25 C
Medan
Saturday, April 18, 2026
Home Blog Page 14957

Gagalkan Ekstasi dari Belanda

JAKARTA- Badan Narkotika Nasional (BNN) menangkap 6 tersangka jaringan pengedar ekstasi skala internasional di perumahan elit di Jalan Mutiara Golf No 22, Sentul City, Cluster Bukit Golf Hijau, Kabupaten Bogor. Petugas mengamankan 250 ribu pil ekstasi impor dari Belanda.

Direktur Pemberantasan Narkotika Alami BNN, Brigjen Pol Benny Joshua Mamoto, mengatakan pengungkapan yang dilakukan pihaknya merupakan buah dari pengintaian petugas terhadap maraknya peredaran ekstasi kualitas wahid. Survei dilakukan selama 3 bulan sebelum petugas melakukan penangkapan, Sabtu (16/7).

“Enam orang tersangka diamankan,” kata Benny kepada wartawan di Sentul City, Minggu (17/7). Penangkapan bermula ketika petugas melakukan penangkapan terhadap 3 orang tersangka U, M, dan S. Mereka adalah sopir dan kernet yang berperan mengambil ‘paket’ di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Barang haram itu disembunyikan di dalam dua mesin mixer guna mengelabui pemeriksaan petugas.

“Paket ekstasi masuk dari Batam dan kemudian masuk ke Tanjung Priok dengan menggunakan jasa ekspedisi. Ekstasi dikirim dari Belanda,” jelas polisi yang pernah tergabung di interpol ini.

Petugas lantas membuntuti pengiriman ekstasi itu sampai ke Sentul City. Di rumah 3 lantai itu, petugas sempat melepaskan tembakan peringatan karena salah satu tersangka, B, hendak lari dari sergapan petugas. “Kediaman yang ditempati B hanya menjadi tempat transit saja,” kata Benny.

Dari B petugas terus mengembangkan jejaring distribusi ekstasi. Petugas berhasil menangkap W di Jakarta dan C di kawasan Sentul. “Keduanya berperan sebagai subdistributor,” jelasnya.

Kepada wartawan, B mengaku ekstasi yang diterimanya itu selanjutnya memindahtangankan ke pihak lainnya. “Dijualnya bagaimana saya tidak tahu, nanti ada yang terima lagi,” papar B.

Selain mengungkap 250 ribu ekstasi, petugas juga mendapati bong sabu di balik lemari di lantai 2. “Tersangka diketahui belum lama mengkonsumsi sabu,” tutur Benny.(net/jpnn)

Satu Bulan Diet

Agung Laksono

Menko Kesra Agung Laksono menjalani program diet. Agung tidak mengkonsumsi nasi dan bahkan sudah lupa rasanya daging. Bobot Agung kini lebih ramping.

Agung rela membagi-bagi tips diet saat sejumlah wartawan melihat ada perubahan pada tubuh politisi Partai Golkar yang kelihatan lebih kurusan. “Sudah sebulan ini saya diet,” kata Agung di kantor Kemenko Kesra, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Dia melakukan olahraga treadmill minimal 45 menit setelah menunaikan salat subuh, lalu sarapan dengan menu makan 2 buah tomat yang dipotong-potong. Menu siang hari, Agung menyantap ikan yang beratnya antara 100 hingga 150 sampai 200 gram.  “Ikannya dikukus, kakap atau kerapu dan tahu rebus. Kadang makan juga dada ayam tetapi tanpa kulit,” ujarnya. Selama diet tubuh Agung turun 6 kg dari sebelumnya 93 Kg. (net/jpnn)

Wanita Hamil Tewas Digorok

LABUHAN- Sesosok wanita diduga sedang hamil ditemukan tewas bersimbah darah dengan leher digorok di sebuah perladangan sawit Pasar VIII, Desa Manunggal, Kecamatan Labuhan Deli, Minggu (17/7) sekitar Pukul 18.30 WIB.
Mayat tersebut ditemukan pertama kali oleh remaja pengembala kambing saat mau pulang ke rumahnya melintasi perladangan sawit tersebut.

Dipertengahan jalan, dia melihat sesosok mayat wanita tanpa identitas dengan ciri-ciri berbadan bulat, kulit sawo matang, berambut pendek, tinggi sekitar 155 cm memakai anting berwarna hitam. Wanita tersebut diperkirakan berumur 35 tahun dengan menggunakan pakaian berwarna putih garis-garis dan memakai celana jens berwarna biru.

Penemuan mayat wanita hamil itu, selanjutnya, dilaporkan kepada salah seorang karyawan PTPN II. Kemudian informasi tersebut langsung diberitahukan kepada Polsek Medan Labuhan.

Setelah menerima laporan tersebut, pihak Polsek Medan Labuhan langsung turun ke lokasi untuk melakukan identifikasi terhadap mayat tersebut.

Kemudian, mayat tanpa identitas itu dilarikan ke Rumah Sakit Pirngadi Medan. Sedangkan, lokasi penemuan mayat dipasang garis polisi oleh petugas. Tak ada barang yang ditemukan sebagai bukti pembunuhan terhadap korban.
Kanit Reskrim Polsek Medan Labuhan AKP Oktavianus yang datang kelokasi mengatakan, pihaknya masih melakukan olah TKP dan masih sulit melakukan identifikasi terhadap mayat tersebut, karena tidak ditemukannya idenditas korban. (mag-11/ril/smg)

Warga Ancam Duduki Kantor Gubsu

Konflik Lahan Eks HGPU PTPN 2 Sei Semayang

BINJAI- Konflik lahan eks Hak Guna Usaha (HGU) PTPN 2 Sei Semayang di Kota Binjai, terus berlanjut. Warga yang berada di sekitar lahan eks HGU PTPN 2 Sei Semayang, menggelar pertemuan di Pasar VI, Kuala Mencirim, Langkat, Minggu (17/7).

Pertemuan yang dihadiri anggota Komisi A DPRD Sumut Syamsul Hilal itu, berencana menduduki kantor Gubsu, untuk memperjuangkan hak mereka atas lahan eks HGU tersebut.
Dalam pertemuan itu, Syamsul Hilal menyampaikan, agar masyarakat lebih bersemangat untuk mengambil kembali lahan eks HGU PTPN 2.

“Kita sama-sama tahu, kalau lahan eks HGU PTPN 2 itu dahulunya milik kita yang dirampas PTPN 9. Maka dari itu, saat ini mari kita sama-sama mengambil hak kita kembali,” ujar Syamsul. Syamsul juga mengajak masyarakat, untuk menduduki Polres Binjai jika ada petani atau masyarakat yang ditangkap hanya gara-gara menanam di lahan eks HGU PTPN 2 tersebut.

“Ayo sama-sama kita duduki Polres Binjai jika ada teman kita yang ditangkap. Karena, Polisi bukan lagi anak masyarakat yang seharusnya membela masyarakat,” tegas Syamsul.

Selain itu, Syamsul yang sejak beberapa bulan terakhir ini mengelilingi Sumatera Utara (Sumut), juga berencana akan menduduki Kantor Gubsu, Senin (18/7), guna meminta agar konflik ini segera diakhiri.
“Iya, besok (hari ini, Red), tidak tertutup kemungkinan saya dan ribuan masyarakat, akan menduduki Kantor Gubsu. Hal itu kami lakukan, untuk meminta ketegasan Pemprovsu terkait peroalan lahan eks HGU PTPN 2 ini,” ungkap Syamsul.

Jenal Tarigan (58) warga Pasar III, Desa Purwo Binangun Namutrasi, Langkat, mengatakan, dia siap berjuang demi mengambil haknya kembali. “Saya paham dengan masalah ini. Memang, banyak saya lihat kejanggalan yang dilakukan PTPN 2,” ucapnya.

Sebelumnya, petugas Polresta Binjai, Sabtu (16/7) melakukan penangkapan terhadap sejumlah masyarakat petani di Kelurahan Bhakti Karya, Kecamatan Binjai Selatan. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan, petugas melepas kembali warga tersebut.

Kapolresta Binjai AKBP Rina Sari Ginting, saat dikonfirmasi via selulernya terkait penangkapan warga petani menjelaskan, penangkapan itu dilakukan berdasarkan laporan PTPN 2 ke Polres Binjai. “Kita sudah terima laporan dari PTPN 2 dan sudah memeriksa saksi ahli dari BPN tingkat I,” ujar Rina.Rina menambahkan, menurut saski ahli dari BPN tingkat I, bahwa lahan yang ditanami warga Bhakti Karya, HGU-nya masih diperpanjang. Namun, Rina belum dapat memberikan keterangan terkait surat apa dan nomor berapa yang menerangkan HGU yang diperpanjang tersebut. “Besok saja datanya, supaya tidak ada yang keliru. Yang jelas, kami sudah ambil keterangan dari BPN tentang perpanjang HGU tersebut,” tandasnya.(dan)

Pertamina Sosialisasi Penggunaan LPG

TEBING TINGGI- Untuk memberikan pengertian kepada masyarakat tentang tata cara yang benar dan aman menggunakan kompor gas dan tabung gas 3 kg serta alat lain yang termasuk paket perdana konversi minyak tanah ke LPG, tahun 2011 ini, PT Pertamina kembali mengadakan sosialisasi dan edukasi program Konversi minyak tanah ke LPG di hampir seluruh wilayah Indonesia.

Tujuan kegiatan ini, untuk meningkatkan keyakinan masyarakat penerima paket konversi menggunakan LPG sebagai bahan bakar pilihan dan tidak lagi menggunakan minyak tanah. Dalam kegiatan ini, PT Pertamina memberikan sosialisasi kepada masyarakat pengguna LPG sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat penggunanya.

Program konversi ini telah dimulai sejak tahun 2007 di 25 kabupaten kota di 8 propinsi. Dilanjutkan tahun 2008 mencakup 81 kabupaten kota di 8 propinsi, tahun 2009 166 kabupaten kota di 15 propinsi, tahun 2010 189 kabupaten kota di 16 propinsi dan target di tahun 2011 ini 25 propinsi.

Untuk wilayah Sumatera Utara, setelah digelar dibeberapa kabupaten/kota, program sosialisasi dan edukasi konversi ini digelar di Tebing Tinggi, tepatnya di Kecamatan Bajenis (11/7). Sasaran program ini adalah ibu rumah tangga, kepala rumah tangga, anggota PKK, Karang Taruna, pemimpin/tokoh agama dan masyarakat, NGO, LSM, yayasan/organisasi sosial dan usaha mikro keliling dan menetap. (*/sih)

Ibu 3 Anak Gantung Diri

LUBUK PAKAM- Sulastri (29) warga Dusun Buluh Nipas, Desa Tanjung Sena, Kecamatan Birubiru, ditemukan gantung diri dengan di pohon mangga didepan rumahnya, Minggu (17/7) sekitar 09.00 WIB.

Ibu tiga anak itu, sempat dinyatakan menghilang dari kediamanya, Sabtu (16/7) sekitar 20.00 WIB. Bahkan, dengan dibantu warga sekitar, suami korban sempat melakukan pencarian ke sejumlah tempat.

Pencarian malam itu tidak membuahkan hasil. Keesokan harinya, korban ditemukan sudah tidak bernyawa tergantung dengan seutas tali di pohon mangga sekitar 30 meter dari kediamannya. Mengetahui kondisi korban telah tergantung, warga yang mendengar peristiwa itu sontak berkerumunan dilokasi kejadian. Beberapa saat kemudian, petugas dari Polsek Birubiru datang kelokasi dan melakukan oleh tempat kejadian.
Disebutkan, tidak ditemukan tanda- tanda kekerasan pada tubuh korban. Sehingga pihak keluarga membuat pernyatan kalau korban tewas gantung diri. Selanjutnya dikuburkan ditempat pemakaman umum (TPU) setempat. (btr)

Pegawai PT Pusri Tewas Nabrak Bus

LABUHAN- Seorang pegawai PT Pusri Pelabuhan Belawan, Andreas Pasaribu (46) warga Komplek KPUM, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan, tewas di Rumah Sakit Martha Friska Medan, akibat luka serius dalam kecelakaan lalu lintas di Jalan Titi Pahlawan, Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan, Sabtu (16/7).

Saat itu, korban baru saja pulang kerja dan ingin pulang ke rumah. Namun, dipertengahan jalan, tepatnya di Jalan Titi Pahlawan, Korban yang mengendarai mobil Zebra Espass BK 1602 LE menyeruduk bus BK 7667 DH yang sedang terparkir di pinggir jalan.

Kemudian, warga sekitar yang mengetahui kejadian langsung melarikannya ke Rumah Sakit Martha Friska Medan untuk mendapatkan perawatan. Setelah menjalani perawatan di rumah sakit, Minggu (17/7) korban menghembuskan nafas terakhir akibat luka pada bagian wajah dan badannya.(mag-11)

Pemekaran pun Dihentikan

APKASI Minta Perekrutan CPNS Ditunda

Soal penundaan perekrutan CPNS memang masih terus menjadi perbincangan. Dimulai hasil temuan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) terkait 124 daerah terancam bangkrut karena APBD terbebani belanja pegawai, kini moratoriun CPNS pun mengemuka.

Nah, Ketua Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Isran Noor berharap agar
Mendagri benar-benar melakukan evaluasi soal perekrutan CPNS. Sebab, dia sepakat jika ada indikasi bangkrut di beberapa daerah. Agar negara tidak terus merugi, dia berharap agar pemekaran bisa di stop terlebih dahulu.
“Pemekaran harus dihentikan. Banyak daerah pemekaran yang belum sukses,” katanya. Termasuk dengan anggaran daerah yang dia nilai kebablasan karena tersedot banyak untuk belanja pegawai. Isran mengakui, jika masih banyak daerah yang 60 persen anggarannya untuk memenuhi sektor gaji.

Pria yang juga menjabat sebagai Bupati Kutai Timur itu khawatir jika pola tersebut tidak diubah, maka kepentingan rakyat akan dipertaruhkan. Bagaiamana caranya? Dia juga meminta agar pusat tidak lagi dengan mudah meminta ada perekrutan PNS. Menurutnya, alasan penyegaran karena pegawai jenuh bekerja kurang tepat.

Akibatnya, sistem tersebut “memaksa” daerah untuk bangkrut dengan sendirinya, Sebab, sistem tersebut justru membuat pengeluaran daerah menjadi semakin membengkak. “Kami berharap agar APKASI bisa didengar. Karena pelaksana di daerah adalah kami,” jelasnya.Permintaan tersebut terkait dengan pernyataan Fitra tentang 124 daerah yang terancam bangkrut karena lebih dari 60 persen anggarannya habis tersedot untuk membiayai gaji pagawai dan tunjangan pejabat. Dalam laporannya, beberapa wilayah sudah terindikasi bangkrut.

Begitu juga dengan fenomena defisitnya anggaran Pemkab Tasikmalaya tahun ini karena tidak sanggup menutupi pembangunan infrastruktur dan membayar utang. Data Kemendagri, total pendapatan Kabupaten Tasikmalaya di APBD 2011 adalah Rp1,039 triliun. Namun, uang tersebut habis untuk belanja tidak langsung termasuk gaji pegawai Rp970,388 miliar.

Dari angka tersebut, hanya Rp210,980 miliar yang dipakai untuk membiayai pembangunan. Meski demikian, Mendagri Gamawan Fauzi bergeming. Dia meminta agar masyarakat tidak terlalu dini mengatakan otoda telah gagal. Alasannya, sistem tersebut baru berjalan 10 tahun. “Pilihan kita untuk otda sudah tepat,” imbuhnya.

Namun, dia memastikan jika para kepala daerah untuk tidak menganggap kekurangan-kekurangan pelaksanaan otoda itu. Apalagi, pusat sudah membuat rencana pembangunan lengkap dengan master plan penguatan ekonominya. Dia yakin semuanya bakal membaik kalau setiap daerah mampu menonjolkan potensi-potensi mereka. “Memang ada kekurangan, tetapi tidak bisa dikatakan gagal,” ujarnya.

Sebelumnya, kabar menarik muncul setelah ada 60 instansi yang tidak memasukan data kebutuhan pegawai baru. Deputi Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur Kemen PAN dan RB,  Ramli Naibaho menyambut baik sikap instansi-instansi tersebut. Menurutnya, pihak-pihak yang tidak mengajukan usulan CPNS baru tersebut karena aparatur mereka masih cukup. Kalaupun ada yang pensiun tahun ini jumlahnya tidak besar. Ke-60 instansi tersebut terdiri atas instansi pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota.

“Tidak berpengaruh terhadap pelayanan masyarakat jika tidak ditutup langsung tahun ini,” tegas Ramli.
Pasalnya, lowongnya kursi PNS akibat adanya pegawai yang pensiun tersebut, bisa diisi secara rapelan beberapa tahun kemudian. Selain persoalan tenaga yang masih cukup, Ramli menjelaskan jika banyaknya instansi yang tidak mengusulkan CPNS baru itu disebabkan masih berlangsungnya penataan birokrasi. Langkah tersebut, merupakan permulaan dari penerapan reformasi birokrasi.

Menurutnya, penghentian sementara penerimaan CPNS baru oleh beberapa instansi tersebut diharapkan bisa dimanfaatkan dengan maksimal. Di antaranya, dengan menata kembali postur birokrasi. Ramli mencontohkan, jika terjadi penumpukan tenaga aparatur yang bekerja di bidang teknis dinas tertentu, bisa dialokasikan ke dinas lainnya yang kekurangan tenaga teknis. Jika postur aparat birokrasi benar-benar sudah tertata, tambah Ramli, peluang instansi pusat atau daerah untuk menerapkan reformasi birokrasi semakin besar. (dim/wan/nw/jpnn)

XL Sediakan Dompet Pulsa

Layani Pembelian Layanan Data dan Paket Hemat

Jakarta- PT XL Axiata Tbk (XL)  terus melakukan inovasi untuk meningkatkan dan memberikan layanan yang lebih baik kepada pelanggan, termasuk dalam hal mempermudah pelanggan mendapatkan berbagai layanan XL.
Kali ini inovasi yang diterapkan berupa Dompet Pulsa (Dompul) yang juga bisa dipergunakan untuk melayani pembelian beragam Paket Hemat XL dan layanan data (Internet, BlackBerry, dan RBT).

Direktur Commerce XL, Nicanor V Santiago, mengatakan, melalui inovasi ini, baik pelanggan maupun retailer akan sama-sama mendapatkan manfaat. Pelanggan akan semakin mudah untuk membeli dan mengaktifkan Paket Hemat dan layanan data yang dibutuhkan, sedangkan retailer akan mendapatkan poin berhadiah atas setiap transaksi layanan data yang dilakukan.

Sebelumnya dengan Dompul kios-kios penyalur resmi XL hanya bisa melayani pembelian pulsa. Mereka tidak bisa melayani jika pelanggan menginginkan hendak membeli Paket-paket Hemat XL atau layanan data yang dikehendaki.
Untuk mendapatkan layanan yang dimaksud, pelanggan harus memilih dan mengaktifkannya sendiri melalui saluran *123#. Dengan adanya inovasi ini, selain melalui *123#, pelanggan memiliki pilihan alternatif yang lebih mudah untuk mendapatkan/mengaktifkan layanan data. Sementara itu bagi para penjual/penyalur layanan XL, penerapan inovasi ini juga akan memberikan  kesempatan mendapatkan komisi dari penjualan paket Hemat XL tadi, dan juga bisa sebagai alternatif penjualan kepada pelanggan selain dari pulsa. HIngga Juni 2011, lebih dari 250 ribu outlet resmi XL siap melayani pelanggan.

Untuk ketersediaan layanan/produk, XL menjamin ketersediaanya setiap saat di pasaran, termasuk untuk layanan Paket Hemat dan layanan data yang bisa dibeli langsung di kios-kios penyalur resmi XL.

Melalui jaringan distribusi yang terkelola dengan baik, layanan XL bisa diperoleh dengan mudah hingga ke pelosok-pelosok daerah. Pelanggan juga bisa mendapatkan informasi berbagai layanan XL di outlet-outlet tersebut. (rel)

Meningkatkan Kualitas Perempuan, Keluarga dan Anak Indonesia

Musda ke-2 Salimah Deli Serdang

Sebagai  ormas muslimah yang dinamis dalam meningkatkan kualitas hidup perempuan, keluarga dan anak Indonesia,  Persaudaraan Muslimah (Salimah) terus berkiprah melakukan berbagai upaya positif.

Mengokohkan dan meluaskan struktur di berbagai  daerah,  meningkatkan kualitas pengurus dan anggotanya,  menjalin kerjasama dengan berbagai pihak yang memiliki kepedulian sama serta menghadirkan berbagai program kegiatan yang bermanfaat di tengah masyarakat. Terkait dengan visi dan misinya tersebut Pimpinan Daerah (PD) Saliman Salimah Deli Serdang menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke 2 yang berlangusng selama dua hari 17 – 18 Juli 2011.

Musda dimulai dengan persidangan yang dilaksanakan di gedung TK Putri Sholeha Tembung dipimpin oleh Drg Tina Arriani. Agenda musda antara lain memilih kepengurusan PD Salimah Deli Serdang tahun 2011 – 2014.  Dari empat kandidat ketua yang menyampaikan visi misi yakni Sufla Irina Amd, Zuraidah S.Ag, Fauziah Rosni S. Ag dan Hj Diani Mursyida S. Pd.I,  melalui musyawarah terpilih Sufla Irina A.Md sebagai  Ketua PD Salimah Deli Serdang.

Ketua terpilih Sufla usai pelantikan di Lapangan Reformasi Tembung (18/7)  mengatakan,  kehadiran Salimah  berupaya membawa harapan untuk bisa  menjadi salah satu organisasi yang berkontribusi mencari jalan keluar bagi berbagai problematika yang dihadapi khususnya oleh para perempuan. Tentunya dengan program-program yang mendorong pemberdayaan perempuan, pengokohkan institusi keluarga serta perlindungan bagi anak. ‘’Melalui departemen – departemen yang ada kita akan mendorong kualitas perempuan sesuai dengan potensinya masing – masing,”ujarnya.

Sufla  mencontohkan  melalui pembinaan SISTER   (Sekolah Ibu Salimah Terpadu) yang selama ini sudah dijalankan. ‘’Kita akan terus menggalakkan program ini.  Program ini diharapkan bisa meningkatkan pemahaman keislaman para perempuan untuk meningkatkan kualitas keluarga,”ujarnya. Ditambah lagi program Koperasi Syariah Serba Usaha Salimah khusus perempuan.  (*/sih)