Home Blog Page 15309

Khas Gurami Bakar

Warung Halimah Jalan Bima Sakti

Rumah makan yang berdiri tahun 2002 ini, awalnya didirikan Sukati orangtua Halimah. Rumah makan yang menjadi usaha keluarga ini, dulunya berada di kawasan Iskandar Muda tepatnya di Jalan Dewa Ruci. Belakangan tahun 2006, rumah makan itu pindah  ke Jalan Bima Sakti No 11 A Medan.

Warung  Halimah ini menjagokan aneka ikan bakar, diantaranya gurami bakar, bawal bakar, pare bakar, gembung bakar dan lele bakar. Seporsi ikan bakar dibanderol Rp8 ribu hingga Rp45 ribu.

Saat tim, Electra Publisher yang beranggotakan, Inda Fitrina, Sity Ardiyanti, Evo Dhiva dan Aritas Puica, berkunjung ke Warung Halimah, gurami bakar menjadi salah satu makanan favorit. Sebelum disajikan,  ikan gurami ini dicelupkan ke dalam bumbu rempah hasil racikan sendiri. Kemudian dibakar hingga setengah matang. Setelah itu, dioleskan dengan bumbu yang sama untuk kedua kalinya agar bumbu tersebut meresap ke dalam. Lalu gurami itu dibakar sampai masak. Gurami bakar ini sangat pas disajikan dengan nasi urap.

Warung Halimah sendiri kapasitasnya 100 orang pengunjung. Bahkan sejauh ini, pelanggannya berasal dari berbagai kalangan semisal eksekutif, legislatif dan masyarakat umum lainnya. Tak hanya itu, public figure  juga pernah mengunjungi Warung Halimah ini diantaranya, Benu Buloe, Bondan Winarnoe, Jamal Mirdad, Lidya Kandow, Gita Gutawa dan Erwin Gutawa. (*)

Final Digelar di Stadion Manahan

Babak semi final dan final delapan besar akan digelar di Stadion Manahan Solo mulai 22-25 Mei mendatang. Perebutan tempat ketiga juga akan digelar di sana. “PT Badan Liga Indonesia (BLI) telah mengirimkan surat kepada panitia lokal Persis Solo, melalui faximile dengan nomor 0559/A-02/BLI-3-1/V/2011 ditandatangani Joko Driyono,” kata Ketua Panpel Persis Solo Paulus Haryoto kemarin.

Berdasarkan surat tersebut Panpel Persis Solo siap menjadi mitra kerja BLI, untuk menyelenggarakan pertandingan partai semi final dan grand final tersebut. Sesuai manual Liga Indonesia untuk laga semi final yang akan digelar 22 Mei 2011, akan mempertemukan juara grup A dan juara dua grup B, dan pertandingan tersebut akan dimulai pukul 15.30 WIB.

Pertandingan semi final kedua mempertemukan juara grup B melawan juara dua grup A, pada pukul 19.00 WIB. Sementara untuk perebutan juara tiga dan pertandingan grand final digelar 25 Mei 2011. Semua pertandingan akan disiarkan langsung oleh ANTV. Menyinggung mengenai persiapan stadion Manahan Solo yang akan dijadikan ajang pertandingan tersebut, Paulus mengatakan tidak ada masalah.
“Stadion Manahan Solo itu sering dijadikan ajang pertandingan tingkat nasional maupun internasional. Jadi selalu siap digunakan,” katanya.

Panpel Persis Solo dalam pertandingan ini selain menyiapkan stadion Manahan Solo juga menyiapkan Stadion Sriwedari sebagai cadangan. Sedangkan sarana latihan akan diarahkan di lapangan Kota Barat dan Kartopuran. Menanggapi hal itu, Asisten Manajer PSMS Benny Tomasoa tampak setuju.
“Memang harusnya digelar ditempat netral jadi lebih fair dan jujur. Saya pribadi sebenarnya ingin mulai babak delapan besar sudah digelar di tempat netral jadi tidak ada kecurigaan,” bebernya. (ful/bbs)

Intai Kekuatan Lawan via Rekaman Televisi

PSMS serius mempersiapkan diri menatap babak delapan besar. Selain berlatih tekun dan mulai meracik strategi sejak dini, PSMS juga sudah mengintai pertandingan dua pesaing berat di Grup B antara Mitra Kukar kontra Persiba, lewat rekaman televisi. Hal itu disampaikan Asisten Manajer PSMS Benny Tomasoa di Mess Kebun Bunga kemarin. Dia mengatakan, rekaman tersebut didapat dari seorang staf ANTV.

“Saya sengaja meminta rekaman pertandingan Mitra Kukar dan Persiba. Tujuannya jelas agar tim pelatih dan pemain bisa menganalisis laga tersebut. Apalagi kita memang belum tahu kekuatan kedua tim itu,” terang Benny.

Kebetulan, pertandingan kedua tim tersebut pernah disiarkan langsung oleh stasiun televisi pemilik hak siar Liga Indonesia itu. “Mitra Kukar dan Persiba pernah disiarkan langsung oleh ANTV. Nah, rekaman pertandingan itu yang akan kami terima. Mungkin di hari keberangkatan nanti (Selasa 10/5), rekaman itu sudah akan saya terima saat transit di Jakarta, dan bisa langsung saya berikan kepada pelatih,” sambung Benny.

Di sisi lain, pemanggilan Benny menghadiri sidang Komisi Disiplin (Komdis) yang dijadwalkan Jumat (6/5) lalu mundur sampai batas waktu yang belum ditentukan.

“Saya sudah konfirmasi ke PT LI. Katanya sidangnya ditunda sampai waktu yang belum ditentukan. Saya siap datang tapi nanti setelah delapan besar,” sebutnya.

Namun, Benny menegaskan, dirinya tetap akan menuntut orang yang melaporkannya ke Komdis tanpa alasan yang jelas tersebut. “Di laporan pertandingan saya dibilang memukul pemain Persiraja. Terus terang saya akan menuntut orang yang menuduh saya memukul pemain Persiraja. Akan saya tuntut dan laporkan ke polisi tuduhan itu karena sudah masuk pidana pencemaran nama baik,” pungkasnya. (ful)

Latihan ala Militer Berakhir

Skuad PSMS baru saja melakoni laga keras untuk menggenjot kekuatan fisik. Berhubung pelatih kepala PSMS berdarah militer, latihan fisik pun mirip-mirip latihan militer.
“Sudah tiga hari pemain digeber latihan fisik yang cukup berat. Selanjutnya latihan akan fokus kepada strategi,” terang Suharto.

Selama tiga hari itu, para pemain PSMS tampak menikmati latihan yang disajikan Suharto dan asistennya Edi Syahputra dan pelatih kiper Doni Latuperisa. “Kita pergunakan separuh lapangan saja untuk latihan kecepatan dan kekuatan,” timpal Edi Syahputra.

Affan Lubis dkk menggeber secara full serangkai menu peningkatan ketahanan fisik pemain hingga menghabiskan waktu kurang lebih dua jam. Sebagai menu pembuka, pemain langsung dihadapkan menu small game, satu dua sentuhan bola.
Kemudian pemain berlanjut ke sprint-sprint pendek berbalik arah dari patokan yang telah ditentukan jaraknya. “Mereka lari cepat selama beberapa menit, 70 sampai 80 persen intensitasnya dapat 5 kali bolak-balik,” jelasnya.
Instruksi yang diberikan kepada pemain antara lain berlari lebih cepat dari patokan-patokan yang telah ditentukan, dikombinasi dengan interval sambil menerima bola agar feeling ball tidak hilang.

“Pelatih sengaja menuangkan menu bervariasi agar pemain tidak bosan dan tak merasa berat,” pungkas Edy. (ful)

Juara I Kompetisi Dance Progam Kartu As, TourHeart with SMASH

Group D’Best Master

Hari ini Telkomsel menyerahkan hadiah kepada Group D’ Best Master Juara I kompetisi dance yang diadakan  pada tanggal 12 Maret 2011 di  Medan, yang dikemas dalam event “TourHeart with SMASH”, yang dilakukan di 4 kota di Indonesia Medan, Bekasi, Makasar dan Surabaya.

Kompetisi Dance ini dimulai tanggal 5 Maret 2011 sd 20 April 2011, yang diikuti 64 group. Dimana untuk mengikuti ini peserta harus mengupload video dance mereka ke youtube dan facebook kartu As. Kriteria penilain adalah peserta yang paling banya mendapat  tanda “like” di facebook, jumlah view di youtube dan SMS vote ke ADN 8088.

Manager Branch Telkomsel Medan – Heribertus Budi Ariyanto mengatakan,”Kami berterimakasih atas partisipasi  peserta yang mengikuti dance competition ini, dimana ajang kreasi ini dapat menggali talenta kawula muda khususnya yang memiliki bakat dance. Dan kamin sangat bangga bahwa yang menjadi pemenang kompetisi ini berasal dari kota Medan”.

Event ini merupakan rangkaian dari TourHeart with SMASH sekaligus melengkapi manfaat lain bagi pelanggan yang menggunakan kartu AS Paling Murah dengan tarif nelpon Rp. 0 setiap kali nelpon ke sesama pelanggan Telkomsel untuk 30 detik pertama,  gratis SMS seharian  serta gratis facebook & Chatting.

Cara menikmati gratis Facebook & Chatting selama satu minggu adalah cukup menekan *363*363#lalu OK, pelanggan akan mendapatkan notifikasi GRATIS Facebook dan Cahtting selama 7 hari. Pada hari ke 7 pulsa pelanggan akan dipotong  Rp. 5000 sebagai biaya proses perpanjangan otomatis untuk berlanggan 7 hari berikutnya (SMS notifikasi akan diberikan setelah proses registrasi berhasil), atau dapat juga melalui SMS dengan mengetik SC<spasi> Minggu kirim ke 3636, dan ikuti petunjuk selanjutnya. Untuk akses Facebook menggunakan m.facebook.com melalui handphone sedangkan Chatting gratis menggunakan Nimbuzz, eBuddy dan Mig33 dengan akses melalui handphone.

 

DPRD Medan Lupa Undang 8 SKPD

Pembahasan LKPj APBD 2010

Sebanyak delapan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) luput dari undangan untuk mempertanggung jawabkan hasil kerjanya di DPRD Medan. Akibatnya sejumlah anggota DPRD Medan menyesalkannya.

Delapan SKPD yang tak dihadirkan dalam agenda rapat gabungan pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) atas penggunaan APBD 2010 yakni,  Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora), Dinas Pertanian dan Kelautan (Distanla), Badan Ketahanan Pangan (BKP), Badan Penanaman Modal (BPM), Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) serta tiga Perusahaan Daerah Rumah Potong Hewan, Perusahaan Daerah (PD) Pasar dan PD Pembangunan.

Demikian terungkap pada pertemuan rapat gabungan komisi, Jumat (6/5) di ruang rapat paripurna DPRD Medan. Pada pertemuan tersebut, delapan komisi yang tak hadir itu diketahui tak diundang dalam rapat gabungan komisi dimulai, Senin (2/5) hingga (6/5).

Akibat tak dipanggilnya delapan SKPD tersebut, anggota DPRD Medan dari Fraksi Parta Damai Sejahtera (PDS), Budiman Panjaitan menyampaikan protesnya kepada pimpinan DPRD Medan.

“Rapat gabungan komisi-komisi ini menunjukkan pimpinan dewan tidak fair, karena terkesan memilah-milah,” katanya kepada pimpinan rapat yang ketika itu dipimpin Wakil Ketua DPRD Medan, A Napitupulu. Menanggapi itu,  Napitupulu berjanji mempertanyakan hal tersebut kepada setiap komisi.

Sebab, pihak yang mengundang SKPD itu ada di setiap komisi. “Ini sangat disayangkan, saya akan pertanyakan ke setiap komisi. Ada apa ini? Karena apapun ceritanya, SKPD yang tidak mengikuti rapat gabungan itu juga pengguna anggaran. Kinerja SKPD yang tak hadir harus dipertanyakan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi D DPRD Medan, CP Nainggolan berkilah ketika dipertanyakan hal tersebut disengaja, melainkan tak diundangnya SKPD murni diakibatkan kelupaan komisi saja. “Ini kealpaan kami,” sebutnya.

Sekretaris Eksekutif FITRA Sumut, Elfenda Ananda menegaskan, persoalan pertanggungjawaban anggaran harus dibuat secara transparan. Apabila ada kelupaan  tak boleh diabaikan, delapan instansi harus dipanggil untuk mempertanggung jawabkan kerjanya. (ari/ril)

KNPI Medan akan Gelar Youth & Bikers Expo

MEDAN-DPD Komite Pemuda Nasional Indonesia (KNPI) Kota Medan mengajak kaula muda untuk bergabung dalam kegiatan “Youth & Bikers Expo” yang akan dilaksanakan di Tapian Daya Jalan Gatot Subroto Medan, Selasa (17/5) mendatang.

Kegiatan berupa ajang pameran dan kompetisi pecinta sepeda motor (bikers), talkshow, bikers modeling, sexy dancer, lomba mewarnai siswa TK, free style, modifikasi kontes, lucky draw dan donor darah.

Ketua Pelaksana Drs Nasrullah mengatakan digelarnya acara Youth & Bikers Expo mengingat pertumbuhan dunia otomotif khususnya sepeda motor kian melejit. Seiring itu kumpulan bikers yang tergabung dalam klub sepeda motor lintas merek terus bertambah.

Dominasi bikers tersebut digandrungi kaula muda dengan melakukan kegiatan ekselerasi seperti touring, kompitis, free style clu dan modeling. Tak heran, jumlah bikers di klub sepeda motor kian bertambah, baik di kota besar maupun kota kecil.

“Jadi komunitas bikers ini bukan sekadar hobi, tetapi lebih dari pada memberikan kegiatan positif yang bermanfaat bagi sekitarnya.Selain menjalankan rutinitas hobi seperti touring kami juga akan melakukan kegiatan sosial seperti donor, penanaman pohon, peduli lingkungan, peduli umat, peduli pendidikan, kampanye tertib lalu lintas, safety ridding, kontes bikers dan lainnya. Menariknya lagi dalam dunia bikers sekarang ini tidak hanya digandrungi para kaula muda saja berbagai usia pun turut serta dalam acara ini,” papar pria yang disapa Inas ini.

Selain itu kata Inas peserta kegiatan ini tentunya akan melibatkan seluruh bikers yang tergabung dalam klub sepeda motor se kota Medan dan masyarakat umum pengguna sepeda motor. Diperkirakan peserta yang ikut dalam bikers nanti berkisar 700 bikers. “Perlu saya ingatkan diluar dari jumlah itu, para klub sepeda motor dari luar kota Medan tidak tertutup untuk mengikuti kegiatan ini,” serunya.

Bagi peserta tentunya akan disediakan hadiah menarik berupa uang jutaan rupiah disetiap perlombaan. Selain itu panitia akan memberi peserta yang menang berupa, piagam,  baju kaos dan konsumsi.

“Untuk mematang acara ini, kami sudah beraudensi dengan Wali Kota Medan Rahudman dan Kapolresta Medan Kombes Pol Tagam Sinaga,” aku Inas yang juga menjabat Wakil Ketua KNPI Medan ini. (azw)

Polisi Harus Tangkap Pelaku

MEDAN- Lima tahun menelantarkan dua anak kelainan gen dan istrinya, kepala SMA Negeri 1 Muara Bulian, Jambi, Nuriwan Bakti duduk sebagai posisi terlapor di Poldasu. Kini, pihak pelapor berharap polisi membawa terlapor agar bertanggung jawab.

Demikian disampaikan istri Nuriwan Bakti, Suwarni Aries  ketika menghadiri panggilan ketiga kalinya dihadapan penyidik Poldasu, Jumat (6/5) siang. Suwarni hadir ke hadapan penyidik didampingi dua anaknya
Yudha Pramana (23) dan Ray Adrian Alfarizi (16) serta kakeknya Tawar (72) warga Asrama Brigif, Jalan Letkol Martinus Lubis, Kelurahan Harjo Sari II, Kecamatan Medan Amplas.

Seusai memberikan keterangan, Suwarni berharap pihak laporannya segera diproses dan terlapor diminta untuk bertanggung jawab terhadap istri dan kedua anaknya.

Kepada wartawan, Tawar menyebutkan terlapor, Nuriwan Bakti yang berprofesi sebagai kepala sekolah dan guru SMA Negeri di Jambi menelantarkan dirinya dan dua anaknya dari tahun 2005-2010. Kemudian, terlapor tidak membiayai kehidupan  Suwarni dan dua anaknya.
Dia menerangkan, sebelum dilaporkan ke Poldasu sejak bulan Februari.

Kedua cucunya mempunyai sakit kelainan gen, dengan kulit mengelupas serta jari tangan yang tidak lengkap dan menyatu. Bahkan, dua cucunya itu pernah dirawat di RSCM (Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Red) Jakarta. Tim medis rumah sakit tersebut menyebutkan, belum ada obat untuk penyakit cucunya itu.

Sebelumnya, Nuriwan Bhakti kepada para wartawan di kantor kuasa hukumnya Mahmoud Isryad Lubis mengaku, dirinya merasa difitnah mantan istrinya yang telah diceraikan lima tahun lalu atas pengaduan menelantarkan kedua anaknya di Medan. Untuk itu, diharapkan  penyidik Poldasu  menghentikan penyidikan atas dirinya, sebab permasalahan dengan dirinya dengan Suwarni sudah tidak ada lagi sejak lima tahun lalu.
“Semua tuduhan yang dilaporkan Suwarni itu tidak benar adanya,” katanya. (adl)

Mengurangi Pemakaian Pendingin Ruang

Panas terik matahari pada siang hari yang Anda rasakan terkadang masih terasa saat malam hari. Alhasil, badan menjadi gerah dan berkeringat, dan ini adalah kondisi yang tak nyaman saat hendak tidur.

Cara mudah mengatasi panas memang dengan menghidupkan air conditioner (AC) atau pendingin. Namun, Anda tahu, penggunaan AC berlebihan merupakan tindakan pemborosan energi. Adakah cara untuk menghemat?
Menurut arsitek Heru Wicaksono, ada beberapa cara mengurangi ketergantungan penggunaan pendingin ruangan.

Cara pertama dengan menanam rumput di atas atap. “Dulu orang menggunakan AC dengan kekuatan 3/4 PK, ruangan sudah dingin. Sekarang dibutuhkan kekuatan lebih untuk mendinginkan ruang. Bisakah dikembalikan? Bisa,” kata Heru.

Heru mengatakan, menanam rumput di atas atap bisa mengurangi panas sampai 40 persen. Di atas atap rumah, Anda dapat memberi tambahan tanah sedalam 30 sentimeter dan tanaman rumput jenis gajah mini 15 sentimeter.

Ketika sinar matahari menyengat, maka panasnya akan jatuh dan diserap rumput sehingga pelat beton tidak akan panas lagi. Cara kedua, dengan menaruh tanaman di dinding atau disebut wall garden. Anda bisa menaruh tanaman-tanaman merambat yang dimediasi kawat menjulur ke atas.

Tanaman merambat akan tumbuh dan menutupi dinding rumah Anda. Lantas, masih bolehkah memakai pendingin di dalam ruang? Heru mengatakan bahwa penggunaan pendingin ruang atau AC dalam gaya hidup modern memang tak bisa dihindari. Namun, konsumen tetap diminta jeli memilih AC yang tidak menggunakan material perusak, seperti freon. Selamat mencoba. (net/jpnn)

Ke Iran setelah 30 Tahun Diembargo Amerika (2)

Di Antara Sepuluh Wanita, Sebelas Yang Cantik

KAMI mendarat di Bandara Internasional Imam Khomeini, Teheran, menjelang waktu salat Jumat. Maka, saya pun ingin segera ke masjid: sembahyang Jumat. Saya tahu tidak ada kampung di sekitar bandara itu. Dari atas terlihat bandara tersebut seperti benda jatuh di tengah gurun tandus yang mahaluas. Tapi, setidaknya pasti ada masjid di bandara itu.

Memang ada masjid di bandara itu, tapi tidak dipakai sembahyang Jumat. Saya pun minta diantarkan ke desa atau kota kecil terdekat. Ternyata saya kecele. Di Iran tidak banyak tempat yang menyelenggarakan sembahyang Jumat. Bahkan, di kota sebesar Teheran, ibu kota negara dengan penduduk 16 juta orang itu, hanya ada satu tempat sembahyang Jumat.

Itu pun bukan di masjid, tapi di Universitas Teheran. Dari bandara memerlukan waktu perjalanan 1 jam. Atau bisa juga ke kota suci Qum. Tapi, jaraknya lebih jauh lagi. Di negara Islam Iran, Jumatan hanya diselenggarakan di satu tempat di setiap kota besar.

“Jadi, tidak ada tempat Jumatan di bandara ini?” tanya saya.

“Tidak ada. Kalau kita mau Jumatan, harus ke Teheran (40 km) atau ke Qum (70 km). Sampai di sana waktunya sudah lewat,” katanya.

Salat Jumat ternyata memang tidak wajib di negara Islam Iran yang menganut aliran Syiah itu. Juga tidak menggantikan salat Duhur. Jadi, siapa pun yang salat Jumat tetap harus salat duhur.

Karena Jumat adalah hari libur, saya tidak dijadwalkan rapat atau meninjau proyek. Maka, waktu setengah hari itu saya manfaatkan untuk ke kota suci Qum. Jalan tolnya tidak terlalu mulus, tapi sangat OK: enam jalur dan tarifnya hanya Rp 4.000. Tarif itu kelihatannya memang hanya dimaksudkan untuk biaya pemeliharaan.

Sepanjang perjalanan ke Qum tidak terlihat apa pun. Sejauh mata memandang, yang terlihat hanya  gurun, gunung tandus, dan jaringan listrik. Saya bayangkan alangkah enaknya membangun SUTET (saluran udara tegangan ekstratinggi) di Iran. Tidak ada urusan dengan penduduk. Alangkah kecilnya gangguan listrik karena tidak ada jaringan yang terkena pohon. Pohon begitu langka di sini.

Begitu juga letak kota suci Qum. Kota ini seperti berada di tengah-tengah padang yang tandus. Karena itu, bangunan masjidnya yang amat besar, yang berada dalam satu kompleks dengan madrasah yang juga besar, kelihatan sekali menonjol sejak dari jauh.

Tujuan utama kami tentu ke masjid itu. Inilah masjid yang luar biasa terkenalnya di kalangan umat Islam Syiah. Kalau pemerintahan Iran dikontrol ketat oleh para mullah, di Qum inilah pusat mullah. Demokrasi di Iran memang demokrasi yang dikontrol oleh ulama. Presidennya dipilih secara demokratis untuk masa jabatan paling lama dua kali. Tapi, sang presiden harus taat kepada pemimpin tertinggi agama yang sekarang dipegang Imam Khamenei. Siapa pun bisa mencalonkan diri sebagai presiden (tidak harus dari partai), tapi harus lolos seleksi oleh dewan ulama.

Tapi, sang imam bukan seorang diktator mutlak. Dia dipilih secara demokratis oleh sebuah lembaga yang beranggota 85 mullah. Setiap mullah itu pun dipilih langsung secara demokratis oleh rakyat.

Dalam praktik sehari-hari, ternyata tidak seseram yang kita bayangkan. Amat jarang lembaga keagamaan itu mengintervensi pemerintah. “Dalam lima tahun terakhir, kami belum pernah mendengar campur tangan mullah ke pemerintah,” ujar seorang CEO perusahaan besar di Teheran.

Saya memang kaget melihat kehidupan sehari-hari di Iran, termasuk di kota suci Qum. Banyak sekali wanita yang mengendarai mobil. Tidak seperti di negara-negara di jazirah Arab yang wanitanya dilarang mengendarai mobil. Bahkan, orang Iran  menilai negara yang melarang wanita mengendarai mobil dan melarang wanita memilih dalam pemilu bukanlah negara yang bisa menyebut dirinya negara Islam.

Dan lihatlah cara wanita Iran berpakaian. Termasuk di kota suci Qum. Memang, semua wanita diwajibkan mengenakan kerudung (termasuk wanita asing), tapi ya tidak lebih dari kerudung itu. Bukan jilbab, apalagi burqa. Kerudung itu menutup rapi kepala, tapi boleh menyisakan bagian depan rambut mereka. Maka, siapa pun bisa melihat mode bagian depan rambut wanita Iran. Ada yang dibuat modis sedikit keriting dan sedikit dijuntaikan keluar dari kerudung. Ada pula yang terlihat dibuat modis dengan cara mewarnai rambut mereka. Ada yang blonde, ada pula yang kemerah-merahan.

Bagaimana baju mereka? Pakaian atas wanita Iran umumnya juga sangat modis. Baju panjang sebatas lutut atau sampai ke mata kaki. Pakaian bawahnya hampir 100 persen celana panjang yang cukup ketat. Ada yang terbuat dari kain biasa, tapi banyak juga yang celana jins. Dengan tampilan pakaian seperti itu, ditambah dengan tubuh mereka yang umumnya langsing, wanita Iran terlihat sangat modis.

Apalagi, seperti kata orang Iran, di antara sepuluh wanita Iran, yang cantik ada sebelas! Sedikit sekali saya melihat wanita Iran yang memakai burqa, itu pun tidak ada yang sampai menutup wajah.

Sampai di kota Qum, sembahyang Jumatnya memang sudah selesai. Ribuan orang bubaran keluar dari masjid. Saya pun melawan arus masuk ke masjid melalui pintu  15. Setelah salat Duhur, saya ikut ziarah ke makam Fatimah yang dikunjungi ribuan jamaah itu. Makam itu berada di dalam masjid sehingga suasananya mengesankan seperti ziarah ke makan Rasulullah di Masjid Nabawi. Apalagi, banyak juga orang yang kemudian salat dan membaca Alquran di dekat situ yang mengesankan orang seperti berada di Raudlah.

Yang juga menarik adalah strata sosialnya. Kota Metropolitan Teheran berpenduduk 16 juta dan dengan ukuran 50 km garis tengah adalah kota yang sangat besar. Sebanding dengan Jakarta dengan Jabotabek-nya. Tetapi, tidak terlihat ada  keruwetan lalu lintas di Teheran. Memang, Teheran tidak memiliki kawasan yang cantik seperti Jalan Thamrin-Sudirman, namun sama sekali tidak terlihat ada kawasan kumuh seperti Pejompongan dan Bendungan Hilir. Memang, tidak banyak gedung pencakar langit yang cantik, tapi juga tidak terlihat gubuk dan bangunan kumuh.

Kota Teheran tidak memiliki bagian kota yang terlihat mewah, tetapi juga tidak terlihat ada bagian kota yang miskin. Teheran bukan kota yang sangat bersih, tapi juga tidak terasa kotor. Di jalan-jalan yang penuh dengan mobil itu saya tidak melihat ada Mercy mewah, apalagi Ferrari, tapi juga tidak ada bajaj, motor, atau mobil kelas 600 hingga 1.000 cc.

Lebih dari 90 persen mobil yang memenuhi jalan adalah sedan kelas 1.500 hingga 2.000 cc. Saya tidak melihat ada mal-mal yang besar di Teheran. Tapi, saya juga sama sekali tidak melihat ada pedagang kaki lima, apalagi pengemis. Wanitanya juga tidak ada yang sampai pakai burqa, tapi juga tidak ada yang berpakaian merangsang. Orangnya rata-rata juga ramah dan sopan. Baik dalam sikap maupun kata-kata.

Pemerataan pembangunan terasa sekali berhasil diwujudkan di Iran. Semua rumah bisa masak dengan gas yang dialirkan melalui pipa tersentral. Demikian juga, 99 persen rumah di Iran menikmati listrik “untuk tidak menyebutkan 100 persen.

Melihat Iran seperti itu saya jadi teringat makna kata yang ditempatkan di bagian tengah-tengah Alquran: Wal Yatalaththaf! (bersambung)