Home Blog Page 1497

Komisi I Minta Kejari Medan Dampingi Pemko Medan Tagih Uang Proyek Lampu Pocong

MINTA: Ketua Komisi I DPRD Kota Medan, Robi Barus meminta Kejari Medan dampingi Pemko Medan tagih uang proyek lampu pocong.

MEDAN, SMUTPOS.CO – Ketua Komisi I DPRD Kota Medan, Robi Barus, meminta Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan selaku counterpart Komisi I untuk mendampingi dan membantu Pemerintah Kota (Pemko) Medan dalam menagih dan mempercepat proses pengembalian uang senilai Rp21 miliar yang telah dibayarkan Pemko Medan kepada pihak kontraktor dalam proses pengerjaan proyek ‘lampu pocong’ pada 8 ruas jalan di Kota Medan.

Sebab dengan didampingi pihak Kejari Medan, Robi Barus meyakini bahwa Pemko Medan melalui Dinas Sumber Daya Air Bina Marga Bina Konstruksi (SDABMBK) dapat dengan lebih mudah dalam menagih dan memproses pengembalian uang senilai Rp21 Miliar tersebut.

“Komisi I mendorong Kejari Medan untuk melakukan pendampingan hukum terhadap Pemko Medan, agar Pemko dapat lebih mudah dalam menagih uang proyek lampu pocong yang telah dibayarkan ke para kontraktor yang mengerjakannya. Mengingat uang yang ditagih cukup besar, yaitu Rp21 miliar,” ucap Robi kepada Sumut Pos, Jumat (19/5/2023).

Dikatakan Robi, upaya pendampingan hukum sangat dibutuhkan oleh Pemko Medan. Hal itu sebagai antisipasi terhadap kemungkinan adanya kontraktor ‘nakal’ yang enggan atau sengaja memperlambat proses pengembalian uang pengerjaan ‘lampu pocong’ yang merupakan bagian dari proyek penataan lanskap ruas jalan yang dianggarkan di P-APBD T.A 2022 tersebut.

“Saat mendampingi Pemko Medan, Kejari dapat memberikan pemahaman secara hukum kepada para kontraktor apabila mereka tidak mengembalikan uang tersebut dalam jangka waktu yang telah ditetapkan. Artinya, jaksa sebagai pengacara negara akan mengambil tindakan tegas berupa upaya hukum sesuai ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku,” ujarnya.

Kemudian, sambung Robi, keberadaan Kejari Medan dalam mendampingi Pemko Medan pada proses penagihan uang proyek tersebut adalah bentuk kolaborasi yang sangat penting, sehingga harus dilakukan.

“Kolaborasi seperti ini sangat kita butuhkan, apalagi dalam konteks menyelamatkan uang ataupun aset negara. Semakin cepat uang itu kembali, semakin cepat pula percepatan pembangunan Kota Medan bisa terealisasi,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Wali Kota Medan Bobby Nasution mengumumkan hasil pemeriksaan Inspektorat Kota Medan terhadap proyek pegerjaaan ‘lampu pocong’ yang merupakan bagian dari penataan lanskap 8 ruas jalan di Kota Medan pada tahun 2022 lalu. Hasilnya, proyek lampu pocong disebut proyek total lost ataupun proyek gagal.

Untuk itu, Bobby Nasution memerintahkan Dinas SDABMBK Kota Medan yang kini sebagai OPD yang menangani proyek penataan lanskap ruas jalan untuk menagih kembali semua uang yang telah dibayarkan kepada kontraktor.

“Untuk pengerjaan lampu pocong tersebut, memakan anggaran sekitar Rp25 miliar, yang sudah dibayarkan sebesar Rp21 miliar. Kita minta Dinas SDABMBK untuk melakukan penagihan menyeluruh, Rp21 miliar itu wajib dikembalikan,” tegas Bobby.(map)

Warga Bajenis Minta Kapolres Tebingtinggi Brantas Narkoba

CURHAT: Kapolres Tebingtinggi AKBP Andreas Luhut Jaya Tampubolon ketika menghadiri kegiatan Jumat curhat di Kelurahan Berohol Kecamatan Bajenis Kota Tebingtinggi.

TEBINGTNGGI, SUMUTPOS.CO – Jumat curhat yang dilakukan pihak Polres Tebingtinggi di Kelurahan Berohol Kecamatan Bajenis Kota Tebingtinggi, warga meminta peredaran narkoba jenis sabu dan tindak pidana judi di wilayah tersebut yang sudah meresahkan warga agar para pelaku ditindak, Jumat (19/5).

Kegiatan Jumat curhat ini dilakukan jajaran Polres Tebingtinggi diwilayah hukum Polres Tebingtinggi. Tujuannya untuk mensinergikan antara jajaran Kepolisian dengan masyarakat serta menerima aspirasi dan keluhan masyarakat.

“Adapun maksud dan tujuan Jumat curhat untuk mendekatkan diri dan bersinergi serta berinteraksi kepada warga masyarakat serta menerima segala aspirasi dan keluhan masyarakat dan memberikan himbauan Kamtibmas kepada masyarakat,” jelas Kapolres Tebingtinggi AKBP Andreas Luhut Jaya Tampubolon ketika berinteraksi dengan masyarakat.

Menjawab pertanyaan sejumlah warga, Kapolres Tebingtinggi AKBP Andreas Luhut Jaya Tampubolon meminta masyarakat Kecamatan Bajenis Kota Tebingtinggi manakala ada informasi terkait peredaran narkoba diwilayah tersebut agar segera menghubungi Bhabinkamtibmas atau Call Center Polres Tebing tinggi dengan Nomor 110.

“Polres Tebingtinggi menyarankan agar tetap menjaga situasi Kamtibmas di lingkungan masing – masing. Apabila melihat tindakan kriminal segera laporkan agar pihak kepolisian cepat menanganinya,” tutup AKBP Andreas Luhut Jaya Tampubolon. (ian/azw)

Lewat Platform Merdeka Mengajar, Guru se Indonesia bisa Belajar dari Sumut

Sosialisasi penulisan secara serentak di 4 kabupaten dan kota wilayah Mitra Program PINTAR Sumut, Tanoto Foundation Selasa (19/5/2023). (ist)

Sebagai salah satu Lembaga Mitra Pembangunan Kemdikbud RI, Tanoto Foundation ikut serta membantu dalam sosialisasi dan lokakarya penulisan praktik baik di Platform Merdeka Mengajar (PMM) dan Implementasi Kurikulum Merdeka, serentak di 4 kabupaten dan kota wilayah Mitra Program PINTAR Sumut, Kab. Batu Bara, Karo, Asahan dan Kota Pematangsiantar, Selasa (19/5).

Kurikulum Merdeka yang diciptakan untuk memberikan eksibilitas serta dukungan bagi pendidik untuk bergotong-royong menciptakan pembelajaran berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan pelajar dan kondisi satuan pendidikan.

Salah satunya melalui Platform Merdeka Mengajar (PMM) aplikasi teknologi yang disediakan untuk guru dan kepala sekolah dalam mengajar, belajar, dan berkarya. Untuk mengakses fitur/menu yang ada di dalam platform Merdeka Mengajar, pengguna perlu masuk (login) dengan Akun Pembelajaran (belajar.id)

External Affair & Communication Tanoto Foundation Sumut Mutazar, mengungkapkan bahwa pada tahun 2023 penulisan cerita praktik menjadi konten prioritas kemdikbud RI, peran Tanoto Foundation membimbing, mendampingi guru dan kepala sekolah serta pengawas dalam pelaksanaan penulisan cerita praktik yang akan di kurasi Tim Tanoto Foundation bersama tim PMM Kemdikbud.

“Bagaimana guru menerapkan pola mengajar yang fokus pada murid di seluruh Indonesia, khususnya Sumatera Utara kita melaksanakan lokakarya dan pendampingan guru, kepala sekolah dan pengawas berprestasi dengan praktik baik yang telah mereka ciptakan dituangkan kedalam tulisan dan akan dimuat di Platform Merdeka Mengajar (PMM) tentunya dapat diakses oleh jutaan guru di seluruh Indonesia, disamping dapat meningkatkan mutu Pendidikan di kab/kota mitra dan Sumut,” ungkap Mutazar.

Dikatakan Mutazar, cerita Praktik berisi tips dan metode yang praktis untuk ditiru dan dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan pembaca. ‘’Bayangkan hanya dengan menghabiskan waktu 10 menit, guru dapat langsung belajar dari orang lain, lengkap dengan contoh, konteks atau situasi, langkah yang harus dilakukan, serta re?eksi untuk mempertajam materi,” lanjutnya.

Disebutkan Mutazar, Tanoto Foundation melihat antusiasme peserta dalam lokakarya penulisan cerita praktik di PMM ini cukup tinggi. ‘’Dari 80 orang peserta kita berharap dapat menghasilkan cerita praktik yang dapat mewakili wilayah kab/kota dan provinsi Sumatera Utara, dengan topik penulisan yang disarankan kemdikbud guru kita telah terbiasa dikarenakan kita telah melatih mereka dari awal program bagaimana menulis praktik baik Pendidikan yang telah terbit di media lokal dan nasional, kita berharap di bulan Juli nanti sudah dapat kita lihat praktek pembelajaran terbaik dari Sumut.” jelasnya. (rel/sih)

Kantor Perusahaan Pemenang Tender Lampu Pocong Diduga tak Jelas, Ini Kata Pemko Medan

Lampu pocong masih berdiri tegak di Jalan Diponegoro, Kota Medan.Foto (Markus Pasaribu)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Proyek pembangunan lampu pocong yang merupakan bagi dari pekerjaan penataan lanskap 8 ruas jalan di Kota Medan pada tahun 2022 lalu, terus menjadi polemik. Pasalnya setelah pekerjaan itu dinyatakan total lost atau proyek gagal oleh Pemko Medan, 6 perusahaan yang menjadi pemenang tender pekerjaan juga diwajibkan untuk mengembalikan uang proyek yang telah dibayarkan senilai Rp21 Miliar.

Namun sayang, setelah dilakukan penelusuran oleh awak media, rata-rata perusahaan diduga tidak memiliki kantor yang jelas. Sebab, rata-rata perusahaan hanya berkantor di rumah tempat tinggal. Bahkan ada diantaranya, bukan merupakan rumah pemilik perusahaan atau hanya menumpang alamat kepada pemilik rumah.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Dinas Sumber Daya Air Bina Marga Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan, Willy Irawan mengatakan bahwa Dinas SDABMBK bukanlah pihak yang memiliki kewenangan untuk menjawab hal itu.

Pasalnya, meskipun saat ini Dinas SDABMBK telah ditunjuk Wali Kota Medan, Bobby Nasution sebagai OPD yang bertanggungjawab untuk melakukan penagihan uang proyek lampu pocong tersebut, namun proyek tersebut ditenderkan oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan pada tahun 2022 lalu.

Diketahui, pekerjaan penataan lanskap 8 ruas jalan di Kota Medan tersebut memang berada di Dinas Kebersihan dan Pertamanan, sebelum dinas tersebut dilebur oleh Pemko Medan pada Desember 2022 lalu.

“Terkait proses tendernya, semuanya berada di dinas kebersihan dan pertamanan sebelumnya. Dinas PU (SDABMBK) sama sekali tidak tahu proses tendernya,” ucap Willy kepada Sumut Pos, Jumat (19/5/2023).

Sementara itu, Kepala Bagian Pengadaan Barang Jasa Unit Kerja Pengadaan Barang Jasa Kota Medan, Alexander Sinulingga, saat dikonfirmasi Sumut Pos mengatakan bahwa kondisi dugaan kantor kontraktor yang diduga tidak jelas tersebut berada di luar kekuasaan pihaknya sebagai kelompok kerja (pokja).

“Masalah (kantor kontraktor) diduga tidak jelas, itu bukan (tugas) kita sebagai pokja untuk menelusuri ke alamat perusahaan mereka masing-masing,” ujar Alexander kepada Sumut Pos, Jumat (19/5/2023).

Berdasarkan peraturan yang ada, sambung Alexander, pokja hanya bertugas untuk melakukan verifikasi berkas yang masuk.

“Intinya bahwa sesuai perpres, pokja hanya memverifikasi berkas atau kelengkapan dokumen yang sudah di upload, apakah sesuai dengan aslinya. Jadi kita bukan menelusuri ke alamat masing-masing perusahaan,” pungkasnya.

Seperti diberitakan, dalam penelusuran yang dilakukan awak media ke sejumlah perusahaan yang memenangkan tender lampu pocong tersebut, terdapat perusahan-perusahan yang hanya berkantor di rumah-rumah tempat tinggal, bukan layaknya kantor pada umumnya. Bahkan, ada diantaranya yang hanya menumpang alamat kepada pemilik rumah.

Seperti halnya keberadaan kantor CV Sentra Niaga di Jalan Bunga Ncole XXII No 100, Kota Medan. Berdasarkan LPSE, perusahaan tersebut mengerjakan lampu pocong di Jalan Brigjen Katamso dengan nilai kontrak Rp3.133.946.168.

CV Sentra Niaga juga beralamat di tempat tinggal warga. Saat dikunjungi, seorang pria yang berada di dalam rumah membenarkan alamat CV itu. Namun, pemilik CV hanya meminjam alamat rumahnya saja.

“Saya tidak tahu pemiliknya dimana, dia cuma meminjam alamat rumah saya saja,” tutup pria yang tidak mau disebutkan namanya tersebut.(map/azw)

Rawan Maling, Warga Kelurahan Lalang Keluhkan LPJU Mati

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Warga Kelurahan Lalang, Kecamatan Medan Sunggal, mengeluhkan banyaknya jalan-jalan lingkungan yang gelap di malam hari akibat banyaknya lampu penerangan jalan umum (LPJU) yang mati. Kondisi itu pun membuat warga resah, karena kondisi gelap membuat kawasan pemukiman warga menjadi rawan maling.

Hal itu diungkapkan warga kepada Anggota DPRD Kota Medan Fraksi Partai Golkar, M Afri Rizki Lubis SM M.IP, saat menggelar Reses Sidang Masa Sidang II Tahun Keempat T.A. 2023 di Jalan T.B Simatupang / Pinangbaris, Kelurahan Lalang, Kecamatan Medan Sunggal, Jumat (19/5/2023) sore.

“Di Jalan Pasar V banyak lampu jalan yang mati pak, misalnya di Gg Keluarga dan Gg Pendidikan. Tolong lah pak, karena gelap jadi rawan maling pak, kami warga jadi resah,” ucap warga Jalan Pasar V Lingkungan 12, Maryam kepada Rizki.

Maryam pun berharap, Pemko Medan melalui OPD terkait dapat segera memperbaiki ataupun memasang lampu-lampu jalan yang mati agar kondisi jalan-jalan di lingkungan pemukiman warga dapat terang benderang meskipun di malam hari.

“Kami mohon tolong diperbaiki lampu jalannya ya pak. Kalau gang rumah kami terang, kami pun merasa tenang pak,” ujar warga dalam kegiatan yang dihadiri perwakilan Dinas Perhubungan (Dishub) Medan Ranto Simanungkalit, perwakilan Dinas Sosial Medan Isna, perwakilan BPJS Kesehatan Medan Guruh Baladewa, Kasi Trantib Kecamatan Medan Sunggal, dan Lurah Lalang Jalaluddin Nasir Pohan tersebut.

Mendengar permintaan warga, Rizki Lubis pun meminta Pemko Medan melalui Dinas Perhubungan untuk menindaklanjuti keluhan warga dengan memperbaiki dan memasang lampu jalan pada lokasi-lokasi yang dimaksud.

Menjawab hal itu, perwakilan Dishub Medan, Ranto Simanungkalit menjelaskan bahwa baru sejak awal tahun 2023 ini masalah LPJU ditangani atau menjadi tanggungjawab Dinas Perhubungan. Sebab sebelumnya, LPJU merupakan tanggungjawab Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan yang telah dilebur pada akhir tahun 2022 lalu.

“Lampu jalan baru tahun ini ditangani Dinas Perhubungan. Setelah Dinas Pertamanan dilebur, maka LPJU dialihkan ke Dinas PU,” jawab Ranto.

Setelah ditangani oleh Dishub Medan, kata Ranto, Dishub Medan pun langsung memberikan nomor layanan pengaduan LPJU yang dapat di akses seluruh warga Kota Medan, yakni di nomor 081396000934.

“Silakan hubungi nomor layanan pengaduan LPJU yang kami siapkan, maka akan segera kami tindaklanjuti. Tentunya sesuai dengan antrian, tapi pasti akan kami tindaklanjuti. Termasuk LPJU yang ada di Kelurahan Lalang ini, akan kami tindaklanjuti,” tuturnya dihadapan ratusan warga yang hadir.

Selain masalah LPJU, warga juga tampak antusias dalam menyampaikan berbagai keluhannya, yakni mulai dari masalah pelayanan BPJS Kesehatan hingga masalah bantuan sosial.

Terkait hal itu, Rizki Lubis pun mengaku akan menampung aspirasi warga dan memasukkannya ke dalam pokok pikiran (Pokir) DPRD Kota Medan yang akan disampaikan dalam sidang paripurna DPRD Kota Medan.
(map/azw)

Bawaslu Langkat Sosialisasi Kerawanan Data Pemilih

Komisioner Bawaslu Langkat, Riono Hardiman (dua dari kanan) dalam sosialiasi yang digelar di Stabat.Teddy Akbari/Sumut Pos.

STABAT, SUMUTPOS.CO – Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Langkat menggelar sosialisasi tentang pengawasan pemilu partisipatif terkait pencermatan pemutakhiran data pemilih di Hotel Grand Stabat, Jum’at (19/5/2023). Sosialisasi terkait potensi kerawanan data pemilih dibuka Komisioner Bawaslu Langkat, Rika Sari.

Rika mengajak peran serta seluruh masyarakat saat menentukan Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk pemilu 2024 mendatang. “Untuk menentukan DPT nantinya, ini sangat dibutuhkan peran dari bapak dan ibu semua, terutama yang berkaitan dengan daftar pemilih,” kata Rika.

Dia menitipkan salam dari Ketua Bawaslu Langkat, Husni Laili yang tidak dapat hadir dalam sosialisasi tersebut. Sejatinya, Ketua Bawaslu Langkat yang membuka kegiatan ini.

Namun, Husni Laili berhalangan hadir karena ada tugas kedinasan. Sosialisasi ini diikuti oleh sejumlah perangkat kecamatan dan desa.

Mereka diundang karena dinilai perlu untuk melakukan pengawasan bersama terkait daftar pemilih yang berpotensi rawan terjadi kegandaan data. “Begitu juga dengan pihak rutan, dinas sosial dan disdukcatpil. Kami undang di sini dan kami perlu ngawasi ini bersama,” katanya.

Dia juga mengajak kepada insan jurnalis untuk mengawasi pemutakhiran data pemilih ini. Bahkan, Rika menyerukan agar para insan jurnalis untuk tidak ragu memberitakan jika mendapati data pemilih yang rancu dan ganda.

“Kami berharap kepada media massa untuk dapat ikut serta bersama kami dalam memberitakan hal-hal positif pencegahan dan pengawasan. Media sebagai perpanjang tangan kami. Semoga harapan kedepan, dapat mengayo-ayokan masyarakat untuk dapat serta melaporkan jika ada temuan. Semoga pemilih kita dapat berjalan dengan baik dan sesuai harapan kita,” katanya.

Komisioner KPU Langkat, Agus Arifin hadir dalam sosialiasi ini. Bahkan, dia juga menjadi narasumber.

Agus menjelaskan hal yang harus diperhatikan dalam menyusun data pemilih. Paling penting jangan memisahkan masyarakat yang dalam 1 kartu keluarga dengan tempat pemungutan suara berbeda atau di luar desa.

“Pemilih disusun berdasarkan desa atau kelurahan yang sama. Yang perlu diperhatikan lagi, tidak boleh memisahkan 1 KK di YPS yang berbeda, harus yang sama,” katanya.

“Juga yang perlu diperhatikan jarak rumah pemilih dan waktu tempuhnya menuju TPS. Kapur sedang berusaha membuat pemilih merasa nyaman dan dekat, agar meningkatkan partisipasi pemilih,” sambungnya.

KPU juga berencana akan membuat TPS khusus di rumah tahanan maupun lembaga pemasyarakatan yang ada di Langkat. “Ada 1530 jumlah pemilih di TPS Lapas Narkotika dan Lapas Pemuda
Di tempat ini ada 6 TPS, 4 TPS di Lapas Narkotika dan 2 TPS di Lapas Pemuda. Sementara di Pangkalanbrandan ada 1 TPS, 105 orang jumlah pemilhnya,” urainya.

Sementara, Komisioner Bawaslu Langkat, Riono Hardiman menyatakan, pemutakhiran data pemilih ini tahapan yang cukup rumit. Karenanya, dibutuhkan partisipasi masyarakat.

“Salah satu persoalan memang data pemilih. Dalam sejarah pemilu 2019, ada data ganda sebanyak 5 juta di Indonesia. Saya mengimbau jika menemukan data orang yang meninggal dunia, beritakan. Akan kami tangkap info itu, kalau ada datanya kita langsung serahkan ke teman-teman KPU. Persoalan data pemilih cukup rumit,” pungkasnya. (ted/azw)

Usbat Ganjar Sumut Adakan Pelatihan Bilal Mayit di Sergai

Sukarelawan Ustad Sahabat (Usbat) Ganjar Sumut saat mengadakan pelatihan bilal mayit diDusun VII, Desa Firadus, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Sergai, Sumut, Jumat (19/5/2023).

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Sukarelawan Ustad Sahabat (Usbat) Ganjar Sumatera Utara (Sumut) mengadakan kegiatan bermanfaat dan positif bersama sejumlah masyarakat yang ada diDusun VII, Desa Firadus, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara (Sumut), Jumat (19/5/2023).

Dalam siaran persnya, Korwil Usbat Ganjar Sumut, Ustad Syabrun Jukhoir mengatakan dalam kegiatan kali ini mereka mengadakan pelatihan bilal mayit.

“Kami harapkan dengan adanya pelatihan bilal mayit ini, masyarakat bisa lebih paham bagaimana penanganan jenazah secara Islam,” kata dia.

Syabrun juga berharap para bilal mayit yang sudah dilatih untuk terus mengamalkan ilmu yang diterima dan bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Selain itu, para pendukung Ganjar Pranowo itu juga memberikan sejumlah bantuan berupa pengeras suara dan mukena kepada jemaah sekitar.

Tak lupa, mereka turut mensosialisasikan sosok Ganjar Pranowo yang bakal maju di Pilpres 2024 nanti.

Dengan adanya kegiatan itu, Usbat Ganjar berharap sosok Gubernur Jawa Tengah itu makin dikenal masyarkat luas, khususnya masyarakat Sumut

Nurlaila, salah satu warga setempat yang hadir dan menyaksikan pelatihan bilal mayit menyambut baik upaya dari Usbat Ganjar.

“Ini tentu sangat bermanfaat, dan kami harap kegiatan serupa bisa dilakukan berkelanjutan,” ujar Nurlaila. (rel/tri)

Apresiasi Nasabah, CIMB Niaga Gelar XTRA XPO Serentak di Tiga Kota

Direktur Syariah Banking CIMB Niaga Pandji P. Djajanegara (kanan) bersama Head of Region-Sumatera Maya Sartika (kiri) membuka secara resmi CIMB Niaga XTRA XPO 2023 di DeliPark, Jalan Balai Kota Medan, Jumat (19/5/2023). Selain Medan, pameran yang berlangsung hingga Minggu, 21 Mei 2023, juga digelar serentak di Jakarta (Senayan City) dan Surabaya (Pakuwon Mall).(Triadi Wibowo/Sumut Pos)

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) hari ini secara resmi membuka penyelenggaraan XTRA XPO 2023 yang berlangsung tiga hari, Jumat-Minggu, 19-21 Mei 2023 serentak di Jakarta (Senayan City), Surabaya (Pakuwon Mall), dan Kota Medan (DeliPark).

XTRA XPO merupakan salah satu signature event yang digelar sejak 2016 dan selalu sukses menyedot animo nasabah dan masyarakat untuk mendapatkan berbagai penawaran menarik dari CIMB Niaga.

Tahun ini, XTRA XPO menghadirkan experience yang berbeda. Dari sisi lokasi, acara digelar ditengah kota sehingga memudahkan akses masyarakat untuk mengunjungi dan menikmati beragam keuntungan yang ditawarkan. Penawaran yang diberikan juga semakin spesial yaitu XTRA Crazy Deals Diskon 50% Pakai Poin Xtra dengan kuota lebih banyak, yaitu 50.000 kuota yang bisa dinikmati di tiga kota selama acara berlangsung.

Selain itu, cara mendapatkan XTRA Crazy Deals yang ditawarkan juga lebih mudah karena mengadopsi teknologi berbasis digital. Nasabah yang akan hadir cukup melakukan registrasi secara online melalui link yang ada di website CIMB Niaga/XTRA XPO dan melakukan point
redemption secara digital pada mesin DAV (Digital Avatar Visual) di lokasi dan hari yang telah dipilih oleh nasabah.

Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan menyampaikan, XTRA XPO merupakan salah satu wujud komitmen CIMB Niaga untuk memberikan customer experience terbaik kepada para nasabah. Pada acara ini, nasabah dapat mengoptimalkan Poin Xtra yang dimiliki untuk mendapatkan berbagai produk impian dari puluhan merchant mitra CIMB Niaga. Adapun Poin Xtra adalah program loyalitas yang diberikan kepada nasabah ritel CIMB Niaga berupa poin reward atas beragam aktivitas keuangan dan transaksi perbankan yang dilakukan nasabah.

“Selama acara XTRA XPO berlangsung, kami memberikan kesempatan istimewa kepada nasabah untuk menukarkan Poin Xtra menjadi voucher merchant dengan diskon sebesar 50%. Dengan voucher tersebut nasabah dapat membeli berbagai produk dari mitra CIMB Niaga secara lebih hemat dan dengan waktu yang lebih fleksibel sampai batas akhir masa berlaku voucher.

Adapun produk-produk yang tersedia mulai rumah, mobil, gadget, tiket travel, belanja berbagai kebutuhan (shopping), hingga membeli makanan dan minuman (dining),” kata Lani pada Opening Ceremony CIMB Niaga XTRA XPO 2023 di Jakarta, Jumat (19/5/2023).

Sebagai contoh, nasabah ingin membeli voucher gadget seharga Rp1.000.000, maka nasabah hanya perlu menukarkan 50.000 Poin Xtra (setara Rp500.000) karena harga voucher tersebut mendapatkan diskon 50%. Singkatnya, jika pada hari biasa nilai 1 Poin Xtra seharga Rp10, khusus pada XTRA XPO 2023 ini 1 Poin Xtra bernilai Rp20. Dengan demikian belanja berbagai kebutuhan menjadi semakin hemat dan menguntungkan.

Adapun bagi masyarakat yang belum menjadi nasabah tidak perlu khawatir karena selama berlangsungnya XTRA XPO CIMB Niaga juga memiliki banyak program menarik untuk pembukaan tabungan, kartu kredit, dan produk-produk lainnya. Dengan menjadi nasabah dan terus meningkatkan transaksi, nantinya nasabah dapat mengumpulkan Poin Xtra untuk dapat dinikmati pada XTRA XPO selanjutnya serta program promosi lainnya dari CIMB Niaga. Untuk informasi lengkap mengenai XTRA XPO dapat diakses melalui cimb.id/xtraxpo.

Raih Penghargaan MURI

Memasuki penyelenggaraaan yang keenam, XTRA XPO semakin dipercaya publik. Hal ini dibuktikan dengan keberhasilan XTRA XPO mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Dunia- Indonesia (MURI). XTRA XPO dinobatkan sebagai “Acara Tukar Poin Reward Terbanyak di Perbankan Indonesia”.

“Terima kasih kepada MURI atas penghargaan yang diberikan. Pengakuan dari pihak independen ini semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap XTRA XPO yang telah menjadi agenda rutin kami setiap tahun. Hal ini juga menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan XTRA XPO ke depan dengan penawaran dan experience yang lebih menarik,” ujar Lani.(rel/tri)

Dewan Sumut Soroti DBH Sawit Kurang Adil

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua DPRD Sumut, Baskami Ginting menyoroti dan singgung soal Dana Bagi Hasil (DBH) dari sektor pajak perkebunan sawit. Bila disalurkan dengan adil, Pemerintah Provinsi Sumut dan Pemerintah Kabupaten/Kota. Bisa menggunakan anggaran itu, untuk memperbaiki jalan yang rusak.

“Sebenarnya kan, dari dulu kita mintak pajak sawit ini. Kita minta jangan lah segitu. Minimal 30 persen lah kita dapatkan, kalau itu terjadi di Sumut jalan sudah rusak cepat diperbaiki,” ucap Baskami kepada wartawan, di Kota Medan, Jumat (19/5).

Untuk diketahui, jalan rusak di Kabupaten/Kota di Sumatera Utara, tidak terlepas dengan aktivitas kenderaan bermotor bermuatan berlebihan atau berton-ton dengan melakukan pengangkut sawit, yang mengakibatkan jalan jadi hancur dan berkubang serta berlumpur.

Seharusnya, menurut Baskami DBH dari sektor pajak perkebunan sawit dengan sesuai 30 persen. Politisi senior PDI Perjuangan itu, mengatakan DBH dibagikan Pemerintah Pusat dengan adil kepada daerah, yang memiliki luas lahan sawit banyak seperti di Sumut. Sehingga jalan rusak Pemerintah daerah memiliki anggaran dan cepat melakukan perbaikan jalan.

“Mohon maaf, sampai kamar mandi kita sudah di (di Aspal) hotmix. Mampu provinsi, semua kalau bisa jalan Kabupaten/Kota, kita edukasi supaya di hotmix,” jelas Baskami.

Meski tidak jelas berapa persen DBH dari pajak sektor perkebunan sawit diberikan Pemerintah Indonesia ke Pemprov Sumut. Namun, Baskami mengatakan tidak banyak diterima dari DBH tersebut. Sedangkan, jalan rusak didominasi di sekitar dan kawasan perkebunan sawit.

“Tapi nyatanya, berapa persen kita dapat, semua dibawak ke pusat, uang kita. Karena begitu banyaknya sawit yang kita produksi,” sebut Baskami.

Baskami tidak bisa menyalahkan Gubernur, Bupati dan Wali Kota tidak melakukan perbaikan jalan rusak. Karena, tidak memiliki anggaran maksimal untuk perbaikan jalan dalam pembangunan infrastruktur dimasing-masing daerah.

Baskami mencontohkan perbaikan jalan dilakukan Pemprov Sumut, harus menggunakan anggaran sebesar Rp 2,7 triliun secara multiyears atau dicicil beberapa tahun dari APBD Sumut. Hal itu, karena tidak memiliki anggaran besar untuk perbaikan infrastruktur.

“Jumlah yang Rp 2,7 triliun ini aja. Kita bikin multiyears, sampai sekarang belum selesai,” tutur Baskami.

Baskami mengungkapkan keinginan masyarakat cuma dua sekarang, yakni jalan bagus serta baik dan kesehatan. Hal ini, cukup mudah dipenuhi, bila dilakukan tata kelola pemerintahan yang baik dan benar.

“Kita terus dorong itu, karena kalau misalnya jalan itu bagus. Pertama jalan dan kedua kesehatan, itu rakyat sudah senang, gak banyak banyak permintaan mereka kok. Dari pendidikan saya lihat, yang mampu dia sekolah yang tinggi, kalau gak mampu di negeri,” ucap Ketua DPRD Sumut.

Diberitakan sebelumnya, Presiden RI, Joko Widodo akan kucurkan anggaran sebesar Rp 800 miliar, untuk perbaikan jalan di Kabupaten/Kota di Sumatera Utara. Perbaikan jalan akan dimulai Juli 2023 ini.

Hal itu, disampaikan Presiden Jokowi saat meninjau jalan rusak di Desa Sialang Taji, Kecamatan Waluh Selatan, Kabupaten Labuhan Batu Utara, Sumatera Utara, Rabu pagi, 17 Mei 2023.

“Bukan hanya di Labura ini saja ya. Banyak juga di kabupaten lainnya. Kita tidak ingin jalur-jalur logistik terhambat. Jangan sampai jalan ini menganggu. Dan untuk Sumut anggaran yang kita kuncurkan Rp800 miliar untuk di seluruh kabupaten/kota,” ucap Jokowi didampingi oleh Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah.

Bukan hanya di Kabupaten Labura, ia juga menyebutkan bahwa banyak juga jalan rusak di kabupaten/kota lainnya yang juga akan diperbaiki pemerintah pusat.

Pemerintah Pusat, membantu memperbaiki jalan rusak ini karena kabupaten/kota dan provinsi meminta bantuan untuk memperbaiki.

“Jalan Kabupaten ini, banyak yang rusak. Dari 33 ribu kilometer (Jalan Kabupaten/Kota) di Sumut, yang rusak kira- kira 13 Ribu kilometer. Salah satunya, yang ini kita lihat di Labura,” ucap Jokowi.

Presiden Jokowi melihat jalan rusak dalam kondisi seperti kubangan. Sehingga dalam waktu dekat, Kementerian PUPR RI, akan turun melakukan perbaikan jalan tersebut.

“Ya ini, kita di Provinsi Sumatera Utara di Kabupaten Labuhanbatu Utara. Yang kita lihat, di Provinsi Sumut ini. Jalan nasional ada 2.600 km, yang rusak kira-kira 260 km. Ini jalan nasional,” sebut Jokowi.

Yang kedua, mantan Gubernur DKI itu, mengatakan jalan Provinsi di Sumut, ada 3.005 kilometer.”Yang rusak kira-kira 340 kilometer,” tutur Presiden Jokowi.

Dengan itu, mantan Walikota Solo itu, berjanji akan melakukan perbaikan jalan rusak di Sumut dimulai pada Juli 2023, mendatang.

“Yang ini, ada 13 kilometer, kemudian yang menuju ke Sei Ledong atau Tanjung Ledong itu, ada 17 kilometer itu. Dalam keadaan yang lebih kurang sama seperti ini. Ini yang segera kita perbaiki. Nanti kita mulai perbaikan di lapangannya paling lambat Juli (2023),” sebut Jokowi.(gus/azw)