30 C
Medan
Sunday, April 12, 2026
Home Blog Page 15020

Dua Tewas, Tiga Luka Bakar

Lima Karyawan PTPN IV Disambar Petir

LANGKAT- Hujan deras disertai angim kencang dan petir menelan korban. Lima karyawan PTPN IV Kebun Sawit Langkat, disambar petir, 2 tewas dan 3 lainnya mengalami luka bakar, Kamis (28/7) sekira pukul 17.00 WIB.

Kelima korban, Malin Dewana Damanik (38), karyawan PTPN IV warga Komplek Lama, Desa Banjaran Raya, Padang Tualang, Haryono (28) warga Desa Banjaran Raya, Suwardi (30) warga Afd C 3 UPL, Sumijo (42) warga Desa Banjaran Raya dan Mulianto (20) warga Afd I Kebun Sawit Langkat, Padang Tualang. Tiga korban luka dirawat di RSU Tanjung Selamat, Kecamatan Batang Serangan.
Informasi berhasil diperoleh, peristiwa itu terjadi di areal perkebunan kelapa sawit di Afd VII PTPN IV Kebun Sawit Langkat, Kecamatan Padang Tualang, Langkat.

Saat itu, kelimanya sedang bertugas dan berteduh dibawah pohon sawit menuju hujan reda. Naas, keliamnya disambar petir yang begitu dahsyat. Warga yang sedang melintas melihat kelimanya sudah terkapar dan tidak berdaya. Tak lama, petugas Polsek Padang Tualang langsung turun kelokasi dan berhasil mengevakuasi kelimanya untuk dibawa ke rumah sakit. Sayangnya, dua diantara meninggal dunia.

Kanit Reskrim Polsek Padang Tualang Iptu M Saragih saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa itu. Pihaknya langsung turun kelokasi dan sudah membawa jenazah korban yang tewas kerumah duka.

Sementara itu, angin kencang terjadi di Desa Silau Rakyat, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai, Jumat (29/7). Akibatnya, tiga rumah warga rusak berat. Tiga rumah yang mengalami rusak berat  milik Ma’an (58), Ruslan D (58) dan Poniman (37).
Camat Sei Rampah Fajar Simbolon membenarkan adanya kerusakan rumah warga. Dia juga sudah melihat langsung kerusakan rumah tersebut.

Di Binjai, korban bencana alam angin puting beliung di Kecamatan Binjai Timur, belum menerima bantuan apapun dari Pemerintah Kota (Pemko) Binjai. Akibat lambannya Pemko Binjai mengalirkan bantuan, puluhan warga yang rumahnya porak-poranda diterpa angin puting beliung, tak dapat berharap besar untuk menerima bantuan lagi.

Untuk itu, puluhan warga yang terkena musibah, mencoba memperbaiki rumahnya masing-masing dengan cara bergotong royong. Bahkan, akibat minimnya material untuk memperbaiki rumah yang sudah rusak parah, warga terpaksa mencari paku bekas untuk memperbaiki rumahnya.

Gimen (40) salah seorang warga Lingkungan II, Kelurahan Sumber Karya, Kecamatan Binjai Timur, dia dan sejumlah tetangganya bahu-mambahu memperbaiki rumahnya yang sudah porak-poranda diterpa angin puting beliung yang terjadi Kamis (28/7) sore kemarin.

“Sampai sekarang, belum ada bantuan apapun. Baik makanan maupun material guna memasang seng rumah kami yang sudah beterbangan ini. Darai pada kita terus menanti yang belum pasti, lebih baik kita perbaiki dengan material apa adanya,” pasrah Gimen.

Kepala Seksi (Kasi) Penanggulangan Bencana di Dinas Sosial Kota Binjai Bambang, saat dikonfirmasi terkait bantuan terhadap korban bencana alam mengatakan, pihaknya masih melakukan pendataan dan bantuan akan secepatnya dikucurkan. (dan/mag-15)

Polisi Amankan 19 Cewek Kafe

BELAWAN- Menyambut bulan suci Ramdan, jajaran Muspika Kecamatan Medan Belawan dipimpin Kapolsek Medan Belawan, Kompol AH Pulungan, berhasil mengamankan 19 cewek kafe dari sejumlah tempat hiburan malam,Jum’at (29/7)

Ke 19 cewek yang terjaring, diantaranya pasangan mesum Lukman Maharaja (24) dan Junita Hutabarat (26),  Dodi Putra Naldi (21) dan Umi Halizal (21), Ardianto (30) dan Sari (22), Suriana (41), Yuni Tanjung (25), mereka kedapatan sedang berada di kamar hotel.

Kemudian dari penyisiran di cafe dan salon diamankan, Sirpita Estiara Hutajulu (20), Tristiawati Hutajulu (19), Mike Prasetya Sihombing (23), Nina Wahyudi (27), Putri Alamsyah (20), Fuji Lestar (21), Ica Sinaga (20), Roslina Sinulingga (26), Mosnidar (21), Sondang Sinaga (50), serta seorang wanita pria (waria) Harianto alias Sari (24).

Kapolsek Belawan Kompol AH Puluangan mengatakan, pihaknya telah membuat pernyataan diatas kertas kepada mereka yang terjaring. “Mereka sudah buat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya pada bulan Ramadan dan kami terus upayakan pengamanan dan penertiban terhadap kafe, hotel dan salon yang ada di Belawan selama bulan suci ramadan,” ujarnya.(mag-11)

30 Kg Ganja Diamankan

LUBUK PAKAM- Sebanyak 30 kilogram (Kg) daun ganja kering siap edar, diamankan jajaran Polres Deli Serdang dalam operasi patuh toba 2011. Hal ini diungkapkan Kapolres Deli Serdang AKBP Wawan Munarwan, Jumat (29/7), sekitar pukul 15.30 WIB di Mapolres Deli Serdang.

Penangkapan 30 Kg ganja kering ini, berawal dilakukannya pengentian mobil Avanza warna silver BK 1650 JV dalam operasi patuh toba 2011 di Jalan Medan-Tanjung Morawa, Desa Tanjung Morawa B, Kecamatan Tanjung Morawa.

Selanjutnya petugas meminta pengemudi FA alias F (27) warga Kelurahan Tanjung Gusta Medan, memperlihatkan STNK dan SIM. Setelah surat- surat tersebut diserahkan kepada petugas, kemudian petugas meminta kepada FA untuk membuka pintu belakang mobil.

Saat dibuka, sebuah bungkusan plastik berukuran 1 Kg terjatuh dari dalam mobil. Mengetahui barang bawannya terjatuh, FA langsung melarikan diri bersama kendaran tersebut.
Lantas aksi pengejaran terhadap kendaran Avanza tersebut dilakukan petugas Sat Narkoba dan Lalulintas Polres Deli Serdang.

Setelah aksi pengejaran berlangsung sekira satu setengah jam, petugas menemui kendaran Avanza warna silver itu telah berada dipinggir jalan Dusun II, Desa Wonosari Kecamatan Tanjung Morawa.  Ternyata, dari dalam mobil juga ditemukan barang bukt daun ganja kering seberat 30 Kg yang terbagi 21 bal. Meski menemukan 30 Kg daun ganja, tapi petugas tak berhasil menangkap FA alias F.
Kapolres Deli Serdang AKBP Wawan Munarwan mengaku, telah mengeluarkan daftar penjarian orang (DPO) terhadap FA.(btr)

Oknum TNI Ketangkap Curi Motor

SIANTAR- Satuan Lalulintas (Satlantas) Polresta Pematangsiantar, berhasil membekuk Koptu EM (48) oknum TNI-AD, pelaku pencurian sepedamotor (ranmor), Jumat (29/7).

Informasi yang dihimpun, penangkapan dilakukan setelah Rian Handoko (29) karyawan showroom Motor, berteriak rampok, sekitar pukul 12.00 WIB. Personel Lalulintas yang kebetulan bertugas menertibkan kemacetan di pusat Kota Pematangsiantar itu, langsung merespon dan mengejar oknum TNI tersebut.

Setelah ditangkap, peris di belakang Gedung Olah Raga (GOR) Pematangsiantar atau 3 Km dari showroom, Edy mengaku aparat TNI-AD. Namun petugas tidak percaya begitu saja dan mempertemukannya dengan Rian yang tadinya meneriaki rampok.

Ternyata, Edy baru saja mencuri sepedamotor Rian hingga petugas pun langsung memboyongnya ke Mapolresta. Dihadapan petugas sembari membuat laporan, Rian, warga Bukit I Tiga Balata Nagori Sibunga-Bunga, Kecamatan Jorlang Hataran, Simalungun ini mengaku, sepeda motornya Suzuki Shogun BK 4934 WZ baru saja dibawa kabur Edy.

Kasat Reskrim Polresta Siantar AKP Azharuddin, membenarkan penangkapan Edy setelah aksi kejar-kejaran dengan petugas Satlantas. (smg)

Honda Salurkan Beasiswa

MEDAN- Tingginya biaya pendidikan dan kondisi perekonomian yang kurang stabil menjadi kedala orangtua dalam menyekolahkan anaknya. Permasalahan ini tentunya menjadi faktor penghambat bagi generasi muda bangsa yang ingin mewujudkan segala mimpi dan cita-citanya .

Menyikapi permasalahan itu, CV Indako Trading Co selaku main dealer Honda wilayah Sumut untuk ke-4 kalinya terpanggil menjalankan program CSR (Coorporate Social Responsibility) terhadap dunia pendidikan berupa pemberian beasiswa untuk satu tahun ajaran, bagi pelajar SMP yang akan diserahkan kepada 40 pelajar kelas VIII dan IX dari berbagai SMP di Sumut.

Arifin Posmadi, General Manager CV Indako Trading Co mengungkapkan pemberian beasiswa ini merupakan wujud kepedulian Honda terhadap masa depan generasi muda, serta bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Kami sangat memahami jika saat ini banyak anak-anak putus  sekolah dikarenakan keterbatasan biaya, karenanya melalui program ini, Honda ingin berbagi, memberikan harapan bagi pelajar kurang mampu yang berprestasi agar dapat terus melanjutkan sekolahnya,” ujar Arifin Posmadi.

Untuk dapat menjadi penerima beasiswa, Honda memberikan beberapa persyaratan yakni syarat umum, dimana bagi siswa kelas VIII dan IX yang ingin mendapatkan beasiswa diharuskan memiliki prestasi masuk dalam ranking sepuluh besar di kelas sebelumnya dengan nilai rata-rata minimal 7,5 dan berasal dari keluarga kurang mampu.Selain itu pelajar juga merupakan pelajar rujukan dari pihak sekolah, dan tidak sedang menerima beasiswa dari instansi lain di luar Honda.

Sedangkan untuk syarat khusus, pelajar harus mengisi form pendaftaran program beasiswa CV Indako Trading Co 2011-2012 yang ditanda tangani sekolah. Untuk kelas VIII diharuskan melampirkan photo copy rapor kelas VII yang sudah dilegalisir sekolah, sedangkan untuk kelas IX, pelajar harus melampirkan photo copy raport kelas VII dan VIII, serta photo copy kartu keluarga, rekening listrik, dan rekening air tiga bulan terakhir.

Berkas-berkas langsung diantar ke CV Indako Trading Co Honda Costumer Care Centre Jalan Makmur No 30 Medan 20117 Sumatera Utara, paling lambat 31 Agustus 2011.(mag-9)
, dan untuk mendapatkan informasi lebih lanjut dapat menghubungi Layanan Konsumen Honda di nomor 061-6634000.(mag-9)

PSMS Incar Pemain Pra PON Sumut

MEDAN-Musim depan tampaknya PSMS akan dihuni pemain muda asli putra daerah. Itu setelah manajemen PSMS musim lalu menyatakan ketertarikan merekrut pemain Pra PON Sumut yang saat ini tengah dipersiapkan berlaga di PON 2012.  Di samping itu, nama Ferdinan Sinaga juga digadang akan diincar.

Pemain Persiwa Wamena ini diharapkan menjadikan PSMS sebagai salah satu opsi karirnya, meski nama Semen Padang saingan terkuat Ayam Kinantan-julukan PSMS untuk mendatangkannya. Seperti diketahui, Ferdinan Sinaga disebut-sebut bakal menggantikan posisi pemain bermarga Sinaga lainnya di Kabau Sirah (julukan Semen Padang, Red) yakni Saktiawan Sinaga yang sudah tidak lagi bersama Semen Padang sejak akhir musim lalu.

“Ferdinan sudah kami kontak, tapi hanya sebatas itu. Pembicaraan lanjutan belum ada. Dia (Ferdinan) masih muda dan punya skill yang bagus. Tapi ya semua kembali ke anggaran yang ada. Dan PSMS masih berusaha mendapatkan donator,” ujar Idris, Sekum PSMS kemarin.

Mantan manajer PSMS ini mengatakan, sejatinya harga yang dipatok Ferdinan masih dalam tahap wajar. “Ya masih wajar dan normalnya harga pemain lokal yang sudah punya nama. Tapi  kita kan tidak bisa berbuat banyak karena kita juga masih mempersiapkan tim dari sisi pendanaan,” timpalnya.

Idris juga tak sungkan menyatakan ketertarikan kepada sejumlah pemain Pra PON Sumut.  “Kita berusaha mencari pemain yang daya juangnya setimpal dengan yang dibayar. Kami juga akan melobi beberapa pemain Pra PON Sumut dan memilih beberapa pemain PSMS U-21,” jelasnya. (ful)

Pencuri Ikan Tuna Ditangkap

TEBING TINGGI- Setelah buran selama 2 bulan, akhirnya petugas Reskrim Polsek Rambutan berhasil menangkap Dedi Safrijal (23) penduduk Jalan Sudirman, Lingkungan III, Kota Tebing Tinggi, pelaku pencurian ikan tuna di Pasar Inpres, Jalan Gurami, Kota Tebing Tinggi, Jumat (29/7).

“Sebelumnya kita menyelidiki kasus pencurian ikan tuna milik korban di Pasar Inpres, Jalan Gurami, Kota Tebing Tinggi. Pelaku termasuk salah seorang bongkar muat barang dipasar tersebut,” kata Kapolsek Rambutan AKP M Simarmata.

Menurut Kapolsek, pelaku diketahui sehari-hari menjadi tukang bongkar muat barang. Hasil investigasi dilapangan, pelaku melakukan pencurian pada malam hari dengan cara merusak peti ikan dan mengambil ikan sebanyak 100 Kg.

Menurut Dedi, niatnya mencuri hanya untuk memennuhi kebutuhan sehari-hari, karena dari kerja bongkar muat dipasar tersebut tidak mencukupi kebutuhannya.(mag-3)

KPK Memanas, Hambalang Ngambang

Ternyata kasus Nazaruddin berbuntut panjang. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dinggap tidak serius menelusuri dugaan penyelewengan dana APBN dalam proyek Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional di Bukit Hambalang yang diduga melibatkan Nazaruddin. Sebab, hingga saat ini, lembaga yang dipimpin Busyro Muqoddas itu selalu beralasan bahwa kasus itu masih dalam tahap pulbaket (pengumpulan bahan keterangan).

“Sampai sekarang masih belum masuk ke tahap penyelidikan. Apalagi penyidikan,” kata juru bicara KPK Johan Budi kemarin (29/7). Tapi Johan menjelaskan , hingga kini pihaknya masih menelusuri dugaan adanya penyelewengan dalam kasus tersebut.

Menurut salah seorang sumber internal, hingga kini KPK memang belum serius menindaklanjuti kasus tersebut. Sebab, lembaga antikorupsi ini masih sibuk untuk menuntaskan kasus pokok suap Wisma Atlet dengan tersangka Nazaruddin. “Masih sibuk ngurusin wisma atlet,” katanya.

KPK kata dia, masih terus mendalami keterlibatan Nazaruddin dalam suap wisma atlet yang sudah menyeret Sesmenpora non aktif Wafid Muharam, Mindo Rosalina Munulang dan Mohammad El Idris. Memang tidak menutup kemungkinan ada kaitan antara proyek Hambalang dan wisma atlet.

Selain itu, pria yang mewanti-wanti namanya tidak disebutkan itu mengakui bahwa nyanyian Nazaruddin yang menyebut-nyebut nama para petinggi KPK pernah berhubungan dengannya juga sedikit banyak mempengaruhi kinerja internal KPK. Terutama hubungan para pimpinan KPK. Yang paling membuat risau adalah keinginan mundurnya Johan Budi dari KPK. Sumber tersebut mengatakan bahwa hampir semua pimpinan KPK sangat terpukul dengan keputusan Johan untuk pergi dari KPK. “Semua orang juga tahu kalau Johan itu orang baik. Semua pimpinan kompak tidak menyetujui Johan mundur,” imbuhnya.

Sebelumnya, pada Kamis (28/7) lalu Deputi Penindakan KPK Ade Rahardja juga mengakui bahwa proyek Hambalang belum sampai pada tahap penyelidikan. Dia pun enggan merinci bagaimana perkembangan kasus tersebut.

Terkait dengan keputusan Johan mengundurkan diri, Ade juga sangat menyayangkan. Dia meminta agar Johan tetap bertahan di KPK. Menurutnya, Johan tidak ada hubungannya sama sekali dengan kasus Nazaruddin.

Ade menjelaskan bahwa Johan hanya sebagai orang yang diminta tolong untuk menemani dirinya. “Dia memang tidak tahu apa-apa. Saya ajak menemani saya biar tidak ada fitnah,” imbuh polisi yang akan pensiun besok (31/7) itu. (rdl/kuh/sof/fal/jpnn)

Angga Putra Penuhi Ambisi

MEDAN-Ambisi pembalap Tim Taufiq SPBU Langkat Racing Division Angga Putra, naik podium di laga pamungkas Seri V Yamaha Matic Race Galan Mild 2011 yang digelar di Lapangan Merdeka Binjai Minggu (23/6).

Dua kali anak pasangan Junaidi dan Ani Rufaidah ini naik podium yakni menjadi juara pertama di kelas MP6 dan juara II di kelas MP5. Di kelas matic tune up matic 125 CC, pembalap yang berusia 15 tahun ini di posisi kelima. “Persaingan sangat berat, apalagi laga di Binjai merupakan laga final. Namun atas kerjasama tim dan semangat juang, saya berhasil naik podium,” ujar Angga Putra, Jumat (29/7).

Didampingi Gunawan selaku manajer tim, Angga Putra kini bertekad bisa tampil di Kejurda maupun Kejurnas. “Ambisi bisa meraih hasil terbaik di setiap kejurda maupun kejurnas,” jelasnya.
Berlaga di Binjai, memang menjadi target pembuktiannya di ajang balap. Makanya begitu start dimulai, Angga Putra langsung menggeber sepeda motornya yang disetting oleh Arkam, Om Jun dan Aji.

Selanjutnya Angga Putra berterima kasih kepada GGIM Taufiq Sitepu yang terus memberikan dukungan moril maupun material. “Saya sangat berterima kasih atas dukungan dan bantuan GGIM Taufiq Sitepu sehingga bisa tampil di ajang balap ini,” jelas Angga lagi.

Untuk itu dirinya bertekad mengharumkan nama Langkat dalam ajang balap di Sumut dan nasional. Bersaing dengan tim lain yang dihuni beberapa pembalap tak membuat Angga Putra takut. Dukungan Nasrul Sinaga (paman) dan Adi Syahputra (kru) serta yang lainnya menambah kepercayaan dirinya meraih hasil maksimal di kejuaraan-kejuaraan di daerah ini.

Gunawan juga mengucapkan terima kasih kepada Taufiq Sitepu yang telah memberikan bantuan moril dan material kepada Angga Putra. “Ini merupakan suatu bentuk kepedulian Taufik Sitepu terhadap dunia otomotif daerah ini,” jelas Gunawan lagi. (jul)

Nazaruddin Tinggal Dibawa Pulang

Keberadaan Terdeteksi, Gunakan Identitas Palsu

Mabes Polri mengklaim sudah mengetahui posisi terakhir M Nazaruddin. Status buronan Interpol itu juga sudah dalam pengawasan polisi negara sahabat. Istilahnya, Nazaruddin tinggal dibawa pulang.

JAKARTA- “Tapi, memang tidak bisa buru-buru. Kita pastikan dulu identitasnya, kita kirim data-data ada dna, foto, sidik jari,” ujar Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Irjen Sutarman di kantornya kemarin  (29/07).

Data dna itu penting untuk melakukan verifikasi kepada orang yang diduga Nazaruddin yang saat ini dalam posisi terjepit. Polisi negara lain tak bisa sembarangan menangkap atau mendeportasi Nazar sebelum identitas aslinya valid 100 persen.
Untuk mengejar dan memulangkan mantan bendahara umum Partai Demokrat itu, Polri mengirim tiga tim. Tugas mereka membayangi pergerakan Nazaruddin di negara yang tidak disebutkan oleh Sutarman.

“Kita tidak bisa sentuh. Kita perlu Interpol , ini sedang dikoordinasikan,” kata mantan Kapolwiltabes Surabaya itu. Tiga tim yang dikirim terdiri dari perwira-perwira gabungan Bareskrim, Densus 88, dan Divisi Hubungan Internasional Polri.

Sutarman menyebut Nazaruddin bergerak dengan paspor dan identitas palsu, sehingga negara yang ditempatinya tidak bisa segera melakukan penangkapan karena tidak termonitor dalam sistem imigrasi sebagai seorang buronan. “Kita sudah kirimkan pemberitahuan resmi ke kepala polisi negara itu, sebab kita yakin dia ada di sana,” katanya.
Polri belum tahu bagaimana Nazar bisa memperoleh paspor dan identitas palsu itu. “Mungkin saja ada pihak lain yang membantu. Bisa saja sindikat (pemalsu paspor,red),” kata Sutarman.

Kapan tersangka korupsi KPK itu bisa dibawa pulang ? Sutarman  mengaku tak bisa bicara waktu secara detail. “Kita menunggu hasil lobi dan diplomasinya. Juga nanti perlu ada teknisnya apa dia (Nazaruddin) dideportasi dulu baru kita tangkap saat di Jakarta atau cara lain,”katanya.
Tapi positif yang dideteksi itu Nazar ? Sutarman tersenyum lalu mengacungkan jempol. “Ya, sip,” katanya lantas berjalan masuk mobil dinasnya.

Sebelumnya informasi soal Nazaruddin terjepit juga disampaikan oleh Kepala Divisi Komunikasi Partai Demokrat Andi Nurpati. Andi pada Kamis (28/07) malam menyebut Nazar sudah dalam otoritas keamanan negara lain dan siap dibawa pulang. “Saya dapat info ini dari pemerintah,” kata Andi.

Politisi berjilbab itu menyebut pihak imigrasi Indonesia sudah berangkat untuk mengurus pemulangan Nazaruddin.
“Jadi yang disampaikan pak Patrialis (Menteri Hukum dan  Ham,red) beberapa hari lalu itu benar,” katanya. (rdl/kuh/sof/fal/jpnn)