27 C
Medan
Friday, April 17, 2026
Home Blog Page 15120

Pistol Oknum Polisi Disita

Penembakan Warga di Pintu Keluar Jalan Tol Mabar

MEDAN-Polda Sumut belum bisa memastikan siapa pelaku penembakan di pintu tol Belmera, Mabar, Medan Deli yang menyebabkan Fakhri alias Ai (27), warga Jalan Bundar, Pulobrayan Bengkel, Medan, harus men dapat perawatan di rumah sakit. Tapi, Polda Sumut sudah menyita pistol seorang oknum polisi yang bertugas di Polresta Medan untuk menjalani uji balistik.

“Kasus penembakan itu masih didalami dan hingga kini pelaku belum terungkap. Pistol anggota yang disita itu untuk menjawab kecurigaan selama ini,”  ujar Kapolda Sumut, Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro yang tak bersedia merinci nama anggotanya tersebut dengan alasan mengedepankan azas praduga tak bersalah. “Awalnya disebutkan oknum Polantas, selanjutnya oknum Dishub, sekarang balik lagi ke petugas PJR, “ cetusnya.

Menurut Wisjnu, selongsong peluru yang ditemukan di tempat kejadian masih menjalani uji balistik. “Hasilnya belum diketahui, kalau dari hasil terbukti anak buah saya yang nembak. Akan saya berikan sanksi tegas, “ ungkapnya. Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP Hamam mengatakan bahwa penyelidikan terhadap pelaku penembakan terus dilakukan. (adl/mag-11)

Bocah Disambar Api

MEDAN-Yolanda Sitohang (11) terpaksa mendapatkan perawatan di RSUD dr Pirngadi Medan akibat luka bakar yang dialaminya. Pasalnya, warga Perumnas Mandala Jalan Enggang Raya tersebut terkena percikan api yang dari kompor kecil yang digunakan ayahnya untuk menempel ban.

Alatan Sitohang, ayah korban saat ditemui di ruang IGD, Kamis (9/6), mengisahkan, kejadian yang menimpa anaknya terjadi Selasa (7/6), saat hendak menempel ban seorang pelanggan. “Melihat api sempat membesar di celananya, aku langsung mengambil air dan menyiramkan ke pahanya. namun saat celananya dibuka, ku lihat bagian kulit di paha anakku (Yolanda) terkelupas,” ungkapnya.

Akibat kejadian itu korban sempat dilarikan ke rumah sakit Martua Sudarlis yang tak jauh dari kediamannya.
Setelah sempat dirawat selama dua hari, namun kondisi luka bakar yang dialami Yolanda tak kunjung membaik, sehingga orangtuanya memutuskan untuk merujuk anaknya ke RSUD dr Pirngadi Medan. (uma)

Pelajar SMP Gantung Diri

MEDAN MARELAN- Niko Wiranda alias Koko (14), warga Jalan Baut, Tanah Enam Ratus, Medan Marelan nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri menggunakan tali nilon di kamar tidur rumahnya, Kamis (9/6) sekitar pukul 16.00 WIB.  Jenazah pelajar kelas 2 SMP ini pertama kali ditemukan abang kandungnya, Riski Pratama (15), tergantung dengan kondisi lidah menjulur tak bernyawa lagi.

“Seminggu lalu dia sempat cerita uang sekolah sudah dimakannya 3 bulan, sehingga dia bakal tak bisa ujian. Dia bilang aku nggak tahu mungkin aku nggak disini lagi,” kata Habib, teman sekolah korban.
Petugas Polsek Medan Labuhan yang datang ke lokasi langsung melakukan cek TKP, karena pihak keluarga tidak keberatan tidak dilakukan otopsi. (ril/smg)

Nguyen Diboyong ke Jakarta

MEDAN-Nguyen Thi Tuyet (49), wanita kewarganegaraan Vietnam yang tertangkap membawa sabu-sabu sebanyak 1,061 gram di Bandara Polonia Medan diboyong personel Polda Sumut ke Jakarta, Rabu (8/6) malam, untuk melakukan pengembangan dengan melakukan pemeriksaan di Mabes Polri.

“Benar, dia (tersangka) kita bawa ke Jakarta untuk pengembangan. Karena diketahui ada teman sindikatnya yang berada di sana. Sekalian pengembangan, tersangka akan diperiksa di Mabes Polri, agar bisa didampingi penterjemah bahasa Vietnam. Dimana, kita belum bisa memeriksanya di Medan karena tidak ada penerjemah Bahasa Vietnam apalagi Nguyen tidak tahu Bahasa Inggris, “ ujar Kasubdit Idik II Dit Narkoba Polda Sumut, AKBP Andy Rian, Kamis (9/6). (adl)

Pembalasan yang Sempurna

URUGUAY–Terbalas sudah kekalahan yang dialami Uruguay atas Belanda saat kedua tim berlaga di babak semifinal Piala Dunia 2010. Pasalnya, saat kedua tim kembali bertemu pada laga persahabatan yang berlangsung di Estadio Cantenariao, kemarin (9/6) Uruguay mengalahkan De Oranje lewat kemenangan adu penalti, setelah kedua tim berbagi angka imbang 1-1 di waktu normal.

Memang, pada pertandingan kemarin Uruguay tampil terbuka sejak menit awal pertandingan.
Edinson Cavani dan Luis Suarez diplot menjadi ujung tombak Uruguay di bawah arahan Oscar Tabrez beberapa kali mengancam gawang Belanda yang dikawal Tim Krul, namun  barisan belakang Belanda masih bisa mengatasi  tekanan Uruguay.

Duet Cavani dan Suarez membuat sektor belakang Belanda terpaksa bekerja ekstra. Suarez yang kini bermain untuk Liverpool membawa  malapetaka bagi Belanda di menit 82 melalui golnya. Kedudukan 1-0 ini  ternyata melecut Belanda untuk menyamakan kedudukan. Hasilnya, memanfaatkan umpan lambung, Kuyt menyeimbangkan skor  lewat tandukan.

Hingga peluit akhir dibunyikan tidak ada lagi gol yang tercipta. Skor 1-1 membuat kedua tim harus memainkan babak adu penalti untuk  memastikan diri menjadi pemenang. Di fase ini, Uruguay berhasil meraih kemenangan 4-3 atas Belanda. Kegagalan Van Persie dan Eljero Elia mengeksekusi  berperan besar atas kekalahan Belanda kali ini.
Sedangkan, Cavani, Abel Hernandez, Mauricio Victorino, dan Alvaro Pereira menjalankan tugasnya dengan sempurna. Hanya Nicolás Lodeiro yang gagal mengeksekusi penalti.  “Ini merupakan pertunjukan yang sempurna. Semua orang yang datang ke sini memang telah menunggu pertandingan ini,” bilang Oscar Washington Tabarez, pelatih Uruguay.

Bagi Uruguay, kemenangan ini menjadi modal berharga jelang Copa America pada bulan depan. Sementara bagi Belanda, rekor tak terkalahkan dalam sepuluh pertandingan sejak final Piala Dunia lalu akhirnya terhenti.
Kendati begitu, pelatih Belanda Bert Van Marwijk mengaku tak kecewa dengan hasil yang didapat anak asuhnya. “Ini bisa menjadi pengalaman yang sangat bermanfaat. Kami memang tidak bisa menang di dua laga, tapi saya kagum dengan pemain,” bilang Van Marwijk. (net/jpnn)

Rematch di Dhaka

LAGOS – Tudingan suap dan pengaturan skor yang mengarah kepada Nigeria dan Argentina, membuat NFF (asosiasi sepak bola Nigeria) gusar. Itu menyusul kecurigaan FIFA atas kemenangan 4-1 Nigeria atas Argentina pada laga uji coba di Abuja (1/6).

Kecurigaan FIFA berdasarkan pada gol balasan Argentina yang tercipta ketika memasuki injury time. Wasit Ibrahim Chaibou juga tidak menghentikan laga hingga menit ke-98 dan Argentina akhirnya mencetak gol via titik penalti.
Masalahnya, jelang laga berakhir terjadi lonjakan di bursa taruhan dan keputusan penalti Chaibou juga terbilang kontroversial. Setelah insiden itu FIFA memutuskan menjadikan laga tersebut dalam daftar laga yang perlu diinvestigasi.

Agar meredam gejolak rumor suap dan pengaturan skor, NFF pun memutuskan untuk menyetujui laga rematch alias laga ulang. “Ya, kami konfirmasikan bahwa tim senior Nigeria dan Argentina akan bertanding di Bangladesh, September nanti,” kata Musa Amadu, sekretaris jenderal NFF, seperti dikutip AFP.
Agak aneh karena laga rematch itu dilangsungkan di Dhaka, Bangladesh, negara tanpa tradisi sepak bola hebat, pada 6 September nanti.

“Setiap dokumen yang terkait dengan pertandingan sudah diteken dan kami akan bersiap untuk menyongsong pertandingan itu. Kedua tim akan berangkat ke Bangladesh yang skuad utamanya,” kata Amadu.
Hanya, waktu yang dipilih terbilang kurang tepat. Sebab, pada waktu-waktu tersebut sejumlah kompetisi di Eropa baru saja dimulai. Selain itu, tiga hari sebelum melawan Argentina, Nigeria harus bertarung di kualifikasi Piala Afrika 2012 melawan Madagascar.

Namun, bukan hanya itu agenda Argentina di Asia. Sebelum melawan Nigeria, Argentina akan bertarung melawan Venezuela di Kolkata pada 2 September. Baik laga itu maupun di Bangladesh, merupakan hasil kerja perusahaan asal India Celebrity Management Group.

“Kami menyakini dapat meraup USD 5 juta atau setara Rp 42,4 miliar dari laga melawan Venezuela di Kolkata dan sekitar USD 4 juta dari laga melawan Nigeria di Dhaka,” kata Bhaswar Goswami, direktur eksekutif Celebrity Management Group, seperti dikutip Guardian.

Beda dengan laga sebelumnya melawan Nigeria, di mana Argentina turun dengan tim kedua, di Kolkata dan Dhaka, tim besutan Sergio Batista itu akan turun dengan kekuatan terbaiknya.
“Argentina akan turun dengan kekuatan terbaik, termasuk Lionel Messi. Itu sudah sesuai dengan klausul kontrak,” kata Goswami. (ham/jpnn)

Phil Jones Ingin Seperti Ferdinand

MANCHESTER- United tentu memiliki pertimbangan khusus memilih Phil Jones sebagai rekrutmen pertama mereka musim panas ini. Dengan usia masih 19 tahun, Jones dipersiapkan sebagai suksesor defender United Rio Ferdinand yang tahun ini memasuki usia 33.

Jones pun mengatakan apabila dirinya memang ingin menjadi The New Ferdinand di Old Trafford. Itulah sebabnya, Jones memilih menerima tawaran United sekalipun Liverpool dan Arsenal juga ngebet mendapatkan tanda tangannya.
“Saya selalu mengatakan apabila saya terinspirasi dengan John Terry, Michael Dawson, Rio Ferdinand. Saya selalu melihat apa yang mereka lakukan dan belajar dari mereka,” ungkap Jones kepada The Sun.

Jones memang disebut memiliki kemiripan gaya main dengan Ferdinand. Seperti Ferdinand, Jones mengawali karir sepak bola dengan bermain bukan sebagai bek tengah, melainkan pemain tengah. Itulah sebabnya, Jones sama tenangnya dengan Ferdinand ketika merebut bola dari lawan. Hanya, dengan bergabung dengan United sekarang, Jones masih harus berjuang keras untuk sekadar menjadi pelapis Ferdinand. Itu karena selain Nemanja Vidic yang menjadi partner serasi Ferdinand beberapa tahun terakhir, masih ada Jonny Evans dan Chris Smalling.

Karena itu, ada kemungkinan Jones bakal dimainkan sebagai gelandang bertahan. “Bertahan tidak hanya tentang tekling dan heading, melainkan juga bagaimana membuat bola tetap di bawah dan dimainkan. Serangan juga dimulai dari belakang,” tutur Jones. “Naik ke depan merupakan bagian natural dari permainan saya,” tutur pemain yang bergabung dengan akademi Blackburn sejak usia sepuluh tahun itu. (dns/jpnn)

Gugah Umat untuk Berzakat

BAZ Dolok Masihul Rehabilititasi Rumah tak Layak Huni

SERGAI- Camat Dolok Masihul Drs Dimas Kurniawan mendorong warganya untuk berzakat, berinfaq maupun bersedekah.  Zakat ini dapat disalurkan melalui Badan Amil Zakat (BAZ) Kecamatan Dolok Masihul.

”Kebersamaan dan kepedulian ini yang diharapkan, sehingga program pengentasan kemiskinan akan terwujud,” kata Drs Dimas Kurnianto pada peletakan batu pertama rehabilitasi pembangunan rumah tidak layak huni, kemarin (5/6) di Lingkungan II Kelurahan Pekan Dolok Masihul, Kecamatan Dolok Masihul, Serdang Bedagai.

Ia mengatakan, pemerintah kecamatan akan terus mendukung program Badan Amil Zakat (BAZ) Kecamatan Dolok Masihul, karena banyak warga yang masih berada di bawah garis kemiskinan.

“Melalui program kerja Badan Amil Zakat, mari kita tingkatkan rasa kepedulian dan kebersamaan untuk membantu sesama,” ujarnya, seraya mengajak warga menggairahkan dan menggalakkan zakat, infaq, dan sedekah.
Kepada Lurah dan Kepala Desa, Dimas meminta agar program kerja BAZ Kecamatan Dolok Masihul segera disosialisasikan kepada warga masyarakat di seluruh desa se-Kecamatan Dolok Masihul, dan data dari BAZ akan dilegalitaskan.

Sedangkan pada saat penyerahan rumah yang sudah direhabilitasi itu, harus dibarengi dengan penyerahan sertifikat tanahnya. Sehingga statusnya jelas tidak menimbulkan kasus yang dapat merugikan warga masyarakat kurang mampu yang rumahnya sudah direnovasi jadi rumah layak huni nantinya.

Bagi warga yang kurang mampu yang rumahnya sudah direnovasi, dengan terbantunya pembangunan rumah ini menjadi rumah layak huni bisa lebih meningkatkan ketaqwaan pemiliknya, dapat lebih giat melakukan usaha rutinitasnya sehingga bisa keluar dari garis kemiskinan.

Sementara itu, Ketua BAZ Kecamatan Dolok Masihul Ustad H Zulkifli BA mengharapkan, Badan Amil Zakat (BAZ) dipimpinnya itu bisa lebih dikenal masyarakat Kecamatan Dolok Masihul melalui program perdana “Bedah Rumah”.
Ia mengatakan, niat baik yang dilakukan pihaknya diharapkan tidak berdampak menimbulkan kecemburuan sosial, apalagi program BAZ belum terealisasi seperti yang diharapkan bersama. Tujuan pelaksanaan disamping untuk memotivasi kepedulian sesama umat Islam, juga meningkatkan kesadaran berzakat, berinfaq dan bersedekah untuk disalurkan kepada warga kurang mampu, berupa sandang, pangan, papan, melalui pengelolaan BAZ.

Program kerja yang sudah dilakukan BAZ kata Ustad H Zulkifli BA, dalam menggalang kepercayaan masyarakat dan dijadikan agenda kegiatan BAZ kecamatan, yakni menyantuni fakir miskin dan memberikan sembako, melalui kerja sama dengan warga masyarakat yang dinilai sukses dan pedagang, untuk meringankan beban penderitaan warga kurang mampu.(mag-15)

Berusia Satu Setengah Abad

Masjid Al-Osmani Jalan KL Yos Sudarso Medan

Masjid Al-Osmani Jalan KL Yos Sudarso KM 18 Kelurahan Pekan Labuhan Kecamatan Medan Labuhan merupakan bukti sejarah keberadaan Kesultanan Deli, di Medan.

Masjid ini didirikan masa Kerajaan Melayu tahun 1857 oleh Raja Deli ke-7 yang bergelar Sultan Osman Perkasa Alam. Masjid ini usianya 154 tahun atau lebih dari satu setengah abad. Maka dari itu, Masjid Al-Osmani merupakan masjid pertama dan tertua di Kota Medan.

Masjid Al-Osmani ini kesannya sebagai bangunan lama dan bersejarah. Masih kental terlihat dengan ornamen melayu, walaupun sudah banyak bagian masjid yang direnovasi.

Letaknya yang pinggir jalan raya, membuat musafir (orang dalam perjalanan jauh) suka untuk melaksanakan ibadah di masji itu. Bahkan setiap salat Jumat,  masjid ini nyaris tidak mampu menampung jamaah yang hadir.
Menurut, Imam Rawatib Masjid Al-Osmani, H Basuki Said masjid Al-Osmani ini sudah beberapa kali mengalami renovasi.

Pada saat didirkan pertama kali masjid ini masih berbahan kayu namun seiring perkembangan zaman, tepatnya pada tahun 1870-1872 masjid ini dibangun menjadi bangunan permanen oleh Sultan Mahmud Perkasa.
“Masjid Al-Osmani merupakan mesjid pertama dan tertua di Kota Medan setelah Masjid Raya Al-Mashun Medan,” ujarnya.

Di bagian dalam masjid terdapat empat tiang yang berfungsi sebagai penyangga utama kubah masjid. Empat tiang penyangga itu juga sebagai simbol empat sifat kenabian.
Selain pilar utama, di dalam masjid terdapat mimbar khatib yang masih asli dengan bahan dari kayu pilihan dengan ukiran melayu memiliki tangga.

Sementara itu, di areal masjid Al-Osmani, ada perkuburan wakaf. Dikuburan tersebut terdapat lima Raja Deli yang dikuburkan yakni Tuanku Panglima Pasutan (Raja Deli IV), Tuanku Panglima Gandar Wahid (Raja Deli V), Suilthan Amaluddin Perkasa Alam (Raja Deli VI), dan juga Sulthan Usman Perkasa Alam dan Sulthan Mahmud Perkasa Alam.(mag-11)

Gagah di Olahraga

Prof DR Agung Sunarno MPd

Gelar akademik yang disandang adalah alasan Profesor DR Agung Sunarno MPd tak henti melakukan terobosan di bidang keolahragaan. Baik untuk prestasi, juga kesehatan masyarakat sebagai penentu kemajuan sebuah bangsa.

Ya, kiprahnya di dunia olahraga Sumatera Utara (Sumut) sudah tidak diragukan lagi. Dari sebagai Wakil Ketua Bidang Bimbingan Prestasi (Binpres) KONI Sumut 2003-2007  hingga sebagai Wakil Ketua II membidangi Penelitian dan Pengembangan (Litbang), Pendidikan dan Penataran (Diktar), dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) yang baru saja berakhir 2007-2011 dijadikan sarana pengaplikasian ilmu yang diperoleh di bangku akademi.

Metode penelitian pendidikan jasmani dan kesehatan yang menjadi kajian untuk gelar profesor 2007 lalu langsung diterapkan dalam meningkatkan prestasi olahraga yang terbukti pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Kalimantan Timur 2008 lalu. Tidak sedikit pula pemikiran dituangkan dalam tulisan baik berupa buku juga makalah yang dapat digunakan masyarakat meningkatkan kesegaran jasmani.

“Sekecil apapun kita harus berbuah. Apa itu dalam bentuk pikiran, pendapat, opini, maupun aktivitas yang dapat memberi faedah untuk orang lain. Apa artinya hidup bila kita tidak bisa memberi sesuatu kepada masyarakat?” tutur Prof Agung yang ditemui di ruang kerjanya di KONI Sumut Jalan Pancing Medan, Senin (6/6).

Meskipun begitu suami dari Herlina Agustina SE Msi ini sadar bila semua itu harus memiliki modal. Sehingga setiap buah yang dihasilkan dipercaya masyarakat sebagai hal baik untuk dilaksanakan. Modal yang dimaksud tentu saja gelar di dunia pendidikan. Dengan keyakinan akan keberhasilan juga kemampuan yang dimiliki bahkan menantang kenyataan, kondisi yang tidak memungkinkan bisa menjadi mungkin.

Kondisi keluarga memaksa Agung berpisah dari keluarga untuk hidup mandiri. Tinggal bersama sang abang Drs Subardi yang juga guru olahraga, ternyata menimbulkan ketertarikan di bidang yang sama dan mendaftarkan diri di Sekolah Pendidikan Guru (SPG). Agung juga tidak menolak usul orangtua untuk melanjutkan pendidikannya. Hanya saja bukan di Diploma 3 seperti yang diusulkan, melainkan melalui SPMB dan diterima di Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan yang kini Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Medan (Unimed). “Waktu itu saya berpikir kalau tiga tahun saya bisa dibiayai, masa untuk satu tahun tidak bisa saya biayai? Itu yang membuat saya memutuskan memilih S1 tanpa sepengetahuan orangtua. Saya pun bertekad mendapatkan beasiswa,” kenang ayah dari Augina Era Pangestika dan Augina Amelia Putri ini.

Hal itu dibuktikan dengan menyelesaikan studi selama delapan semester lebih tiga bulan. Tidak cukup disitu, kesempatan melanjutkan pendidikan Pasca Sarjana di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) tak disia-siakan. Berharap mendapatkan beasiswa dengan prestasi yang dicapai, pelahap bakwan udang ini menyelesaikan studi hanya dalam satu tahun lebih 11 bulan. Lima hari lebih cepat dari ketentuan untuk mendapatkan beasiswa dari pemerintah yaitu menyelesaikan studi minimal dua tahun.

Tak pelak beasiswa yang diharapkan mengganti biaya pendidikan yang didahulukan dari tabungannya pun hangus. Begitu juga saat dirinya melanjutkan pendidikan doktoralnya di bidang dan kampus yang sama. Studi dan penelitian yang diselesaikan dalam satu tahun hanya membuatnya berhak atas setengah dari beasiswa yang dijatahkan selama tiga tahun itu.

“Yang setengah lagi hangus karena pada 2000 saya sudah tamat meskipun wisudanya 2001. Padahal itu beasiswa untuk tiga setengah tahun ke depan lho. Jadi memanfaatkan waktu kosong dan dengan uang tadi saya menjadi pelatih fisik PSDS Junior,” tambahnya.

Dari situ, Prof Agung yang sempat tercatat sebagai profesor termuda di Indonesia, juga saat berita ini diturunkan merupakan satu-satunya guru besar olahraga di Sumut juga Unimed. (jul) Melalui penelitian yang kemudian menghasilkan satu metode yang bermanfaat bagi masyarakat, juga aktif di organisasi sosial, terlibat dalam pembuatan kebijakan pemerintah di bidang keolahragaaan, maupun melalui publikasi ilmiah yang diterapkannya lima tahun terakhir.

Di tengah kesibukannya sebagai ilmuwan, pria humoris ini tetap memiliki waktu untuk keluarga tercinta. Setiap Sabtu malam menjadi momen untuk berkumpul menjalin komunikasi di antara istri tercinta dan kedua buah hati sembari menikmati kuliner di Kota Medan. Arti pentingnya sebuah keluarga bahkan menjelma dalam rutinitas yang dilakoni. “Dari keluarga yang kuat akan tampilkan sosok yang kuat pula. Setiap pagi saya mengantar anak dulu ke sekolah lalu mengantar istri kerja setelah itu baru ke kantor. Begitu juga kalau pulang selalu sama,” kata pemilik mobil Suzuki X-Over ini. (jul)

Hal Biasa Jadi Luar Biasa

Dengan menggunakan metode yang terarah, Prof DR Agung Sunarno MPd membuka pemahaman baru di tengah-tengah masyarakat. Bahwa hal yang biasa dapat berdampak luar biasa.

Seperti memasukkan wisata outbound dalam program pembinaan atlet pada Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) 2007 juga pada persiapan PON Kaltim 2008 lalu. Melalui aktivitas yang dilaksanakan dengan disertai penjelasan, kegiatan tadi berhasil menguatkan karakter para atlet untuk menghasilkan prestasi yang membanggakan.

“Makan tiga kali dalam sehari adalah hal biasa, dan akan menjadi luar biasa bila makan empat kali dalam sehari. Padahal semua itu sebenarnya sangat sederhana, hanya masalah penjelasan,” ucapnya.

Hal itu juga yang diterapkan pada Ultra Outbound yang menerapkan penjelasan bagi para pengunjung. Dengan demikian nilai dari kegiatan yang dilakukan dapat diserap dengan baik bagi pelaku. Demikian yang dilakukan di setiap pelatihan instruktur outbound yang digelar.

Dengan arahan Head Instruktur Samsudin Tarigan SPd dan Instruktur Abdul Latief SPd, Rahmad Sembiring SPd, Rikardo Situmorang SPd, Nazrul S Rambe SPd, Fahruzi SPd, Terimo Hady Brojo SPd, dan Edward Keliat SPd, Ultra Outbound pun menghadirkan warna lain bagi pecinta kegiatan di alam terbuka. “Intinya, pengunjung punya wawasan yang baru untuk setiap kegiatan yang dilakukannya,” jelas Prof Agung.

Di tengah kesi bukannya sebagai ilmuwan, pria humoris ini tetap memiliki waktu untuk keluarga tercinta. Setiap Sabtu malam menjadi momen untuk berkumpul dengan istri tercinta dan kedua buah hati sembari menikmati kuliner di Kota Medan.  (jul)