Home Blog Page 15272

Briptu Norman Gandeng Pacar Baru

GORONTALO- Anggota Sat Brimob Gorontalo Briptu Norman Kamaru yang terkenal karena lagu Chaiya-chaiya ternyata menjadi rebutan para wanita. Setelah hubungannya berakhir dengan Indri, kini Briptu Norman menjalin hubungan dengan salah seorang siswa di salah satu sekolah yang ada di Kota Gorontalo, Vheby Makawimbang (19).

Informasi yang berhasil dirangkum Gorontalo Post (grup Sumut Pos), keduanya ternyata sudah merajut kasih sekitar dua bulan terakhir ini. Artinya, ketika menjalin hubungan dengan Indri, Norman tengah menjalin hubungan dengan Vheby. Tak hanya itu saja, kemesraan Briptu Norman dengan Vheby kini sudah beredar luas di facebook.

Ketika wartawan koran ini ingin bertemu Vheby dirumahnya, ternyata Vheby tak berada di rumah. Beruntung kakak Vheby, Wella Makawimbang  mau diwawancarai wartawan koran ini terkait dengan hubungan Briptu Norman dengan adiknya tersebut.

Ketika diwawancarai, Wella menjelaskan, bahwa adiknya telah berhubungan dengan Briptu Norman sejak dua bulan yang lalu. Akan tetapi, hingga saat ini tidak ada kejelasan dari hubungan tersebut. Ini dikarenakan, belum ada kepastian atau ketegasan dari Briptu Norman sendiri terkait bubarnya hubungan ia dengan Indri. Oleh karena itu, pihak keluarga meminta kejelasan hubungan tersebut. (kif/jpnn)

Pembelian Pesawat MA 60 Langgar UU

JAKARTA- Komisi XI DPR RI menilai pembelian pesawat MA 60 dari Tiongkok telah melanggar Undang-Undang. Pasalnya, Merpati Nusantara Airlines (MNA) dan pemerintah telah meneken perjanjian sebelum mendapat persetujuan dari Badan Anggaran DPR.

“Ini sudah melanggar Undang-Undang, karena Merpati dan pemerintah lebih dahulu bertindak sebelum disetujui,” ujar Wakil Ketua Komisi XI Harry Azhar Azis usai rapat dengar pendapat dengan Kementerian Keuangan, PT MNA, Bappenas, PT Perusahaan Pengelola Aset, Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, dan Kementerian BUMN kemarin.

Menurut kronologisnya, Kementerian Keuangan dan PT MNA telah menandatangani SLA (subsidiary loan agreement) pengadaan MA-60 pada 11 Juni 2010. Saat itu, Badan Anggaran belum memberikan persetujuan. “Badan Anggaran baru memberikan persetujuan pada 30 Agustus 2010 setelah melewati pembahasan pada 18-23 Agustus 2010 oleh Panitia Kerja SLA,” tegasnya.

Direktur Jenderal Perbendaharaan Negara Kementerian Keuangan, Agus Supriyanto mengakui bahwa Kementerian Keuangan dan Merpati telah meneken perjanjian penerusan pinjaman dalam bentuk SLA dari EXIM Bank of China pada 11 Juni 2010. “Tapi, itu belum efektif. Baru efektif setelah ada persetujuan Banggar pada 30 Agustus 2010,” tuturnya.

Sekjen Kementerian Keuangan Mulia P Nasution berdalih, dana SLA dari Exim Bank of China, tidak diterima langsung oleh pemerintah. Dana sebesar 1,8 miliar renminbi itu ditransfer langsung ke rekening Xian Aircraft menggunakan withdrawn application. “Dengan aplikasi itu, pada neraca kita akan tercantum penerimaan pinjaman sekaligus penerusan pinjaman. Jadi dana tercatat in dan out,” tegasnya.

Direktur Utama PT Merpati Nusantara Airlines membeberkan kronologi pengadaan pesawat jenis MA-60 itu. Menurut dia, pengadaan pesawat MA 60 itu berawal dari adanya kebutuhan. “Ketika itu, banyak bupati di daerah yang ingin dilayani dengan penerbangan Merpati. Jadi kita lantas mencari pesawat yang cocok buat ke daerah-daerah,” cetusnya. Lantaran belum ada Keputusan Menteri Nomor 6 Tahun 2006 , Merpati lalu memutuskan melaporkan kebutuhan itu kepada Kementerian Perhubungan.

Bak gayung bersambut, ada tawaran dari Xian Air Craft selaku produsen MA-60. Kemudian, terjadi pembicaraan di antara keduanya di Point Comission Meeting Indonesia-China pada 29 Agustus 2005.
Sardjono mengatakan, Xian Aircraft Company selaku produsen mempersyaratkan adanya persetujuan dari pemerintah sebagai kuasa pemegang saham, skema finansial, dan penandatanganan kedua belah pihak. “Karena mendesak dan belum mendapat skema finansial, kami memutuskan lease (sewa) dengan kondisi kalau skema finansial ditemukan, uang lease dikembalikan,” terangnya.

Dia menegaskan, sebelum memutuskan mengambil MA-60 sebagai pilihan, Merpati telah menyeleksi produsen pesawat lainnya, termasuk sempat menerima tawaran dari PT Dirgantara Indonesia. Tapi akhirnya, Merpati tidak jadi mengambil pesawat dalam negeri karena ketika itu produksi CN-250 dihentikan. “Kita kembali seleksi pesawat-pesawat dari luar,” ungkapnya.

Akhirnya, maskapai pelat merah itu mempertimbangkan untuk menyeleksi beberapa jenis pesawat dengan spesifikasi yang dibutuhkan untuk penerbangan ke daerah-daerah, antara lain ATR 72, Dash 8 Q 400 tipe propeler dari Bombardier Aerospace. “Mereka semua mahal, bisa USD 19-20 juta per unit. Makanya, pilihan pada MA-60 (harganya disebutkan USD 11,2 juta per unit-red),” kata Sardjono.

Selanjutnya, Merpati memutuskan menyewa dua unit MA-60 pada 2007 dengan menggunakan dana hasil usaha sebagai security deposit. Sardjono mengatakan, penyertaan modal negara sebesar Rp 75 miliar dan Rp 450 miliar yang dianggarkan dalam APBN 2005 sama sekali tidak digunakan untuk pembiayaan sewa dua pesawat itu. “Kita tidak pakai dana itu,” tuturnya.

Sementara itu, mantan Presiden BJ Habibie mengaku tidak tahu pasti kualitas pesawat MA-60 yang belum lama ini memakan korban jiwa. Namun, jika benar pesawat yang dibeli PT Merpati itu tidak memenuhi standar FAA, dirinya menilai hal itu seharusnya tidak terjadi.

Menurut dia, jika bicara pesawat, pemerintah atau maskapai manapun harus melihat sejarah panjang terbentuknya FAA. “Kita harus melihat sejarah industri penerbangan. Jika bicara yang terbesar dan tertua, itu adalah Amerika Serikat,” kata Habibie.

Mantan Menteri Riset dan Teknologi itu menyatakan, Amerika sudah hampir satu abad mengembangkan industri pesawat. Hampir 100 tahun lalu, setiap pabrik pesawat di Amerika menggaransi kualitas pesawat mereka masing-masing. “Namun, kecelakaan tentu terjadi, banyak pengalaman-pengalaman yang membuat mereka susah,” kata dia.(bay/jpnn)

Warga Tionghoa Was-was

MEDAN- Perampokan Bank CIMB Niaga Jalan AR Hakim munculkan perasaan was-was bagi kalangan etnis tionghoa. Hal itu terungkap dalam sidang lanjutan perkara perampokan Bank CIMB Niaga dengan terdakwa Pamriyanto di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (12/5).

Camat Medan Tembung, Hendra yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengatakan, warganya merasa was-was pasca perampokan yang menewaskan Briptu Immanuel Simanjuntak, 18 Agustus 2010 lalu, khususnya bagi kalangan tionghoa.

Keterangan itu diperolehnya dari laporan kepala lingkungan (kepling) di wilayahnya. “Saya dapat informasi dari beberapa kepling, bahwa masyarakat, khususnya orang tionghoa merasa was-was pasca permpokan itu,” ungkap Hendra menjawab pertanyaan JPU, Fitri Sumantri.

Dihadapan majelis hakim diketuai Sugianto SH, Hendra mengatakan mengetahui ada perampokan di wilayahnya setelah laporan sekretaris camat dan pemberitahuan pihak kepolisian. Sedangkan dia mengaku kalau ke lokasi perampokan sehari setelah peristiwa.

JPU mendakwa Pamriyanto dengan pasal 15 Jo pasal 6 Jo pasal 1 Undang-undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak PidanaTeroris.

Terdakwa diancam melakukan permufakatan jahat, percobaan, atau pembantuan untuk melakukan tindak pidana terorisme, dengan sengaja menggunakan kekerasan.

Penasehat Hukum Pamriyanto, Ahmad Jufri Harahap mempertanyakan apakah perasaan was-was itu berkepanjangan dan terjadi secara meluas.  (rud)

Giliran Kacab Bank Mega Jababeka Tersangka

JAKARTA- Kepolisian Daerah Metro Jaya menyebut Kepala Cabang Bank Mega Jababeka, Itman Harry Basuki telah ditingkatkan statusnya dalam kasus korupsi dana Pemerintah Kabupaten Batubara senilai Rp80 miliar.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Baharudin Djafar menyebut, Itman telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut. “Dia menjadi saksi dan tersangka dalam kasus itu,” kata Baharudin.

Namun, saat ditanya bagaimana duduk perkara kasus tersebut, Baharudin enggan menjelaskan lebih dalam. “Kasus itu sedang ditangani Kejaksaan Agung,” katanya.

Selain terlibat dalam kasus pembobolan dana Elnusa, Itman juga tersandung kasus pembobolan dana PT Elnusa senilai Rp111 miliar yang kini ditangani Polda Metro Jaya. Itman diduga berperan meloloskan proses pencairan dana deposito yang menyalahi prosedur serta melanggar prinsip kehati-hatian.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Noorachmat sebelumnya menjelaskan, jika pembobolan dana Pemkab Batu Bara itu tersendus sejak beberapa bulan lalu.

Penyidik Kejaksaan Agung telah menetapkan dua orang tersangka yakni Yos Rouke dan Fadil Kurniawan. Mereka yang masing-masing Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Aset serta Bendahara Umum Daerah 15 September 2010 hingga 11 April 2011 menyimpan dana dalam bentuk deposito Rp80 miliar di Bank Mega Jababeka.(net/jpnn)

Saya Tidak Pj Wali Kota Lagi

Eddy Syofian Mendaftar Calon Wali Kota Tebing Tinggi

TEBING TINGGI- Detik terakhir pendaftaran calon Wali Kota Tebing Tinggi, Eddy Syofian mendaftarkan diri sebagai calon wali kota menggantikan HM Syafri Chap yang sebelumnya pencalonan politisi Partai Golkar itu dibatalkan MK.
Eddy Syofian yang sebelumnya Pj Wali Kota Tebing Tinggi ini datang ke KPU Tebing Tinggi, Jalan Rumah Sakit Umum Kamis (12/5) sekira pukul 17.00 WIB bersama wakilnya Ir Hafas Fadillah. Berkas pencalonan Eddy Syofian- Hafas Fadillah ini, diterima Ketua KPU, Wal Ashri didampingi Anggota KPU Tebing Tinggi Drs Salamon Ginting. Pencalonan Eddy Syofian- Hafas Fadillah yang akan mengikuti pemilihan ulang 28 Juni 2011 mendatang ini diusung Partai Golkar dan Partai Patriot.

Berkas-berkas kelengkapan sebagai syarat pengajuan nama calon pengganti langsung dihantarkan Partai Golkar diwakili Mahyan Zuhri sebagai Wakil Ketua Golkar dan Ketua Partai Patriot, Hendra Gunawan.
Ketua KPUD Tebing Tinggi, Wal Ashri menyatakan berkas-berkas pengajuan nama pengganti calon diterima dan langsung diperiksa oleh anggota KPUD. Untuk keputusannya, KPUD akan memeriksa berkas secara terperinci secara persyaratannya.

“Berikan kami waktu selama empat hari untuk memeriksa kelengkapan berkas nama calon yang diajukan Partai Golkar dan Partai Patriot ini,”  katanya. Namun diakui oleh Wal Ashri, apabila berkas tidak memenuhi syarat maka calon yang diusung akan gagal. “Kita akan umumkan sampai 17 Mei 2011, kami akan memverifikasi berkas tersebut,” kata Wal Ashri.

Eddy Syofian yang didampingi Ir Hafas Fadillah terlihat santai saat mendaftar di Kantor KPUD Tebing Tinggi. Semua persyaratan menurut Eddy Syofian sudah lengkap, sampai izin dari Mendagri sudah didapatkannya.
“Saya sudah mendapat izin dari Mendagri, masalah jabatan saya sebagai Pj Wali Kota Tebing Tinggi sudah tidak saya jabat lagi,” ungkapnya.

Lanjut Eddy Syofian mengaku  setiap pejabat kepala daerah apabila mencalonkan diri  menjadi wali kota, maka harus bersedia mengundurkan diri dari jabatannya. “Tanggal 10 Mei 2011 lalu, Mendagri telah mengeluarkan surat pemberhentian saya sebagai Pj Wali Kota Tebing Tinggi,” ucapnya. (mag-3)

Syahrul Pakai Sabu Karena Depresi

MEDAN- Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) terus melakukan penyelidikan terhadap Syahrul Akhir Hasibuan (26),  tersangka satu ons sabu-sabu yang ditangkap di Binjai.

Kasus yang sebelumnya ditangani Detasemen A Brigade Mobil (Brimob) Binjai, Jalan Soekarno-Hatta, Kecamatan Binjai Timur itu dilimpahkan ke Dit Reskrimsus Narkoba Poldasu.

“Kasus tersebut dilimpahkan dari Brimob Detasemen A Binjai, kita masih melakukan pemeriksaan dan masih melakukan pengembangan,” ujar Dir Narkoba Poldasu, Kombes Pol Anjar Dewantoro melalui Kasat II Narkoba Poldasu, AKBP Suhadi, Kamis (12/5) siang.

Saat disinggung adanya keterlibatan Hakim Tinggi Binjai, Leba saat penggerebekan di rumahnya, Suhadi belum mau berkomentar. “Besok saja langsung sama Dir Narkoba, karena beliau sedang keluar kota, “ ucap Suhadi mengakhiri.
Dari Binjai, orangtua Syahrul Akhir Hasibuan, P Hasibuan mengaku anaknya terlibat sabu-sabu karena depresi.
“Anak saya ini sifatnya sebenarnya bagus, tapi karena ia ditinggalkan ibunya, akhirnya ia depresi dan tingkah lakunya terus berubah. Saya yakin, sabu itu bukan miliknya tetapi milik temannya,”ujar P Hasibuan.

Lebih jauh diterangkan P Hasibuan, Syahrul mulai berubah sekitar dua bulan yang lalu, pasca Rosmaini Nasution, ibunya meninggal dunia. “Syahrul ini anak ketiga dari empat bersaudara, dan dari anak-anak saya yang ada, hanya Syahrul inilah yang memiliki kasih sayang lebih kepada ibunya. Makanya, setelah ibunya meningal, ia langsung berubah dan bertingkah seperti ini,” terang P Hasibuan, seraya menambahkan, setelah ibunya meninggal dunia, selama satu pekan ia terus berada di pemakaman ibunya.

Selain P Hasibuan, dua orang kakanya dan satu orang adiknya juga menerangkan bahwa, Syahrul ini hanya menjadi korban bandar sabu yang berada di sekitar tempat tinggal mereka. “Kami geram kali liat bandarnya ini, kalau jumpa rasanya pingin kali aku meludahinya,”kata salah seorang kakak Syahrul dengan mata berkaca-kaca.

Tak sampai di situ, keluarga Syahrul ini juga mengungkapkan, bahwa mereka sering melihat tamu bandar itu seperti aparat hukum. “Siapa yang tak kenal dengan bandar itu, sebutkan saja namanya warga di sini sudah tahu semua. Tapi anehnya, warga sering melihat tamu bandar itu seperti aparat. Apa memang ada aparat yang bermain dengannya, maka bandar ini bisa bebas berkeliaran,”ujar keluarga Syahrul dengan nada bertanya.

Untuk itu, keluarga Syahrul meminta aparat hukum menangkap siapa saja yang terlibat, jangan sampai ada pilih kasih atas kejadian ini. Sementara itu, Syahrul yang sebelumnya pernah bekerja di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Binjai, sudah dikirim ke Poldasu, guna pengembangan lebih lanjut.

Secara terpisah, Kasat Narkoba Polres Binjai, AKP Achiruddin, kepada wartawan koran ini mengaku, tidak mengetahui penangkapan yang dilakukan Detasemen A Brimob tersebut. ‘Saya tidak tahu, sebab Detasemen A Brimob belum ada berkoordinasi,” ujar Achiruddin. (adl/dan)

Rapel Guru Rp175 Juta Raib

TAPUT- Uang rapel guru SD Kecataman Pahae Julu senilai Rp175.454.700 yang baru diambil dari Bank Sumut, Tarutung dan diletakkan di belakang jok mobil Pick Up L300 raib digasak maling, Kamis (12/5) sekitar pukul 13.30 WIB.

Peristiwa tersebut terjadi ketika mobil diparkirkan Kepala UPT Pendidikan Pahae Julu M Panggabean ditemani bendahara UPT Surahman Harianja di Jalan Gerhad Tobing Tarutung  untuk makan siang di salah satu warung di sekitar tempat kejadian.

Informasi dihimpun METRO TAPANULI (grup Sumut Pos), sebelumnya M Panggabean dan Surahman Harianja mengambil uang dari Bank Sumut di Jalan Sipoholon sekitar 12.00 WIB yang rencananya akan dibagikan kepada guru SD.

Uang yang jumlahnya cukup besar ini ditaruh dalam kantongan plastik warna hitam. Sebelum kejadian, uang tersebut diletakkan di belakang jok. Kemudian keduanya singgah di rumah makan Suka Ria untuk makan siang dan memarkirkan mobil di depan rumah makan tersebut. Setelah sekitar 20 menit, mereka keluar dari rumah makan.
Surahman bergegas ke arah mobil. Ketika hendak membuka pintu mobil, kunci yang dipegang Surahman tidak bisa masuk. Dan pintu mobil dibuka dengan mudah. Keduanya pun langsung memeriksa uang yang disimpan di belakang jok mobil, namun uang tersebut telah hilang. Keduanya pun langsung melaporkan kejadian ini ke Polres Taput.
“Kami laporkan ke Polres sekitar pukul 14.00 WIB. Uang itu adalah untuk pembayaran kenaikan gaji pokok pegawai 10 persen. Sampai saat ini saya masih bingung atas kejadian ini,” ujar Surahman di lokasi kejadian.

Kaurbin Ops Polres Taput, Iptu Henry Tambunan di lokasi kejadian mengatakan, polisi akan memeriksa sejumlah saksi termasuk keduanya. Dari beberapa laporan yang diterima polisi, seseorang yang mengendarai sepeda motor Suzuki Thunder hitam, berpostur tinggi, memakai topi hitam serta mengenakan celana jeans warna hitam terlihat masuk ke dalam mobil tersebut.

“Ada anak kecil yang melihat seseorang dengan ciri ciri tersebut. Anak itu sedang bermain di depan rumahnya. Namun ada juga seseorang yang patut kita curigai yakni tukang parkir. Sebab saat mobil diparkir,  dia (tukang parkir, Red) masih mengatur posisi parkir mobil. Namun saat keduanya telah mengetahui kehilangan uang, tukang parkir tersebut tidak lagi bertugas,” ujar Henry.

Henry menambahkan, pihaknya akan terus memburu pelaku tersebut termasuk orang orang yang dicurigai. Sayangnya, warga sekitar tidak mengetahui kejadian tersebut. Untuk pengembangan penyelidikan, mobil beserta korban dibawa ke Polres Taput.(mag-02/smg)

Kontes Burung Berkicau di HUT Kota Binjai

BINJAI- Peringatan hari jadi Kota Binjai ke-139, Minggu (15/5) tampaknya bakal meriah. Hal ini nantinya ditandai dengan Pameran dan Kontes Burung Berkicau tingkat Nasional memperebutkan piala Wali Kota Binjai.
Bahkan, event ini rencananya akan dibuka langsung mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso, selaku dewan pembina komunitas  pecinta burung berkicau nasional.

“Misi yang kita bawa dalam kegiatan ini adalah membangkitkan minat masyarakat dalam penangkaran burung. Dengan harapan menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat,” ujar Drs Amir Hamzah, Koordinator Seksi Pameran dan Kontes Burung Berkicau, Kamis (12/5).

Amir Hamzah yang juga Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Binjai ini menjelaskan, pameran dan kontes burung berkicau  ini, tak luput dari kerjasama dengan Komunitas Pecinta  Burung Berkicau Kota Binjai.
Untuk itu, Amir Hamzah berharap acara ini dapat membangkitkan dunia pariwisata dan perhotelan di Kota Binjai. Termasuk bisnis pembuatan cenderamata untuk para tamu yang datang dari berbagai penjuru.

“Kami juga sudah berpikir bagaimana caranya agar ini menjadi agenda rutin, tidak saja pada momen memperingati hari jadi, tetapi juga pada momen lain,” ucapnya.

Amir Hamzah menjelaskan, dalam pameran dan kontes yang akan berlangsung di lapangan merdeka Binjai itu, akan diikuti komunitas pencinta burung berkicau dari tujuh provinsi.

Pemenang berhak memboyong Piala Wali Kota Binjai. Pemenang  haruslah memperoleh angka tertinggi dalam penilaian Kontes Burung Berkicau tanpa teriak.

Kriteria penilaian, kata Amir, meliputi irama dan lagu sebagai penilaian utama. Maksudnya, bunyi yang dikeluarkan burung  harus memiliki alunan nada dengan tempo ketukan teratur dan serasi. Kedua, volume dan suara yang  menitikberatkan pada kualitas suara burung yang mengandung kemerduan dan kualitas volume.
“Kualitas yang baik adalah suara burung yang empuk atau medium, tidak cempreng, suaranya bersih tidak parau dan bersuara lenting atau lantang,” terang Amir.

Sedangkan  yang ketiga sambungnya, penilaian fisik dengan melihat apakah burung cacat atau tidak, dan bagaimana warna bulunya apakah sempurna atau kusam. Selanjutnya, penilaian  bagaimana gaya burung  berbunyi di atas tengkringannya serta bagaimana penampilannya sewaktu berkicau.(dan)

Frustasi, Tewas Gantung Diri

BOSAR MALIGAS- Diduga karena frustasi, Arif Ilham Suganda (20), warga Huta I Nagori Adil Makmur, Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun, ditemukan tewas gantung diri di rumah kosong yang bersampingan dengan kediamannya, Rabu (11/5) sekira pukul 19.00 WIB.

Informasi yang berhasil dihimpun, kejadian itu pertama sekali dilihat Dedi (28), pemuda yang mengontrak rumah kosong itu. Begitu masuk kedalam rumah itu untuk beristirahat, Dedy dikejutkan jasad Arif yang sudah terbujur kaku dalam posisi tergantung di dalam kamar rumah kosong tersebut. Melihat itu, Dedi menjerit dan memberitahukan kejadian kepada orangtua Arif, yang kemudian mengundang kerumunan warga lain.

Mengetahui kejadian itu, aparat Mapolsek Bosar Maligas turun ke lokasi kejadian. Dari hasil penyelidikan bersama dengan petugas medis, korban ditemukan dalam keadaan tergantung dengan menggunakan tali nilon, dan lidah menjulur keluar, kemaluan mengeluarkan sperma, anus mengeluarkan kotoran dan bintik-bintik hitam di kaki.
Kapolsek Bosar Maligas AKP Bustami menyebutkan orangtua korban telah membuat pernyataan tidak akan menuntut di kemudian hari, karena tidak memberikan jasad korban diautopsi.  Kata dia, peristiwa itu murni gantung diri. (mag-01/smg)

Longsor, Truk Terbalik

SILOU KAHEAN- Longsor di ruas jalan Silou Dunia-Nagoridolok tepatnya simpang Sibakkudu Nagori Damakitang, Silou Kahean, Simalungun akhirnya makan korban.

Akibat mengelakkan longsor, sebuah truk Colt Diesel BK 9927 XN bermuatan buah kelapa sawit terbalik, Kamis (12/5) sekitar pukul 14.00 WIB.

Beruntung supir dan kernetnya selamat tanpa mengalami luka, hanya seorang penumpang mengalami luka terkena pecahan kaca.

Supir truk Suriyadi (31) warga Dusun IX Desa Payapinang, Kecamatan Tebing Tinggi Syahbandar Sergai menuturkan dia bersama kernetnya Andi Gunawan (21) warga dusun IX Desa Cempedak Lobang Sei Rampah dan seorang penumpang berangkat dari Blok X Silou Kahean menuju Kampung Keling Tebing Tinggi bermaksud menjual buah kelapa sawit yang barus selesai dipanen.

Sesampainya Di TKP, supir berusaha mengelakkan jalan yang  longsor, namun naas ban depan truk tergelincir sehingga terbalik ke sisi kanan jalan yang juga tergerus longsor.

“Aku mau mengelakkan longsoran jalan di sebelah kiri, namun ban depan kanan tergelincir ke lubang sebelah kanan sehingga truk kehilangan keseimbangan dan terbalik dengan ban menghadap keatas. Beruntung kami tidak mengalami luka meskipun kaca depan pecah dan kabin truk hancur,” katanya.(hp/smg)