dimanfaatkan sebagai tempat resepsi pernikahan maupun wisuda yang mampu menampung ratusan orang. Begitu juga Club House yang berada di sampingnya, bisa dijadikan sarana fitness dan sebagainya,” jelas H Ismed Ismail.

“GOR/Gedung Serbaguna ini sebagai salah satu fasilitas di Perumahan ACM setelah masjid,” tambah pengusaha muda juga mengelola Perumahan Graha Indah Kelapa Gading di Jalan Kelambir V.

Dia berharap kejuaraan bulutangkis beregu putra ini dapat berkelanjutan di masa mendatang, karena tidak membatasi usia pesertanya. Dalam kejuaraan ini pihaknya menyediakan hadiah berupa uang tunai, trofi dan souvenir. Untuk juara 1-4 masing-masing Rp4 juta, Rp2 juta, Rp1 juta dan Rp500 ribu masing-masing juara mendapat trofi dan souvenir. Sedangkan peserta dibatasi hanya 30 regu.

Dikemukakan dia, pertandingan berlangsung setiap malam dimulai pukul 19.00 WIB menggunakan sistem dan peraturan pertandingan untuk beregu putra menggunakan skor game 30 tanpa dus (perpanjangan waktu permainan).

Karena itu, jumlah peserta melebihi 10 regu, ujarnya, maka para peserta dibagi dalam 4 pool pada babak pertama dengan sistem setengah kompetisi. Sedangkan babak kedua menggunakan sistem gugur untuk mendapatkan juara dan runner up yang berhak ke babak ketiga. ‘’Untuk ganda putra perorangan, pertandingan menggunakan skor “rally point” 3 x 2 poin berdasarkan peraturan PBSI/BWF. (*/sih)

Siswa SMA Harapan I Medan Pemenang Honda Best Student 2011

MEDAN- Siswi SMA Harapan I, Medan, Azizia Harmes akhirnya terpilih sebagai juara satu dalam lomba karya tulis-Honda Best Student 2011 tingkat SMA/SMK/MAN sederajat se-Sumut.

“ Saya tidak menyangka dapat meraih juara dalam kompetisi ini, karena semua pesertanya bagus-bagus dan pintar. Saya berterima kasih kepada Honda yang telah memberikan kesempatan berharga kepada kami pelajar Sumut, sehingga kami dapat mengembangkan bakat menulis dan mengukir prestasi, terima kasih Honda,” kata  Azizia usai menerima penghargaan.

Azizia  mengalahkan 120 orang peserta dalam ajang bergengsi kompetisi karya tulis-Honda Best Student 2011 yang digelar 25 Juni 2011 di  kantor CV Indako Trading Co Jalan  Makmur No. 30 Medan.

Honda Best Student sendiri merupakan program Corporate Social Responsibility (CSR) yang rutin digelar setiap tahunnya oleh PT Astra Honda Motor (AHM) bekerjasama dengan berbagai cabang Main Dealer Honda di Tanah Air.

Tepat di tahun ke-VIII, CV Indako Trading Co selaku main dealer Honda di Sumut kembali menggelar kompeitisi sebagai bentuk perhatian kepada pelajar berprestasi, terkhusu yang memiliki bakat menulis.   General Manager CV Indako Trading Co, Arifin Posmadi SH MBA mengungkapkan program ini diharpkan bisa mendukung pemerintah  dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Sumut, sehingga kedepannya dapat melahirkan anak-anak bangsa yang cerdas dan berbakat serta memiliki jiwa saing.
Selain Azizia Harmes yang menjadi  juara pertama, Heru Cakra Asari dari SMA Negeri 1 Kisaran terpilih menjadi juara kedua.

“Harapan kami karya tulis tentang Issue Lingkungan Hidup dapat bermanfaat bagi banyak orang dalam memberikan kesadaran melestarikan lingkungan nya, terkhusus kaula muda,” ujar  Honda Customer Care Centre (HC3) Manager CV  Indako Trading Co, Yudi A Yani. (mag-9)

Bangun Kembali Masjid Al Ikhlas

Permintaan Anggota DPR RI dan Jamaah

Pasca dirobohkannya Masjid Al Ikhlas di Jalan Timor beberapa waktu lalu, sejumlah anggota DP RI menunjukkan perhatian dan kepeduliannya. Seperti melakukan kunjungan ke masjid itu, setelah bertemu para jamaah, DPR dan jamaah masjid  mendesak agar Masjid Al Ikhlas dibangun kembali.

Keinginan para jamaah masjid itu disampaikan kepada Komisi I DPR RI yang beramai-ramai mengunjungi lokasi perobohan masjid. Jumat (1/7)  Anggota DPR RI lainnya, Meutya V Hafild juga mengecam perobohan masjid itu.

Sebelumnya, Kamis (30/6) Komisi I DPR dipimpin langsung Yahya Sacawiria dari Fraksi Demokrat juga meninjau lokasi Masjid Al Ikhlas bersama rombangan, Syafan Padli dari PKS, Maiyasyak Johan dari PPP, Neil Iskandar dari  Golkar,  Tritamtomo dari PDIP. Ketua tim Komisi I DPR, Yahya Sacawiria mengatakan kehadirannya ke Kota Medan untuk mendengarkan keterangan perobohan masjid dari sejumlah pihak seperti dari Forum Umat Islam (FUI) Sumut. Dari hasil keterangan akan ditindak lanjuti dengan mengumpulkan sejumlah data-data terkait Masjid Al Ikhlas.

Meutya dalam kunjungannya mengatakan TNI Kodam I BB harusnya bertanggung jawab melindungi masyarakat, bukan main hakim sendiri dengan cara merobohkan Masjid Al Ikhlas di Jalan Timor, Medan.

“Saya mendengarkan beberapa pihak dari kalangan jamaah Masjid Al Ikhlas. Saya minta proses hukum Masjid Al-Ikhlas ditegakkan seadil-adilnya, saya pantau proses hukum nya,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Harian FUI Sumut, Ustadz Indra Suheri mengungkap bersama 29 ormas Islam serta MUI Sumut, pihaknya sudah melakukan rapat dengan Komisi I DPR RI di Kantor Gubsu, sehingga hasil pertemuan melihat ada titik terang dari perjuangan kita untuk mendirikan Masjid Al-Ikhlas seperti semula.

Dia juga menambahkan, umat menyambut baik kehadiran para anggota DPR RI yang sudah menunjukkan kepeduliannya terhadap Masjid Al Ikhlas. Selanjunya, anggota Komisi I DPR RI juga menungkapkan akan melakukan pendekatan kepada Pemko Medan untuk tak mengeluarkan SIM B terhadap bangunan yang akan di bangun di lahan perobohan Masjid Al Ikhlas sebelum ada penyelesai proses hukum.

Hal lainnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI)  menurunkan tim investigasi perobohan masjid Al Ikhlas Jalan Timor dan Masjid Raudatul Islam di Jalan Yos Sudarso/Jalan Adam Malik, Gang Peringatan serta ancaman perobohan Masjid Nurul Hidayah di Jalan Pancing.

Ketua Tim Investigasi MUI, M  Luthfie Hakim mengatakan perobohan masjid di Kota Medan bukan menyangkut masalah kepemilikan. Melainkan menjadi persoalan kepatutan sebuah masjid yang ramai jamaahnya tapi dirobohkan begitu saja hanya untuk kepentingan bisnis  “Ini  masalah kepatutan,” kata pria yang juga Dekan Fakultas Hukum, Universitas Jayabaya, Jakarta kepada wartawan usai salat Jumat di Jalan Timor.

Luthfie menambahkan, khusus untuk Masjid Al Ikhlas sudah berdiri sekitar 43 tahun lalu yang pembangunannya diambil dari dana wakaf umat Islam yang dihimpun dari infak masjid.

Orang-orang bersenjata sekalipun tidak punya hak untuk merobohkan bangunan permanen yang disebut sebagai rumah Allah SWT tersebut.

Walaupun masjid Al Ikhlas yang sudah rata dengan tanah tak menurunkan niat para jamaah melaksanakan salat Jumat berjamaah di lokasi itu. Seperti, Jumat kemarin pada salat Jumat dipimpin Al Ustadz Ashanul Fuad  dari Persedium Kahmi Sumut sebagai Khotib dan Imam saat Jumat.

Dalam khutbahnya, Ustadz Ashanul Fuad  mengajak jamaah selalu memakmurkan masjid serta jangan ada masjid di Kota Medan yang tergusur karena perluasana lahan bisnis atau kepentingan pemodal. (mag-7)

6 Lurah Jadi Tersangka

Kasus Restribusi Sampah

MEDAN- Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan menetapkan enam lurah sebagai tersangka dugaan korupsi pembayaran restribusi sampah Kota Medan, mulai 2004 hingga 2010 senilai Rp1,1 miliar. Lurah yang menjadi tersangka adalah Kelurahan Siderejo, Sei Rengas, Madras, Helvetia Tengah, Sei Putih Tengah dan Polonia.

“Dari hasil pemeriksaan tim, enam oknum lurah tersebut melakukan penunggakan pembayaran restribusi sampah mulai 2004 hingga semester I 2010 lalu,” kata Kasi Pidsus Kejari Medan, Dharmabella Timbasz SH kepada Posmetro Medan (grup Sumut Pos) di ruang kerjanya, kemarin (1/7).

Dharmabella menuturkan, enam oknum lurah yang ditetapkan menjadi tersangka hingga saat ini masih aktif dalam menjalankan tugasnya. Adapun modus
yang dipakai adalah tidak menyetorkan hasil kutipan dana yang dihimpun dari
masyarakat ke kas Pemko Medan. Selain itu, keenam oknum lurah tersebut telah
melakukan penunggakan rata-rata tidak menyetorkan retribusi berkisar di atas  Rp50 juta hingga Rp100 juta ke atas.

“Selain alat bukti penunggakan terhadap pembayaran, penyidik juga telah mengumpulkan bukti-bukti lain-lain terkait dengan penyidikan kasus dugaan korupsi pembayaran restribusi sampah,” ujar Dharmabella.

Lebih lanjut, Dharmabella menjelaskan dalam kasus ini pihaknya telah meminta kepada Badan Pemeriksa Keuangan Propinsi (BPKP) untuk melihat kerugian Negara “Hasil perhitungan BPKP kerugian Negara sebesar Rp1,1 miliar,” ungkapnya.

Ke enam lurah tersebut, kata Dharmabella, dijerat dengan undang-undang korupsi.
“Mereka dijerat dengan Pasal 2 dan 3 UU RI Nomor 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi,” ucapnya.(sal/smg)

Personel Reskrim Butuh Senpi

Kapolresta Medan Kombes Pol Tagam Sinaga menarik seluruh senjata api (senpi) yang dimiliki personel Reserse Kriminal (Reskrim) di setiap polsek se-jajaran Polresta Medan. Kebijakan tersebut membuat sejumlah personel Reskrim mengeluh dan merasa tidak percaya diri (Pede) dalam menjalankan tugasnya. Seperti apa tanggapan Ketua Komisi A DPRD Kota Medann
Ilhamsyah terkait penarikan senjata personel Reskrim ini? Berikut petikan wawancara wartawan Sumut Pos Adlan Nasution dengan Ilhamsyah, kemarin.

Senpi personel Reskrim sejajaran Polresta Medan ditarik, bagaimana menurut Anda?
Saya khawatir, akibat ditariknya senpi ini akan berdampak buruk pada kinerja personel Reskrim. Pasalnya, tanpa senpi petugas akan kalang kabut dalam menangkap penjahat. Atau malah, bisa-bisa penjahat itu dibiarkan saja berlalu. Kita kan tahu tingkah penjahat sekarang suka aneh-aneh. Jangan sampai, hal ini menjadi momentum bagi penjahat melaksanakan aksinya. Kita khawatir, para penjahat akan semakin ganas.

Menurut Kapolresta, penarikan senpi ini untuk pemeriksaan rutin dan demi menjaga hal-hal yang tidak diinginkan. Bagaimana menurut Anda?
Seharusnya, petugas Polri itu diberikan pembinaan agar mereka tidak berbuat yang menyimpang dari tugasnya. Kapolresta Medan juga jangan bertindak gegabah. Gara-gara seorang personel melakukan kesalahan, seluruhnya personel menanggung akibatnya. Seperti peribahasa, gara-gara nila setitik, rusak susu sebelangga. Kan masih banyak petugas Reskrim yang baik-baik, tidak semuanya jahat.

Menurut Anda, sudah seperti apa kinerja Polri saat ini?
Polisi sudah lebih profesional dalam melaksanakan tugas. Dimana, dengan perkembangan teknologi, polisi bisa mengungkap para pelaku kejahatan dibantu dengan IT yang semkin canggih. Dengan demikian, polisi jangan tidak dipersenjatai, khususnya yang berada di lapangan. Karena mereka lebih duluan mengahadapi segala bentuk aksi kriminalitas yang dapat menggangu Kamtibmas di Kota Medan. Jadi, jangan senjata asal dicabut saja, karena sangat dibutuhkan.

Bagaimana dengan personel polisi yang suka keluar masuk tempat hiburan malam?
Petugas kepolisian masuk ke tempat hiburan diperbolehkan, apalagi melakukan investigasi seperti razia. Jika ternyata ada personel polisi yang dugem di lokasi hiburan malam itu, baru Propam turun untuk mengamankannya dan memberinya tindakan dengan melakukan pembinaan mental.

Bagaimana Dewan memandang adanya personel polisi yang tewas di lokasi hiburan malam?
Kita harap kejadian serupa jangan terulang lagi. Kapolresta Medan harus benar-benar memperhatikan personelnya dalam menjalankan tugas. Pengawasan dalam sitem kerja harus ditingkatkan. Anggota tidak berani macam-macam, apabila ada sanksi yang tegas diberikan.(*)

Dituduh Menganiaya, Sepeda Motor Dilarikan

Malang nasib yang dialami Alfiandi (17), warga Bandar Selamat Dusun IV, Desa Bandar Klippa, Percut Sei Tuan. Dia menjadi korban penggelapan sepeda motor.  Saat melintas di jalan Sentosa Baru Medan, Senin (1/7) Sekitar pukul 11.30 WIB, tiba-tiba ia dipepet oleh 2 orang yang mengendarai  sepeda motor, yang menuduhnya telah menganiaya keluarga mereka. Akibatnya, sepeda motor Yamaha Vega R milik korban raib.

Menurut keterangan yang dihimpun Posmetro Medan (grup Sumut Pos). Awalnya korban berniat pergi ke Hotel Emeral Garden untuk menjemput pamannya. Saat melintas di Jalan Sentosa Baru, korban dipepet pengendara sepeda motor Thunder BK 5907 SZ dan menyuruhnya untuk berhenti. Sialnya, saat berhenti, seorang pelaku yang dibonceng menarik korban sambil mengatakan bahwa Alfiandy telah menganiaya adiknya, dan meminta pertanggung jawaban atas perbuatannya. Namun tuduhan itu dibantah Alfiandy.

Untuk membuktikan bantahan itu, kedua pemuda itu mengajaknya untuk menemui adik pelaku yang mengaku telah dianiaya Alfiandi. “Pelaku terus memaksa, makanya saya turuti dan saya diajak ke Jalan Perjuangan untuk menemui adiknya itu” tutur korban.

Saat berada di Jalan Perjuangan, seorang pelaku meminta korban memberikan sepeda motornya untuk menjemput adiknya. Seorang dari pelaku menjadi jaminan menunggu bersama di tempat itu. Tak lama menunggu berdua, seorang lagi pelaku pergi dengan berdalih hendak menjumpai temannya di suatu tempat.

Setelah menunggu satu jam, pelaku yang membawa sepeda motor korban tak kunjung tiba. Korban yang masih duduk di bangku SMA ini pun melaporkan kejadian ini ke Polresta Medan sekitar pukul 13.00 WIB.(gus/smg)

Warga Bantaran Sungai akan Direlokasi

MEDAN- Tingginya curah hujan yang melanda Kota Medan, dapat menyebabkan sejumlah ruas jalan di beberapa daerah tergenang. Parahnya lagi, warga yang tinggal di bantaran sungai kerap menjadi korban meluapnya air sungai.

Seperti warga di pinggiran Sungai Deli dan Sungai Babura, Kamis (30/6) malam terpaksa mengungsi karena pemukiman mereka terendam air sungai yang meluap. Meski warga di sana sudah terbiasa dengan kejadian itu, namun hal ini tetap meresahkan.

“Karena hujan tadi malam, air sungai  naik hingga satu meter. Tapi kalau naiknya seperti ini, kami sudah biasa,” ujar Sugiono, warga yang tinggal di pinggiran Sungai Babura kawasan Jalan Jamin Ginting Gang Panegara, Kecamatan Medan Baru.

Menurutnya, bila curah hujan terus-menerus mengguyur, mereka khawatir pemukiman mereka akan tenggelam. “Kalau curah hujan di Medan tinggi, takutnya bisa banjir besar,” katanya.
Ternyata, bukan cuma warga di bantaran sungai saja yang mengalami kebanjiran akibat hujan yang mengguyur pada Kamis (30/6) malam lalu, sejumlah ruas jalan di Kota Medan seperti Jalan Thamrin, Jalan Asia, Jalan SM Raja dan Simpang Delitua juga digenangi air.

Lantas, seperti apa upaya Pemko Medan dalam menanggulangi banjir yang kerap melanda kota ini? Wali Kota Medan Rahudman Harahap mengaku tengah melakukan upaya mengantisipasi tingginya curah hujan yang dapat mengakibatkan terjadinya banjir atau genangan air. Karenanya, Rahudman berjanji, Pemko Medan akan mencanangkan Medan bebas banjir.

“Kita antisipasi Kota Medan dari banjir. Awalnya kita melakukan dengan perbaikan drainase agar air dapat cepat mengalir ke sungai,” ujar Rahudman Harahap usai membuka karnaval kendaraan antik di Lapangan Merdeka, Jum’at (1/7) sore.

Selain itu, lanjut Rahudman, perlu terus dilakukan sosialisasi kepada warga yang bermukim di sempadan sungai agar mau direlokasi ke tempat yang akan disediakan Pemko Medan. Padahal, sempadan sungai berfungsi untuk membantu infiltrasi aliran air hujan ke dalam tanah guna mencegah banjir.

“Persoalannya, masyarakat mau atau tidak meninggalkan bantaran yang ditempatinya. Dengan begitu, pemerintah akan melakukan sosialisasi dan berharap masyarakat mau direlokasi,” ucapnya seraya menambahkan, akan mencari tempat relokasi bagi masyarakat yang tinggal di bantaran sungai.

Sebelumnya, Rahudman juga berjanji akan melakukan pengerukan sungai, terutama di Sungai Deli dan Babura. Karena selama ini, sungai tersebut selalu mengancam masyarakat karena selalu banjir. Apalagi, hampir sebagian besar sungai di Kota Medan mulai tercemar oleh sampah dan benda-benda lainnya, yang ditengarai secara sengaja di buang ke sungai.

Sampah-sampah itu terus terakumulasi di badan sungai sehingga menyebabkan terjadinya sendimentasi yang berujung terjadinya pendangkalan. Kondisi inilah sebagai salah satu pemicu terjadinya banjir. “Kita harus bertindak cepat untuk mengeruk, terutama Sungai Deli dan Babura. Sebab, kedua sungai itulah yang selama ini selalu mengancam terjadinya banjir,” cetusnya.(adl)

Gelar Seleksi PSMS Junior

MEDAN-Untuk mendapatkan tim yang solid dalam upaya mempertahankan gelar pada Piala Suraton zona Sumut, pengurus PSMS Medan berencana menggelar seleksi pemain.
Rencananya, ajang pencarian pemain berbakat ini akan berlangsung di Stadion Kebun Bunga Medan, Senin (4/7).

Menurut pengurus PSMS yang pernah menjadi pelatih tim berjuluk Ayam Kinantan itu Suryanto Herman mengatakan bahwa gelaran seleksi ini akan berlangsung ketat.
Menurut pria yang dalam kesehariannya bertugas sebagai perwira polisi ini, ajang penjaringan pemain nanti sepenuhnya tangguh jawab tim talent scouting yang terdiri dari beberapa orang pelatih.

“Mereka yang akan menentukan lolos tidaknya seorang pemain. Pada seleksi ini tidak ada intervensi dari pihak mana pun. Kita ingin mendapatkan tim yang bagus, makanya kita pun berusaha mendapatkan pemain yang bagus pula,” bilang Suryanto Herman.
Bagi pemain yang ingin mendaftar agar bisa mengikuti seleksi ini diharapkan membawa ijazah trakhir serta identias diri lainnya. Pemain yang dibutuhkan adalah kelahiran tahun 1995 dan 1994 ke bawah.

“Seleksi akan dimulai pukul 14.00 WIB di Kebun Bunga. Yang mau ikut silahkan bawa ijazah terakhir sebagai bukti,” terang Suryanto Herman.

Menurutnya seleksi akan digeber serius dengan materi pemain lokal berprestasi. “Harus putra daerah asli, karena mereka lah yang akan menjadi cikal bakal pemain PSMS di masa mendatang,” pungkasnya. (ful)

Pra PON Sumut Jajal Saktiawan Dkk

MEDAN-Tim sepak bola Sumut yang baru saja lolos ke putaran kedua babak Pra PON XVIII terus digenjot oleh Rudi Saari Cs. Tim yang bermaterikan 24 pemain yang dijaring dari hasil Porwilsu 2010 lalu itu berlatih setiap pagi dan sore di Lapangan Sepak Bola Unimed Medan.

Menurut Rudi Saari, berdasarkan evaluasi yang dilakukan pihaknya usai melakoni babak Pra PON yang berlangsung di Aceh 22-26 Juni lalu, tim sepak bola Sumut lemah dalam hal finishing touch.

“Saat menghadapi Sumbar, anak-anak terlihat tidak tenang ketika berada di kotak penalti lawan. Problem ini harus dituntaskan sebelum berlaga pada babak Pra PON putaran kedua nanti,” bilang Rudi Saari.

Meski Rudi mengaku lini depannya kurang tajam, namun berdasarkan data yang ada, Herdiyantono dkk justru merupakan tim yang paling subur sepanjang gelaran Pra PON yang berlangsung di Aceh.

Di ajang itu, Sumbar yang tampil sebagai pemuncak klasemen hanya mampu membobol gawang lawan sebanyak tujuh kali dan kebobolan tiga kali.
Berbeda dengan Sumut, meski menempati posisi runner up, namun Herdiyantono dkk membobol gawang lawan sebanyak 12 kali dan kebobolan 6 kali.

Secara keseluruhan, tim sepak bola Sumut telah melakoni 25 pertandingan, baik yang bersifat turnamen maupun friendly match. Dari 25 pertandingan itu Sumut menang 19 kali, bermain imbang 4 kali dan 2 kali kalah, dengan catatan gol  66 memasukkan dan 19 kali kebobolan.

Dua kekalahan yang dialami kesebelasan Sumut terjadi  saat menghadapi Bank Sumut pada turnamen sepak bola Bank Sumut yang berlangsung 10 November 2010. Saat itu tuan rumah menang dengan skor 1-0. Sementara satu kekalahan lainnya dialami atas Sumbar pada babak Pra PON yang berlangsung di Aceh.

Nah, guna mematangkan mental bertanding anak asuhnya, Rudi Saari merencanakan pertandingan ujicoba menghadapi tim Liga All Star  yang dibesut Edi Junaidi.

Menurut Edi Junaidi, pemain Liga All Star merupakan pemain asal Medan yang bermain di ajang Indonesia Super League dan kompetisi Divisi Utama.

“Anak-anak yang mayoritas bermain di Pulau Jawa dan daerah lainnya, telah sepakat ingin memberi bukti bahwa mereka masih mencintai Kota Medan dan Sumut pada umumnya. Apalagi, beberapa orang diantaranya pernah memperkuat Sumut pada PON XVI tahun  2004 lalu,” terang Edi.

“Karenanya, saat sebelum menghadapi anak-anak Pra PON nanti, mereka berencana memberi sumbangan kepada tim Pra PON, sehingga semua kendala yang dihadapi tim Pra PON menjadi lebih ringan sebelum berlaga pada putaran kedua,” harap Edi.

Adapun pemain yang tergabung dalam tim Liga All Star antara lain Alamsyah (PSPS), Saktiawan Sinaga, Amrizal (Semen Padang), Markus Horison, Legimin Raharjo, Fadli Hariri, Usman Pribadi, Jecky Pasarella (PSM) dll.

“Kami berharap pertandingan ini bisa mengobati kerinduan penggemar PSMS yang sudah sangat lama tidak menyaksikan penampilan pemain bintang asal Medan,” pungkas Edi. (jun)