31 C
Medan
Saturday, April 18, 2026
Home Blog Page 15130

Lagi, K-78 Berulah

JAKARTA- Kelompok 78 (K-78) seperti tak ada bosannya membuat ulah. Setelah sukses “memaksa” kongres PSSI pada 20 Mei lalu berakhir deadlock, kali ini mereka kembali melancarkan serangan terhadap Komite Normalisasi (KN).

K-78 meminta agar Kongres PSSI pada 30 Juni mendatang dimajukan seminggu lebih cepat. Alasannya, Indonesia tak akan memiliki banyak waktu jika kongres dilakukan pada 30 Juni.
“Kalau waktunya 30 Juni kan berarti hanya sampai pukul 00:00 WIB. Kalau saat itu belum selesai, tentu Indonesia sudah pasti kena sanksi FIFA karena sudah masuk ke bulan Juli,” terang Atqia Abubakar, Sekretaris Umum (Sekum) Persiraja di Senayan Jakarta kemarin (6/6).

Menurut Atqia, situasi akan berbeda seandainya jadwal kongres dimajukan. Jika itu terjadi, sambung Atqia, KN tentu memiliki  lebih banyak waktu untuk melakukan kongres.
“Jadi waktunya bukan hanya sehari itu. Kalau cuma sehari kemudian banyak perdebatan, tentu akan semakin molor selesainya. Karena itu, yang paling ideal adalah jika kongres dimajukan,” tambah Atqia.
Hal yang sama juga diungkapkan Sekum Pengprov PSSI Nusa Tenggara Timur (NTT) Lambertus Tukan. Menurutnya, kongres pada 30 Juni adalah kesalahan kedua yang dilakukan KN.

“Lagipula kenapa ini dikatakan kongres luar biasa” Bukannya kongres nanti adalah kongres biasa,” tegas Lambertus.
Sayangnya, permintaan keduanya tak ubahnya hanya gertak sambal. Buktinya, mereka juga tak berani untuk meminta pertemuan langsung dengan komite yang dipimpin Agum Gumelar tersebut. Mereka hanya bersedia untuk melakukan tatap muka jika memang ada undangan.
“Sampai saat ini kami belum pernah meminta untuk bertemu dengan KN. Kami juga tidak mendesak, hanya meminta,” ucap Atqia.

Di sisi lain, KN tak mau menanggapi permintaan yang mengada-ada tersebut. Alasannya, penetapan kongres pada 30 Juni adalah keputusan bersama. Karena itu, mereka lebih memilih untuk mempersiapkan diri demi kesuksesan kongres itu.
“Kami tak akan menanggapi permintaan tersebut. Kami ini kan lebih baik mempersiapkan diri menyongsong kongres saja,” tegas Joko Driyono, anggota KN. (ru/jpnn)

LIGA Gelar Seminar Olahraga

MEDAN-Pendidikan Jasmani Olahraga Kesehatan (Penjasorkes) berperan besar dalam mensukseskan penumbuhan karakter bagi siswa. Meskipun untuk itu tetap dibutuhkan perencanaan dan metode yang terbaik.
“Penjasorkes sendiri sebenarnya sudah menerapkan metode pendidikan karakter tadi. Seperti kerjasama dalam tim, rasa percaya diri, juga sportifitas. Nah semua itu yang ingin diintegrasikan dalam pengembangan bakat dari siswa,” ucap dr Imran Akhmad salah seorang pembicara dalam Seminar Nasional Olahraga yang dilaksankan Lembaga Ilmiah Olahraga (Liga) di Gelanggang Mahasiswa Unimed, Senin (6/6).

Dr  Imran Akhmad yang juga Ketua Umum Liga menambahkan bahwa terdapat perbedaan yang mendasar antara pendidikan jamani yang menyertakan gerakan tubuh dengan olahraga melalui aktifitas.
Dr Rahma Dewi menyampaikan bila integrasi pendidikan karakter pada pembelajaran Penjasorkes dapat dilakukan dengan memanfaatkan gaya mengajar untuk meningkatkan kreatifitas guru.
Sebelumnya, Prof DR Agung Sunarno MPd mengangkat penanaman karakter melalui aktivitas olahraga. Dilanjutkan Dr Sukendro MKes yang menyampaikan peranan keluarga juga diperlukan dalam pendidikan karakter siswa.
Drs Basyaruddin Daulay juga mengingatkan pentingnya pendidikan karakter untuk menghasilkan lulusan yang berkarakter dan berwawasan kebangsaan.

Albadi Sinulingga MPd juga memaparkan konsep dan manfaat pendidikan karakter yang terintegrasi ke dalam pendidikan jasmani. (jul) us tim guru, yang berakhir dgn skor 2-2. (jul)

Nasib LPI Ditentukan Sebelum Kongres

JAKARTA- Teka-teki status Liga Primer Indonesia (LPI) bakal diketahui Juni ini. Itu setelah Komite Normalisasi (KN) menyatakan bahwa PSSI sudah mengakui keberadaan LPI. Namun, PSSI belum bisa mengambil alih pengelolaan kompetisi gagasan pengusaha Arifin Panigoro tersebut.

“Sampai saat ini PSSI baru menyetujui kompetisinya. Tapi belum untuk pengelolaan liganya. Karena hal itu harus diputuskan oleh pengurus lewat kongres,” terang Joko Driyono, anggota KN kemarin (6/6).
Joko menambahkan, saat ini PSSI memang sudah memasukkan LPI ke dalam supervisinya. Hal itu sesuai dengan amanat yang dianjurkan FIFA kepada ketua KN Agum Gumelar.

“Kalau tidak berada di bawah supervisi PSSI, opsinya hanya dibubarkan,” tambah lelaki asal Ngawi, Jatim tersebut.
KN sendiri memang tak berniat untuk menghentikan roda kompetisi  karena sedang berjalan.
Mantan Ketum KONI tersebut menambahkan, para pemain yang saat ini bermain di LPI bisa membela timnas. Syaratnya, pihak konsorsium LPI mau untuk berada di bawah naungan PSSI. Jika tidak, maka para pemain tersebut tak akan bisa membela Merah Putih di berbagai pertandingan internasional.

Para pemain itu tak akan dipermasalahkan FIFA selama sudah berada di bawah naungan PSSI. Tapi kalau LPI tak mau ya sulit. Kami tak ingin memaksa, tapi ini kesadaran,” terang Agum.

Pada 28 Mei lalu, KN sebenarnya sudah mengirimkan surat kepada LPI. Intinya, mereka meminta agar LPI memberikan penjelasan resmi mengenai pengelolaan liga. Sayangnya, hingga saat ini pihak LPI belum juga memberikan jawaban kepada KN. (ru/jpnn)

Pedrosa Perpanjang Masa Istirahat

BARCELONA – MotoGP Catalunya bukan satu-satunya seri yang yang tak diikuti pembalap Repsol Honda Dani Pedrosa. Dia harus menunda keinginan untuk secepatnya untuk kembali membalap. Cedera memaksa Pedrosa absen di MotoGP Inggris di Silverstone, akhir pekan ini.

Cedera patah tulang selangka yang dialaminya usai bersenggolan dengan Marco Simoncelli di LeMans, Prancis tiga pekan lalu. Kecelakaan itu memaksa Pedrosa harus absen di MotoGP Catalunya, yang merupakan di kandang sendiri baginya, akhir pekan lalu.

Setelah berkonsultasi dengan dokter dan mengetahui kondisinya belum sepenuhnya fit, pembalap 25 tahun itu, justru harus menghadapi kenyataan bahwa dirinya harus kembali absen di seri Silverstone akhir pekan ini.
Pedrosa belajar dari pengalaman musim lalu. Sebenarnya, Pedrosa bisa saja memaksakan diri untuk ikut balapan. Tapi, saat dia memaksakan diri seperti tahun lalu, hasilnya juga tak bagus.. Dengan menahan kekecewaan, Pedrosa mengumumkan bahwa dirinya akan absen di Inggris.

“Setelah mendedikasikan waktu sepenuhnya untuk memulihkan cedera, saya memutuskan untuk tidak mengambil bagian dalam GP Inggris, pekan ini. Saya sudah melakukan segalanya untuk bisa pulih tepat waktu untuk (balapan) Silverstone, tapi kondisi saya belum siap untuk kembali kembali bertarung di lintasan,” tutur Pedrosa pada Crash.
“Sebelum kembali balapan, saya harus merasa kondisi saya sudah 100 persen fit dan yakin saya bisa bertarung untuk meraih kemenangan. Saya tidak ingin balapan hanya untuk menjalani putaran demi putaran,” imbuhnya.
Akhir musim 2010 memang berlangsung pahit bagi Pedrosa. Dia mengalami kecelakaan di sesi latihan MotoGP Jepang di sirkuit Motegi. Akibatnya, dia absen di tiga balapan. Akibat paling menyesakkan, dia kehilangan kesempatan bersaing dengan Jorge Lorenzo yang akhirnya menjadi juara dunia.

?Sebelumnya, saya sudah pernah merasakan balapan dengan menahan rasa sakit dan pengalaman tersebut meyakinkan saya kali ini bahwa kondisi saya memang belum siap untuk tampil kompetitif. Saya tidak ingin mengambil risiko lebih lanjut dan hanya ingin menuntaskan proses pemulihan, jadi, saya bisa kembali balapan dengan baik,” tambahnya.

“Ini saatnya bagi saya untuk berpikir logis dan tidak hanya semata mengikuti perasaan hati atau hasat untuk kembali (balapan). Saya ingin kembali secepatnya, tapi saya hanya ingin melakukannya saat saya siap meraih kemenangan, dan ini bukanlah saat yang tepat,” tandasnya.

Dengan keputusan absen ini, peluang Pedrosa untuk bisa merealisasikan ambisi menjadi juara dunia di musim ini kian tipis. Setelah absen di Catalunya, posisi Pedrosa di klasemen kian melorot. Jika sebelum cedera dia berada di posisi kedua, kini posisi Pedrosa merosot ke posisi keempat dengan 61 poin, atau terpaut 37 angka dari Lorenzo yang berada di puncak klasemen sementara. (ady/jpnn)

Tak Sadar Jari Kaki Patah

Andika Pratama (11), warga Jalan Suluh Medan, tak menyadari kalau jari manis kaki kirinya telah patah akibat diserempet becak di Jalan Tempuling, Selasa (7/6) pukul 10.30 WIB. Bocah kelas 5 SD ini baru mengetahui jari manis kakinya patah setelah dia dibawa orangtuanya berobat ke RSU Pirngadi Medan.

Pagi itu, Andika disuruh ibunya untuk memfoto copy kartu Askes. Dengan mengendarai sepeda miliknya, Andika pergi ke toko foto copy di Jalan Tempuling. Namun, saat hendak menyeberang jalan, tiba-tiba dia diserempet becak dari sebelah kiri. Akibatnya, kaki kirinya berdarah. Meski begitu, Andika tak memperdulikannya, dia langsung saja pergi menuju toko foto copy tersebut.

Setelah selesai, Andika kembali ke rumah. Sesampainya di rumah, dia menyerahkan foto copy tersebut kepada ibunya. Nah, saat itulah ibu Andika melihat kaki anaknya berdarah. Curiga, sang ibu menanyakan, mengapa kakinya berdarah?
Dengan polos, Andika menjelaskan peristiwa yang dialaminya. Takut terjadi yang tak diinginkan pada anaknya, sang ibu membawa Andika ke RSU dr Pirngadi Medan.

Sesampainya di ruangan IGD sekira pukul 14.00 WIB, kaki Andika discaning dan baru diketahui kalau jari manis kaki kirinya patah.(mag-7)

156 Calon Mahasiswa Jalur Undangan Gugur

MEDAN- Setelah melewati tahap pelaporan yang berlangsung pada 31 Mei hingga 1 Juni lalu, calon mahasiswa yang akan diterima USU melalui jalur undangan telah memasuki tahap pendaftaran.

Menurut Kabag Humas USU Bisru Hafi, yang diterima melalui jalur undangan ini berjumlah 1.364 orang.
“Pada tahap pelaporan, hanya 1.208 yang datang. Inilah yang akan mengisi kuota di 46 program pendidikan (prodi) yang ada di sini,” kata Bisru Hafi kepada wartawan, Selasa (7/6).

Dengan begitu, berarti ada 156 orang yang gugur karena tak mengikuti tahap pelaporan. “Hal ini mempengaruhi jumlah calon mahasiswa yang akan diterima di USU dan yang tak melakukan pendaftaran dianggap gugur,” kata Bisru.
Lebih lanjut Bisru menerangkan, saat ini, 1.208 calon mahasiswa ini telah memasuki tahap pendaftaran yang telah berakhir kemarin (7/6) dan itu telah dimulai sejak 6 Juni 2011 kemarin. Dari 1.208 calon mahasiswa ini, diplot untuk memenuhi kuota kursi untuk jalur Bidik Misi 296 orang dan untuk non-Bidik Misi 912 orang. “Kuota untuk memenuhi Bidik Misi USU tahun ini berjumlah 350. Jadi jika dari jalur undangan tak bisa memenuhi kuotanya, maka akan kita tarik dari SNMPTN, tentunya tetap memperhatikan tingkat ekonomi keluarga calon mahasiswa,” jelasnya.

Bisru juga mengungkapkan, tradisi tahun-tahun sebelumnya jumlah pendaftar akan terus berkurang hingga waktu terakhir. “Untuk data hari ini (7/6), kita belum bisa tabulasikan, karena membutuhkan waktu yang sedikit lama. Namun, jumlahnya pasti akan berkurang lagi dari 1.208 orang tadi,” ungkapnya.

Tahap pendaftaran ini dilakukan di Gelanggang Mahasiswa USU Jalan Universitas Kampus USU Padang Bulan Medan. “Pada tahap pendaftaran ini, tetap dilaksanakan pemeriksaan kesehatan seperti pada saat tahap pelaporan lalu,” ungkap Bisru. (saz)

Manfaatkan Teknologi Cegah Kejahatan

Semakin hari, tingkat keamanan di negara kita semakin rapuh. Perampokan, pembunuhan dan aktivitas kriminalitas lain terjadi tak jauh dari tempat dimana orang merasa aman. Seperti banyak kejadian kriminalitas yang terjadi tak jauh-jauh dari kantor polisi, dekat dengann perumahan tentara dan sebagainya. Seperti apa penilaian anggota DPD RI Parlindungan Purba terhadap tingkat keamanan saat ini? Berikut petikan wawancara wartawan Sumut Pos Rahmat Sazaly dengan Parlindungan Purba, Selasa (7/6).

Dengan semakin banyaknya tindak kriminalitas di berbagai tempat, seperti apa tingkat pengamanan di negeri kita?
Jika ditilik dari pihak keamanan khususnya kepolisian, menurut saya mereka tak terlambat menangani hal ini. Karena dengan cepat mereka langsung menanggulangi masalah yang baru saja terjadi. Namun, terdapat kekurangan yang harus terus diperbaiki, yakni masalah teknologi. Baik itu dari pihak-pihak yang memang membutuhkan keamanan ekstra di tempatnya, maupun kepolisian sendiri.

Jadi, apa tindakan yang seharusnya dilakukan pemerintah maupun masyarakat?
Kewaspadaan. Kita harus selalu lebih dan ekstra waspada. Tak hanya pada waktu tertentu, karena pelaku kriminal atau bisa juga disebut pelaku teror alias teroris ini juga tak memandang hari untuk melakukan kejahatan. Mereka bisa kapan saja untuk melakukan kejahatan itu, selagi mendapatkan kesempatan, mereka akan melakukannya. Jadi kewaspadaan itu harus terus melekat di diri kita.

Dari segi apa saja kita dapat meningkatkan kewaspadaan ini?
Ya, dari diri kita sendiri dulu sebagai awalnya. Bagi pihak yang memiliki tugas untuk melakukan pengawasan dan penjagaan, seharusnya mereka juga terus melakukan peningkatan teknologi, update teknologi dalam mendeteksi setiap gerak-gerik yang mencurigakan.

Selain peningkatan teknologi, apa lagi yang dapat kita lakukan dalam menanggulangi tindak kejahatan?
Kerjasama dengan semua pihak. Dengan adanya kerjasama ini semua akan terjaga, karena dengan hal tersebut kita dapat memberitahukan kepada semua pihak tentang segala sesuatu yang mencurigakan. (*)

Merdeka Walk Bakal Ditutup

Jika Tunggakan Retribusi tak Dibayar

MEDAN- Tidak seperti Wali Kota Medan Rahudman Harahap yang tidak tegas dalam mengambil kebijakan atas persoalan Merdeka Walk. Kepala Bagian (Kabag) Umum Pem ko Medan Muslim Harahap secara jelas dan tegas menyatakan, Pemko Medan akan menutup pengoperasian Merdeka Walk jika tunggakan retribusi tak dibayar pihak pengelola.

Hal itu dikemukakan Muslim Harahap saat ditemui wartawan Sumut Pos di Balai Kota Medan, Selasa (7/6), saat ditanya mengenai adanya tunggakan retribusi oleh pihak pengelola Merdeka Walk.

“Kalau tunggakannya tidak dibayar, maka akan kita tutup atau kita putus kontrak kerjasamanya,” tegasnya.
Dijelaskannya, permasalahan yang muncul sebenarnya, pihak pengelola Merdeka Walk meminta retribusi pemakaian kekayaan negara dari Bagian Umum Setda Kota Medan. Semen tara seharusnya adalah dari Dinas Pertamanan Kota Medan.

“Makanya muncul dua kesepakatan itu. Itulah yang akan kita bicarakan, aturan yang mana yang nanti akan kita ikuti,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertamanan Kota Medan Erwin Lubis saat bersamaan tidak memberikan pendapatnya secara konkret. “Yang berhak menentukan kebijakan itu adalah Wali Kota Medan,” jawabnya.

Sementara itu, Sekretaris Fraksi PAN DPRD Medan Aripay Tambunan, yang juga mantan Ketua Komisi C DPRD Medan periode lalu menyatakan, Pemko Medan harus bersikap tegas dalam penyelesaian persoalan ini.

“Pemko Medan harus membuat dan menciptakan kenyamanan bagi pengusaha atau investor. Agar investasi dari tahun ke tahun membaik. Justru jangan menakut-nakuti pengusaha. Saya melihat, Merdeka Walk koperatif. Terbukti memohon usulan agar Peraturan Daerah (Perda) yang diberlakukan tidak ganda atau double. Jadi, Pemko Medan harus mengambil sikap tegas. Aturan yang mana yang harus dibebankan terhadap pengelola Merdeka Walk,” imbaunya.

Dari data yang diperoleh Sumut Pos, PT Orange Indonesia Mandiri (OIM) selaku pengelola Merdeka Walk, didirikan berdasarkan akte pendirian No.23 tanggal 2 Maret 2004. PT OIM yang dibuat di hadapan notaries Jhon Langsung SH, merupakan pengelola dari Merdeka Walk berdasarkan surat perjanjian pengelolaan sisi barat Lapangan Merdeka No.511.3/11297; No.007/OIM/VII/2004 tertanggal 23 Juli 2004.

Terkait persoalan retribusinya, belum ada kesepakatan antara PT OIM dengan Pemko Medan. Retribusi yang ditentukan oleh Pemko Medan Pasal 9 ayat 6 huruf A Perda No 21 Tahun 2002, sangat memberatkan dan sangat tidak sesuai dengan jiwa ratio pemikiran untuk Merdeka Walk. Karena, selain Merdeka Walk merupakan bangunan temporir, Merdeka Walk pun pada akhir masa konsensi akan dikembalikan ke Pemko Medan.(ari)

Tersangka Ingin Kuasai Harta Korban

Pembunuh Mahasiswa ITM Ditangkap

MEDAN- Setelah empat bulan buron, akhirnya Polsekta Medan Kota meringkus Rahmad Hidayat (25), warga Jalan Air Bersih, Gang Keluarga No 1, Medan Kota, tersangka pembunuh M Agus Widya Lubis alias Awit (21), mahasiswa ITM yang ditemukan tewas dengan puluhan luka tusukan di rumah kosnya, Jalan Air Bersih Medan.

Rahmad Hidayat diamankan saat pulang dari tempat persembunyiannya untuk menjenguk istrinya yang melahirkan anak pertama mereka di klinik bersalin Jalan Balai Desa, Patumbak, Deli Serdang, Senin (6/6) pukul 15.00 WIB.

“Tersangka mengaku, selama dalam pelarianya selalu berpindah-pindah, dari Pangkalan Brandan, Natal dan Madina,” ujar Kapolsek Medan Kota Kompol Sandi Sinurat, Selasa (7/6) sore.

Dikatakan Sandi, dari tangan tersangka, Polisi menyita satu balok kayu untuk memukul kepala korban, pisau yang sudah dibawahnya dari rumah, chasing telepon genggam, tiga potong baju kaos milik korban yang diamankan dari kediaman orangtua tersangka di Jalan Pancing.

“Hasil penyelidikan sementara, tersangka telah mengakui sebagai pelaku pembunuhan Awit karena ingin menguasai barang-barang korban. Terbukti, sepeda motor, laptop dan lainnya turut diambil tersangka dan telah dijualnya,” ucap Sandi.

Dijelaskan Sandi, tersangka dan korban merupakan teman yang sudah saling kenal sejak korban tinggal di kawasan Air Bersih. Tersangka sering berkunjumg ke rumah kos Awit untuk bersama-sama memakai narkoba jenis sabu-sabu. Kemudian, korban yang sudah ketinggian memakai sabu saat sedang lengah dipukul  pakai balok hingga terkapar.
Pelaku juga menghujani tubuh Awit dengan pisau di beberapa bagian tubuhnya, seperti dada dan tangan hingga korbannya tewas di tempat. Kemudian, tersangka melarikan diri dengan membawa barang berharga milik korban yang sudah diincarnya. “Sejauh ini masih Rahmad Hidayat yang kita tetapkan sebagai tersangka. Tapi tidak tertutup kemungkinan bakal ada penambahan tersangka. Selain itu, Polisi juga mencari penadah barang-barang milik korban,” tambah Sandi.

Seperti diketahui, pembunuhan terhadap Awit terjadi pada Senin (24/1) lalu. Saat ditemukan, korban dalam keadaan telungkup di kamarnya, di dada korban ditemukan tiga luka tusukan senjata tajam. Selain itu, korban memegang mancis, di sekitarnya ditemukan bong (alat hisap sabu), plastik sisa sabu dan alat hisap lainnya.(adl)

Jangan Berkoar Sebelum Ada Bukti

Komisi D Sesalkan Sekda Soal Nanyang

MEDAN- Melunaknya sikap Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan Syaiful Bahri terkait bangunan Nanyang Internasional School, bukan cuma mengundang kecurigaan warga.

Bahkan, Komisi D DPRD Kota Medan mengaku kecewa atas sdikap yang ditunjukkan Sekda Kota Medan tersebut.
“Kita tidak mendukung sikap yang awalnya tegas dan keras, tapi akhirnya melunak,” kata Sekretaris Komisi D DPRD Kota Medan Muslim Maksum kepada wartawan Sumut Pos, Selasa (7/6). Karenanya, Muslim meminta kepada pejabat di lingkungan Pemko Medan, untuk tidak berkoar-koar sebelum ada bukti yang dilakukan.

Untuk penyelesaian persoalan itu, Muslim menuturkan, Komisi D DPRD Medan akan segera memanggil semua pihak yang bersangkutan, dalam hal ini Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan (TRTB) Kota Medan, warga serta pihak sekolah Nanyang Internasional School. Hal ini juga bertujuan, untuk membahas keberlangsungan dari proses belajar mengajar di sekolah tersebut.

“Tanggal 10 Juni ini, kita memanggil semua pihak. Khusus TRTB Kota Medan, untuk men jelaskan persoalan ini, serta sikap apa yang akan diambil nantinya. Begitu pula dengan semua pihak yang bersangkutan,” bebernya.

Kekecewaan terhadap sikap Sekda Kota Medan juga disampaikan Ketua Komisi D DPRD Medan Parlaungan Simangunsong. Menurutnya, apa yang dikemukakan Syaiful Bahri tidak semestinya seperti itu. Kalau memang pada awalnya menginstruksikan Dinas TRTB Kota Medan untuk melakukan penertiban atau pembongkaran, maka harus konsisten. Kecuali jika memang pihak Nanyang Internasional School melaksanakan semua bentuk aturan yang ada, baik itu Surat Izin Mendirikan Bangunan (SIMB), lahan parkir dan lainnya.

“Saya tidak tahu kenapa Sekda Medan seperti itu, bisa berubah-ubah pernyataannya. Kita dari Komisi D DPRD Medan memang merekomendasikan pembongkaran. Salah satunya, kita menyoroti mengenai gambar situasi bangunan (GSB) nya,” tegasnya.(ari)