Home Blog Page 15183

Telan Lima Gram Cincin Emas

TEBING TINGGI- Dengan modus berpura-pura membeli emas, Supriadi alias Kampret (26), warga Simpang Obor, Desa Sukadamai, Kabupaten Serdang Bedagai, bersama pacarnya Sri Rahayu (28) digelandang petugas Mapolres Tebing Tinggi, Senin (30/5) sekira pukul 13.00 WIB. Pasalnya, keduanya kedapatan mencuri emas.

Menurut David (21), warga Jalan MT Haryono, Kota Tebing Tinggi, pemilik Toko Emas Sinar Bulan, ketika membuat laporan ke Polres Tebing Ringgi mengatakan, pelaku berpura-pura membeli cincin emas seberat 5 gram. Setelah cincin emas ditunjukan, mereka pun mulai melancarkan aksinya dengan menukar emas asli dengan barang tiruan yang sudah mereka siapkan.

Karena tidak jadi membeli, mereka langsung pergi dengan mambawa cincin emas tadi. Setelah diperiksa David, emas yang ditinggalkan pelaku, ternyata palsu. Mengetahu kejadiaan tersebut, David langsung mengejar kedua orang tadi. ketika ditanya, kedua pelaku tidak mengakui perbuatannya.

“Untung ada polisi yang melintas, jadi saya laporkan kejadian itu. Mereka pun di bawa ke Mapolres Tebing Tinggi,” ungkapnya.

Ketika diperiksa petugas, Supriadi mengelak dan membantah tuduhan pemilik toko emas itu. Setelah berulang kali ditanya, akhirnya tersangka mengaku telah menelan cincin emas tersebut.

“Saya butuh uang untuk menjalin hubungan dengan Sri, karena dia selalu meminta uang kepada saya, sedang aku tidak bekerja, terpaksa aku mencuri,” kata Supriadi.

Sementara Sri mengaku, mereka tidak sengaja berjumpa di toko emas tersebut. “Memang ku akui pacaran dengan dia, tapi untuk aksi mencuri, aku tidak melakukannya, kebetulan saja aku jumpa dia di toko itu,” elaknya.

Saat ini, kedua pelaku masih dimintai keterangannya di Mapolres Tebing Tinggi, sembari menunggu pelaku mengeluarkan cincin emas yang ditelannya. (mag-3)

Tewas Usai Ditelepon OTK

BINJAI- Penipuan dengan modus menyaru polisi menelan korban. Rukimin (69) warga Pasar VI, Desa Kuala Mencirim, Kecamatan Sei Bingai, Langkat diduga tewas usai menerima telepon dari seseorang mengaku oknum polisi, Senin (30/5).

Keterangan diperoleh wartawan koran ini menyebutkan, sebelum meninggal dunia, sekitar pukul 08.00 WIB, Rukimin mendapat telpon gelap dari seseorang mengaku oknum polisi dan memberitahukan kepada korban, kalau Suprianto (36) anaknya, tertangkap karena  kasus ganja.   Agar anaknya segera keluar, penelepon tadi meminta korban  mengisikan pulsa Rp100 ribu. Setelah itu, OTK tersebut langsung mematikan HP-nya.

Mendengar kabar itu, Rukimin  bingung dan panik.  Untuk mencari tahu kabar tersebut, dia mendatangi tetangganya yang juga oknum polisi.

Begitu sampai di rumah tetangganya, kebetulan oknum polisi tetangganya itu tidak berada dirumah. Dia pun bergegas memutar sepeda motornya kembai ke rumah.

Namun, begitu berangkat dari rumah oknum polisi tadi, dia keburu jatuh dari sepeda motornya dan langsung meningal dunia.

Suprianto (36) anak korban mengaku, dia sangat kaget mendengar berita tersebut. Saat kejadian dia sedang di ladang. “Saya kaget sekali bang, sebab saat itu saya berada di ladang,” ucapnya.(dan)

Pohon Nyaris Tumbang

081260402xxx

Kepada Yth Bapak Dinas Pertamanan Medan, saya mohon kiranya pohon yang hampir tumbang yang ada di Jalan Bunga Kenanga Pasar V, Kelurahan PB Selayang II, Kecamatan Medan Selayang. Saya khawatir kalau pohon itu runtuh mengakibatkan para kendaraan lewat bisa berbahaya bagi keselamatan jiwanya. Terima kasih Sumut Pos

Kami Teruskan

Terimakasih informasinya, kami teruskan laporan ini ke Dinas Pertamanan Kota Medan, karena instansi yang berwenang mengurusi taman dan pepohonan yang ada di Kota Medan hanya Dinas Pertamanan.
Selanjutnya, segera dikroscek untuk ditindak lanjuti. Bila laporannya benar, maka akan diambil tindakan agar tak membahayakan pengendara dan warga sekitar. Karena apapun fasilitas yang dibuat tak akan membahayakan warga.

Khairul Buhari
Plt Kabag Humas Pemko Medan

Buat Surat

Kami minta kepada warga untuk membuat surat tertulis ke kecamatan, selanjutnya kami di kecamatan akan langsung melaporkannya ke Dinas Pertamanan Kota Medan. Sesuai perda tanggung jawab pepohonan yang ada di Kota Medan ada di Dinas Pertamanan.

Halim Hasibuan
Camat Medan Selayang

Segera Ambil Tindakan

Pohon di Kota Medan masuk dalam fasilitas penghijauan, sesuai perda-nya Dinas Pertamanan yang berhak mengawasi pepohonan yang ada di sepanjang ruas jalan di Kota Medan.

Apabila ditemukan pohon nyaris tumbang dan bisa membahayakan pengendara serta warga sekitar, Dinas Pertamanan harus segera mungkin untuk membuat kebijakan menebang pohon serta menggantinya dengan pohon yang baru.

Seperti kejadian di beberapa ruas jalan di Kota Medan, cukup banyak pohon yang keropos pada akar dan pohonnya sudah menua, tapi tak segera ditindak lanjuti. Akibatnya pohon bisa tumbang. Untuk itulah, Dinas Pertamanan kami mintakan untuk tetap bekerja mengawasi pohon yang nyaris tumbang dan segera tebang pohon yang bisa sewaktu-waktu membahayakan pengendara.

Ahmad Arif
Ketua Fraksi PAN DPRD Medan

Honor PTT Belum Dibayar

081396032xxx

Pak Kepala Dinas Kesehatan Serdang Bedagai (Sergai) di tempat, apa penyebab sehingga gaji Bidan PTT di Sergai sampai saat ini belum cair juga? Sementara di daerah lain sudah cair?

Sudah Diusulkan
Terimakasih pertanyannya, kami sampaikan kepada pengirim SMS ini, bahwasannya seluruh gaji bidan PTT sudah diusulkan ke Pemerintah Pusat. Apabila sekarang ini belum dibayarkan, kemungkinan tersendat di Pemerintah Pusat.

Dra Indah Dwi Kumala
Kabag Humas Pemkab Serdang Bedagai

Siswa Panca Budi Belajar Sejarah di Kota Cina

MARELAN- Sebanyak 112 siswa-siswi Yayasan Perguruan (YP) Sekolah Mengenah Atas (SMA) Panca Budi Medan mengunjungi Museum Kota Cina di Kelurahan Terjun, Medan Marelan. Kunjungan itu dilakukan untuk memperkenalkan sejarah kota cina secara dekat kepada para siswa.

Demikian disampaikan seorang guru yang mendampingi para siswa, SMU Yayasan Perguruan Panca Budi, Jamaluddin, Senin (30/5). Dalam kunjungan itu, para siswa juga didampingi beberapa guru dan Sekretaris Pussis Unimed, Erond Damanik.

Jamaluddin mengatakan, untuk memperkenalkan sejarah Kota Cina merupakan keharusan bagi para siswa, khususnya yang ada di Kota Medan. Sebab, secara jarak sejarah Kota Cina sangat berkaitan dengan wilayah Kota Medan. “Kami hadir untuk mendekatkan diri pelajar terhadap arti pentingnya situs Kota Cina sebagai bagian dari sejarah Sumut. Selain itu memperkenalkan museum Situs Kota Cina kepada pelajar,” katanya.

Sekretaris Pussis Unimed, Erond Damanik menyambut  kunjungan tersebut dan  mendorong agar pelajar di Kota Medan mengunjungi museum Situs Kota Cina. Hal itu dilakukan agar sekolah lain  membawa siswanya ke Museum  Kota Cina
Dia menambahkan Kota Cina terdapat Museum situs (Site museum) yang dikembangkan Pussis-Unimed, berupa bangunan sederhana yang terbuat dari kayu kelapa, dinding tepas dan atap rumbia berukuran 12 x 10 meter. Adapun artefak yang dijadikan koleksi museum adalah temuan praktek ekskavasi  mahasiswa di Kota Cina maupun mengupayakan replika archa Siwa, Laksmi dan Budha yang dipesan khusus dari Trowulan.(mag-11)

Berantas Narkoba

085276985xxx

Kepada Yth Bapak Kapolsek Percut Sei Tuan, tolong diberantas transaksi narkoba di Jalan Pancing III,  Kecamatan Percut Sei Tuan yang diduga dilakukan oleh Fajar, Dedi Engkel, Juli dan Hendri alias Een yang sehari-hari memakai dan menjual narkoba jenis sabu-sabu. Aksi mereka sangat meresahkn warga sekitar, akibat  perbuatan mereka banyak warga yang resah karena anak-anaknya takut terjerumus. Selain dari menjual narkoba, mereka juga terlibat perampokan rumah, pencuri sepeda motor (ranmor) dan lainnya.  Tolong untuk bahan perhatian bapak Kapolsek, karena mereka sudah sangat meresahkan masyarakat. Terima kasih

Kami Berantas

Terimakasih informasinya, kami segera menindak lanjuti laporan ini, bila laporannya benar dalam seminggu ini kami segera menindak pelaku yang telah disebutkan. Sebab, kami komitmen memberantas narkoba yang ada di wilayah hukum kami.

Kompol Maringan Simanjuntak
Kapolsek Percut Sei Tuan

Mata Diserang Kanker, Balita Butuh Bantuan

LANGKAT- Di usia seumur jagung, Sinta Dewi (2), bungsu dari lima bersaudara hasil buah cinta Siteh dan Syamsiah, harus merasakan pedihnya diserang kanker ganas di mata kirinya sebesar telur ayam.
Sinta sudah 2 bulan lebih menderita kanker ganas di matanya. Hingga kini, bocah ingusan yang tinggal di Dusun Harapan, Desa Pematang Tengah, Kecamatan Tanjung Pura itu, di vonis mengalami penyakit kanker oelh RSU Tanjung Pura.

Karena ketiadaan biaya berobat, kedua orangtua korban mengurungkan niatnya untuk menyembuhkan penyakit yang diderita korban dan hanya merawat korban di rumah kontrakan tersebut.

Syamsiah (35), ibu kandung korban mengharapkan, adanya uluran tangan para dermawan yang bersedia membantu proses penyembuhan anaknya untuk menjalani oprasi. “Anak saya terserang kanker ganas dan kata dokter, itu harus dioperasi, tapi mana ada duit saya untuk bayar ongkos operasi sampai jutaan rupiah,” harap Syamsiah.(mag-1)
Sekretaris KPAID Langkat Reza Lubis, menjelaskan, pihaknya akan segera mengambil langkah serius untuk membantu bocah malang tersebut.(mag-1)

Polisi Nyabu Terancam Dipecat

BINJAI- Keterlibatan oknum polisi berinisial PS, yang bertugas di wilayah hukum Polres Binjai, dalam kasus sabu-sabu, masih menjalani pemeriksaan di Mapolresta Binjai, Senin (30/5).

Meski terus diperiksa, PS sudah ditahan di tahanan Sat Reskrim Polres Binjai dan sudah ditetapkan sebagai tersangka. Bahkan, jika terbukti terlibat atas kasus sabu-sabu, oknum polisi ini juga terancam dipecat.
Kapolres Binjai AKPB Dra Rina Sari Ginting, saat dikonfirmasi terkait kasus ini mengatakan, pihaknya terus melakukan pemeriksaan terhadap PS. “Sejauh ini masih dalam tahap penyidikan, dan terkait hukuman yang akan diberikan, kita tunggu saja putusan dari hakim,” ujar Rina.

Selain itu, Rina juga mengakui, kalau PS sudah ditetapkan sebagai tersangka dan jika dia (PS, Red) dikenakan hukuman selama 3 bulan, tidak tertutup kemungkinan akan dipecat. “Kita ikuti terlebih dahulu prosesnya, kalau nanti mendapat hukuman tiga bulan ke atas, tidak tertutup kemungkinan akan dipecat,” ungkapnya.(dan)

Kades dan Kepling Lima Bulan tak Gajian

KARO- Tidak menerima honor (gaji, Red) selama lima bulan, terhitung Januari 2011, puluhan perwakilan kepala desa (Kades) dan kepala lingkungan (Kepling) di Kabupaten Karo mendatangi DPRD Karo, Senin (30/5). Kedatangan puluhan kades dan kepling ini, menuntut Pemerintah Karo, untuk mengambil kebijakan terkait belum dibayarnya honor mereka.
Dalam keluhannya di depan Ketua dan Wakil Ketua DPRD Karo Siti Aminah Br Perangin angin dan Ferianta Purba, ujung tombak Pemerintahan Karo ini mengungkapkan, dengan tak kunjung cairnya honor mereka, sangat membebani mereka dalam melaksanakan tugas.

Karena tak kunjung cair, perangkat desa ini harus merogoh kocek sendiri untuk membiayai pembelian alat tulis kantor (ATK). Walau tidak begitu besar, namun honor sebagai kades Rp650 ribu per bulan dan kepling Rp150 ribu per bulan, amat sangat membantu pekerjaan mereka selaku pamong di masyarakat.

“Saat ini kami dihadapkan pada praktik antara hak dan kewajiban. Apa yang menjadi tugas sudah dijalankan. Namun mengapa honor yang semestinya kami terima tertahan oleh kebijakan yang tidak jelas rimbanya,” terang Kepling Kota Kabanjahe, Gelora Tarigan.

Ketua DPRD Karo Siti Aminah dan Wakil DPRD Ferianta Purba menjelaskan, kalau anggaran yang diperuntukkan bagi honor kades dan kepling telah direalisasikan pihaknya, namun entah mengapa belum ada jawaban dari Bupati Karo.
“Realisasi itu sudah berlangsung sebulan lalu yang termaktub dalam dana penambahan yang disyahkan pada rapat Paripurna dan Bamus (badan musyawarah) sebulan lalu. Mengapa belum di cairkan, itu kebijakan Pemkab Karo,” kata Wakil rakyat ini.

Siti Aminah berjanji, dalam wak tu dekat, masalah ini akan ditindaklanjuti dengan memanggil pihak ekskutif dan para Kades, untuk memperjelas duduk persoalannya.(wan)

Meraba-raba Peta Medan

Peserta SNMPTN 2011 Kesulitan Cari Lokasi Ujian

Hari ini hingga besok, Rabu (1/6), sekitar 49.794 peserta Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) di Medan akan mengikuti ujian tertulis. Sayangnya, momen akbar tersebut memunculkan sedikit masalah. Ya, apalagi kalau bukan sulitnya mencari lokasi ujian.

Jumlah 49.794 peserta tersebut merupakan calon mahasiswa lulusan SMA/MA/SMK tahun 2009, 2010 dan 2011. Jumlah ini tak lagi masuk dalam kategori sedikit. Tak pelak, dengan adanya pelaksanaan SNMPTN 2011, Medan selama dua hari ini akan semakin padat. Pasalnya, peserta ujian tak hanya berasal dari Medan dan sekitarnya.
Nah, berbagai permasalahan akan timbul seiring pelaksanaan ujian yang menentukan nasib sebagian lulusan SMA Sederajat yang berasal dari luar daerah untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Yang pertama, masalah tempat tinggal sementara mereka. Yang kedua tentunya sebagai warga yang bukan berdomisili di Medan, mereka masih harus meraba-raba peta Medan. Seperti untuk lokasi tempat tinggal, angkutan umum hingga mencari lokasi ujian yang sangat menentukan nasib mereka selanjutnya itu.

Seorang peserta SNMPTN 2011 yang mendaftarkan diri di Panlok USU Yunika menjelaskan, dia telah berada di Medan selama tiga hari. Ia bersama dua orang temannya mencari kost di sekitaran Jalan Sisingamangaraja Medan. “Kami mencari yang dekat dengan stasiun bis saja. Karena kami tahu yang dekat dengan lokasi ujian atau daerah USU pastinya sudah penuh dan sulit mencarinya yang muat untuk kami bertiga,” ujar alumni SMA Negeri 1 Rantau Parapat ini bersama dua orang temannya, Elvi dan Heni, Senin (30/5).

Yunika yang memilih Jurusan Kedokteran di Unja Jambi dan Keperawatan USU, mengaku untuk mencari kost tesebut, mereka harus mutar-mutar dan tanya sana-sini daerah mana yang banyak menyediakan kost. “Dan setelah berembuk bertiga, akhirnya kami memutuskan untuk ngekost di daerah Jalan Sisingamangaraja Medan. Pasalnya, saat itu kami juga sudah letih, hasil berkeliling mencari kost-kostan yang kosong,” jelasnya.

Ketiga mahasiswa lulusan SMA Negeri 1 Rantau Parapat ini memang memilih jurusan yang berada di luar provinsi sebagai pilihan pertama. Tapi mereka tetap memilih jurusan yang ada di USU dan Unimed sebegai pilihan alternatifnya. “Ya kalau tak lulus di luar provinsi yang di USU atau Unimed juga bolehlah. Saya memilih jurusan di luar provinsi karena saya rasa di sana lebih bermutu dan lebih murah,” kata Yunika.

Sedangkan Elvi dan Heni untuk pilihan pertama memilih Kehutanan USU dan Kesehatan Masyarakat Unsri Palembang. Untuk pilihan kedua di Biologi Unimed dan Fisika Unimed.

Lebih lanjut Yunika menceritakan, dalam mencari lokasi ujian yang berada di Fakultas Ekonomi (FE) USU, mereka juga mengalami sedikit hambatan. “USU ini fakultasnya saja sudah besar sekali, jadi sulit mencari ruang ujiannya. Karena itu, kami meminta bantuan abang alumni kami yang merupakan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) USU. FE dan FISIP kan bersebelahan, jadi dia pasti tahu,” ujarnya.

Dan setelah menemukan lokasi ujian, mereka memperkirakan, untuk sampai tepat waktu, mereka harus berangkat dari kost sekira pukul 06.00 WIB. “Kalau lewat pukul 06.00 WIB, kayaknya kami bisa terlambat. Dan katanya, sering terjadi kemacetan juga di daerah Asrama Haji Jalan AH Nasution Medan,” tutur Yunika.

Sementara itu, Ribka, Alumni SMA Negeri 1 Lintongnihuta Dolok Sanggul menceritakan, ia berada di Medan sejak sebulan lalu. “Saya sekalian mengikuti intensif di bimbingan belajar Okta Science. Saya juga ditemani abang selama sebulan ini, jadi untuk mencari kost tak terlalu sulit. Kami kost di daerah Pringgan,” katanya.

Dalam mencari lokasi ujian pun, Ribka tetap ditemani abangnya. “Walau sudah sebulan di Medan, saya tetap minta bantuan kepada abang untuk menemani saya mencari lokasi ujian. Dan sekarang sudah ketemu,” jelasnya sambil menjelaskan, mereka sudah berada di lokasi ujian untuk meninjau pada pukul 09.00 WIB (30/5).

Walau begitu, sambungnya, ia akan datang ke lokasi ujian sebelum pukul 07.00 WIB. “Karena itu sudah instruksi dari panitia. Kata mereka untuk menghindari keterlambatan melaksanakan ujian,” jelasnya.

Sementara itu, materi yang akan diujikan pada hari pertama seleksi SNMPTN 2011 jalur ujian tertulis ini terdiri dari Tes Potensi Akademik (TPA) dan Tes Bidang Studi Dasar (Matematika Dasar, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris). Sedangkan pada hari kedua, materi yang diujikan terdiri dari Tes Bidang Studi IPA (Matematika, Biologi, Kimai dan Fisika) untuk kelompok IPA dan Tes Bidang Studi IPS (Sosiologi, Sejarah, Geografi dan Ekonomi) untuk kelompok IPS. (saz)