Home Blog Page 15336

Memetamorfosiskan Tip Top Restaurant

Didrikus Kelana

Keberanian Didrikus Kelana (40) bereksperimen ternyata mampu membawa Tip Top Restaurant melalui dua masa krisis. Beberapa terobosan yang dilakukan bahkan membuat restauran legendaris Kota Medan ini menjadi tongkrongan remaja.

Ya, rasanya tidak ada yang tak mengenal Tip Top Restaurant di Jalan Ahmad Yani (dulu Kesawan) No 92 Medan ini. Pada awal berdirinya tahun 1929, resto ini bernama Jangkie. Letaknya masih di Jalan Pandu Medan. Nama Jangkie diambil dari nama pemiliknya Jangkie Yap. Saat itu, restoran ini hanya menjual roti dan kue hasil olahan sendiri. Namun, semakin lama, usahanya makin berkembang dan lima tahun kemudian akhirnya bisa menyewa tempat di Jalan Ahmad Yani. Bersamaan dengan itu, nama Jangkie pun diganti menjadi Tip-Top, yang artinya prima atau sempurna.  Namun di tahun 1942 semasa pendudukan tentara Jepang sebutan Tip Top kembali diganti Jangkie, lantaran dianggap berbau Belanda. Baru setelah Jepang hengkang, resto ini kembali memakai nama Tip Top.
Kini Tip Top tetap menawarkan es krim dan roti dengan cita rasa khas zaman dulu sebagai menu andalan, tentunya selain menu Western, Asia, dan Indonesia yang memikat selera selama 82 tahun kehadirannya. Eksistensi tersebut tak lepas dari Didrikus Kelana yang melakukan beberapa terobosan.

Didrikus adalah anak dari Freddy Kelana, sang pewaris sekaligus pengelola restoran ini. Didrikus  merupakan generasi keempat dinasti Tip-Top. Ditemui beberapa waktu lalu Didrikus yang mengenakan kemeja dan celana jeans tampak begitu tenang. Butiran peluh di wajah karena aktivitas yang dilakukan di bagian dapur tidak menghalangi cerita dan strategi dalam menjaga tradisi yang sudah ada sebelumnya.

“Kemajuan zaman dan tuntutan pembangunan memang menjadi tantangan tersendiri. Untuk itu kita tidak boleh menyerah tapi terus berbuat. Kuncinya jangan takut untuk berekspresi selagi itu diyakini membawa dampak positif terhadap bidang yang digeluti,” tutur Didrikus kepada Sumut Pos.

Dengan prinsip itu tadi alumnus Teknik Sipil Universitas Parahyangan ini pun melakukan beberapa sentuhan di beberapa bagian restauran. Dimulai dari penataan cahaya di ruang tengah yang awalnya putih cerah, diganti dengan lampu berwarna kekuningan dan sedikit temaram. Foto-foto mengenai Tip Top Restaurant sejak bernama Jangkie di Jalan Pandu dan ornamen-ornamen antik seperti mesin kasir dipajang dengan penataan sedemikian rupa.
Begitupun, penambahan ruangan tertutup di bagian belakang tidak memperlihatkan sedikit pun perubahan pada dinding bangunan. Seperti terlihat di foto buatan 1930-an yang dipajang, tampilan bangunan dua lantai itu hanya memperlihatkan perubahan di jumlah tiang penyangga bagian depan. Dari yang dulunya terdapat tiga tiang hanya menyisakan satu tiang.

“Ada beberapa costumer kita yang datang kemari membawa anggota keluarganya untuk bernostalgia. Seperti ada cerita indah yang ingin dikenang. Hal itu juga yang membuat saya tetap mempertahankan kesederhanaan suasana tempo dulu tadi. Dari beberapa yang saya lihat, kemewahan justru menghapus suasana-suasana klasik yang mungkin jadi daya tarik,” jelasnya.

Sebagai restauran dan bakery shop, Didrikus menyadari juga pentingnya kualitas dan cita rasa di setiap produk yang ditawarkan. Untuk itu suami dari Christine ini pun terjun langsung ke bagian pengelolaan. Belajar langsung dengan sang pakar mengenai komposisi adonan dari masing-masing menu yang ada sekaligus mempraktikkannya. Dirinya bahkan merenovasi sistem pembakaran yang menggunakan tungku kayu bakar. Begitu juga mencari alternatif lain perawatan mesin pengolahan ice cream yang merupakan generasi pertama.

“Saya berpikir kalau beberapa pengunjung mungkin ingin melihat peralatan yang kita gunakan karena terbilang langka. Jadi saya bersihkan dan perbaiki tungku pembakaran agar lebih layak dilihat. Untuk mesin pembuatan es krim saya cari teknisi yang bisa membuat sparepart karena memang tidak diproduksi lagi,” tambah Didrikus yang mengajak Sumut Pos menyaksikan proses pembuatan dan peralatan yang digunakan di bahagian dapur.
Didrikus lalu mengaktifkan kembali hiburan berupa live music di ruang tengah dengan menyiapkan stand mini di sudut rangan. Lagu-lagu berirama Batak, pop, dan Latin pun siap menghibur pengunjung setiap Rabu, Sabtu, dan Minggu dari pukul 20.00 WIB-23.00 WIB. Hasilnya, Tip Top Restaurant yang dulu tongkrongan keluarga dan orang tua pun bermetamorfosa menjadi favorit remaja Kota Medan.

Didrikus sendiri mengawali perannya sebagai manajer Tip Top Restaurant dengan tanggung jawab yang besar. Pasalnya dampak dari krisis 1998 membuat kunjungan wisatawan mancanegara sepi. Sebelum krisis, turis asal Belanda dan China adalah pengunjung tetap tiap Kamis. Namun ayah dari Patrick (13) dan Reinard (11) ini tak gentar dengan tantangan tadi. Bisnis agricultur yang dirintis 1994 dengan prospek menjanjikan pun ditinggalkan demi mempertahankan garis leluhur. Perubahan kecil yang dilakukan membawa Tip Top Restaurant kembali melewati krisis yang terjadi di 2010 lalu. (jul)

Totti Salip Gol Baggio

BARI – Francesco Totti kembali menorehkan rekor di Serie A. Dua gol Totti berhasil menggungguli rekor gol Roberto Baggio seusai mencetak dua gol ke gawang Bari di San Nicola kemarin. Dua gol Totti sekaligus mengantarkan Roma mengalakan Bari 3-2.

Totti kini telah mengoleksi 206 gol atau unggul satu gol dibandingkan Baggio yang pensiun tujuh tahun lalu. Totti pun menduduki peringkat keempat daftar top scorer sepanjang masa Serie A setelah Silvio Piola dengan 274 gol, Gunnar Nordahl (225 gol), serta Giuseppe Meazza dan Jose Altafini yang masing-masing mengemas 216 gol.

Seusai laga, Totti memilih selebrasi dengan cara mengenakan t-shirt dengan tulisan ‘The King of Rome is not dead’ atau Raja Roma belum mati. Totti ingin menunjukkan bahwa dirinya masih belum habis di usia 34 tahun. “Saya tahu apa yang bisa saya capai,” ucap Totti kepada La Gazzetta dello Sport.

Seusai mengungguli rekor Baggio, Totti tertantang mengejar rekor Meazza dan Altafini. “Saya bahagia bisa mengalahkan rekor dari seorang juara seperti Baggio dan saya berharap bisa melanjutkannya,” tutur pemain yang mencatat debut Serie A pada 1993 atau di usia 16 tahun itu.

Dalam laga kemarin, Totti mencetak gol pertamanya pada menit ke-30 melalui free kick. Gol itu hanya selang lima menit setelah Bari membuka skor melalui penalti Simone Bentivoglio. Tuan rumah mengakhiri babak pertama dengan keunggulan 2-1 berkat gol Erik Huseklepp di menit ke-42.

Tapi, Totti kembali menyeimbangkan kedudukan melalui penalti pada menit ke-57. Er Purpone (si Gladiator)  ‘julukan Totti’ sebenarnya berpeluang menorehkan hat-trick setelah Roma kembali mendapat penalti pada menit ke-79. Sayang, eksekusi Totti masih mampu digagalkan kiper Jean-Francois Gillet.

Meski begitu, pertandingan urung berakhir seri. Pada menit kelima injury time, pemain pengganti Aleandro Rosi mencetak gol kemenangan Roma. Gol itu tercipta setelah mereka bermain dengan sembilan orang menyusul kartu merah untuk Daniele De Rossi pada menit ke-48 dan Simone Perrotta di menit ke-91. Bari juga kehilangan satu pemainnya, Kamil Glik, pada menit ke-78.

“Sisi positif kemenangan ini adalah determinasi yang kami perlihatkan setelah tidak bermain bagus di babak pertama. Kami beberapa kali bermasalah dengan determinasi meskipun kami punya kemampuan lebih baik,” papar Vicenzo Montella, allenatore Roma, seusai laga kepada Football Italia.

Seiring kemenangan kemarin, Roma masih menghuni peringkat keenam atau batas terakhir zona Europa League dengan 59 poin dari 35 laga. Giallorossi ‘sebutan Roma’ sebenarnya memiliki poin sama dengan peringkat Udinese, tapi kalah selisih gol.

Dengan Serie A menyisakan tiga laga, Roma punya potensi finis empat besar atau batas terakhir zona Liga Champions. Itu karena Giallorossi hanya berselisih satu poin dengan peringkat keempat Lazio. Hanya, Lazio baru memainkan laga ke-35 melawan Juventus dini hari tadi WIB (3/5).

Di sisi lain, Roma bakal menjamu capolista AC Milan di Olimpico akhir pekan nanti (7/5). Milan hanya butuh menahan seri Roma untuk mengunci scudetto Serie A musim ini. “Saya harap akhir pekan nanti bukan laga penentuan gelar,” ujar Montella.

Di sisi lain, kekalahan Bari tidak berpengaruh terhadap status mereka yang sudah resmi terdegradasi ke Serie B musim depan. Bari saat ini menghuni dasar klasemen dengan 21 poin. (dns/jpnn)

Pengantin di Panggung

Jennifer-Irfan Bachdim

Job Irfan Bachdim di luar lapangan hijau makin padat.  Selain menjadi bintang iklan dan dalam waktu dekat membintangi sebuah judul film, pilar Persema Malang itu juga mulai berkenalan dengan dunia modeling.

Ya, bersama kekasihnya, Jennifer Kurniawan, Irfan tampil dalam acara peragaan busana pengantin di Hotel Intercontinental, Jakarta pada Minggu lalu (1/5).  Dalam acara tersebut, Irfan dan Jennifer tampil di panggung mengenakan busana karya Lily Tanie dari May May Brida.  Jennifer memeragakan gaun pengantin internasional berwarna putih gading model kemben dan rok mengembang dengan motif mawar berukuran besar.  Kesan mewah pada sosok Jennifer makin terlihat setelah kakak kandung pemain Persema Kim Kurniawan ini tampil dengan asesoris kalung dan giwang berlian. Rambutnya diurai dan hanya diikat dengan tiara.  Tepuk tangan penonton yang hadir dalam acara tersebut makin menggema ketika Irfan Bachdin membawakan sebuket mawar berwarna kuning ke atas panggung.  Irfan tampil santai dengan kaos t-shirt putih yang ditutup jas dan dipadukan dengan jins. “Serasi banget.  Mirip pengantin beneran di atas panggung,” celetuk salah seorang penonton.

Ini adalah penampilan kedua bagi Jennifer memeragakan busana pengantin.  Bulan lalu, dia juga tampil memeragakan busana pengantin dengan tema kebaya di festival wedding expo. (fed/bas/jpnn)

Butuh Poin dari Roma

AC Milan hanya butuh satu angka lagi untuk memastikan meraih scudetto musim ini. Sayang satu poin dimaksud akan diupayakan di markas AS Roma (7/5) mendatang. Bukan perkara mudah tentunya.
Milan mengalahkan Bologna 1-0 dalam laga yang berlangsung Minggu (1/5) malam WIB. “Ini bukan pertandingan mudah. Bologna memberi kami tekanan. Apalagi tekanan yang kami alami dalam pertandingan ini lebih besar dibanding pertandingan-pertandingan lainnya,” kata Allegri di Football-Italia.

Tekanan yang dimaksudkan allenatore Rossoneri itu adalah Milan yang sebelum laga menghadapi Bologna butuh empat poin lagi untuk meraih scudetto. Kemenangan atas Rossoblu harus diraih oleh Massimo Ambrosini cs., karena di laga sebelumnya pesaing terdekat Milan yakni Inter Milan juga menang.

“Di waktu lalu, kami berada dalam momen kebahagiaan karena Inter mengalami rentetan kekalahan atau seri, dan hal itu berubah menjadi momen yang pahit (setelah Inter menang—red). Namun kami paham kami harus menang hari ini. Kami berhasil memenuhi target dan itu sebabnya kami harus fokus,” lugas Allegri. (bbs/jpnn)

Parlindungan dan Rahmat Kate Tercepat

234 SC Medan Bob Racing Drag Race & Drag Bike Competition

MEDAN-Parlindungan dan Rahmat Kate membuka peluang untuk membawa pulang hadiah utama setelah tampil terbaik pada 234 SC Medan Bob Racing Drag Race & Drag Bike Competition 2011 yang dilaksanakan di Lanud Medan, Minggu (1/5).

Mengandalkan mobil Honda Civic, Parlindungan mencatatkan diri sebagai yang tercepat di kelas 2.2 Sedan dengan catatan waktu 9,635 detik. Unggul dari Ardiansyah Lubis yang finis di tempat kedua dengan catatan waktu 9,647 detik.

Parlindungan juga berhasil mengumpulkan poin saat turun di kelas 3.1C Sedan dengan finis di tempat ketiga. Sementara ini Parlindungan mengumpulkan total 21 poin.

Sementara itu di kategori dragbike, Rahmat Kate dari Anxory Bubut Racing Team tampil sebagai Juara Umum. Turun di kelas Skuter Matic 125 cc, Rahmat Kate tampil tercepat dengan catatan waktu 11.341 detik. Rahmat juga sukses mengumpulkan poin saat turun di Kelas Sport 2 Tak Tune Up 135 cc dengan catatan waktu 8,712 detik. Di kelas FFA, Rahmat finis di tempat keempat dengan catatan waktu 8,408 detik.

Dengan hasil tersebut keduanya pun berkesempatan membawa pulang hadiah utama yaitu satu unit sepeda motor yang disiapkan panitia bagi pemilik total poin tertinggi dari kedua serie. Serie II sendiri direncanakan akan digelar 18 September mendatang.

Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sumut Ijeck menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan kegiatan terutama dalam peralatan (timer) yang digunakan. Hal itu mengingat beberapa kegiatan dragrace dan dragbike yang kerap diwarnai ketidakpuasan dari peserta.

Dalam kelas eksebishi yang diikuti delapan unit motor Harley Davidson dari Harley Davidson Club Indonesia (HDCI), Ijeck mencatatkan waktu tercepat dengan catatan waktu 9,4 detik.

Dalam laporannya Ketua panitia Adolf Bastian mengaku terkejut dengan jumlah peserta yang mencapai 500 starter. Untuk itu panitia pun menyiapkan satu konsep yang jauh lebih baik dan mengejutkan di serie II nantinya.
“Yang pasti akan lebih baik dari pelaksanaan hari ini. Baik dari waktu perlombaan, peserta, juga pengisi kegiatan agar lebih meriah. Kita harapkan serie II 18 September mendatang,” janji Adolf yang berharap dari kegiatan lahir pembalap-pembalap daerah dengan kualitas nasional.

Kordinator Wilayah (Korwil) 234 SC Sumut Ibnu Akbar SSos menyambut puas dengan pelaksanaan kegiatan dan siap mendukung pelaksanaan serie II mendatang. Dirinya juga mengajak segenap elemen masyarakat untuk satu kegiatan positif di tengah-tengah masyarakat.

“234 SC terbuka untuk klub lainnya sejauh kegiatan itu positif. Karena dengan itu kita bisa berbagi pengalaman dan informasi. Walaupun kita bukan sedarang, tapi kita adalah bersaudara,” pungkasnya.
Selain lomba, 234 SC Medan Bob Racing Drag Race & Drag Bike Competition juga diramaikan dengan pembagian hadiah bagi pengunjung. Doorprice dengan hadiah-hadiah menarik yang dibagikan setiap satu jam mulai pukul 12.00 WIB. Juga hadiah langsung dari panitia. (jul)

Taklukkan Albatros, Michigan FC Juara Old Crack

MEDAN-Setelah menundukkan Albatros dengan skor 2-1 pada partai final yang berlangsung Minggu (1/5), Michigan FC tampil sebagai juara turnamen sepak bola bertajuk Old Crack Piala Michigan II/2011 yang berlangsung di Stadion Kebun Bunga Medan.

Dengan hasil itu maka Michigan FC mempertahankan gelar yang mereka raih tahun lalu. Di samping mampu mempertahankan gelar, pemain Michigan AY Jaya Silen menjadi topskor bersama pemain Albatros Muslimin, setelah keduanya mencetak dua gol bagi timnya masing-masing.

Pertandingan final antara Michigan FC kontra Albatros berjalan seimbang. Apalagi kedua tim memiliki materi pemain yang seimbang.

Pada laga kemarin Michigan FC tampil dengan pemain andalannya yang mantan pemain PSMS era 80-an seperti penjaga gawang Sugiar, Puspom, Raj Kumar, Colly Misrun, Witia Pusen, AY Jaya Silen, Nasib Rayadi, M. Arifin Sinaga, Zul Fitri, Gunawan, Ramadhana, Inde Kumar, Bobby Kumar, Sanjev Kumar, Gulshan, Deni dan Jujun.
Sementara Albatros yang diperkuat mantan pemain Medan Jaya Iwan Karo-karo, Erwin (Harimau Tapanuli) dan pemilik klub Alexander Gho.

Gol pertama Michigan FC lahir pada menit ke-27 melalui sundulan Nasib Rayadi. Sedangkan gol kedua dicetak Colly Misrun menit ke-32. Albatros memperkecil kekalahannya menjadi 1-2 dicetak Muslimin melalui tendangan penalti pada menit ke-37.

Pembina Michigan FC Gopal Kumar menyatakan puas melihat penampilan timnya pada partai final kemarin karena seluruh pemainnya bermain baik.

“Target kami mempertahankan gelar juara sudah terpenuhi. Untuk tahun depan kami akan persiapkan tim yang lebih solid lagi guna menjuarai turnamen ini tiga kali berturut-turut”, kata Gopal bersemangat Pemain terbaik pada even ini jatuh ke tangan Budianto dari tim Mantan PSMS.

Pada pertandingan perebutan tempat ketiga dan keempat Gumarang FC mampu menjungkalkan Mantan PSMS dengan skor 1-0.

Rencananya, pada even mendatang turnamen ini akan melibatkan tim-tim yang berasal dari Malaysia dan Singapura.
“Mendatangkan tim dari luar negeri sebagai upaya menambah meriah even ini serta meningkatkan kualitasnya,” tutur Sanjev Kumar, penggagas even. (omi)

890 Taekwondoin Ikuti Ujian

MEDAN- Sebanyak 890 taekwondion Kota Medan mengikuti ujian kenaikan tingkat (UKT) yang berlangsung di di SPN Sampali Medan Jalan Bilal Ujung Medan, Minggu (1/5).

Menurut Ketua Taekwondo Indonesia (TI) Medan Bobby Octvianus Zulkarnaen SE, ujian kenaikan tingkat kali ini selain menjadi tolak ukur terhadap bagi para atlet, di sisi lain Bobby berharap agar para taekwondoin mampu meingkatkan disiplin.

“Kunci dari keberhasilan adalah disiplin. Tanpa disiplin, jangan harap seorang taekwondoin mampu meraih prestasi maksimal,” bilang Bobby.

Lebih Lanjut, Bobby berharap kepada taekwondoin serta pengurus untuk selalu menjaga solidaritas serta rasa kekeluargaan demi kemajuan taekwondi, bukan hanya di Medan, tapi di Sumut secara keseluruhan.
Selanjutnya Bobby menjelaskan bahwa pada ujian kenaikan tingkat kali ini pihaknya mengutus tiga tim penguji yang terdiri dari Junaidi, Rezeki Karo Sekali, dan Raja Hutahean.

Terkait gelaran UKT kali ini Kadispora Medan Drs Hanas Hasibuan MAP mengaku bangga dengan kinerja yang diperlihatkan pengurus TI Medan. “Melihat besarnya animo serta minat taekwondoin mengikuti ujian kali ini, saya yakin ke depannya TI Medan akan mampu melahirkan atlet andal,” bilang Kadispora.
Turut hadir Ketua Pengcab TI Medan, Bobby Octavianus Zulkarnaen SE,  Kadsipora Medan, Drs Hanas Hasibuan, Ketua Harian Pengprov TI Sumt, Sofyan Siregar S.Sos, Kepala SPN Sampali Kombes Pol Marolop Damanik serta undangan lainnya. (omi)

Honda DBL Kembali Kunjungi Banda Aceh

BANDA ACEH – Kompetisi bola basket pelajar terbesar di Indonesia, Honda Development Basketball League (DBL) mulai mengunjungi lima kota terakhir untuk musim 2011. Liga yang menggunakan konsep student athlete tersebut kemarin kembali mengadakan rangkaiannya di provinsi paling Barat Indonesia, Aceh. Bertempat di GOR KONI Banda Aceh, sebanyak empat pertandingan membuka seri provinsi tersebut.

”Akhir April lalu, kami memang sempat rehat sejenak menyelenggarakan Honda DBL karena menyesuaikan jadwal Ujian Nasional,” ungkap Donny Rahardian events and basketball operations manager DBL Indonesia yang kemarin membuka Honda DBL 2011 seri Aceh. ”Selain Banda Aceh, kota yang akan dikunjungi pada Mei hingga Juli mendatang adalah Tangerang, Makassar, Surabaya, dan Malang,” lanjutnya.

Rangkaian pembukaan Honda DBL kemarin dilaksanakan dengan tradisi khas Negeri Serambi Mekah tersebut, yaitu dengan pembacaan ayat-ayat Al-Quran. Acara kemudian dilanjutkan dengan penampilan Tari Kreasi Likok Pulo persembahan Sanggar Tari Jeumpa Kuneng (SMAN 8 Banda Aceh). (jpnn)

Masuk Grup Maut

MEDAN- PSMS tergabung di pool B babak delapan besar Divisi Utama Liga Indonesia yang akan digelar 12 Mei mendatang. Pool B itu dihuni oleh PSMS, PSAP, Mitra Kukar dan Persiba Bantul.
Bukan perkara mudah lolos dari pool yang tergolong grup maut itu. Hanya PSMS yang finish di peringkat tiga yang tergabung dalam pool itu. Selebihnya lawan tangguh bak PSAP, Mitra Kukar dan Persiba harus diladeni dengan seksama.

Yang cukup menjadi perhatian adalah Persiba Bantul. Meski finish sebagai runner up grup 3, Persiba sangat patut diwaspadai. Adalah striker asing mereka yang sementara ini jadi top skor sementara dengan torehan 31 gol. Sebuah jumlah yang tak bisa tak diwaspadai. Fortune bersaing dengan striker PSAP, Osas Saha yang juga mengemas banyak gol musim ini dengan toregan 30 gol. Dan ironisnya kedua tim ini bakal jadi lawan PSMS di babak delapan besar.
Secara keseluruhan, Persiba mencetak 52 gol dan kebobolan 20 gol musim ini. PSAP mencetak 53 gol dan kebobolan 20 gol. Sedangkan PSMS hanya berhasil mencetak 36 gol dan kebobolan 25 gol. Jumlah yang sangat jauh berbeda.
Mitra Kukar juga tak bisa dianggap remeh. Jadi juara grup II membuat klub asal Kutai Kartanegara itu patut diwaspadai.

Kepastian pembagian grup itu dikatakan Manajer PSMS, Idris sebagai langkah yang bakal berat. Namun optimisme tinggi wajib digeber, sebab peluang naik ke ISL sudah semakin dekat. “Memang jalan masih panjang. Tapi kita harus senantiasa optimis. Kalau berhasil jadi tuan rumah maka kita akan lebih berpeluang,” bebernya.
Soal peluang jadi tuan rumah, Idris yang mengikuti rapat penentuan  tuan rumah di kantor PSSI kemarin bilang PSMS punya kans besar. Pasalnya PSAP yang juga satu grup dengan PSMS turut menunjuk Stadion Teladan untuk jadi tuan rumah babak delapan besar pool B. “Itu nilai lebih karena PSAP juga meminta babak delapan besar dimainkan di Stadion Teladan. Semoga itu akan jadi pertimbangan PT LI, PSSI dan ANTV untuk memilih Medan jadi tuan rumah,” harap Idris.

Memang rapat kemarin malam sempat ditunda karena semua tim yang lolos delapan besar ingin jadi tuan rumah. “Makanya rapat diulang lagi pada pukul 21.30 WIB namun para peserta delapan besar tidak diperkenankan ikuti rapat itu. Yang ikut rapat hanya PT LI, PSSI dan ANTV. Dan prinsipnya apapun keputusannya para peserta harus legowo,” sambung Idris. Sementara itu, Pool A babak delapan besar dihuni oleh Persiraja, Gresik United, Persidafon dan Persiram Raja Ampat.  (ful)

Vagner Memilih Bertahan

Hasil bagus yang ditorehkan PSMS hingga mampu melangkah ke babak delapan besar, membuat sejumlah tim mulai membidik para pemain PSMS.

Meski terlalu dini, tapi ada isu yang menyebutkan bahwa ada ketertarikan satu tim di Indonesian Super League (ISL) kepada bek asing PSMS, Vagner Luis. Konon tim yang menginginkan jasanya musim depan adalah Pelita Jaya. Kabar itu dituai dari salah satu orang dalam di PSMS yang enggan membeberkan jati diri. “Kami sudah melihat gelagat bahwa Pelita Jaya sudah menghubungi pihak Vagner. Dia bermain cukup baik bersama PSMS musim ini. Tentu saja wajar jika banyak yang ingin merekrutnya,” kata sumber tadi.

Hal itu lalu dikonfirmasi kepada yang bersangkutan. Dan dijawab oleh bek asal Brasil itu bahwa dirinya memang banyak menerima pinangan dari tim lain. Tapi rata-rata dari tim Liga Primer Indonesia (LPI). “Wah saya tidak tahu, tapi saya rasa itu hanya isu (soal ketertarikan Pelita Jaya). Kalau tim LPI memang ada yang meminta saya bergabung,” terang Vagner.

Nah, dengan sejumlah tawaran menggiurkan yang berdatangan, apakah artinya Vagner akan hengkang musim depan? Ditanya soal itu didapat jawaban menarik. “Saya senang berada di PSMS. Saya tidak ingin pindah kalau memang saya dipertahankan. Saya merasa tim sudah seperti keluarga, begitu juga dengan fans setia,” katanya.

“Kalau memang manajemen mempertahankan, saya akan sangat senang dan akan memilih bertahan di PSMS. Kalau itu terjadi, saya hanya minta fasilitas rumah untuk membawa anak dan istri saya ke Medan,” harap Vagner.
Sejak pulih dari cedera di awal musim, Vagner memang selalu jadi pilihan utama di lini belakang. Tak hanya bagus menghalau bola-bola atas, Vagner juga terbilang tajam. Sejauh ini, Vagner sudah mengemas tiga gol yang dicetaknya lewat sundulan. (ful)