Home Blog Page 15283

Pemerintah Tolak Hapus Subsidi

Diarahkan ke Pola Langsung

JAKARTA- Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan pemerintah masih akan mengalokasikan subsidi energi. Namun, polanya akan diarahkan ke subsidi langsung.

Dengan mekanisme itu, pola subsidi harga yang selama ini dianut bisa direstrukturisasi agar bisa dinikmati oleh kalangan masyarakat miskin yang lebih berhak.

“Subsidi tetap diberikan. Hanya pola pemberian subsidi harus direstrukturisasi. Mungkin dari pola pemberian subsidi pada harga bisa saja (diubah) pada hanya pola pemberian subsidi harus direstruk. Mungkin dari pola pemberian subsidi pada harga bisa saja (diubah) pada subsidi langsung,” kata Hatta di kantornya kemarin.
Upaya pengalihan pola subsidi tersebut, menurut Hatta, tidak sama dengan penghapusan subsidi. “Jangan ada istilah penghapusan. Tidak ada penghapusan subsidi. Subsidi tetap diberikan oleh pemerintah, oleh bangsa ini pada rakyatnya yang membutuhkan,” kata Hatta.

Subsidi dengan pola langsung bisa diberikan dalam bentuk bantuan langsung ke masyarakat miskin. Subsidi langsung juga bisa diberikan terbatas kepada angkutan umum. “Sampai kapan subsidi energi tetap diberikan? Sampai masyarakat ini tidak membutuhkan subsidi lagi. Catat itu. Yang benar itu subsidi itu diatur, bukan dihapus,” katanya.
Hatta menyatakan, saat ini pemerintah tengah mengatur restrukturisasi subsidi tersebut dalam sebuah road map tersendiri.

Hatta mengatakan, hingga kini, pemerintah belum berencana menaikkan harga BBM bersubdisi, terutama premium.
Hatta mengatakan, meskipun harga minyak mentah meningkat, namun saat ini masih terkompensasi dengan apresiasi nilai tukar rupiah. “Ingat pengalaman 2010. Walaupun terjadi kenaikan tidak menaikkan subsidi dan tidak perlu menambah plafon karena rupiah menguat,” katanya.

Harga rata-rata minyak mentah Indonesia (ICP) di bulan April telah menyentuh level USD 123 per barel. Dalam APBN 2011, harga minyak mentah Indonesia diasumsikan USD 80 per barel, dengan kurs rupiah USD 9.250 per USD. Saat ini, kurs rupiah bergerak di kisaran Rp8.700-8.800 per USD. Dalam APBN, subsidi BBM dianggarkan Rp 99,5 triliun. Sebelumnya, Dirjen Migas Kementrian ESDM Evita Legowo mengungkapkan subsidi BBM akan dihapus secara keseluruhan pada 2014. Sebelumnya, Menkeu Agus Martowardojo juga mengatakan pemerintah berkeinginan menghapuskan premium yang saat ini harganya masih disubsidi. (sof/kim/jpnn)

Kemenkes Sosialisasikan RPP Tembakau

Demi Melindungi Kesehatan Masyarakat

JAKARTA – Belum juga disahkan, Rencana Peraturan Pemerintah (RPP) menuai protes terutama dari kelompok petani tembakau dan kalangan pengusaha rokok. Namun, Kemenkes berkeras tetap akan menyosialisasikan RPP tersebut terkait alasan menjaga kesehatan masyarakat.

Menurut Staf Khusus Menteri Kesehatan Bidang Politik Kebijakan Kesehatan Bambang Sulistomo, pemerintah memahami kekhawatiran ribuan petani tembakau di Indonesia. Namun, lanjut dia, Kemenkes tetap bertanggung jawab pada kondisi kesehatan masyarakat makin menurun akibat konsumsi rokok secara berlebihan.

“Kalau petani lagi panen harga turun, kita juga sedih, tapi tolong dimengerti tugas Menteri Kesehatan itu adalah untuk melindungi kesehatan masyarakat, karena kita punya kewajiban untuk “itu,” urai  Bambang dalam acara sosialisasi RPP Tembakau di gedung Kemenkes, kemarin (10/5).

Terkait pro dan kontra terhadap RPP Tembakau, Bambang menyatakan itu adalah hal yang biasa terjadi. Pemegang kebijakan dalam hal kesehatan memiliki perbedaan pandangan dengan lembaga yang mengatur perdagangan maupun petani tembakau.

Pihak-pihak yang mendukung pengesahan RPP tersebut tidak lain adalah kalangan akademisi yang peduli dengan kesehatan, seperti Lembaga Demografi UI (LDUI), Fakultas Kesehatan Masyarakat UI (FKM UI), Yayasan Jantung Indonesia “Hingga Lembaga Menanggulangi Masalah Merokok (LM3),” ujarnya.

Sementara pihak-pihak yang menolak RPP tersebut, antara lain, Gabungan Produsen Rokok Putih Indonesia (Gaprindo), Serikat Petani Tembakau Lereng Prau Kabupaten Kendal, sampai Kadin Jatim.

Dalam RPP Tembakau sebenarnya tidak dipaparkan adanya larangan merokok. Namun, sejumlah dim pasal disebutkan aturan-aturan yang cukup memberatkan produsen rokok. Diantaranya, larangan penayangan iklan rokok, kegiatan CSR, sponsor acara, larangan  penjualan rokok secara eceran, dan pada orang di bawah 18 tahun, serta wanita hamil.

Terkait larangan penayangan iklan, berdasarkan penjelaran RPP, masyarakat berhak mendapatkan informasi dan peringatan yang jelas dan benar atas dampak yang ditimbulkan akibat merokok. Meski lebih dari 90 persen masyarakat pernah membaca peringatan kesehatan di bungkus rokok, hampir separuhnya tidak percaya dan 26 persen tidak termotivasi berhenti merokok. Studi di berbagai negara membuktikan peringatan tertulis yang disertai gambar, lebih efektif daripada hanya berupa tulisan. (ken/jpnn)

Langgar Batas Waktu SBI Denda Rp100 Juta

Bank Indonesia (BI) menegaskan kebijakan batas waktu minimal kepemilikan (holding period) Sertifikat Bank Indonesia (SBI) selama 6 bulan akan diikuti dengan pengenaan sanksi bagi investor yang berani melepas produk tersebut di luar ketentuan yang ada.

BI berencana mengenakan sanksi denda sebesar 0,01 persen dari setiap nilai transaksi yang dilakukan sebelum batas waktu kepemilikan atau minimal Rp10 juta dan maksimal Rp100 juta. “Untuk mekanisme sanksinya, kami sudah mengatur dengan jelas,” ujar Analis Ekonomi Madya Senior Biro Pengembangan dan Pengaturan Moneter Direktorat Pengelolaan Moneter BI, Bistok Simbolon, di Kantor Pusat BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa, 10 Mei 2011.
Menurut Bistok, pengenaan sanksi akan diberikan satu hari setelah pemegang SBI melepas produknya tersebut di bawah batas waktu yang disyaratkan BI. Selanjutnya, SBI tersebut akan dinyatakan efektif terhitung sejak transaksi dilakukan hingga 6 bulan mendatang.  Bistok menjelaskan, BI harus mengeluarkan kebijakan holding period sebagai salah satu upaya pembalikan modal asing yang terjadi secara tiba-tiba (sudden reversal). Apalagi, dana asing yang masuk ke Indonesia selama ini tergolong investasi jangka pendek (hot money).

BI berharap kebijakan baru itu  akan membantu bank sentral mencegah munculnya gangguan stabilitas moneter. “Aturan ini berlaku untuk domestik dan asing atau disebut dengan macro-prudential dan bukan capital control,” katanya.   BI mencatat total outstanding SBI hingga awal pekan ini mencapai Rp233 triliun dengan pemegang dari investor asing mencapai 30 persen. Kebijakan holding period direncanakan efektif mulai 13 Mei 2011.  (net/jpnn)

Indonesia Kerjakan Empat Proyek ASEAN

Salah satu pembahasan penting dalam KTT ASEAN 2011 adalah kerjasama konektivitas antara negara. Sebanyak 12 proyek infrastruktur dicanangkan dalam program Brunei-Indonesia-Malaysia, East ASEAN Growth Area (BIM-EAGA).

“Konektivitas ini didalam (BIM-EAGA)  ada 12 proyek infrastruktur, dimana 4 proyek infrastruktur ada di Indonesia,” kata Menko Perekonomian, Hatta Rajasa Selasa (10/5).

Hatta menjelaskan empat proyek yang akan digarap oleh Indonesia yaitu pertama, pembangunan pembangkit Sumatera terhubungkan dengan Malaka. Kedua, pembangunan pembangkit 150 KV transmisi di Sanggau, Kalimantan Barat dan Sarawak. Ketiga, rehabilitasi jalan-jalan di perbatasan sepanjang lebih kurang 150 kilometer di Indonesia. Keempat, adalah jalan tol Bitung-Manado.

Proyek infrastruktur ini akan didanai oleh Asian Development Bank (ADB) dan negara-negara Asean, dengan nilai 1,2 miliar dolar AS. Sementara untuk proyek di Indonesia nilainya mendekati 400 juta dolar AS. “Proyek ini akan terus dipantau agar terealisasi,” kata Hatta.

Selain membahas infrastruktur dalam KTT Asean juga dibahas mengenai ketahanan pangan dan ketahanan energi. Nantinya Asean akan menjadi lumbung pangan tidak hanya bagi negara Asean tetapi juga untuk dunia.
Menteri Pertanian Suswono menambahkan pada bulan Oktober nanti negara ASEAN Plus Three sepakat untuk menyediakan cadangan beras sebesar 787 ribu ton beras. Indonesia, mendapat tanggung jawab sebesar 12 ribu ton.
Kesepakatan ASEAN Plus Three Emergency Rice Reserve (UPTERR) itu digunakan untuk menghadapi kondisi rawan pangan dan bila terjadi volatilitas harga akibat kenaikan harga pangan. Cadangan ini juga dapat dilakukan untuk operasi pasar, termasuk untuk kawasan ASEAN.

“Presiden berharap agar cadangan pangan ini ditingkatkan dan Indonesia siap menambah hingga 25 ribu ton,” kata Suswono. (net/jpnn)

1.325 Izin Importir Terdaftar Dicabut

Pemerintah mencabut sebanyak 1.325 izin Importir Terdaftar (IT) produk tertentu selama tahun 2010.
Direktur Impor Kementerian Perdagangan (Kemendag) Partogi Pangaribuan menjelaskan, sebagian besar izin yang dicabut adalah milik importir di sektor elektronika. Menurut Partogi, untuk produk elektronika buatan dalam negeri banyak mendapat ancaman dari negara-negara Asean dan Cina.

Sehingga, kata dia, untuk mengatasi serbuan impor itu, maka produsen di dalam negeri harus membuat produk yang berkualitas dan meningkatkan daya saing industri dalam negeri. Alasan-alasan pencabutan itu, kata dia, di antaranya adalah karena importir terkait tidak membuat laporan pada Kemendag.

Selain itu, lanjutnya, setelah pemerintah melakukan pengecekan pada pemilik izin impor, ternyata ada yang memiliki alamat dan izin impor dan kegiatannya tidak sama. “Kementerian Perdagangan juga melakukan kerja sama dengan bea cukai. Jadi, ketika ada kesalahan pada dokumen kepabeanan, izin impornya bisa dicabut,”kata Partogi di Jakarta, Selasa (10/5).

Selama 2010, Kemendag menerbitkan sebanyak 5.287 izin impor. Dengan pencabutan 1.325, maka kini hanya sisa 3.962 izin yang berlaku. Pada Januari-April 2011, izin impor yang diterbitkan sudah mencapai 1.719. (net/jpnn)

Produksi Beras Belum Sampai Separuh dari Target

Indonesia Siap Tambah Beras ASEAN

Indonesia siap menambah pasokan untuk lumbung pangan ASEAN dari semula hanya 12.000 ton menjadi 25.000 ton beras sehingga kawasan ini dapat meningkatkan kemampuan mengatasi kondisi darurat maupun gejolak harga pangan.

“Sudah disepakati volume cadangan pangan bersama itu sebesar 780 ribu ton dan Indonesia dapat 12.000 ton, tapi Presiden berharap bisa ditingkatkan dan Indonesia siap menambah hingga 25.000 ton,” kata Menteri Pertanian Suswono di Jakarta, Selasa. Mentan menyebutkan, lumbung pangan ASEAN itu ditujukan untuk mengatasi jika sewaktu-waktu terjadi kondisi darurat di anggota ASEAN atau untuk mengatasi jika terjadi gejolak harga pangan.
“Tren harga pangan kan naik, cadangan ini bisa digunakan untuk operasi pasar, jadi ketika harga naik bisa gunakan untuk operasi pasar untuk kawasan ASEAN,” jelas Suswono.

Ia menjelaskan, saat ini Indonesia adalah pengkonsumsi beras terbesar  di ASEAN. “ASEAN kan produksinya paling bagus, jadi kita akan kerja sama, dan diharapkan ada peningkatan investasi. Inilah yang disampaikan Presiden,” kata Suswono.

Mentan menyebutkan, saat ini pembahasan yang dilakukan baru di tingkat kepala negara dan diharapkan pada Oktober 2011 nanti ada pembicaraan tingkat yang lebih teknis.

“Dulu sudah mau ditanda tangan di Kamboja tapi Singapura minta ditunda karena menunggu persetujuan parlemen, sekarang mereka sudah siap,” katanya.

Dilanjutkannya, pemerintah menargetkan produksi beras pada tahun 2011 sebesar 70,6 juta ton gabah kering giling (GKG). Sampai bulan April 2011, diprediksi sudah ada panen sekitar 30 juta ton GKG. “Sampai April prediksinya sekitar 30 juta ton GKG lebih, mudah-mudahan target 70,6 ini bisa kita capai,” katanya.

Menurut Suswono, dipastikan ada panen raya untuk gabah kering karena pada musim kemarau pertama ini cuacanya cukup bagus untuk dapat melakukan panen raya. “Ada dong, ini musim kemarau 1 ini yang sekarang potensinya bagus dengan iklim yang bagus ini,” ujarnya.

Karena itu, tambah Suswono, dipastikan panen yang terjadi tidak berbarengan di seluruh wilayah Indonesia. Diperkirakan juga pada bulan Mei dan Juni masih akan ada panen. “Tidak ada semacam tanam serempak, jadi panen terus,” imbuhnya.

Lebih lanjut Suswono menjelaskan, panen yang tidak berbarengan ini membuat pasokan akan tetap terjaga dan membuat harga yang akan didapat petani juga tetap bagus. “Harga pasar di atas harga HPP sehingga petani menikmati harga cukup bagus karena panen tidak serentak,” pungkasnya. (net/jpnn)

Awas Cedera

MEDAN- PSMS segera melakoni laga babak delapan besar Divisi Utama Liga Indonesia. Jumat (13/5) ini PSAP lawan perdana yang mesti disingkirkan. Selanjutnya Persiba dan Mitra Kukar menanti untuk ditundukkan.

Tentu saja bukan perkara gampang. Bermodal 18 pemain dan harus tanding di kandang lawan tentu bukan hal menyenangkan. Hal rawan yang mesti dipikirkan adalah soal kemungkinan cedera pemain. Atmosfer babak delapan besar tentu lebih dahsyat dari partai reguler. Saling ngotot antar klub rentan membikin pemain cedera.

Soal cedera memang hal nomor satu yang harus diantisipasi. Masalahnya PSMS hanya punya 18 pemain yang bisa turun. Di dua lini, belakang dan depan PSMS bisa dibilang yang paling bermasalah. Di depan hanya ada tiga nama: Gaston Castano, Rinaldo dan Mahadi Rais. Yang biasa reguler diturunkan dari ketiganya hanya Gaston karena dua nama belakangan merupakan striker muda yang belum stabil penampilannya.

Di belakang tepatnya di posisi defender, PSMS hanya punya satu pelapis: Putra Habibi. Kalau Novi Hendriawan atau Vagner Luis cedera, maka hanya Putra yang bisa mengisi pos yang ditinggalkan. Di sisi wing back juga hanya ada satu pelapis: Nopianto. Kalau Rahmat atau Ari Yuganda cedera maka Nopi bisa diandalkan.
Sedangkan di lini tengah relatif aman. Ada tujuh pemain tengah yang dibawa ke markas Mitra Kukar. Namun dari ketujuh gelandang, yang berkarakter bertahan hanya Faisal Azmi. Selebihnya lebih bertipikal gelandang serang. Termasuk Almiro Valadares.

Nah itu baru dari ancaman cedera. Bagaimana kalau seandainya ada pemain yang terkena akumulasi kartu? Ehm, ini bakal jadi bencana besar karena keterbatasan amunisi tadi.

“Kalau lapangannya bagus mudah-mudahan momok cedera bisa diminimalisir,” kata Asisten Pelatih Edy Syahputra sebelum berangkat lalu. Benar. Namun kalau cedera akibat tekel keras tim lawan atau hal lain yang tak terduga, mau tak mau  harus ada perhatian serius. Belum lagi kondisi fisik pemain yang bakal kelelahan karena harus bermain setiap dua hari.

Yang jelas bakal ada pertaruhan oleh arsitek PSMS soal susun strategi. Tergelincir sedikit, peluang lolos ke semi final bakal makin sulit. Mudah-mudahan tim pelatih dan pemain sudah mengantongi kekuatan lawan. Video pertandingan antara Mitra  Kukar dan Persiba Bantul sudah diamati. Kalaupun tak sempat menyaksikan video rekaman itu, PSMS masih punya waktu mengamati bakal lawannya. Beruntung, karena PSMS bermain pertama kali kontra PSAP yang sudah pernah dihadapi sebelumnya. Pada laga perdana Grup B 13 Mei nanti, PSMS v PSAP mendapat jatah tanding pada pukul 20.00 WITA. Sementara laga Mitra Kukar v Persiba digelar sore harinya pada tanggal yang sama. “Sepertinya masih ada waktu untuk mengintip kekuatan lawan. Terutama Mitra Kukar dan Persiba,” kata Suharto. (ful)

Strategi Bali Devata Terbaca

Arsitek Bintang Medan, Michael Feictenbeiner mengaku sudah mengantongi kekuatan Bali Devata yang akan dilawan di Stadio Teladan Sabtu (14/5) nanti.

Ya Feichtenbeiner telah menyaksikan langsung pertandingan Bali Devata saat menjamu Cenderawasih Papua di Bali Sabtu (7/5) lalu. Penilaian langsung dia sampaikan terhadap tim besutan koleganya Willy Scheepers itu. “Bali Devata tim yang bagus tapi bukan tim yang sangat bagus. Tentu ada peluang untuk memenangkan laga atasnya,” ujarnya.

Penampilan cukup baik skuad besutannya di beberapa pertandingan lalu membuat Michael menilai, tidak ada pemain yang paling perlu diwaspadai pada klub sepak bola profesional satu-satunya di pulau Dewata itu. “Ada pemain mereka yang bagus dan berpengalaman.Yang terpenting, kami bisa fokus mempersiapkan tim kami sendiri,” sebutnya.
Menurut pelatih yang disebut-sebut sebagai salah satu rekrutan terbaik Liga Primer Indonesia (LPI) musim ini, peluang Soldier Kinantan untuk meraih kemenangan ketujuh cukup terbuka.

Tidak adanya pemain yang cedera membuatnya optimis Bintang Medan bisa meraih kemenangan dan mencapai target masuk papan atas klasemen di penghujung putaran pertama.  (ful)

Antisipasi Momok Bernomor Punggung 10

PSMS masuk grup maut. Tiga bakal lawan di Grup B memiliki materi yang bisa dibilang lebih baik dari Ayam Kinantan. Terutama di lini depan. Dan uniknya para striker tajam masing-masing bakal lawan PSMS bernomor punggung 10.

Di Persiba Bantul ada Fortune Udo, di PSAP ada Osas Saha dan di Mitra Kukar ada Franco Martin Hita. Ketiganya mengenakan nomor kostum 10.

Ketajaman lini depan lawan sudah sejak jauh hari diwanti-wanti. Yang paling menonjol adalah lini depan Persiba Bantul. Ada sosok Fortune Udo di sana yang kini bercokol jadi top skor sementara Divisi Utama dengan catatan 31 gol. Jumlah yang tak sedikit dari seorang striker impor asal Nigeria ini. Pemain yang sempat membela Arema itu memang tampil trengginas bersama Persiba musim ini. Rata-rata dua gol perlaga menjadi milik pemain kelahiran Lagos 2 Februari 1988 itu pada musim ini.

Kenapa Fortune hebat? Tentu tak lepas dari sokongan lini tengahnya. Sodoran bola dari tengah kepadanya adalah kartu as yang mesti diputus. Jika hal itu terjadi, maka marking ketat dan disiplin dari Vagner Luis cukup menghentikan langkah striker lincah ini. Tapi Vagner tak boleh sesumbar. Kerja keras dan disiplin harus jadi harga mati bagi Vagner untuk menjaga pergerakan Udo.

Nah, satu lagi kelemahan Udo adalah tempramennya. Akibat tempramental, Udo menjadi pengkoleksi kartu kuning cukup banyak musim ini. Kalau wasit bertindak jujur, maka peluang Udo mendapatkan kartu baik kuning dan merah terbuka.  Apabila Udo tak kunjung mendapat bola dan dikawal ketat, dipastikan dia akan emosi. Jika sedang emosi dan sedikit dipancing dengan cerdik, maka kartu akan berbuah kepadanya. Beranjak ke ulasan kepada Franco Hita. Striker Mitra Kukar ini juga terbilang tajam. Meski sudah berumur, 18 gol musim ini masih bisa dikumpulkannya. Ketajamannya didapat dari pengalamannya menggedor gawang lawan. Soal spirit bertanding, tentu sudah mulai kendur karena faktor usia tadi. Dikawal ketat oleh bek muda seperti Novi Hendriawan, kemungkinan Hita bakal terhenti.

Yang terakhir adalah runner top skor musim ini. Dia adalah mantan striker PSMS musim lalu. Ya, Osas Saha yang kini sudah berganti kostum PSAP. Pemain asal Nigeria ini sudah kumpulkan 29 gol. Mencetak 4-5 gol dalam satu laga biasa dilakoninya bersama PSAP musim ini. Entah apa penyebabnya sehingga mantan pemain PSDS itu bisa begitu tajam. Bandingkan ketika dia membela PSMS. Hanya empat gol semusim yang bisa dipersembahkannya untuk Ayam Kinantan.

Tentu untuk mematikan langkah Saha sudah tak lagi harus mencari-cari cara karena gaya mainnya sudah diketahui. Sprint kencang dan sontekan tajam menjadi ciri khas Saha didepan gawang. Namun jika pergerakannya sebelum masuk kotak penalti bisa dihentikan, maka Saha tidak akan terlalu bahaya.

Dan penyerang milik PSMS adalah Gaston Castano. Kekasih artis Julia Perez ini tidak mengenakan kostum nomor 10 seperti tiga striker bakal lawannya di atas. Gaston memilih nomor 32 karena nomor ini sama dengan nomor kostum idolanya: Carlos Tevez.

Musim ini Gaston terbilang tajam dibanding musim-musim sebelumnya di klub terdahulu. Sudah 13 gol dikemasnya. Bahkan Gaston sempat catat rekor dengan selalu mencetak gol di tujuh laga kandang.

Kelebihan Gaston adalah tendangan keras dari kaki kirinya. Bola mati juga bisa menjadi santapan terbaiknya. Sundulannya juga cukup baik karena pemain asal Argentina ini cukup tinggi melompat. Gaston juga cukup alot dijaga  dan punya kemampuan meloloskan diri dari kawalan lawan. Tiba-tiba Gaston bisa berada di posisi tepat untuk mencetak gol.

Namun kelemahannya juga mendasar. Pertama adalah kualitas kaki kanannya yang lemah. Di samping itu stamina juga jadi soal pemain 26 tahun itu. Terlepas dari hal itu, belakangan Gaston sedang dalam kondisi terbaiknya. Dua gol di laga pamungkas Grup I kemarin cukup membuktikan.
Lalu apa komentar pelatih? Suharto menegaskan bahwa peluang setiap kontestan di babak delapan besar ini masih sama. “Memang saya tahu para striker yang akan kita hadapi cukup tajam. Tapi yang main di lapangan berapa? 11 lawan 11 kan? Makanya semua masih berpeluang,” bebernya. (ful)

Tak Ngasi Rokok, Bonyok

MEDAN- Saklan (15), warga Jalan Letda Sujono ditemani orangtuanya mengadukan temannya Muhammad Dedi Syahputra (19), warga Jalan Letda Sujono, Percut Seituan, ke Mapolsekta Percut Seituan, Selasa (10/5) siang. Gara-garanya Saklan digebuki temannya itu karena tidak memberikan rokok.

Pengakuan Saklan kepada polisi, kejadian itu terjadi Senin (9/5). Muhammad Dedi Syahputra mendatanginya ketika dia duduk di depan gang rumahnya. Dedi minta rokok tapi tidak dikasihnya. “Tiba-tiba saja dia memukul saya,” tukasnya.
Ditambahkannya, Dedi Syahputra memukul wajahnya hingga bengkak dan luka. “Lalu saya pulang ke rumah dan memberitahukannya kepada orangtua saya. Setelah menunggu sampai pagi tadi (Selasa, 10/5) pagi tidak ada juga itikad baik untuk membawa berobat makanya saya mengadukannya, Pak. Wajah saya bengkak dan ada lukanya sedikit di dekat bibir saya ini,” tukas Saklan, kepada polisi.

Kapolsekta Percut Seituan, Kompol Maringan Simanjuntak SH mengaku, belum menerima laporan korban. “Laporannya belum ada kita terima. Jika memang benar laporannya, akan kita perintahkan anggota untuk memeriksa dan menyelidiki kasus ini,” ungkapnya.(jon)