31 C
Medan
Sunday, April 12, 2026
Home Blog Page 14989

Penumpang KA Melonjak 40 Persen

MEDAN- Sebentar lagi liburan sekolah akan berakhir. Sejumlah pelajar yang memilih menghabiskan liburan sekolahnya di kampung halaman bakal kembali lagi ke Medan. Hal ini mempengaruhi melonjaknya jumlah penumpang kereta api hingga mencapai 40 persen.

“Lonjakan penumpang selama liburan panjang sekolah mencapai 40 persen. Sebentar lagi, liburan sekolah akan berakhir dan kita sudah lakukan antisipasi,” kata Kepala Stasiun Besar KA Medan Imron Badari, Sabtu (9/7).

Karenanya, untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, PT KAI telah menambah atau memaksimalkan gerbong kereta api. “Untuk mengoptimalkan daya angkut maksimal lokomotif, jika biasanya hanya enam gerbong, kini ditambah dua gerbong lagi menjadi delapan gerbong,” ucapnya.

Imron memperkirakan, lonjakan penumpang ini akan berlanjut hingga lebaran nanti. Karenanya, diimbau kepada masyarakat yang akan menggunakan jasa kereta api, terutama kelas eksekutif, untuk memesan terlebih dahulu tiket keberangkatan jauh hari sebelumnya.

Namun, untuk kelas ekonomi, PT KAI tidak menerapkan sistem pemesanan,karena gerbong ekonomi bisa memuat hingga 800 tempat duduk. Imron juga mengungkapkan, harga tiket kereta api tidak dinaikkan pada masa liburan ini.(jon)

Judi Samkwan Beromset Rp300 Juta per Hari

MEDAN- Judi jenis dadu putar (samkwan) masih beroperasi di Pajak Buah, Tiga Binaga, Tanah Karo. Hebatnya lagi praktik haram tersebut beromset Rp300 juta setiap putarannya.

Data yang dihimpun Posmetro Medan  (Grup Sumut Pos), judi dadu putar ini sudah beroperasi selama tiga Minggu terakhir. Dengan dua lokasi yang berbeda yakni, Pajak Buah, Tiga Binaga, Tanah Karo dan Jalan Simpang Perlamben Kecamatan Tiga Binaga, Tanah Karo.

Operasi judi yang dilakukan di Pajak Buah ini beraksi pada malam harinya, sedangkan di Jalan Simpang Perlamben aksi perjudian berlangsung mulai siang hingga malam harinya.  Kapolresta Tanah Karo AKBP Agung Prastyo saat dikonfirmasi via telepon mengatakan belum mengetahui lokasi tersebut dan menurutnya pihaknya sudah menggerebeknya. (eza/smg)

Manajer Hotel Sibayak Dilepas

MEDAN- Manajer Hotel Sibayak Herman Tarigan dilepas polisi. Alasannya, pria yang tersandung kasus menjual wanita di Hotel Sibayak Jalan Nibung, Medan Baru itu setelah diperiksa penyidik Poldasu, ternyata tidak cukup bukti.

Sementara itu Kian Dju alias Lian Manajer Istana Hotel ini yang dituding telah menjual wanita dan kini masih meringkuk di balik jeruji besi Poldasu. Menanggapi itu, Kabid Humas Poldasu Kombes Raden Heru Prakoso mengatakan akan mengecek kasus tersebut.

“Saya cek dulu ya,” katanya. Kian Dju alias Lian saat ditemui di ruang tahanan membenarkan kalau dirinya merupakan manajer Istana Hotel. “Memang saya manajer nya,” ucapnya membuka pem bicaraan dibalik jeruji besi Poldasu. Lian mengaku menyediakan para wanita di hotel tersebut untuk fasilitas lulur. “Wanita untuk lulur,” sambungnya.(eza/smg)

Anwar Ibrahim Terluka, Dua Anaknya Ditangkap

Rusuh, Demo Tuntut Pemilu Bersih

KUALA LUMPUR- Malaysia bergolak lagi. Lebih dari 10 ribu demonstran yang menamakan diri “Bersih 2.0” dan turun ke jalan di Kuala Lumpur menuntut pemilu bersih kemarin (9/7) dibubarkan paksa oleh polisi dengan menggunakan gas air mata.

Akibat insiden dekat stasiun kereta utama di Kuala Lumpur, KL Sentral, yang terjadi pada pukul 13.41 waktu setempat (lebih cepat satu jam daripada WIB) tersebut, puluhan orang luka-luka, termasuk pemimpin utama oposisi negeri jiran itu, Anwar Ibrahim.

Dua anak Anwar, Nurul Izzah dan Nurul Iman, beserta sekitar 1.600 demonstran lainnya juga ditangkap, meski kemudian dibebaskan.

Anwar mengalami memar di kepala dan luka berdarah di kaki karena terjatuh saat polisi mulai menembakkan gas air mata. Ayah enam anak itu pun harus menginap semalam di Pantai Hospital, Kuala Lumpur. Di rumah sakit yang sama, juga dirawat salah seorang pengawal Anwar yang mengalami retak tulang pipi.

“Saya baik-baik saja. Tapi, saya masih merasa pusing,” kata politikus yang dikenal dekat dengan banyak tokoh Indonesia tersebut kepada AFP yang mengunjunginya di rumah sakit.

Menurut Anwar, kepalanya membentur paving dekat KL Sentral. Itu terjadi setelah polisi menembakkan gas air mata langsung ke arah demonstran, bukan ke udara.
“Mereka menembak langsung ke arah kami. Saya sampai kesulitan bernapas dan berdiri,” ungkap mantan wakil PM di era Mahathir Mohammad tersebut.

Nurul Izzah membenarkan bahwa polisi sengaja menyasar demonstran dengan gas air mata. Legislator dari Partai Keadilan Rak yat itu pun mendesak Menteri Dalam Negeri Hishamuddin Hussein dan Kepolisian Malaysia agar menghentikan kekerasan.

“Hentikan omong kosong. Kami bukan penjahat. Kami hanya menuntut pemilu yang bersih dan jujur,” cetus Izzah seperti dikutip situs independen Malaysia Kini.

“Banyak orang tak bersalah yang terluka. Kami mengecam kebiadaban yang dilakukan UMNO dan Barisan Nasional (partai dan koalisi berkuasa di Malaysia, Red) ini,” lanjutnya.

Izzah sebenarnya sempat ditangkap di lokasi insiden. Bersama beberapa demonstran, dia diminta tiarap dan hendak diborgol. “Tapi, borgol ternyata tak berfungsi. Begitu melihat kanan-kiri tak ada polisi, kami pun langsung lari,” katanya.

Namun, toh beberapa jam kemudian anak sulung Anwar Ibrahim itu datang ke kantor polisi untuk menjenguk sang adik, Nurul Iman. Bersama dua aktivis lainnya, Iman akhirnya dibebaskan.
Polisi juga membebaskan Ketua Bersih 2.0 Ambiga Sreenevasan dan Presiden Partai Islam Se-Malaysia (PAS) Abdul Hadi Awang dari tahanan Markas Kepolisian Kuala Lumpur.

“Saya hanya bisa mengatakan, hidup rakyat Malaysia, kita ternyata tidak mudah diintimidasi. Apa yang terjadi hari ini lebih dari sekadar tuntutan pemilu bersih. Tapi juga bukti bahwa rakyat menginginkan proses demokrasi yang canggih dan keinginan itu telah tercapai,” tandas Ambiga kepada wartawan sesudah dibebaskan, seperti dikutip Malaysia Kini.

Sehari sebelumnya, pemerintahan Najib Razak sebenarnya menawari massa Bersih 2.0 yang umumnya terdiri atas para pendukung koalisi oposisi Pakatan Rakyat untuk melokalisasi demonstrasi di Stadion Merdeka. Bersih sebenarnya sudah setuju, namun pihak berwenang malah membatalkan tawaran itu dan mencabut izin demonstrasi.

Namun, demonstran tak menghiraukan larangan tersebut. Kemarin, sembari membawa bendera PAS dan Pakatan Rakyat serta meneriakkan yel-yel “Hidup Rakyat” serta “Bersih”, mereka pun bergerak dari berbagai penjuru Kuala Lumpur dengan tujuan mencapai Stadion Merdeka. Namun, di dekat KL Sentral mereka dilokalisasi sebelum akhirnya ditembak gas air mata.

Seperti dilaporkan Reuters, suasana Kuala Lumpur pun menjadi sangat menegangkan mulai pagi hingga sore kemarin. Kawasan bisnis di Queen, misalnya, menjadi “mati” karena toko-toko memilih tutup.

Apalagi, pada saat berbarengan dengan demonstrasi Bersih, muncul pula perlawanan dari Patriot, yaitu kelompok bentukan UMNO Youth, sayap pemuda UMNO. Mengusung slogan “menghancurkan Bersih”, mereka berencana pula menuju Stadion Merdeka dengan melakukan long march dari Bukit Bintang. Namun, dengan kekuatan hanya sekitar 500 orang, dengan mudah mereka dihalau ketika baru berkumpul di Bukit Bintang.

Meski menjadi pusat huru-hara, pengoperasian berbagai layanan kereta di KL Sentral tetap berjalan. Polisi masih mengadakan razia aktivis Bersih hingga pukul 22.00 waktu setempat kemarin. (c9/ttg/jpnn)

Briptu Norman Dijemput Propam

GORONTALO- Meski sempat dielu-elukan, Briptu Norman Kamaru tak bisa seenaknya meninggalkan tugas. Setelah dijemput paksa oleh Propam Mabes Polri karena tampil di stasiun TV di Jakarta tanpa izin atasan, kini anggota Brimob Polda Gorontalo tersebut harus bersiap menjalani pemeriksaan internal.
Jumat lalu (8/7), tidak bisa tidak, Norman harus kembali ke kesatuannya. Di Polda Gorontalo, dia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya karena meninggalkan tugas.

Namun, tidak seperti kedatangannya terdahulu yang disambut bak pahlawan. Begitu tiba di Bandara Djalaludin, anggota Brimob yang terkenal dengan lagu India Chaiya Chaiya itu keluar melalui pintu pemadam kebakaran yang berada di sebelah kanan bandara. (ama/rdl/jpnn)

Gaji ke-13 Dipotong Oknum PGRI

JAKARTA- Gaji guru PNS ke-13 sudah mulai bisa dicairkan. Di kalangan guru, muncul persoalan pemotongan gaji ke-13 oleh pihak Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) tingkat kabupaten atau kota. Pengurus Besar (PB) PGRI menegaskan, tidak ada instruksi resmi kepada seluruh pengurus PGRI di daerah untuk menarik gaji tambahan tersebut.

Pemotongan gaji ke-13 bagi PNS guru yang menjadi anggota PGRI diantaranya muncul di Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Potongan mencapai Rp125 ribu per guru. Bagi guru yang sudah lolos sertifikasi dan mengantongi sertifikat pendidik, ditarik Rp500 ribu.

Ketua PB PGRI Sulistyo menuturkan, belum menerima kabar tarikan tersebut. Dia menuturkan, secara kelembagaan PB PGRI tidak pernah mengeluarkan instruksi penarikan sejumlah uang kepada guru.
“Apalagi sampai menarik uang dari gaji ke-13. Gaji itu hak mereka (guru, Red),” ujar senator asal Jawa Tengah itu kemarin (9/7).

Kalaupun tarikan sejumlah uang dari gaji tersebut diperuntukkan untuk kebutuhan tingkat lokal, Sulistyo menuturkan bersifat sumbangan atau sukarela. Jadi, tidak ada unsur paksaan. Guru anggota PGRI boleh memberikan sumbangan boleh tidak. Selain itu, karena bersifat sumbangan yang sukarela, jumlahnya juga tidak ditentukan.

Sulistyo menuturkan, jika memang pengurus PGRI daerah membutuhkan sejumlah uang, bisa dirembuk dengan seluruh anggota. Dalam pertemuan tersebut, bisa dibahas nilai sumbangan oleh seluruh anggota. Pihak PB PGRI juga mempersilahkan jika ada anggotanya yang ingin mengadu sejumlah tarikan yang dilakukan pengurus PGRI di daerah.

Catatan Sulistyo, mulai PGRI terbentuk pada 25 November 1945 silam hingga sekarang, hanya ada satu jenis iuran rutin yang resmi bagi anggota PGRI. Yaitu, iuran sebesar Rp 2.000 per bulan bagi setiap anggota. Saat ini, Sulistyo memperkirakan jumlah anggota PGRI yang terdaftar mencapai 3,4 juta guru.

“Baik yang berada di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag), maupun di Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas),” jelas dia. Anggota PGRI tidak hanya PNS, tapi juga swasta.
Jika uang bulanan resmi tersebut dikalikan dengan seluruh anggota PGRI, terkumpul duit Rp 6,8 miliar.

Menurut Sulistyo, uang itu tidak rutin disetorkan oleh anggota. “Banyak anggota yang juga masih menunggak,” tandasnya. Masih munculnya fenomena iuran yang menunggak, Sulistyo mengaku cukup menyayangkan jika guru masih harus dibebani aneka tarikan lainnya.
Iuran resmi PGRI tersebut, digunakan mulai dari jajaran pusat hingga daerah.

“PGRI adalah organisasi profesi yang tidak disponsori pihak manapun. Kami mandiri,” kata Sulistyo. Dia menjelaskan, PB PGRI mendapatkan jatah Rp 200, provinsi (Rp 400), kabupaten/kota (Rp 600), cabang/kecamatan (Rp 600). Uang tersebut, diantaranya digunakan untuk pengembangan profesionalisme anggota PGRI. wSulistyo menuturkan, sangat disayangkan jika memang terbukti ada pengurus PGRI daerah yang tega menarik gaji ke-13 dari para guru. Pasalnya, PGRI selama ini menjalankan misi untuk memperjuangkan hak-hak guru. (wan/jpnn)

Survei: Agama Masih Penting

Poling yang dilakukan oleh Ipsos MORI menemukan bahwa agama masih dianggap penting bagi kebanyakan manusia di seluruh dunia. Survei  hasil dari jajak pendapat dari 18.000 orang yang berada di 24 negara yang berbeda, termasuk Inggris dan Amerika Serikat.

Tujuh dari 10 orang yang disurvei mengatakan bahwa mereka mempunyai agama tapi sebagai pembedanya ada yang berbeda-beda. Yang paling dominant adalah agama Kristen dan Islam yang mempunyai suara terbanyak dalam poling tersebut. Dalam negara yang mayoritas penduduknya Islam, 94% dari mereka setuju jika iman mereka sangat penting dalam kehidupan mereka, bila dibandingkan hanya 64 persen peserta poling dalam negara mayoritas penduduk Kristen.

Mereka juga mengatakan bahwa iman mereka atau agama mereka adalah kunci motivasi yang memberikan waktu dan uang kepada mereka yang membutuhkan Secara keseluruhan, ada 30 persen yang mengatakan hal tersebut. Dimana 61 persen nya merupakan umat Islam dan 24 persennya adalah orang Kristen. Sementara itu sebanyak 52 persen orang yang mengatakan bahwa iman tidak membawa perubahan apa-apa dalam hidup mereka.

Yang paling menakjubkan dari hasil poling ini adalah ditemukan bahwa iman sangat penting bagi anak-anak muda. Ada 73% yang usianya berada di bawah 35 tahun mengatakan bahwa agama atau iman mereka penting bagi hidup mereka. Hasil survey ini diterima oleh pengelolanya Tony Blair, seorang praktisi Katolik dan juga pendiri Tony Blair Faith Foundation.

“Survei ini menunjukkan bahwa agama masih penting…” katanya mengomentari hasil survey. Dia berharap ke depannya akan ada dialog antar agama agar orang-orang bisa belajar menghargai agama orang lain. Bagi umat Kristen, agama bukan hal yang penting, tapi Yesuslah yang terpenting. Ketika Dia ada di dalam hati kita, kita menyadari bahwa Dialah yang akan menuntun hidup kita dan terlebih lagi mengampuni kita. Dan itu yang membuat kita menyadari betapa pentingnya Dia. (chtd/lh3)

Penginjilan dengan Sembako, Haram

Gereja Sedunia Keluarkan ‘Fatwa’

Dewan Gereja Sedunia, Vatikan dan Aliansi Injil Sedunia mengeluarkan lima buku halaman pedoman penginjilan. Dalam hasil pertemuan itu terjadi kesepakatan untuk meninggalkan cara-cara penginjilan terselubung, seperti misalnya lewat sembako. Kode etik itu disusun melalui perundingan rumit sejak tahun 2005, demikian menurut Radio Netherlands Worldwide.

Ketiga organisasi Kristen terbesar di dunia itu berharap dapat mengurangi rasa permusuhan dengan Islam maupun agama lain akibat kegiatan penginjilan tersebut. “Metode tidak pantas dalam mengerjakan tugas-tugas misionari lewat cara-cara terselubung dan pemaksaan harus ditinggalkan,” bunyi salah satu butir yang terdapat dalam buku-buku tersebut. “Pola-pola tersebut mengkhianati Injil dan bisa menyebabkan pihak lain menderita.”

Di beberapa negara seperti Pakistan, India, termasuk Indonesia, kegiatan penginjilan sering menyebabkan kekerasan. Sejak tahun 2006, sedikitnya sudah 200 gereja di Indonesia yang dirusak atau dibakar akibat ketegangan antar umat beragama. World Council of Churches, Roman Catholik dan World Evangelical Alliance merasa konflik dapat dikurangi jika mereka yang ingin menyebarkan kabar baik itu menempuh cara bersahabat. “Mengedepankan upayan membangun hubungan saling menghormati dan saling percaya dengan semua pihak beragama,” katanya.

Namun, panduan bertitel “Saksi Kristen dalam Dunia Multi Agama : Rekomendasi Kode Etik” yang diluncurkan di kota Jenewa, Swiss itu dirasa sulit dilaksanakan di negara miskin dan berkembang. “Untuk wilayah tertentu di daerah-daerah miskin, kadang kala kita memberitakan kasih Kristus dengan cara konstektual.

Misalnya mereka kekurangan gizi, maka gereja atau pelayanan-pelayanan misi turun ke sana,” kata Andriyan Makawimbang, penginjil muda di Jakarta. “Mereka ingin membagi nilai-nilai kemanusiaan. Tapi, ini sering dicap sebagai misi dari Kristen itu sendiri. Padahal ini hanya untuk membantu kemanusiaan.

Panggilan utama umat Kristen adalah mengabarkan kasih Yesus kepada semua orang. Setiap orang perlu mendengar Injil. Sebenarnya ada banyak cara bagi kita untuk melakukannya. Bukan hanya melalui perkataan, lebih nyata lagi kalau dilakukan dengan tindakan.

Contohnya, menjadi pribadi yang sesuai dengan Kristus agar semua orang dapat melihat kasih Yesus dalam hidup kita. Kita bisa memberikan sumbangsih dan perhatian kepada tetangga yang sedang bersedih, mendengarkan curhatan teman-teman kantor, penuh perhatian kepada sesama kita yang ada di sekitar kita.(bbs/net)

Beredar, Iklan ‘Jesus A Prophet of Islam’

Beredarnya papan iklan dengan tulisan “Jesus A Prophet Of Islam” atau “Yesus Nabi Islam” di beberapa tempat di Australia menimbulkan silang pendapat diantara masyarakat untuk menyikapi hal ini.

Iklan itu diketahui sebagai bagian dari kampanye perdamaian kelompok Muslim terhadap umat Kristen di bumi kangguru tersebut.

Dilansir Telegraph pekan lalu kampanye tersebut dilakukan oleh sebuah kelompok Muslim bernama “MyPeace” (Damai Milikku). Papan iklan itu pertama kali berdiri di Kota Sydney, di atas bangunan sebuah toko ban dekat perempatan jalan. Menurut pendiri MyPeace, Diaa Muhammad, pihaknya akan memasang papan iklan serupa berikutnya di Kota Adelaide.

Biro Standar Iklan Australia pun kena getahnya dengan menerima puluhan surat protes dan kecaman atas dimuatnya iklan yang menurut beberapa orang kontroversi dan dapat memicu perpelisihan yang besar antar kedua agama.

Namun, otoritas iklan Australia menolak semua keluhan itu dengan alasan kebebasan berpendapat dalam negara demokrasi. Salah satu pendukung ide iklan itu menyatakan, “Tentu tidak akan ada kesempatan sebuah papan iklan “Yesus Putra Tuhan” terpampang di Iran.”

Namun Ian Powell seorang pendeta di Sydney menanggapi positif hal ini dengan kerap bertemu dengan Diaa Muhammad untuk membahas soal agama dan ekstremisme. Menurut Diaa, sebagai bagian memberikan pemahaman soal Islam terhadap penganut agama lain, kantornya membagikan Al-Quran gratis bagi siapa saja yang memerlukan. “Telepon sekarang, operator kami siap membantu,” katanya.

Menyikapi positif seperti pendeta Ian Powell harus kita ikuti jika ada wacana dan gerakan untuk perdamaian.

Pesan yang diusung dalam kampanye inipun akan menjadi jalan memperkenalkan kepada setiap masyarakat tentang siapa Tuhan Yesus sebenarnya  dalam kerangka komunikasi dialogis yang dalam lingkup besar dapat mematikan aksi teroris.(telegraph/jc)

Lebih Giat dari yang Lain

1 Korintus 15:10
“ Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku.”

Oleh:   Pdm. Edison Sinurat STh

Rasul Paulus mengakui bahwa dirinya adalah yang paling hina dari semua rasul, bahkan tidak pantas disebut rasul mengingat aktivitasnya di masa lalu yang menganiaya jemaat Allah. Tetapi Tuhan Yesus berkenan menjadikannya sebagai rasul-Nya melalui sebuah perjumpaan yang mengubahkan hidupnya dari seorang penganiaya jemaat Allah menjadi seorang pemberita Injil yang militan. Paulus menganggap bahwa perkenanan Tuhan itu adalah sebuah kasih karunia, sebuah anugerah.
Dirinya yang sepatutnya dihukum tetapi justru dipakai menjadi alat-Nya Tuhan.

Menyikapi kemurahan Allah tersebut, maka rasul Paulus bekerja segiat-giatnya bagi pekabaran Injil. Totalitas merupakan prinsip hidupnya kini bagi pekabaran Injil yang semula sangat ditentangnya. Ia bahkan bekerja lebih keras, lebih giat dari rasul-rasul yang lain. Ini dapat kita buktikan setelah membaca surat Kisah Para Rasul.

Perjuangannya dalam pemberitaan Injil tidaklah mudah. Seperti pengakuannya yang dicatat dalam surat Korintus berikut ini: “Apakah mereka pelayan Kristus? aku berkata seperti orang gila aku lebih lagi! Aku lebih banyak berjerih lelah; lebih sering di dalam penjara; didera di luar batas; kerap kali dalam bahaya maut.

Lima kali aku disesah orang Yahudi, setiap kali empat puluh kurang satu pukulan, tiga kali aku didera, satu kali aku dilempari dengan batu, tiga kali mengalami karam kapal, sehari semalam aku terkatung-katung di tengah laut. Dalam perjalananku aku sering diancam bahaya banjir dan bahaya penyamun, bahaya dari pihak orang-orang Yahudi dan dari pihak orang-orang bukan Yahudi; bahaya di kota, bahaya di padang gurun, bahaya di tengah laut, dan bahaya dari pihak saudara-saudara palsu.

Aku banyak berjerih lelah dan bekerja berat; kerap kali aku tidak tidur; aku lapar dan dahaga; kerap kali aku berpuasa, kedinginan dan tanpa pakaian, dan, dengan tidak menyebut banyak hal lain lagi, urusanku sehari-hari, yaitu untuk memelihara semua jemaat-jemaat.” (2 Korintus 11:23-28). Segala sesuatu dihadapi dengan tegar demi tersampaikannya Injil kepada sebanyak mungkin orang.

Kita dapat memperhatikan perjalanan penginjilannya di halaman-halaman terakhir Alkitab, ada tiga kali ia melakukan perjalanan penginjilan, mulai dari Yerusalem, ke Antiokhia, ke Asia Kecil (Turky sekarang) sampai ke Eropa (Roma), baik melalui darat maupun laut. Membuktikan bahwa ia bekerja lebih giat dari rasul-rasul yang lain. Ia berupaya mengejar ketertinggalannya dari rasul-rasul yang lain dengan membuktikannya melalui keseriusannya melayani Tuhan.

Orang yang mengalami kasih Tuhan patutlah meneladani rasul Paulus ini. Sebagai pelayan Kristus, kita pun harus bekerja lebih giat lagi. Bukankah kita yang hidup di zaman ini juga telah banyak mengalami kemurahan Tuhan? Bandingkan dengan umat yang hidup di zaman Torat.

Semua kita yang telah ditebus oleh darah Yesus adalah imamat rajani, digelar sebagai duta-duta Injil yang harus menyampaikan berita keselamatan ini kepada setiap orang. Dengan segala risiko dan konsekuensi, kita harus siap mengingat kedatangan Kristus kedua kali sudah di ambang pintu.

Waktunya sangat singkat, saatnya bagi kita untuk lebih bergiat melayani Tuhan sesuai dengan talenta yang dikaruniakan untuk merefleksikan kasih Allah kepada setiap orang yang berduyun-duyun menuju kebinasaan. Kepada anak rohaninya Timotius, rasul Paulus mensehatkan agar memberitakan Injil ini baik atau tidak baik waktunya.

Roh belas kasihan merupakan motor bagi pekerjaan mulia ini yang harus kita miliki seperti ada pada Yesus Kristus (Matius 9:35-37). Sesungguhnya ladang telah menguning dan siap dituai oleh kita. Masih banyak orang yang membutuhkan belas kasihan Yesus yang diharapkan mengalir melalui kita. Injil harus menjangkau seluruh bangsa, suku, kaum, bahasa, semua segmen dan seluruh lapisan strata masyarakat. Saya tidak akan henti-hentinya menyuarakan hal ini.

Pekerjaan ini merupakan prioritas setiap orang percaya, untuk inilah Roh Kudus dicurahkan kepada kita agar kita dapat menjadi saksi-Nya sampai Injil tersebar ke seluruh dunia. Kerinduan untuk bertemu Yesus pada kedatangan-Nya kedua kali harus kita wujudkan dalam pekabaran Injil secara lebih serius lagi. Manfaatkanlah waktu yang ada, potensi yang dipunya, tekhnologi yang tersedia, dengan roh yang menyala-nyala membawa jiwa sebanyak-banyaknya ke dalam kerajaan Sorga. Haleluyah. (*)