Home Blog Page 15318

Tundukkan Bilbao, Espanyol Buka Peluang ke Eropa

BARCELONA-Seperti sudah diduga sebelumnya, bahwa akan tersaji pertandingan sengit saat Espanyol menjamu Athletic Bilbao di Stadion Cornella El-Prat, Selasa (3/5) dinihari. Pada pertandingan itu Espanyol menghidupkan peluang untuk lolos ke Eropa.

Itu setelah Los Periquitos (julukan Espanyol) berhasil memetik angka penuh usai mengalahkan tamunya Athletic Bilbao dengan skor 2-1.

Pablo Osvaldo membuka skor untuk memberi keunggulan kepada Espanyol. Tak berselang lama Mikael Susaeta menyamakan skor dan menutup babak pertama dengan kedudukan sama kuat.

Espanyol memastikan kemenangan usai Ivan Alonso mencetak gol pamungkas di babak kedua.
Dengan kemenangan ini Espanyol tetap berada di posisi delapan dengan nilai 48 dari 34 kali bertanding sementara Bilbao satu strip di atasnya dengan 51 poin.

Javier Marquez mengawali serangan Espanyol dengan sepakan kaki kiri dari luar kotak penalti di menit 10. Bola melenceng. Tiga menit kemudian Verdu berhasil mengirim umpan terobosan yang diterima oleh Ivan Alonso. Ia menembak dari sisi kanan di dalam kotak tapi masih dapat dijinakkan oleh Gorka Iraizoz.

Serangan terus digencarkan oleh tim tuan rumah melalui Pablo Osvaldo dan Marquez. Namun belum sanggup menembus jala Bilbao. Tim tamu merespon melalui Gaiza Toquero di menit 25 dan Xabier Castillo delapan menit kemudian tetapi upaya tersebut berhasil dimentahkan.

Espanyol memimpin 1-0 di menit 35. Sepakan kaki kiri Osvaldo dari tengah kotak penalti berhasil menembus gawang yang dikawal Iraizoz. Tidak sampai 10 menit, Bilbao berhasil menyamakan kedudukan.

Tendangan bebas Markel Susaeta kini menjadikan pertandingan kembali seimbang dan menutup babak pertama.
Jordi Amat menghadirkan peluang emas buat Espanyol di menit 60 hasil memanfaatkan umpan silang dari Marquez. Iraizoz sukses menyelamatkan tembakan Amat dari tengah kotak.

Bekerja sama dengan Orbaiz, Castillo mendapatkan kesempatan sepuluh menit kemudian. Tembakannya melenceng tipis dari pojok kiri gawang.

Espanyol kembali memimpin di menit 76. Osvaldo jadi kreator serangan yang berhasil dikonversi Alonso menjadi gol lewat sontekan dari jarak dekat. Kameni berhasil membuat penyelamatan enam menit berikutnya.
Umpan silang Bilbao menjangkau tiang jauh dan disundul ke tiang jauh lagi tapi sayang tak ada pemain Bilbao yang menyambutnya dan menghasilkan sepak pojok.

Hingga waktu tersisa Bilbao tidak dapat membuat gol balasan. Espanyol membawa pulang tiga angka dengan kemenangan 2-1. (net/jpnn)

Kekurangan Fasilitas Pirngadi Berharap, PT Askes tak Janji

Ruangan pasien kelas I RSU Pirngadi Medan kekurangan fasilitas. Hal ini diakibatkan bangunan yang didapatkan dengan cara utang dari PT Askes itu belum diisi dengan sarana dan prasarana pendukung. Alih-alih mau mendapatkan tempat tidur, pihak RSU Pirngadi dengan PT Askes saling membantah melengkapi tempat tidur.

Bangunan setinggi empat lantai di sisi timur RSU Pirngadi memiliki 40 kamar, dalam pembangunan ini RSU Pirngadi bekerjasama dengan PT Askes yang menyediakan anggaran Rp4,5 miliar. Anggaran tersebut diperuntukan untuk fisik bangunan dan tempat tidur. Selanjutnya, bangunan itu telah diserahkan ke rumah sakit milik Pemko Medan untuk digunakan pada akhir tahun 2010 lalu.

Namun, berjalan empat bulan diserahkannya bangunan tersebut sarana dan prasaran seperti tempat tidur tak dilengkapi. Seperti diakui Direktur RSU Pirngadi Medan, dr Dewi Fauzi Syahnan SpTHT. Menurutnya PT Askes menghibahkan gedung tersebut dengan fasilitas 40 kamar dilengkapi dengan fasilitas tempat tidur.

Tapi, sebutnya tempat tidur yang dijanjikan PT Askes belum diterima rumah sakit milik Pemko Medan tersebut. “Kita sudah ajukan ke Askes untuk melengkapi tempat tidurnya, tapi hingga kini belum diberikan,” ucapnya, Selasa (3/5).
Dia menjelaskan, bangunan yang diserahkan PT Askes ke RSU Pirngadi ini sifatnya hibah bersyarat. Dana hibah yang dikeluarkan sebesar Rp4,5 miliar harus dikembalikan dalam waktu lima tahun dengan cara mencicil. Selanjutnya, persyaratan lainnya sebutnya pihaknya hanya melengkapi sarana dan prasarana lainnya seperti TV, meubel, peralatan infuse dan oksigen serta perangkat pendukung lainnya untuk standart ruang pasien kelas I. “Sarana lain, kita yang menyiapkan. Anggarannya sudah diajukan di tahun ini,” ucapnya.

Menjawab ketiadaanya prasarana pendukung yang harusnya disiapkan PT Askes (Persero) Regional I Sumatera Utara-NAD, Kepala Cabang Utama Utama PT Askes Medan, dr Andi Afdal menyampaikan, pembangunan gedung di RSU Pirngadi memang merupakan hibah bersyarat terdiri dari 40 kamar. Pihaknya hanya menghibahkan gedung tidak menjanjikan pengadaan tempat tidur pasien.

“Tapi itu terserah pihak rumah sakit kalau mau mengusulkannya ke PT Askes, kami hanya bantu bangunannya saja,”ujarnya.

Anggota Komisi B DPRD Medan, T Bahrumsyah mengatakan harusnya bangunan itu segera diisi fasilitasnya. Kemudian, rumah sakit membuat rencana yang baik dan membuat nyaman ruangan baru. Dengan adanya bangunan itu, rumah sakit jangan lagi beralasan klasik belum dipakai. “Kalau memang tak ada sarana dan prasarananya, ya Pemko Medan harus anggaran  agar segera dipakai,” ujarnya. (mag-7)  jangan terlalu lama dikosongkan,”ungkap. (mag-7)

Biancocelesti Dalam Bahaya

Lazio vs Juventus

ROMA – Posisi Lazio di empat besar Serie A Liga Italia dalam bahaya. Itu menyusul kekalahan tipis 0-1 yang dialami tim berjuluk Biancocelesti tersebut pekan ke-35 dari tamunya Juventus di Olimpico, Roma, kemarin dini hari.
Kekalahan itu memang belum membuat Lazio tergusur dari posisinya di empat besar. Hanya, posisi mereka rentan gusur. Sekarang mereka berada di posisi keempat dengan 60 poin. Itu artinya, hanya unggul satu angka atas Udinese dan AS Roma di posisi kelima dan keenam.

Situasinya menjadi pelik lantaran kompetisi tinggal menyisakan tiga laga lagi. Selain itu, pada pekan mendatang, mereka akan bertarung dengan Udinese (8/5) di Friuli. Apalagi, sekarang tren Lazio sedang buruk. Mereka selalu kalah dalam dua laga beruntun.Bagi Juventus, kemenangan itu membuka harapan mereka untuk finis di zona Eropa. Sekarang mereka hanya terpisah tiga angka dengan dua tim yang menghuni zona Eropa, yakni Udinese dan Roma. Juve telah mengemas 56 poin.

Meski tidak ringan, tapi peluang tetap terbuka. Apalagi, di tiga partai tersisa, lawan paling sulit bagi Juve adalah Napoli pada pekan pemungkas Serie A (22/5). Kemudian, dua laga sebelumnya mereka bakal berhadapan dengan Chievo Verona (9/5) dan Parma (15/5).

“Kami terus berjuang demi ambisi berkompetisi di Eropa pada musim depan. Kami meraih kemenangan penting setelah melewati pertarungan yang berat. Peluang kami masih terbuka dan kami tak boleh berhenti,” kata Luigi Del Neri, pelatih Juve, seperti dikutip Football Italia.

Melawan Lazio, Juve keteteran sejak babak pertama. “Di babak kedua Lazio kian deras menekan dan kami kesulitan menggerakkan bola. Harus kami akui, kartu merah (Cristian) Ledesma banyak membantu kami,” bilang Del Neri.
Berselang enam menit kemudian Simone Pepe mencetak gol penentu kemenangan Juventus.
Ketika Juve berbahagia dengan raihan tiga angka, Lazio geram karena menilai wasit berlaku tidak adil kepada mereka. Itu terjadi pada pertengahan babak kedua, ketika striker Lazio dilanggar di area penalti oleh bek Juve Giorgio Chiellini, tapi wasit membiarkan insiden itu. “Saya tidak bisa berkata-kata lagi,” beber arsitek Lazio, Reja. (ham/jpnn)

Arema Mirip Tarkam, Persipura Menang

MALANG – Penampilan Arema benar-benar lesu darah saat berjumpa dengan Cerezo Osaka di Stadion Kanjuruhan kemarin sore. Akibatnya, dalam match day kelima Liga Champions Asia (LCA) grup G itu Arema dikalahkan 0-4 oleh tim asal Jepang tersebut.

Alih-alih ingin mengulangi permainan bagus saat mereka dikalahkan Cerezo Osaka di Jepang 2 Maret lalu, penampilan Arema benar-benar di bawah performa terbaiknya kemarin. Apa yang membuat penggawa Arema kehilangan motivasi akhirnya terungkap setelah pertandingan.

Bek kanan Arema, Zulkifli Syukur mengatakan kekalahan timnya lebih dikarenakan tidak ada motivasi dia dan teman-temannya untuk menjalani pertandingan. Hal ini dikarenakan sejak dijamu Semen Padang lalu dan pertandingan kemarin, tidak ada satupun manajemen yang mendampingi langkah penggawa Singo Edan, julukan Arema.

“Saya pun bertanya-tanya. Kita bermain untuk siapa dan untuk apa. Kita ini sudah kayak tim tarkam (antar kampung),” ujar Zulkifli kepada wartawan di area mixed zone kemarin. Pernyataan lebih emosional dilontarkan pelatih Arema Miroslav Janu saat sesi press conference usai pertandingan. Dia sempat menanyakan kepada puluhan wartawan peliput tentang keberadaan manajemen Arema di Stadion Kanjuruhan, kemarin. “Ada sini satu pengurus Arema” tanya Janu kepada wartawan.

Sementara itu, Persipura sukses mengalahkan South China 4-2 dalam laga di Stadion Mandala, Jayapura, Selasa (3/5) sore WIT di ajang AFC Cup. Dua dari empat gol tim Mutiara Hitam dikemas oleh Boaz Solossa. Sedang gol lainnya dibukukan Zah Rahan dan Gerald Pangkali. (did/abm/jpnn)

Johar Arifin Tuai Kontroversi

JAKARTA-Kondisi perpecahan di tubuh Komite Normalisasi (KN) benar-benar mengkhawatirkan. Pasalnya, anggota komite bentukan FIFA tersebut kembali mengeluarkan pernyataan yang mementahkan sikap Ketua KN Agum Gumelar.

Senin (2/5) lalu, ketua KN Agum Gumelar bersama anggotanya, Joko Driyono dan Siti Nurzanah telah mengeluarkan keputusan tegas jika pengajuan banding dari George Toisutta dan Arifin Panigoro ditolak. Itu sesuai dengan surat keputusan FIFA yang dikeluarkan pada 4 dan 21 April lalu .

Namun, anggota KN Dityo Pramono, membantah pernyataan sikap dari Agum tersebut. Dia menjelaskan bahwa  persoalan itu menjadi kewenangan penuh Komite Banding Pemilihan (KBP).

“Saat ini semua masalah banding berada di tangan KBP. Itu menjadi wewenang mereka untuk menentukan, biarkan mereka bekerja. Kami (KN) juga bekerja menyiapkan kongres 20 Mei,” katanya saat ditemui di kantor PSSI, senayan, Jakarta, kemarin (3/5).

Menurutnya, selama ini pihaknya tidak pernah tahu keputusan resmi dari KN soal pelarangan calon yang ditolak untuk mengajukan banding. Alasannya, tidak ada bukti tertulis putusan KN tentang hal itu.
“Siapapun bisa mengajukan banding, soalnya tidak ada keputusan resminya. Di surat keputusannya tidak ada, waktu rapat juga tidak dibicarakan soal pelarangan banding,”  terang pria yang juga menjabat sebagai CEO Bintang Medan itu.

Mengenai penyataan Agum bahwa KN bisa menganulir  segala hasil dari KBP, Dityo juga menolaknya. Dia meyakinkan bahwa segala keputusan yang dikeluarkan oleh KBP tidak boleh diintervensi meskipun oleh KN.
“Tidak boleh ada intervensi dalam keputusan KBP, Siapapun itu. Meskipun KN, tetap tidak bisa mengganggu keputusan banding,” tegas pria berkacamata tersebut.

Sayang, saat dikonfirmasi Agum tidak merespon. Hanya, anggota KN lainnya, Joko Driyono, yang mau bersuara. Pria asal Ngawi itu mengaku tidak ingin merespon lebih jauh masalah perbedaan yang ada di KN, dia sekedar mengingatkan bahwa segala pertimbangan dari KBP harus mengacu kepada aturan yang ada.

“Surat FIFA itu juga harus menjadi referensi dalam membuat keputusan. Ini demi kepentingan yang lebih besar agar sepak bola Indonesia semakin baik,” terangnya.

Di sisi lain, Joko juga menyebutkan bahwa pihaknya telah memutusakan nama-nama yang menjadi ketua organizing committee (OC) dan anggota steering committee (SC) pada kongres PSSI 20 Mei nanti. untuk ketua OC, nama yang ditunjuk oleh KN adalah Prof Johar Arifin Husein. Sedangkan, SC kongres adalah semua anggota KN.

Kendati demikian, penunjukan Johar masih memunculkan kontroversi. Pasalnya, namanya juga telah diajukan sebagai calon waketum dan Exco PSSI di kongres nanti. Itu tentu bisa menimbulkan kekhawatiran di kalangan para pemilik suara karena ketua OC ternyata adalah orang yang memiliki kepentingan di kongres.

“Bisa jadi seperti itu (menguntungkan Johar). Karena itu, akan kami bicarakan kembali dengan semua anggota KN terkait penunjukan ini. Mungkin akan ada perubahan,” tandasnya.

Sementara itu terakit gelaran Musprovlub PSSI Sumut yang akan berlangsung di Hotel Garuda Citra pada Sabtu (7/5) mendatang, Siti Nurzanah yang bersama Dityo Pramono bakal ditugaskan di Medan, justru mengatakan belum tahu apa saja yang akan dilakukannya di Medan nanti, meskipun Musprovlub hanya tinggal beberapa hari.
“Kami masih menunggu masukan dari Pak Johar (Johar Arifin Husein, Red) tentang kondisi terkini PSSI Sumut. Semuanya tergantung masukan dari beliau,” bilang Nurzanah. (aam/jun/jpnn)

KONI Dukung Pengcab PSSI Tebing Tinggi

TEBING TINGGI- Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota tebing tinggi menyambut baik rencana bergulirnya kompetisi sepak bola yang dihelat Pengurus Cabang (pengcab) PSSI Kota Tebing Tinggi.

Menurut Ketua KONI Kota Tebing Tinggi Muhammad Daniel Sultan SE, Senin (2/5), apa yang dilakukan PSSI Kota Tebing Tinggi pantas mendapat dukungan karena kompetisi sudah sekitar 25 tahun tak lagi digelar.

“Bukan hanya dukungan, apa yang dilakukan PSSI Kota Tebing Tinggi juga pantas mendapat apresiasi. Ini membuktikan jika PSSI memiliki komitmen yang kuat untuk meningkatkan prestasi olahraga yang ada di Tebing Tinggi,” bilang Daniel, yang kemarin didampingi Sekretaris Parsaulian Siregar dan Bendahara H Saufinhar saat menerima audiensi pengurus PSSI Kota Tebing Tinggi.

Adapun pengurus PSSI Kota Tebing Tinggi yang turut menghadiri acara audiensi itu antara lain Ketua Dr Irvan Dalimunte, Wakil Ketua Edwin Dhani, Sekretaris Ahmad Yani Purba serta Bendahara Abdullah Sani Hasibuan.
Ketua Pengcab PSSI Kota Tebing Tinggi Dr Irvan Dalimunte pada kesempatan itu mengungkapkan bahwa pihaknya menggelar kompetisi pada tanggal 23 Mei 2011 di Lapangan Stadion Kampung Durian, Jalan Ahmad Yani Kota Tebing Tinggi.

Kompetisi itu sendiri akan diikuti oleh 10 perkumpulan sepak bola yang berada di Kota Tebing Tinggi serta daerah-daerah yang ada di sekitarnya seprti Kebun Pamela, Pabatu, Paya Pinang, Bandar Bejambu dan Kebun Bahilang. “Meski banyak tim yang ingin berpartisipasi, namun untuk tahap awal ini kita hanya membatasi 10 tim saja”, jelas Irvan.

Selenjutnya Irvan menjelaskan bahwa selain menggelar kompetisi pihaknya juga melakukan pendataan perkumpulan sepak bola dan pemain, serta tak melupakan perbaikan sarana dan pra sarana yang ada.

“Kita tetap berusaha semaksimal mungkin demi kejayaan sepak bola Kota Tebing Tinggi dan Sumut pada umumnya. Semoga apa yang kita cita-citakan ini dapat terwujud,” bilang Irvan. (mag-3)

Demi Olimpiade PBSI Lakukan Evaluasi

JAKARTA- PB PBSI mulai sadar. Mereka mengakui bahwa kaderisasi pebulu tangkis belum berjalan maksimal. Karena itu, induk organisasi bulu tangkis di Indonesia tersebut mulai berusaha untuk memperbaiki pembinaan di Cipayung, tempat PB PBSI menggelar pemusatan latihan nasional (pelatnas).

Ketua Umum PB PBSI Djoko Santoso menjelaskan, sebenarnya kaderisasi yang dilakukan pada masa kepengurusannnya telah dimulai sejak 2009. Namun, dia menilai sampai saat ini tanda-tanda keberhasilan belum terlihat.

“Kendala kami dari dalam, yakni kaderisasi yang tidak jalan. Kami yakin dengan bakat  mereka. Yang perlu dilakukan adalah perbaikan program-program latihan, menu, dan fasilitas. Ini adalah hasil dari evaluasi kami selama ini,” katanya dalam rangakaian acara ulang tahun PBSI ke-60 di Jakarta, kemarin (3/5).
Salah satu cara yang ditempuh oleh PBSI adalah dengan membuat program pembinaan baru di bawah arahan Kabid Binpres PB PBSI Hadi Nasri. Selain itu, PBSI juga melengkapi fasilitas latihan para pebulu tangkis pelatnas dan memperbaiki kualitas konsumsi pemain.

Untuk program, PB PBSI telah menyusunnya dengan program utama demi meraih sukses pada Olimpiade London 2012. Dalam perjalannnya, bakal ada evaluasi empat bulanan dari pengurus terhadap kemampuan setiap pebulu tangkis.

Tujuannya, agar target meloloskan pebulu tangkis pada ajang Olimpiade 2012 mendatang bisa tercapai. Penilaian tersebut akan dimulai pada kejuaraan Malaysia Grand Prix Gold yang mulai dilaksanakan kemarin hingga 8 Mei di Kedah. Dan penilaian itu akan berakhir pada April 2012 mendatang.

Selain program, PB PBSI juga meembangun fasilitas fitness, kolam renang, dan jogging track di Pelatnas Cipayung sebagai tambahan fasilitas terapi pemain yang sedang mengalami cedera. Sehingga, proses penyembuhan bisa dilakukan dengan maksimal. Itu juga merupakan bagian dari pemanfaatan sport science
Selain itu, PB PBSI mulai menata konsumsi pebulu tangkis pelatnas dengan mendatangkan ahli gizi dan nutrisi. Tujuannya, untuk menyesuaikan pola makanan untuk tiap atlet, sesuai dengan levelnya dan beban latihan yang dilakukan.

“Kami optimistis langkah ini akan membantu mereka. Kalau Tiongkok sudah memakainya, jadi kami mulai terapkan ini untuk bisa menyaingi prestasi mereka,” ujar Joko.

Sementara itu, Kabid Binpres PB PBSI Hadi Nasri berharap agar dalam kejuaraan di Malaysia, para wakil Indonesia bisa menuai hasil maksimal dan melangkah sejauh mungkin. Tujuannya, untuk mendongkrak poin pebulu tangkis-pebulu tangkis untuk bisa menembus peringkat delapan besar.

“Saya berharap mereka bisa lolos ke babak minimal untuk menambah poin sesuai dengan levelnya. Kalau yang terbaik harus bisa sampai ke partai puncak,” tandasnya.

Karena itu, lanjut Hadi, pihaknya hanya mengirimkan pebulu tangkis-pebulu tangkis terbaik pelatnas. Terutama. Yang memiliki peluang untuk memperbaiki peringkatnya hingga perhitungan poin Olimpiade selesai April 2012 mendatang.

“Kami sudah berhitung, sampai saat ini peringkat para pemain masih bisa di push untuk semakin baik. Ini demi meloloskan mereka ke olimpiade. Karena itu hanya pemain yang berpeluang kami kirimkan,” ujarnya. Namun, pada Malaysia Grand Prix Gold ini, Indonesia akhirnya batal mengirimkan Simon Santoso dan pasangan ganda campuran M. Rijal/Debby Susanto karena sedang cedera. Sehari sebelumnya, Taufik juga mundur karena kondisinya kurang fit. (aam/diq/jpnn)

Awasi Striker Tajam

MEDAN- PSMS berada di grup maut bersama PSAP, Persiba Bantul dan Mitra Kukar pada babak delapan besar Divisi Utama Liga Indonesia. Ketiga tim tersebut memiliki striker haus gol yang harus diwaspadai.

Arsitek tim, Suharto sudah menyadari hal itu. Begitu tahu siapa yang bakal jadi lawan, Suharto lansung mengetahui bahwa pemimpin perolehan gol sementara Divisi Utama diborong striker Persiba dan PSAP. Adalah Fortune Udo dari Persiba yang saat ini jadi pemuncak koleksi gol dengan torehan 31 gol. Disusul Osas Saha dari PSAP dengan 30 gol. Di kubu Mitra Kukar ada Franco Hita yang sudah mencetak 18 gol. Sedangkan di kubu PSMS sang pencetak gol terbanyak adalah Gaston Castano dengan torehan 14 gol.

Dan strategi yang akan dipakai pun sudah disiapkan sejak dini oleh Suharto. Fokus utama adalah menghindari ketajaman para striker haus gol itu. Tapi Suharto juga tak melupakan cara agar PSMS mampu menciptakan gol juga. “Ini laga yang berat, tapi semua punya peluang. Semua memiliki kesiapan sama dan skuad yang tak jauh berbeda. Jadi kita tidak akan gentar. Strategi akan disiapkan untuk meredam strategi tim lawan,” kata Suharto.

Enam hari waktu tersisa untuk membenahi skuad dirasa cukup. Dan latihan perdana pasca libur akan kembali digelar sore ini di Stadion Teladan. “Saya rasa cukup karena semua tim diberi waktu sama. Enam hari itu waktu efektifnya walaupun sebenarnya kita akan mulai bertanding pada 12 Mei nanti,” beber Suharto.

“Dari pihak PSMS, yang paling penting adalah persiapan meredam serangan tim dengan striker bagus. Tapi kita juga mesti memperbaiki peluang mencetak gol agar peluang menang terbuka,” sambung prajurit TNI AD itu.
Pada latihan sore ini, Suharto tidak buru-buru meramu strategi. Pemulihan kondisi fisik akan diutamakan untuk menjamin kebugaran pemain. Beruntung tak ada pemain cedera dan akumulasi kartu sudah diputihkan menyambut delapan besar.

“Soal strategi nanti kita simulasikan. Yang penting kita lihat dulu kebugaran pemain di awal-awal baru menentukan pola yang tepat,” lanjutnya.(ful)

Pakai Wasit ISL

PT Liga Indonesia (PT LI) mengambil langkah strategis untuk menjaga kualitas di babak delapan besar Divisi Utama 2010/ 2011. Mereka bakal menggunakan wasit Indonesia Super League (ISL) sebagai pengadil.

Corporate secretary PT LI Tigor Shalom Boboy menyatakan bahwa hal tersebut merupakan kebijakan anyar dari PT LI. Harapannya, semua pertandingan bakal berlangsung dengan baik.

“Kebetulan kan tidak ada pertandingan ISL. Karena itu wasitnya akan kami terjunkan di delapan besar. Tapi kami belum tahu berapa jumlah yang akan diturunkan nantinya,” terang Tigor kemarin.

Dia menambahkan, sebetulnya babak delapan besar bukan lagi masalah tentang tuan rumah. Melainkan, bagaimana pertandingan demi pertandingan dapat berlangsung dengan sukses.  “Yang diinginkan semua pihak kan pertandingan dapat berlangsung dengan lancar,” tambah Tigor.

Selain itu, mereka juga bakal menerapkan aturan ketat tentang wasit yang bakal memimpin. Salah satunya ialah wasit tersebut tak berasal dari daerah yang timnya maju ke babak selapan besar. Hal itu dianggap dapat mereduksi berbagai kecurangan yang kemungkinan bakal terjadi.

Kebijakan tersebut dianggap sebagai langkah untuk menjaga netralitas dalam babak delapan besar nantinya. Pasalnya, selama ini faktor netralitas benar-benar menjadi hal yang dianggap krusial. Jika wasit yang diturunkan berasal dari daerah yang timnya melaju ke delapan besar tentu bakal mengundang omongan miring.

“Yang penting adalah bagaimana nantinya kedua tim sama-sama tidak mengeluh setelah pertandingan berakhir. Kalau hanya protes di pertandingan, itu wajar. Di semua pertandingan apapun tentu juga ada protes,” ujarnya.
Menanggapi hal itu, pihak PSMS menyambut baik. “Keputusan memakai wasit ISL semoga saja menjadikan laga menjadi lebih menarik dan adil. Kualitas wasit memang kerap merugikan tim-tim di Divisi Utama,” papar Benny Tomasoa, Asisten Manajer PSMS. (ru/ful)

PT LI Bingung Tentukan Tuan Rumah

JAKARTA – PT Liga Indonesia (PT LI) dilanda kebingungan. Banyaknya klub yang mengajukan diri membuat mereka tak bisa memutuskan tuan rumah babak delapan besar Divisi Utama 2010-2011. Padahal, sebelumnya mereka berencana mengumumkan tuan rumah tersebut kemarin (2/5). Sebagai gantinya, PT LI akan memberikan kepastian maksimal Kamis (5/5) besok.

“Ini adalah kali pertama banyak klub yang mengajukan diri. Kalau tahun-tahun sebelumnya kan palingan 2-3 tim,” terang Tigor Shalom Boboy, corporate secretary PT LI saat ditemui di kantornya kemarin.

Dari delapan klub yang lolos, mayoritas sudah mengajukan diri untuk menjadi tuan rumah. Di antaranya ialah Persidafon Dafonsoro, Persiba Bantul, Gresik United (GU), Mitra Kukar maupun PSMS Medan. PT LI pun harus benar-benar jeli untuk menentukan klub mana yang akan didapuk menjadi tuan rumah.

Mereka memberikan tiga syarat bagi sebuah tim untuk bisa menjadi tuan rumah. Tiga syarat itu ialah faktor stadion, fairness serta kesiapan untuk materi sponsor. Masalahnya, klub-klub yang mengajukan diri tersebut juga memberikan jaminan bakal bisa memenuhi tiga syarat tersebut.

“Kami juga belum memikirkan wacana apakah nantinya tuan rumah akan digelar di Jawa dan Luar Jawa,” tambah Tigor.

Dari tiga unsur tersebut, faktor netralitas bakal menjadi hal yang krusial. Pasalnya, kerap terjadi bahwa tuan rumah dianggap bakal mendapatkan keuntungan non teknis saat turun gelanggang. Hal itulah yang membuat kubu Persiba mengusulkan agar babak delapan besar dilakukan di tempat yang bebas dari klub peserta.

Namun, Tigor menyatakan bahwa hal tersebut tak akan mungkin diterapkan. Pasalnya, tuan rumah memang seringkali memberikan servis bagi tim-tim lain. Di antaranya ialah membebaskan biaya akomodasi hingga mengucurkan match fee untuk tiap peserta.

“Belum lagi masalah animo penonton. Kalau tak ada tim tuan rumah, kemungkinan stadion ramai juga menjadi lebih kecil. Yang pasti kami akan berusaha menggelar pertandingan tersebut agar adil,” tegas Tigor.

Dari pihak PSMS lewat Asisten Manajer Benny Tomasoa, keyakinan akan penunjukkan tuan rumah masih tinggi. Beberapa hal penting penunjang kelayakan dipaparkan kepada PT LI. Termasuk soal akses, kesiapan stadion hingga jaminan keamanan. “Kita berdoa saja semoga kita jadi tuan rumah. Berbagai hal penting sudah layak, tinggal menunggu kepastian dari PT LI,” kata Benny. (ru/ful)