26 C
Medan
Wednesday, January 14, 2026
Home Blog Page 14968

Tes Kesehatan Dipercepat

Seleksi Calon Praja IPDN

MEDAN- Pemprovsu mempercepat jadwal tes kesehatan bagi calon Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) asal Sumut. Pasalnya, terlalu banyak calon yang lulus dalam tes psikologi.
Jadwal tes kesehatan itu dipercepat menjadi 30 Juni hingga 5 Juli 2011 mendatang, yang dikhususkan bagi calon praja IPDN asal Kota Medan.

Kasubid Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemprovsu Maksum Syahri Lubis mengatakan, dalam tes psikologi sebelumnya, terdapat 894 calon praja IPDN yang mengikuti seleksi untuk mengetahui kondisi psikologis masing-masing.

“Awalnya, kita memperkirakan jumlah yang lulus tak terlalu banyak atau hanya sekitar 500 orang. Namun hal itu, meleset karena calon praja IPDN asal Sumut yang lulus tes psikologi mencapai 714 orang,” terangnya, Selasa (28/6).
Disebabkan banyaknya calon praja IPDN yang akan mengikuti tahapan selanjutnya yakni tes kesehatan, maka diambil kebijakan untuk mempercepat jadwal tes itu dengan harapan dapat diselesaikan dengan baik dan tak mengganggu tahapan akhir. Yakni tes akademis yang akan dilakukan Kemendagri pada 16 Juli 2011 mendatang.
Tes kesehatan yang akan dilaksanakan di RSU Pirngadi Medan ini akan dimulai pada 30 Juni 2011 untuk calon praja IPDN dari Kota Medan. Dilanjutkan pada 1 Juli 2011 untuk calon praja dari Binjai, Deli Serdang, dan sisa peserta dari Medan yang belum menjalani tes.

Pada 2 Juli 2011 untuk calon praja dari Serdang Bedagai, Tebing Tinggi, Pematangsiantar, Karo, Tapanuli Selatan, Toba Samosir, Sibolga dan sisa dari Deli Serdang yang belum menjalani tes.

Kemudian, pada 3 Juli, dilanjutkan tes untuk calon praja dari Labuhanbatu, Pakpak Bharat, Humbang Hasundutan, Asahan, Mandailing Natal, Samosir, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Dairi, Tanjung Balai, dan sisa peserta dari Sibolga yang belum menjalani tes.Sedangkan tes kesehatan terakhir dilaksanakan pada 5 Juli 2011 untuk peserta dari Nias, Padang Sidimpuan, Nias Selatan, Simalungun, Batubara, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Labuhan Batu Selatan, Labuhan Batu Utara, Nias Utara, Nias barat, Gunung Sitoli, dan sisa dari Tanjung Balai yang belum menjalani tes.
Kembali Maksum mengatakan, didahulukannya tes kesehatan bagi calon praja IPDN dari Kota Medan disebabkan lebih cepat mendapatkan informasi mengenai percepatan tes tersebut.

“Selain melalui media massa, kita juga mengumumkan percepatan
tes kesehatan itu melalui website www.sumutprov.go.id dan ke BKD kabupaten/kota. Semua media dimanfaatkan. Jadi, tidak ada alasan tak mengetahuinya,” tegasnya.

Peserta yang lulus dalam tes kesehatan itu akan diumumkan pada 6 dan 7 Juli 2011 guna mengikuti ujian selanjutnya yakni tes kesamaptaan pada 8 dan 9 Juli 2011 di Fakultas Ilmu Olahraga Unimed.
Setelah itu, sambungnya, peserta akan mengikuti ujian berupa tes akademis pada 16 Juli 2011 yang akan diselenggarakan Kemendagri yang difasilitasi Pemprovsu. (saz)

Pasang Air, Dipungli

081375673xxx

Yth Dirut PDAM Tirtanadi Sumut tolong ditindak lanjuti pungli di PDAM Denai beberapa bulan lalu saya mengajukan pasang baru meteran air sudah di bayar lunas sampai 4 bulan, belum juga dipasang berkali-kali saya datang berbagai alasannya di sampaikan belum ada balasan dari pusat, alatnya tidak ada dan lain-lain ujung-ujungnya minta uang pelancar setelah dikasih baru dikerjakan apa memang sistemnya seperti itu. Kalau benar buat saja ketetapan jangan orang dipermainkan untuk apa dibuat slogan lebih baik urus sendiri daripada dengan calo kalau toh dipersulit juga.

Lampirkan Bukti

Terima kasih informasinya, kami sampaikan kepada pengirim SMS ini untuk menyebutkan nama oknum yang meminta uang tersebut. Karena setiap pengurusan pemasangan baru tak dianjurkan membayar biaya pelancar lainnya. Semua pembayaran dicatat sesuai dengan kwitansi resmi. Kami sangat berharap kepada pengirim SMS ini agar bisa mengirimkan namanya beserta bukti yang telah dibayarkannya.

Selanjutnya, kami mengimbau kepada konsumen PDAM Tirtanadi untuk membayar rekening air tepat waktu. Selanjutnya, bagi warga yang hendak memasang baru lebih baik mengajukan pemasangan sendiri ke kantor pelayanan terdekat.

Zaman Karya Mendrofa
Humas PDAM Tirtanadi

Bekali Siswa dengan Iptek dan Imtaq

SD Panca Budi

Kelengkapan fasilitas yang dimiliki SD Panca Budi Jalan Gatot Subroto Medan menjadi pendukung keberhasilan alumninya. Terbukti sekolah yang berdiri tahun 1970 ini selalu menamatkan seluruh siswa yang memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) dan memiliki keimanan dan ketaqwaan (imtaq).

Prama Ansyar, PKS 3 Bidang Kesiswaan SD Panca Budi mengatakan sejak awal berdiri hingga saat ini seluruh siswanya mampu lulus dalam tiap ujian yang diikutinya.

SD Panca Budi yang memiliki kelas bilingual dan kelas regular ini juga memiliki seabreg kegiatan ekstrakurikuler.
“Pembentukan karakter dalam mendukung program menteri pendidikan salah satunya kita terapkan lewat kegiatan ekstrakurikuler. Selain diharapkan mampu meningkatkan kreatifitas siswa  didik, kita juga diharapkan mampu membentuk prilaku mandiri sejak dasar,” ucapnya.

Beberapa kegiatan ekstrakurikuler yang disediakan SD Panca Budi adalah pramuka, bola kaki, melukis, mewarnai, seni musik, renang, karate, kids camp, vocal, MC, kerajinan tangan dan pengembangan diri.

Selain itu kegiatan ekstrakurikuler di bidang agama juga menjadi keimuwan sendiri yang dimiliki SD Panca Budi.
Ini dibuktikan dengan kegiatan keagamaan berupa manasik haji dan hataman Al-Quran.

Untuk mendukung seluruh kegiatan ekstrakurikuler itu sendiri, lanjut Prama  berbagai sarana olah raga dan program keagamaan juga disiapkan. “Seluruh sarana olah raga dan kegiatan agama telah kita siapkan sejak awal, diantaranya lapangan bola kaki, badminton, basket, futsal, vollli, Islamic Spiritual Building, pengajian atau khatam Al-Quran, pesantren kilat maupun kegiatan peduli umat,”sebutnya.

Dengan keseriusan tersebut, penigkatan kualitas dalam pelaksanaan administrasi, kreatif, inovatif dan mampu meluluskan seluruh siswa dalan ujian nasional sesuai misi SD Panca Budi bisa berjalan selaras.(uma)

Agustus, Jalur Aek Latong Dibangun

Jalan Rusak, Supir Bus Nginap di Hutan

SIPIROK- Dua Kecelakaan lalulintas yang terjadi di Sumatera Utara dalam waktu sekitar 24 jam dan menewaskan 22 orang, menegaskan kembali betapa buruknya sarana dan prasarana sejumlah ruas jalan di Provinsi Sumatera Utara. Kejadian bus ALS yang masuk telaga di Aek Latong dan menewaskan 19 penumpangnya Minggu (19/6) dan minibus Daihatsu Xenia yang masuk jurang 100 meter dan menewaskan 3 penumpang dan dua lainnya kritis di Kabupaen Karo, tersebut diharapkan tidak terulang.

Karenanya, sejumlah pihak meminta perhatian piha-pihak terkait, di kabupaten, provinsi dan pemerintah pusat untuk membenahi sarana dan prasarana tersebut.

Salah satu ruas jalan yang segera mendapat perbaikan adalah ruas jalan di Aek Latong. Bupati Tapsel Syahrul Pasaribu bersama anggota Komisi C DPR-RI Ir Ali Wongso menyebutkan, proses pembangunan jalur alternatif Aek Latong di Kecamatan Sipirok, sudah ditenderkan. Saat ini memasuki tahap evaluasi penawaran.

Ini sesuai Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kependudukan dan Pencatatan Sipil yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri Cq Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil di Grand Sahid Jaya Hotel Jakarta, Senin (27/6) lalu.

Informasi formal yang diperoleh dari Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terkait penanganan pembangunan jalan negara Aek Latong sebesar Rp65 miliar dan sistem multi years sepanjang sekitar 2,9 kilometer. Sementara penanganan jalan lama agar tetap fungsional sepanjang 1,1 kilometer ditangani dengan pemeliharaan rutin.

“Hasil konfirmasi kita dengan Balai Pelaksana Jalan Nasional Wilayah I Sumut perwakilan Kementerian PU di Sumut, diperkirakan pembangunannya mulai di lapangan awal Agustus,” ucap Syahrul Selasa (28/6).
Syahrul menambahkan, pihaknya berupaya agar pembangunan jalan negara Aek Latong dapat diwujudnyatakan sesegera mungkin. “Alhamdulillah upaya kita bersama kabupaten/kota di Tapanuli Selatan sudah mulai menunjukkan hasil dengan anggaran yang telah dialokasikan sebesar Rp65 miliar tersebut,” sebut Syahrul.

Menurut Syahrul, jauh sebelumnya telah beberapa kali dilaporkan dan diusulkan penanganan jalan negara Aek Latong sesuai dengan surat Bupati Nomor 620/5962/2010 tanggal 6 September 2010 perihal Usulan Penanganan Jalan Nasional. Nomor 620/6186/2010 tanggal 20 September 2010 perihal Permohonan Jalan Nasional di Kabupaten Tapsel. Nomor 620/557/2011 tanggal 26 Januari 2011 perihal Susulan Permohonan Jalan Nasional di Kabupaten Tapsel, serta surat terakhir tanggal 4 Mei 2011 ditandatangani oleh bupati/wali kota serta masing-masing Ketua DPRD dari Pemkab Tapsel, Madina, Paluta dan Palas, serta Pemko Psp bermohon kepada Menteri PU, agar jalan negara Trans Sumatera Lintas Tengah khususnya yang melewati Desa Aek Latong mendapat perhatian penanganan yang khusus atau prioritas dengan mengalokasikan anggaran perbaikannya pada APBN Perubahan Tahun Anggaran (TA) 2011 dan APBN TA 2012.

Sebelumnya, atas musibah yang merenggut belasan jiwa penumpang bus ALS tersebut, Syahrul Pasaribu atas nama pribadi dan Pemkab Tapsel menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga korban.
“Kepada keluarga yang tertimpa musibah kiranya tabah dan sabar dalam cobaan ini, dan tetap dalam bimbingan Allah SWT,” ujar Bupati.

Sementara itu, aparat Polres Tapsel, Selasa (28/6), secara resmi mengakhiri pencarian korban bus ALS yang terjun bebas ke telaga Aek Latong, Kecamatan Sipirok, Minggu (26/6) dini hari lalu. “Tidak ada lagi keluarga atau penumpang bus ALS yang menyatakan kehilangan keluarganya maka proses pencarian kita hentikan,” tegas Kapolres Tapsel AKBP Subandriya melalui Kasatlantas AKP SL Widodo, Selasa (28/6).

Jumlah keseluruhan korban tewas mencapai 19 orang. Rinciannya, perempuan dewasa tujuh orang dan laki-laki satu orang, anak-anak perempuan delapan orang dan laki-laki tiga  orang.
“Korban tewas merupakan satu keluarga dan hanya satu penumpang yang sendirian, tidak ada keluarganya atas nama Dedi,” jelasnya.

Sementara itu, di Kabupaten Karo dengan medan berbukit, buruknya sarana dan prasarana jalan sudah kerap dikeluhkan. Salah satu pihak yang paling merasakan buruknya sarana dan prasarana jalan ini adalah para supir. Seperti yang diutarakan Arman (32), supir antar kota dalam provinsi trayek Kabupaten Dairi-Medan. Ditemui di kawasan Terminal Kabanjahe, Arman menegaskan kembali gangguan akibat rusaknya kondisi jalan. Diutarakannya, tidak jarang supir lintas harus menginap seorang diri di tengah hutan menunggu mekanik dan kiriman suku cadang kendaraan yang rusak.

“Sewa terpaksa dioper ke mobil lain, sementara supir menunggu seorang  diri,” ujarnya kesal.
Pihak pengusaha angkutan darat (ekspedisi), juga merasakan dampak paling berat atas kondisi kerusakan jalan serta minimnya fasilitas pendukung di jalan lintas negara di  Kabupaten Karo. P Karo-karo (52), pengusaha ekspedisi yang bermukim di kawasan kota Kabanjahe,  mengatakan, kenaikan harga ongkos angkut terpaksa dilakukan guna mengimbangi pengeluaran tak terduga selama pengangkutan.

“Siapa saja tahu kalau jalan berlubang mempercepat kerusakan kenderaan. Apalagi kenderaan muatan berat melewati hampir 70 persen jalan rusak. Apabila tidak ada kenaikan ongkos, maka dapat dipastikan seluruh pengusaha ekspedisi akan gulung tikar,” ujarnya.

Perjuangan perbaikan sarana dan prasarana transportasi darat di wilayah Kabupaten Karo pun terus disuarakan. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Karo, Ferianta Purba SE, berjani bersama anggota dewan lain akan mendesak Pemprovsu segera minta pemerintah pusat melakukan pembenahan dan perbaikan. “Cukup kemarin yang terakhir terjadi akibat buruknya sarana prasarana jalan. Jangan setelah banyak korban jiwa baru ada perhatian,” ujarnya tegas.

Pemerintah Kabupaten Karo melalui, Kabid Humas Pemkab Karo, Jhonson Tarigan, juga menyatakan hal senada. Selain itu, Pemkab akan mendesak pemprov secepatnya melengkapi penerangan jalan, rambu lalu lintas serta marka jalan. (wan/sam/phn/neo/smg)

Belajar dengan Dua Bahasa

Sebagai lembaga pendidikan yang memiliki kewajiban dalam membentuk perilaku anak sejak dini, menjadi tugas dan tujuan yang diemban SD Panca Budi Medan. Sekolah ini juga, terus berupaya mewujudkan visi sekolahnya sebagai lembaga pendidikan yang ingin menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang bernuansa Islami.

Salah satunya lewat program pelajaran bilingual (dua bahasa), yakni Bahasa Inggris dan Indonesia.

Kepala SD Panca Budi, Rusdi Ramli SE, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (28/6) mengatakan, mata pelajaran yang menggunakan metode bilingual masih diterapkan dalam mata pelajaran tertentu saja, misalnya Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Bahasa Inggris. “Bagi murid,  kelas bilingual kita memberikan materi pelajaran dengan menggunakan mata pelajaran langsung dari Singapura yang dipadu dengan kurikulum nasional,” ungkapnya.
Untuk sistem penerapannya terang Rusdi, setiap kelas bilingual  yang diberikan akan dipandu dua orang guru pendidik untuk kelas satu dan dua, sementara itu untuk kelas tiga dan seterusnya dipandu seorang guru.

Materi bilingual ini sendiri dilakukan  dalam upaya membiasakan siswa untuk bisa menguasi bahasa inggris sejak dasar. Sedangkan metode pembelajaran yang diterapkan SD Panca Budi Medan, lanjut Rusdi, diantaranya adalah Learning By Doing, Multiple, PAKEM, CTL dan Neuro Linguistik Program. Untuk menselaraskan hal itu, pihak sekolah menyiapkan staf pengajar yang memiliki kompetensi di bidang keahlian yang dimilikinya.
“Tenaga pendidik yang mengajar di sini minimal spesifikasi S-1, dan memberikan bahan pelajaran sesuai kompetensinya,” ujar Rusdi.

Sementara untuk peningkatan mutu pendidikan dan peningkatan kemampuan dan kinerja guru, berbagai penataran, pelatihan  dan workshop terhadap para guru.

Selain itu pendistribusian tugas sesuai bidang keahlian, serta membagikan rencana kerja dan jurnal kerja guru ditambah monitoring dan evaluasi adalah salah satu bukti sitem kerja profesional yang ditunjukan pihak sekolah.
Selain itu sarana dan prasarana juga terus dikembangkan oleh pihak sekolah untuk mendukung pelaksanaan proses belajar mengajar di dalam kelas.

Tidak tanggung-tanggung berbagai fasilitas yang sangat memadai disiapkan SD Panca Budi di dalam kelas bilingual, diantaranya ruangan full AC, DVD, LCD, laboratorium komputer, alat peraga dan berbagai fasilitas pendukung lainnya.(uma)

Pembatasan BBM Wajib Tahun Ini

Pemerintah menggunakan harga minyak mentah Indonesia (ICP) di kisaran USD95 per barel sebagai dasar penghitungan postur APBN Perubahan 2011.

Wakil Menkeu Anny Ratnawati mengatakan, postur APBNP 2011 yang akan diajukan ke DPR juga telah memperhitungkan program pembatasan konsumsi BBM bersubsidi.

“Kita minta langkah-langkah pembatasan tetap dilaksanakan untuk menjaga agar tidak terjadi kenaikan subsidi BBM,” kata Anny di Kantor Kementrian Keuangan, Jakarta, kemarin (28/6).

Kemenkeu meminta Kementrian ESDM untuk segera merealisasikan program pembatasan konsumsi. “Kami mintakan kepada ESDM, dia yang akan mengoordinir untuk dilakukan pembatasan karena tren konsumsi lebih tinggi dari biasanya,” kata Anny.

Dia menegaskan pemerintah bakal menjaga defisit APBN di kisaran 2,1 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Dengan asumsi PDB sebesar Rp7.250,832 triliun, defisit 2,1 persen yang ingin dijaga pemerintah berada di kisaran Rp152,26 triliun. Ia mengatakan, pemerintah tidak akan menambah utang untuk pembiayaan defisit. “Sudah di-review dari penerimaan dan penghematan. Insya Allah tidak ada penambahan pembiayaan,” kata Anny.

Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, pemerintah tidak akan mengambil opsi kebijakan menaikkan harga BBM. Pemerintah akan berkonsentrasi pada pemberantasan penyelundupan dan penyalahgunaan BBM bersubsidi. Ia menambahkan, kuota BBM bersubsidi memang pasti akan bertambah. Namun, menurut dia, itu bakal terkompensasi dari penguatan nilai tukar. “Ada penguatan rupiah yang mengurangi beban,” kata Hatta.

Sebelumnya, pemerintah menghitung jika tahun ini tak ada kebijakan kenaikan harga BBM, subsidi energi (BBM dan listrik) bakal membengkak Rp60 triliun dari APBN sebesar Rp136,6 triliun, menjadi Rp196,1 triliun. Jika harga BBM naik Rp500 per liter, subsidi energi menjadi Rp184,0 triliun, dan jika naik Rp1.000 per liter, bakal menjadi Rp180,0 triliun.

Perinciannya, subsidi BBM akan membengkak dari Rp95,9 triliun menjadi Rp125,2 triliun jika harga BBM bersubsidi tak dinaikkan. Jika naik Rp500 per liter, subsidi BBM menjadi Rp117,6 triliun, dan menjadi Rp109,1 triliun jika harga BBM naik Rp1.000 per liter. Sedangkan subsidi listrik bakal melesat dari Rp40,7 triliun menjadi Rp70,9 triliun. P erhitungan itu menggunakan asumsi harga minyak USD95 per barel, nilai tukar Rp8.800 per USD. (sof/jpnn)

Umar-Irham Unggul Sementara

Pilkada Ulang Tebing Tinggi

TEBING TINGGI- Jagoan yang diusung Partai Golkar dan Partai Patriot pasangan Drs Eddy Syofian dan Ir Hafas Fadillah Msi, harus memupus impian untuk memenangi pilkada ulang yang digelar serentak di Kota Tebing Tinggi, Selasa (28/6). Eddy yang menggantikan Syafri Chaf itu harus mengakui keunggulan sementara pasangan Ir H Umar Zunaidi Hasibuhan dan H Irham Taufik SH MAP. Pasangan yang diusung Partai Demokrat dan 18 partai koalisinya unggul sementara di 5 kecamatan dengan total perolehan suara sementara 27.825 atau 43,8 persen.

Data sementara yang berhasil dihimpun dari Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbang Linmas) Kota Tebing Tinggi, pasangan dengan nomor urut satu itu unggul di Kecamatan Rambutan dengan 6.971 suara.

Kecamatan Tebing Tinggi Kota 3.733 suara, Kecamatan Bajenis 5.721 suara, Kecamatan Padang Hilir 5.582 suara serta Kecamatan Padang Hulu 5.818 suara.

Sementara pasangan Drs Eddy Syofian dan Ir Hafas Fadillah Msi memperoleh 20.697 suara atau 32,6 persen. Pasangan dengan nomor urut 4 itu meraih suara dari Kecamatan Tebing Tinggi Kota 3.530 suara, Kecamatan Bajenis 5.610 suara, Kecamatan Rambutan 3.510 suara, Kecamatan Padang Hilir 4.490 suara dan Kecamatan Padang Hulu 3.557 suara.

Di posisi ketiga adalah pasangan nomor urut 5, Drs Syahril Hafzein dan Drs Wan Gunadi dengan perolehan sementara di Kecamatan Tebing Tinggi Kota 1.977 suara, Kecamatan Bajenis 3.530 suara, Kecamatan Rambutan 1.191 suara, Kecamatan Padang Hilir 2.182 suara dan Kecamatan Padang Hulu 1.749 suara. Total sementara10.629 suara atau16,7 persen.

Selanjutnya diikuti pasangan nomor urut 3, H Amril Harahap dan Drs Irwandi MAP memperoleh suara sementara di Kecamatan Tebing Tinggi Kota 944 suara, Kecamatan Bajenis 483 suara, Kecamatan Rambutan 730 suara,  Kecamatan Padang Hilir 962 suara serta Kecamatan Padang Hulu 592 suara. Total  3.711 atau  5,8 persen.

Di urutan terakhir pasangan nomor urut 2 Drs Hadi Harianto dan dr Sarah Bintang Saragih dengan perolehan sementara di Kecamatan Rambutan 110 suara, Kecamatan Tebing Tinggi Kota 142 suara, Kecamatan Bajenis 171 suara, Kecamatan Padang Hilir 80 suara, Kecamatan Padang Hulu 119 suara. Total perolehan 622 suara atau 0,9 persen.

Sementara jumlah yang masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 113.639 pemilih, laki-laki sebanyak 55.351 dan perempuan sebanyak 58.288 pemilih yang terbagi dalam 381 TPS yang ada di 35 Kelurahan di Kota Tebing Tinggi. Jumlah pemilih di Kecamatan Rambutan sebanyak 23.016, Padang Hulu 21.179, Padang Hilir 23.130, Tebing Tinggi Kota 21.191 dan Kecamatan Bajenis 25.123 pemilih.

Untuk jumlah pemilih yang sah sementara mencapai 63.484 pemilih, berarti pemilih dalam pemungutan suara ulang mengalami penurunan 55 persen dari pemilukada sebelumnya. Sedangkan yang tidak memberikan hak suaranya di tambah surat suara yang tidak sah mencapai 44 persen.

Pantauan wartawan Sumut Pos begitu tahu jagoannya kalah, tim sukses pasangan Eddy Syofian-Hafas Fadillah terlihat termenung. Selain itu ada juga pendukung yang mondar mandir, ada yang sibuk menelepon, ada yang marah-marah dan ada yang sibuk mencari data dari para saksi yang bertugas di TPS. Salah seorang tim pemenangan nomor urut pasangan 4 yang tak mau menyebutkan namanya mengatakan, pasrah.

“ Semuanya kehendak yang Maha Kuasa, kita sudah mengupayakan kemengan dengan berbagai cara untuk menarik simpatik para masyarakat untuk memilih pasangan nomor urut 4, sayang Tuhan belum  berkehendak,” jelasnya. Eddy Syofian yang dihubungi wartawan Sumut Pos beberapa kali tak mengangkat teleponnya.

Ketua KPUD Tebing Tinggi, Wal Ashri SP ketika dihubungi mengatakan, KPUD belum menerima jumlah perolehan suara. Menurutnya hasil perhitungan itu sifatnya masih sementara dan hasil keputusan ketetapan perolehan suara akan diumumkan setelah perhitungan suara selelsai.

“ Tanggal 4 Juli 2011 KPUD akan merekapitulasi hasil perolehan suara yang masuk di KPUD, selanjutnya pada tanggal 5 Juli 2011 akan dimumkan,” kata Wal Ashri.

Pihak KPUD juga mengucapkan terimah kasih kepada masyarakat Kota Tebing Tinggi yang telah memberikan suaranya ke TPS dan bisa saling menjaga kenkondusifan Tebing Tinggi walau beda pilihan.

“ Pemungutan suara ulang kali ini animo masyarakat mengalami penurunan dibandingkan pilkada lalu, kini penurunan mencapai sekitar 55 persen,” katanya.

Ketua Panwas Kota Tebing Tinggi, Ridwan Napitulu SH juga mengatakan kali ini pelaksanaan pilkada pemungutan suara ulang berjalan lancar dan sukses.

“Memang sempat terdengar isu money politic. Tapi kita bersama masyarakat dan pihak petugas belum bisa menangkap pelakunya,” jelas Ketua Panwas Pilkada Tebing Tinggi, Ridwan.

Kapolres Tebing Tinggi, AKBP Robert Haryanto Watratan mengatakan, sejauh ini pelaksanaan pilkada pemungutan suara ulang di TPS sampai ke kelurahan dan ke kecamatan tergolong aman dan sukses, walau ada ditemukan sedikit kesalahan, namun hal itu karena masyarakat belum mengetahui peraturan yang berlaku.
Menurut Robert Haryanto Watratan, personel akan tetap siaga sampai besok (hari ini, Red) di kecamatan, untuk mengawal kotak-kotak suara yang berisi kertas suara sampai ke KPUD. (mag-3)

Bank Dunia Minta RI Naikkan Harga BBM

Besarnya subsidi BBM yang dikeluarkan oleh pemerintah dinilai tidak rasional dan salah sasaran. Bank Dunia kembali meminta pemerintah Indonesia untuk segera menaikkan harga BBM subsidi ke harga pasar.

“Secara konkret langkah yang harus diambil adalah menaikkan harga BBM sesuai dengan harga pasar,” kata Ekonom Senior Bank Dunia untuk Indonesia Shubham Chaudhuri dalam diskusi perkembangan triwulan perekonomian Indonesia, di Jakarta, Selasa (28/6).

Tingginya harga minyak dunia yang menembus lebih dari US$100 per barel sudah seharusnya menjadi sinyal bagi pemerintah Indonesia untuk menaikkan harga BBM bersubsidinya.

“Karena dengan meningkatkan (harga BBM) itu, maka subsidi BBM bisa beralih ke infrastruktur dan subsidi langsung masyarakat miskin. Infrastruktur pun khususnya public transportation bisa ditingkatkan untuk mengatasi macet,” katanya.

Kalaupun tidak menaikkan harga BBM subsidi, pemerintah bisa mereformasi kebijakan subsidi BBM yang sekarang dinilai salah sasaran. “Tapi sampai saat ini belum ada langkah konkret dari pemerintah soal subsidi. Karena subsidi BBM tidak menjamin pengendara mobil tidak menggunakan BBM subsidi. Tidak ada kepastian,” jelasnya.

Sebelumnya, Menko Perekonomian Hatta Rajasa menegaskan tidak mempunyai rencana sama sekali untuk menaikkan harga BBM subsidi. Di APBN 2011, jumlah subsidi BBM mencapai Rp95,9 triliun. Subsidi ini merupakan bagian dari subsidi energi yang jumlahnya mencapai Rp136,6 triliun.

Jika tidak ada kebijakan apapun soal subsidi dari pemerintah, maka subsidi BBM bisa melonjak menjadi Rp125,5 triliun di 2011 karena tingginya harga minyak dunia.

Secara terpisah, Pengamat Perminyakan, Pri Agung Rakhmanto, mengatakan jika pemerintah tidak mau menaikkan harga maka pemerintah harus bersiap menambah anggaran untuk BBM Bersubsidi yang kuotanya terancam jebol di akhir tahun.
“Kita akan lihat ke situ, jika tidak dinaikkan (harga BBM Bersubsidi), maka pilihannya adalah menambah anggaran. Jika menambah anggaran, berarti scara keseluruhan defisit APBN akan bertambah,” katanya.
Namun, menurutnya hal ini bukanlah hal yang perlu dijadikan solusi. Apalagi, jika penambahan anggaran untuk BBM Bersubsidi nantinya diperoleh dari utang. “Tidak boleh senang, jika nutupnya pakai utang. Kalau memang pemerintah tidak mau menaikkan, tapi tetap dilakukan penghematan anggaran itu lebih baik,” pungkas Pri Agung. (net/jpnn)

Hari Ini, 3.000 Anak Dikhitan Massal

MEDAN-Bertepatan perayaan Isra’ Mi’raj Rasulullah Muhammad SAW yang jatuh pada 27 Rajab 1432 Hijriyah atau 29 Juni 2011 Masehi, 3.000 anak Kota Medan dikhitan massal.

Manager Event Organizer (EO) Sumut Pos Darwin Purba menjelaskan, hingga Selasa (28/6) malam, peserta yang telah mendaftar mencapai 2.709 anak. “Kita optimis, pada hari H besok (hari ini, Red) jumlah 3000 peserta ini akan tercapai,” ujarnya, Selasa (28/6).

Kegiatan ini secara serentak akan dilaksanakan di 30 titik lokasi dengan dua titik lokasi acara seremoni yang langsung dibuka Wali Kota Medan.

“Acara ini serentak dilaksanakan sekira pukul 08.00 WIB pagi di 30 titik tersebut. Acara seremoninya yang pertama di Masjid Taqwa Muhammadiyah Jalan Pertiwi Kecamatan Medan Tembung dan yang kedua di RS Ibu dan Anak di Jalan Flamboyan Raya Tanjung Sari,” papar Darwin.

Sementara itu, Dekan Fakultas Hukum UMSU Farid Wajdi menjelaskan, kegiatan ini dilatarbelakangi untuk menggelitik atau memotivasi orang-orang yang mampu untuk lebih sering melakukan kegiatan amal. “Namun, kita berharap jangan hanya pada kegiatan khitanan massal saja, tapi juga kegiatan-kegiatan lain seperti untuk pendidikan, kesehatan dan lainnya untuk kesejahteraan masyarakat,” terangnya.

Menurut Farid, kegiatan ini juga dalam rangka menyambut tiga dekade berdirinya FH UMSU.
Sunatan massal ini diselenggarakan di enam lokasi di Kota Medan, yakni SD Muhammadiyah Medan Kota, Komplek Perguruan Muhammadiyah Jalan Abdul Hakim Tanjung Sari, Komplek Perguruan Muhammadiyah Jalan Pahlawan Nomor 67 Medan Timur, Teladan I Jalan Sisingamangaraja Km 5,5 Medan, Jalan Mustafa No 1 Kampung Dadap dan Islamic Centre  Jalan Medan-Belawan Km 22 Medan.

Kegiatan ini merupakan hasil kerjasama Fahum UMSU dengan Laziswa Muhammadiyah Sumut, PDM Kota Medan, Harian Sumut Pos, Fakultas Kedokteran UMSU, RSU Muhammadiyah, M-Radio dan Dinas Kesehatan Kota Medan. (saz)

Besok Hasil SNMPTN 2011 Diumumkan

MEDAN-Nasib 49.794 calon mahasiswa yang mendaftar di Universitas Sumatera Utara (USU) dan Universitas Negeri Medan (Unimed)  lewat jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) akan diketahui besok, Kamis (30/6).

Kabag Humas USU Bisru Hafi menerangkan, melihat pengalaman tahun-tahun sebelumnya, pengumuman sudah dapat dilihat di website resmi SNMPTN pukul 00.00 WIB pada hari H. “Kalau kita lihat tahun sebelumnya, peserta bisa melihat pengumuman di website resmi SNMPTN yakni di www.snmptn.ac.id,” jelasnya, Selasa (28/6).

Berdasarkan pengalaman tahun lalu pula, traffic di websire resmi SNMPTN sangat tinggi hingga sulit diakses. Karena itu, harian Sumut Pos direncanakan akan kembali memuat pengumuman seleksi penerimaan masuk PTN di USU dan Unimed.

Ujian seleksi tulis SNMPTN digelar serentak pada 31 Mei-1 Juni 2011 lalu untuk Panlok USU diikuti sekitar 31.100 peserta dengan rincian IPA 12.138, IPS 8.653, IPC 10.309 orang. USU direncanakan hanya akan menerima mahasiswa baru sebanyak kurang lebih 2.898 mahasiswa untuk 46 program studi (prodi) S-1 reguler yang ada di USU.
Di Unimed, Pembantu Rektor II Unimed Chairul Azmi mengatakan, peserta ujian tulis dan ujian praktek di Panlok Unimed tercatat sebanyak 18.694 peserta dengan rincian IPA 4.857, IPS 7.562 dan IPC 6.275 orang. “Untuk tahun ini Unimed akan menampung mahasiswa baru sebanyak 2.195 orang pada 38 prodi yang ada Unimed,” jelasnya. (saz)