31 C
Medan
Monday, April 13, 2026
Home Blog Page 15108

Tewas Disambar Petir Saat Bermain Bola

LUBUK PAKAM- Puluhan remaja disambar petir saat main bola di lapangan PTPN 2, Desa Pagar Merbau, Deli Serdang, Kamis (9/6) sekira pukul 18.00 WIB. Satu orang tewas, seorang lagi luka bakar dan selebihnya mengalami trauma dan luka lecet.

Korban tewas bernama Ramdany (16) dan korban luka bakar Izul Syahputra (18) dilarikan ke klinik Mars. Sebelum peristiwa itu terjadi, Ramdany bersama belasan anak remaja lainnya, sedang asyik bermain sepakbola di lapangan PTPN 2. Saat itu kondisi cuaca masih sangat terik dan kemudian berubah gerimis disertai petir. (btr)

Proyek Drainase Dirusak OTK

BINJAI- Pengerjaan proyek drainase di Jalan Kaktus, Lingkungan IV, Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Binjai Utara, dirusak orang tidak dikenal (OTK) sepanjang 25 meter, Kamis (9/6) malam.
Menurut keterangan Agus alias Ucok, pengawas proyek ketika ditemui, Jumat (10/6) mengatakan, sebelum drainase itu rusak, dia  didatangi seorang lelaki yang mengaku sebagai pemuda setempat (PS). Pria itu datang meminta uang pengamanan dari pemborong proyek drainase tersebut.

“Proyek ini dikerjakan Selasa (7/6) lalu, saat dikerjakan, memang ada seorang pemuda yang datang meminta uang. Karena saya tidak punya uang, saya suruh dia datang lagi besoknya dan Kamis kemarin, drainase sudah terlihat rusak,”  ujar Agus.(dan)

2 Gudang CPO Ditutup

BINJAI- Dua gudang Crude Palm Oil (CPO) ilegal di Jalan T Amir Hamzah, Kecamatan Binjai Utara dan gudang CPO di Jalan Umar Baki, Kecamatan Binjai Barat, ditutup petugas Polresta Binjai, Jumat (10/6). Penutupan gudang CPO itu, dilakukan oleh petugas Polsek masing-masing dan kawal langsung Kapolres Binjai AKBP Rina Sari Gintang.

Aksi penutupan gudang CPO ini, diduga bocor. Karena tidak ada aktifitas apapun didalam gudang. Bahkan, gudang CPO itu sudah terkunci rapat, hingga petugas tidak menemukan barang bukti apapun dari dalam gudang.(dan)

Anggota Polsuska Digigit Pedagang

TEBING TINGGI- Terkait dikeluarkannya larangan berjualan di gerbong kereta api kelas bisnis dan ekskutif di PT Kereta Api Indonesia (KAI) Cabang Tebing Tinggi, seorang pedagang menggigit tangan petugas Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska) Ayub (24) warga Jalan Perwira II, Kota Medan, di stasiun Kereta Api Cabang Tebing Tinggi, Jumat (10/6).

Peristiwa itu berawal saat kereta api jurusan Medan-Rantau Parapat Sri Bilah, berhenti di Stasiun Kereta Api Cabang Tebing Tinggi. Meski dilarang, pedagang tadi tetap nekad mesuk kedalam gerbong, hingga terjadi cekcok antara petugas dengan pedagang. Kesal dengan sikap petugas, pedagang tadi langsung menggigit tangan petugas hingga memar.(mag-3)

Usut Dugaan Korupsi Bupati Palas

MEDAN- Ikatan Mahasiswa Padang Lawas dan Mahasiswa Sosa Sekitarnya (IMSS), melakukan aksi unjuk rasa di Kejatisu, Jalan Asrama Haji, meminta Kejatisu menangkap Bupati Padang Lawas terkait dugaan koruspi TA 2010, Jumat (10/6) siang.

Koordinator aksi Sugianto Hafiz mengatakan, korupsi yang dilakukan Bupati Palas sangat fatal, karena menyebabkan kerugian negara dan warga Palas khususnya.

“Kami meminta Kapoldasu dan Kejatisu untuk serius mengusut dugaan korupsi Bupati Palas beserta kroni-kroninya seperti, dugaan korupsi RPJPD Rp2 M, MTQ Rp1.4 M, perawatan jalan Rp8 M, dana BOS ratusan juta rupiah, korupsi dan manipulasi serta rekayasa rekrutmen CPNS Palas 2010,” ungkap pengunjuk rasa. (jon)

Kembalikan Uang Kas Siswa

085830173xxx
Yth SMP N 1 Sunggal saya orangtua/wali murid minta supaya uang kas kemanakan saya tahun 2010 yang ada sama ibu Malaratina dan uang kas anak saya 2011 agar dipulangkan. Saya sangat keberatan tahun 2010 untuk ambil ijazah kemanakan Rp50.000  tahun ini Rp100.000. Dari Janda anak tiga.

Laporkan Tertulis
Terima kasih informasinya, kami sampaikan kepada pengirim SMS ini agar membuat laporan tertulis ke Pemkab Deli Serdang. Sehingga, kami bisa memfasilitasinya untuk pengembalian uang.
Kemudian, kami himbau kepada kepala sekolah dan komite sekolah untuk segera menyelesaikan persoalan di SMP Negeri I Sunggal. Karena, semakin hari, ada saja laporan yang muncul. Apabila tidak segera diselesaikan, tentu hal tersebut akan ditindak lanjuti dengan hal yang lebih serius.

Umar Sitorus
Kabag Humas Pemkab Deli Serdang

Poldasu Diminta Usut PT SM

MEDAN-Puluhan mahasiswa dan pelajar asal Mandailing Natal (Madina) di Medan, melakukan aksi unjukrasa ke Mapoldasu Jalan SM Raja Km 10,5, meminta Poldasu mengusut dugaan perambahan hutan oleh PT Sorikmas Mining (SM), terkait eksplorasi emas, Jumat (10/6).

Dalam tuntutannya, masa meminta Polda menyelidiki dugaan pencemaran lingkungan di kawasan penambangan, serta mengusut penembakan dilakukan aparat kepolisian terhadap seorang warga saat melakukan aksi penutupan tambang di barak PT SM di Dolok Sihayo, Desa Hutagodang Muda, Kecamatan Siabu, Madina.

Menurut masa, penambangan emas dilakukan PT SM telah merusak ratusan, bahkan ribuan hektar hutan di Madina. Selain di Desa Hutagodang Muda, Siabu, perambahan hutan juga dilakukan disejumlah desa lain untuk mengeksplorasi emas dikawasan tersebut.

“Ini sudah berjalan bertahun-tahun dan mengakibatkan ratusan hektar hutan di Madina rusak. Bahkan berimbas pada keringnya air tanah hingga merusak tanaman sawit masyarakat,” ujar Fachril seorang pengunjukrasa dalam orasinya.

Persoalan lain, lanjut Fachril, pencemaran lingkungan akibat bahan kimia yang digunakan PT SM juga perlu diselidiki. “Limbah dari penambangan emas itu sudah mencemari sungai-sungai yang ada di sekitar perusahaan,” ucapnya sembari meminta izin eksplorasi emas ditinjau ulang.

Sebelumnya, Kabid Humas Poldasu AKBP Heru Prakoso ketika dikonfirmasi mengaku, akan melakukan pemeriksaan secara keseluruhan terhadap PT SM, baik mengenai izin operasional, pemilik, bahkan kemungkinan dugaan adanya kerusakan lingkungan.
“Tim telah dibentuk terdiri dari unsur Poldasu dan Polres Madina untuk memeriksa PT SM secara keseluruhan,” katanya.

Ditambahkan Heru, dalam waktu dekat, pihaknya juga akan memanggil direksi perusahaan untuk memberi penjelasan terkait persoalan di perusahaan tersebut. “Kita akan meminta penjelasan pihak direksi perusahaan untuk mengungkap dari awal operasional perusahaan, mulai perizinan hingga terjadinya kerusuhan dan pengrusakan di barak PT SM,” tandasnya. (adl)

Operasi Sawit Toba Digelar

TEBING TINGGI- Polres Tebing Tinggi mengelar apel siaga sekaligus penyematan pita tanda dimulainya Operasi Sawit Toba tahun 2011 di wilayah hukum Polres Tebing Tinggi, Jumat (10/6) sekira pukul 09.00 WIB.

Oprasi ini dilakukan terkait maraknya aksi perampokan mobil tangki pembawa Crude Palm Oil (CPO) dan prilaku jahat supir tangki yang sengaja menjual CPO ke gudang-gudang tertentu sehingga menyebabkan kerugian pengusaha.

Kapolres Tebing Tinggi AKBP Rebert Haryanto Watratan  mengatakan, akan menyelidiki dan melakukan penyidikan kepada gudang-gudang pemasok CPO ilegal dan membabat habis pengelola gudang CPO ilegal yang masih beroperasi diwilayah hukum Polres Tebing Tinggi.
“Ada indikasi beberapa gudang CPO yang masih buka, dengan operasi sawit toba satu ini, petugas akan menindak dengan tegas pelaku nakal pemain CPO,” tegas Robert.

Operasi ini akan dilaksanakan selama sebulan penuh dan kegiatan apel tanda dimulai operasi bukan kegiatan seromoni saja. “Kepolisian akan berupaya penuh menghimbau pengelola gudang CPO ilegal untuk segera menutup usaha mereka sebelum petugas mengambil langkah tegas,” pintanya. (mag-3)

Sabu-sabu Dijual Seperti Cabai

085276985xxx
Bandar sabu dan pemakai sabu yang tak tersentuh aparat penegak hukum. Kepada Yth Bapak Kapolsek Percut Sei Tuan tolong Pak ditangkap bandar dan pemakai narkoba jenis sabu yang menjual dan memakai dengan seenak di Jalan Pancing III nama penjual Fajar, Dedi Engkel, Juli dan Hendri alias Een yang sudah meresahkan warga sekitarnya.

085276985xxx
Tolong Pak segera ditanggapi karena mereka kayak menjual cabai di Jalan Pancing III.

Kami Tindak Lanjuti
Terima kasih laporannya, kami tindak lanjuti segera mungkin. Kami komitmen berantas narkoba jenis apapun, mulai dari pemakai hingga bandarnya. Karena sudah jelas didalam aturan perundang-undangan, narkoba dilarang beradar dan sembarangan dipakai.

Kompol Maringan Simanjuntak, Kapolsek Percut Sei Tuan

Aku Terpaksa Membunuh…

Pasca Penikaman Mertua dan Abang Ipar oleh Pegawai Bank Sumut

LANGKAT- Pasca penikaman mertua dan abang ipar oleh M Elvin Tarigan (36), pegawai Bank Sumut Cabang Sibolga, yang menewaskan Ramadani Syahputra alias Dani (25) dan melukai Safaruddin alias Udin Batu (66), Kamis (9/6) lalu, menimbulkan penyesalan mendalam bagi tersangka.

Ditemani saudaranya Johanes Surbakti, Elvin yang ditemui di Mapolsek pangkalan Berandan, Jumat (10/6) mengungkapkan, peristiwa berdarah itu tidak akan terjadi, jika mertua dan abang iparnya tidak memukulnya saat terjadi petengkaran dirumah mertuanya di Jalan Cempaka Ujung, Babalan, Langkat.

“Baru saja tiba dirumah mertua, aku mendapat perlakukan yang tidak pantas, mereka sepertinya menolak kehadiran ku di rumah itu,” ujar Elvin.
Saat sampai di rumah mertua, sebut Evin, abang iparnya langsung menyerangnya dengan kata-kata kasar.

“Seolah mereka menuduh ku kerab memukuli adiknya (Amoy). Memang beberapa waktu lalu, aku pernah menampar wajah istri ku itu,” kenang Elvin diruang Juper Polsek Berandan.
Saat pemukulan terjadi, pelaku sempat menghindar. Tapi,  kedua korban terus mengejar hingga ke pintu gerbang. Karena terdesak di pintu gerbang, pelaku akhirnya nekat mencabut pisau dari pinggangnya dan menikam kedua korban.

“Karena terjepit dan tidak ada lagi jalan keluar, aku terpaksa menikam mereka. Aku hanya membela diri dan sama sekali tidak ada niat untuk membunuh abang ipar ku,” kesalnya.
Ketika ditanya senjata yang digunakan, Elvin mengaku, pisau tersebut biasa dibawanya untuk menidurkan anaknya. “Pisau itu bukan untuk membunuh, tapi untuk menemani anak saya tidur dan sudah menjadi tradisi bagi kami,” sebutnya.

Kapolsek Pangkalan Berandan AKP HM Kosim ketika dikonfirmasi mengatakan, sejauh ini tersangka dan mertuanya belum bisa dimintai keterangan karena kondisi keduanya masih belum stabil. (ndi)