31 C
Medan
Saturday, April 11, 2026
Home Blog Page 15005

Sepeda Motor Kawan pun Digelapkan

Sepandai-pandai tupai melompat akhirnya jatuh juga. Sepandai-pandai Ega (18), warga Jalan Setia Budi Medan menggelapkan sepeda motor kawannya, akhirnya tetangkap juga. Tak tanggung-tanggung
tujuh unit sepeda motor milik temannya berhasil digelapkannya. Modusnya sederhana, Ega meminjam sepeda motor milik temannya, lalu melarikannya.

Akhirnya, aksi cowok ABG yang satu ini terbongkar juga. Ega diringkus personel Polsekta Sunggal atas laporan temannya bernama Agus (20), warga Jalan Setia Budi. Dalam laporannya, Agus mengatakan, sepeda motor Supra X 125 miliknya dilarikan Ega. Sebelumnya, Ega meminjamnya kepada Agus. Karena sudah saling kenal, Agus pun mengizinkan Ega meminjam sepeda motor miliknya. Namun, setelah ditunggu selama 2 hari, Ega tidak menampakkan batang hidungnya. Bahkan, saat dijumpai di rumahnya, Ega pun selalu tidak berada di rumah.

Berdasarkan laporan itulah, Polisi dari Mapolsek Sunggal melakukan pengejaran terhadap Ega. Tepatnya Rabu (6/7) siang, sekira pukul 12.15 WIB, Ega diketahui berada di kawasan Jalan Tanjung Selamat, atau yang sering dikatakan Pantai Bokek. Mendapat informasi itu, Polisi langsung bergerak ke kawasan pinggiran sungai yang saban hari banyak dikunjungi anak sekolahan itu.

Ega baru saja memarkirkan sepeda motor Jupiter Z yang dikendarainya, Polisi pun langsung memboyongnya ke Mapolsek Sunggal guna penyelidikan. Dari balik jeruji besi, Ega mengaku sudah menggelapkan sedikitnya tujuh unit sepeda motor milik teman-temannya. “Nggak pernah aku mencuri kereta Bang, caranya pura-pura minjam saja,” ujarnya.

Ega juga mengaku, sepeda motor Agus itu sudah dijualnya kepada kenalanya di kawasan Sembahe. “Ku jual Rp1,5 juta sama kawan ku di Sembahe Bang, nama aslinya nggak tahu aku, tapi sering dipanggil Nangin,” ujar Ega.(mag-7)

Pejabat Eselon III dan IV Dilantik

MEDAN- Sekda Kota Medan Syaiful Safri melantik enam pejabat eslon III dan satu pejabat eselon IV di ruang rapat III kantor Wali Kota Medan, Rabu (6/7) sore. Pelantikan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Wali Kota Medan Nomor 821.2/1152/K/2011
Ketujuh pejabat yang dilantik tersebut yakni Eddy Utama menjadi Kabid Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan pada Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Kota Medan, Hendra Ridho Gunawan Siregar menjadi Kabid Pengawasan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah kota Medan.

Hanna Loren Simanjuntak menjadi Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Medan, Januari Pane menjadi Sekretaris Korpri Kota Medan, dr Alisyahbana Siregar SP THT menjadi Kabid Rehabilitasi dan Kontruksi pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Medan, Nirwan SE menjadi Kabid Pendataan dan Penataan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Medan. Sedangkan pejabat esolon IV yang dilantik adalah Linda Mora SSTP menjadi Kasi Pendataan dan Penetapan pada Dinas Pendapatan Daerah Kota Medan.

Sekda Medan Ir Syaiful Bahri mengatakan, mutasi para pejabat merupakan hal yang biasa. Karena mutasi merupakan bagian dari program pembinaan aparatur yang dilakukan secara sistemik, dalam rangka meningkatkan kinerja organisasi sekaligus mewujudkan pelayanan publik yang semakin berkualitas menuju sistem pembinaan aparatur pada struktur organisasi secara berkesinambungan. (adl)

Korban Dibunuh karena Berteriak

Rekonstruksi Pembunuhan Bocah Kelas 4 SD

MEDAN- Rekonstruksi pembunuhan Bian Arbaiah Hartati (10), siswi kelas 4 SD warga Jalan Mesjid Pasar IX Tembung, Kamis (16/6) malam lalu, digelar Polsekta Percut Sei Tuan, Rabu (6/7). Rekonstruksikan yang digelar di halaman parkir Mapolsek Percut Sei Tuan itu dipimpin langsung Kanit Reskrim Polsekta Percut Sei Tuan AKP Faidir Chaniago.

Rekontruksi ini sempat diwarnai kericuhan, sebab kelaurga korban hendak memukuli tersangka. Namun dengan sigap polisi melerainya. Sedangkan pengawalan yang dilakukan oleh personel Polsekta Percut Sei Tuan terlihat sangat ekstra ketat guna mengantisipasi tindakan anarkis dari pihak keluarga korban maupun para tetangganya. Peragaan tersebut berlangsung cepat untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan.

Dari adegan pertama hingga adegan terakhir menceritakan, ayah korban bernama Wasito (51) dan ibunya Ponia (43) sedang mengantar barang dagangannya berupa pakaian kepada konsumen.

Sedangkan korban sedang pakaian di kamar mandi hendak pergi sekolah. Karena mengetahui korban berada sendirian di rumah, maka pelaku masuk dari pintu depan yang tidak dikunci. Kemudian mengacak-ngacak lemari kamar. Karena korban memergokinya, maka pelaku yang takut korban teriak sehingga bisa mengundang warga datang, maka langsung menyekapnya.

Karena korban yang terus memberontak membuat pelaku geram dan akhirnya menghabisi nyawanya dengan cara menikaminya pakai senjata tajam (sajam) sebanyak 7 liang. Setelah tewas, korban diletakan ke dalam kamar mandi dan pelaku langsung kabur sambil menggondol satu unit laptop dan HP.

Wasito dan Ponia yang kembali pulang ke rumah terkejut saat melihat putrinya tergelat di lantai kamar mandi bersimbah darah tak bernyawa. Kemudian dengan suara keras, Ponia berteriak sehingga mengundang warga berdatangan. Setelah itu ayah korban didampingi warga melaporkan kejadian tersebut ke Polsekta Percut Sei Tuan.

Wasito ayah korban meminta agar pelaku dihukum mati atas perbuatan yang dilakukan terhadap anaknya. “Saya meminta pelaku dihukum mati saja karena dia sangat kejam melakukan hal tersebut kepada anak saya ini,” ujarnya dengan nada kesal.(mag-7)

Peluang Kerja Tenaga Analis Kesehatan Sangat Besar

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumut dr Chandra Syafei Sp OG diwakili Kabid Bina Pengembangan SDM Kesehatan drg HW Jauhari MARS mengatakan, peluang kerja untuk tenaga analis kesehatan cukup besar.

Peningkatan peluang kerja untuk tenaga analis kesehatan ini karena permintaan akan jasa  laboratorium klinik sangat besar, kata Kadis Kesehatan Sumut saat pelantikan dan pengambilan sumpah/janji lulusan SMK Analis Kesehatan Dharma Analitika Medan di Hotel Madani Medan, Selasa (28/6).

Acara pelantikan ini juga dihadiri Kabid Dikmenti Dinas Pendidikan (Disdik) Sumut Dra Hj Latifah Hanum Daulay MSP, Kepala SMK Analis Kesehatan Dharma Analitika Medan Hj Endang A Siregar SSi MSi, orangtua, staf pengajar, lulusan SMK Analis Kesehatan Dharma Analitika Medan dan undangan lainnya.

Saat ini, kata Kadis Kesehatan Sumut, ada sebuah tren di masyarakat dimana lebih baik langsung periksa kesehatan di laboratorium. ‘’Ketimbang ke dokter dulu, lalu sang dokter menyuruh ke laboratorium klinik untuk medical chek up,’’ katanya.

Dengan demikian, lanjut dia, pertumbuhan jumlah laboratorium klinik yang membutuhkan tenaga tenaga analisis kesehatan sebagai tulang punggung di laboratorium klinik. ‘’Hal ini merupakan peluang sekaligus tangan bagi kita untuk menyediakan tenaga analis kesehatan untuk mengisi peluang tersebut,’’ terangnya.

Ia mengingatkan, bekal pengetahuan yang diperoleh di sekolah dapat dikembangkan di lapangan kerja sebagai tenaga analis kesehatan. ‘’Jika ada kemampuan para lulusan dapat melanjutkan ke jenjang akademisi analisis kesehatan atau S-1 Teknik Laboratorium Kesehatan. ‘’Selain bekal ilmu pengetahuan dan keterampilan, analis kesehatan juga harus mengamalkan kode etik, moral dan spiritual yang teguh,’’ ujarnya.

Secara khusus, Kadis Kesehatan Sumut mengucapkan terima kasih kepada ketua pembina, pengurus Yayasan Bunaya beserta kepala sekolah, guru dan tenaga kependidikan atas jasa-jasanya membantu pemerintah dalam upaya penyediaan tenaga analis kesehatan untuk pembangunan kesehatan.

Kepala SMK Analis Kesehatan Dharma Analitika Medan Hj Endang A Siregar SSi MSi mengatakan pelantikan 99 lulusan yang telah menyelesaikan pendidikan di SMK Analis Kesehatan Dharma Analitika terdiri dari 17 orang laki-laki dan 82 orang perempuan. Dalam acara ini, Endang menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan Dinas Kesehatan Sumut, Dinas Pendidikan Sumut dan Dinas Pendidikan Kota Medan dalam membenahi dan membangun sekolah yang dipimpinnya.

Endang juga menyampaikan ucapan selamat kepada orangtua para lulusan dimana anaknya telah dilantik dan diambil sumpah sebagai analis kesehatan.

Kepada SMK Analis Kesehatan Dharma Analitika Medan lepas anak didiknya disertai doa semoga dapat meraih kesuksesan dan tetap mengingat SMK Analis Kesehatan Dharma Analitika Medan. (*)

Kartu As Murah Bagi Pelanggan, Untung Bagi Pedagang

MEDAN – Karena  berbagai kelebihan  yang dimilikinya,  produk Telkomsel   tetap menjadi  pilihan utama pelanggan.  Tidak hanya karena  tarifnya yang murah, tetapi juga karena kualitas jaringan yang dapat diandalkan. Selain itu, Telkomsel  penuh inovatif menawarkan program – program yang memberi kemudahan dan kenyamanan pelanggan.

Untuk produk  kartu AS  misalnya. Pelanggan dapat menikmati tarif paling murah dengan tarif nelpon Rp. 0 setiap kali nelpon ke sesama pelanggan Telkomsel untuk 30 detik pertama. Ditambah,  gratis SMS  seharian serta gratis facebook & chatting. Dimana cara menikmati gratis facebook & chatting selama satu minggu cukup menekan *363*363#lalu OK, pelanggan akan mendapatkan notifikasi gratis facebook dan chatting selama 7 hari.

Berbagai kemudahan yang ditawarkan produk Telkomsel, tentu  tidak hanya menguntungkan pelanggan. Tetapi  pastinya juga memberikan berkah tersendiri bagi pedagang produk Telkomsel. Seperti  diakui Arbi pemilik Rizky Cellular yang terletak di Jalan Bromo Kecamatan Medan Denai. Selama 5 tahun membuka usaha ponsel, Arbi merasa cukup nyaman  kerjasama dengan Telkomsel.

Dikatakannya, sangat mudah menjual produk Telkomsel karena masyarakat telah mengetahui kelebihan yang dimiliki  Telkomsel. Omzet yang didapat Arbi per harinya kontribusi terbesar dari produk Telkomsel. Terutama dari kartu AS. Menurutnya, minat masyarakat terhadap produk Telkomsel khususnya Kartu AS sangat bagus. ‘’Karena menurut pelanggan fasilitas yang diberikan Kartu AS dengan berbagai Paket yang disediakan sesuai kebutuhan.  Harga paket juga sangat terjangkau,”ujarnya ketika ditemui Sumut Pos.

Harga nominal perdana kartu AS, lanjut Arbi lebih murah. Harga voucher produk Telkomsel juga lebih murah dibandingkan yang lain. Sebagai pedagang, Arbi juga merasa wajib menguasai produk yang dijualnya. Biasanya bila ada  pelanggan bertanya cara mengaktifkan paket yang diinginkan, Arbi  akan menerangkannya.

Juli Ramadhani, salah seorang pelanggan yang ditemui saat membeli pulsa di Rizky Cellular mengatakan, memilih produk Telkomsel karena mayoritas orang yang dikenalnya  menggunakan Telkomsel. ‘’ Telkomsel juga memiliki paket murah untuk sesama pengguna Telkomsel,”ujarnya.
Alasan lain, lanjut Juli karena kemudahan akses dalam mencari sinyal. Bahkan saat berada di daerah sekalipun masih dapat berkomunikasi.

‘’Saya menggunakan tarif murah kartu AS yaitu paket Jagoan Serbu SMS dan telepon sepuasnya. Paket ini saya gunakan untuk berkomunikasi dengan teman, kerabat, saudara, urusan kerjaan dan sebagainya,”tuturnya.

Kembali ke Arbi, dikatakannya, keuntungan lain menjual produk Telkomsel, dapat mengikuti program Registrasi Perdana atau Redcom. Dimana pemilik outlet dalam menukar poin berhadiah laptop, ponsel, voucher M-Kios hingga sepeda motor.

Terhadap mitra outlet, Telkomsel memang tak pernah berhenti memberikan apresiasi. Seperti lewat program yang baru diluncurkan dalam rangka pencapaian 100 juta pelanggan yang juga bertepatan dengan genapnya usia yang ke-16 tahun.  Telkomsel menggelar program “Outlet Merah Mandiri” (OMM) bagi para pemilik outlet.

Mengusung konsep bina wirausaha, Telkomsel siap membina 1.000 pengusaha kecil tersebut yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Program ini merupakan bagian dari kegiatan tanggung jawab sosial Telkomsel, yang disinergikan dengan upaya untuk mempertahankan dan meningkatan daya saing Telkomsel. Konsep pemberian modal berfokus pada outlet yang berusia 6 – 12 bulan.  (*/sih/mag – 9)

PLN Kit SBU Salurkan Dana P3L Rp442,7 Juta

PT PLN (Persero) Pembangkitan Sumatera Bagian Utara (Kit SBU), sampai dengan triwulan II pada 2011, telah menyalurkan dana Program Partisipasi Pemberdayaan Lingkungan (P3L/CSR) sebesar Rp442.700.000.

Daerah yang menjadi alokasi penyaluran dana tersebut meliputi Propinsi Sumatera Utara, Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam, dan Propinsi Riau. Ketua Tim P3L PT PLN (Persero) Kit SBU Gunawan Sidabalok, mengungkapkan, luasnya daerah penyaluran tersebut karena meliputi wilayah operasional PLN Kit SBU. “Di Aceh, ada PLTD Lueng Bata, di Propinsi Riau ada PLTA Koto Panjang dan PLTG Teluk Lembu dan beberapa pembangkit di Sumatera Utara,” katanya di Medan, Selasa (5/7).

Menurut Gunawan, secara umum, penyaluran dana P3L bersifat hibah dan diberikan kepada masyarakat sekitar wilayah pengelolaan PLN Kit SBU dalam bentuk bantuan seperti korban bencana alam yang terjadi di Kecamatan Pahae Jae Kabupaten Tapanuli Utara, pendidikan, pelatihan, sarana, prasarana umum, sarana ibadah, kesehatan serta sunatan masal pada 28 Juni 2011 bekerjasama dengan Persatuan Ibu (PI) PLN Kit SBU.

“Ini sesuai dengan visi P3L, yaitu, terwujudnya keharmonisan hubungan PLN dengan masyarakat di sekitar kegiatan PLN sehingga kondisi tersebut akan menunjang keberhasilan kegiatan PLN dalam menyediakan tenaga listrik bagi masyarakat, serta misi berupa membantu pengembangan kemampuan masyarakat di sekitar kegiatan PLN agar dapat berperan dalam pembangunan sehingga secara bertahap masyarakat akan mampu,” ujarnya.

Dan berbicara tentang P3L, lanjutnya, ada empat komponen yang menjadi fokus PLN dalam  penyalurannya. Yaitu, Community Relation, Community Service, Community Empowering dan Pelestarian Alam,” kata Gunawan.

Community Relation, berupa kegiatan-kegiatan yang menyangkut pengembangan kesepahaman melalui komunikasi dan informasi kepada para pihak yang terkait.Tujuannya, meminimalisasi perbedaan konsepsi dan pikiran antara masyarakat, korporasi, dan pemerintah, agar terbentuk suatu persepsi yang sejalan dan saling mendukung antara masing-masing pihak, baik masyarakat lokal, pemerintah, maupun korporat merupakan bagian dari kelompok kegiatan.

Community Services, berupa program bantuan yang diberikan berkaitan pelayanan masyarakat atau kepentingan umum. Tujuannya, mengantisipasi timbulnya kecemburuan sosial di masyarakat, dengan harapan mampu menciptakan suasana yang kondusif antara masyarakat, pemerintah dan korporat.

Community Empowering, merupakan program-program yang memberikan akses yang lebih luas kepada masyarakat untuk menunjang kemandiriannya, sehingga masyarakat menjadi berdaya dan memiliki kemampuan berkembang ke arah yang positif.

Pelestarian alam, bertujuan menciptakan pelestarian alam sehingga tidak terjadi kerusakan alam akibat kegiatan manusia. Khusus pada pelestarian alam, program ini sudah dilaksanakan setiap tahun sejak beberapa tahun yang lalu.

Misalnya, Program penanaman pohon tahun 2008, Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara pohon 2009 dan Gerakan Penghijauan Satu Orang Satu Pohon (one man one tree) 2009, Program penghijauan bersama masyarakat untuk kelestarian sekitar Danau Toba tahun 2010 dan 2011.  Sebagai bukti dari program penghijauan ini dapat dilihat di Jalan Bunga Rampai Raya, Lingkungan IV, Kelurahan Simalingkar B Kebun Binatang Medan.  (*/ila)

Upaya Peningkatan Kualitas Outbond

AELI Sumut Terbentuk

MEDAN – Maraknya pertumbuhan provider kegiatan alam terbuka (outbond) adalah bukti besarnya potensi pariwisata di Sumatera Utara (Sumut). Hal ini merupakan modal untuk menghadapi persaingan bebas di era globalisasi 2014 mendatang.

Demikian disampaikan General Manager Kampoeng Stakoetoe Outbond Desa Salam Tani, Kuta Tualah Pancur Batu, Ali Wardana Ginting. Untuk itu peran Asosiasi Experiental Learning Indonesia (AELI) Sumut sangat menentukan keberhasilan kegiatan di masing-masing provider outbond yang ada.

“Kampoeng Stakoetoe Outbond sangat menyambut baik kehadiran AELI Sumut di bawah kepemimpinan Drs Ilham Prasetyo MSi. Mengingat kegiatan outbond berhubungan dengan ketahanan bangsa Indonesia dalam menyambut era persaingan bebas 2014 nanti,” ucap Ali kepada Sumut Pos, Senin (4/7).

AELI lanjutnya dapat menjadi acuan dalam peningkatan kualitas personal dan institusi penyelenggara outbond melalui pelatihan dan standarisasi yang dibuat.
Dengan demikian tujuan dari pelatihan yang dilaksanakan dapat dicapai maksimal. Selain itu juga terbentuk satu kesatuan dalam memanfaatkan potensi alam secara maksimal.

Ketua AELI Sumut Periode 2011-2013 Drs Ilham Prasetyo MSi mengatakan ada tiga tataran dari pelaksanaan outbond. Selain sebagai unsur rekreasi, development, outbond juga mengandung unsur terapi. “Development dalam hal ini adalah pengembangan pola pikir positif melalui pemahaman-pemahaman terhadap unsure organisasi, team building, leadership, dan materi pengembangan organisasi,” jelasnya.

Terapi dalam outbond lanjutnya menyangkut permasalahan di organisasi baik personal seperti kecanduan narkoba dan penyakit kejiwaan yang menyertai seperti kelptomania maupun phobia. “Itu kita sebut terapi organisasi,” ucap Ilham yang juga koordinator fasilitator Kampoeng Stakoetoe Outbond ini.

Masih Ilham, AELI yang berada dibawah naungan Dinas Kementerian Pariwisata dan Kebudayaan Republik Indonesia yaitu Direktorat Standarisasi nantinya akan mengeluarkan Rencana Standar Kompetensi Kerja Nasional (RSKKN) sebagai acuan bagi pelaksana outbond.

Drs Ilham Prasetyo MSi dipilih sebagai Ketua AELI Sumut pada musyawarah yang digelar di Kampoeng Stakoetoe Outbond, 24 Juni 2011. Musyawarah yang diikuti 16 provider outbond ini juga dihadiri Sekretaris AELI Pusat, Ega Fernando.

Selain Drs Ilham Prasetyo MSi sebagai Ketua juga dipilih Sekretaris yaitu Demang dari Quantum Outbond dan Bendara yaitu Prana Surya dari True North Outbond.  (*/jul)

Era Global Butuh Keberanian dan Keterampilan

Rektor Universitas Medan Area (UMA) Prof Dr HA Ya’kub Matondang MA mengatakan, era globalisasi ini yang diperlukan bukan hanya keahlian tetapi juga keberanian dan keterampilan, kearifan dan integritas keperibadian.

Pada era globalisasi terjadi pergeseran nilai- social dalam masyarakat, karenanya pendidikan etika dan akhlak hendaknya menjadi perhatian khusus bagi kita,” ujar Ya’kub Matondang MA pada pidato wisuda sarjana UMA sebanyak 517 wisudawan di Gelanggang Serbaguna UMA Jalan Kolam Medan Estate, Sabtu (2/7).

Dari 517 wisudawan, lulusan S1 berjumlah 362 orang berasal dari 7 fakultas yaitu, teknik, pertanian, ekonomi, hukum, ilmu sosial politik, psikologi dan biologi.

Sedangkan lulusan S2 berjumlah 155 orang terdiri dari program Magister Administrasi Publik, Magister Agribisnis, Magister Ilmu Hukum dan Magister Psikologi.

Di usia UMA 28 tahun, kata dia, perguruan ini ke depan akan tetap berorientasi pada tiga pilar pendidikan yaitu, pemerataan dan perluasan akses pendidikan, peningkatan mutu, relevansi dan daya saing serta penguatan tata kelola, akuntabilitas dan pencitraan publik.

Ditambahkan dia, pendidikan pada dasarnya adalah usaha untuk mencerdaskan dan menjadikan alumni menjadi insan kompetitif serta relevan bagi kebutuhan masyarakat global.

Untuk itu, kata Ya’kub, wisudawan UMA dibekali dengan kompetensi utama yang terdiri atas tiga komponen yang terinegritas yaitu, keilmuan, kepribadian dan kewirausahaan.

UMA yang memiliki 16 program studi tingkat sarjana ditambah program pasca sarjana dengan empat program studi seluruhnya telah terakreditasi oleh pemerintah.

Dengan demikian, ijazah yang dikeluarkan UMA memiliki civil effect bagi pembinaan karir pegawai negeri sipil.” Ini semua menunjukkan UMA sebagai sebuag lembaga pendidikan tinggi terus berusaha menjadi universitas terbaik dan terfavorit di Sumut,” jelasnya. (*/sih)

CBD Masih Bersertifikat Padang Golf

MEDAN-Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Medan Polonia mengaku jika Central Bussines District (CBD) yang berdiri megah di kawasan Polonia Medan, masih memiliki tunggakan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Tunggakan PBB tersebut sejak Tahun 1994, 2003, 2010 lalu dan hingga 2011 ini.

“Ada tunggakannya sejak 1994, 2003, 2010 dan 2011 ini. Untuk Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) 2011 ini, besarannya Rp1.147.000/meter persegi. Kalau untuk tunggakan keseluruhan tidak bisa kita beritahukan, karena itu rahasia,” ungkap Hendro Widiarsono, Kepala Seksi (Kasi) Ekstensifikasi Perpajakan KPP Medan Polonia, yang ditemui Sumut Pos di ruang kerjanya, Selasa (5/7). Berdasarkan data yang dihimpun wartawan koran ini, total tunggakan selama empat tahun pajak itu sebesar Rp1,9 miliar lebih.

Terkait lahan CBD atas nama PT MMP dengan No NJOP 12.75.051.002.003.0002.0, Hendro menuturkan, selama ini CBD masih atas nama TNI AU. “Pengelolaannya saja atas nama PT MMP. Nah, berdasarkan UU No.12/1985 Jo UU No.12/1994 isinya, NJOP untuk kepentingan pajak tidak untuk kepentingan lain. Artinya, tidak memasang NJOP sesuai harga pasaran. Itu berlaku bagi rumah dinas TNI, Rumah dinas pemda dan sebagainya. NJOP yang berlaku, jika NJOP pasarannya Rp4 juta, maka untuk rumah-rumah dinas itu kisarannya misalnya Rp2 juta. Maka dari itu, ketika nantinya CBD sudah bea balik nama, maka pajaknya yang membayar adalah CBD,” terangnya.

Saat ditanya apakah itu trik CBD agar tidak membayar pajak, dengan cara memperlama bea balik nama, Hendro tidak menjawab detail. Dia hanya mengatakan, untuk BPHTB terhitung apabila Wajib Pajak (WP) dalam hal ini CBD atas nama PT Mestika Mandala Perdana tersebut telah mendapat haknya. “Intinya, BPHTB terhitung apabila WP mendapatkan haknya. Dan BPHTB itu biasanya 5 persen dari nilai perolehan atau NJOP mana yang lebih tinggi. Kemudian harus dipahami juga, PT Mestika itu NJOP nya didasarkan NJOP peruntukan padang golf,” terangnya.

Tunggakan pajak PBB dan BPHTB CBD Polonia sebesar Rp23,6 miliar membuat geram sejumlah anggota dewan. Ketua Komisi A DPRD Kota Medan, Ilhamsyah mengharuskan Wali Kota Medan Rahudman Harahap untuk menyurati Badan Pertahanan Nasional (BPN) Kota Medan atas tunggakan pajak PBB dan BPHTB CBD Polonia sebesar Rp23,6 miliar.

“Wali kota harus menyurati BPN untuk mengeluarkan sertifikat karena menyangkut PAD. Karena harus jelas, Pemko Medan jangan melakukan transaksi jual beli sebelum melunasi tunggakannya,” ujar Ilhamsyah, Selasa (5/7) siang.

Dikatakannya, praktik yang digunakan CBD Polonia untuk menghindari pembayaran adalah modus yang dilakukan salah satu pengembang. Dengan demikian, dimintanya agar pihak Dispenda Kota Medan harus benar-benar mendata pajak. “Pemko harus tegas, ini merupakan pengemplang pajak yang merupakan modus dari salah satu pengembang,” katanya.

Bila Pemko Medan, lanjut Ilhamsyah, tidak tegas dan membiarkan tunggakan pajak PBB dan BPHTB CBD Polonia semakin membesar. Ditakutkan, pihak CBD Polonia mengadakan pemutihan atas tunggakannya. “Pemko harus mendesak BPN mengutip pajak itu, ditakutkan bila membesar adakan pemutihan,” cetusnya.

Sekretaris Komisi A Burhanudin Sitepu juga menambahkan, pihak Pemko Medan harus tegas karena ketegasan berada di tangan Pemko Medan. “Saya hanya meminta agar Pemko Medan harus tegas, karena ketegasan ada di tangan pemko Medan,” bebernya.

Pengamat Ekonomi Jhon Tafbu Ritonga berpendapat, tunggakan CBD Polonia yang begitu besar menunjukkan bahwa pihak pengembang CBD Polonia sudah memberikan tanda-tanda tidak kesungguhannya menjadikan kawasan tersebut menjadi kawasan bisnis. “Kewajiban sikit saja (tidak dibayar) hingga akhirnya bertumpuk,” katanya.

Menurut Jhon, ini merupakan suatu contoh ketidaktegasan petugas pemungut yang tidak proaktif dan tidak cepat sehingga pihak wajib bayar yang menunda. “Ini promosi buruk bagi CBD Polonia, dengan begitu mereka harus mengklarifikasi bila sudah melunasi tunggakan itu, bila tidak, gimana orang mau beli kalau sudah ada tunggakannya hingga lima tahun, “ cetusnya lagi.

Lanjut Jhon, bila seorang pebisnis lancar dalam menjalankan suatu bisnisnya, harus melakukan yang aman-aman untuk menjalankan bisnis sesuai dengan prosedur dan samapi jangan ada tunggakan agar para pembeli atau yang ingin ikut dengan bisnisnya dapat percaya. “Perusahaan itu harus menyelesaikannya kalau mau konsumen membeli ruko tersebut, “ bebernya lagi.

Sementara, Alung, Management CBD Polonia yang dikonfirmasi Sumut Pos mengaku tidak mengetahui masalah tunggakan tersebut. “Saya tidak tahu bang,” katanya singkat dengan mematikan HPnya.(ari/adl)

2012, Gaji PNS Naik 10 Persen

Penetapan Jatah CPNS 2011 Semakin Ketat

JAKARTA-Kabar gembira bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS), angoota TNI/Polri, serta Pensiunan. Pasalnya, tahun depan, pemerintah kembali merencanakan kenaikan gaji.

Ketua Badan Anggaran DPR Melchias Mekeng mengatakan, rencana kenaikan gaji pokok untuk PNS, TNI/Polri, dan Pensiunan tersebut ada dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2012. “Dalam tahun 2012, kebijakan belanja pegawai antara lain kenaikan gaji pokok dan pensiun pokok rata-rata 10 persen,” ujarnya saat menyampaikan laporan Badan Anggaran DPR-RI tentang hasil pembahasan pembicaraan pendahuluan penyusunan RAPBN tahun 2012, di rapat paripurna DPR kemarin (5/7).

Menurut Melchias, kebijakan kenaikan gaji tersebut diharapkan dapat mempertahankan tingkat kesejahteraan aparatur negara serta dapat mendorong pelaksanaan proses pemerintahan berjalan lebih baik.

Tak hanya kenaikan gaji, tahun depan, pemerintah juga berencana untuk meneruskan kebijakan pemberian gaji ke-13, sebagaimana tahun-tahun sebelumnya. “Selain itu, pemerintah juga akan tetap memberikan remunerasi bagi Kementerian/Lembaga yang telah melaksanakan reformasi birokrasi,” katanya.

Jika dicermati, kenaikan gaji 10 persen pada 2012 nanti sama dengan kenaikan gaji tahun ini yang juga sebesar 10 persen, namun lebih tinggi dibandingkan kenaikan gaji pada 2010 yang hanya sebesar 5 persen.

Data Nota Keuangan dan APBN 2011 menyebut, tahun 2011 ini, maka penghasilan PNS dengan pangkat terendah, sudah meningkat dari Rp1.895.700 pada 2010 menjadi sekitar Rp2.000.000. Adapun guru dengan pangkat terendah, pendapatannya sudah naik dari Rp2.496.100 menjadi Rp2.654.000. Sedangkan anggota TNI/Polri dengan pangkat terendah, penghasilannya sudah naik dari Rp2.505.200 menjadi Rp2.625.000.

Sementara itu, terkait kebijakan belanja pegawai yang berpotensi membebani pemerintah daerah, termasuk pemberian gaji ke-13, Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan, hal tersebut merupakan konsekuensi pemerintah daerah. “Pemerintah harus anggarkan itu karena demi undang-undang, kita harus persiapkan gaji ke-13. Kalau ada daerah yang terbebani, itu konsekuensi daerah,” ujarnya.

Menurut Agus, pemerintah pusat sudah menyalurkan dana ke daerah melalui Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), serta Dana Bagi Hasil (DBH). Sehingga, pemerintah daerahlah yang harus mengatur anggarannya agar tetap sehat. “Tentu, kita (pemerintah pusat) akan terus mendorong peningkatan kualitas keuangan daerah,” katanya.

Jatah CPNS Ketat

Sementara itu, pemerintah daerah tidak boleh berharap banyak terhadap usulan formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang diajukan ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB). Jangan berharap usulan jumlah yang diajukan pasti disetujui pusat. Pasalnya, banyak indikator yang dijadikan pertimbangan untuk menetapkan berapa jumlah formasi CPNS yang layak bagi daerah.
Kepala Biro Humas dan Protokol Badan Kepegawaian Negara (BKN) Aris Windiyanto menjelaskan, BKN yang akan memberikan pertimbangan kepada Kemenpan-RB terkait formasi CPNS masing-masing daerah. “BKN memberikan pertimbangan, Kemenpan-RB yang menentukan,” terang Aris kepada Sumut Pos di Jakarta, kemarin.

Aris, yang belum lama duduk sebagai Kabiro Humas dan Protokol BKN itu, menyebutkan, setidaknya ada empat indikator yang dijadikan pertimbangan penetapan formasi CPNS.

Pertama, kebijakan negara terkait anggaran yang sudah dialokasikan, dalam hal ini oleh kemenkeu. “Kemenkeu sudah menetapkan alokasi anggaran, misalnya untuk gaji. Formasi akan disesuaikan dengan alokasi itu,” terangnya.

Dia mengakui, banyak daerah yang mengajukan usulan formasi CPNS dalam jumlah sangat banyak. “Kalau misal rekrut banyak, ya nanti mau dibayar pakai apa? Jadi tak mungkin semua usulan dipenuhi,” cetusnya.

Kedua, kebutuhan pelayanan dasar kepada masyarakat juga menjadi pertimbangan. Untuk saat ini, yang dianggap masih sangat dibutuhkan adalah CPNS tenaga pendidikan dan tenaga kesehatan.

Ketiga, akan dilihat rasio jumlah PNS dengan jumlah masyarakat yang dilayani di masing-masing daerah. Memang belum ada rasio ideal yang ditetapkan, tapi bisa membandingkan rasio PNS dengan masyarakat di sejumlah negara.

Keempat, alokasi APBD daerah tersebut yang dipergunakan untuk belanja pegawai. Jika APBD-nya sudah di atas 40 persen untuk belanja pegawai, maka usulan formasi CPNS dalam jumlah besar akan sulit disetujui. “Karena hanya akan menambah alokasi belanja pegawai. Terus, berapa yang akan digunakan untuk membangun?” ujarnya.

Keempat indikator itu nanti akan diramu untuk menetapkan berapa idealnya formasi CPNS untuk masing-masing daerah. “Bisa saja dari rasio jumlah PNS dengan masyarakatnya masih mungkin untuk ditambah lagi jumlah CPNS-nya, tapi dilihat alokasi APBD untuk belanja pegawai sudah cukup besar, maka tetap sulit,” terangnya.

Informasi penerimaan CPNS disambut baik masyarakat. Banyak di antara mereka bahkan berharap pemerintah memberi peluang bagi lulusan SMA. “Kita juga masyarakat Indonesia, masyarakat Sumut, kita berharap diberi kesempatan mengabdi kepada negara sebagai PNS,” ujar Maladewi, warga Pasar II Tanjung Sari, Selasa (5/7).

Maladewi yang lulus 2009 lalu mengaku sudah dua tahun menunggu peluang mengikuti seleksi CPNS yang digelar di berbagai daerah di Sumatera Utara. Namun, menurutnya, porsi untuk lulusan SMA yang disediakan pemerintah sangat kecil.
“Saya bukan tak berusaha, saya juga belajar sebelum mengikuti ujian. Mudah-mudahan tahun ini formasi untuk tamatan SMA semakin banyak,” doa Maladewi.

Lain halnya dengan Dedi Arif, warga Tanjung Rejo yang ditemui di Jalan Iskandar Muda Medan. Meski mengaku lelah mengikuti tes CPNS, ia berharap porsi lulusan SMA diperbanyak tahun ini. “Jangan seperti tahun lalu. Sudah formasinya sedikit, saingan seabrek,” katanya.

Usulan 1.500 CPNS penerimaan tahun anggaran 2011 yang diajukan Pemko Medan ke pemerintah pusat mendapat respon positif pengamat dan wakil rakyat. Sekretaris Komisi A DPRD Medan, Burhanudin Sitepu, melihat usulan 1.500 kursi CPNS tersebut sesuai hasil evaluasi yang dilakukan wali kota dengan mempertimbangkan kebutuhan masing-masing SKPD.

“Wali kota tidak mungkin mengambil kebijakan sebelum melakukan evaluasi. Bisa jadi hasil evaluasi menunjukkan, kebutuhan tenaga pendidikan dan medis memang mendesak. Berarti banyak yang akan di pensiun atau akan ada perkembangan di dunia pendidikan,” katanya.
Sedangkan pemerhati pemerintahan, Mieza Nasution, menekankan azas kejujuran dan transparansi dalam proses seleksi. “Semoga Pemko Medan memanfaatkan formasi dengan baik. Semoga pengalaman mahasiswa saya tidak terulang, lulus CPNS tetapi di jabatan yang tidak sesuai dengan yang dilamar,” ujar Mirza Nasution, kemarin.

Dicontohkan seperti, seorang pendaftar yang mengisi formulir lamaran pendaftaran perancangan peraturan perundang-undangan, malah dijadikan Satpol PP.(owi/jpnnsam/saz/adl)