29 C
Medan
Thursday, January 1, 2026
Home Blog Page 15320

2 DPO Teroris Cirebon Diduga Ahli Merakit Bom

JAKARTA- DPO teroris Cirebon, Irwan dan Endut masih terus diburu. Polri menduga keduanya mahir dalam merakit bom.

“Ada dugaan Irwan sama Endut (yang ajarkan merakit bom). Belum tertangkap sampai sekarang. Dia bisa merakit bom,” kata Kabagpenum Polri, Kombes Pol Boy Rafli Amar, Selasa (10/5).

Boy mengatakan, dua DPO itu ikut membantu Mushola (tersangka teroris Cirebon) dalam merakit bom. Diketahui mereka juga kenal dengan terpidana teroris Sogir (kelompok Abdullah Sonata).
Tapi Boy membantah, keduanya adalah anak buah Sogir. “Pokoknya kenal lah,” imbuhnya. 8 orang tersangka kini telah diringkus Densus 88. Mereka yakni Ahmad Basuki, Dede, Andri alias Hasyim, M, Fd, E alias Hasyim, ZL dan JH.
Insiden bom bunuh diri terjadi di masjid Ad Dzikra, Cirebon. Bom meledak sebelum salat jumat. Pelaku bunuh diri diketahui bernama M Syarif warga Cirebon.

Sementara itu, rumah orang tua Musola, salah satu terduga jaringan bom bunuh diri di Masjid Al Dzikra, Mapolresta Cirebon, sore tadi digeledah Densus 88. Dibantu oleh Tim Gegana Brimob Detacemen C Polda Jabar, penggeledahan berlangsung selama sekitar 3 jam, berakhir sekitar pukul 18.00 WIB.

Suminah, ibu Musola, hidup berdua bersama kakak sulung Musola bernama Aminah di RW 02, Desa Kenangan Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon. Sedangkan ayah Musola, Rasim, sudah lama meninggal dunia. (net/bbs/jpnn)

Mandi Rohani Budha Rupang

SERGAI- Kelompok sosial Dharma Shanti Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, menggelar ritual Mandi Rohani Budha Rupang dalam rangka menyambut hari Trisuci Waisak 17 Mei 2011, di obyek wisata bahari Pantai Pondok Permai, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai, kemarin (8/5)

Ketua Kelompok Sosial Dharma Shanti Lubuk Pakam, Suwandi alias Tok Cen menjelaskan, ritual mandi rohani Budha Rupang itu, dengan menyiramkan air ke sejumlah patung Budha, memakai gayung kecil sebagai simbol membersihkan diri dari sifat buruk dalam batin.  Diharapkan melalui ritual mandi ini, segala keburukan yang ada dalam diri manusia menjadi bersih dan kembali suci.

Ritual yang dilaksanakan dalam rangkaian menyambut 3 momen yakni,  menyambut Waisak, kelahiran sekaligus wafatnya Sidharta Gautama sudah digelar kelompok sosial Dharma Shanti Lubuk Pakam di bawah naungan Vihara Dharma Shanti dengan pembinanya Ven Miau Phing selama dua hari. Sebelumnya, Sabtu (7/5) ritual serupa juga dilaksanakan di Kota Lubukpakam dan hari kedua digelar di Kota Perbaungan dan berakhir di obyek wisata bahari Pantai Pondok Permai, Kecamatan Pantai Cermin, Sergai.

Sementara itu, Pengelola Pantai Pondok Permai, Meryanto alias Asom mengaku, bersyukur kawasan obyek wisata bahari yang dikelolanya menjadi salah satu tempat ritual mandi Budha Rupang dan menjadi berkah demi keselamatan umat terutama para wisatawan yang datang berkunjung. “Selain ritual mandi rohani Budha Rupang, Pantai Pondok Permai setiap tahun selalu menjadi tempat ritual keagamaan agama lainnya sehingga benar-benar menjadi berkah,” bilangnya.(mag-15).

Jaksa Kirim Tim Periksa Bank Sumut

Korupsi Dana Pemkab Batubara

JAKARTA- Kejaksaan Agung RI mengirimkan tim penyidik ke Batubara, Sumatera Utara, untuk menyelidiki aliran dana kas daerah yang diduga digelapkan. Fokus penyelidikan adalah ke mana saja dana itu mengalir dari rekening di Bank Sumut dan Bank Mega.

“Ada tim yang dikirim ke Batubara. Kita akan teliti alur uangnya ke mana saja,” ujar Kapuspenkum Kejaksaan Agung, Noor Rochmad, di Kantor Kejaksaan Agung, Selasa (10/5).

Untuk keperluan penelusuran aliran dana, tim penyidik Kejagung RI akan meminta keterangan pejabat Pemkab Batubara dan Bank Sumut. Sementara untuk Bank Mega, tahap pemeriksaan masih terkonsentrasi pada dokumen rekening yang dicurigai. “Sampai saat ini belum ada penyitaan rekening,” sambung Noor.

Pengacara Kepala Cabang Bank Mega, Jababeka Itman Harry Basuki, Dwi Heri Sulistiawan, membantah jika kliennya menerima fee dari pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batubara dalam penempatan dana sebesar Rp80 miliar di Bank Mega cabang Jababeka. Menurut Dwi, Itman telah melakukan prosedur yang benar dalam pencairan dana Pemkab Batubara. Ia membantah pernyataan Kejaksaan Agung yang menyebutkan bahwa kliennya mengiming-imingi pejabat Pemkab Batubara dengan bunga tinggi untuk mendepositokan dananya di Bank Mega Jababeka.
“Tidak ada fee, karena itu proses marketing bank biasa,” kata Dwi melalui pesan singkat, Selasa (10/5). Dwi mengatakan, dana Pemkab Batubara disimpan dalam bentuk deposito on call, bukan depositobulanan. “Dengan rate 7 persen per annum, bukan 7 persen per 3 bulan,” ucapnya.

Dana itu disimpan di Bank Mega oleh Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan dan Aset Kabupaten Batubara, Yos Rauke dan Bendahara Umum Daerah, Fadil Kurniawan selaku kuasa kas Pemkab Batubara. “Melalui perantaranya yang bernama Rahman Hakim selaku komisaris PT Pacific Ofortune Management, perusahaan investasi,” jelasnya.

Seperti diketahui, dana Pemkab Batubara sebesar Rp80 miliar yang didepositokan di Bank Mega Jababeka, Bekasi, raib. Dana tersebut, diinvestasikan ke perusahaan investasi. Saat dana tersebut disimpan di Bank Mega Jababeka, Itman menjabat sebagai kepala cabang. Dalam kasus itu, Kejagung menahan dua tersangka dari Pemkab Batubara. (net/jpnn)

Gaji PNS Pindahan Distop

RAYA- Pemkab Simalungun mengeluarkan Surat Keterangan Pem berhentian Pembayaran Sementara (SKPPS) gaji bagi PNS yang pindah ke kabupaten/kota lain.

Bendahara SKPD Pemkab Simalungun yang meminta namanya dirahasiakan, mengakui menerima SKPPS dari Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah (Dispenda) untuk tiga PNS yang sudah pindah dari SKPD tempatnya.
“Hari ini (kemarin, Red)  saya terima, saya sifatnya anak buah saja, lebih baik bapak tanyakan langsung sama Dispenda,” jelas sumber ini  singkat, Selasa (10/5).

Diterangkannya, jika SKPPS sudah diterbitkan, maka ini akan ditindaklanjuti SKPD yang bersangkutan dengan memberikan data tentang pegawai yang pindah. Selanjutnya data ini diberikan kepada Dispenda dan Dispenda akan mengeluarkan Surat Keterangan Pemberhentian Penggajian (SKPP) para PNS ini.

“Jika SKPP dikeluarkan secara otomatis gaji mereka juga diberhentikan,” terangnya.
Kepala Seksi Gaji  Dispenda Simalungun Budi Susilawati memberikan keterangan tidak jelas perihal penerbitan SKPPS terhadap PNS yang pindah dari Pemkab Simalungun ke daerah lain.

“Belum ada dikeluarkan dari Dispenda kepada bendahara-bendahara SKPD untuk SKPPS terhadap pegawai yang pindah ke daerah lain, baik itu ke Pemko Siantar atau yang lainnya. Tapi logikanya, tidak mungkin mereka kerja di tempat lain sementara Pemkab yang menggaji,” katanya.

Kepala Dinas Pendapatan Kota Siantar Setiawan Girsang menyebutkan, semua PNS pindahan dari daerah lain ke Pemko Siantar jika PNS tersebut pindahnya sejak Januari 2011 maka penggajian PNS yang bersangkutan tetap ditanggung oleh daerah asal PNS tersebut hingga akhir 2011. (ral/smg)

Stres, Bakar Rumah Sendiri

LANGKAT-  Diduga karena stres, Maimunnah (33) nekat membakar rumahnya sendiri. Nasib baik, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

Kini, rumah semi permanen yang telah ditempati selama berpuluh-puluh tahun oleh Mashud (60), bapak kandung dan keluarganya itu hanya tinggal puing-puing dari sisa kebakaran.  Akibat kejadian itu, Maimunnah hingga kini tidak diketahui keberadaannya, karena sudah keburu kabur.

Informasi berhasil diperoleh di lokasi, peristiwa kebakaran itu terjadi, Selasa (10/5) sekira pukul 01.30 WIB dinihari di Dusun Ampera II, Desa Stabat Lama, Kecamatan Sei Wampu, Langkat.

Sore itu, Maimunnah ditinggalkan seorang diri oleh kedua orangtuanya yang sedang pergi berkunjung dan bermalam di rumah Salamuddin, abang tirinya yang tinggal tidak jauh dari rumah kediamannya tersebut.

Maimunnah, anak ke tujuh dari delapan bersaudara itu, selama ini memang dikenal sedikit mengalami gangguan jiwa, sejak ditinggalkan oleh suaminya yang pergi sambil membawa kedua anaknya ke luar kota.

Tidak diketahui secara persis apa penyebab terjadinya kebakaran tersebut. Namun ada dugaan, kalau sumber api berasal dari sebuah lampu teplok yang dipasang Maimunnah untuk menerangi rumahnya itu terjatuh dan menyambar keseluruh isi rumah.

Sebab, malam itu memang diketahui sedang terjadi mati lampu di lokasi tersebut. Tak lama, warga sekitar yang tinggal di dekat rumah Maimunnah kaget begitu melihat kobaran api sudah membesar dan membakar habis rumah.(mag-1)

Hari Ini, KPU Tapteng Serahkan Hasil Verifikasi ke MK

JAKARTA- Hari ini (11/5) KPU Tapteng akan menyerahkan hasil verifikasi dan klarifikasi ulang terhadap syarat dukungan partai pengusung empat pasangan  calon yang maju di pemilukada Tapteng ke Mahkamah Konstitusi (MK).
Anggota Divisi Hukum dan Humas KPU Tapteng Maruli Firman Lubis menjelaskan, pihaknya telah menjalankan putusan MK dengan memverifikasi dan klarifikasi syarat dukungan untuk pasangan Dina Riana Samosir -Drs. Hikmal Batubara, pasangan Albiner Sitompul-dr. Steven P.B. Simanungkalit, Ir. Muhammad Armand Effendy Pohan-Ir. Hotbaen Bonar Gultom, M.M.A, dan Raja Bonaran Situmeang, S.H., M.Hum – H Sukran Jamilan Tanjung, S.E.

“Besok pagi (hari ini, red) kita akan serahkan ke MK. Pagi kita konsultasi dulu. Kalau harus besok juga diserahkan, sorenya kita serahkan,” ujar Maruli Firman Lubis saat menggelar konperensi pers di Jakarta, Selasa (10/5).
Dia menjelaskan, proses verifikasi dan klarifikasi syarat dukungan sudah dilakukan secara terbuka. “Panwaslukada Tapteng ikut melakukan klarifikasi,” ujar Maruli.

Saat didesak apakah ada perubahan dukungan partai ke pasangan calon, Maruli membenarkan.  Pasangan Albiner-Steven misalnya, dari hasil verifikasi ternyata memenuhi syarat dukungan. “Hanura mencalonkan Albiner. Calon yang diusung Hanura tunggal, yakni Albiner-Steven,” terangnya.

Secara terpisah, pengacara pasangan Dina-Hikmal, Roder Nababan dengan tegas menyatakan, pencalonan yang sah oleh Hanura adalah yang dilakukan pengurus Hanura Tapteng.

, dengan ketuanya Ali Basyir Batubara dan sekretaris Ikmawati Tanjung.  Perubahan pengurus Hanura Tapteng yang dilakukan DPP setelah tanggal pendaftaran calon, kata Roder, tidak bisa menganulir pencalonan yang dilakukan pengurus Hanura Tapteng itu.

“Tapi jika masih pada masa perbaikan pendaftaran, bisa dimasukkan pengurus yang sah menurut DPP Hanura. Tapi ini sudah di luar tanggal pendaftaran. Dengan demikian, yang mengusung pasangan Bonaran-Sukran hanya PDIP dan Golkar saja,” ujar Roder.

Maruli tidak berani memastikan apakah dengan demikian nantinya pemilukada Tapteng diulang lantaran Albiner-Steven yang dulunya dicoret, kini memenuhi syarat. Kata Maruli, pihaknya hanya menjalankan keputusan MK. “Mengenai siapa saja yang dinyatakan memenuhi persyaratan menjadi calon, MK lah yang akan memutuskan nanti,” ujar Maruli.

Maruli tidak mau menjelaskan lebih detil hasil verifikasinya, dengan alasan tidak mau mendahului MK. Dia hanya memberikan sinyal, ada partai lain juga yang menggeser dukungannya, dari pasangan tertentu ke pasangan yang lain. (sam)

4 Perampok Truk Dibekuk

MEDAN- Tersangka pelaku perampokan truk, Sumiadi (28), warga Kampung Lalang, Tebing Tinggi dan Wito (45), warga Kampung Lalang, Tebing Tinggi dibekuk  Sat Reskrim Polda Sumut di Tebing Tinggi, Senin (9/5) malam.
Untuk 4 tersangka lagi masuk dalam DPO (daftar pencarian orang) dengan modus menodongkan senjata tajam kepada korbannya.

Wito saat diperiksa petugas mengaku tidak tahu menahu kalau yang dikerjakannya adalah merampok truk getah. Dijelaskan Wito, dia diajak temannya, Iwan Kumis, untuk menemani. “Saya tidak tahu kalau Iwan Kumis mau merampok mobil truk itu. Saya dan Sumiadi hanya menemani saja. Yang masuk kedalam mobil truk dan menodongkan pisau i Iwan Kumis. Kami hanya disuruh membawa mobil saja,” tukasnya.

Diceritakan Wito, mereka ada delapan orang dan 2 lagi petugas kepolisian. “Kami ada 8 orang dan ada 2 polisi (1 Brimob dan 1 Polisi Umum, Red). Yang bawa 2 polisi itu, Iwan Kumis tadi. Kami ada 8 orang, Tarigan, Iwan Kumis, Sitepu, Sugiato, 2 polisi dan kami berdua,” ucap Wito.

Wito mengaku, Iwan Kumis yang masuk setelah melihat mobil truk berisi getah parkir di pinggir jalan di Jalan Yos Sudarso, Tebing Tinggi. “Mobil truk waktu itu sedang parkir di Jalan Yos Sudarso, Tebing dan kami melakukan aksi Sabtu (23/4) lalu tepatnya malam hari saat kernetnya sedang tidur. Kalau supirnya tidak ada kami jumpai didalam mobil tetapi hanya kernet saja,” tambah pria tua ini.

Kasubdit Krimum Polda Sumut, Kompol Andri Setiawan SH M.Hum Sik mengatakan, tersangka yang dibekuk 4 orang sedangkan untuk 4 tersangka lagi masih dalam pengejaran. Diterangkan Andri Setiawan, mobil truk BK 8002 EC yang berisi getah karet itu sedang parkir di Jalan Yos Sudarso, hanya ada kernetnya Ompong (38), sementara supir tidur di rumahnya sendiri di Tebing Tinggi. “Ke-8 tersangka, Tarigan, Iwan Kumis, Sitepu, Sugiato, Wito, Sumiadi dan 2 polisi (masih menjalani pemeriksaan, red). Yang masih buron Tarigan, Iwan Kumis, Sitepu, Sugiato,” ungkap Andri Setiawan.(jon)

3 Bulan Menghilang, Ketahuan Menikah

BINJAI- Orangtua mana yang tak ingin melihat anaknya bahagia. Apa pun akan dilakukan, termasuk menguliahkan anaknya. Namun, kalau anak itu kuliah dan selama tiga bulan tidak ada kabar, tentunya orangtua merasa panik.
Begitulah yang dirasakan pasangan suami istri (Pasutri) Ahmad dan Heriah Boru Ginting, warga Bahorok, Kabupaten Langkat. Selama tiga bulan, ia sibuk mencari Lena (21) anak perempuannya yang kuliah di UISU, Medan. Soalnya sudah tiga bulan, anaknya tidak memberi kabar.

Nah, selama tiga bulan mencari, akhirnya kedua orangtua ini berhasil mendapatkan titik terang. Namun, kedua orangtua ini kembali emosi dikarenakan mengetahui anaknya sudah menikah dengan Retno (22) warga Stabor, Langkat, dan memiliki rumah sewa.

Untuk itu, kedua orang tuanya mencoba mencari Retno, guna mengetahui keberadaan anaknya. Setelah dicari selama satu bulan, akhirnya kedua orangtua ini menemukan Retno, Selasa (10/5) tepat di Jalan Veteran, Kelurahan Tangsi, Kecamatan Binjai Kota. Saat itu Retno sedang menjalani pekerjaanya sebagai pedagang sebuah media cetak (koran-red) terbitan Medan .

Melihat Retno sedang berdagang koran, akhirnya Ahmad langsung mengejarnnya dan nyaris terjadi adu jotos. Bahkan, Surtini (ibu Retno-red) yang kebetulan berada di lokasi, juga nyaris adu jotos dengan Heriah (ibu Lena-red). Melihat ada keributan di tengah jalan, akhirnya warga setempat berdatangan guna melerai kedua belah pihak.
Berselang beberapa menit, Petugas Polsek Binjai Kota tiba di lokasi dan membawa kedua belah pihak ke Polsek guna dimintai keterangan lebih lanjut. “Kami sudah tiga bulan ini tak dapat kabar, tau-tau sekali dapat kabar anak kami sudah menikah. Menikah apa namanya kalau tidak ada wali,” ujar Heriah dengan nada tinggi, seraya menambahkan, kabar yang didapat, anaknya menikah di mesjid yang ada di Asrama Haji.

Sementara itu, Surtini, ibu Retno mengaku tidak tahu kapan dan dimana mereka menikah. “Saya juga tidak tahu. Sebab, anak saya ini sehari-hari berdagang koran dan kadang-kadang memasang teratak untuk orang yang menikah,” kata Surtini. Namun sayangnya, Retno, yang sudah berada di Polsek guna dimintai keterangan, terlihat malu dan enggan memberikan keterangan. “Udahlah pak, kalau bapak orang Polres pastinya sudah kenal sama aku,”kata Retno, di balik pintu sambil menutup muka menggunakan topi jaketnya.(dan)

Selingkuhi Istri Orang, Pengangguran Dihajar

SIANTAR- Ivan Sihombing (28) warga Jalan Udang, Kelurahan Pardomuan, Kecamatan Siantar Timur, Pematangsiantar bonyok dipukuli bermarga Purba (30) warga Jalan Bawal, Kelurahan Pardomuan.
Alasannya, Ivan yang masih berstatus lajang ini, diam-diam diketahui menjalin hubungan asmara dengan ibu satu anak, Rolan boru Sagala (28) terakhir diketahui istri Purba.

Diduga rumah tangganya berantakan karena Ivan, lalu Purba memukuli Ivan sampai babak belur, Senin (9/5) sekira pukul 18.00 WIB di Jalan Medan Simpang Rame, Kelurahan Sumber Jaya, Kecamatan Siantar Martoba, Pematangsiantar.

Menurut Ivan di Polsek Martoba, Selasa (10/5)  dia telah mengenal lama berhubungan dengan Rolan. Pada saat itu, Rolan yang diketahui sudah punya anak satu, masih belum menikah dengan Purba. (osi/smg)

Granat Aktif Ditemukan

KISARAN- Pencari barang bekas (botot) Jefri Ardi (19) warga Jalan Sei Hasan Kelurahan Tegal Sari dan Iman Hasibuan (16) warga Jalan Sei Silau Kelurahan Tebing Kisaran, menemukan granat aktif, Senin petang (9/5) sekitar pukul 17.00 WIB, di Sungai Silau persisnya di kawasan Bukit Katarina.

Informasi dihimpun, kedua pencari barang bekas tersebut menyerahkan granat jenis nenas yang diduga masih aktif kepada anggota Sat Reskrim Polres Asahan.

Dedy Santana, Anggota Sat Reskrim Polres Asahan mengatakan, setelah seharian mencari barang bekas di dasar sungai, tiba–tiba mereka menemukan bungkusan plastik. Ketika diangkat bungkusan itu terasa berat, kemudian keduanya membuka bungkusan itu, dan ternyata isinya besi bulat yang diduga bom.(mag-2/smg)