28 C
Medan
Thursday, January 1, 2026
Home Blog Page 15321

Parit Pembatas PTPN 2 Diprotes

BINJAI- Puluhan warga yang ada di Desa Padang Blahrang, Kecamatan Selesai, Langkat, protes atas tindakan PTPN 2, yang menggali parit besar atau pembatas sedalam sekitar empat meter dan lebar sekitar tiga meter, Selasa (10/5).
Menurut keterangan Usmayadi, salah seorang warga setempat, belum lagi parit selesai digali, sudah ada anak anak-anak usia dua tahun terjatuh. Untung saja, sempat diketahui security yang menjaga jalannya penggalian parit itu.

“Kami masyarakat di sini tidak terima karena itu tadi, anak-anak bisa terjatuh dan bisa meninggal dunia. Macam anak-anak yang jatuh tadi, untung saja diketahui, kalau tidak, bisa aja anak itu meninggal,” ujar Usmayadi.
Selain itu kata Usmayadi, dalamnya parit yang digali juga merugikan masyarakat setempat, dimana binatang ternak juga akan ikut terjatuh ke dalam parit.

“Warga di sini ada yang memelihara kambing, ayam, bebek dan lainnya, kalau sempat jatuh dan tak diketahui, mau nuntut sama siapa,”ucapnya.(dan)

Tanpa Pandang Bulu

Dari 7.059 ODHA Baru 50 Persen Teridentifikasi

Penularan penyakit  Human Immunodeficiency Virus dan  Acquired Immune Deficiency Syndrom (HIV/AIDS) di Provinsi Sumatera Utara semakin tidak terbendung. Fakta menunjukkan bahwa jumlah kasus Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) terus meningkat. Minimnya kesadaran masyarakat ditambah kurangnya upaya pencegahan, menjadi salah satu penyebab merebaknya penyakit ini di masyarakat.

Bahkan, estimasi ODHA dari kementerian kesehatan sebagaimana yang dipaparkan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumut, Chandra Syafei pada rapat dengan Komisi E DPRD Sumut di Gedung Dewan, Selasa (3/5) lalu, menunjukkan, jumlahnya mencapai 7.059 orang.

“Dari jumlah tersebut, baru sekitar 50 persen yang berhasil diidentifikasi,” ujar Chandra.

Namun Chandra tidak merinci berapa jumlah yang positif mengidap AIDS. Chandra menyebutkan, saat ini Provinsi Sumut menempati peringkat 9 nasional jumlah kasus HIV/AIDS. Peringkat ini tidak dapat dipastikan membaik. Hal ini karena masih kurangnya kesadaran masyarakat dan kurang mendukungnya pendanaan dalam upaya pencegahan.
Nah, sadar dengan ancaman tersebut, Pemerintah Kota (Pemko) Binjai langsung menggencarkan sosialisasi bahayanya virus HIV/AIDS. Sehingga, Wali Kota Binjai, HM Idaham SH Msi, menunjuk Dinas Kesehatan dan RSU dr Djoelham Binjai untuk melaksanakan sosialisasi soal hal itu. Dan, sosialisasi sudah dibuka di Pendopo Umar Baki, Jalan Veteran, Kecamatan Binjai Kota, Selasa (10/5).

Sosialisasi tersebut dihadiri sekitar 300-an siswa dari Sekolah Menengah Atas (SMA) yang ada di Kota Binjai. Acara sosialisasi ini, dibuka langsung oleh Asisten I Pemko Binjai, Aspian, dan dihadiri Dirut RSU dr Djoelham Binjai, Drg Susyanto.

Drg Susyanto, dalam sosialisasi tersebut menerangkan bahwa, setiap orang yang telah terinveksi HIV/AIDS, sangat mudah diserang oleh penyakit. Bahkan, setiap penyakit yang menyerang dapat mengancam hidupnya. Parahnya lagi, virus ini menyerang tanpa pandang bulu. “HIV/AIDS tidak memandang siapa orangnya, sebab virus ini dapat menyerang siapa saja jika kelakukannya buruk,” terang Drg Susyanto.

Selain itu, Susyanto juga menerangkan, bahkan setiap orang yang HIV positif sering terlihat sehat dan selalu merasa sehat. Sehingga, orang yang positif terjangkit HIV/AIDS, tidak akan pernah tahu kalau ia sudah terjangkit virus mematikan itu. Bahkan, jika ia sudah terjangkit, tidak tertutup kemungkinan akan menularkan virus itu kepada orang lain.

“Untuk itu, satu-satunya cara guna mendapatkan kepastian tertular atau tidak HIV/IDS, harus melalui tes dan RSU dr Djoelham Binjai siap untuk hal itu,” ujarnya.

Soal penyebaran atau menularnya penyakit ini, kata Susyanto, tak perlu takut. Pasalnya, ada beberapa faktor dimana virus ini tidak dapat ditularkan. “Virus ini tidak dapat menular kalau kita digigit nyamuk, keringat, sentuhan, pelukan, ciuman, berenang bersama, terbatuk atau bersin, berbagi makanan dengan alat yang sama, dan memakai toilet bergantian. Hal ini tidak dapat menularkan virus itu kepada orang lain,” ungkapnya. (dan)

Di Binjai, 12 Orang Terjangkit HIV/AIDS

Kota Binjai atau juga disebut sebagai Kota Rambutan, sejauh ini masih dikategorikan sebagai kota kecil. Meskipun begitu, di Kota Binjai sudah ada 12 orang yang terjangkit HIV/AIDS. Hal itu dikatakan langsung Dirut RSU Djoelham Binjai, Drg Susyanto.

“Iya, di Binjai ada 12 orang yang terjangkit dan menurut perhitungan WHO, dari satu orang yang terjangkit, ada 100 orang yang tersembunyi atau terjangkit tetapi tidak diketahui keberadaannya. Sementara, di Kota Binjai ada 12 orang, berarti yang tersembunyi saat ini ada sekitar 1.200 orang,” ungkap Susyanto.

Untuk mencari atau mendata orang yang telah terjangkit virus mematikan ini. Maka, Pemko Binjai menyarankan kepada masyarakat untuk memeriksakan diri. “Seperti yang saya katakan, HIV/AIDS tidak dapat diketahui kalau tanpa melakukan konseling dan test HIV/AIDS,” katanya.

“Bagi masyarakat yang berkeinginan memeriksakan diri dengan senang hati kami layani di RSU dr Djoelham Binjai. Jika ada ditemukan orang yang terjangkit, nama dan alamatnya akan kami rahasiakan,” ucap Susyanto.
Dijelaskannya, dalam konseling dan test dilakukan dengan prinsip tanpa paksaan. Bahkan, konseling dan testing ini juga bermanfaat untuk mendapatkan informasi, pelayanan dan perawatan sesuai kebutuhan masing-masing, dan dukungan untuk perubahan prilaku yang lebih sehat dan aman dari HIV/AIDS.

“Obat untuk menyembuhkan orang yang terjakit virus ini belum ada, yang ada hanya Antiretroviral (OVR), obat ini bukan untuk menyembuhkan HIV, tetapi hanya berfungsi untuk mengendalikan pertumbuhan jumlah HIV dan meningkatkan daya tahan tubuh. Bahkan, orang yang sudah terjangkit, harus minum obat ini secara rutin, selama ia masih hidup,” ungkapnya. Maka dari itu, sangat disarankan kepada masyarakat khususnya di Kota Binjai, memiliki kesadaran diri bahayanya HIV/AIDS dan berkeinginan untuk memeriksakan diri. “Kita menerima semua masyarakat, baik di Binjai maupun luar Binjai, dan dari hasil konseling serta test yang dilakukan, didapati 23 orang yang terjangkit HIV/AIDS, 12 diantaranya ya dari Binjai,” pungkasnya.(dan)

Pemerintah Tolak Hapus Subsidi

Diarahkan ke Pola Langsung

JAKARTA- Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan pemerintah masih akan mengalokasikan subsidi energi. Namun, polanya akan diarahkan ke subsidi langsung.

Dengan mekanisme itu, pola subsidi harga yang selama ini dianut bisa direstrukturisasi agar bisa dinikmati oleh kalangan masyarakat miskin yang lebih berhak.

“Subsidi tetap diberikan. Hanya pola pemberian subsidi harus direstrukturisasi. Mungkin dari pola pemberian subsidi pada harga bisa saja (diubah) pada hanya pola pemberian subsidi harus direstruk. Mungkin dari pola pemberian subsidi pada harga bisa saja (diubah) pada subsidi langsung,” kata Hatta di kantornya kemarin.
Upaya pengalihan pola subsidi tersebut, menurut Hatta, tidak sama dengan penghapusan subsidi. “Jangan ada istilah penghapusan. Tidak ada penghapusan subsidi. Subsidi tetap diberikan oleh pemerintah, oleh bangsa ini pada rakyatnya yang membutuhkan,” kata Hatta.

Subsidi dengan pola langsung bisa diberikan dalam bentuk bantuan langsung ke masyarakat miskin. Subsidi langsung juga bisa diberikan terbatas kepada angkutan umum. “Sampai kapan subsidi energi tetap diberikan? Sampai masyarakat ini tidak membutuhkan subsidi lagi. Catat itu. Yang benar itu subsidi itu diatur, bukan dihapus,” katanya.
Hatta menyatakan, saat ini pemerintah tengah mengatur restrukturisasi subsidi tersebut dalam sebuah road map tersendiri.

Hatta mengatakan, hingga kini, pemerintah belum berencana menaikkan harga BBM bersubdisi, terutama premium.
Hatta mengatakan, meskipun harga minyak mentah meningkat, namun saat ini masih terkompensasi dengan apresiasi nilai tukar rupiah. “Ingat pengalaman 2010. Walaupun terjadi kenaikan tidak menaikkan subsidi dan tidak perlu menambah plafon karena rupiah menguat,” katanya.

Harga rata-rata minyak mentah Indonesia (ICP) di bulan April telah menyentuh level USD 123 per barel. Dalam APBN 2011, harga minyak mentah Indonesia diasumsikan USD 80 per barel, dengan kurs rupiah USD 9.250 per USD. Saat ini, kurs rupiah bergerak di kisaran Rp8.700-8.800 per USD. Dalam APBN, subsidi BBM dianggarkan Rp 99,5 triliun. Sebelumnya, Dirjen Migas Kementrian ESDM Evita Legowo mengungkapkan subsidi BBM akan dihapus secara keseluruhan pada 2014. Sebelumnya, Menkeu Agus Martowardojo juga mengatakan pemerintah berkeinginan menghapuskan premium yang saat ini harganya masih disubsidi. (sof/kim/jpnn)

Kemenkes Sosialisasikan RPP Tembakau

Demi Melindungi Kesehatan Masyarakat

JAKARTA – Belum juga disahkan, Rencana Peraturan Pemerintah (RPP) menuai protes terutama dari kelompok petani tembakau dan kalangan pengusaha rokok. Namun, Kemenkes berkeras tetap akan menyosialisasikan RPP tersebut terkait alasan menjaga kesehatan masyarakat.

Menurut Staf Khusus Menteri Kesehatan Bidang Politik Kebijakan Kesehatan Bambang Sulistomo, pemerintah memahami kekhawatiran ribuan petani tembakau di Indonesia. Namun, lanjut dia, Kemenkes tetap bertanggung jawab pada kondisi kesehatan masyarakat makin menurun akibat konsumsi rokok secara berlebihan.

“Kalau petani lagi panen harga turun, kita juga sedih, tapi tolong dimengerti tugas Menteri Kesehatan itu adalah untuk melindungi kesehatan masyarakat, karena kita punya kewajiban untuk “itu,” urai  Bambang dalam acara sosialisasi RPP Tembakau di gedung Kemenkes, kemarin (10/5).

Terkait pro dan kontra terhadap RPP Tembakau, Bambang menyatakan itu adalah hal yang biasa terjadi. Pemegang kebijakan dalam hal kesehatan memiliki perbedaan pandangan dengan lembaga yang mengatur perdagangan maupun petani tembakau.

Pihak-pihak yang mendukung pengesahan RPP tersebut tidak lain adalah kalangan akademisi yang peduli dengan kesehatan, seperti Lembaga Demografi UI (LDUI), Fakultas Kesehatan Masyarakat UI (FKM UI), Yayasan Jantung Indonesia “Hingga Lembaga Menanggulangi Masalah Merokok (LM3),” ujarnya.

Sementara pihak-pihak yang menolak RPP tersebut, antara lain, Gabungan Produsen Rokok Putih Indonesia (Gaprindo), Serikat Petani Tembakau Lereng Prau Kabupaten Kendal, sampai Kadin Jatim.

Dalam RPP Tembakau sebenarnya tidak dipaparkan adanya larangan merokok. Namun, sejumlah dim pasal disebutkan aturan-aturan yang cukup memberatkan produsen rokok. Diantaranya, larangan penayangan iklan rokok, kegiatan CSR, sponsor acara, larangan  penjualan rokok secara eceran, dan pada orang di bawah 18 tahun, serta wanita hamil.

Terkait larangan penayangan iklan, berdasarkan penjelaran RPP, masyarakat berhak mendapatkan informasi dan peringatan yang jelas dan benar atas dampak yang ditimbulkan akibat merokok. Meski lebih dari 90 persen masyarakat pernah membaca peringatan kesehatan di bungkus rokok, hampir separuhnya tidak percaya dan 26 persen tidak termotivasi berhenti merokok. Studi di berbagai negara membuktikan peringatan tertulis yang disertai gambar, lebih efektif daripada hanya berupa tulisan. (ken/jpnn)

Langgar Batas Waktu SBI Denda Rp100 Juta

Bank Indonesia (BI) menegaskan kebijakan batas waktu minimal kepemilikan (holding period) Sertifikat Bank Indonesia (SBI) selama 6 bulan akan diikuti dengan pengenaan sanksi bagi investor yang berani melepas produk tersebut di luar ketentuan yang ada.

BI berencana mengenakan sanksi denda sebesar 0,01 persen dari setiap nilai transaksi yang dilakukan sebelum batas waktu kepemilikan atau minimal Rp10 juta dan maksimal Rp100 juta. “Untuk mekanisme sanksinya, kami sudah mengatur dengan jelas,” ujar Analis Ekonomi Madya Senior Biro Pengembangan dan Pengaturan Moneter Direktorat Pengelolaan Moneter BI, Bistok Simbolon, di Kantor Pusat BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa, 10 Mei 2011.
Menurut Bistok, pengenaan sanksi akan diberikan satu hari setelah pemegang SBI melepas produknya tersebut di bawah batas waktu yang disyaratkan BI. Selanjutnya, SBI tersebut akan dinyatakan efektif terhitung sejak transaksi dilakukan hingga 6 bulan mendatang.  Bistok menjelaskan, BI harus mengeluarkan kebijakan holding period sebagai salah satu upaya pembalikan modal asing yang terjadi secara tiba-tiba (sudden reversal). Apalagi, dana asing yang masuk ke Indonesia selama ini tergolong investasi jangka pendek (hot money).

BI berharap kebijakan baru itu  akan membantu bank sentral mencegah munculnya gangguan stabilitas moneter. “Aturan ini berlaku untuk domestik dan asing atau disebut dengan macro-prudential dan bukan capital control,” katanya.   BI mencatat total outstanding SBI hingga awal pekan ini mencapai Rp233 triliun dengan pemegang dari investor asing mencapai 30 persen. Kebijakan holding period direncanakan efektif mulai 13 Mei 2011.  (net/jpnn)

Indonesia Kerjakan Empat Proyek ASEAN

Salah satu pembahasan penting dalam KTT ASEAN 2011 adalah kerjasama konektivitas antara negara. Sebanyak 12 proyek infrastruktur dicanangkan dalam program Brunei-Indonesia-Malaysia, East ASEAN Growth Area (BIM-EAGA).

“Konektivitas ini didalam (BIM-EAGA)  ada 12 proyek infrastruktur, dimana 4 proyek infrastruktur ada di Indonesia,” kata Menko Perekonomian, Hatta Rajasa Selasa (10/5).

Hatta menjelaskan empat proyek yang akan digarap oleh Indonesia yaitu pertama, pembangunan pembangkit Sumatera terhubungkan dengan Malaka. Kedua, pembangunan pembangkit 150 KV transmisi di Sanggau, Kalimantan Barat dan Sarawak. Ketiga, rehabilitasi jalan-jalan di perbatasan sepanjang lebih kurang 150 kilometer di Indonesia. Keempat, adalah jalan tol Bitung-Manado.

Proyek infrastruktur ini akan didanai oleh Asian Development Bank (ADB) dan negara-negara Asean, dengan nilai 1,2 miliar dolar AS. Sementara untuk proyek di Indonesia nilainya mendekati 400 juta dolar AS. “Proyek ini akan terus dipantau agar terealisasi,” kata Hatta.

Selain membahas infrastruktur dalam KTT Asean juga dibahas mengenai ketahanan pangan dan ketahanan energi. Nantinya Asean akan menjadi lumbung pangan tidak hanya bagi negara Asean tetapi juga untuk dunia.
Menteri Pertanian Suswono menambahkan pada bulan Oktober nanti negara ASEAN Plus Three sepakat untuk menyediakan cadangan beras sebesar 787 ribu ton beras. Indonesia, mendapat tanggung jawab sebesar 12 ribu ton.
Kesepakatan ASEAN Plus Three Emergency Rice Reserve (UPTERR) itu digunakan untuk menghadapi kondisi rawan pangan dan bila terjadi volatilitas harga akibat kenaikan harga pangan. Cadangan ini juga dapat dilakukan untuk operasi pasar, termasuk untuk kawasan ASEAN.

“Presiden berharap agar cadangan pangan ini ditingkatkan dan Indonesia siap menambah hingga 25 ribu ton,” kata Suswono. (net/jpnn)

1.325 Izin Importir Terdaftar Dicabut

Pemerintah mencabut sebanyak 1.325 izin Importir Terdaftar (IT) produk tertentu selama tahun 2010.
Direktur Impor Kementerian Perdagangan (Kemendag) Partogi Pangaribuan menjelaskan, sebagian besar izin yang dicabut adalah milik importir di sektor elektronika. Menurut Partogi, untuk produk elektronika buatan dalam negeri banyak mendapat ancaman dari negara-negara Asean dan Cina.

Sehingga, kata dia, untuk mengatasi serbuan impor itu, maka produsen di dalam negeri harus membuat produk yang berkualitas dan meningkatkan daya saing industri dalam negeri. Alasan-alasan pencabutan itu, kata dia, di antaranya adalah karena importir terkait tidak membuat laporan pada Kemendag.

Selain itu, lanjutnya, setelah pemerintah melakukan pengecekan pada pemilik izin impor, ternyata ada yang memiliki alamat dan izin impor dan kegiatannya tidak sama. “Kementerian Perdagangan juga melakukan kerja sama dengan bea cukai. Jadi, ketika ada kesalahan pada dokumen kepabeanan, izin impornya bisa dicabut,”kata Partogi di Jakarta, Selasa (10/5).

Selama 2010, Kemendag menerbitkan sebanyak 5.287 izin impor. Dengan pencabutan 1.325, maka kini hanya sisa 3.962 izin yang berlaku. Pada Januari-April 2011, izin impor yang diterbitkan sudah mencapai 1.719. (net/jpnn)

Produksi Beras Belum Sampai Separuh dari Target

Indonesia Siap Tambah Beras ASEAN

Indonesia siap menambah pasokan untuk lumbung pangan ASEAN dari semula hanya 12.000 ton menjadi 25.000 ton beras sehingga kawasan ini dapat meningkatkan kemampuan mengatasi kondisi darurat maupun gejolak harga pangan.

“Sudah disepakati volume cadangan pangan bersama itu sebesar 780 ribu ton dan Indonesia dapat 12.000 ton, tapi Presiden berharap bisa ditingkatkan dan Indonesia siap menambah hingga 25.000 ton,” kata Menteri Pertanian Suswono di Jakarta, Selasa. Mentan menyebutkan, lumbung pangan ASEAN itu ditujukan untuk mengatasi jika sewaktu-waktu terjadi kondisi darurat di anggota ASEAN atau untuk mengatasi jika terjadi gejolak harga pangan.
“Tren harga pangan kan naik, cadangan ini bisa digunakan untuk operasi pasar, jadi ketika harga naik bisa gunakan untuk operasi pasar untuk kawasan ASEAN,” jelas Suswono.

Ia menjelaskan, saat ini Indonesia adalah pengkonsumsi beras terbesar  di ASEAN. “ASEAN kan produksinya paling bagus, jadi kita akan kerja sama, dan diharapkan ada peningkatan investasi. Inilah yang disampaikan Presiden,” kata Suswono.

Mentan menyebutkan, saat ini pembahasan yang dilakukan baru di tingkat kepala negara dan diharapkan pada Oktober 2011 nanti ada pembicaraan tingkat yang lebih teknis.

“Dulu sudah mau ditanda tangan di Kamboja tapi Singapura minta ditunda karena menunggu persetujuan parlemen, sekarang mereka sudah siap,” katanya.

Dilanjutkannya, pemerintah menargetkan produksi beras pada tahun 2011 sebesar 70,6 juta ton gabah kering giling (GKG). Sampai bulan April 2011, diprediksi sudah ada panen sekitar 30 juta ton GKG. “Sampai April prediksinya sekitar 30 juta ton GKG lebih, mudah-mudahan target 70,6 ini bisa kita capai,” katanya.

Menurut Suswono, dipastikan ada panen raya untuk gabah kering karena pada musim kemarau pertama ini cuacanya cukup bagus untuk dapat melakukan panen raya. “Ada dong, ini musim kemarau 1 ini yang sekarang potensinya bagus dengan iklim yang bagus ini,” ujarnya.

Karena itu, tambah Suswono, dipastikan panen yang terjadi tidak berbarengan di seluruh wilayah Indonesia. Diperkirakan juga pada bulan Mei dan Juni masih akan ada panen. “Tidak ada semacam tanam serempak, jadi panen terus,” imbuhnya.

Lebih lanjut Suswono menjelaskan, panen yang tidak berbarengan ini membuat pasokan akan tetap terjaga dan membuat harga yang akan didapat petani juga tetap bagus. “Harga pasar di atas harga HPP sehingga petani menikmati harga cukup bagus karena panen tidak serentak,” pungkasnya. (net/jpnn)

Awas Cedera

MEDAN- PSMS segera melakoni laga babak delapan besar Divisi Utama Liga Indonesia. Jumat (13/5) ini PSAP lawan perdana yang mesti disingkirkan. Selanjutnya Persiba dan Mitra Kukar menanti untuk ditundukkan.

Tentu saja bukan perkara gampang. Bermodal 18 pemain dan harus tanding di kandang lawan tentu bukan hal menyenangkan. Hal rawan yang mesti dipikirkan adalah soal kemungkinan cedera pemain. Atmosfer babak delapan besar tentu lebih dahsyat dari partai reguler. Saling ngotot antar klub rentan membikin pemain cedera.

Soal cedera memang hal nomor satu yang harus diantisipasi. Masalahnya PSMS hanya punya 18 pemain yang bisa turun. Di dua lini, belakang dan depan PSMS bisa dibilang yang paling bermasalah. Di depan hanya ada tiga nama: Gaston Castano, Rinaldo dan Mahadi Rais. Yang biasa reguler diturunkan dari ketiganya hanya Gaston karena dua nama belakangan merupakan striker muda yang belum stabil penampilannya.

Di belakang tepatnya di posisi defender, PSMS hanya punya satu pelapis: Putra Habibi. Kalau Novi Hendriawan atau Vagner Luis cedera, maka hanya Putra yang bisa mengisi pos yang ditinggalkan. Di sisi wing back juga hanya ada satu pelapis: Nopianto. Kalau Rahmat atau Ari Yuganda cedera maka Nopi bisa diandalkan.
Sedangkan di lini tengah relatif aman. Ada tujuh pemain tengah yang dibawa ke markas Mitra Kukar. Namun dari ketujuh gelandang, yang berkarakter bertahan hanya Faisal Azmi. Selebihnya lebih bertipikal gelandang serang. Termasuk Almiro Valadares.

Nah itu baru dari ancaman cedera. Bagaimana kalau seandainya ada pemain yang terkena akumulasi kartu? Ehm, ini bakal jadi bencana besar karena keterbatasan amunisi tadi.

“Kalau lapangannya bagus mudah-mudahan momok cedera bisa diminimalisir,” kata Asisten Pelatih Edy Syahputra sebelum berangkat lalu. Benar. Namun kalau cedera akibat tekel keras tim lawan atau hal lain yang tak terduga, mau tak mau  harus ada perhatian serius. Belum lagi kondisi fisik pemain yang bakal kelelahan karena harus bermain setiap dua hari.

Yang jelas bakal ada pertaruhan oleh arsitek PSMS soal susun strategi. Tergelincir sedikit, peluang lolos ke semi final bakal makin sulit. Mudah-mudahan tim pelatih dan pemain sudah mengantongi kekuatan lawan. Video pertandingan antara Mitra  Kukar dan Persiba Bantul sudah diamati. Kalaupun tak sempat menyaksikan video rekaman itu, PSMS masih punya waktu mengamati bakal lawannya. Beruntung, karena PSMS bermain pertama kali kontra PSAP yang sudah pernah dihadapi sebelumnya. Pada laga perdana Grup B 13 Mei nanti, PSMS v PSAP mendapat jatah tanding pada pukul 20.00 WITA. Sementara laga Mitra Kukar v Persiba digelar sore harinya pada tanggal yang sama. “Sepertinya masih ada waktu untuk mengintip kekuatan lawan. Terutama Mitra Kukar dan Persiba,” kata Suharto. (ful)