Home Blog Page 15159

Pelajar Indonesia Tewas di Kanal

SINGAPURA – Seorang pelajar Indonesia ditemukan tewas tenggelam di sebuah kanal di Singapura. Pelajar tersebut dilaporkan sempat menghilang delapan jam, Rabu (1/6).

Jasad pelajar tersebut ditemukan pada Rabu tengah malam waktu setempat. Remaja berusia 15 tahun tersebut sebelumnya diketahui sedang berjalan di sekitar kanal di Balestier, di saat badai petir yang menyebabkan dirinya tersapu air.

Petugas Singapore Civil Defence Force (SCDF) menemukan William Liam yang sudah tidak bernyawa dekat Block 82 Whampoa Drive. Jasadnya ditemukan mengapung di daerah tersebut dan dinyatakan meninggal pada pukul 11.00 malam waktu setempat. Demikian diberitakan Straitstimes, Kamis (2/6).

Jasad remaja malang itu ditemukan setelah pihak berwenang melakukan pencarian intensif di kanal sejak sore hari. Orangtua Lim langsung terbang ke Singapura, sesaat setelah jasadnya dievakuasi dari kanal.

Melihat putranya terbujur kaku, orangtua tak kuasa menangis di depan jasad anaknya. Seorang teman anaknya yang mengetahui kejadian itu, mencoba menjelaskan apa yang terjadi ketika itu. (bbs/jpnn)

‘Pabrik Bayi’ Digerebek

ABIA- Kepolisian Nigeria menggerebek sebuah rumah di Kota Abia diduga menjadi tempat untuk memaksa remaja putri memproduksi bayi, kemudian dijual untuk keperluan lain. ‘Pabrik bayi’ itu berlindung di balik kedok yayasan, Cross Foundation.

“Kami menyerbu tiga hari lalu, menyusul laporan yang mengungkap ada beberapa remaja putri hamil, berusia 15-17 tahun dipaksa memproduksi bayi,” kata komisaris polisi Negara Bagian Abia, Bala Hassan, seperti dimuat Telegraph, (1/6).

Di rumah itu, polisi menyelamatkan 32 remaja hamil dan menangkap pemilik rumah tersebut. “Berdasarkan investigasi, pemilik rumah mengaku menjual bayi-bayi itu untuk orang lain yang menggunakannya sebagai ritual,” sebutnya.

Sejumlah korban mengaku ditawari untuk menjual bayi mereka dengan harga 25.000 dan 30.000 naira atau US dolar 192 setara Rp9 jutaan, tergantung jenis kelaminnya.  Di tangan penjual, bayi-bayi itu dijual ke pembeli untuk dikirim ke rumah pelacuran atau dibunuh serta disiksa untuk ritual ilmu hitam. (bbs/jpnn)

Naoto Kan Mundur saat Musim Gugur

TOKYO – Krisis nuklir di Jepang benar-benar memukul pemerintahan Perdana Menteri (PM), Naoto Kan. Karena dinilai gagal dalam penanganan bencana gempa bumi dan tsunami pada 11 Maret lalu, yang berbuntut krisis nuklir berlarut-larut, pemimpin Partai Demokratik Jepang (DPJ) itu nyaris terjungkal di parlemen, Kamis (2/6).

Untungnya, Kan berhasil lolos atau selamat dari mosi tidak percaya di parlemen yang dilancarkan oposisi. Berkat manuver kubu politikus 64 tahun itu, mosi tidak percaya dapat digagalkan. Sebanyak 293 suara menolak, dan hanya 152 suara anggota parlemen mendukung Kan lengser.

Sebelum mosi itu diperdebatkan di parlemen kemarin, Kan telah menyatakan kepada partainya siap mengundurkan diri jika krisis nuklir pasca bencana tersebut mulai terkontrol. Bahkan dia menawarkan diri untuk mundur pada musim gugur (September) mendatang. Lewat penawaran tersebut, mantan menteri keuangan Jepang itu berupaya membeli waktu agar dapat mempersiapkan anggaran ekstra untuk mendanai pembangunan kembali Jepang pasca gempa dan tsunami.

Mantan PM Yukio Hatoyama, politikus dari satu partai dengan Kan, yang sebelumnya menyatakan mendukung mosi tidak percaya akhirnya berbalik arah. Sebelum rapat parlemen, sejumlah tokoh senior DPJ mengindikasikan dukungan mereka pada mosi tidak percaya yang digalang oposisi. Namun, pada detik terakhir Kan meminta diadakan pertemuan partai dan minta dukungan menolak mosi tidak percaya tersebut. (rtr/afp/cak/dwi/jpnn)

Mubarak dan Anaknya Disidang 3 Agustus

KAIRO- Mantan Presiden Mesir, Hosni Mubarak dan dua putranya akan diadili pada 3 Agustus nanti, kata sumber-sumber resmi di Mesir, Rabu (1/6). Mereka dikenai dakwaan korupsi dan pembunuhan terhadap para pengunjuk rasa awal tahun ini.

Mubarak, Gamal, dan Alaa akan dibawa ke pengadilan pidana di Kairo utara. Mereka menghadapi berbagai dakwaan korupsi lainnya yang terkait dengan transaksi tanah dan penjualan gas kepada Israel.
Dakwaan pertama diancam dengan hukuma mati. Walaupun tanggal pengadilan itu sudah diumumkan, sangat diragukan apakah mantan presiden itu akan cukup sehat untuk tampil di pengadilan.

Sebelumnya pekan ini, tim pakar medis melaporkan Mubarak tidak cukup sehat untuk melakukan perjalanan dari rumah sakit di Sharm el-Sheikh, tempat dia bermukim sejak penahanannya dimulai, ke Mesir.
Komite medis mengatakan Mubarak mengalami gangguan jantung, kondisi lemah secara umum, depresi, dan otot yang sangat lemah, yang berarti dia memerlukan bantuan walaupun hanya ingin turun dari tempat tidur. (bbs/jpnn)

Hiddink Dekat ke Chelsea

LONDON- Meski sempat menyatakan komitmennya tetap menukangi Timnas Turki, rupa-rupanya Guus Hiddink mulai tergoda untuk melatih Chelsea. Pada sebuah wawancara dengan The Sun, Hiddink tak menampik kemungkinan ke The Blues musim depan.

Sejak memecat Carlo Ancelotti, praktis The London Blues kini tak memiliki nahkoda. Hal tersebut jelas tak kondusif mengingat langkah persiapan menuju musim depan harus segera di susun jelang musim panas.
Hiddink yang disebut-sebut sebagai pilihan pertama Roman Abramovich sepertinya siap meninggalkan jabatannya di timnas Turki untuk segera berlabuh kembali ke Stamford Bridge.

“Saya tidak pernah bilang kepada siapa pun bahwa saya akan terus bekerja sama dengan Turki, saya merasa masih begitu energik dan saya suka bekerja setiap hari,” ucap Hiddink seperti dikutip The Sun.
“Saya merasa masih perlu yang lain lagi, jadi saya kira peran di sebuah klub akan menjadi pilihan yang memungkinkan dari pada melatih sebuah tim nasional,” imbuh sang pria asal Belanda itu.

“Saya memang belum berbicara dengan presiden asosiasi sepak bola Turki, namun dia adalah orang yang pandai dan saya yakin ia pun mengikuti berita di media-media yang ada.” “Memang belum ada tawaran secara resmi, jadi saya pun dalam posisi tidak bisa memberikan garansi apa pun,” pungkas sang Meneer. Kabarnya Chelsea akan segera melakukan proses negosiasi pada awal pekan depan, kompensasi yang harus dibayar sebesar 4 Juta Pounds kalau memutus kontrak dengan timnas Turki pun kabarnya siap Ditanggung manajemen Chelsea. (net/jpnn)

Pulang Tanpa Nunun

Tim KPK di Thailand

JAKARTA-  Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang ditugaskan khusus untuk memburu keberadaan Nunun Nurbaeti dan berkoordinasi dengan pihak kejaksaan Thailand kemarin (2/6) dikabarkan kembali ke tanah air. Sayangnya, tim yang terdiri dari empat orang itu datang tanpa membawa tersangka kasus suap cek perjalanan pemenangan Deputi Gubernur Senior BI Miranda Goeltom itu.

“Mereka mendarat siang kemarin (2/6) di Jakarta,” kata juru bicara KPK Johan Budi SP di Gedung KPK kemarin. Dia menerangkan bahwa tim tersebut telah selesai menjalankan tugasnya di Thailand. Namun, kata Johan, Nunun yang merupakan istri mantan Wakapolri Adang Daradjatun tidak dibawa oleh tim penyidik tersebut.

Johan menolak jika tim tersebut dianggap gagal lantaran pulang dengan tangan hampa. Menurutnya, tugas utama tim tersebut adalah untuk berkoordinasi dengan pemerintah Thailand, terutama dengan pihak kejaksaan Negeri Gajah Putih itu. Nah, setelah dari Thailand, nantinya tim tersebut selanjutnya akan terbang ke Singapura dan Hongkong. “Kami juga bekerjasama dengan aparat anti korupsi di sana,” katanya.

Memang berdasarkan informasi yang dikumpulkan Jawa Pos (grup Sumut Pos), Nunun kini berada di Thailand. Sosialita kelas atas yang disebut-sebut menderita penyakit lupa akut itu kini sudah terkunci di sana. Namun, KPK kesulitan membawa pulang Nunun.

Johan mengatakan, apabila tim KPK benar-benar bertemu dengan Nunun, mereka tidak bisa seenaknya menangkap. Sebab, KPK tidak memiliki kewenangan untuk menangkap seseorang di negara lain. “Thailand bukan wilayah yuridiksi kami. Jadi yang menangkap harus aparat setempat,” ucapnya.

Sementara itu,  Menkum HAM Patrialis Akbar Rabu (1/6) malam lalu menegaskan pihaknya telah menerbitkan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) untuk Nunun. Katanya, dari hasil koordinasi dengan KBRI di Thailand, penerbitan itu telah rampung dilaksanakan.

SPLP itu kata Patrialis sebagai sarana untuk memulangkan Nunun setelah paspornya rersmi dicabut. Menurut Politisi PAN itu pemulangan tersangka Nunun Nurbaeti dari luar negeri merupakan hal yang tidak sulit. Yakni dengan cara mengekstradisi atau mendeportasinya lantaran paspor miliknya sudah tidak berlaku.

Selain itu sebelumnya Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa menjelaskan bahwa sudah ada kerjasama antara perwakilan RI di Bangkok dengan pemerintah setempat terkait masalah Nunun. menurutnya, pencabutan paspor itu telah membatasi gerak yang bersangkutan.(kuh/jpnn)

Penembak Polisi Gunakan Plat Palsu

JAKARTA- Komplotan pelaku penembakan polisi di Bekasi, Jawa Barat, ternyata menggunakan pelat nomor polisi palsu di mobil Toyota Avanza ketika beraksi. Hal itu diketahui ketika penyergapan mobil di Pemalang, Jawa Tengah, Kamis (2/6).

Kapolda Jawa Tengah Irjen Edward Aritonang mengatakan, pihaknya menemukan mobil Toyota Avanza dengan pelat nomor yang sama dengan pelat nomor yang digunakan komplotan pelaku. Edward tak menyebut nomor pelat polisi tersebut. Dia hanya menyebut pelat berasal dari Jakarta (B). Namun, ketika pemiliknya diperiksa, kata Edward, ternyata tidak ada kaitan dengan peristiwa di Bekasi. Edward menjelaskan, mobil Avanza yang ditemukan berwarna biru dan tidak ada kaca pecah.

Adapun mobil yang digunakan kompoltan berwarna hitam dan kaca bagian depan dan samping pecah akibat tembakan. “Surat-suratnya lengkap. Jadi, hanya kami data saja pemiliknya. Dugaan kami, pelaku pakai nomor (polisi) palsu,” kata Edward, Kamis malam.

Seperti diberitakan, Aipda Sugiantoro, anggota Unit Ranmor Polres Kota Bekasi, tewas saat baku tembak dengan sekelompok orang di Jati Ranggon, Bekasi, Rabu (1/6 ) subuh.

Awalnya, Sugiantoro curiga ketika melihat mobil Avanza warna hitam terparkir di depan toko sembako Ongko Mulyo. Saat itu, Sugiantoro tengah patroli bersama rekannya, Brigadir Nuh Supriyatna, dengan menaiki sepeda motor. Ketika didekati Sugiantoro, tiba-tiba seorang pelaku menembakkan senjata laras panjang. Sugiantoro langsung tewas di lokasi setelah tertembak di bagian kepala. Diperkirakan ada lima orang di dalam mobil. Setelah itu, mobil langsung melaju ke arah Cibubur dengan kondisi kaca depan dan samping pecah. (net/jpnn)

Silikon Malinda Dee Harus Diangkat

JAKARTA- Kasus infeksi yang mendera payudara Malinda Dee harus segera diatasi. Jika tidak, infeksi bisa merembet dan merusak jaringan tubuh di sekitarnya. Jalan satu-satunya, dilakukan operasi untuk mengangkat silokon yang digunakan Malinda memperindah payudaranya.

Pemilik Ultimo Aesthetic & Dental Care dr Enrina Diah Sp BP mengatakan, sejatinya kasus infeksi di bagian tubuh yang diimplan jarang terjadi. Meskipun implan adalah upaya memasukkan benda asing ke dalam tubuh, jarang memunculkan gangguan, termasuk infeksi. Meskipun jarang, tapi Enrina mengaku tetap pernah mendengar kasus infeksi yang diakibatkan kerusakan jaringan tubuh di sekitar lokasi implan.(wan/jpnn)

Proses Laporan Andi Nurpati

JAKARTA- Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mendorong pihak kepolisian untuk segera menindaklanjuti laporan pemalsuan dokumen oleh Andi Nurpati. Sebab, pihak kepolisian terkesan mengabaikan laporan tersebut. Lebih dari setahun berlalu, sejak kasus tersebut dilaporkan MK, kepolisian belum juga memroses laporan tersebut.

“Kalau ada pelanggaran hukum, saya wajib lapor (ke polisi). Kewajiban hukum saya sudah selesai, sekarang biar diurus polisi. Polisi wajib menyeldiki, dan itu sudah dilakukan, jadi kita tunggu saja,” papar Mahfud ditemui dalam acara audiensi bersama Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, di kantor PP Muhammadiyah, kemarin (2/5).  Meski begitu, Mahfud mengakui, pada awalnya pihak kepolisian sempat mengabaikan laporan tersebut.  (ken/dyn/jpnn)

Kapok Gunakan Facebook

Jimly Asshidiqie

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshidiqie mengaku, dua Facebooknya di-hack orang. “Saya punya akun Facebook dua, tapi di-hack orang. Dipasang untuk jualan laptop,” tutur Jimly kepada wartawan, usai diskusi ‘Partai Politik Menggerogoti Uang Negara’ di Rumah Perubahan Jakarta, beberapa waktu lalu. Jimly pun melakukan upaya dengan melapor kepada Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri. Tapi sampai sekarang belum ada tindaklanjutnya. “Saya kapok nggak mau lagi pakai Facebook,” keluhnya.

Menurutnya, zaman sekarang adalah zaman kebebasan. Sehingga siapa saja bisa melakukan apa saja dalam sebuah jaringan sosial tersebut. “Memang zamannya sudah kaya gitu,” pungkasnya. (net/jpnn)