Home Blog Page 1503

Kapoldasu dan Pangdam I/BB Tanam Mangrove, Pangdam: 157.200 Pohon Telah Ditanam

TANAM: Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak bersiap menanam mangrove di Dusun III Desa Bagan Kuala Belawan, Labuhan Deli, Senin (15/5).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak bersama Pangdam 1 Bukit Barisan Mayjen TNI Achmad Daniel Chardin melaksanakan program menanam pohon mangrove secara nasional, di Dusun III Desa Bagan Kuala Belawan dan Desa Karang Gading, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deliserdang, Senin (15/5), sekira pukul 16.00 WIB.

Turut hadir, Wakil Wali Kota Medan Aulia Rahman, PJU Polda Sumut, Bupati Deliserdang dan lantamal I Belawan, Dankosek I Medan, Kabinda Sumut, perwakilan Forkopimda Sumut dan Kapolres Pelabuhan Belawan serta personel TNI-Polri yang terlibat dalam penanaman pohon mangrove tersebut.

Acara yang bertemakan, Puncak Penanam Mangrove Nasional ini, secara serentak dilakukan jajaran TNI di seluruh Indonesia (For Better Live).

Kegiatan penanaman pohon mangrove secara nasional ini merupakan program Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) kepada panglima TNI, dengan tujuan mencegah abrasi, mengurangi emisi karbon dan menjaga ekosistem pesisir seperti yang sudah di canangkan Presiden Jokowi, dan di teruskan melalui surat dari Panglima TNI kepada Kapolri Nomor B/1853/V/2023, tanggal 12 Mei 2023 tentang permohonan bantuan personel untuk kegiatan tersebut.

Adapun, secara nasional, acara serentak di adakan jajaran TNI di seluruh wilayah Indonesia dan terpusat di hari yang sama, di Taman Wisata Alam (TWA) Angke Kapuk Jakarta Utara dan dihadiri Presiden serta Kapolri.

“Di Sumatera Utara yang dekat dengan Kota Medan dan layak untuk ditanami pohon jenis mangrove adalah daerah pesisir Belawan yang merupakan daerah di pinggiran laut serta sangat layak untuk ditanami pohon mangrove,” ujar Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak.

Sementara itu, Pangdam I/Bukit Barisan, Mayjen TNI A Daniel Chardin melaporkan kepada Presiden RI, Jokowi telah menanam sebanyak 157.200 mangrove di lahan seluas 204.900 meter persegi pada 25 titik lokasi di 24 Kodim jajarannya.

Laporan Pangdam I/BB ini disampaikan kepada presiden saat mengikuti secara virtual dalam acara tersebut.

Dijelaskannya, penanaman mangrove secara serentak di wilayah Kodam I/Bukit Barisan meliputi Sumut, Sumatera Barat (Sumbar), Riau, dan Kepulauan Riau (Kepri), dengan melibatkan TNI dari tiga matra bersama Polri dan unsur Fokopimda di wilayah masing-masing.

“Penanaman mangrove ini merupakan wujud nyata kita semua dalam rangka membantu pemerintah untuk menjaga kelestarian lingkungan,” ungkapnya.

Pati TNI AD Abituren Akmil 1990 ini berharap, penanaman mangrove dapat memberikan kontribusi signifikan dalam menciptakan daerah hijau.

Sehingga, selain berpotensi menjadi daerah resapan air dan pelindung ekosistem flora dan fauna di wilayah pesisir, juga menjadi obyek wisata lingkungan yang menarik.

“Semoga penanaman manggrove yang kita lakukan, semakin mewujudkan wilayah yang asri, nyaman dan lestari, termasuk mengantisipasi dampak negatif perubahan iklim atau global warming,” pungkasnya. (dwi/ila)

OJK Terima 282 Pengaduan dari Masyarakat, Didominasi Nasabah Perbankan dan Asuransi

KETERANGAN: Kepala OJK KR 5 Sumbagut, Bambang Mukti Riyadi saat memberikan keterangan. Istimewa/Sumut Pos.

SUMUTPOS.CO – Sepanjang Januari hingga April 2023, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional (KR) 5 Sumatera Bagian Utara (Sumbagut telah menerima 282 pengaduan dari masyarakat.

Dan terbanyak melakukan pengaduan dari Nasabah Perbankan dan Nasabah Asuransi. Hal itu diungkapkan Kepala OJK Bambang Mukti Riyadi didampingi Deputi Direktur Manajemen Strategis, EPK dan Kemitraan Pemda Wan Nuzul dan Deputi Direktur Lembaga Jasa Keuangan (LJK) 1 Anton Purba, Senin (15/5).

“Sejak Januari-April 2023, ada sebanyak 282 pengaduan yang diterima oleh OJK KR 5 Sumbagut. Pengaduan nasabah ini diterima OJK melalui Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen (APPK) dan ada yang Datang Langsung ke Kantor OJK. Pengaduan ini akan kami tindaklanjuti,”ujar Bambang.

Adapun, lanjutnya, rincian dari pengaduan ini paling tinggi, yakni mengenai perbankan sebanyak 109 pengaduan, kemudian pengaduan asuransi sebanyak 87, lalu mengenai perusahaan pembiayaan sebanyak 48 pengaduan.

“Kemudian mengenai fintech ada sebanyak 32 kasus pengaduan, tentang pasar modal sebanyak 3 pengaduan, dana pensiun 2 pengaduan dan pegadaian 1 pengaduan,” sambungnya.

Terkait perbankan sendiri, tambahnya, paling banyak pengaduan mengenai restrukturisasi kredit.

“Sedangkan pada asuransi sudah menjadi perhatian banyaknya asuransi yang bermasalah atau tutup. Dan lama menunggu proses penyelesaian keuangannya contohnya Jiwasraya atau AJBB,” terangnya.

Selain itu, sebut Bambang, banyak juga pengaduan yang bertanya mengenai Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).

“Namun sejauh ini OJK bersifat mediasi ya gak ada sampai ke hukum. Karena ada juga selain kita nasabah juga mengadu ke lembaga lain dan bisa sampai ke pengadilan,” tandasnya. (dwi/han)

Wisatawan Lokal Kota Makassar dan Kota Sampit Tertarik Gelar Melayu Serumpun

WISATAWAN: Wisatawan Lokal Kota Makassar dan Kota Sampit kagum dan tertarik dengan perhelatan Gelar Melayu Serumpun ke - VI yang digelar Pemko Medan di Istana Maimun, Selasa (16/5/2023)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Semarak dan Meriah, itulah kesan yang tergambar pada perhelatan Gelar Melayu Serumpun ke – VI yang digelar Pemko Medan di Istana Maimun, Selasa (16/5/2023) malam. Acara yang telah ditetapkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia sebagai Kharisma Event Nusantara ini dihadiri langsung oleh Ibu Negara Hj Iriana Joko Widodo.

Tidak hanya Ibu Negara, kegiatan kebudayaan Melayu ini juga dihadiri Ibu Wakil Presiden Republik Indonesia Wury Ma’aruf Amin, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Angela Tanoesoedibjo dan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming. Kehadiran tamu VVIP ini disambut oleh Wali Kota Medan Bobby Nasution dan Ketua TP PKK Kota Medan Kahiyang Ayu Bobby Nasution.

Suasana semarak dan kemeriahan juga terasa karena acara ini dihadiri ribuan masyarakat termasuk peserta yang datang dari Indonesia dan mancanegara seperti Singapura, Malaysia, India dan Thailand. Selain itu Gelar Melayu Serumpun juga menjadi daya tarik bagi wisatawan  lokal yang sedang berkunjung ke Kota Medan.

Salah satu wisatawan lokal asal Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Anas (47)  menilai Gelar Melayu Serumpun sangat menarik, sebab dirinya mengaku sering melihat festival, tetapi baru ini melihat acara festival yang diikuti oleh beberapa negara tetangga serumpun. Jadinya Anas bersama temannya sengaja datang untuk melihat kebudayaan Melayu serumpun.

“Kami sudah sering melihat beberapa festival, Gelar Melayu Serumpun ini yang paling menarik karena beragam kebudayaan Melayu ada disini. Atas dasar itu kami datang ingin melihat  acara ini, karena tidak hanya dari Indonesia tetapi juga ada dari Negara Brunei Darussalam dan Singapura,” jelasnya.

Meskipun baru kali pertamanya datang ke Gelar Melayu Serumpun, Anas berharap kegiatan ini kedepannya dapat terus digelar secara rutin, karena event seperti ini sangat perlu digelar ditengah perkembangan zaman yang semakin modern. “Harapan kami kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan secara rutin,” ujarnya.

Tidak hanya menyaksikan berbagai pertunjukan kebudayaan tarian Melayu, dalam perhelatan Gelar Melayu Serumpun ini Anas juga melihat dan tertarik dengan salah satu stand peserta yang berasal dari Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh yang menampilkan hasil kerajinan tangan pelaku UMKM daerah tersebut.

“Dari beberapa daerah yang sering kami kunjungi, kami belum pernah mendapatkan hasil produksi asal Aceh. Karena kebetulan ada di stand wilayah Aceh di Gelar Melayu Serumpun kami membelinya sebagai oleh-oleh,” pungkasnya.

Bagi Anas pribadi, Kota Medan merupakan kota yang luar biasa karena memiliki ciri khas tersendiri seperti kulinernya yang memiliki citarasa yang cukup tinggi. Diakuinya kuliner yang sudah cobanya adalah martabak India dan Indomie Bangladesh.”Kami sudah mencoba martabak India dan Indomie Bangladesh itu sangat luar biasa kulinernya,” Ujarnya yang mengaku baru pertama kalinya ke Kota Medan.

Tidak hanya wisatawan lokal dari Kota Makassar yang menilai Gelar Melayu Serumpun perhelatan yang menarik, Ahmad Riadi (44), wisatawan lokal asal Kota Sampit Kabupaten Waringin Timur,  Kalimantan Tengah menilai acara ini begitu sangat semarak sekali, karena dirinya baru mengetahui ada acara Serumpun seperti ini.

“Saya lihat acara ini sangat semarak, baru pertama kali melihat acara kebudayaan Serumpun. Apalagi  ada tamu dari mancanegara yang mengisi acara ini. Tentunya kebudayaan Melayu yang ada Indonesia dan negara serumpun sangat luar biasa,” Jelasnya.

Diakui Ahmad Riadi, dirinya tahu ada kegiatan Gelar Melayu Serumpun ini tanpa disengaja. Sebab berkunjung ke Kota Medan karena ada urusan pekerjaan. “Kebetulan tadi kita jalan- jalan dari hotel mau shalat ke masjid, Melihat ada acara ini saya mampir ternyata acaranya sangat menarik,” tuturnya.

Ahmad Riadi juga mengaku tertarik dengan Kota Medan yang baru pertama kali dikunjunginya. Setelah kunjungan ini dirinya pun berkeinginan akan kembali datang lagi ke kota Medan untuk menikmati ibu Kota Provinsi Sumut ini.

“Baru pertama kali saya ke Medan, alhamdulillah masyarakat Kota Medan ramah sekali. InshaAllah jika ada waktu saya ingin kembali datang ke kota ini,” ujar Ahmad Riadi.

Seperti diketahui Gelar Melayu Serumpun merupakan kegiatan tahunan yang digelar Pemko Medan untuk memperkenalkan Kota Medan melalui kebudayaan Melayu. Di tahun 2023 Gelar Melayu Serumpun ke -VI termasuk dalam rangkaian event untuk memeriahkan Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-51 dan HUT Dekranasda ke-43 tahun 2023 yang berlangsung di Kota Medan. (rel)

Tinjau Progres Proyek Rp2,7 Triliun, Sekda Sumut Sebut Ada Komitmen Percepatan dari Waskita

TINJAU: Sekdaprov Sumut, Arief S. Trinugroho meninjau progress proyek perbaikan jalan Provinsi di Wilayah Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Melihat perkembangan pelaksanaan pembangunan infrastruktur atau disebut mega proyek Rp2,7 triliun. Sekretaris Daerah (Sekda) Sumatera Utara Arief S Trinugroho perbaikan jalan itu, di Kabupaten Simalungun dan Kota Pematangsiantar.

Di Pematangsiantar, ada dua ruas jalan yang masuk proyek multiyears Rp2,7 T Pemprov Sumut. Kedua ruas tersebut yaitu Jalan Ade Irma Suryani sepanjang 1,7 Km dan Jalan DI Panjaitan 3,9 Km.

“Keterangan dari pihak Waskita mereka akan menyelesaikan pemeliharaan kedua ruas ini Juni, sekarang tinggal normalisasi drainase Dan marka jalan, kalau badan jalan sudah selesai tahun lalu,” sebut Arief S Trinugroho, di Jalan Ade Irma Suryani, Kota Pematangsiantar, Selasa (16/5).

Sedangkan, untuk Kabupaten Simalungun, Waskita telah mengerjakan ruas P.Siantar-Pematangraya sepanjang 4 Km tepatnya dari Desa Embong ke Panai Tonga. Sedangkan untuk ruas Simpang Raya-Tigaras sepanjang 7,2 Km badan jalan sudah selesai dikerjakan, untuk bahu jalan dan drainase akan rampung paling lambat Agustus.

Begitu juga dengan ruas Kerasan-Perdagangan yang saat ini sedang tahap penyelesaian.”Ada komitmen percepatan dari penyedia jasa, Waskita, kita akan terus monitor seminggu sekali agar progresnya terus terpantau,” kata Arif S Trinugroho.

Sampai saat ini, total pengerjaan proyek jalan 2,7 T Pemprov Sumut sepanjang 450 Km mencapai 39 persen. Namun, Arief S Trinugroho memastikan Pemprov belum ada melakukan pembayaran hingga saat ini.

“Sampai saat ini kita belum melakukan pembayaran, kita membayar saat pengerjaan proyek ini benar-benar rampung, sesuai dengan kontrak kita,” tegas Sekda Pemprov Sumut ini.

Sementara itu, Kabid Pembangunan Dinas PUPR Pemprov Sumut Marlindo Harahap mengatakan, ada beberapa hambatan dalam pengerjaan proyek ini. Hambatan tersebut antara lain tiang komunikasi yang ditanam di bahu jalan, saluran air masyarakat dan jembatan ke rumah warga.

“Kita sudah surati, kita koordinasi dengan Pemda setempat untuk segera menyelesaikan permasalahan ini secepatnya,” kata Marlindo.

Warga Desa Partuakan yang berada di ruas jalan Simpang Raya-Tigaras, Romauli br Sinaga mengatakan jalan ini sangat membantu masyarakat. Sebelumnya, masyarakat desa ini butuh waktu hingga 3 jam untuk sampai ke P Siantar, setelah diperbaiki hanya butuh waktu sekitar 15 menit.

“Dulu sebelum dibagusi 3 jam ke Siantar, karena rusak kali jalannya, kami harus turun dari mobil, jalan dulu baru naik lagi, sekarang udah dibagusi tinggal seperempat jam aja, senang kali kami,” tandas Romauli.(gus)

Meski Sudah Lapor ke Bupati Asahan dan Presiden Jokowi, Jalan Desa Serdang Tak Kunjung Diaspal

UNJUKRASA: Puluhan Warga Desa Serdang, Kecamatan Meranti, Kabupaten Asahan berunjukrasa menuntut perbaikan jalan yang sudah rusak parah.

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Puluhan warga Dusun VIII Desa Serdang, Kecamatan Meranti, Kabupaten Asahan berunjukrasa, dikarenakan jalan desa mereka rusak parah dan tak kunjung diperbaiki. Aksi protes itu disampaikan warga kepada Pemerintahan Kabupaten Asahan (Pemkab Asahan) pada Sabtu (1/4) lalu. Aksi protes warga itu dilakukan dengan berkumpul di tengah badan jalan, sembari membentangkan spanduk bertuliskan “Pak Bupati Asahan, tolong perhatikan jalan kami yang rusak parah”.

Salah satu warga, Iin Prianti mengatakan, jalan desa mereka sudah rusak parah sejak dirinya masih anak-anak. Dan hingga saat ini jalan juga belum dilakukan perbaikan.

“Bantu lah bapak-bapak pemerintah, sudah lama kami mengalami jalan bagus seperti di daerah lain yang ada di Asahan. Jangan mentang mentang kami di pelosok, jalan kami tak diperhatikan,” ungkap Indriati.

Hal senada juga disampaikan warga lainnya, Mangasi Hutahean, mengatakan jalan rusak tidak hanya disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Asahan saja, tapi sudah dilaporkan ke Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

“Sudah kami laporkan ke Presiden, dan surat kami juga telah direspon oleh Mensesneg, agar jalan kami segera ditindak lanjuti oleh Bupati Asahan,” ujarnya.

Ditempat yang sama, Kepala Desa Serdang Guntur Gunawan mengatakan, jalan yang rusak sudah setiap tahun diajukan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di tingkat desa, kecamatan hingga kabupaten.

“Tapi ya ginilah pak belum ada respon, padahal ini jalan prioritas warga yang sehari-sehari dilalui untuk memcari nafkah,” ujanya.

Warga berharap pembangunan jalan sepanjang 3 kilometer yang berada di Desa Serdang dapat segera direspon dan dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Asahan.(mag-10/han)

Perayaan Paskah Ouikumene Batubara, Bupati Zahir Tekankan Moderasi Beragama

DIULOSI: Bupati Batubara, Ir. H. Zahir disematkan ulos batak oleh Pendeta di acara Perayaan Paskah Ouikumene Batubara. ist/SUMUT POS.

BATUBARA, SUMUTPOS.CO – Bupati Batubara Ir. H. Zahir, M.AP hadir ditengah kegiatan Paskah Oikumene Kabupaten Batubara. Acara ini digelar di Aula Gedung Olahraga, Kompek Perumahan Inalum Tanjung Gading, Kecamatan Sei Suka, Senin (15/5).

Kehadiran Bupati Zahir beserta sejumlah pejabat di Pemerintahan Kabupaten Batubara usai ibadah. Bupati Zahir bersama jajarannya disambut hangat oleh ribuan jemaah yang mengikuti acara ibadah. Bupati Zahir kemudian menyapa seluruh jemaah yang hadir dan seluruh Pendeta serta panitia perayaan paskah tersebut.

Acara Paskah Oikumene Kabupaten Batubara ini diadakan untuk mengenang suka cita umat Kristiani dihari Kebangkitan Yesus Kristus.

Ditengah perayaan paskah ini, seluruh umat Kristiani baik Protestan dan Katolik berkumpul untuk saling berdoa bagi Kabupaten Batubara yang lebih baik.

Dalam sambutannya, Bupati Zahir menyampaikan sangat bersyukur dapat hadir untuk memberikan semangat ditengah perayaan Paskah Oikumene tahun 2023.

“Kabupaten Batubara telah menjadi kabupaten yang toleran dan siap mewujudkan moderasi beragama di Sumatera Utara,”ujar Zahir.

Zahir juga berpesan agar seluruh umat beragama kompak dan solid satu dengan yang lain. Tidak gampang dipecah oleh isu hoax yang diciptakan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

Setelah usai menyampaikan sambutan, Bupati Zahir didampingi Pendeta dan Panitia menyerahkan bantuan santunan secara simbolis kepada 200 anak yatim.

Acara kemudian ditutup dengan penyematan ulos batak tanda doa dan kebanggaan kepada Bupati Batubara Zahir dan Pendeta oleh panitia perayaan Paskah Oikumene Batubara. (aci/han)

Enam Kali Menjabat Camat, Ismail Diangkat Jadi Kadis Budporapar

LANTIK: Bupati Ashari melantik 28 pejabat administrator.

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Camat Tanjungmorawa, Ismail SSTP MSP menjadi satu-satunya camat di Deliserdang mendapat promosi jabatan menjadi Kepala Dinas (Kadis) Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Budporapar) Deliserdang.

Ismail menggantikan Kadis Budporapar sebelumnya, H Khoirum Rijal SP MAP yang saat ini menduduki jabatan Asisten II Perekonomian dan Pembangunan.

Ismail dilantik Bupati Deliserdang, H Ashari Tambunan bersama tiga pejabat lainnya di Aula Cendana, Lantai II, Kantor Bupati Deliserdang, Senin (15/5).

Ketiga pejabat lainnya yang turut dilantik, yakni Christina Helen Siagian SSos yang sebelumnya menjabat Sekretaris Dinas (Sekdis) Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Deli Serdang menjadi Kepala Dinas (Kadis) Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Kominfostan) yang ditinggalkan kadis sebelumnya, Dr Dra Hj Miska Gewasari (sekarang Kadis Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana); Budi Iswan Sinaga SSTP yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Dinas Perhubungan menjadi Kadis Ketenagakerjaan; dan Wakil Direktur (Wadir) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Drs H Amri Tambunan, dr Asri Ludin Tambunan MKed (PD) Sp PD menjadi Kepala Dinas Kesehatan.

Tidak hanya pada pelantikan kali ini. Jika dilihat pada pelantikan sebelumnya, Rabu (1/3) lalu, dari 25 Pejabat Tinggi Pratama yang dilantik juga tidak ada satupun camat yang naik menjadi Kepala Dinas.

Dalam riwayat karirnya, Ismail sudah enam kali menjabat sebagai camat. Mulai dari Camat STM Hulu, kemudian Camat Lubuk Pakam. Dari Camat Lubuk Pakam, Ismail sempat menjabat sebagai Kepala Bagian (Kabag) Tata Usaha Pimpinan Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Deli Serdang. Setelah itu, Ismail kembali dipercaya menjadi camat. Kali ini ditempatkan sebagai Camat Galang, selanjutnya Camat Sunggal, Camat Percut Sei Tuan dan terakhir Camat Tanjung Morawa.

Bupati Deliserdang, H Ashari Tambunan dalam sambutannya menekankan kepada para pejabat yang dilantik untuk memaknai jabatan adalah sebuah kepercayaan yang harus dijalani dengan sebaik-baiknya sebagai bentuk tanggung jawab atas jabatan yang sudah diamanahkan.

Maka dengan demikian, para pejabat tersebut diminta untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Karena saat ini masyarakat mengharapkan dan menginginkan inovasi baru yang dapat menunjang kualitas pelayanan publik lebih baik ke depannya.

Dikesempatan yang sama, Bupati Ashari juga turut melantik 28 pejabat administrator di antaranya Juniser Siregar SPd MPd dari jabatan Kepala Bidang (Kabid) Pajak Daerah pada Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) menjadi Kabid Pajak Bumi dan Bangunan Bapenda; Juniver Reynol Marbun ST MSi dari Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menjadi Kabid Pajak Daerah Bapenda; dr Boyke Sihombing dari jabatan Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD menjadi Sekretaris BPBD. (btr/han)