29 C
Medan
Saturday, April 4, 2026
Home Blog Page 15081

Ajang Dominasi Agung Febri

Kejuaraan Motoprix Arpa Yamaha Seri III 2011

MEDAN-Pembalap andalan Tim Yamaha Alfa Scorpii BAF KYT 3Di Corsa Medan Agung Febri Ramadhan sukses unjuk gigi di Kejuaraan Motoprix Arpa Yamaha Seri III 2011 yang berlangsung di Sirkuit Buatan Jalan Merdeka Meulaboh, Minggu (10/7) kemarin.

Tak tanggung-tanggung, dengan sepedamotor Yamaha New Jupiter Z yang ditungganginya, Agung sukses menempati podium teratas di empat kelas sekaligus, yakni kelas MP-1 Seeded (Bebek 4T TU 125 cc) Open, MP-2 Seeded (Bebek 4T TU 110cc) Open, MP-3 Pemula (Bebek 4T TU 125cc), dan kelas Pemula (Bebek 4T TU 115 cc).

Ia melengkapi dominasinya setelah sukses menjejaki podium dua kelas MP-5 (Bebek Khusus Jupiter MX). Kesuksesan Agung itu diikuti rekan satu timnya, M Irvansyah Putra, yang menduduki podium teratas di kelas MP-5 Pemula (Bebek 4T Standart 125cc) dan kelas MP-6 Pemula (Bebek 4T Standart 110 cc), serta runner up di kelas MP-2 Seeded.

Dengan hasil tersebut tim Yamaha Alfa Scorpii Medan semakin menegaskan dominasi mereka di ranah Serambi Mekah, setelah di seri sebelumnya juga menguasai beberapa kelas perlombaan. Baik Agung maupun Irvansyah, yang juga membetot gas Yamaha Vega ZR, tak menemui kesulitan berarti saat menaklukkan tikungan-tikungan tajam Sirkuit Buatan jalan Merdeka Meulaboh. Akselerasi Yamaha New Jupiter Z dan Vega ZR terbukti menguntungkan para racer.

Dominasi tim Yamaha Alfa Scorpii Medan sebenarnya sudah terlihat ketika dua pentolannya, Agung dan Irvan, terlihat berusaha mengamankan dua posisi teratas di kelas MP-2 Seeded. Bahkan tak jarang, Irvan yang berada di urutan kedua berusaha menyodok ke posisi pertama saat mendapat peluang. Namun begitu, Agung berusaha mempertahankan posisinya.

“Cukup baik hasil di balapan kali ini. Dari tujuh kelas yang kita ikutkan, hanya satu podium satu saja yang lepas. Posisi satu lainnya berhasil kita kuasai. Balapan kali ini memang cukup menguras tenaga, dan kami masih harus konsentrasi di pentas nasional,” kata Apmansyah Tanjung, Manajer Tim Yamaha Alfa Scorpii Medan.

Apmansyah sendiri cukup puas dengan performa sepedamotor Yamaha yang ditunggangi anak asuhnya. Ia menegaskan, sejauh ini tidak ada masalah dengan sepedamotor yang mereka gunakan dalam balapan.  “Tidak ada masalah. Semuanya sudah kita buktikan di lintasan. Tidak ada yang perlu diragukan. Para pembalap juga sudah merasakan langsung kenyamanan Yamaha,” tegasnya. (jun)

Kiper Bikin Gol dari Jarak 82 Meter

SANTA CLARA – Ajang uji coba klub Liga Primer Inggris West Brom kontra San Jose Earthquakes, melahirkan cerita menakjubkan. Adalah sang kiper San Jose Earthquakes, David Bingham yang menjadi bintang dalam cerita itu.

Dalam karirnya, Bingham dipastikan tidak bisa melupakan laga uji coba itu. Ia berhasil mencetak gol dari kotak penaltinya sendiri yang jaraknya mencapai 82 meter.

Peristiwa unik itu terjadi saat West Brom yang sedang menjalani tur ke Amerika Serikat menjajal Earthquakes, Selasa (12/7) lalu. Laga baru berjalan tiga menit, seisi Buck Shaw Stadium sudah bersorak. Awalnya, tidak ada yang istimewa saat Bingham mampu mengamankan sebuah umpan terobosan dari kejaran pemain depan The Baggies. Kiper 21 tahun itu kemudian menahan bola sejenak sembari menunggu rekan-rekannya maju ke depan.

Bingham meletakkan bola lagi dan berniat memberi umpan lambung jauh kepada pemain depan. Bola yang belum sepenuhnya keluar dari kotak penalti itu ditendangnya kencang-kencang.
Sepakan Bingham sepertinya terlalu kencang dan tak terkejar oleh rekan-rekannya. Tapi, di luar dugaan, bola sepakannya juga mengecoh Boaz Myhill yang mengawal gawang West Brom. Bola sekali memantul ke tanah sebelum akhirnya bersarang di gawang.

Myhill tampaknya silau karena arah sinar matahari tak menguntungkannya. Dia pun berdiri terlalu maju dan tak bisa menebak laju bola. Setelah gol unik itu, para pemain Earthquakes langsung mengerubungi Bingham. Bingham sendiri hanya tersenyum malu-malu dan sepertinya masih tak menyangka bisa mencetak gol dari jarak 90 yard (sekitar 82,3 meter). Pertandingan itu akhirnya dimenangi Earthquakes dengan skor 2-1.

Ini adalah kali ketiga seorang kiper di Major League Soccer (MLS) berhasil mencetak gol seperti Bingham. Sebelumnya, Danny Cepero (New York Red Bulls) dan Talmon Henry Hall (Houston Dynamo) pernah mencetak gol dari jarak 80 yard (sekitar 73,1 meter). (net/jpnn)

Alfred Riedl Dipecat

Tunjuk Pelatih Asal Belanda

JAKARTA- Ketua Umum PSSI yang baru Djohar Arifin menggebrak. Gebrakan besar pertamanya adalah mencopot Alfred Riedl dari jabatan pelatih Timnas Indonesia, Rabu (13/07).

Menurut  Djohar Arifin, pemecatan Riedl ini karena kontraknya cacat. Kontrak Riedl, menurut Djohar, dengan Nirwan Dermawan Bakrie, bukannya dengan PSSI. “Kami sudah mencari kontraknya di PSSI tidak ada. Itu alasan dia diganti,” ujar Djohar Arifin.

Meski alasan ini terkesan dipaksakan, yang pasti PSSI sudah menunjuk pelatih baru menangani timnas di Pra Piala Dunia melawan Turkmenistan. Dia adalah Wilhelmus Gerardus Rijsbergen. Saat ini, pelatih asal Belanda itu berstatus sebagai arsitek PSM Makassar.

Alasan terpilihnya pria yang karib disapa Wim ini tak lepas dari reputasi dan pengalamannya selama ini. Pelatih berusia 59 tahun ini sempat menukangi Tim Nasional Trinidad and Tobago di ajang Piala Dunia 2006 lalu. “Mulai besok dia akan melatih tim nasional di lapangan tim nasional Senayan,” kata Djohar.

Selain Riedl, asistennya Wolfgang Pikal, juga dipastikan bakal didepak dari Timnas Indonesia. Karena itu, dalam menjalankan tugasnya, Wim Rijsbergen bakal didampingi oleh Rahmad Darmawan.
Hal itu diterangkan langsung oleh ketua umum PSSI, Djohar Arifin Husin, dan ditegaskan pula oleh anggota Komite Eksekutif, Bob Hippy, dalam pertemuan dengan wartawan di kantor PSSI, Jakarta, Rabu (13/7).

Karena agenda pertandingan melawan Turkmenistan kian dekat, perubahan manajemen timnas pun dilakukan secara cepat. Selain melepas Riedl, PSSI menetapkan nama Wim Rijsbergen sebagai pelatih kepala, Rahmat Darmawan sebagai asisten, dan Ferry Kodrat sebagai manajer.
“Wim disiapkan untuk dua laga PPD kontra Turkmenistan dulu. Apakah akan diteruskan, kita lihat nanti saja,” terang Bob Hippy.

Saat ditanya kenapa PSSI tidak mempertahankan Riedl, ia mengatakan, “Tidak semudah itu, karena banyak masalah yang belum selesai dengan dia (soal kontrak).”

“Riedl kan kontraknya dengan Pak Nirwan (Bakrie). Mestinya dengan institusi (federasi, PSSI). Tidak bisa dengan personal, meskipun dulu Pak Nirwan itu wakil ketua umum PSSI,” pungkasnya. (net/jpnn)

Cile Juara Grup

MENDOZA-Gol bunuh diri dari Andre Carrillo di penghujung laga memberikan berkah kepada Cile. Skuad berjuluk La Roja ini berhasil memetik kemenangan 1-0 atas Peru ketika melakoni laga pamungkas Grup C Copa America di Estadio Malvinas Argentinas, Mendoza, Rabu (13/7) pagi.

Kemenangan ini sekaligus mengukuhkan posisi Cile sebagai juara klasemen Grup C dan membuatnya berhak untuk tampil ke babak perempat perempat-final. Di babak berikutnya nanti, Cile cukup beruntung karena dapat terhindar dari Argentina.

Sedangkan posisi Peru masih bertahan di posisi kedua dengan nilai empat angka.
Dalam pertandingan ini, kedua tim sebenarnya berusaha untuk saling menyerang.

Tensi permainan baru benar-benar mencapai klimaksnya ketika laga memasuki ke menit ke-62. Kedua tim harus sama-sama bermain dengan sepuluh pemain setelah wasit Salvio Spinola Fagundes Filho memberikan kartu merah.

Peru harus kehilangan Giarcarlo Carmona, sedangkan Cile harus melanjutkan pertandingan tanpa kehadiran gelandang Jean Beausejour. Walau demikian, kedua tim masih tetap berusaha untuk menekan.

Di menit ke-70, Peru sempat memperoleh sebuah kesempatan lewat aksi William Chiroque. Namun peluang itu masih belum bisa membuahkan hasil.

Sementara Cile yang sempat beberapa kali membuat ancaman ke wilayah pertahanan Peru akhirnya berhasil memecahkan kebuntuannya ketika memasuki injury time.
Dua menit memasuki injury time, gol akhirnya lahir. Dari sepak pojok, kemelut lahir di depan gawang Peru. Sanchez menanduk bola dan si kulit bundar mengenai badan pemain lawan untuk berakhir di dalam gawang.

Gol ini pun cukup untuk mengantarkan Cile tampil pada babak perempatfinal. (bbs/jpnn)

Yang Penting Menang

CORDOBA-Tim unggulan Brasil tak lagi memikirkan bagaimana cara agar bisa bermain cantik di lapangan. Yang ada dalam benak para pemainnya saat ini hanyalah bagaimana caranya menang.

Brasil menghadapi Ekuador di partai terakhir Grup B Copa America 2011, Kamis (14/7) pagi ini dengan membutuhkan hasil imbang atau menang untuk tetap bisa bertahan menyusul hasil seri yang mereka raih di dua partai sebelumnya.

Hal serupa sempat dialami Argentina, rival bebuyutan Brasil. Tetapi ‘Tim Tango’ sudah lolos dari lubang jarum berkat kemenangan di partai ketiga.

Argentina bahkan lolos langsung dengan menempati posisi runner-up grupnya—dua tim peringkat ketiga terbaik juga lolos ke perempatfinal. Kini Brasil dinanti tantangan serupa dan mereka pun ditegaskan takkan memikirkan cara untuk bisa tampil indah.

“Bermain cantik selalu menyenangkan, tapi satu-satunya yang diperlukan saat ini adalah hasil yang bisa membuat kami bertahan,” tegas penyerang Brasil Fred di Yahoosports.

“Kami harus menang, lalu setelah itu barulah kami bisa memikirkan bagaimana caranya tampil lebih baik dan memainkan sepakbola yang suka dilihat oleh para fans,” lanjut pemain yang mencetak gol telat untuk Brasil saat berimbang 2-2 kontra Paraguay di laga kedua itu.

Kiper Julio Cesar mengamini penegasan rekannya tersebut. Ia pun menggarisbawahi tidak perlunya permainan menawan di laga nanti.

“Ini adalah sebuah laga menentukan, kami harus bisa melewatinya. Aku tidak peduli bagaimana caranya. Itu tidak penting. Jika kami menang dengan setengah gol pun aku akan terima. Kami harus fokus ke tujuan kami yang lebih besar,” serunya.

Menilik dari dua laga sebelumnya, di mana Brasil kesulitan saat diimbangi Venezuela dan Paraguay, partai lawan Ekuador nanti akan memberikan tantangan yang tidak kecil untuk ‘Tim Samba’. (bbs/jpnn)

Belajarlah dari Maradona

SAAT Uruguay takluk 0-1 pada babak kualifikasi Piala Dunia yang berlangsung 14 Oktober 20090 di Montevideo, Uruguay, ada hal yang perlu dicermati.

Saat itu Maradona, legenda hidup sepak bola Argentina yang bertindak sebagai pelatih mampu menahan diri dengan hanya menempatkan Lionel Messi dan Gonzalo Higuain di lini depan timnya dalam skema permainan 4-4-2.

Jelas ini bukan formasi kegemaran Maradona, sebab sang pemain yang terkenal dengan julukan Si Tangan Tuhan adalah sosok pelatih yang fanatik memainkan formasi 4-3-3.

Teka-teki terkait strateginya itu akhirnya terjawab saat pertandingan berlangsung Tim Tango menguasai jalannya pertandingan. Kuartet lini tengah tim Tango yang ditempati Martin Demichelis, Nicolas Otamendi, Rodrigo Brana dan Juan mampu mendikte permaian dan selalu unggul dalam perebutan bola dengan tiga gelandang Uruguay yang ditempati Vitor Perreira, Jorge Rodriguez dan Diego Perez.

Pertanyaannya, akankah pada pertandingan di babak perempatfinal nanti Oscar Washington Tabarez, pelatih Uruguay kembali menurunkan tiga striker Edinson Cavani, Luis Suarez dan Diego Forlan seperti ketika dipermalukan Tim Tango, dua tahun lalu? (jun)

Rematch 2009

LA PLATA-Uruguay meraih kemenangan 1-0 atas Meksiko pada partai terakhir Grup C Copa America. Hasil ini mengantarkan La Celeste (julukan Uruguay) lolos ke perempatfinal dan akan menantang Argentina.

Bertanding di Stadion Ciudad de La Plata, Rabu (13/7) pagi WIB, satu-satunya gol Uruguay diciptakan oleh Alvaro Pereira. Gol tersebut tercipta pada awal babak pertama.
Di sisa waktu, Meksiko mencoba mencari gol penyama kedudukan, namun, upaya mereka tak berhasil hingga peluit panjang berbunyi.

Kemenangan ini membuat Uruguay naik ke posisi kedua klasemen akhir Grup C dengan koleksi lima poin dari tiga partai.
Mereka menggusur Peru yang punya empat poin. Sementara Meksiko di posisi terbawah dengan poin nol.

Dengan status runner up Grup C di bawah Cile, pasukan Oscar Tabarez akan menghadapi lawan berat di perempatfinal yakni menantang runner up Grup A, yakni Argentina.

Pertandingan ini akan menjadi laga ke-178 di antara kedua tim, dengan torehan rekor Argentina menang 83 kali, Uruguay menang 54 kali, sedang 40 pertandingan lainnya berakhir imbang.
Kedua tim terakhir kali bertemu pada babak kualifikasi Piala Dunia yang berlangsung 14 Oktober 2009 di Montevideo, Uruguay. Saat itu Uruguay yang bertindak sebagai tuan rumah dipermalukan dengan skor 0-1.

Karenanya, tak heran bila pada pertandingan nanti Argentina yang kebetulan kali ini bertindak sebagai tuan rumah Copa Amerika, lebih diunggulkan untuk memenangkan pertandingan.
Kendati begitu, seluruh punggawa La Celeste seakan sepakat untuk mempermalukan Argentina di hadapan pendukungnya .

“Kita lihat saja bagaimana pertandingan menghadapi Argentina. Sekarang kita mulai memasuki pertandingan yang menentukan hidup dan mati, juara yang sesungguhnya. Tak perlu menyaksikan pertandingan antara Argentina menghadapi Kostarika untuk mengetahui potensi mereka,” ungkap pelatih Uruguay, Oscar Washington Tabarez, usia laga menghadapi Meksiko.

Argentina tampil meyakinkan di pertandingan terakhir fase grup. Setelah diimbangi Bolivia dan Kolombia, Lionel Messi cs mengamuk dan menghajar Kostarika dengan skor  telak 3-0.

Untuk laga yang akan dilangsungkan pada Sabtu (16/7) mendatang , Tabarez tak menyangkal kalau perjuangan timnya akan sangat berat. Namun dia dan seluruh skuad Uruguay tak hilang keyakinan kalau kemenangan atas tuan rumah bisa didapat.
“Itu akan sulit buat kami, tapi belum mendapatkan permainan yang kami inginkan, sejauh ini kami belum kalah,” bilang Tabarez.

“Saya akan berusaha memaksimalkan semua yang kami miliki untuk menghidupkan peluang dan berjuang keras untuk mendapatkan hasilnya,” tambahnya.

“Kami juga bermain menghadapi tuan rumah di Copa America in 2007 dan mengalahkan mereka (vs Venezuela dengan skor 4-1). Tentu saja ini adalah Argentina. Saya pikir tak ada yang bisa dipastikan sebelum bertanding. Argentina lawan yang berat, tapi kami harus menghadapinya,” tuntas Tabarez. (jun/bbs)

Tya Ariestya

Pijat Bokong dan Payudara

Soal menjaga penampilan dan membentuk tubuh aduhai, Tya Ariestya lebih memilih jalan tradisional. Artis sekaligus presenter itu tak mau menggunakan jalan pintas seperti operasi plastik yang dilakukan beberapa artis Indonesia.

“Untuk jaga penampilan, sebulan sekali facial Selain itu, aku juga lagi mencoba pengencangan payudara sama bokong. Ini baru satu kali sih coba,” ungkap Tya.

Bekas kekasih Irwansyah itu menilai, pijat tradisional seperti mengencangkan area sensitif kewanitaan jauh dari risiko. Selain alami dan relatif aman, juga tidak ada efek samping yang berbahaya.

Awalnya, Tya cuma coba-coba pijat kencangkan payudara dan bokong. Setelah tanya sana-sini, dia memberanikan diri dipijat. Merasa enak dan nyaman, dia mau bikin pijat jadi program perawatan rutinnya.

“Bukan kayak yang gimana-gimana. Sekarang banyak operasi suntik, itu kan nggak alami. Kalau ini kan cuma massage. Aku ingin coba saja, penasaran. Perawatan itu harusnya sepuluh kali. Nah, aku baru sekali. Jadi masih ada sembilan kali lagi,” urainya.

Mengencangkan payudara dan bokong dengan dipijat diakuinya untuk menambah rasa percaya diri. Ternyata bintang film Panggil Namaku Tiga Kali itu belum pede dengan lekuk tubuhnya.

“Masalahnya, walaupun aku olahraga ekstrim, tetap ada beberapa lemak yang susah hilang. Ada pijat yang nanti lemaknya keluar lewat pipis sama buang air besar. Aku nggak tertarik dengan operasi. Ingin yang alamiah. Aku ingin mensyukuri yang Allah beri,” tukasnya. (bcg/jpnn)

Tunjangan Macet, PNS Resah

Pemprov Kewalahan

MEDAN- Keterlambatan pembayaran Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP) membuat sejumlah PNS di pemerintahan provinsi Sumatera Utara (Sumut) resah. TPP seharusnya sudah bisa didapat setiap tanggal 5 setiap bulannya dengan nilai yang berbeda, sesuai golongan dan jabatan PNS. Untuk golongan III yang memiliki jabatan jumlahnya sekitar Rp1,4 juta, sedangkan golongan II sekitar Rp950 ribu. Namun, ada juga PNS yang mengaku menerima TPP sebesar Rp750 ribu per bulan. Jika ditotal keseluruhan anggaran perbulan sekitar Rp 1,3 miliar.

Apa tanggapan Plt Gubernur? Gatot Pujo Nugroho mengakui pemprov belum mampu mengatasi keterlambatan pembayaran TPP PNS. “Ini merupakan pekerjaan rumah saya, dan bukan hanya ini, banyak yang belum bisa selesai,” ungkapnya di Kantor Gubsu Jalan Diponegoro Medan, Rabu (13/7).

Gatot  mengakui kondisi keterlambatan pencairan TPP ini merupakan permaslahan yang terus berulang setiap tahun. “Ini akan mengganggu dan mempengaruhi efektifitas kerja PNS. Sebab itu bagian dari hak yang wajib diberikan,” ujarnya lagi.

Plt Gubsu sudah mendengar persoalan keterlambatan pembayaran tersebut sejak lama dari sejumlah pegawai baik secara langsung maupun laporan melalui pesan singkat (SMS). “Karena masalah ini memang sejak lama mengemuka, belum lama ini Inspektorat Sumut sudah melakukan pemeriksaan apakah memang ada kebocoran anggaran atau tidak. Dan itu nantinya jadi kewenangan inspektorat,” jelasnya.

Ia juga menegaskan, pejabat bersangkutan akan dievaluasi. Hanya saja disayangkan biro umum yang harusnya menjadi penanggung jawab tak tahu ada dimana selama ini.

Sementara itu, Kepala Biro Umum Ashari Siregar mengakui kalau inspektorat sedang melakukan pemeriksaan di Biro Umum. Menurunya hingga saat ini belum diketahui simpul persoalan keterlambatan pencairan anggaran TPP PNS di jajaran Pemprov Sumut itu. “Keterlambatan pembayaran TPP ini sebenarnya sudah sering dialami, bahkan jauh sebelum saya menjadi pimpinan di Biro Umum. Tahun lalu juga sampai tiga bulan terlambat kok,” ungkapnya santai.

Ia mengatakan, kondisi sudah kacau balau ketika dirinya masuk ke Biro Umum pada November 2010 lalu. “Inilah yang sebenarnya ingin diperbaiki, namun kita belum bisa berbuat apa-apa ketika terjadi lagi di saat ini,” ujar Ashari.

Ia juga sempat berdalih saat ini anggaran TPP untuk Mei 2011 belum turun. “Ini terlambat karena saya sibuk mencari Bendahara Biro Umum yang tak tau dimana. Saya cari-cari dia tapi tak tau kemana,” katanya lagi.

Sedangkan untuk Juni 2011, keterlambatan pencairan karena tak ada yang bisa memastikan kapan persisnya anggaran tersebut bisa diberikan ke pegawai. “Karena tak ada patokan yang jelas dan yang ada hanya dibayarkan ketika satu bulan berjalan berikutnya. Jadi ya batasnya sampai tanggal 31 setiap bulan,” tutur Ashari.

Sebelumnya, Kepala Inspektorat Sumut Nurdin Lubis menjelaskan tidak bisa memberikan keterangan terkait hasil pemeriksaan di Biro Umum. Sebab masih sedang berjalan dan diperkirakan beberapa minggu ke depan baru selesai.

Dipastikannya permasalahan keterlambatan pencairan TPP akan diusut secara tuntas oleh pihaknya. Sebab telah membuat resah sejumlah PNS dan dikhawatirkan akan memberikan dampak pada kinerja pegawai.

Gatot Langgar Aturan
Sementara itu, Lembaga Sosial Masyarakat Koalisi 11 (LSM K-11) mendesak DPRD Sumut meneruskan hak interpelasi dan menolak pengusulan nama Sekda Sumut baru versi Plt Gubsu Gatot Pudjo Nugroho yang diajukan ke Kemendagri beberapa waktu lalu.

Aksi unjuk rasa yang dilakukan di Gedung DPRD Sumut menegaskan pengusulan nama calon sekda yang diusulkan Plt Gubsu melanggar aturan. “Karena sebelumnya sudah ada nama calon sekda yang diajukan Gubsu Non Aktif Syamsul Arifin, yang saat ini masih digodok Kemendagri,” ungkap Ketua LSM K-11 Jekson Napitupulu, Rabu (13/7).

Jekson juga menerangkan, usulan tiga nama baru versi Plt Gubsu yakni Nurdin Lubis, Mangasing Mungkur dan Salman Ginting tersebut dinilai tak memenuhi syarat sesuai Pergub No 38 Tahun 2007 tentang Perpanjangan Usia Pensiun dan Permendagri No 5 Tahun 2005 tentang Pedoman Penilian Calon Sekda. “Tiga nama yang diajukan itu usianya sudah melebih batas sesuai Pergub tersebut. Dengan ini kami menolak calon sekda yang diajukan Plt Gubsu,” tegasnya pada orasinya.

Selain itu, massa yang membawa sejumlah poster yang mengecam aksi Plt Gubsu tersebut juga mendesak agar DPRD Sumut untuk meneruskan hak interpelasi yang sudah digagas. “Pada dasarnya masyarakat ingin pemerintahan di Sumut ini berjalan dengan baik. Kami mendukung langkah DPRD Sumut untuk menjalankan hak interpelasi,” kata Jekson.

Pada aksi tersebut, massa diterima anggota Komisi A DPRD Sumut Syamsul Hilal yang mengutarakan, apa yang diminta massa aksi sebenarnya sudah pula diteruskan DPRD Sumut. “Fraksi kami, Fraksi PDI Perjuangan terus mendesak pimpinan dewan soal hak interpelasi ini. Baik masalah pengangkatan pejabat eselon III dan sekda,” ujarnya.

Syamsul juga menjelaskan, hak interpelasi terhadap kebijakan Plt Gubsu tersebut perlu dilakukan agar permasalahan yang muncul belakangan ini dapat segera diselesaikan. Dasar mereka mendukung diparipurnakannya hak interpelasi, sesuai dengan PP No 16 Tahun 2010 tentang pedoman penyusunan peraturan DPRD Sumut dan tata tertib dewan. (saz)

Demo di Depan Kejatisu Bentrok

Mahasiswa-Jaksa Adu Jotos

MEDAN-Aksi saling pukul antara mahasiswa dan jaksa menjadi tontonan umum di halaman kantor Kejaksaan Tinggi Sumut di Jalan AH Nasution, Medan, Rabu (13/7) siang. Seorang oknum jaksa bernama Novhhan Siregar seperti tertulis di badge nama, saling pukul dengan sejumlah mahasiswa.
Aksi jaksa fungsional yang terekam kamera ini memperlihatkan bagaimana ia menendang dan melancarkan jotosan ke sejumlah mahasiswa. Mahasiswa juga melakukan perlawanan dan terlihat berhasil meninju wajah jaksa berambut cepak itu.

Adu jotos kedua belak pihak berlanjut ke badan jalan hingga menyebabkan kemacetan arus lalulintas. Dalam peristiwa ini, tiga mahasiswa menderita luka. Satu diantaranya, Raja Uli Harahap, menjadi bulan-bulanan setelah berhasil ditangkap oknum dari Kejatisu. Akibatnya, Raja mengalami luka robek pada bibir dan pelipis mata terkena pukulan.

Aksi unjuk rasa mahasiswa semula berlangsung tertib. Mereka mendesak kejatisu menangkap Bupati Padang Lawas Utara (Paluta) Bachrum Harahap, tersangka dugaan korupsi APBD Tapsel 2001/2002. Selain itu, massa mendesak Kejatisu untuk mengusut tuntas penyelewangan dana APBD tahun 2009 Kabupaten Padang Lawas Utara senilai Rp23,5 miliar.

Suasana berubah saat mahasiswa membakar ban di tengah jalan, tepat di depan kantor Kejati Sumut. Mahasiswa juga menggedor pagar Kejati Sumut yang terkunci. Diduga, ada kata-kata terlontar dari mahasiswa yang membuat staf Kejatisu tersinggung. Akibatnya, jaksa Novhhan emosi dan memukul sejumlah mahasiswa. Aksi pemukulan itu memicu kemarahan mahasiswa sehingga kedua belah pehak adu jotos hingga ke badan jalan dan menyebabkan arus lalulintas macet. Petugas kepolisian yang bersiaga sebelum aksi berlangsung, turut mengamankan kedua belah pihak.

Koordinator aksi Doli Setia Siregar mengatakan, para pegawai Kejati Sumut tidak terima dan berupaya memadamkan ban yang terbakar. “Kalau bakar ban dalam aksi unjukrasa hal biasa. Tetapi petugas Kejati Sumut berusaha memadamkan dan main pukul, ini tidak biasa,” kata Doli.
Doli dan rekannya kemudian membuat laporan pengaduan atas penganiayaan yang dilakukan oknum jaksa dan staf Kejati Sumut lainnya ke Polresta Medan.

Kasat Reskrim Polresta Medan AKP M Yoris Marzuki saat dikonfirmasi membenarkan laporan itu. Saat ini korban bersama dua rekannya masih dimintai keterangan di Mapolresta Medan.

Tujuh Pocong Demo ke PN Medan
Sementara itu, ‘tujuh pocong’ menggelar aksi demo bersama puluhan aktivis dan buruh di Pengadilan Negeri (PN) Medan. Mereka menuntut Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) berpihak kepada buruh. Para pendemo dalam aksi Rabu (13/7) tersebut menamakan diri Gerakan Buruh untuk Keadilan (Gebuk). Mereka berasal dari berbagai organisasi buruh dan sejumlah buruh PT Siantar Top. Mereka mendatangi PN Medan di Jalan Pengadilan, Medan, dengan menggunakan sejumlah kendaraan bermotor.

Ketujuh pocong yang ikut dalam demo tersebut membawa serta timbangan miring simbol ketidakadilan. Timbangan itu berat sebelah karena ada uang yang membuat keadilan berpihak kepada yang bayar.

“Dalam proses hukum perburuhan hingga sampai proses peradilan sesungguhnya indikasi praktek suap terus terjadi. Ada mafia peradilan yang selalu beraksi sehingga hukum berpihak kepada pengusaha,” kata salah seorang peserta demo, Erwin Manalu.

Dalam pernyataan sikapnya, para pendemo menyatakan, salah satu kasus yang terindikasi ada praktek mafia peradilan adalah kasus perselisihan buruh dengan PT Siantar Top. Hakim hanya mempertimbangkan bukti dari pengusaha, namun tidak dari pihak buruh.

Sebab itu mereka meminta agar Ketua PN Medan hingga jajaran di tingkat Mahkamah Agung untuk membersihkan PHI Medan dari praktek suap. Mereka juga mendesak agar hakim adhoc yang terindikasi menerima suap segera diperiksa. (mag-7/rud)