JAKARTA, SumutPos.co– Momentum silaturahmi masyarakat Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) di perantauan tahun ini mencatatkan sejarah baru. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, sejumlah organisasi kedaerahan besar di Jakarta dan sekitarnya menggelar Halal Bihalal (HBH) dan pelantikan pengurus secara kolaboratif di Sekolah Al-Jannah, Cibubur, Jakarta Timur, Sabtu (18/4/2026).
Acara bertajuk “Gelaran HBH Lintas Parsadaan” ini dihadiri sedikitnya 1.500 warga Tabagsel. Di balik kemeriahan tarian Tor-Tor Naposo Nauli Bulung dan alunan musik khas daerah, tersirat pesan politik yang kuat: Desakan kolektif untuk mewujudkan Provinsi Sumatera Tenggara.
Kolaborasi ini melibatkan empat organisasi besar, yakni Forum Komunikasi Lintas Parsadaan Masyarakat Tabagsel (FKLPM-TBS), Ikatan Alumni Mahasiswa IPB Tabagsel (IKAMATABAGSEL), Parsadaan Siregar Boru dohot Babere (PSBB), dan Parsadaan Alumni Pelajar Padangsidempuan dan Sekitarnya (PAPPSI).
Ketua Umum PAPPSI yang juga Staf Ahli Kementerian Dalam Negeri, Prof Dr Brigjend (Purn) Hoiruddin Hasibuan menegaskan, aspirasi pemekaran ini sudah mengakar selama 75 tahun dan tidak bisa ditunda lagi.
“Saya sebagai Ketua PAPPSI sekaligus bagian dari Kemendagri akan berupaya sekuat mungkin untuk mengawal permohonan pemekaran provinsi baru ini agar segera terwujud,” tegas Hoiruddin dalam sambutannya.
Senada dengan Hoiruddin, Komjen Pol (Purn) Dr Saud Usman Nasution menyoroti pentingnya persatuan di tanah rantau. Ia menyebut, berkumpulnya ribuan perantau ini sebagai bukti nyata eksistensi dan kekompakan masyarakat Tabagsel.
“Singkirkan ego sektoral, mari kita bangun kampung halaman. Kita jaga kekompakan demi tujuan bersama, yakni berdirinya Provinsi Sumatera Tenggara,” ujar mantan Kepala BNPT tersebut.
Sementara itu, diplomat senior Bomer Pasaribu menekankan, selain perjuangan administratif, pembangunan infrastruktur dan sumber daya manusia melalui pendidikan vokasi harus menjadi prioritas utama dalam memajukan Bona Pasogit.
Hadirnya Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu, semakin memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dengan para perantau. Acara ini juga dihadiri oleh deretan tokoh nasional asal Tabagsel, di antaranya Mulia P Nasution (Mantan Sekjen Kemenkeu), Samsir Siregar (Mantan Kepala BIN), Saud Usman Nasution (Mantan Kepala BNPT), Hoiruddin Hasibuan (Staf Khusus Kemendagri), dan Bomer Pasaribu (Diplomat RI).
Pertemuan akbar ini menjadi sinyal kuat bagi pemerintah pusat bahwa aspirasi pembentukan Provinsi Sumatera Tenggara bukan sekadar wacana, melainkan kebutuhan mendesak yang didukung penuh oleh lintas tokoh, akademisi, hingga praktisi di tingkat nasional. (adz)

