29 C
Medan
Tuesday, January 13, 2026
Home Blog Page 14957

Saatnya Bayar utang

BUENOS AIRES-Linoel Messi telah menjadi pemain terbaik dunia dan memberikan hampir seluruh gelar pada Barcelona. Tapi dia masih punya utang besar pada Argentina karena dia belum memberi trofi bergengsi untuk negaranya.

Demikian diungkapkan legenda sepakbola Argentina, Mario Kempes dalam wawancaranya dengan The Sun. Berhasil tiga kali mengantar Barcelona menjadi juara Liga Champions dan meraih setumpuk gelar lain, Messi sejauh ini cuma memberi dua titel pada negaranya.

Trofi yang dipersembahkan Messi juga bukan gelar primer. Dia cuma memberikan status juara Piala Dunia U-20 pada tahun 2005 dan medali emas Olimpiade 2008.

“Leo punya utang yang harus dibayar pada Argentina. Dalam seragam Barcelona dia telah menunjukkan dia bisa menjadi pemain terbaik di dunia tapi kita belum melihat hal tersebut untuk Argentina,” sahut Mario Kempes.

Messi memiliki kesempatan untuk melunasi utangnya tersebut di sepanjang Juli ini. Dia jadi harapan tim dan publik sepakbola Argentina untuk bisa membawa negaranya berjaya di Copa America, ajang di mana Albiceleste belum pernah jadi juara sejak tahun 1993 silam.

“Kita sudah menjadi saksi mata apa yang bisa dia berikan pada Barcelona dan apa yang sudah dia raih. Sekarang waktunya buat dia untuk membuktikan kalau dirinya bisa sama baiknya, atau bahkan lebih baik, dalam seragam Argentina,” lanjut bintang ‘Tango’ di Piala Dunia 1978 itu.

“Kami butuh dia untuk tampil bagus dan kami juga butuh seluruh tim untuk menunjukkan performanya. Sudah lama sejak kami memenangi sebuah kejuaraan,” bilangnya.
Terpisah, pelatih timnas Argentina Sergio Batista merasa yakin jika Messi akan melakukan yang terbaik bagi Tim Tango mendapat pengakuan dari publik negaranya.

“Dia tidak mendapat respek yang layak didapatkannya di Argentina, tetapi dia siap untuk memenangkan fans seusai Copa America. Dia telah siap menunjukkan daya magisnya di partai persahabatan melawan Albania,” ujar Batista.

“Sesuatu yang tidak dia punyai ialah perasaan yang sama untuk Argentina yang telah dia punya untuk Barcelona, tetapi saya yakin dirinya akan cepat mendapat pengakuan yang didapat,” tambah Batista.

Batista percaya bahwa Messi yang dianggap sebagai titisan Diego Maradona akan mampu mengeluarkan kemampuan terbaik. Dirinya pun mengaku bahagia dengan keberadaan sang Messiah di timnya.dimana hal itu akan menjadi kekuatan bagi tim Tango.

“Kami sangat gembira karena kami memiliki pemain terbaik di dunia pada skuad kami. Dia dapat menentukan keseluruhan laga oleh dirinya sendiri lewat satu momen brilian. Saya yakin ia akan menampilkan performa luar biasa,” pungkasnya dengan yakin. (bbs/jpnn)

Pertahankan Dominasi

Kolombia Vs Kostarika

BUENOS AIRES-Di ajang Copa Amerika tahun ini tuan rumah Argentina dijagokan sebagai tim yang akan memenangi tropi diakhir gelaran.

Kendati begitu pelatih Argentina Sergio Batista justru menunjuk Kolombia sebagai tim favorit. Menurutnya, Kolombia yang akan menjadi lawan mereka di Copa Amerika sebagai ancaman dan dia mengatakan ketajaman lini depan negara tersebut cukup untuk membuatnya khawatir.

“Rival terkuat  kami di babak grup adalah Kolombia. Mereka tahu bagaimana memainkan sepakbola indah dan akan menyulitkan Argentina,” jelasnya.

Batista kemudian menunjuk striker Porto Radamel Falcao dan top skor Racing Club di Clausura Teofilo Guiterrez sebagai pemain yang wajib mendapat pengawalan khusus.
“Seperti biasa, skuad Kolombia selalu dihuni pemain hebat, di antaranya Falcao dan Teofilo,” bilang Batista.

Skuad Kolombia besutan ‘Bolillo’ Gomez sebenarnya mendapat kritikan tajam dari legenda sepakbola Carlos Valderrama yang menyebut tidak adanya pemain kreatif di dalam tim tersebut. Namun hal ini dibantah keras Batista.

Sayangnya, mesksi Batista memuji kehebatan pemain Kolombia, namun faktanya saat menghadapi Kostarika, dinihari nanti Kolombia tampil minus kiper utamanya David Ospina, yang mengalami cedera patah tulang hidung.

Kiper utama Kolombia David Ospina mendapat musibah saat menjalani sesi latihan jelang bergulirnya Copa America 2011 di Argentina. Ia bertabrakan dengan rekan satu timnya Hugo Rodallega.

“Ia mengalami keretakan dan kami akan melihat kondisi cederanya. Kami tak bisa memastikan apakah yang bersangkutan bisa bermain di Copa Amerika atau tidak,” kata dokter tim Kolombia Carlos Ulloa, Rabu (29/6).

Keputusan memainkan Ospina di Argentina akan ditentukan dari hasil pemeriksaan pada kondisi cederanya itu, demikian keterangan lanjutan dari Ulloa.
Jika Ospina tidak dapat diturunkan, maka besar kemungkinan kiper  klub Perancis Nice itu digantikan Nelson Ramos.

Bagaimana kesiapan Kostarika menghadapi laga ini? Datang sebagai tim undangan, Kostarika bisa membuat kejutan di Copa America 2011. Apalagi, keikutsertaan mereka tahun ini merupakan yang ketiga kalinya.

Dalam dua keikutsertaan sebelumnya, Kostarika bisa menembus babak perempatfinal, yaitu pada tahun 2001 dan 2004. Namun dengan komposisi skuad yang diturunkan pada tahun ini, diragukan Kostarika bisa mencatat hasil serupa.

Soalnya Kostarika tidak menurunkan tim yang sama saat tampil di Piala Emas di Amerika Serikat minggu lalu.
Kosta Rika akan memainkan tim muda yang disiapkan untuk Olimpiade 2012.

“Ini bukan target kami. Sasaran kami yang sesungguhnya adalah Olimpiade 2012. Begitupun, jika kami bisa meraih hasil maksimal, kenapa itu tidak kami lakukan,” bilang Ricardo La Volpe, pelatih Kostarika
“Sebuah pengalaman yang sangat berharga bisa menghadapi tim-tim besar seperti Argetina dan Kolombia,” tuntas Ricardo La Volpe, pelatih Kostarika. (bbs/jpnn)

Minibus Tabrak Kakek-kakek

LANGKAT- Minibus jurusan Banda Aceh-Medan, bernomor plat BL 7496 FL menabrak M said Wijaya (58) seorang kakek warga Lingkungan XVI Pulau, Desa Renggas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, Kamis (30/6) malam di Jalan Sudirman, Kelurahan Perdamaian, Kecamatan Stabat, Langkat.

Menurut Sri (40) salah seorang penumpang minibus mengatakan, peristiwa naas itu terjadi karena supir minibus ugal-ugalan. Meski sudah diteriaki penumpang untuk pelan, namun supir tetap memacu busnya dengan kecepatan tinggi. Begitu tiba di Jalan Sudirman, supir bus menabrak sepeda motor Honda Supra X tanpa plat yang dikendarai Said Wijaya. Korban terseret hingga puluhan meter dengan posisi dibawah kolong mobil. Sedangkan supir minibus  melarikan diri.(mag-1)

Karyawan Pabrik Tahu Demo Kantor Bapedalda

BINJAI- Puluhan karyawan pabrik tahu Ayen, di Jalan Sawo, Kelurahan Bandar Senembah, Kecamatan Binjai Barat, secara mendadak ‘menyerang’ Kantor Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Kota Binjai, Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Binjai Barat, Jumat (31/6) sekitar pukul 10.00 WIB.

Aksi dilakukan puluhan karyawan pabrik tahu itu, disebabkan saluran limbah tempat mereka bekerja ditutup Pemerintah Kota (Pemko) Binjai. Akibat penutupan limbah, perusahan tahu tidak beroperasi dan puluhan karyawan dirumahkan.

Aksi yang dipimpin langsung pemilik pabrik tahu Ayen, puluhan karyawan langsung berkoar-koar di depan kantor Bapedalda Binjai. Setelah beberapa jam menyampaikan orasinya, mereka pun diterima Kepala Dinas Bapedalda Binjai Elvi Kristina.

Dalam pertemuan itu, Elvi meminta  Ayen, agar membawa puluhan karyawannya ke pabrik. Pasalnya, penutupan limbah tahu, bukan keinginan Bapedalda melainkan keinginan masyarakat sekitar pabrik.(dan)

Pesta Rondang Bintang Diterjang Puting Beliung

SIMALUNGUN- Hujan deras disertai angin puting beliung melanda Kecamatan Pematang Raya, Simalungun, Jumat (1/7) sekira pukul 13.00 WIB. Akibatnya, sejumlah rumah mengalmi kerusakan di bagian atapnya.

Selain merusak rumah, puting beliung juga memporak porandakan lokasi Pesta Rondang Bintang (PRB) XXVI di Komplek Eks Kantor Bupati Simalungun. Sejumlah perlengkapan pesta, seperti teratak, podium dan stan rubuh diterjang angin. Salah seorang anggota Satpol PP juga menjadi korban reruntuhan plafon teratak.

Karena angin begitu kencang, kegiatan PRB sempat dihentikan panitia. Saat sejumlah pengunjung berlindung ke teras depan eks kantor Bupati Simalungun. Saat pengunjung berlindung di teras eks kantor Bupati Simalungun, hujan disertai angin semakin kencang dan merobohkan podium uta ma dan meluluh lantakkan seluruh tratak yang ada di lokasi kegiatan PRB tersebut.

Teriakan minta tolong pun terdengar dari peserta karena panik. Tidak berapa lama, plafon teras depan eks Kantor Bupati ikut ambruk dan menimpa S Andi petugas Satpol PP. Setelah hujan berhenti total, para peserta dan petugas kantor kecamatan berlarian menuju stan masing-masing untuk menyelamatkan barang dan hasil kerajinan tangan yang dipajang. (hot/smg)

Batas TNGL tak Jelas, Warga Tetap Betahan

Terkait Relokasi Warga di Kawasan Taman Nasional

LANGKAT- Terkait relokasi warga di kawasan TNGL, Lembaga Advokasi Hutan Lestari (LembAHtari) minta Menteri Kehutanan untuk meninjau ulang Surat Keputusan Tentang Penunjukkan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL), mengingat ada tiga item yang belum dipenuhi Balai Besar (BB) TNGL.

Dikatakan direktur Eksekutif LembAHtari Sayed Zainal dalam pertemuan dengan warga pengungsi, Jumat (1/7), tiga item yang perlu dijelaskan pihak BBTNGL, penataan batas kawasan hutan, pemetaan kawasan hutan dan penetapan kawasan hutan.

Mengingat pengukuhan kawasan hutan adalah kegiatan yang berhubungan dengan penataan batas suatu wilayah yang telah ditunjuk sebagai wilayah hutan guna memperoleh kepastian hukum mengenai status dan batas kawasan dimaksud.

“Ini harus ditinjau ulang, sebab TNGL belum memenuhi tiga tahapan penetapan status hutan, yang mereka klaim sebagai Taman Nasional. Menurut hemat saya, ini aneh. TNGL tidak berhak mengusir warga korban eks konflik Aceh, sementara status TNGL saja belum jelas,” tegas Sayed.

Sayed meminta BBTNGL, untuk menunjukkan batas Taman Nasional yang mereka klaim sebagai wilayah mereka dengan mengusir warga korban eks konflik Aceh. “Maunya TNGL itu melihat dan mendefinisikan, kawasan itu sudah layak atau belum disebut TNGL. Kalau memang itu TNGL, mana batasnya?,” kesal Sayed.

Menurut LembAHtari, Pemerintah RI, khususnya Menteri Kehutanan, ada indikasi telah membuat laporan bohong ke dunia internasional, terutama kepada United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) yang khusus menangani Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan, termasuk kepada ASEAN Park Haritage yang notabene badan pendonor.

Apalagi, sambung Sayed, wilayah ini merupakan kawasan yang sudah dieksploitasi besar-besaran terhadap kayu dan keanekaragaman hayatinya. Kalau dilihat SK Mentan Nomor 837/kpts-II/1980 dari penentuan skorsing saja, kawasan yang ditempati para warga korban eks konflik Aceh tidak mencapai 175 skor keatas sebagai kawasan.

Sebelumnya, Balai Besar Taman Nasional Gunung Lauser (BBTNGL) Sumut-Aceh tetap akan merelokasi warga yang bermukim di kawasan tersebut.

“Aksi penggusuran paksa akan tetap dilakukan BBTNGL dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Langkat terhadap 450 KK warga eks trasmigrasi korban konflik Aceh yang membuka lahan dan bermukim di area konservasi TNGL yang terus merangsek ke area terlarang,” kata Kepala BB TNGL Sumut–Aceh Andi Basrul ketika ditemui di kantornya, Selasa (28/6) lalu.

Ditambahkannya, pengusiran paksa dilakukan Pemerintah, karena wilayah yang dihuni eks korban konflik Aceh itu berada dalam wilayah taman nasional (TNGL). (jok/smg)

Urus Kasasi PT OI, Imas Terima Rp200 Juta

Hakim Ad Hoc PHI PN Bandung Ditahan KPK

JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan hakim Imas Dianasari sebagai tersangka penerima suap. KPK benar-benar memanfaatkan batas maksimal 1 x 24 jam untuk memeriksa Imas dan kemudian menahannya di Rutan Pondok Bambu.
“Untuk kepentingan penyidikan yang bersangkutan ditahan selama 20 hari ke depan,” tutur Kabag Pemberitaan dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha, Jumat (1/7).

Imas keluar dari kantor KPK sekitar pukul 19.15 WIB. Dia dijemput dengan menggunakan mobil tahanan yang mengantarnya ke Rutan Pondok Bambu. Beberapa saat sebelum Imas, Odi Juanda (OJ) pegawai PT Osamba Indonesia (OI) yang dijadikan tersangka penyuap dalam kasus ini juga ditahan oleh KPK. Dia dibawa ke Rutan Cipinang.

Sebelumnya, kedua orang tersebut dijadikan tersangka dalam kasus dugaan menerima dan memberikan sesuatu terkait putusan perkara dan pengurusan kasus di MA agar putusan kasasi menolak gugatan serikat pekerja dalam penanganan kasus hubungan industrial. Kasus tersebut terkait pemutusan hubungan kerja akibat mogok kerja tidak sah yang dilakukan oleh PT OI.
Kepada Imas, KPK menjeratnya dengan pasal 12 huruf c dan atau pasal 6 ayat 2 dan atau pasal 15 dan atau pasal 11. Sedangkan kepada OJ disangkakan pasal 6 ayat 1 huruf a dan atau pasal 15 dan atau pasal 13.

Sebelumnya, KPK mengamankan uang sebesar Rp200 juta dan sebuah mobil Toyota Avanza berwarna hitam saat penangkapan Hakim Imas di Bandung, Jawa Barat. Imas dan Odi diamankan di Restoran La Ponyo di kawasan Cinunu, Jawa Barat. Imas diduga menjanjikan lobi untuk memenangkan pekara PT OI di tingkat kasasi. “Perkara itu sudah naik kasasi, telah diajukan kasasi di MA.

Dan ID ini sebenarnya diduga ada janji akan menyelesaikan perkara tersebut. Dengan pengertian lain akan memenangkan perkara tersebut di kasasi,” terang Wakil Ketua KPK M Jasin dalam konferensi pers di kantornya. Imas dan Odi sudah diintai oleh tim dari KPK sejak Rabu (29/6). “Diintai beberapa waktu sebelum tangkap tangan. Satu hari sebelumnya,” ujar Jasin membenarkan.

Berdasarkan penelusuran, penangkapan tersebut sempat membuat geger para pengunjung di Restoran La Ponyo, Cinunu, Bandung. Keduanya tanpa waktu lama dibawa ke mobil KPK dan langsung dibawa ke Gedung KPK di Jakarta.(fjp/jpnn)

Yingluck Berharap Cinta, Abhisit Serang Thaksin

Jelang Pemilu Thailand

BANGKOK- Calon Perdana Menteri (PM) Thailand, Yingluck Shinawatra (43) mengharap cinta masyarakat Thailand. Sedangkan calon PM Thailand lainnya, Abhisit Vejjajiva dari partai Demokrat menyebar kebencian kepada Thaksin dengan menyebut tolak racu Thaksin.

Kepada pendukungnya, Yingluck mengharapkan cinta masyarakat kepadanya sama seperti cinta masyarakat untuk Thaksin yang merupakan kakak kandungnya. “Saya tak tahu seberapa besar cinta kalian kepada Thaksin. Tetapi, bisakah Anda semua membagi cinta itu kepada saya, adik bungsunya?” ujar Yingluck.

Di dunia politik Thailand, figur Yingluck terbilang pendatang baru dalam peta politik Thailand. Banyak kalangan menyebut Yingluck tak lebih sekadar kloning sekaligus representasi Thaksin, kakaknya, yang saat ini mengasingkan diri di Dubai, Uni Emirat Arab.

Bahkan, penilaian itu tak pernah dibantah, termasuk oleh Yingluck. Bahkan, Yingluck mengaku sama dan sebangun dengan kakaknya, baik dalam konteks bisnis maupun visi politik. Bahkan, kakak kandungnya mantan PM Thailand Thaksin Shinawatra (61) itu sangat mendukung Yingluck untuk maju menjadi PM Thailand diusung Partai Puea Thai.

Semasa memerintah, Thaksin sangat populer dengan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat pinggiran. Seperti program Pinjaman Desa berupa alokasi dana senilai 1 miliar baht yang bisa dimanfaatkan untuk pinjaman perorangan. Skema pinjaman individual ke 75.000 desa se-Thailand ketika itu disebut sebagai program kredit mikro tercepat implementasinya sedunia.

Thaksin diduga masih memegang kendali sepenuhnya atas partai politik baru itu. Apalagi, Yingluck berada dalam posisi teratas tokoh Partai Puea Thai yang menjadi kandidat PM Thailand.

Pemilu Thailand digelar untuk memperebutkan 500 kursi parlemen majelis rendah (DPR). Dari 42 parpol yang mendaftar, hanya 7 yang memenuhi syarat, yaitu memenangi kursi parlemen pada pemilu tahun 2007. Dari total 500 kursi parlemen yang diperebutkan itu, sebanyak 375 kursi mewakili konstituen di 76 provinsi. Sebagai ibu kota negara, Bangkok memperoleh alokasi kuota sebanyak 33 kursi di parlemen. Sisa 125 kursi akan ditentukan perolehannya dari hasil perolehan suara pemilu, Minggu besok.

Partai Demokrat sebagai pesaing terkuat Puea Thai mengusung PM  Abhisit Vejjajiva. Secara terang-terangan, Abhisit menyerang Thaksin dengan mengajak para calon menyingkirkan racun Thaksin.

Abhisit menuduh isu rekonsiliasi yang dibawa Puea Thai hanyalah kedok untuk menyamarkan rencana mereka menempatkan Thaksin kembali ke pusaran politik Thailand.

”Rekonsiliasi digunakan sebagai kedok untuk mendapat amnesti bagi Thaksin. Itu tidak benar. Ini tidak fair bagi rakyat Thailand, menempatkan kepentingan Thaksin di atas kepentingan rakyat atau negara,” ujar Abhisit menjelang pemilu 3 Juli mendatang. (bbc/afp/ap/bbs/jpnn)

Karnaval di HUT 421 Kota Medan

Kendaraan Antik Jadi Pemersatu

MEDAN-Usia Kota Medan yang sudah mencapai 421 tahun memang bukan usia yang muda. Bukan berarti Medan tidak bisa ‘bergaya’. Sepertinya inilah salah satu semangat komunitas pecinta kendaraan klasik di Kota Medan dalam karnaval kendaraan antik. Kendaraan tua tetapi tetap indah berjalan di antara gedung-gedung tua bersejarah di Kota Medan. Sementara warga Medan antusias menyaksikannya.

Karnaval yang dirangkai dengan Pagelaran Seni dan Budaya Tradisional tersebut dilepas Wali Kota Medan Rahudman Harahap, didampingi Kepala Dinas Pariwisata Medan, Busral Manan dan jajaran pemko lainnya, di Jalan Pulau Pinang di titik nol Kota Medan, Jumat (1/7) kemarin.

Kendati hujan mengguyur deras di lokasi start dan finish di kawasan Lapangan Merdeka tersebut, tidak mengurangi semangat warga kota dan peserta karnaval. Ratusan sepeda, sepeda motor dan mobil klasik yang ikut karnaval bertahan melanjutkan program pemerintah kota tersebut.
“Inilah bukti semangat kebersamaan warga kota ini masih cukup besar dan itu mereka perlihatkan saat merayakan ulang tahun kotanya ini, walau hujan sekali pun,” ungkap Rahudman, sesaat sebelum pelepasan karnaval.

Menurut Busral, pihaknya menggelar karnaval tersebut untuk memberikan hiburan bagi warga kota dan memeriahkan peringatan hari jadi Kota Medan. “Kita menjadikan ajang ini sebagai ajang kebersamaan dan kegembiraan seganap lapisan masyarakat kota. Makanya mulai dari sepeda onthel sampai kendaraan klasih beroda empat kita ajak memeriahkan acara ini,” tuturnya.

Sementara menurut Sinergy Management, yang dipimpin Aziza Fazira, selaku pelaksana acara, menegaskan kegembiraan masyarakat kota dalam karnaval tersebut, menjadi salah satu tujuan acara tersebut. Apalagi pelaksaanya bertepatan dengan hari libur anak sekolah.

“Setidaknya akan muncul semangat dan kepedulian anak-anak kota Medan terhadap kotanya. Sehingga akan muncul pula semangat untuk menjaga citra kotanya dari hal-al negatif. Itu yang menjadi harapan pemerintah kota,” ujarnya.

Sementara beberapa warga yang hadir dan bahkan ikut dalam karnaval, mengharapkan agar acara sperti ini dilakukan stiap tahun. Bahkan kalau perlu gaungnya ditingkatkan. “Kalau bisa kita malah punya sebuah acara karnaval yang besar layaknya kota-kota besar lain di Indonesia yang sudah memiliki kalender even karnaval akbar,” ungakp Agung, salah seorang peserta karnaval. (adl/ila)

Peluang Luhut Terbuka

Pokja Soal Dana Rp6 T dan Keinginan Kelola PT Inalum

JAKARTA-Keinginan Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Panjaitan melalui perusahaannya PT Toba Sejahtera (TS) untuk ikut mengelola PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), disambut baik kelompok kerja (pokja) pengambilalihan Inalum.

Meski demikian, pokja yang bertugas menyiapkan pemutusan kontrak dengan perusahaan Jepang Nippon Asahan Alumunium (NAA) ini menyatakan belum menerima permintaan resmi dari PT TS.
Dengan dana yang sudah disiapkan konsorsium bank yang digandeng, apakah ada kemungkinan PT TS mengambilalih saham milik NAA? “Kalau swasta mau ikut, itu nanti dia masuk ke dalam IPO sebagai mitra strategis,” terang Ketua Otorita Asahan, Effendi Sirait, dalam kapasitasnya sebagai sekretaris Tim Pelaksana Pokja, kepada Sumut Pos di Jakarta, kemarin (1/7).

Dijelaskan Effendi, hingga kemarin belum ada proposal dari pihak swasta, termasuk dari perusahaan milik Luhut itu, yang masuk ke Pokja. “Belum ada proposal, itu hanya pemikiran-pemikiran saja,” ujarnya. Hanya saja, “Semua kemungkinan terbuka.” Hingga kemarin, pokja masih berkutat melakukan kajian terhadap sejumlah opsi model pengelolaan Inalum pasca 2013 mendatang, termasuk siapa saja yang akan dilibatkan.

“Sampai sekarang masih dalam tahap mengakhiri Master Agreement. Untuk selanjutnya nanti bagaimana, itu masih dilakukan pengkajian oleh Pokja,” terang Effendi Sirait.

Pernyataan Effendi menanggapi keinginan Jenderal TNI (Purn) Luhut Panjaitan, yang melalui  PT Toba Sejahtera yang telah menyiapkan US$ 700 juta atau setara Rp5,95 triliun (kurs Rp8.500 per US$) untuk mengakuisisi 58,88 persen saham PT Inalum. Hanya saja, keinginan akuisisi mayoritas saham yang selama ini dikuasasi NAA itu nantinya akan dilakukan bersama-sama Pemprov Sumut dan 10 kabupaten/kota yang ada di sekitar Danau Toba.
Luhut menjelaskan, dana sebesar itu akan dikucurkan oleh dua bank, yakni Deutsche Bank dan BNP Paribas. Komitmen pendanaan dari dua bank itu sudah dalam bentuk pernyataan tertulis.
Effendi menjelaskan, Pokja belum sampai pada kesimpulan model pengelolaan Inalum pasca 2013.

Juga belum ada keputusan apakah nantinya akan melibatkan swasta atau tidak. Sejumlah opsi masih adalah kajian Pokja terkait siapa yang akan dijadikan mitra strategis atau mitra utama pengelolaan Inalum ke depan. Opsi-opsi itu antara lain dengan pelepasan saham perdana (IPO/Initial Public Offering), dibatasi khusus dalam negeri, pihak luar negeri diberi kesempatan, melibatkan pemda, dan atau melibatkan swasta.

Kok luar negeri masih diberi peluang? Bukankah sudah komit 100 persen saham bakal diambilalih pemerintah RI? “Semua opsi masih dikaji, tergantung mana yang paling menguntungkan,” jawab Effendi.

Mengenai kemungkinan keterlibatan perusahaan swasta, juga sedang dibahas apa saja persyaratannya. Juga apa saja persyaratan jika pemda ikut terlibat pengelolaan. “Termasuk bagaimana syarat untuk pemda ini, apa sama dengan syarat untuk swasta, semua masih dikaji,” bebernya.

Bagaimana dengan model konsorsium seperti yang ditawarkan Luhut Panjaitan, dimana dana disiapkan konsorsium bank dan Pemprov dan 10 pemkab/kota tidak perlu lagi mengeluarkan dana, alias mendapatkan golden share? Meski hasil kajian Pokja belum keluar, Effendi memberi sinyal tidak setuju dengan model pengelolaan seperti itu. Menurutnya, pemda tidak bisa mendapatkan golden share.

“Kalau pemda mau masuk, maka harus menyediakan dana untuk membeli saham share itu. Gak ada golden share, yang ada bisa memiliki saham dengan menyediakan dana,” terangnya.

Hitung-hitungan dari aspek keuangan juga terus dikaji Pokja, termasuk misalnya jika go publik. Pemerintah, lewat Pokja, merasa masih punya waktu yang panjang untuk melakukan kajian dan hitung-hitungan. Alasannya, tenggat waktu untuk secara resmi melakukan konsultasi dengan konsorsium perusahaan Jepang, adalah pada Nopember 2012. Konsultasi pemerintah RI dengan Jelang tetap harus dilakukan, karena sudah tertuang di Master Agreement.
“Tapi tentunya pada 2012 sudah ada kajian-kajian. Cukuplah waktu kita. Sabar saja lah,” pungkas Effendi.

Belum Bersikap
Pelaksana Tugas (Plt) Gubsu Gatot Pujo Nugroho, enggan mengomentari keinginan Luhut B Panjaitan melalui PT TS untuk berkerja sama dengan pemprov dan 10 kabupaten/kota dalam pengelolaan PT Inalum.
“Nanti saja itu ya,” jawabnya singkat saat ditemui di acara Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara di Mapoldasu, kemarin.

Ketua DPRD Sumut Saleh Bangun yang juga dikonfirmasi mengenai keinginan Luhut Panjaitan tersebut, juga tak memiliki sikap jelas. “Belum ada laporan, nanti kalau ngomong salah. Kita tunggu laporan dari Pansus Inalum yang sekarang lagi di lapangan. Nanti kalau sudah pulang, baru kita bisa ngomong” ungkap Saleh Bangun.

Sementara itu, pengamat ekonomi dari Universitas Sumatera Utara (USU) Ami Dilham SE MSi berharap pengelolaan Inalum oleh pihak swasta tidak akan memberikan hasil signifikan bagi masyarakat. “Kalau memang swasta lagi yang akan mengelola, lebih baik yang dari Jepang saja, tidak usah dari swasta lainnya,” ungkapnya.

Secara rasional, Pembantu Dekan (PD) 3 Fakultas Ekonomi USU ini melihat, bila pengelolaan Inalum dilakukan pihak swasta Indonesia (PT TS) maupun konsorsium Jepang pasti hanya berpikiran komersialitas.

“Ide kerjasama itu bukan ide yang bagus. Apa pun ceritanya, kita harus berjuang agar Inalum dikelola secara keseluruhan oleh Indonesia, dan Sumut harus berjuang sekuat tenaga untuk bisa mendapatkan 60 persen saham yang ada. Karena ini untuk kemajuan Sumut, dan Indonesia umumnya,” tuntasnya.(sam/ari)