Home Blog Page 15153

Poldasu Jemput Paksa Warga di LBH Medan

Pasca Bentrok di Barak PT Sorik Mas Mining Madina

MEDAN- Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) menjemput paksa dua warga yang disangkakan sebagai provokator terjadinya aksi penyerangan, pengrusakan dan pembakaran di barak PT Sorik Mas Mining (SM) Madina dari tempat persembunyiannya di Kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan, Jalan Hindu Medan, Jumat (3/6).
Penjemputan paksa tersebut dipimpin Kasubbid II Dit Reskrim Polda Sumut Kompol Andri Kurniawan. Kedua warga yang diamankan pihak kepolisian yakni Safrudin, Kepala Desa Huta Godang Muda, Kecamatan Siabu, Madina dan Amdani Lubis, warga yang sama.  Sementara Sholat (17) korban penembakan, dibawa ke Komnas HAM untuk dilakukan upaya hukum atas peristiwa yang dialaminya.
Diketahui, keduanya berada di Kantor LBH Medan, dalam rangka meminta perlindungan hukum atas penembakan dan pengerusakan di barak PT SM, Madina, 29 Mei lalu.

Direktur LBH Medan Nuriyono kepada wartawan mengatakan, penjemputan itu dilakukan setelah adanya desakan dari Dir Reskrim Polda Sumut Kombes Pol Agus Adrianto yang bersikeras akan melakukan penangkapan terhadap kedua warga tersebut.

“Dari tadi malam kita koordinasi dengan Pak Agus yang hari ini mengiginkan keduanya segera diamankan ke Polda dan menjalani pemeriksaan. Keduanya dituduh pasal 160. Klien kita disangkakan sebagai provokator,” ujar Nuriyono. Sedangkan Kordinator Kontras Sumut Muchrizal Syaputra, merasa heran dengan penetapan warga menjadi tersangka, termasuk Sholat.

“Kami akan melaporkan kejadian ini ke Propam Mabes Polri, terkait tindakan personel yang berjaga di PT SM, karena kami menilai, ada keganjilan dalam penanganan kasus dan penetapan tersangka,” ucap Muchrizal.
Kabid Humas Poldasu AKBP Raden Heru Prakoso membantah kalau petugas Reskrim Poldasu melakukan penjemputan paksa terhadap dua warga yang berada di LBH Medan.

“Tidak dijemput paksa, tetapi pihak LBH Medan menyerahkannya ke Reskrim Poldasu,” sebut Heru.
Dikatakan Heru, penyelidikan terhadap kasus kerusuhan di PT SM, terbukti kalau keduanya ikut terlibat dalam pengrusakan dan pembakaran.

“Dari hasil penyelidikan kita,keduanya ditetapkan sebagai tersangka dalam pengrusakan dan pembakaran PT SM. Selain itu, Polres Madinah juga sudah mengamankan lima tersangka lainnya,” ungkap Heru.
Lanjut Heru, berdasarkan penyelidikan kepolisian, pihaknya sudah menetapkan tujuh orang tersangka, diantaranya, AL dan S sudah diamankan dari LBH Medan. Kemudian dari Polres Madina, ML (31), APL (26), AHL (23), NAN (43) dan SL (50) kelimanya warga Hutagodang Lama.

“Mereka terlibat dalam pengrusakan dan pembakaran. Ketujuhnya kita jerat dengan pasal 160, 187 dan 170 KUHPidana,” ancam Heru.

Kemudian, saat disinggung terkait Prapid dari LBH Medan, Heru mempersilahkan LBH Medan untuk mengambil langkah hukum terkait persoalan dimaksud.
“Silahkan saja, itu kan hak setiap manusia. Jadi jika pihak korban ingin memprapidkan Poldasu, silahkan saja,” tandas Heru.(adl/rud)

Replanting PTPN 3 Langgar UU

SERGAI- Proses replanting (Peremajaan, Red) tanaman rambung ,  seluas 150 hektar di Afdeling VII, Perkebunan PTPN 3 Silau Dunia di Dusun VI Pondok Roti, Desa Bandar Negeri, Kabupaten Serdang Bedagai, yang masih dalam tahap pembersihan lahan, menyalahi aturan.

Menurut Kasi Bimbingan Usaha dan Perizinan Dinas Perkebunan dan Kehutanan Pemkab Sergai CK Panggabean SP, saat melihat langsung pembersihan, Jumat (3/6) mengatakan, pembersihan disertai pembakaran tunggul pohon menyalahi Undang-Undang Nomor 18 tahun 2004 tentang perkebunan. “Kita melihat, ada 15 titik api (spot) dari puluhan tumpukan kayu rambung yang dibakar oleh pihak perkebunan. Jelas ini  melanggar peraturan perundang-undangan,” kata CK Panggabean.(mag-15)

Bermutu atau Curang?

Lima Kabupaten/Kota Bukan Unggulan Lulus 100 Persen

Pada pengumuman Ujian Nasional (UN) yang diselenggarakan Kantor Disdik Sumut Jalan Cik Ditiro Medan, pada Jumat (3/6), terdapat lima kabupaten/kota yang pesertanya lulus 100 persen. Yakni Kota Tanjung Balai, Kabupaten Dairi, Kabupaten Toba Samosir, Kabupaten Pakpak Bharat dan Kabupaten Nias Barat.

J    ika dicermati lebih dalam, dominan dari lima kabupaten/kota tersebut merupakan daerah-daerah terpencil atau daerah dengan tingkat pendidikan yang tidak lebih baik dari kabupaten/kota lain di Sumut.

Namun, apa yang menyebabkan kabupaten/kota tersebut mampu berprestasi dengan meluluskan semua peserta UN tingkat SMP Sederajatnya 100 persen? Dengan hal tersebut boleh saja ada pendapat yang mengatakan terjadi kecurangan di sana. Atau mungkin yang lebih baik lagi, sepertinya siswa di sana masih belum terkontaminasi dengan berbagai kebudayaan luar yang merusak kemampuan mereka dalam belajar.

Menurut Ketua Dewan Pendidikan Medan Mutsyuhito Solin, kedua dugaan tersebut tak bisa dengan serta-merta digunakan untuk mengindikasikan kelulusan 100 persen lima kabupaten/kota tadi. “Saya rasa pengawasan UN untuk tahun ini sudah sangat baik jika dibandingkan dengan tahun lalu. Karena terindikasi pada tahun lalu terdapat kecurangan pada UN yang dilakukan oleh pengawas, baik pengawas di ruang ujian hingga pengawasan di penggandaan soal UN,” jelasnya, Jumat (3/6).

Solin mengatakan, hal-hal mengenai kecurangan UN di berbagai daerah pada tahun ini sudah tereliminir. “Ini disebabkan adanya peningkatan sistem yang signifikan pada UN jadi lebih baik. Hingga hal ini juga mengakibatkan tereliminirnya indikasi-indikasi kecurangan tersebut,” tuturnya.

Sedangkan jika indikasi kelulusan 100 persen ini berdasarkan siswa yang masih belum terkontaminasi dengan berbagai kebudayaan luar yang merusak kemampuan belajar, ia mengatakan, hal tersebut juga sangat kecil mempengaruhi kelulusan siswa. “Yang lebih pas saya kira adalah peserta yang lebih mudah dikontrol atau diawasi. Karena, coba kita lihat peserta di Kabupaten Pakpak Bharat misalnya, pasti jauh lebih sedikit. Nah, dengan begitu peserta relatif lebih bisa dikontrol dengan sangat baik,” kata Solin.

Namun, menurut Solin, tetap sangat sulit mengindikasikan penyebab prestasi yang diraih lima kabupaten/kota tersebut. “Dengan semua indikasi yang kita bicarakan tadi, saya juga sedikit sulit mengungkapkan hal, kenapa baru tahun ini lima kabupaten/kota yang kita anggap tak lebih baik dari kabupaten/kota yang lain tentang mutu pendidikannya di Sumut ini bisa meluluskan 100 persen peserta UN-nya? Kenapa tahun-tahun sebelumnya jauh lebih buruk?” terangnya.

Sementara itu, menanggapi hal menarik lain, seperti Kota Binjai yang meraih nilai mata ujian tertinggi pada UN 2011 ini. Namun, Kota Binjai juga merupakan daerah yang menempati peringkat ketiga di Sumut dengan jumlah peserta UN terbanyak tak lulus yang mencapai 35 orang setelah Kabupaten Deli Serdang 47 orang dan Kota Medan 101 orang.

Menurut Solin, hal tersebut wajar. Di setiap daerah pasti memiliki siswa yang pintar dan siswa yang bodoh. Juga siswa yang sangat pintar juga siswa yang sangat bodoh. “Tugas pendidikanlah untuk bisa mengeliminir hal tersebut. Dan seluruh elemen yang bertanggung jawab atas peningkatan mutu pendidikan di daerah itu,” katanya.

Hal tersebut juga, sambungnya, mengindikasikan tak meratanya pendidikan di daerah itu. “Karena sekolah dengan mutu pendidikan yang baik akan menghasilkan siswa dengan kemampuan yang baik pula, begitu sebaliknya. Tentunya hal tersebut dapat dinilai dari sisi mutu pengajar dan fasilitas yang ada di sekolah itu,” jelas Solin. (saz)

Momok Itu Bernama Bahasa Indonesia

Hasil UN Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTS) Tahun Ajaran 2010-2011 kembali menjadi momok bagi peserta. Bagaimana tidak, ada mata pelajaran (mapel) yang menjadi penghambat. Sebuah mapel yang sejatinya tak asing, namun sangat sulit untuk dipahami. Ya, apalagi kalau bukan Bahasa Indonesia.

Setidaknya kenyataan ini diungkapkan Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh. Menurut Nuh, secara nasional nilai rata-rata mata pelajaran Bahasa Indonesia 7,49. Nilai maksimum yang diraih siswa 9,90, sedangkan nilai terendah 0,80. Sementara bahasa Inggris dan IPA masing-masing bernilai minimum 0,9 dan 1,0. Nilai akhir mapel ini, lanjut Nuh, memiliki nilai maksimum 9,9, dan rata-rata 7,49. Sementara untuk nilai UN bahasa Indonesia murni, minimum 0,4, dengan rata-rata 7,12. “Kayaknya siswa ini baru pulang dari luar negeri,” canda Nuh.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Nasional Mansyur Ramly menambahkan, rendahnya nilai pada mata pelajaran itu karena lemahnya kemampuan dalam membaca. Padahal, soal Bahasa Indonesia umumnya diawali dengan soal bacaan. (bbs/jpnn)

Depak Rival

Inggris vs Swiss

LONDON – Tidak sulit bagi Inggris memetakan persaingan kualifikasi Euro 2012 di grupnya. Setelah empat laga atau separo perjalanan, hanya Montenegro yang menjadi pesaing utama di grup G. Hanya Montenegro pula yang menyamai perolehan angka Inggris (10 angka), sedangkan Swiss dan Bulgaria sama-sama baru mengemas 4 angka.
Pada matchday kelima, Inggris menjamu Swiss di Wembley. Kemenangan memang belum memastikan tiket ke putaran final bagi Inggris. Namun, kemenangan akan mengakhiri peluang Swiss untuk finis sebagai juara grup.
Sebagai catatan, hanya juara grup (dari sembilan grup) yang lolos otomatis ke putaran final di Polandia-Ukraina tahun depan. Plus satu tiket lolos otomatis untuk satu runner up terbaik. Sedangkan delapan runner up sisanya bertarung dalam playoff untuk empat kuota.

“Kami ingin menyingkirkan salah satu pesaing di grup. Itulah sebabnya kemenangan (atas Swiss) sangat penting,” ucap Fabio Capello, pelatih Inggris, di situs resmi FA.

Capello memang sudah berhitung apabila Montenegro-lah yang akan menjadi ganjalan Inggris merebut predikat tim terbaik di grup G. Terlebih, Three Lions akan menjalani away ke Montenegro di laga terakhir kualifikasi (7/10). Karena itu, Capello menargetkan Inggris bisa menyapu bersih tiga laga ke depan atau sebelum away ke Montenegro.
Tiga laga itu dimulai lawan Swiss, lalu Bulgaria (2/9) dan Wales (6/9). “Jika kami menang atas Swiss, kami punya kans bagus meraih kemenangan di dua laga berikutnya. Jadi, kemenangan atas Swiss sangat penting,” jelas Capello yang kontraknya berakhir seusai Euro 2012 itu.

Sayang, disaat berambisi mengalahkan Swiss, Capello mendapat cobaan karena tidak bisa menurunkan skuad terbaik. Lini depan merupakan sektor yang membatasi opsi strategi Capello. Wayne Rooney absen karena skors, Andy Carroll cedera.

Seiring gangguan punggung yang dialami Peter Crouch dan Bobby Zamora yang berjuang pulih dari nyeri pinggul, praktis hanya Darren Bent yang siap tempur. Peter dan Bobby berlatih hari ini (kemarin, Red), tapi mereka harus mendapat injeksi penahan sakit,” jelas Capello kepada The Guardian.

Kondisi itulah yang membuat Capello akan mengusung skema main 4-3-3 dengan mendorong peran winger sebagai pendukung Bent. Ashley Young yang rekan setim Bent di Villa hampir pasti akan mendapat tempat di kiri. Nah, untuk sayap kanan, Capello harus memutuskan antara Adam Johnson, Theo Walcott, atau mungkin James Milner.
Problem lini depan sebenarnya juga dialami Swiss. Pelatih Ottmar Hitzfeld kini tidak memiliki lagi nama-nama seperti Alexandre Frei dan Marco Streller yang telah  pensiun dari timnas. Frei adalah top scorer Swiss dengan 42 gol.
Alhasil, Hitzfeld bakal bertumpu kepada Eren Derdiyok, striker 22 tahun yang bermain di Bayer Leverkusen. Beruntung bagi Hetzfeld, gelandang-gelandang berpengalaman seperti Tranquillo Barnetta, Valon Behrami, dan Gokhan Inler bisa dimainkan semua.

“Hanya satu pemain dalam skuad kami sekarang yang berusia kepala tiga (defender Stephane Grichting, 32 tahun, Red). Kami tengah membangun tim masa depan,” tutur Hitzfeld di situs resmi UEFA. (dns/jpnn)

Tak Butuh Kiper Serap

SEJAK bergulirnya kualifikasi Euro 2012 pada 3 September tahun lalu, sejak saat itu pula predikat kiper nomor satu Inggris ditahbiskan kepada Joe Hart. Penampilannya sepanjang kualifikasi terbilang gemilang dengan hanya kebobolan satu gol dari empat laga.

Tidak heran apabila Hart berubah arogan. Kiper Manchester City itu mengatakan, hanya dirinya yang menjadi satu-satunya harapan di bawah mistar Inggris. Pernyataan Hart itu merupakan respons terkait sulitnya pelatih Fabio Capello mencari kiper pelapis dirinya di Three Lions – sebutan Inggris – untuk menghadapi Swiss.
Paul Robinson telah memutuskan pensiun dari sepak bola internasional, Ben Foster memilih konsentrasi untuk klubnya, sedangkan David Stockdale menikah. Capello mau tidak mau memanggil Robert Green dan Scott Carson untuk mem-back up Hart.

Green dan Carson jelas opsi terakhir mengingat track record keduanya sebagai kiper blunder. Green berbuat error ketika gagal menahan tendangan mudah pemain Amerika Serikat Clint Dempsey di Piala Dunia 2010. Alhasil, Inggris yang sudah unggul lebih dulu dipaksa bermain seri 1-1. Carson – Dia dicap sebagai biang kegagalan Inggris lolos ke Euro 2008 karena kebobolan dua gol konyol saat menghadapi Kroasia di laga terakhir kualifikasi.
“Semua kiper yang mengundurkan diri memiliki alasan masing-masing, tapi saya pikir saya memiliki andil mengapa mereka tidak lagi berada di timnas,” ungkap Hart kepada Sky Sports.

“Saya sangat menikmati peran saya di timnas saat ini dan saya sangat berharap bisa terus melanjutkannya,” sambung pemilik 10 caps itu.

Hart menilai akan sangat tidak fair apabila bukan dirinya yang menjadi kiper Inggris seandainya lolos ke putaran final Euro 2012 di Polandia-Ukraina. Hart memang membidik Euro 2012 sebagai even major pertamanya bersama Three Lions.

Di Piala Dunia 2010, Hart sebenarnya masuk dalam skuad sekalipun menjadi cadangan Green dan David James. Hanya, sekalipun Green melakukan blunder dan David James sudah menua, Hart tidak mendapat kesempatan turun dari Capello. (dns/jpnn)

Semua karena Bola

Suharto

Sebagai anggota Tentara Nasional Indonesia berpangkat Pembantu Letnan Dua (Pelda), Suharto bisa dikatakan tidak biasa. Pasalnya, tokoh yang kini berdinas di Jasmani Komando Daerah Militer (Jasdam) I Bukit Barisan jadi tentara karena sepak bola. Kini, dia malah jadi pelatih sepak bola mumpuni.

Ya, lewat keinginan yang kuat disertai semangat untuk terus meraih kemajuan Suharto bisa tampil memukau di lapangan hijau. Berbagai prestasi yang diraih pun tidak hanya mendatangkan pujian dan penghargaan.

Kemahirannya mengolah si kulit bundar itu pula yang memberinya jaminan kehidupan sekarang ini.
“Saya masuk TNI ini, ya, dari sepak bola. Sekarang ini justru pemain sepak bola mempunyai masa depan yang cerah. Lebih berkemungkinan untuk kaya,” buka Suharto yang ditemui dikediamannya Jalan Karya Jaya Gang Karya X No 3 Titi Kuning-Medan, Jumat (3/6) malam.

Suharto lalu menuturkan bila semua yang didapat saat ini pun tidak datang dengan sendirinya. Tetapi melalui semangat yang tak pernah berhenti untuk meraih kemajuan di setiap penampilannya sebagai penyerang. Meskipun untuk itu, dalam satu minggu, dirinya hanya memiliki waktu satu hari untuk istirahat. Mengawali karir di usia 16 tahun  Suharto kecil bergabung dengan PS Domino Junior sebelum memperkuat PS Domino meramaikan kompetisi PSMS di usia 18 tahun. Pada 1984 Suharto dipercaya memperkuat PS Rambung Sialang (PSRS) saat menundukkan PSAD dengan skor 4-1. Tiga gol yang disumbangkan membuat putra ketiga dari 10 bersaudara ini ditarik masuk TNI sekaligus memperkuat PSAD yang ikut meramaikan kompetisi PSMS.

Penampilannya saat tampil di kompetisi PSMS 1995 pun dilirik untuk kemudian dipilih meramaikan seleksi yang digelar PSMS untuk mengisi bangku cadangan. Jadilah Suharto bergabung dengan 174 peserta untuk memperebutkan tujuh kursi cadangan di skuad PSMS kala itu. “Kala itu seleksi memang ketat dan yang masuk PSMS itu memang pemain berkualitas. Saya cuma berpikir, kalau mereka bisa, saya juga harus bisa. Karena suatu kebanggaan ketika itu bagi pemain bila mengenakan kostum PSMS,” kenangnya.

Untuk mewujudkan ambisinya itu, hari demi hari dilalui dengan latihan dan latihan. Tak sungkan dirinya meminta pendapat dari pelatih untuk menutupi kelemahan sehingga siap melakoni seleksi yang ketat. Apalagi ketika itu ada Yusni, Syamsir Alamsyah, dan striker hebat lainnya.  Buahnya, tidak hanya lulus, dirinya turut mengantar Sumatera Utara (Sumut) meraih medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XII setelah di partai final menundukkan Jawa Timur dengan skor 2-1. Satu gol Suharto yang dicetak dari jarak 40 meter bahkan menjadi gol terbaik.
Konsistensi itu kembali berbuah penghargaan dari Panglima Kodam I/BB saat itu Mayjen Djoko Pramono.

Sepulangnya ke Sumut, dirinya mengikuti pendidikan sebagai Pembantu Letnan Dua (Pelda). Semua itu menjadi tanggung jawab baru dan motivasi untuk selalu memberi yang terbaik, tidak hanya sebagai pemain juga sebagai pelatih.

“Semua ini juga berkat Kajasdam I/BB Letkol Inf Indra Purnama, dia begitu pengertian dengan apa yang telah saya lakukan,” katanya. (jul)

Tekankan Kebersamaan di PSMS

Sebagai pelatih, suami dari Almarhumah Sri Rahmawati pun tidak diragukan. Di awal karir, Suharto mengantar PSMS sebagai runner up di Piala Caltex 1995. Berlanjut di tahun berikutnya menggantikan Alm Karim untuk mempertahankan PSMS tidak terdegradasi pada Liga Kansas.

Begitu juga saat menangani PS Bank Sumut sepanjang 2002-2010 menghasilkan gelar juara yang tak tergantikan. Berlanjut menangani PSMS Usia 23 dan saat menangani tim Divisi I Kalimantan. Hingga, awal Januari lalu dipercaya menangani PSMS dan mengakhiri kompetisi diperingkat delapan besar. Harga pantas untuk karir yang dipertaruhkan.
“Bukan masalah materi tapi karena prestasi PSMS yang tidak seperti saat kami sebagai pemain dulu. Begitu juga kondisi yang ada memberi saya panggilan moral untuk yang terbaik. Bagaimana pun saya dibesarkan PSMS,” tuturnya.

Dengan pendekatan personal, Suharto menghilangkan sekat yang ada di antara pemain. Setiap kesalahan dipastikan mendapat hukuman dilakukannya untuk menumbuhkan rasa kebersamaan.
“Awalnya pemain asing tidak respek dengan kita. Tapi dengan prinsip tadi mereka akhirnya paham dan bisa bekerja sama,” tegas ayah dari enam anak ini. (jul)

Demi Puncak Klasemen

Portugal vs Norwegia

LISBON – Hingga separo perjalanan kualifikasi Euro 2012, Portugal masih menduduki peringkat kedua di grup H. Setelah empat laga, Portugal tertinggal tiga angka (7-10) dari Norwegia. Nah, kesempatan memuncaki klasemen terbuka bagi Portugal saat menjamu Norwegia di Estadio da Luz, Lisbon, dini hari nanti.

Kemenangan, dengan skor berapa pun, Portugal bakal mengudeta Norwegia. Itu mengingat kedua tim kini memiliki agregat gol sama, yakni surplus tiga gol. Bagi Portugal, motivasi menang makin berlipat sebagai revans atas kekalahan 0-1 dalam pertemuan pertama di Norwegia 7 September tahun lalu.

“Asalkan bermain normal, kami bakal menang,” koar Cristiano Ronaldo, kapten Portugal, kepada A Bola.
Ronaldo menilai kekalahan dari Norwegia sebelumnya hanya karena ketidakberuntungan. “Kami mencatat 14 tembakan ke gawang, tapi tidak menemui sasaran. Sedangkan lawan melalukan sekali tembakan ke gawang dan berbuah gol,” jelas bintang Real Madrid itu.

Meski begitu, Ronaldo memuji Norwegia sebagai sebuah tim yang bagus secara kolektif. Beda dengan Portugal yang lebih bagus secara individual pemain. “Akan sulit menghadapi mereka. Karena itu, kami harus bermain lebih sabar dan fokus ketika bertahan karena mereka memiliki serangan balik yang cukup berbahaya,” tutur pemain termahal dunia itu.
Sayang, kabar tidak bagus menimpa Portugal ketika Ricardo Carvalho mengalami cedera pinggang. Namun, Portugal  masih memiliki Bruno Alves atau Rolando untuk diplot sebagai pendamping Pepe di lini belakang Portugal. (dns/jpnn)

Tim Krul Siap Jalani Debut

Tim Krul siap menjalani debut internasional bersama timnas Belanda ketika menghadapi Brasil, dinihari nanti.
Kiper 23 tahun itu merasa pantas mengawal gawang Oranje berkat modal penampilan apiknya bersama Newcastle United musim ini.

“Saya tampil menghadapi pemain-pemain berkelas dunia, seperti Wayne Rooney, Didier Drogba, dan Fernando Torres. Tentu saja saya berhadapan pula dengan Edwin van der Sar. Setiap kali bertemu dengannya, dia selalu memberi saya tips,” ujar Krul kepada Voetbal International.

Krul mengakhiri musim sebagai kiper utama Newcastle setelah merebutnya sejak Steve Harper mengalami cedera. Tidak mudah melakukannya karena Krul harus terlebih dahulu melalui masa pinjaman di klub Skotlandia Falkirk serta di divisi bawah bersama Carlilse United.

Namun, Bert van Marwijk belum memastikan posisi penjaga gawang utama saat melawan Brasil. “Pelatih belum mengatakannya kepada saya, maupun Jasper Cillessen maupun Jelle ten Rouwelaar,” ungkap Krul.
Semua kiper tersebut merupakan debutan di timnas Belanda karena cedera yang menimpa Maarten Stekelenburg dan Michel Vorm.

Setelah menghadapi Brasil, Sabtu, Belanda akan dijamu Uruguay empat hari berselang. (net/jpnn)

Cesar Terkejut Ingin Dijual Inter

KETIKA sedang berkonsentrasi membela timnas Brazil jelang laga uji coba melawan Belanda, dini hari nanti, kiper Julio Cesar diganggu kabar mengejutkan. Klub yang dibelanya Inter Milan berencana menawarkan Cesar ke klub rivalnya AS Roma.

Sontak kabar itu membuat agen Cesar, Antonio Calenda, langsung berreaksi. “Saya harus katakan bahwa saya sangat terkejut dengan kabar ini,” bilang Calenda kepada Radio Radio, seperti dilansir Tribalfootball.

Masalahnya, Cesar dinilai punya kontrak yang penting dengan Inter. “Bukannya Roma kurang cocok dengan cesar, tapi rencana transfer itu sangatlah besar dan saya tidak bisa menghentikan negosiasinya,” lanjut Calenda.
Meski kaget, tapi kubu Cesar tetap membuka pintu terkait perkembangan transfer. “Kami tidak akan menolak transfer itu. Pemilik mereka (Thomas di Benedetto) ingin merekrut pemain hebat dan dengan bayaran yang besar,” jelas Calenda.

Menurut dia, sekarang Inter memang punya rencana untuk meremajakan skuadnya setelah musim lalu tercatat sebagai tim dengan rata-rata usia paling tua di Serie A. “Namun, saya meyakini Cesar masih akan bertahan di Inter,” kata Calenda.

Roma sendiri memang membutuhkan kiper. Sebelumnya mereka sempat terpikat kepada kiper Bologna Emiliano Viviano. Sekarang di skuad Roma terdapat tiga kiper, yakni Julio Sergio, Doni, dan Bogdan Lobont, tapi dinilai kurang mantap performanya.

Bukan hanya pemain yang menjadi buruan Giallorossi, julukan Roma, jelang musim depan. Mereka juga membutuhkan pelatih anyar. Vincenzo Montella yang menjadi karteker, kemungkinan tidak akan dipatenkan sebagai pelatih. Bahkan, Montella siap merapat ke Catania.

Nah, untuk mengisi posisi pelatih yang lowong, Sky Sport Italia melaporkan, Roma telah mendekati pelatih Barcelona B Luis Enrique Martinez. Mereka menawarkan kontrak dua tahun dengan gaji 1,6 juta euro atau setara Rp43 miliar.
Selain menggaet pelatih berusia 41 tahun itu, Roma juga akan menjadikan rekan satu tim Luis Enrique di Barca, Ivan De La Pena sebagai asistennya di Olimpico, markas Roma, musim depan.
“Situasi ini akan berakhir pada Minggu nanti. Saya sekarang berada pada posisi 50-50 antara bergabung ke Atletico Madrid atau AS Roma. Roma tetap menjadi pilihan, tapi segalanya bisa berubah nanti, kita tunggu saja,” kata Luis Enrique kepada Sky Sport. (ham/jpnn)