Home Blog Page 15148

56 Penumpang Selamat dan Dialihkan ke KA Lain

Sri Lelawangsa Tergelincir

MEDAN- Kereta api penumpang Sri Lelawangsa KRDI-30920 tujuan Belawan-Binjai tergelincir di KM 6 lorong 14 Brayan Darat, Kelurahan Tanjung Mulia, Medan Deli, Sabtu siang (4/6) pukul 14.30 WIB. Meskipun belum bisa dipastikan penyebab kejadian, namun akibatnya sejumlah penumpang harus dialihkan menggunakan kereta api sejenis.

Humas Divre I PTKAI Sumut, Irwan saat dikonfirmasi mengatakan, kejadian tersebut belum bisa diketahui secara pasti penyebabnya. “Penyebab kejadian masih dalam proses penelitian yang dilakukan oleh tim yang tergabung dalam sarana prasarna serta tim lainnya, untuk hasilnya akan diketahui dalam waktu dekat ini,” sebutnya.
Dia juga mengatakn, tergelincirnya kereta api bermuatan 56 penumpang itu tidak mempengaruhi keberangkatan kereta api penumpang yang lainnya. Mengingat jalur yang digunakan hanya untuk kereta api jurusan Binjai, Medan dan Belawan.

“Berhubung ini hanya keberangkatan jalur pendek, jadi tidak mempengaruhi keberangkatan yang lain. Sedangbkan untuk keberangkatan jarak jauh seperti Tanjung Balai dan Rantauprapat, menggunakan kereta api penumpang Sri Bilah,” ungkapnya.

Irwan juga mengatakan, jika kesalahan yang terjadi merupakan kelalaian, akan ada sanksi tegas yang akan diberikan pimpinan. “Kita tidak bisa menduga-menduga. Bisa saja ini kelalaian dari bagian sarana dan prasarana, masinis ataupun yang lainnya. Namun kita belum bisa mengambil keputusan, sebelum keluarnya hasil penelitian,” ungkapnya.

Sementara Opung Sindi, warga yang berada di lokasi kejadian mengaku sempat mendengar suara benturan keras saat kereta api tergelincir. Dia juga mengatakan, kejadian tersebut sebelumnya pernah terjadi tiga tahun lalu dan menyebabkan terbaliknya kereta api penumpang. “Setidaknya sudah tiga kali kejadian yang sama terjadi. Tapi tidak ada korban jiwa,” ujarnya.(uma)

Diberondong Jarak 5 Meter, Peluru Nihil

Rekontruksi Penembakan Mobil Bupati Bener Meriah

ACEH- Untuk mengungkap kasus penembakan terhadap Bupati Bener Meriah Tagore, aparat Polda Banda Aceh dan Polres setempat melakukan rekontruksi, Sabtu (4/6) pagi pukul 10.00 WIB. Uniknya dalam hal ini Tagore dan supirnya, Gempar, memberikan keterangan berbeda soal insiden kemarin.

Dua versi tersebut menurut Gempar yang menjadi saksi korban, bahwa pelaku mengeluarkan tembakan ke arah mobil, setelah melewati jembatan totor besi Uning Bersah. Sedangkan Tagore menyatakan pelaku melepaskan timah panas sebelum jembatan.

Kata Tagore kepada petugas Kepolisan saat melakukan rekonstruksi mengatakan sebelum OTK memberondongannya, Tagore bersama supirnya tengah berbicara. “Saya santai  ngobrol dan tidak merasakan firasat apapun,”  kata Tagore mengakui.

Bahkan dari hasil rekon, pelaku melepaskan pelor ke arah mobil Bupati Bener Meriah hanya berjarak 5 meter, dari arah semak-semak serta di dalam mobil pelaku. Sedangkan rekonstruksi dipimpin langsung Kapolres Bener, AKBP Hari Aproyono, AKBP T Saladin, Dir Reskrim Polda Aceh dan Kombes Drs Bambang,  berjalan selama tiga jam serta arus lalulintas dari Simpang Tritit Pondok Baru, ditutup sementara.

Sebelumnya, sekitar 70 orang masyarakat setempat melakukan gotong royong yang dipimpin oleh ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Bener Meriah, Rusli M Saleh , dibantu pihak kepolisian Bener Meriah. Hal itu merupakan inisipatif masyarakat setempat untuk mempermudah tugas pihak kepolisian  menemukan sisa selongsong dan proyektil peluru OTK yang hingga saat ini belum ditemukan.

Seusai olah TKP, Kapolres Bener Meriah, AKBP Hari Apriyono  menyatakan, pihaknya melakukan rekonstruksi itu untuk mengambil data dan fakta menurut keterangan saksi khususnya korban, untuk dijadikan analis bahan penyidikan. (ron/jpnn)

Dua DPO Penembak Polisi Tewas

POSO- Pelarian Fauzan alias Ujan alias Carles, dan Hidayat alias Dayat alias Gufron, dua Daftar Pencarian Orang (DPO) tersangka penembak mati dua anggota polisi Direktorat Pengamanan Objek Vital (Obvit) Polda Sulteng Rabu (25/5), berakhir. Sabtu (4/6) sekitar pukul 11.10  WITA, keduanya tewas dalam baku tembak dengan pasukan gabungan Densus 88 Anti Teror Mabes Polri, Brimob Polda Sulteng dan Polres Poso di Pegunungan Buyungkele sebelah barat sungai Desa Tambaro Kecamatan Lage Kabupaten Poso.

Jejak kedua DPO yang diduga teroris itu diendus polisi dari laporan warga Desa Tambaro yang melihat dua orang tak dikenal melintas di lokasi perkebunan warga pegunungan Buyungkele Sabtu pagi, sekitar jam 7.30 WITA. Pasukan gabungan Polri yang sedari pagi melakukan penyisiran langsung mengejar dengan cara mengepung pegunungan dimaksud.

Kapolres Poso, AKBP Pulung R, membenarkan keberhasilan polisi dalam operasi pengejaran DPO Fauzan alias Ujan alias Carles, dan Hidayat alias Dayat alias Gufron, yang telah diburu sejak 10 hari lalu (sejak Rabu, 25/5). “Kedua DPO tewas setelah baku tembak selama hampir 30 menit,” terangnya kepada wartawan di pinggiran sungai Tambaro.
Kapores Pulung ikut langsung dalam operasi pengejaran Fauzan dan Gufron. Diceritakan dia, pengejaran terhadap Fauzan dan Gufron kemarin dilakukan oleh empat tim pasukan bersenjata lengkap gabungan Densus, Brimob, dan Polres Poso. Dua tim bergerak dari arah Desa Tambaro, dan dua tim lain bergerak dari arah Kelurahan Lembomawo.
Tim pasukan dari arah Tambaro adalah tim yang pertama kali melihat dua DPO setelah melakukan pengejaran hasil informasi warga yang melihat dua orang tak dikenal berjalan melintas di perkebunan mereka. Beberapa saat melakukan pengejaran, mereka berhasil melihat dua DPO yang dikejar.

Mereka pun langsung mengeluarkan satu kali tembakan peringatan. “Tapi keduanya lari,” sambung Pulung. Pelarian mereka akhirnya mentok setelah arah yang dituju diblokir tim pasukan yang bergerak dari arah Kelurahan Lembomawo. Kedua DPO ini kemudian diduga bersembunyi. Beberapa saat kemudian, pasukan gabungan dari dua arah berbeda (dari Tambaro dan dari Lembomawo) mengendap mengepung sebuah gubuk (rumah kecil di kebun, red) petani. Saat melakukan pengendapan, tiba-tiba ada salah satu anggota polisi yang batuk.  “Bersyukurlah ada anggota yang batuk. Karena dari suara batuk itu mereka keluar dari gubug dan lari,” ujar Kapolres.

Karena lari, polisi membuang tembakan peringatan. Bukan menyerah, kedua DPO justru melawan dengan melakukan tembakan balik ke arah polisi. Maka terjadilah baku tembak selama kurang lebih 30 menit sebelum akhirnya kedua DPO tewas tertembus timah panas senjata polisi. Tak ada keterangan resmi polisi soal dimana posisi luka tembak mematikan yang dialami Fauzan dan Gufron. Informasi yang diperoleh wartawan menyebut, keduanya tewas setelah kena berondongan tembakan di bagian dada.

Pada aksi baku tembak tersebut, seluruh pasukan gabungan Polri selamat. “Alhamadulillah, semua anggota selamat. Tidak ada yang luka atau terkena tembakan,” jelas Pulung. Dari dua DPO tertembak mati itu, polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Yakni, satu pucuk senjata api V2 plus 1 buah magazine dengan sejumlah amunisi, satu bilah parang, air minum dalam kemasan botol air mineral, dua pasang sepatu boad/jenggel, dan tujuh potong daging ayam panggang/bakar.

Setelah dievakuasi dari TKP ke pinggiran sungai Desa Tambaro (jarak tempuh TKP baku tembak ke sungai Tambaro 3 km, red), jenazah Taufan dan Gufron langsung dimasukan ke sebuah mobil ambulance milik Polres Poso langsung menuju ke RS Bhayangkara di Palu. Mobil jenazah yang membawa jasad kedua orang DPO penembak mati polisi tersebut hanya tampak singgah sebentar di Mapolres Poso untuk kepentingan pengisian bahan baker. Dengan dikawal pasukan Densus bersenjata lengkap, sekitar jam 16.00 wita mobil jenazah langsung melaju keluar Mapolres Poso menuju Palu.

Jimly Desak SBY Selesaikan Kasus Antasari

Beri Dukungan Setelah Membesuk

JAKARTA- Dukungan terhadap terpidana 18 tahun kasus pembunuhan berencana Antasari Azhar terus muncul. Kali ini dukungan datang dari mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie yang kemarin (4/6) berkunjung ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) Tangerang.

“Sungguh, bapak Antasari adalah korban dari peradilan sesat. Mudah-mudahan bangsa kita belajar dari kasus ini dan melakukan pembenahan serius,” tegas Jimly usai bertemu Antasari di LP Tangerang.

Jimly membesuk mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu bersama Sekjen Ikatan Sarjana Hukum Indonesia (ISHI) Feri Setiawan Samad. Jimly adalah ketua dewan pembina di ISHI. Pengacara Antasari, Maqdir Ismail, ikut mendampingi mereka.

Mantan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) itu mengatakan, kasus tersebut harus segera dirampungkan di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). “Kalau dalam tiga tahun sisa pemerintahan ini tidak berhasil, bangsa ini akan menghadapi kesulitan,” tegasnya.

Guru besar hukum tata negara Universitas Indonesia ini menambahkan, jika tak selesai pada periode ini, beban generasi mendatang akan lebih berat. Mereka harus mengatasi situasi karut marut dunia hukum warisan periode saat ini.

“Kalau periode saat ini tak bisa dirampungkan, generasi selanjutnya harus melakukan perubahan radikal. Padahal seharusnya kebebasan yang kita dapatkan setelah reformasi diikuti dengan keteraturan,” ujarnya.
Jimly datang ke LP Tangerang sekitar pukul 10.00. Selama sekitar satu setengah jam dia berbincang dengan Antasari. Ikut dalam pertemuan tersebut, Ida Laksmiwati (istri Antasari) dan dua putrinya.
“Pak Antasari mengatakan kepada saya posisi kasusnya dengan beberapa dokumen. Awalnya saya tidak percaya dia korban peradilan sesat, sekarang saya betul-betul yakin,” ungkapnya.(aga/jpnn)

MA Nonaktifkan Hakim Syarifuddin

JAKARTA- Kasus suap terhadap Hakim Syarifuddin terkait kepailitan PT Sky Camping Indonesia (Sky) menjadi tamparan keras bagi Mahkamah Agung (MA). Desakan dari sejumlah pihak agar Syarifuddin segera diberhentikan, direspon cepat oleh lembaga peradilan tertinggi tersebut.

Besok (6/6), Ketua MA Harifin A Tumpa akan meneken Surat Keputusan (SK) pemberhentian sementara atas Syarifuddin sebagai Hakim Pengawas pada Pengadilan Niaga, Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat.  “Iya, jadi Senin (6/6) Pak Ketua (Ketua MA) akan menandatangani SK pemberhentian sementara Hakim Syarifuddin. Begitu, kami mendengar kabar kasus suap tersebut, kami langsung bergerak cepat. Tapi baru bisa Senin, karena sekarang masih libur dan Bapak masih di luar kota,” papar Juru Bicara MA Hatta Ali, ketika dihubungi koran ini, kemarin (4/6).

Hatta yang juga menjabat sebagai Ketua Muda Pengawasan MA tersebut meyayangkan praktik tercela oleh oknum hakim tersebut. Kasus suap tersebut mencoreng citra dunia peradilan, khususnya MA sebagai lembaga peradilan tertinggi. Tambahan lagi, lanjut dia, kasus tersebut terjadi saat MA tengah melakukan pembenahan birokrasi lembaga peradilan.

Hampir seluruh Ketua Pengadilan Negeri dan Pengadilan Tinggi di Indonesia, rutin menggelar pertemuan dengan para hakim, agar tetap menjaga integritas. Dalam pertemuan tersebut, Ketua Pengadilan biasanya juga mengingatkan para hakim untuk tetap lurus dalam menjaga wibawa hakim.  “Tapi ya namanya manusia, masih ada saja yang seperti ini. Ini jelas di luar dugaan kami,” katanya. (ken/jpnn))

80 Orang Divonis, Goran Hadzic Buron

Kinerja Pengadilan Kejahatan Internasional Bagi Bekas Yugoslavia

Ratko Mladic (68), tentu bukan satu-satunya penjahat perang dari bekas Yugoslavia yang ditangkap dan diadili. Sejak dibentuk 25 Mei 1993, ICTY (Pengadilan Kejahatan Internasional bagi Bekas Yugoslavia) mengadili para penjahat perang maupun pelaku genosida dari negara-negara bekas pecahan negeri Eropa Timur tersebut.

Hingga kini ICTY telah menyidangkan 126 terdakwa kejahatan paling serius atas kemanusiaan selama Perang Balkan, 1990-an. Secara keseluruhan 161 orang telah didakwa sejak ICTY berdiri. Sidang pertama ICTY digelar pada 8 November 1994.

Sebanyak 80 terdakwa telah divonis. Dari jumlah itu, 16 orang di antaranya dikenai hukuman seumur hidup. Tetapi, saat ini keenambelas terpidana tersebut masih menunggu proses banding.
Pengadilan juga telah membebaskan 13 orang di antara mereka. Lantas, berkas 13 terdakwa lainnya dilimpahkan ke pengadilan di negara asal mereka untuk diadili di sana.

Selain itu, ada 16 terdakwa yang meninggal sebelum vonis dijatuhkan. Termasuk mantan Presiden Serbia Slobodan Milosevic yang meninggal ketika dalam tahanan (penjara Scheveningen, Den Haag, Belanda)  11 Maret 2006 akibat serangan jantung.

Sebanyak 14 terdakwa kini menjalani sidang. Termasuk mantan pemimpin Serbia Bosnia Radovan Karadzic. Sejak Karadzic mulai disidang Oktober 2009, 71 saksi telah diajukan jaksa penuntut untuk memberikan keterangan di pengadilan.

Ratko Mladic adalah tersangka terakhir yang ditangkap. Kini masih ada Goran Hadzic yang buron. Mantan politikus Serbia di Kroasia dan mantan presiden Republik Krajina Serbia tersebut berkeliaran bebas tanpa terlacak jejaknya.
Damien McElroy, reporter The Telegraph, menuturkan sejak November 2008 sampai kini ICTY menangani delapan kasus. Selain itu, lembaga peradilan PBB tersebut disibukkan empat kasus yang masih dalam tahap persidangan.
Salah satunya adalah kasus Mladic yang masih berada pada tahap hearing. Yang berada dalam tahap banding termasuk kasus Sefer Halilovic, Fatmir Limaj, Isak Musliu, Amir Kubura, dan Naser Oric. “Tetapi, tetap saja Goran Hadic masih bebas,” kata McElroy.(ap/hep/dwi/jpnn)

Evaluasi Sekolah Berlabel RSBI

JAKARTA- Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendiknas, sudah menyelesaikan kajian sekolah berlabel Rintisian Sekolah Berstandar Internasional (RSBI). RSBI tetap dicap baik karena penyuplai angka kelulusan tertinggi. Selain itu, hasil evaluasi merekomendasikan pembatasan pungutan pendidikan.

Kemendiknas menyebutkan, tingkat kelulusan siswa RSBI dalam menghadai ujian nasional (UN) tertinggi adalah di level SMP dan sederajat. Di tingkat ini, hampir tidak ada kasus siswa yang tidak lolos UN. Di level RSBI, sistem penentuan kelulusan sama dengan sekolah regular dengan menggabungkan nilai UN dan ujian akhir sekolah (UAS).
Di tengah prestasi gemilang meloloskan siswa dalam UN, evaluasi Balitbang merekomendasikan pungutan biaya pendidikan di RSBI kepada siswa harus dibatasi. Kepala Balitbang Mansyur Ramly menjelaskan, evaluasi RSBI itu menekankan beberapa aspek. Selain urusan finansial, juga mengevaluasi pola rekrutmen, tata kelola, finansial, dan kegiatan akademik.

Untuk kegiatan akademik, RSBI dinilai cukup bagus. Meskipun begitu, berdasarkan catatan Kemendiknas, hingga saat ini belum ada RSBI yang naik tingkat menjadi Sekolah Berstandar Internasional (SBI).

“Dari sekian banyak aspek, yang paling disorot adalah urusan finansial,” jelar Mansyur.
Aspek evaluasi finansial ini, dinilai Mansyur menjadi cukup sensitif. Pasalnya, urusan finansial sering berkaitan dengan pola rekrutmen. Wali siswa yang mampu memberikan biaya tinggi, mendapatkan kans lebih longgar untuk menyekolahkan anaknya di sekolah RSBI.

Sebagai rekomendasi dari sorotan masyarakat tadi, RSBI khusus pendidikan dasar saat ini diputuskan tidak boleh seenaknya memungut biaya pendidikan kepada siswa. “Rekomendasinya, harus batasi,” tandas Mansyur. Sekolah RSBI jenjang pendidikan dasar ini mencakup SD dan SMP.

Pembatasan pungutan ini dinilai sudah sesuai dengan UU Sisdiknas. Sebab, UU tersebut menjamin terselenggaranya pendidikan dasar tanpa pungutan biaya. Disebutkannya, UU tersebut mengikat, sehingga RSBI tingkat SD dan SMP tidak diperbolehkan memungut biaya dari orang tua siswa.

Mansyur menjelaskan, pembatasan tadi bukan berarti sekolah RSBI tidak boleh sama sekali memungut biaya kepada siswa. Pemerintah memberikan batasan hanya boleh 20 persen dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja sekolah (APBS). Persentase tersebut, selanjutnya dibagi rata kepada seluruh siswa yang belajar di sekolah RSBI.
Mansyur berharap, pembatasan pengutan tersebut tidak menurunkan prestasi sekolah RSBI dalam meluluskan siswanya. Selama ini, besarnya ongkos pendidikan di sekolah RSBI dihabiskan untuk biaya tambahan jam belajar dan fasilitas pembelajaran.

Rekomendasi lainnya adalah, sekolah berlabel RSBI diharapkan tetap memberikan kesempatan kepada siswa berprestasi yang berasal dari keluarga miskin. Dalam tahun ajaran depan, dihimbau RSBI memberikan jatah 20 persen dari total kuota untuk siswa miskin berprestasi.(wan/jpnn)

KPK Belum Agendakan Pemeriksaan Nazaruddin

JAKARTA- Kepulangan Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin bergantung pada kepastian jadwal pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun, lembaga antikorupsi tersebut menyatakan tidak akan terpengaruh dengan upaya partai Demokrat dalam memulangkan Nazaruddin dari Singapura. Menurut Wakil Ketua KPK Haryono Umar, pihaknya akan tetap mengusut kasus suap tersebut tanpa intervensi dari pihak manapun.

“Kita tidak akan terpengaruh dengan hal-hal itu (upaya pemulangan oleh parpol). Kita tetap proses kasus suap itu sesuai dengan koridor hukum yang berlaku. Yang jelas, upaya pemulangan Nazaruddin tersebut tidak berpengaruh pada proses hukum yang tengah berjalan,”papar Haryono saat dihubungi koran ini, kemarin (4/6).
Pimpinan KPK Bidang Pencegahan tersebut memaparkan, saat ini para penyidik KPK masih terus menelisik indikasi keterlibatan anggota Komisi VII DPR RI itu dalam kasus suap Sesmenpora. Perihal jadwal pemeriksaan Nasaruddin, hingga saat ini belum tercantum dalam agenda pemeriksaan KPK.(ken/dyn/jpnn)

Korut Siapkan Aksi Militer

SEOUL-  Korea Utara (Korut) melancarkan “aksi militer pembalasan” terhadap Korea Selatan (Korsel), Jumat (3/6). Ini dipicu karena Korsel mengaku militernya telah menggunakan foto-foto Kim Jong Il sekeluarga sebagai target latihan tembak.

Mulai sekarang, Utara akan melancarkan aksi militer yang lebih praktis dan menyeluruh untuk menghapus kelompok pengkhianat itu dalam satu sapuan.

Pernyataan keras Korut itu ditujukan pada pemerintah konservatif Korsel di bawah kepemimpinan Presiden Lee Myung-bak. Sikap Lee dikenal lebih keras ketimbang pemerintah pendahulunya.

Pyongyang memandang “tidak ada gunanya duduk berhadapan dengan kelompok pengkhianat Lee” dan meyakini bahwa satu-satunya cara untuk menyelesaikan perbedaan dengan Seoul adalah “dengan kekuatan senjata”. Pernyataan itu dilontarkan juru bicara angkatan bersenjata Korut. “Mulai sekarang, Utara akan melancarkan aksi militer yang lebih praktis dan menyeluruh untuk menghapus kelompok pengkhianat itu dalam satu sapuan,” demikian pernyataan itu.

Sejak berkuasa, Lee sering menjadi sasaran kecaman Korut. Lee juga menghentikan bantuan tanpa syarat pada Korut dan mengaitkan bantuan Korsel dengan upaya pelucutan proyek nuklir Korut. Pyongyang menyebut Lee sebagai pengkhianat reunifikasi Korea.

Ancaman paling gres Utara itu tampaknya terkait penggunaan foto Kim Jong Il, ayahnya Kim Il Sung, dan putra mahkotanya Kim Jong Un sebagai target latihan menembak unit-unit militer Korsel. Penggunaan target seperti itu dimulai setelah serangan artileri Korut ke pulau perbatasan November 2010. Pekan lalu, Departemen Pertahanan Korsel memerintahkan militer kembali menggunakan papan target standar.

Keluarga Kim dikultuskan di Korut. Foto-foto mereka harus dihormati dan dilindungi. Dalam kondisi darurat, foto Kim Jong Il dan Kim Il Sung harus diselamatkan lebih dulu. Meskipun sudah meninggal, Kim Il Sung telah menjadi “presiden abadi” negara komunis itu.

Korsel tidak berkomentar soal pernyataan Korut. Justru Amerika Serikat (AS) yang bereaksi. “Kami mengharapkan Korea Utara meletakkan hubungannya dengan Korea Selatan pada jalur yang lebih positif. Namun hal itu sepertinya tidak terjadi,” kata Mark Toner, juru bicara Departemen Luar Negeri AS, di Washington.(net/jpnn)

Perjuangkan Serbia Gabung UE

SERBIA- Penangkapan Ratko Mladic terbukti menjadi amunisi ampuh bagi melonjaknya popularitas Presiden Serbia Boris Tadic. Momentum penangkapan itu juga tepat ketika sang presiden sedang memperjuangkan keanggotaan Serbia dalam Uni Eropa (UE) dan menjelang Pemilu 2012.

Para petinggi Serbia berkali-kali menyatakan harapan mereka bahwa Beograd akan mendapatkan status calon anggota UE Oktober nanti. Pengambilan keputusan untuk mengizinkan Serbia bergabung ke dalam blok ekonomi dan politik di Eropa tersebut akan dilakukan akhir tahun ini. Jika ambisi negara bekas pecahan Yugoslavia tersebut berjalan mulus, popularitas Partai Demokrat (DS) pimpinan Tadic diyakini mampu terdongkrak menjelang pemilu awal tahun depan.

Karena itulah, penangkapan Mladic menjadi momentum sempurna untuk merealisasikan semua ambisi itu. “Saya rasa, semua (penangkapan Mladic, Red) bukan sekonyong-konyong,” terang seorang diplomat Uni Eropa.  “Semua itu dimotivasi kebutuhan politik domestik. Jika ingin meraup simpati dalam pemilu, Partai Demokrat harus memainkan isu substansial. Yang terpenting adalah dukungan UE,” lanjutnya.(rtr/cak/c4/dwi/jpnn)
Penangkapan Mladic terbukti berdampak positif pada indikator perekonomian Serbia. Misalnya, nilai tukar dinar Serbia melonjak 0,4 persen sesaat setelah penangkapan tersebut. Itu menyingkirkan hambatan utama bagi negeri tersebut untuk menjadi calon anggota UE. Begitu terbuka prospek masuk ke UE, para investor akan mengalir ke Serbia.

Tetapi, berdasar pengalaman anggota baru UE lainnya, mata uang yang kuat bukan satu-satunya pertaruhan untuk bergabung dalam blok 27 negara tersebut. Penangkapan Mladic hanya mendekatkan Beograd kepada serangkaian tantangan baru seperti ketika 12 negara masuk UE pada 2004. Gejolak politik dan krisis global juga berpengaruh.
Misalnya, empat negara Eropa Timur yang bergabung ke UE saat itu mendapat pelajaran berbeda. Nilai tukar mata uang Ceko dan Slovakia menguat lebih dari 40 persen pada dekade lalu. Sebaliknya, mata uang Polandia (zloty) dan Hungaria (forint) justru melemah saat itu.

“Pertaruhannya masih amat panjang. Calon anggota UE membutuhkan waktu untuk mewujudkan harapan mereka,” tutur Nigel Rendell, analis ekonomi pada RBC. “Saya kira untuk Serbia, jika Anda ingin berinvestasi (di sana), lupakan bisa meraih hasil dalam 10?15 tahun. Mustahil pula bisa terjadi dalam jangka pendek,” tambahnya.
Meskipun begitu, sambutan baik datang dari sejumlah pihak. Mantan Perdana Menteri (PM) Inggris Tony Blair merespons kabar penangkapan Mladic melebihi pemimpin negara lain di Eropa. “Prospek keanggotaan Uni Eropa bisa menjadi magnet bagi perubahan perilaku negara-negara anggota dan perubahan sistem politiknya. Ini adalah berita besar dan berita baik,” tuturnya.

Presiden Prancis Nicolaz Sarkozy pun menggambarkan bahwa keputusan Presiden Boris Tadic menangkap Mladic sebagai hal yang memberikan semangat bagi seluruh warga Eropa. “Ini adalah langkah maju menuju integrasi Serbia ke dalam Uni Eropa secepatnya,” tandasnya. (