32 C
Medan
Sunday, April 12, 2026
Home Blog Page 15096

Tak Terdata, Puluhan Guru Demo

BINJAI- Sedikitnya 300 guru mendatangi kantor Dinas Pendidikan dan Pengajaran (P dan P) Kota Binjai, mempertanyakan data guru sertifikasi tidak masuk dalam database, Senin (13/6).

Para guru ini, mempertanyakan ada sejumlah guru yang tidak terdata sebagai pemilik sertfikat. Padahal, mereka jelas-jelas sudah lulus sertifikasi tahun 2011.
Menurut seorang guru wanita bermarga Daulai mengaku, dia sudah memiliki sertifikat, tapi belum terdaftar di Dinas P dan P Binjai.

“Memang tidak ada punya saya ya? Padahal, saya sudah punya sertifikat,” ujarnya.
Karena tidak terdaftar, para guru ini khawatir uang sertifikasinya tidak akan dibayarkan. “Bagaimana mau mengambil uangnya, kalau nama saya tidak terdata,” tambah Daulai.

Kepala Dinas P dan P Kota Binjai Dwi Anang, saat dikonfirmasi via selulernya mengaku, belum mengetahuinya.
“Saya belum tahu, kebetulan saya lagi di luar Kota. Nantilah saya cek lagi,” ujar Anang singkat.(dan)

Terapkan Kuliah Jarak Jauh

Jumlah Angka Partisipasi Kasar (APK) Perguruan Tinggi Swasta (PTS) harus digenjot hingga 30 persen di setiap daerahnya. Hal ini berdasarkan instruksi Mendiknas yang menargetkan hal tersebut bisa dicapai pada 2014-2015 mendatang. Lantas, Koodinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) selaku instansi yang bertanggung jawab atas hal itu, apa yang sudah dilakukan? Berikut wawancara wartawan koran ini Rahmat Sazaly dengan Koordinator Kopertis Wilayah I Sumut-Aceh Prof Nawawiy Loebis, Senin (13/6).

Pemanfaatan apa yang bisa kita lakukan untuk mengenjot APK PTS hingga bisa mencapai target?
Untuk daerah di bawah tanggung jawab Koperti I Sumut-Aceh, kita berusaha mengoptimalisasikan dan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) bagi sivitas akademika di kampus. Ini diharapkan menjadi satu program dalam upaya peningkatan APK PTS di Sumut-Aceh.

Cara apa yang dilakukan untuk pengoptimalisasian dan pemanfaatan TIK?
Saat ini kita sedang mempelajari potensi proses pembelajaran kuliah jarak jauh melalui program e-Learning. Untuk itu, sosialisasi perlu dilakukan untuk memperkenalkan e-Learning ini kepada civitas akademika di PTS. Dengan menerapkan kuliah jarak jauh ini, kita berharap akan dapat mencapai target penambahan APK PTS.

Dengan kuliah jarak jauh ini, mahasiswa tak perlu datang ke kampus, cukup menggunakan pola pembelajaran e-Learning tadi. Untuk itu, dalam waktu dekat kita akan menggelar workshop e-Learning. Sudah dijadwalkan akan digelar pada 23 Juni 2011 mendatang. Dan kegiatan ini diperuntukkan bagi dosen dan mahasiswa.

Apa yang akan dibahas dalam workshop tersebut dan apa manfaatnya?
Pada workshop itu, nantinya akan membahas materi mengenai pengembangan e-Learning menggunakan Learning Management System (LMS). LMS ini dimanfaatkan sebagai perangkat lunak yang digunakan untuk membuat materi perkuliahan online (berbasis web) dan mengelola kegiatan pembelajaran serta hasil-hasilnya.
Dalam perkuliahan jenis konvensional, dosen dan mahasiswa harus melakukan tatap muka dalam satu tempat. Rendahnya APK di perguruan tinggi khususnya PTS akibat terbentur biaya perkuliahan yang dinilai tinggi. Karena itu, melalui pola pendidikan jarak jauh dengan menggunakan media elektronik, biaya dapat ditekan lebih murah. Sehingga proses transfer ilmu dari dosen ke mahasiswa dapat tersampaikan dengan optimal,” terangnya.

Melalui sistem ini, apakah kita akan bisa mencapai target 30 persen tersebut?

Melalui sistem seperti itu, jumlah mahasiswa akan dapat ditingkatkan untuk menggenjot persentase APK di lingkungan Kopertis Wilayah I Sumut-Aceh.
Saat ini APK di Sumut-Aceh masih mencapai 17,5 persen, sedangkan Kemendiknas sendiri telah menargetkan APK pada 2014-2015 sebesar 30 persen.

Dengan persentase yang baru 17,5 persen tadi, Sumut-Aceh berada di peringkat keberapa dari jumlah keseluruhan Kopertis yang ada di Indonesia?
Sebenarnya, meskipun APK PTS di Sumut-Aceh saat ini hanya berkisar 17,5 persen, tapi jumlah tersebut termasuk peringkat ketiga terbanyak dibandingkan 12 Kopertis lain yang ada di Indonesia. Jadi dengan pola kelas jauh itu diharapkan APK tersebut akan dapat lebih baik lagi di masa mendatang. (*)

Kondisi Pengantin Baru yang Digorok OTK

Korban Masih Trauma

TEBING TINGGI- Rotua Purba (21) warga Desa Bahdamar, Kecamatan Dolok Merawan, Kabupaten Serdang Bedagai, pengantin baru yang digorok 6 orang tak dikenal (OTK),   kondisinya berangsur pulih, meski belum diperbolehkan berbicara, Senin (13/6).

Orang tua korban, Irham Purba (45) didampingi istri korban Suprianti saat ditemui di RS Herna Tebing Tinggi mengatakan, kondisi anaknya berangsur sehat, meski Rotua terlihat trauma dan belum dapat berbicara karena dagunya terkena sabetan celurit perampok.

Heri Purba, adik toke getah tempat korban bekerja mengatakan, saat mendengar kabar dari orang tua Irfan (teman korban), dia langsung menuju lokasi kejadian bersama personel Polres Deliserdang dan bertemu dengan kedua korban (Irfan dan Adep).
“Mereka dibuang di kawasan perkebunan, tangan keduanya diikat dengan tali kompor dan diselamatkan oleh warga sekitar,” jelas Heri.

Ditemabahkan Heri Purba, Irfan menyebutkan, kalau uangnya diambil pelaku dari dalam dompet Rp600 ribu. Setelah uang diambil, dompet korban dikembalikan dalam keadaan kosong, sedangkan Adep sempat ditampar pelaku karena tidak memiliki uang di dalam sakunya.

Masih menurut Heri, pelaku perampokan berjumlah enam orang tersebut, bahasanya berlogat jawa, berbadan tegap, rambut pendek, mata sipit (supir). Sebelum mereka dibuang, pelaku sempat singgah dikedai membeli rokok dan air mineral. Bahkan seorang diantaranya menyebut temannya bernama  Amat. (mag-3)

Pipa Gas Pertamina Terbakar

LANGKAT- Pipa gas milik Pertamina EF Field Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, terbakar, Senin (13/6) sekira pukul 19.30 WIB. Keterangan diperoleh Sumut Pos dilokasi kejadian menyebutkan, peristiwa ini membuat kepanikan warga yang tinggal disekitar lokasi kebakaran.

Peristiwa itu terjadi diduga adanya perbaikan pipa gas dilakukan pihak pertamina. Sejauh ini belum diketahui asal api yang mengakibatkan terjadinya kobaran api tersebut.
Menurut Kapolsek Pangkalan Berandan AKP HM Kosim, ada pipa gas yang terbakar akibat perbaikan dilakukan pekerja di lapangan.

“Sejauh ini, kita belum mengetahui asal api. Tapi dugaan sementara berasal dari percikan perbaikan pipa gas menyambar saluran pipa dan menyebabkan semburan api,” ungkapnya.
Saat ini, sambung Kosim, petugas pemadam kebakaran tengah berupaya memadamkan kobaran api agar tidak meluas ke pemukiman penduduk. Sejumlah warga sudah diungsikan ketempat aman.
“Mobil pemadam kebakaran, baik dari Pertamina, maupun Pemerintah Kabupaten Langkat sebanyak tiga unit sudah diterjunkan,” ujarnya.

Sementara KLO Pertamina Pangkalan Susu Daniel Munte mengatakan, sejauh ini pihaknya belum memikirkan  kerugian dialami pihaknya.
“Untuk saat ini, kita masih fakus pada pemadaman api saja. Untuk kerugian, kita lihat besok,” kata Daniel.

Akibat kobaran api, 4 rumah warga di sekitar lokasi musnah terbakar. Sejauh ini petugas pemadam masih melakukan pemadaman. (dan)

Oknum Aparat Tembak Warga

LANGKAT- Tosa Surbakti (35) warga Dusun Pahlawan, Kecamatan Batang Serangan, Langkat, ditembak oknum aparat yang ditugaskan di Afdeling I Kebun Batang Serangan, Minggu (12/6) siang.

Keterangan diperoleh Sumut Pos di Mapolres Langkat, Senin (13/6), Tosa tertembak dibagian kaki kanan dan harus dilarikan ke RS Tembakau Deli, Medan. Korban ditembak saat mengangkut tandan buah segar (TBS) di areal perkebunan Batang Serangan. Sebelum kejadian, oknum aparat sedang melakukan patroli di lokasi Afdeling I. Lalu, petugas melihat sebuah mobil bernomor polisi BK 7778 ZX dikendarai Tosa sedang membawa buah sawit.

Saat dihadang petugas, Tosa langsung tancap gas dan mencoba melarikan diri. Aksi itu hampir menabrak beberapa petugas patroli yang mencoba menghadang laju mobilnya.
Meski sudah diberikan tembakan peringatan sebanyak 3 kali, namun pelaku masih nekat melarikan diri. Alhasil, petugas langsung mengarahkan tembakan kearah samping kanan mobil, hingga mengenai kakinya.

Setelah berhasil melumpuhkan Tosa, petugas langsung membawanya ke RS Tembakau Deli untuk mendapat perawatan insentif. Dari dalam mobil Tosa, petugas mengamankan satu unit mobil pick up dan 420 kg tandan buah segar diduga hasil curian.

Kapolres Langkat AKBP Mardiyono SIK saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa dimaksud. saat ini pihaknya tidak berani mengomentari persoalan tersebut, Sebab kasusnya masih ditangani Poldasu. “Informasinya tadi malam masih dirawat di Rumah Sakit, secepatnya akan saya cek,” kata Kapolres.(mag-1)

Hadiahi Dora Beasiswa

Menteri Agama Suryadharma Ali secara khusus mendatangi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, Minggu (12/6). Tujuannya, menjenguk gadis penderita penyakit keringat darah, Dora Indriyati Trimurni (25).

Ketua Umum PPP itu tiba sekitar pukul 15.15 WIB, dengan menggunakan baju batik cokelat lengan panjang. Suryadharma merasa prihatin dengan penderitaan yang dialami Dora. Penyakit itu tak kunjung membaik. Suryadharma kagum pada perjuangannya untuk sembuh.

“Ini perlu menjadi pelajaran bagi kita semua, dengan tetap menjaga kehormatan sebagai perempuan. Karenanya saya beri perhatian ke dia akan dicarikan beasiswa agar dapat meringankan kesusahannya,” ujar Suryadharma.
Beasiswa itu akan diberikan termasuk untuk adik-adiknya. (net/jpnn)

Mahasiswa Tewas dalam Kamar

TANGERANG- Seorang mahasiswi UPN Veteran Jakarta bernama Yuyun Wahyuni (23) ditemukan tewas di kamar rumahnya di Bambu Apus, Tangerang Selatan. Korban ditemukan di kamar rumahnya di Jalan Lele RT 2 RW 5, Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Pamulang, Tangsel. Ketika ditemukan, posisi Yuyun tertelungkup dan ada luka di bagian kepalanya.

Yuyun Wahyuni (23) Mahasiswi Universitas Pembangunan Nasional (UPN) semester akhir jurusan Tekhnik Informasi, sebelum meninggal sempat menulis status ‘bosan’ di jejaring sosial facebook (FB).

“Sejak semalam Yuyun sudah bertingkah aneh dan gelisah. Dia juga sempat bicara sama saya semalam, kalau esok pagi dia tidak mau kuliah,” ujar bibi Yuyun, Aniyati kepada Rakyat Merdeka Online (grup Sumut Pos).

Aniyati saat ditemui terlihat syok dengan meninggalnya Yuyun. Aniyati tak menyangka tubuh kepoakan yang dicintainya itu ditemukan terbujur kaku disalah satu kamar di rumah milik Aniyati di jalan Lele Raya, 03/05, Bambu Apus, Pamulang, Tangerang Selatan.

Ditemani saudaranya, Aniyati mengungkap keganjilan lain yang dilakukan Yuyun sehari sebelum meninggal (Senin, 13/6). Yuyun, katanya, sejak semalam mengurung diri di dalam kamarnya dan di tangan kanannya selalu menggenggam telepon pribadinya.

Polisi sudah memeriksa tiga orang diperiksa. “Tiga orang telah kami mintai keterangan. Termasuk paman dan bibinya yang saat itu tengah di luar rumah kami periksa,” ujar Kapolsek Pamulang, Kompol Zulkiefli Muridu, Senin (13/6).(rm/dam/jpnn)

KPK Tambah Dua Bukti Baru

Terkait Cek Pelawat Nunun

JAKARTA- Nunun Nurbaeti Daradjatun tampaknya harus mengakhiri permainan petak umpetnya dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sebab, instansi tersebut terus menumpuk bukti yang membutuhkan pertanganggungjawaban istri mantan Wakil Kepala Polri Adang Daradjatun itu. Yang terbaru, KPK mengaku memiliki dua bukti untuk memperkuat status tersangkanya.

Juru Bicara KPK Johan Budi mengatakan, bukti tambahan tersebut sudah tersimpan rapi dalam gedung KPK. Bukti tersebut didapat melalui berbagai pemeriksaan yang dilakukan timnya. Namun, dia enggan membeberkan data tersebut. “Yang pasti, ada dua bukti baru,” ujarnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, dua bukti tersebut diyakininya bakal memperkuat status Nunun sebagai tersangka. Bisa jadi, dengan dua bukti baru tersebut, Nunun tidak akan lolos dari jerat hukum. “Tidak mungkin kami berani menetapkan tersangka tanpa bukti kuat,” imbuhnya.  Seperti yang diberitakan, Nunun sudah ditetapkan sebagai tersangka sejak Februari lalu. Namun, hingga kini yang bersangkutan belum menunjukkan batang hidungnya di Indonesia lantaran disebut-sebut berada di luar negeri. “Apa saja buktinya? Nanti akan dibuktikan semuanya di pengadilan,” terangnya.

Rangkaian bukti tersebut tentu menambah panjang daftar kesalahan Nunun. Sebelumnya, dia dinyatakan memiliki peran vital dalam penyebaran puluhan lembar cek pelawat bernilai Rp24 miliar kepada 30 anggota DPR periode 1999-2004. Cek tersebut diberikan paska pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia 2004 yang dimenangi Miranda Goeltom. Bukti baru tersebut juga menjadi senjata utama KPK untuk memperpanjang nama yang sudah ditetapkan menjadi tersangka. (dim/jpnn)

Tolak Diperiksa Penyidik KPK

Jakarta – Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Syarifuddin menolak menjalani pemeriksaan penyidik KPK kali ini. Alasannya, salah satu penyidik yang memeriksa dirasakan tidak adil.
“Saya menghentikan pemeriksaan karena ada gangguan yang sifatnya sangat memojokkan saya,” kata tersangka kasus suap kasus kepailitan PT Sky Camping Indonesia ini di Gedung KPK, Senin (13/6).

Syarifuddin menjelaskan, salah satu penyidik dinilai memihak kepada seorang kurator. Padahal kurator itu pernah diusulkan supaya diganti oleh Syarifuddin.

Dalam kesempatan ini, Syarifuddin juga kembali membantah uang asing yang ditemukan penyidik KPK berkaitan dengan perkaranya. Ia memastikan, semuanya bakal terungkap di pengadilan.
“Saya akan buktikan. Saya punya hak untuk itu, makanya ikutilah persidangan,” tandasnya.

Syarifudin ditahan di Rutan Cipinang. KPK telah resmi menetapkan Syarifuddin dan kurator Puguh Wirawan sebagai tersangka dugaan suap dalam proses kepailitan perusahaan garmen, PT SCI. Dari tangan Syarifuddin, KPK menyita uang Rp250 juta dan mata uang asing bernilai miliaran rupiah. Syarifuddin ditangkap di rumah dinasnya di Sunter, Rabu (1/6/) malam.(net/jpnn)

Poldasu Periksa Dua Saksi

Dugaan Korupsi di Polmed

MEDAN- Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Sumut terus mendalami dugaan korupsi proyek pengadaan alat peraga laboratorium teknik elektro Politeknik Negeri Medan (Polmed) senilai Rp4,5 miliar lebih. Hingga kemarin, dua panitia proyek telah diperiksa Poldasu.

“Ada dua orang yang kita periksa. Ini pemeriksaan lanjutan dan mungkin akan ada yang lainnya diperiksa juga,” ujar Kabid Humas Poldasu AKBP Raden Heru Prakoso melalui Kasubdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Sumut AKB Verdy Kalele, Minggu (13/6).

Ketika ditanya langkah yang akan diambil selanjutnya, Verdi belum bisa menjabarkannya, dengan alasan proses penyidikan masih berlanjut. “Dengan diperiksanya dua panitia tersebut, menambah daftar panjang saksi. Sebelumnya Tipikor Ditreskrimsus sudah memeriksa lima orang saksi,” ucapnyan

Meski demikian, lanjut Verdi, pihaknya tetap terus memproses hingga tuntas kasus pengadaan alat peraga laboratorium dan bengkel Teknik Elektro Polmed tersebut dianggarkan Rp4,5 miliar berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2010 tersebut.

Tindaklanjut pendalaman penyidikan tersebut juga berdasarkan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Sumut menyatakan, proyek ini mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp2,1 miliar. “Kasus ini sudah dalam tahap sidik dan menjadi target kita untuk dituntaskan,” tegas Verdy.(adl)