29 C
Medan
Friday, April 10, 2026
Home Blog Page 15017

Wadah Band Indie untuk Berkreasi

Spirit of Youth di Pitu Cafe

Suasana penuh sesak terlihat di Pitu Café di Jalan Pinang Baris, Sunggal, Sabtu (2/7) malam. Kawula muda berkumpul menyaksikan gelaran musik Spirit of Youth yang menampilkan band indie Kota Medan dengan bermacam aliran musik.

ANDRI GINTING, Medan

Pengunjung yang mamadati Pitu Cafe seakan terbius dengan penampilan band-band indie tersebut. Semua ikut bernyanyi dan berteriak mengikuti irama musik yang dimainkan setiap personel band.

Selain itu, aksi menegangkan juga ditunjukkan seorang penonton yang diangkat oleh penonton lainnya sambil melompat-lompat dan terus bernyanyi mengikuti irama. Suasana semakin semarak karena hampir semua band yang tampil beraliran keras. Salah satunya band yang menarik perhatian pengunjung adalah, Everyday’s Weekend. Band yang bergenre Pop Punk (Esay Core) tersebut mampu membius pengunjung yang hadir dan menambah ramai suasana malam itu.

Selain itu Band Not Xmprewel dan Band PMP, juga tidak kalah serunya dengan band Everyday’s Weekend. Teriakan penonton diikuiti nyanyian pun terdengar memenuhi ruangan Pitu Café.

“Kami sangat senang dengan adanya acara Spirit of Youth ini, karena kami dapat menuangkan kretifitas kami di sini, dan tidak dipungut biaya. Kami berharap lebih banyak kegiatan musik yang mendukung band indie Kota Medan, sehingga band-band Kota Medan dapat berkembang,” ujar Ian, vokalis Band Everyday’s Weekend.

Acara yang menjadi agenda bulanan bagi Pitu Café tersebut, merupakan ajang bagi pemusik muda Kota Medan untuk menuangkan kratifitas mereka dalam bermusik dan  tidak ada batasan aliran musik di sini, semua bebas menuangkan kratifitas mereka. Dan bukan hanya itu, setiap band yang ingin tampil dalam acara tersebut tidak dipungut biaya atau gratis.

“Kami sangat mendukung kegiatan yang positif. Seperti bermusik. Semua alat band dan sound system serta tempat kami sediakan gratis, yang penting ada wadah untuk band-band indie Kota Medan untuk berkreasi. Yang penting tidak ada kerusuhan, kami akan selalu mendukung,” ujar pemilik Pitu Café.

Irpan, seorang penggagas Spirit of Youth mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk dukungan mereka terhadap kretifitas anak Medan dalam bermusik. “Sebenarnya band-band Kota Medan tidak kalah dengan band yang ada di Ibukota sana. Hanya saja, di Medan sangat jarang orang yang mendukung musik, kebanyakan hanya menjadi penikmat saja,” ujar Irpan.

Selain sebagai wadah menuangkan kratifitas dalam bermusik, Spirit Of Youth juga sebagai ajang menajalin pertemanan antara setiap anak band. Di sini setiap anak band berbaur menjadi satu dan saling mendukung satu dengan lainnya untuk music di Kota Medan.

Dengan adanya acara Spirit Of Youth, setiap band indie yang ada di Kota Medan tidak perlu khawatir lagi akan tidak adanya wadah mereka menuangkan kreatifitas mereka dalam bermusik. Spirit Of Youth yang menjadi agenda Pitu Café tersebut digelar pada minggu pertama di setiap bulannya dan merupakan ajang bagi band indie Kota Medan untuk menunjukkan kreatifitas mereka bermusik.(*)

Budayakan Bersepeda

MEDAN- Ada yang berbeda pada pelaksanaan Car Free Day yang digelar Minggu (3/7) kemarin. Selain suasananya lebih meriah, panitia juga menggelar fun bike keliling Kota Medan dengan start dari Jalan Sudirman, tepatnya di depan rumah dinas wali kota, kemudian menuju Jalan Kejaksaan, Letjen S Parman, Glugur, Gatot Subroto, Iskandar Muda, Patimura, Monginsidi, Imam Bonjol dan kembali ke rumah dinas Wali Kota Medan.

Selain itu, Wali Kota Medan Rahudman Harahap, Kapoldasu dan sejumlah kepala SKPD sejajaran Pemko Medan turut berpartisipasi pada fun bike ini. Menurut Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Medan Ir Eddy Utama, kegiatan car free day kali ini sengaja di buat lebih meriah dari biasanya, karena masih dalam suasana HUT ke-421 Kota Medan.
“Pelaksanaan car free day ini juga untuk memeriahkan HUT Kota Medan. Kita buat lebih meriah dengan adanya fun bike keliling Kota Medan diikuti seluruh masyarakat Medan akan malalui rute yang dibuat panitia. Selain itu, kita juga akan membagikan hadiah kepada peserta yang beruntung saat lucky draw,” ujar Eddy Utama yang ditemui di lokasi acara.
Dikatakan Eddy, fun bike pada car free day yang diikuti sekitar 2.000 warga Medan ini bertujuan untuk membudayakan masyarakat Kota Medan agar menggunakan sepeda. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi kemacaetan di jalanan dan mengurangi polusi udara akibat kendaraan bermotor, serta menyehatkan tubuh.

“Kita meminta masyarakat Kota Medan agar semakin meningkatkan kesadarannya bersepeda di jalanan. Dengan membudayakan bersepeda, selain untuk kesehatan manusianya juga sangat berperan terhadap sekeliling lingkungan kita, terutama makhluk hidup lainnya,” kata Eddy yang baru tiga minggu menjabat Kepala BLH Medan.(adl)

Wali Kota: Persiapan Sudah Oke

Pemko Medan akan Gelar Ramadan Fair dan Pasar Murah

MEDAN- Seperti tahun-tahun sebelumnya, memasuki bulan suci Ramadan 1432 Hijriyah, Pemko Medan kembali menggelar Ramadan Fair dan pasar murah. Hingga kini, kedua kegiatan tersebut sedang dalam proses persiapan dan bakal di gelar sebelum memasuki bulan Ramadan.

“Untuk pelaksanaan Ramadan Fair dan pasar murah sedang dalam proses. Jadi, persiapannya sudah oke,” kata Wali Kota Medan Rahudman Harahap di rumah dinasnya, Minggu (3/7). Dijelaskannya, khusus pelaksanaan Ramadan Fair akan diisi dengan berbagai kegiatan yang sarat nilai religi. Sedangkan untuk prosesnya, Pemko Medan sedang melakukan tender.

“Ramdhan Fair harus ditender, karena menyangkut penggunaan anggaran. Kalau untuk penjelasan teknisnya, langsung saja meminta kepada kadisnya masing-masing. Ramadan Fair ke Kadisbudpar dan pasar murah ke Kadisperindag Kota Medan,” kata Rahudman sembari menunjuk kepada SKPD yang sedang berjalan di belakangnya.
Lebih lanjut Rahudman mengungkapkan, pasar murah dimaksudkan untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan selama Ramadan dan menjelang lebaran. Pasar Murah ini akan dilaksanakan di 134 titik di Kota Medan yang direncanakan akan dilaksanakan mulai 25 Juli 2011 mendatang.

Sementara itu, menyikapi pelaksanaan Ramadan Fair, Kadisbudpar Kota Medan Bursal Manan mengungkapkan, untuk pelaksanaan tender berlaku untuk umum dan sesuai dengan bidangnya masing-asing.
“Untuk lokasi pelaksanaan Ramadan Fair ada dua, pertama di Masjid Raya Medan dan kedua di Kecamatan Medan Deli,” jelasnya sambil berlalu.

Sedangkan Kadisperindag Kota Medan Syahrizal Arif mengatakan, untuk pelaksanaan Pasar Murah, pihaknya sedang melakukan kordinasi dengan pihak kecamatan dan kelurahan untuk menentukan titik-titik pasar murah. Bahkan menurutnya, ada beberapa kecamatan dan kelurahan yang sudah melaporkan titik-titik yang akan dijadikan lokasi pasar murah. “Pelaksanaan pasar murah direncanakan pada 25 Juli 2011 di 134 titik di Kota Medan,” kata Syahrizal.(adl)

Wanita Hamil Korban Jambret Akhirnya Tewas

MEDAN-Setelah menjalani perawatan selama lebih kurang delapan hari di ruang ICU RSUD dr Pirngadi Medan, Darajatun Sri Wahyuni (30), wanita hamil delapan bulan  korban penjambretan, akhirnya meninggal dunia, Minggu (3/7) pagi pukul 07.30 WIB.

Menurut keterangan Dewi, kakak kandung korban, seluruh keluarga tidak percaya dengan kejadian yang telah menimpa anak ketujuh dari sepuluh bersaudara itu. Pasalnya tidak ada yang menyangka jika Minggu (26/6) siang lalu menjadi petaka yang mengerikan bagi mereka.

“Padahal siang itu, dia berbelanja sayuran untuk menyiapkan makanan untuk bekal perjalanan ke Padang, sekaligus berbelanja baju untuk anak yang dikandungnya. Namun siapa sangka kalau akhirnya dia pergi untuk selamanya,” ujar Dewi di rumah duka, Jalan Pertempuran, Kelurahan Sidorame Timur, Medan Perjuangan.

Hal senada disampaikan abang kandung korban, Hardiman. Menurutnya, tidak ada satu keluarga yang menyangka akan ditinggal selamanya oleh korban. Sementara mengenai janin yang di kandung korban, sang buah hati berhasil selamat setelah menjalani operasi sesar.

Kini menurut Hardiman, anak perempuan korban dalam kondisi sehat dan akan dirawat keluarga. “Kita belum memikirkan siapa namanya, karena waktu itu belum tau apakah perempuan atau laki-laki yang lahir,” katanya.
Sementara mengenai kejadian ini, sebutnya, sudah dilaporkan ke Polresta Medan dan masih dalam proses. “Laporannya sudah ada di Polresta, tapi mereka belum tahu kalau adik saya sudah meninggal,” ujarnya. Atas kejadian itu, keluarga berharap agar petugas mengusut tuntas atas tragedi yang telah merenggut nyawa adik mereka itu.  Sebelumnya, Darajatun Sri Wahyuni merupakan korban jambret yang dilakukan dua pengendara sepeda motor Mio yang tidak diketahui identitasnya, Minggu (26/6) lalu.

Seorang pelaku merampas tas sandang korban yang sedang menumpang becak bermotor sehabis belanja yang mengakibatkan korban terjatuh ke badan jalan dan mengalami pendarahan pada bagian kepala. Akibat kejadian itu korban kritis dan tak sadarkan diri hingga menghembuskan nafas terakhirnya. (uma)

Warga Jalan Jati Resah Diteror OTK

MEDAN- Terkait eksekusi yang dilakukan Pengadilan Negeri (PN) Medan, terhadap 7 hektar lebih lahan tanah di Jalan Jati Kecamatan Medan Timur pada Senin (27/6) lalu, warga yang memiliki tanah dan rumah resah dengan aksi teror yang diduga dilakukan oknum preman.

“Setelah eksekusi yang dilakukan pengadilan pada Senin (27/6) lalu, kami sangat resah. Pasalnya, setelah eksekusi tersebut banyak preman yang mendatangi rumah kami dan mau mengusir kami,” kata Mulia, seorang pemilik rumah kepada Posmetro Medan (grup Sumut Pos), kemarin (3/7).

Kata Mulia, dirinya menempati rumah di Jalan  Jati tersebut telah memiliki sertifikat tanah serta memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB). “Kami tetap bertahan di sini karena kami memiliki surat yang sah yaitu sertifikat dari BPN dan memiliki IMB untuk mendirikan bangunan,” ungkapnya.

Atas kejadian eksekusi para warga jalan Jati meminta kepada pemerintah harus tanggap melihat persoalan warganya. “Karena waktu kami membuat sertifikat, pemerintah seperti lurah dan camat mengetahuinya. Begitu juga saat kami mengajukan izin IMB mereka lebih tahu lagi,” paparnya.(sal/smg)

Sihar Bangkrut

Pro Titan dan Medan Chief Terancam Pailit

MEDAN- Kelompok usaha yang dijalankan pengusaha muda Sihar Sitorus termasuk dua klub sepak bola profesional di kota ini, Pro Titan dan Medan Chief dalam bahaya. Dua bulan belakangan pekerja di dua sektor usaha ini merintih menuntut pembayaran gaji.

Kabar tersiar mulai dari telatnya dua bulan gaji tepatnya Mei dan Juni. Tak hanya para pemain profesional, pelatih, pengurus klub juga belum menerima gaji.

Sumber internal di dua klub itu membeberkan, bahwa hingga kini tidak ada penjelasan soal kapan gaji akan dibayar. Kontrak pemain sendiri ada yang akan berakhir hingga Agustus dan ada yang hingga Oktober 2011.

“Kami masih berbaik sangka meski sudah dua bulan belum terima gaji. Memang kami sudah panik dan bingung ada masalah apa. Bos besar kemaren sempat janji bakalan melunasi sebelum kompetisi selesai. Ya itu herannya, memang anak-anak Pro Titan dan Medan Chiefs beserta karyawannya belum gajian semua,” ujar sumber yang enggan dicantumkan namanya itu kemarin.

Meski terancam tidak gajian, namun pekerja di dua klub itu tampaknya enggan ribut dengan persoalan ini karena masih memandang Sihar Sitorus sebagai sosok bertanggung jawab.

“Tapi kalau tidak ada penjelasan seperti ini kami jadi khawatir juga. Ada baiknya dirapatkan dan dijelaskan apa yang terjadi,” lanjut sumber tadi. “Biasanya Bos Sihar selalu menghargai kerja keras kami,” tambahnya.

Masih menurut sumber tadi, konon soal keuangan yang macat lantaran ada oknum-oknum yang memanfaatkan Sihar.  “Memang kami sering dengar kalau ada pihak yang cuma bisa memanfaatkan bos, kan kasihan bos kalau begitu. Mudah-mudahan gaji bisa keluar. Soalnya mau dekat puasa dan lebaran ini. Liga juga belum tahu kapan dan ada lagi atau enggak. Hancurlah kami kalau sempat enggak keluar gaji berbulan-bulan ini,” beber sumber tadi mulai panik.

Ada juga kabar bahwa para pemain tidak diberi salinan kontrak.  “Kami saat masuk klub memang tandatangan kontrak, namun kami minta kopiannya untuk pegangan, namun enggak dikasih. Ada saja alasannya, yang katanya belum diteken bos Sihar, masih di Jakartalah. Inilah habis musim, tak ada kami pegang draft kontrak,” tutur sumber lain.
Lebih ironis kabar dari Medan Chiefs. Klub yang berlaga di Liga Primer Indonesia itu kabarnya tidak akan membayar sisa gaji pemain lantaran kompetisi LPI dipastikan tidak akan berputar lagi.
Lalu apa komentar sang big boss? Dihubungi awak koran ini kemarin, Sihar menjawab singkat bahwa persoalan keterlambatan gaji adalah karena masalah ketiadaan uang. “Tidak ada uang,” tulis Sihar menjawab pesan singkat awak koran ini. “Itu masalah internal kan?,” lanjutnya masih via pesan singkat.

Lalu bagaimana nasib para pekerja yang berhak menerima hasil keringatnya selama ini? Menjawab itu, Sihar kembali mengirim pesan “ Tergantung kantong. Bisa bayar penuh, rasionalisasi atau tidak terbayar,” katanya.
Meski begitu, iktikad baik masih dijunjung tinggi oleh Sihar. “Tentu kami akan berupaya melunasinya,” pungkasnya. (ful)

Menghadapi Musuh Besar No 4 dan No 5

Ceo PLN Dahlan Iskan terus berkomunikasi dengan seluruh karyawannya yang berjumlah 40.000 orang itu melalui CEO’s Note. Inilah yang terbaru:

Saya melakukan live chatting lagi 27 Juni lalu. Kali ini khusus dengan seluruh manajer cabang PLN se-Indonesia Barat. Hari masih sangat pagi, apalagi untuk daerah seperti Aceh dan Medan: pukul 07.30. Topik utama chatting hari itu adalah mengenai musuh terbaru PLN, yakni ‘Musuh Besar No 4’.

Saya mengawali chatting dengan satu pertanyaan yang jawabnya dilombakan. Sepuluh penjawab benar yang paling cepat akan mendapat sertifikat. Dalam waktu sekejap banyak manajer cabang yang sudah meng-up-load jawaban. Pertanyaannya memang sederhana: apakah musuh baru PLN yang kita sebut sebagai musuh besar nomor 4 itu?
Alhamdulillah, sebagian besar manajer cabang sudah tahu jawabnya: musuh besar No 4 PLN adalah gangguan penyulang. Hanya tiga manajer cabang yang salah. Lomba ini sebenarnya kurang fair. Manajer cabang yang akses internetnya lebih baik cenderung bisa lebih cepat meng-up-load jawaban. Sedangkan cabang yang internetnya payah akan tertinggal.

Pertanyaan berikutnya adalah: bagaimana cara mengalahkan musuh besar No 4 tersebut?
Para manajer cabang kembali berebut masuk ke arena chatting. Jawaban mereka juga bagus-bagus. Berarti teman-teman di lapangan benar-benar sudah tahu bagaimana mengatasi banyaknya gangguan penyulang. Di antara yang bagus itu ada yang terbagus. Yakni, dari Manajer Cabang Rengat, Riau, Agustian. Jawaban Agustian ini lebih terasa sebagai jawaban seorang manajer. Bukan seperti jawaban seorang siswa yang lagi ujiann
Bukan pula seperti jawaban seorang birokrat yang lagi menyusun program. Pun tidak seperti jawaban seorang yang hobinya berceramah atau memberi nasihat.

Jawaban seorang manajer tidak boleh normatif atau abstrak. Jenis jawaban itulah yang akan membedakan mana seorang manajer dan mana seorang birokrat atau juru ceramah. Seorang penceramah tidak pernah dituntut mempertanggungjawabkan hasil dari ucapannya. Sedangkan seorang manajer, bukan saja dituntut hasilnya, tapi juga harus bisa mengemukakan “bagaimana cara mewujudkannya” dan “kapan mewujudkannya”. Karena itu, seorang yang berjiwa manajer tidak akan pernah mengucapkan kata “segera”, “sebentar lagi”, “dalam waktu cepat”, “dengan cara sebaik-baiknya”, “dengan hasil yang maksimal” atau kata-kata abstrak lain.

Lihatlah jawaban Rengat mengenai “bagaimana cara mengatasi banyaknya gangguan penyulang”:

  1. Menyusun ren-ja per kelompok JTM, gardu, JTR, SR, APP.
  2. Menetapkan target gangguan nihil untuk per unit 1 penyulang.
  3. Menetapkan program har&ops dist sebagai kontrak kerja masing-masing SDM. Atau dimasukkan dalam MUK dengan pekerjaan, antara lain, inspeksi JTM, pengukuran beban trafo, pemeriksaan SR dan APP.
  4. Menetapkan Jumat peduli yang melibatkan seluruh staf dan mitra.
  5. Gangguan turun Jan 2, Feb 0, Maret 0, April 1, Mei 1, Juni 0.

Angka-angka tersebut tentu menggembirakan karena di masa lalu satu penyulang bisa mengalami gangguan sampai 50 kali!

Semangat untuk menekan gangguan terasa begitu besar di seluruh Indonesia. Bahkan, Manajer Cabang Bogor Adi Priyanto, misalnya, sampai menangis gara-gara satu dari ratusan trafonya terganggu pada April lalu. Padahal, sudah tiga bulan berturut-turut dia berhasil membuat tanpa gangguan trafo sama sekali. Yang membuat dia menangis adalah “trafo itu terkena petir hanya seminggu sebelum rencana memasang antipetir di gardu tersebut”.?

Dari live chatting yang diikuti 43 manajer cabang seperti itu saya yakin teman-teman di lapangan akan mampu memenangi peperangan ini dalam waktu tiga bulan; Juli-Agustus-September 2011. Tiga bulan ke depan seluruh kekuatan, energi, dan persenjataan kita kerahkan untuk menundukkan musuh besar kita No 4 itu.

Keyakinan untuk memenangi pertempuran itu lebih tinggi lagi mengingat 1,5 tahun terakhir teman-teman PLN se-Indonesia sudah berhasil mengalahkan musuh-musuh besar No 1, No 2, dan No 3. Kalau tiga musuh besar itu saja sudah berhasil dilumpuhkan, adakah alasan untuk tidak bisa mengalahkan musuh nomor 4 ini?

Di antara tiga musuh besar yang sudah dimenangi itu, yang terbesar sudah tentu musuh No 1, yakni krisis listrik. PLN berhasil mengatasi krisis listrik hanya dalam waktu enam bulan (Januari-Juni 2010). Dalam waktu sesingkat itu kekurangan listrik di seluruh Indonesia tercukupi. Padahal, krisis listrik itu begitu gawat sehingga pemadaman bergilir yang parah terjadi di seluruh Indonesia. Mulai Sabang sampai Merauke.

Memang kalau ada mati lampu seperti yang terjadi sekarang ini, sebagian orang masih mengira bahwa listrik belum cukup. Setiap mati lampu dikira karena terjadi pemadaman bergilir. Kesan ini begitu kuat di masyarakat mengingat di masa lalu memang latar belakangnya seperti itu. Padahal, penyebab mati lampu sekarang ini sudah sangat berbeda. Karena itulah, target berikutnya adalah mengatasi penyebab mati lampu seperti itu.

Musuh besar No 2 yang juga sudah dapat diatasi adalah panjangnya daftar tunggu: 2,5 juta orang. Antrean untuk mendapatkan listrik begitu besar dan masa tunggu itu begitu lama. Ada yang antre listrik sejak lima atau tujuh tahun lalu. Daftar tunggu itu bisa diselesaikan melalui dua kali gerakan. Yakni, gerakan sehari sejuta sambungan (Grass) tahun lalu dan Grass ke-2 pada 17 Juni lalu.

Memang, masih ada beberapa daftar tunggu yang tercecer. Tapi, itu tidak sampai menyebabkan gagalnya program ini. Salah satu contoh terjadi di Belitung. Seseorang yang sudah antre listrik tidak mendapat sambungan di saat Grass kedua. Dia mengirim SMS dan menanyakan mengapa tidak mendapat sambungan. Ternyata terjadi salah pengertian. Sewaktu petugas PLN melakukan survei ke rumah tersebut, rumah dalam keadaan terkunci. Tidak ada penghuninya. Petugas PLN yang mencoba mengintip dalamnya rumah itu melihat sudah ada bola lampu yang menyala. Petugas PLN pun mengira rumah tersebut sudah berlistrik.

Ketika pengalaman petugas itu diceritakan kepada pemilik rumah, barulah jelas persoalannya: lampu yang menyala tersebut bukan langsung dari PLN.
Saya yakin kejadian serupa masih ada di beberapa daerah. Tapi, kejadian seperti itu tidak menyebabkan batalnya pernyataan kemenangan atas musuh besar No 2.
Musuh besar No 3, yakni banyaknya gangguan trafo, juga sudah dikalahkan. Gangguan trafo yang tahun lalu di setiap cabang bisa mencapai 50 kali sebulan (berarti di cabang tersebut mati lampu 50 kali sebulan) sudah tinggal satu digit. Banyak juga cabang yang sudah bisa mencapai gangguan nol! Yang lebih membanggakan, para manajer cabang ini terlihat lebih akrab bergaul dengan trafo. Setiap ke daerah saya selalu menanyakan di cabang tersebut memiliki berapa ratus trafo, berapa gangguan, dan apakah sudah punya trafo cadangan. Saya bangga bahwa manajer cabang umumnya hafal berapa trafo yang harus dia kontrol dan berapa tingkat gangguannya. Pernah saya marah kepada seorang kepala cabang yang tidak hafal berapa ratus trafo yang harus dia gauli. Akhirnya saya minta maaf karena ternyata dia baru sebulan di situ.

Saya memang gelisah dengan banyaknya gangguan trafo ini. Begitu banyaknya mati lampu akibat trafo rusak ini. Sampai-sampai saya kemudian menetapkan ganguan trafo adalah musuh besar kita nomor 3. Ketika akhirnya para manajer cabang bisa mengalahkan musuh No 3 itu, rasanya seperti tidak masuk akal. Banyak pertanyaan kepada diri mereka sendiri: kok bisa ya? Tak terbayangkan gangguan trafo yang begitu besar bisa diatasi.

Kini musuh kita di lapangan tinggal satu: musuh besar No 4, gangguan penyulang. Masih begitu banyak mati lampu akibat gangguan penyulang. Penyebabnya begitu beragam. Tapi, tidak ada kata menyerah. Gangguan penyulang tidak bisa dibiarkan. Masih ada penyulang yang gangguannya mencapai 15 kali sebulan. Ini berarti setiap dua hari sekali terjadi mati lampu akibat gangguan penyulang. Saya yakin dalam tiga bulan ke depan teman-teman manajer cabang juga bisa mengalahkan gangguan penyulang ini.

Kita memang masih memiliki beberapa musuh besar lain. Khusus musuh ‘yang sangat khusus’ ini menjadi tugas para direksi untuk mengalahkannya. Ini bukan musuhnya para prajurit yang gagah berani di lapangan. Ini musuhnya para jenderal di pusat kekuasaan PLN. Musuh yang ini harus dikalahkan dengan cara yang sangat khusus pula.
Musuh jenis apakah gerangan itu? Musuh dalam selimutkah? Silumankah? Harimau yang ganaskah? Belut yang licinkah? Saya tegaskan di sini, musuh itu bernama BBM. Bahan bakar minyak!

BBM-lah yang menyebabkan PLN borosnya luar biasa. BBM-lah yang kalau bisa diberantas membuat PLN menghemat 15 triliun rupiah setiap tahun.

Kalau tiga jenis musuh yang pertama itu kita kalahkan dan musuh No 4 pasti akan dikalahkan oleh teman-teman di lapangan, musuh dalam selimut itu pun pasti dikalahkan oleh jajaran direksi!?

Dengan sudah selesainya krisis listrik, dengan tuntasnya daftar tunggu, dengan sudah minimnya gangguan trafo, dua musuh berikutnya ini kita bagi dua: teman-teman di lapangan mengalahkan musuh No 4 dan teman-teman direksi mengalahkan musuh besar No 5!

Kita berlomba mana yang menang lebih dulu!(*)

Cukup Ronde Keenam

David Haye vs Vladimir

HAMBURG-Pecinta olahraga tinju dunia akan kembali melihat pertarungan bergengsi nan mematikan saat juara WBO, IBF, dan IBO, Vladimir Klitschko melawan juara dunia versi WBA, David Haye untuk memperebutkan gelar juara sejati. Namun pertarungan yang digelar di Imtech-Arena, Altona, Hamburg Jerman, Minggu (3/7) pagi WIB itu tidak hanya sekadar memperebutkan gelar juara sejati, tapi juga gengsi di antara kedua petinju.

Terakhir, gelar juara sejati disandang petinju asal Inggris, Lennox Lewis saat ia sanggup meraih empat sabuk juara, yakni WBA, IBC, IBF, dan IBO pada 1999 silam. Namun pertemuan Vladimir dan Haye, jelas bukan hanya pertaruhan gelar juara sejati. Terlebih keduanya sudah saling menaruh dendam dan kebencian sebelum bertarung di atas ring.

Haye yang adalah sang penantang, bahkan telah melontarkan ejekan kepada Vladimir, pasca wabah e-coli yang melanda sebagaian wilayah Jerman dan menewaskan 48 warganya. “Wabah e-coli di Jerman lebih berbahaya ketimbang Vladimir. So, apa pun yang akan dilakukannya di atas ring besok, saya sudah menyiapkan pertahanan terbaik untuk menghalanginya,” ungkap Haye yang telah mengantongi rekor 25-1 (23 KO), seperti yang dikutip secondsout.

Petinju asal Inggris itu bahkan harus membawa dua van yang berisi sayuran dari Inggris untuk mengantisipasi wabah yang menyerang pertanian organik di Jerman tersebut. Vladimir yang adalah sang juara bertahan lantas membalas pernyataan itu dengan santai. “Saya akan datang sebagai seorang dokter yang akan menyembuhkan sifat dan tabiat buruk Haye. Tidak lewat obat atau konsultasi, tapi lewat pukulan terkeras yang akan ia terima,” timpalnya.
Haye yang dikenal memiliki pukulan keras juga optimis mumukul KO Vladimir. “Saya pikir, saya akan memukulnya jatuh pada ronde enam,” kata Haye saat timbang badan.

“Saya akan sangat terkejut jika dia bisa bertahan lebih lama dari itu. Saya tidak bisa membiarkan dia mendikte laga dengan jabnya,” lanjut Haye, seperti dikutip The Sun.

“Saat saya melihat mata Wladimir, saya melihat seseorang yang lapar, siap dan yakin bisa menang. Dia akan keluar lebih keras dari biasanya, tapi itu berarti dia akan jatuh lebih cepat,” tegas Haye optimis.
Sekitar 1.000 pendukung Inggris menghadiri timbang badan dan mereka pun membuat suasana yang luar biasa. Haye pun ingin memaksimalkan dukungan tersebut. “Saya merasa sangat luar biasa. Saya pikir, Klitschko tidak pernah merasakan tekanan seperti ini. Biasanya dia keluar, orang-orang akan mendukungnya. Tapi kali ini dia akan mendapatkan sorakan dan cemoohan,” tuturnya.

Haye menegaskan dirinya akan tetap pensiun pada 13 Oktober mendatang, karena itu dia ingin mencoba juara WBC, Vitali Klitschko, sebelum gantung sarung tinju. Tetapi sebelum itu, dia harus memukul jatuh Vladimir terlebih dahulu.

Sementara petinju asal Ukraina yang selama ini berbasis di Jerman itu memilih tenang menghadapi gempuran kata-kata dari Haye. Petinju yang mengantongi rekor 55-3 (49 KO) dan telah mempertahankan gelarnya selama 11 tahun terakhir, membuatnya sangat fokus pada tarung yang akan menentukan karirnya itu.

Vladimir yang akan mengandalkan jab atau straight serta hook yang terkenal sangat keras akan berusaha mengatasi perlawanan Haye yang memiliki postur tubuh lebih pendek 10 centimeter. Sedangkan Haye yang akan bertarung sebagai ‘puncher’, kemungkinan bakal memaksimalkan kecepatan untuk sesering mungkin memasukkan pukulan dengan mengarah ke tubuh dan kepala Vladimir.

Dalam timbang badan, Vladimir Klitschko, tercatat jauh lebih berat dibandingkan lawannya, David Haye. Klitschko memiliki berat badan 110 kilogram. Sementara Haye mencapai berat badan 96,5 kilogram. (rtr/bbs/net/jpnn)

Ultah dapat Mobil Cadilac

Nikita Willy mendapat kado istimewa di ulang tahunnya yang ke-17, yang biasa disebut sweet seventeen.
Di hari bahagianya, teman-teman pemain sinetron Putri yang Ditukar ini datang tanpa memberi kabarn
terlebih dahulu. Nikita juga mendapat sebuah mobil mewah dari sang ibunda dan cincin dari kekasihnya, Bara Tampubolon, putra bekas pengacara keluarga Cendana Juan Felix Tampubolon.

Mobil mewah yang dimaksud adalah mobil Cadilac berwarna silver. Harga mobil tersebut ditaksir mencapai Rp2,5 miliar. Menurut Ibunda Nikita, Yora, hadiah tersebut merupakan hasil kerja keras Nikita selama bekarir di dunia hiburan.

“Itu juga uang dari Niki kok. Ya nggak apa-apa untuk seorang Niki, karena selama ini ia sudah kerja keras dan patuh sama orangtua,” ujar Yora.

Nikita mengaku surprised, khususnya dengan kado mewah yang diberikan sang ibunda. Artis termahal Indonesia saat ini tak menyangka jika keinginannya yang berawal dari iseng dikabulkan.
“Seneng banget, emang udah ditanya-tanyain sih mau kado apa, ya aku jawab aja, ‘mobil dong’. Eh, beneran dikasih kado mobil,” aku Nikita.

Nikita juga mengaku sangat happy karena sang kekasih memberinya hadiah cincin dan gelang. (rm/jpnn)

Manajer Hotel Royal Perintis Tewas Ditikam

Pelakunya Abang Kandung Sendiri

MEDAN-Bona Hendra Sinaga terpaksa harus mendekam dalam tahanan. Pasalnya, pria berusia 36 tahun itu tega menikam adik kandungnya sendiri Jackson Sinaga (32) hinggga tewas di ruang tamu rumahnya di Jalan Denai Gang Srikandi, Sabtu (2/7) sekira pukul 05.00 WIB.

Keterangan yang dihimpun di lokasi kejadian, sebelum kejadian putra sulung Jackson Sinaga bernama Moreno (3) demam. Menjelang dinihari, Moreno keluar dari kamar tidur. Sedangkan ayahnya Jackson Sinaga masih tidur di dalam kamar bersama istrinya Br Sarait.  Menjelang subuh Br Sirait terbangun. Melihat anaknya
sudah tidak ada di dalam kamar, lantas Br Sirait membangunkan Jackson dan menyuruhnya melihat anaknya Moreno yang berada di ruang tamu. Jackson keluar dari kamar untuk melihat anaknya yang terbaring di lantai. Jackson kemudian membentangkan ambal di lantai sekaligus menemani anaknya yang demam.

Tiba-tiba tersangka Bona Hendra Sinaga yang juga tinggal bersama dengan adiknya Jackson itu keluar dari kamar belakang dan mendatangi adiknya bersama anaknya dengan membawa pisau roti, dan langsung menikam adiknya yang lagi tiduran tepat mengenai dadanya. Karena terkena tikaman korban terbangun dan berteriak sembari mengatakan,”Kenapa dirinya ditikam?”

Mendengar teriakan itu istrinya terbangun dan keluar kamar. Istrinya terkejut dan minta tolong. Tersangka pun membuka pintu lantas melarikan diri.

Sebelum kabur tersangka sempat mengatakan, “Saya sudah membunuh adik saya. Sudah mati dia, sudah mati dia.”
Warga yang mendengar suara gaduh pun langsung terbangun dan mendatangi rumah Jackson. Korban kemudian diboyong ke Rumah Sakit dr Pirngadi Medan dengan menggunakan mobil tetangganya. Tapi, nyawa korban tak tertolong dan tewas sebelum sempat mendapat perawatan. Tak berselang lama, polisi pun tiba di lokasi kejadian dan memburu tersangka. Tersangka Bona akhirnya berhasil ditangkap di rumah pamannya di Jalan Sena Medan.

Keterangan tetangga korban, Hj Nur Salam (65), tersangka selama ini memang mengalami gangguan jiwa (stres).” Dia (Bona) mengalami stres setelah ibunya meninggal dunia akibat tabrakan beberapa bulan yang lalu,” kata Nur Salam.
Menurut Nur Salam, setahunya korban memang belum berumah tangga dan tinggal di rumah korban. Tersangka juga tidak selesai kuliah. “Pelaku pernah kuliah di Universitas Nommensen. Dia tidak mempunyai pekerjaan tetap. Terkadang bekerja sebagai buruh bangunan dan mengecat rumah tetangga,” tutur Nur Salam.

Berdasarkan keterangan di rumah duka, korban bekerja di Hotel Royal Perintis Jalan Perintis Kemerdekaan Medan dan menjabat sebagai Resident Manajer. Hal itu dibenarkan oleh Asrul, Asisten Resident Manager Hotel Royal Perintis. Menurutnya, korban dikenal sangat dekat dengan bawahannya.

“Korban sudah 4 tahun bekerja di Hotel Royal Perintis. Dia (Jackson) perhatian dengan anggotanya dan sering memperjuangkan hak anggotanya,” ujar Asrul. Menurut Asrul, korban sering curhat dengannya soal abangnya yang sering kumat dan sering mengoceh.

Jackson meninggalkan seorang istri Br Sirait dan dua orang anak laki-laki yakni Moreno 3 tahun dan Timi 2 tahun 6 bulan. Istri korban tak kuasa menahan tangis saat jenazah suaminya tiba di rumah duka. Hingga tadi malam pihak keluarga belum mau memberikan keterangan kepada wartawan dengan alasan mereka masih berduka.

Kasat Reskrim Polresta Medan AKP M Yoris Marzuki mengaku tersangka telah diamankan bersama barang bukti satu pisau dan diserahkan ke Mapolsekta Medan Area karena lokasi kejadian berada di wilayah hukum Polsekta Medan Area. “Polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap tersangka,” kata Yoris. (rud/mag-7)