Home Blog Page 15317

Syukran dan Maskur Berdamai

Soal Pengurusan CPNS

SIBOLGA- Kuasa Hukum H Syukran J Tanjung SE, Humala Simangunsong SH MHum menyatakan kliennya telah berdamai dengan Maskur Simatupang. Perdamaian itu telah dituangkan dalam surat perdamaian bermaterai dan ditandatangani oleh kedua belah pihak serta sejumlah saksi.

“Benar klien kita sudah berdamai dengan Bapak Maskur Simatupang selaku pelapor. Pihak Maskur juga bersedia mencabut pengaduannya dan mencabut perkara tersebut. Surat perdamaian itu sudah kita serahkan ke penyidik Polres Sibolga Kota Kamis, 28 April kemarin, untuk dipelajari,” terang Humala.

Nah, lanjut Humala, dengan adanya surat perdamaian dan surat pencabutan pengaduan itu, pihaknya berharap agar penyidik Polres Sibolga Kota menyikapinya dengan arif. Sehingga permohonan penangguhan kliennya bisa dikabulkan. Bahkan menurut Humala, kliennya tersebut dapat dibebaskan berdasarkan pencabutan pengaduan.
Disinggung kondisi Syukran yang masih ditahan di Lapas Sibolga, Humala mengaku bahwa kliennya itu dalam keadaan sehat. “Kami sering diskusi dengan beliau khususnya di bidang hukum, karena beliau tidak tahu hukum,” katanya.

Terpisah, Kuasa Hukum Maskur Simatupang, Mulyadi SH mengakui sudah mengetahui soal adanya surat perdamaian tersebut. Namun pihaknya selaku kuasa hukum tidak pernah diberitahu oleh kliennya soal perdamaian tersebut. “Kita enggak tau bagaimana itu bisa berdamai sama Sykuran,” kilahnya.
Kapolresta Sibolga  AKBP Joas Feriko Panjaitan SIk melalui Kasat Reskrim AKP Agus Pristiono SH membenarkan Syukran telah menyerahkan surat perdamain tersebut ke penyidik.(mor/muh/smg)

Warga Silakan Menanam, Tapi Jangan Rusak Tebu

Lahan Eks HGU PTPN 2 Sei Semayang

 

BINJAI- Persoalan lahan eks Hak Guna Usaha (HGU) PTPN 2 Sei Semayang, tampaknya menghambat perluasan Kota Binjai. Soalnya, dewan kemungkinan besar  tidak akan mengesahkan Peraturan Daerah (Perda) tentang RT/RW Binjai sebelum persoalan eks HGU diselesaikan.

Ketua DPRD Binjai Haris Harto, di tengah ratusan masyarakat yang melakukan penanaman batang ubi, pohon pisang, jagung dan sawit di lahan eks HGU PTPN 2, di Kelurahan Bhakti Karya, Kecamatan Binjai Selatan, Selasa (3/5) mengatakan, ia sudah melakukan peninjauan terhadap sejumlah kelompok tani yang ada di Kota Binjai. Dimana, puluhan bahkan ratusan warga yang tergabung dalam kelompok tani tersebut melakukan penanaman pohon sawit dan sebagainya.

“Saya hanya meminta kepada masyarakat, jangan bertindak anarkis. Misalnya merusak tanaman tebu. Biarkan saja pihak PTPN 2 bekerja dan masyarakat juga tetap menanami apa yang ingin ditanam. Sebab, sudah 10 tahun kita menanti, tetapi kita belum mendapatkan hak kita. Bahkan, sampai saat ini pihak PTPN 2 juga tidak dapat memperlihatkan setifikat HGU miliknya,”tegas Haris Harto yang disambut yel-yel ratusan warga.

Selain itu, Haris Harto menilai, di Kota Binjai sebenarnya sudah tidak ada lagi tanah perkebunan, dan seharusnya lahan eks HGU PTPN 2 ini sudah dikembalikan kepada pemerintah dalam hal ini Pemko Binjai. “Kalau sudah tidak ada HGU seharusnya sudah kembali kepada pemerintah, dan selanjutnya pemerintah akan mengeluarkan kebijakan. Dimana, pemerintah akan mengeluarkan lahan milik masyarakat atas dasar alas hak yang sah,”jelas Haris Harto.
Tak sampai di situ, Haris Harto juga mengatakan, selama ini PTPN 2 juga tidak diketahui, apakah membayar pajak atau tidak. “Lahan perkebunan ini boleh dikatakan tidak ada kontribusinya kepada Pemko Binjai. Bagus diberikan kepada rakyat, dan rakyat akan membayar pajak,”tegas Haris Harto.(dan)

Gagal Ruislag, SD N 101767 Terlantar

LUBUK PAKAM- Gedung Sekolah Dasar (SD) Negeri 101767 Jalan Besar Tembung, Desa Tembung Kecamatan Percut Sei Tuan kurang terawat. Diduga penyebabnya karena rencana tukar guling atau ruislag terhadap gedung itu gagal dilakukan.

Kurang terawatnya gedung sekolah itu, terlihat dari kondisi cat ditembok ruang kelas kusam serta atap seng sudah mulai berkarat termakan usia. Tidak terlihat kwalitas unggul dari gedung sekolah yang didepanya terdapat kantor Camat Percut Sei Tuan itu.

Padahal Bupati Deli Serdang Amri Tambunan melalui programnya konsep ”Cerdas” yang selalu diagung-agungkanya itu di luar kenyataan. Kondisi itu diperparah dengan keberadaan ruang kamar Mandi, Cuci, Kakus (MCK) sekolah. Lokasi, MCK hanya dipisahkan pintu.

Tidak sampai di situ, MCK tersebut juga tidak menyediakan air bersih. Hanya ada sumur tua yang mengendapkan bau busuk terdapat di sana. Akibatnya, siswa yang buang air besar  di toilet itu, tidak bisa membersihkan kotorannya, bau menyengat pun tak pelak menggaggu proses belajar mengajar siswa.

Kondisi memperihatikan itu langsung direspon Anggota DPRD Deli Serdang Mikail TP Purba dan Riki Prandana Nasution, dengan mendatangi lokasi SD tersebut. Kedua anggota parlemen itu,  mendapat keluhan dari orangtua siswa yang menyatakan, dirinya keberatan kalau anaknya ditempatkan di ruang yang bersebelahan dengan MCK.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Pemkab Deli Serdang Idris, saat dikonfirmasi wartawan, mengatakan SDN 101767 belum pernah memperoleh Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk pembangunan fisik. (btr)
Kemudian permasalahan ruislag yang direncanakan tahun 2006 sampai dengan 2009 membuat gedung sekolah itu tidak menmdapat bantuan DAK.(btr)

Siswa SD Parombunan Kabur

SIBOLGA- Sejak siang Lisnawarni Br Siregar (41) tak henti menangis. Bahkan saat Lisna disambangi di rumahnya Jalan Sudirman Aek Parombunan, Sibolga, Selasa sore (3/5), istri Kasal Purba (43) ini kian histeris. Ibu dua anak ini menangisi putri bungsunya bernama Marina Br Purba (12) yang belum juga pulang ke rumah sejak Senin sore (2/5).
“Hari Senin pagi dia masih kuberangkatkan sekolah. Terus aku pergi kerja. Siangnya pukul 14.00 WIB, dia pulang ke rumah untuk ganti baju, karena baju sekolahnya ada. Terus dia ganti baju  pakai celana pendek putih, baju kaos warna abu rokok, jam tangan sama sendal warna hijau,” terang Lisnawarni sambil menunjukkan foto putri yang disayanginya itu.

Senin sore, perempuan yang bekerja sebagai buruh bangunan itu mengaku telah menelusuri keberadaan putrinya ke sekolahnya di SD 82 Parombunan. Namun menurut guru dan teman sekolah Marina, ia masih ikut les tambahan di sekolah sampai jam 2 siang. Setelah itu siswa pulang.

“Sudah kutanyain semua, gurunya, kawan-kawannya. Tapi enggak ada yang tahu. Katanya boruku ini masih ikut les siang. Memang paginya dia bilang mau ada les pulang sekolah nanti,” aku Lisnawarni.  (mor/muh/smg)

RSUD HAMS Rawat Bayi Hydrocephalus

KISARAN- Rumah Sakit Umum Daerah Haji Abdul Manan Simatupang (RSUD HAMS) Kisaran, merawat bayi baru lahir yang menderita hydrocephalus (pembengkakan karena cairan di kepala), Selasa (3/5). Akibat keterbatasan peralatan dan tenaga ahli, bayi malang itu rencananya segera dirujuk ke Medan.

Bayi itu merupakan putri kedua pasangan Syarifah (34) dan Usman (36)  warga Kelurahan Tegal Sari Kecamatan Kota Kisaran Barat. Lahir melalui operasi caesar, Senin malam (2/5) sekitar pukul 22.00 WIB.

Saat lahir kondisinya normal dengan berat badan 4,5 kilogram, namun ukuran lingkar kepalanya mencapai 45 cm. Tidak hanya itu, mata sebelah kanan tidak tertutup rapat hingga mengalami pembengkakan
Dokter Spesialis Anak RSUD Kisaran, dr Alfian Nasution ketika dikomfirmasi menuturkan setelah diperiksa, bayi ini menderita hydrocephalus, sehingga memengaruhi tulang dahi dan tertarik ke depan.

Mengingat prasaran pendukung rumah sakit yang tidak memadai, maka rencananya bayi itu akan dikirim ke rumah sakit yang ada di Medan. (mag-2/smg)

Albiner Sudah Pensiun dari TNI

JAKARTA- Keraguan mengenai status pekerjaan Albiner Sitompul terjawab sudah. Mabes TNI memastikan, pasangan Steven PB Simanungkalit di pemilukada Tapanuli Tengah (Tapteng) itu sudah tidak aktif lagi sebagai anggota TNI, alias sudah pensiun.

Lantaran sudah pensiun, maka Albiner sudah tidak berhak lagi menyebut dirinya sebagai anggota TNI.  Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI Laksda Iskandar Sitompul mengatakan, jika anggota TNI sudah pensiun, maka dia sudah menjadi warga sipil.

Iskandar berani memastikan bahwa Aliber sudah pensiun, lantaran dia sudah pernah mendaftar ke KPU Tapteng sebagai bakal calon bupati.

“Ya karena dia sudah mendaftar ke KPU, ya berarti dia sudah pensiun dari TNI,” ujar Iskandar Sitompul kepada wartawan di Jakarta, kemarin.

Seperti diketahui, Albiner-Steven ikut mendaftarkan diri sebagai calon di pemilukada Tapteng. Hanya saja, lantaran dinilai tidak memenuhi persyaratan, KPU Tap teng mencoretnya. Belakangan, dia menggugat ke MK. Pemilukada Tapteng sendiri dimenangkan pasangan Bonaran Situmeang-Sukran Tanjung dengan kemenangan mutlak. Hanya saja, lantaran ada gugatan, saat ini hasil pemilukada Tapteng masih harus menunggu putusan MK.

Dijelaskan Iskandar, ketentuan mengenai kewajiban anggota TNI yang mencalonkan diri di pemilukada harus pensiun itu diatur di UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI. Lantaran sudah pensiun, kata Iskandar, Albiner tidak boleh lagi menyebut pekerjaannya sebagai anggota TNI. Dia hanya boleh menyebut dirinya purnawiran TNI. “Karena sudah pensiun ya dia itu purnawirawan TNI AD,” kata Iskandar.

Agar informasinya tidak simpang siur, Iskandar berjanji akan mengecek benar tidaknya Albiner menyantumkan ‘anggota TNI’ di identitas pekerjaannya saat mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). “Aturan harus ditegakkan, semua harus patuh dan taat pada undang-undang,” tegas Iskandar. Jika ada pelanggaran, pasti akan ditindak.
Seperti diberitakan, syarat pencalonan Albiner Sitompul sebagai bupati Tapteng dipersoalkan BOSUR.  27 April 2011 pasangan BOSUR mengirim surat ke Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono.(sam)
Surat yang diteken Elza Syarief itu berharap Panglima TNI memberikan klarifikasi dan penjelasan mengenai status Albiner Sitompul.
Dalam surat itu, Elza menjelaskan pasangan Albiner-Steven PB Simanungkalit 23 Maret 2011 mengajukan gugatan sengketa pemilukada Tapteng. Dalam permohonan gugatannya ke MK Albiner menyebutkan identitas pekerjaannya sebagai anggota TNI-AD. (sam)

Tak Seindah Diucapkan

Stadion Teladan Menuju Tuan Rumah 8 Besar Divisi Utama

Kesiapan Stadion Teladan untuk menggelar babak delapan besar Divisi Utama Liga Indonesia musim ini, masih jadi tanda tanya. Kalau seandainya proposal pencalonan tuan rumah disetujui, tampaknya Stadion Teladan mesti ditaburi ‘make up’ di sejumlah sisi.

Ya, mesti pihak manajemen PSMS mengklaim kalau Stadion Teladan sudah cukup layak menggelar babak delapan besar, bahkan menggelar laga di Indonesian Super League (ISL), tapi yang terlihat tak seindah yang diucapkan. Pantauan Sumut Pos, masih ada beberapa titik yang mesti dibenahi.

Yang paling penting adalah kondisi lapangan. Meski masuk kategori aman digunakan, kondisi lapangan Stadion Teladan masih perlu diratakan. Rumputnya juga harusnya lebih lembut. Tapi hal itu tidak terlalu mempengaruhi permainan. Yang jadi soal besar adalah potensi genangan air di sudut lapangan yang cekung ke dalam alias tidak rata. Ini jadi soal jika hujan turun. Sebab di saat bersamaan drainase lapangan kadang tak bekerja maksimal.

Khusus soal drainase, sebenarnya sudah pernah diperbaiki. Namun, kapasitas daya tampung air hujan kurang maksimal. Kalau hujan turun terlalu deras, maka air sempat merembes dan menggenang di atas lapangan untuk beberapa saat. Ini mengganggu pertandingan. Meskipun pada akhirnya air yang tergenang akan meresap. Tapi, butuh waktu minimal 30 menit.

Di samping itu, kondisi tribun tertutup maupun terbuka juga masih butuh sentuhan perbaikan. Di sejumlah tempat duduk tribun terbuka malah banyak ditumbuhi ilalang dan rumput liar.

Pun, bagian ruang dalam yang masih sarat masalah. Paling mengganggu adalah toilet untuk penonton. Di Stadion Teladan ada beberapa toilet, tapi tak layak digunakan. Apalagi toilet yang ada di bagian luar di dekat tribun terbuka. Selain tak ada lagi air, kondisinya memang sangat tak layak pakai. Toilet di ruang dalam juga parah. Meski masih bisa dipakai, tapi perawatannya sungguh tak terlihat sama sekali. Aromanya juga mengganggu penonton yang masuk dari pintu utama.

Masuk ke ruang ganti pemain, kondisinya sedikit lumayan. Sudah ada AC di sana plus kamar mandi. Namun, di ruang ganti tim tamu toilet berada di luar dan kondisinya masih butuh perhatian juga.

Dilihat dari luar, Stadion Teladan juga terlihat sudah sangat tua. Wajar, karena sejak dibangun tahun 1953 silam, praktis stadion yang sempat jadi yang terbaik setelah Gelora Bung Karno itu tak pernah diperbaiki. Peremajaan seharusnya dianggarkan (atau memang dianggarkan tiap tahun) hanya saja tidak maksimal.

Setelah musim lalu usai, Stadion Teladan memang sempat dipercantik. Tapi, hanya dari luarnya saja. Ada beberapa sudut yang dicat. Termasuk tribun penonton yang dipoles warna-warni. Tapi, kini warna itu sudah mulai pudar dan tak lagi enak dipandang. Di bagian luar juga sudah dicat, tapi warnanya kusam.

Keadaan ini cenderung kurang terperhatikan. Setidaknya, pihak PSMS yang memakai Stadion Teladan sebagai kandang pun terkesan pasrah. “Tampaknya sudah cukup layak. Kalaupun perlu pembenahan tinggal sedikit lagi,” beber Idris, Sekretaris Umum PSMS.

Terlepas dari itu, satu-satunya yang sedikit bisa diandalkan dari Teladan adalah penerangan stadion. Ada empat tiang lampu yang seluruhnya menyala. Namun, pada dasarnya nyala lampu itu masih kurang terang tapi sudah bisa dipaksakan untuk menggelar laga malam hari. Jika dibandingkan dengan Stadion Baharoeddin Siregar Lubuk Pakam-markasnya PSDS- musim ini, agaknya Stadion Teladan sudah jauh tertinggal.  (ful)

Malu Kita dengan Daerah Lain

Stadion Teladan sempat menjadi stadion kebanggaan Warga Medan dan Sumut umumnya. Sejumlah laga penting dan even besar pernah digelar di stadion ini. Namun dengan kondisi yang terus merosot, kebanggaan itu mulai luntur juga.

Dibangun 1953 silam awalnya Stadion Teladan digunakan untuk melengkapi venue sebagai kesiapan Sumut menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) ke III. Saat itu, Stadion Teladan termasuk jajaran stadion mewah di Indonesia. Tapi itu lebih setengah abad silam. Kini kemewahan itu sirna karena di daerah lain banyak stadion modern berdiri.

Menanggapi soal perawatan hingga peluang renovasi menjadi lebih modern, pihak Komisi D DPRD Medan mendukung sepenuhnya. Salah satu dukungan mengalir dari Ahmad Arif, anggota komisi tersebut. Dihubungi kemarin malam, Arif berharap Dinas Pertamanan Kota Medan yang didaulat mengurus infrastruktur (termasuk Stadion Teladan) harus lebih cekatan merawat stadion yang pernah disinggahi skuad Arsenal, Sampdoria, dan Ajax itu.

“Harusnya ada perawatan maksimal setiap tahun, sebab memang ada anggarannya. Sebagai stadion kebanggaan warga Medan harusnya Teladan lebih bagus dari kondisi saat ini,” beber Arif.

Apalagi Stadion Teladan direncanakan akan dipakai menjadi venue babak delapan besar Divisi Utama Liga Indonesia. “Nah apalagi kita akan menjamu tim lain di stadion itu. Malu kita dengan daerah lain. Perawatan hingga renovasi serius mutlak dibutuhkan,” tambah anggota dewan dari fraksi PAN itu. Hal senada juga dituturkan anggota komisi D lainnya, Muslim Maksum. “Dinas pertamanan punya anggaran untuk itu. Harusnya benar-benar dimanfaatkan dengan baik,” tegas Muslim Maksum. (ful)

Stadion Teladan Medan

Dibangun:         1953
Kandang:         PSMS Medan (Divisi Utama)
Kapasitas:         20.000 Penonton
Tipe Stadion:         Stadion Sepak Bola Lama
Kategori:         C
Even Besar:         PON III 1953 Sumatera Utara
Rapor Fasilitas
Tribun:         C
Tempat Duduk:     C
Fasilitas:         C
Drainase:         C
Penerangan:         C
Papan Skor:         C
Kondisi:         C

Rupiah Masih Bisa Menguat Lagi

RI Hemat Rp400 Miliar

Senior Resident Representative International Monetary Fund (IMF) Milan Zavadjil menilai bahwa rupiah masih memiliki ruang untuk mengalami penguatan di tahun 2011.

“Rupiah masih bisa terapresiasi. Nilainya sendiri saat ini masih ada dalam rentang keseimbangan, jadi tidak over value atau under value,” kata Milan di kantornya Jakarta, Selasa (3/5).

Dia menjelaskan penguatan nilai tukar rupiah tersebut, tidak akan mengurangi daya saing Indonesia kawasan Asia. “Di Indonesia, rupiah menguat, tapi tetap real effective exchange rate per Maret 2011 berada di posisi positif. Jadi ini sangat baik,” tandas Milan.

Dia menuturkan bila melihat nilai mata uang negara-negara di Asia secara keseluruhan, lanjutnya, memiliki kecenderungan untuk under value. Di mana kebanyakan tidak bisa mencapai level efektif sejak mengalami krisis di 2008 lalu. “Kebanyakan tidak terlalu terapresiasi bila dibandingkan tahun 2006-2007 (sebelum kreisis),” ucapnya.
Real effective exchange rate sendiri merupakan alat untuk mengukur nilai mata uang dan daya saing eksternal negara yang bersangkutan. Dari perhitungan IMF per Maret 2011, negara-negara di kawasan Asia, yang daya saing mata uangnya masih positif antara lain India, Thailand, Indonesia, Malaysia, Singapura dan Australia.

Sementara negara-negara seperti Jepang, Filipina, Cina, Selandia Baru, Taiwan, Hong Kong, Vietnam dan Korea memiliki mata uang dengan daya saing negatif.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengungkapkan, penguatan rupiah yang terjadi belakangan ini, telah terjadi penghematan mencapai Rp400 miliar.

Pengematan tersebut, kata Hatta, berasal dari akumulasi penguatan rupiah hingga sekarang. “Jadi setelah keseluruhan dihitung, kita bisa menghemat Rp350 miliar-Rp400 miliar dan itu cukup baik,” ungkap Hatta di kantornya, Jakarta, Selasa (3/5).

Selain itu, sambung Hatta, penguatan rupiah juga merupakan bentuk kepercayaan dari para investor asing untuk melakukan investasi di Indonesia. ”Yang paling baik lagi adalah cara internasional memandang kita memandang perekonomian kita dan memandang makroekonomi kita,” tambahnya.

Dia menjelaskan hal itu dapat dilihat dari yield/price rata-rata tertimbang Global Bond yang diterbitkan belakangan hanya sebesar 5,1 persen. “Itu juga yang menjadi salah satu, yield kita sampai lima persen,” ungkap Hatta.
Seperti diketahui meskipun rupiah melemah tipis ke Rp8.554 per USD dibandingkan dengan periode perdagangan sebelumnya yang ada di Rp8.551 per USD namun angka tersebut masih jauh dari asumsi yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp9.250 per USD. (net/jpnn)

Danai MP3EI, RI Minta Bantuan JP Morgan

JAKARTA – Program percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi Indonesia diperkirakan membutuhkan banyak modal. Salah satu sumber pendanaan yang diharapkan pemerintah adalah berasal dari luar negeri.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan menyebut salah satunya berasal dari JP Morgan Chase & Co, salah satu perusahaan finansial tertua di dunia. “Tentunya diminta kalau bisa seperti JP Morgan memberikan atensi kalau bisa bantuan, karena ini kan kebutuhan dananya kan nggak kecil,” ujar Gita usai mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerima CEO JP Morgan Chase & Co Jamie Dimon di Kantor Presiden, kemarin (3/5).

Gita mengungkapkan, BUMN sudah diminta melakukan pembiayaan program yang disebut MP3EI itu sebesar USD100 miliar dari kebutuhan Rp835 triliun. Sumber pembiayaan lain berasal dari non-BUMN atau swasta. “Belum lagi yang dari luar negeri. Ini kan semua perlu pinjaman itu saya rasa peran dari JP Morgan,” katanya.

Namun menurut Gita, dalam pertemuan tersebut, belum muncul komitmen nilai atau nominal dari JP Morgan.
Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, komitmen yang muncul dalam pertemuan adalah keinginan JP Morgan men-supprot MP3EI. Selain itu juga pendanaan dalam bidang infrastruktur.  Hatta mengungkapkan, hampir tiap kuartal JP Morgan membawa investor untuk mencari proyek di Indonesia. Jika sebelumnya hanya tiga investor dalam satu tahuan, saat ini mencapai lima investor. “Jadi kita harus banyak men-create project pembangunan kita terutama untuk infrastruktur,” kata Hatta.

Meski saat ini Indonesia belum sampai pada investment grade, namun pasar disebut Hatta sudah mengakuinya. “Itu sudah terbukti ketika kemarin bond-nya kita itu dikenakan rate hanya sekitar 5 persen. Bayangkan pada beberapa dua atau tiga tahun lalu sampai kena 11 persen,” urai Hatta. Hal itu, kata dia menunjukkan bukti Indonesia sebagai tempat investasi yang baik. (fal/jpnn)

Saham Positif, Harga Minyak Turun

Setelah Osama Tewas

KEMATIAN Osama bin Laden di Abbotabad, Pakistan, Minggu malam (1/5), membuat pamor  presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama melambung.

Keberhasilan menewaskan Osama itu sekaligus berarti suami Michelle tersebut memenuhi janjinya pada masa kampanye dulu. Ketika itu, dia menegaskan bahwa menangkap atau melenyapkan Osama bakal menjadi prioritasnya.
Karena itu, dalam pidatonya kemarin yang ditayangkan langsung dari East Wing Gedung Putih, Obama memperlihatkan betul perannya dalam penyergapan Osama. Mulai pembahasan operasi hingga perintah langsung penyergapan.

Tapi, Obama mesti ingat, popularitas itu bisa jadi hanya jebakan sesaat. Sebab, sejak dirinya memerintah, berbagai jajak pendapat secara konsisten menunjukkan bahwa keamanan nasional bukan lagi isu menarik bagi warga AS. Yang justru menjadi konsen utama rakyat Negeri Paman Sam itu adalah ekonomi. Rapor Obama di sektor ekonomi pun sejauh ini masih merah.

Kematian Osama juga berdampak terhadap sektor ekonomi global. Harga minyak menurun 3 persen kemarin (2/5). Itu terjadi karena muncul ekspektasi risiko serangan kelompok Islam radikal bakal berkurang dan tensi di Timur Tengah menurun.

Harga minyak mentah Brent menurun USD4,22 menjadi USD121,67 per barel, meski akhirnya kembali ke level USD124,40. Bulan lalu, Brent sempat menyentuh level tertinggi, yaitu USD127 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah AS menurun USD1,25 menjadi USD112,68.

Tapi, diperkirakan pengaruh itu tak akan lama. “Sebab, kenyataannya, konflik di Libya dan negara-negara Timur Tengah masih terus berlangsung sampai kini,” kata Carsten Fritsch, analis komoditas di Commerzbank, Frankfurt, kepada Reuters.

Belum lagi munculnya kekhawatiran serangan balasan atas kematian Osama. Namun, para analis minyak berkeyakinan, kalaupun terjadi, hal itu tak akan sampai mengganggu suplai minyak. Al Qaeda hanya pernah sekali menyerang industri minyak, yaitu pada 2006 di Arab Saudi.

Tewasnya Osama juga berdampak positif terhadap bursa saham. Sebagaimana dilaporkan Wall Street Journal, harga saham di bursa Jepang dan Korea Selatan naik drastis serta berhasil mengatrol saham di Australia yang selama lima pekan terakhir terpuruk. Saham di Bursa Saham Nikkei, Jepang, naik 1,6 persen menjadi 10.004,20 yang berarti melonjak 10 ribu poin untuk kali pertama sejak 14 Maret. Di bursa saham Kospi Korea Selatan, harga saham naik 1,7 persen.

Ada pun pasar saham di Tiongkok, Hongkong, Malaysia, Singapura, Taiwan, Thailand, dan Vietnam kemarin tutup karena hari libur. “Tidak berarti terorisme akan berakhir. Tapi, ini jelas insentif perdagangan yang positif karena kematian Osama bin Laden,” kata Kazuhiro Takahashi, General Manager di Daiwa Securities, Tokyo. (c5/ttg/jpnn)