Home Blog Page 15351

Nyalakan AC, Listrik Selalu Mati

081370371xxx

Mau tanya, rumah dengan daya 2.200 VA (hasil upgrade dari 1300 ke 2200, dengan golongan tarif : Rumah Tangga) pada dasarnya apakah mampu untuk menyalakan dua unit pendingin AC ukuran 1 PK (Asumsi 1 PK = 900 Watt) secara bersamaan di malam hari ? Soalnya rumah saya selalu mati (anjlok) kalo menyalakan AC tersebut, padahal kondisi lampu rumah yang nyala sudah minimal (3 unit lampu max @ 11 Watt). Jika seharusnya mampu, kemungkinannya apa saja yang salah ? Mohon jawaban. Terima kasih.

Perlu Diteliti Lebih Lanjut

Pelanggan yang kami hormati, terlebih dahulu kami ucapkan terima kasih atas informasinya. Dengan ini kami menyampaikan penjelasan sebagai berikut, untuk pelanggan dengan daya 2200 VA, berarti daya tersedia di pelanggan 2200 watt.  Dilihat dari peralatan yang pergunakan 2 Unit Pendingin AC @ 1 PK, asumsi 1 PK = 736 Watt, sehingga 2 Unit AC = 1472 Watt, ditambah 3 buah lampu @ 11 watt = 33 Watt, sehingga beban pemakaian peralatan listrik Bapak adalah 1472 Watt + 33 Watt = 1505 Watt.

Seharusnya aliran listrik di rumah Bapak tidak mengalami padam, jika peralatan listrik yang Bapak pergunakan memiliki factor daya (Cos f).  Artinya daya pemakaian tersedia lebih besar dari daya yang diperlukan untuk menjalankan peralatan listrik. Perlu diwaspadai bahwa banyak peralatan listrik yang kita yakini besaran daya pemakaiannya, namun pada kenyataannya daya pemakaian peralatan tersebut besarnya melebihi dari name yang tertera pada data di peralatan listrik tersebut. Untuk lebih menyakini hal di atas maka sebaiknya melakukan pemeriksaan dan pengukuran terhadap hal-hal tersebut di atas.

Selanjurtnya, hal lain yang perlu diwaspadai adalah jangan sampai ada arus bocor dari kabel instalasi (kabel penghantar listrik) di rumah Bapak yang kabel Fasanya menempel ke tembok atau dinding yang dapat menyalurkan listrik ke bumi (Ground). Instalasi Listrik dan peralatan listrik adalah kewenangan dari Bapak sendiri, oleh karena itu silahkan Bapak melakukan pemeriksaan atau pengukuran sendiri atau jika Bapak masih mengalami kesulitan, maka Bapak dapat meminta bantuan kepada Instalatir. Apabila Bapak memerlukan penjelasan yang lebih lengkap, silahkan menghubungi Kantor Pelayanan PLN Terdekat. Demikian penjelasan kami sampaikan. Terima kasih.

Raidir Sigalingging, SE
DM Komunikasi PT PLN (Persero) Wilayah Sumut

Pidanakan Penjebol Tanggul Martubung

Penjebolan tanggul di Lingkungan II, Kelurahan Martubung, Medan Labuhan, harus dibawa ke jalur hukum. Pasalnya, penjebolan tanggul dan pembangunan di sekitar kawasan Sungai Deli tersebut tanpa izin dan mengakibatkan ratusan rumah warga tergenang air, Jumat  (1/4) lalu.

Hal itu teruangkap dalam rapat dengar pendapat antara Komisi D DPRD Sumut dengan Badan Wilayah Sungai Sumatera II (BWSS) dan Dinas Pengairan Sumut, di gedung dewan, Rabu (27/4). Dalam pertemuan itu, disebutkan PT Agro Jaya Perdana terbukti melakukan penjebolan tanggul tanpa izin dari Dinas Bina Marga Kota Medan. Namun, penjebolan tanggul tersebut terkesan dibiarkan instansi pemerintah terkait.

Kepala Seksi Pelayanan Jaringan Sumber Air, Junjungan Saragih mengatakan, pihaknya belum ada mengeluarkan rekomendasi kepada PT Agro Jaya Perdana. Selama ini, pihaknya hanya menerima pengaduan secara lisan. Senada dengan itu, Dinas Bina Marga Kota Medan juga mengaku tidak ada mengeluaran izin terhadap penjebolan tanggul yang dilakukan PT Agro Jaya Perdanda. “Kami tahunya setelah adanya pengerjaannya saja,” sebutnya.

Menyikapi hal itu, Anggota Komisi D DPRD Sumut, Amsal Nasution mengatakan, bila diketahui ada penjebolan, kemudian instansi terkait membiarkannya. Maka, hal ini sudah termasuk ke dalam persekongkolan. Harusnya, instansi terkait segera mengambil tindakan terkait permasalahan yang diatur dalam UU No.7/2004 tentang sumber daya air.

Dia merinci, pada UU tersebut pasal 94 dan 95 selanjutnya, pada KUHP Pasal 188, 190 dan 191 diatur tentang pengrusakan prasarana sumber daya air. Dalam kaitan ini, tanggul yang dijebol PT Agro Jaya Perdana dimaksudkan adalah prasarana. Di dalam pasal itu disebutkan sanksi yang diberikan kepada para pengrusak prasaran diancam pidana. “Sudah seharusnya para penegak hukum segera bertindak atas penjebolan tanggul ini, apalagi pada saat penjebolan tanpa ada rekomendasi dari instansi terkait,” sebutnya.

Bukan itu saja, Dinas Bina Marga maupun BWSS II diminta untuk segera bertindak memberikan sanksi kepada PT Agro Jaya Perdana, karena akibat kelalaiannya menimbulkan kerugian kepada ribuan masyarakat. Pasalnya, penjebolan tanggul berdampak ribuan masyarakat harus menerima imbas banjir.

Ketua Komisi D DPRD Sumut, Maratua Siregar menegaskan, instansi yang terlibat harus segera mengambil tindakan terhadap tanggul yang dijebol tersebut. Sebab, secara aturannya sudah menyalahi.

Warga yang menjadi korban banjir di Lingkungan I, II, IV dan VI Kelurahan Martubung dan juga Kelurahan Sungai Mati, Medan Labuhan yang dijanjikan ganti rugi dari pihak PT. Agro Jaya Perdana. Hingga kini, penyalurannya tersendat. Pasalnya, Sebanyak 101 Kepala Keluarga di Lingkungan VI Kelurahan Martubung belum menerima biaya ganti rugi yang disepakati sebesar Rp500 ribu.

Sebelumnya, Banjir yang menjebol tanggul Aliran Sungai Deli yang terjadi (1/4) yang lalu menjadi tuntutan bagi pihak PT. Agro Jaya Perdana yang berhak bertanggung jawab karena warga menuding penyebab jebolnya tanggul akibat proyek pengambilan air permukaan Aliran Sungai Deli yang telah merusak tanggul.

Warga sudah beberapa kali melakukan aksi demo di depan PT. Agro Jaya Perdana untuk menuntut hak mereka. Atas desakan tersebut, akhirnya pihak PT Agro sepakat memberikan ganti rugi sebesar Rp 500 ribu per KK di empat lingkungan di Kelurahan Martubung, Lingkungan I, II, IV dan VI dan Kelurahan Sungai Mati.

Berdasarkan data yang dihimpun Sumut Pos untuk lingkungan I, jumlah ganti rugi sekitar Rp100 juta, Lingkungan II sebesar Rp125 juta, Lingkungan IV sebesar Rp200 juta dan Lingkungan VI sebesar Rp250 juta. (ril/mag-11)

Kemenangan Pertama

Schalke  vs Man United
GELSENKIRCHEN-Meski sukses membungkam juara bertahan Liga Champions Inter Milan pada babak perempatfinal, namun tak ada jaminan hal itu akan berlanjut saat Schalke 04 menjamu Manchester United di Veltins Arena.
Alih-alih mengalahkan sang calon jawara English Premier League musim ini, gawang Die Knappen (julukan Schalke 04) justru kebobolan sebanyak dua kali lewat aksi Wayne Rooney dan Ryan Giggs.
Memang, pada pertandingan kemarin The Red Devils benar-benar mendominasi jalannya pertandingan. Sebuah keberuntungan ketika Schalke 04 memiliki kiper sehebat Manuel Neur. Jika tidak, bisa saja gol yang bersarang ke gawang Schalke lebih dari dua gol.

Kendati demikian, tetap saja kemenangan 2-0 yang diraih Ryan Giggs dkk memperlebar langkah The Red Devils untuk melaju ke babak final Liga Champions musim ini, karena leg kedua yang berlangsung 4 Mei mendatang kedua tim akan bertanding di Stadion Old Trafford.
Terkait kekalahan timnya Ralf  Rangnick, pelatih Schalke 04 mengatakan bahwa Manuel Neuer adalah bintang timnya.

“Kami memberi terlalu banyak ruang dan bisa saja ketinggalan tiga gol saat half time, jika bukan karena Manuel Neuer. Dia kiper terbaik di dunia, tapi Anda tak memerlukan performa seperti itu untuk mengonfirmasikannya,” bilang Rangnick, pelatih Schalke 04.

“Meski saat ini kami kalah, namun kami masih memiliki peluang untuk membalikkan keadaan saat bertandang ke Old Trafford. Kami akan melakukan segalanya untuk sampai ke partai final,” pungkas Rangnick.
Sesunguhnya pertandingan antara Schalke dan Manchester United ini sarat rekor. Menurut statistik Opta, kemenangan kemarin merupakan kemenangan pertama The Red Devils di tanah Jerman. Dalam empat pertemuan terakhir, anak asuh Sir Alex Ferguson hanya meraih satu hasil seri dan tiga kekalahan.

Sebelumnya The Red Devils sempat diganjal oleh Borussia Dortmund di musim 1996-97 setelah menyerah dalam dua leg semifinal dengan kakalahan 0-1 di masing-masing leg. Dortmund lantas juara usai mengalahkan Juventus di final.
Empat musim berselang giliran Bayern Munich yang menyingkirkan The Red Devils.
Tanah Jerman pun terasa semakin angker buat United usai tim itu kembali disandung lawan yang sama pada 2009-10. Di babak perempatfinal leg I, Bayern mengalahkan United 2-1. Meski kemudian Bayern kalah 2-3 di Old Trafford, Die Rotten lolos ke semifinal.

Barang kali markas Bayer Leverkusen yang masih “ramah” terhadap pasukan Sir Alex Ferguson .
Di musim 2001-02, United  berhasil memetik hasil imbang 1-1 di semifinal leg kedua, setelah bermain seri 2-2 saat kedua tim bertemu pada leg pertama. (bbs/jpnn)

Persita Makin Yakin Lolos 8 Besar

Tangerang- Suka cita kemenangan 1-0 Persitara Jakarta Utara atas PSMS Medan, dirasakan kubu Persita Tangerang. Pasalnya, tumbangnya PSMS membuat kans Pendekar Cisadane-julukan Persita- lolos ke babak delapan besar semakin besar. Menyusul kekalahan PSMS tersebut, posisi Persita di peringkat ketiga klasemen sementara Grup I masih aman. Dengan begitu, satu kaki Persita sudah menginjak zona delapan besar.

“Kami cukup diuntungkan dengan kemenangan Persitara,” terang pelatih Persita, Elly Idris, Selasa (26/4). Menurut Elly lagi, sudah sepantasnya Persitara bermain ngotot seperti itu. “Kami salut kepada Persitara,” ujar mantan punggawa timnas Indonesia era 80-an tersebut.

Selanjutnya, untuk memastikan tiket delapan besar berada digenggaman, Elly Idris mengimbau pasukannya bermain habis-habisan di laga pamungkas melawan Persih Tembilahan, 29 April mendatang. Sebab, laga itu akan menentukan lolos dan tidaknya Pendekar Cisadane ke delapan besar.

Meski hasil imbang, sebenarnya masih memungkinkan Persita tetap lolos. Dengan catatan, PSMS tumbang di kandang Persikabo Kabupaten Bogor. Tapi, Elly Idris enggan berspekualasi. “Kami harus menentukan nasib kami sendiri,” katanya.

Lebih jauh Elly mengakui, bukan pekerjaan ringan bisa mengalahkan Persih. Mengingat laga itu akan digelar di kandang Persih, Stadion Beringin, Tembilahan. Apalagi, Persih berhasil mengandaskan Persipasi dengan skor 1-0. (net/bln/jpnn)

Nego Berbatov Buntu

DIMITAR Berbatov kembali santer diberitakan akan meninggalkan Manchester United. Setelah tidak lagi menjadi langganan starter karena kalah bersaing dengan Wayne Rooney dan Javier “Chicharito” Hernandez, negosiasi perpanjangan kontrak Berbatov tersendat.

Kontrak lama Berbatov habis 30 Juni 2012. Berbatov pun berharap dirinya bakal menerima perpanjangan berdurasi dua tahun atau hingga 2014. Namun, striker 30 tahun Bulgaria itu dibuat dongkol karena United ternyata hanya menyodorkan perpanjangan setahun.

Berbatov merasa United tidak konsekuen terhadap janjinya saat awal memulai pembicaraan perpanjangan kontrak pada Natal tahun lalu. “Dimi (sapaan akrab Berbatov, Red) ingin menghabiskan karirnya di Old Trafford dan United memberi respons positif,” ungkap Emil Danchev, agen Berbatov, saat Natal lalu.
Tapi, United punya alasan bagus kenapa hanya memberi perpanjangan setahun. Yakni, disesuaikan dengan kebijakan terhadap pemain berusia kepala tiga ke atas. Selain itu, United merasa sudah memberikan penawaran terbaik karena setuju menaikkan gaji Berbatov dari 100 ribu pounds (Rp1,4 miliar) per pekan menjadi 120 ribu (Rp 1,7 miliar) pounds per pekan.

“Kombinasi Berbatov yang berusia 30 tahun pada Januari tahun ini dan rencana memperpanjang kontrak Hernandez telah mengubah situasi,” ucap salah satu sumber di internal United.

Ya, jika Berbatov sulit mendapatkan perpanjangan kontrak sesuai keinginannya, Hernandez malah mendapatkannya tanpa meminta sekalipun. Seiring menanjaknya performa Hernandez belakangan ini, United sudah punya rencana menyodorkan perpanjangan sekalipun striker 22 tahun Meksiko itu baru digaet musim ini.
“Berbatov cemburu dengan perlakuan berbeda antara dirinya dengan Hernandez,” jelas sumber itu lagi.
Di sisi lain, Sevilla terus memonitor situasi Berbatov di United. Seandainya perpanjangan kontrak Berbatov tidak menemui hasil, Sevilla siap mencomot. (dns/jpnn)

Kesalahan Catat Meteran Langsung Dikoreksi

081375815xxx

Terimakasih saya ucapkan kepada PLN dan Bapak Reza yang telah langsung merespon keluhan saya tentang kesalahan pencatatan meteran dalam waktu 1 hari sudah dicek lapangan dan telah mengoreksi pembayaran listrik untuk bulan maret 2010 mudah-mudahan kinerja PLN dan mitranya semakin bagus.

Sudah Jadi Komitmen PLN

Pelanggan yang terhormat, kamipun mengucapkan terimakasih sekali lagi atas perhatiannya. Sudah menjadi komitmen PLN untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggan dan kami harapkan kepedulian serta dukungan semua masyarakat dalam upaya menjaga kesinambungan pasokan listrik dan mengamankan fasilitas kelistrikan. Terima kasih.

Raidir Sigalingging, SE
DM Komunikasi PT PLN (Persero) Wilayah Sumut

Mahasiswa Dibekali Pendidikan Gawat Darurat

Akademi Perawat Columbia Asia Medan

Ada beda dalam menerapkan sistem pelajaran yang diberikan Akademi Perawat Columbia Asia Medan terhadap peserta didiknya.

Tidak hanya berfokus pada kurikulum yang sudah disediakan pemerintah, namun Akademi Perawat Columbia Asia Medan juga melakukan pengembangan-pengembangan kurikulum sesuai dengan kebutuhan institusi.

Nah, satu contoh kurikulum yang telah diterapkan Akademi Perawat Columbia Asia Medan, adalah Mata Kuliah Bahasa Inggris yang diadakan setiap semester.

Dimana setiap lulusan dituntut mampu menguasai bahasa Inggris, mengingat kesempatan yang besar untuk bekerja di rumah sakit mancanegara terbuka lebar.

Direktur Akademi Perawat Columbia Asia Medan Rostime Hermayerni Simanullang MKes mengatakan,  selain bahasa inggris, program  mata kuliah tambahan (muatan lokal) seperti gawat darurat juga menjadi program pengembangan Akademi Perawat Columbia Asia Medan.

“Sehingga diharapkan nantinya lulusan institusi ini mampu mengatasi masalah-masalah kegawat daruratan dalam dunia kesehatan sehingga dapat mengurangi angka kematian,” ujar Rostime.
Masih menurut Rostime, untuk penerapan sistem belajar, ada yang berbeda di Akademi Perawat Columbia Asia Medan.

Dimana mahasiswa akan diberikan materi teoritis selama tiga minggu dan selanjutnya langsung praktik ke rumah sakit di Gleni International Columbia Asia Hospital Medan selama 3 minggu dan setelah itu kembali lagi belajar di kampus dan demikian seterusnya.

“Tujuan kita membuat sistem seperti itu agar mahasiswa langsung mempraktikkan kepada pasien apa yang telah didapatkannya di kampus.

Sistem pembelajaran seperti ini akan lebih membantu para mahasiswa karena langsung praktik dan menjadi terbiasa, sehingga sangat efektif dari segi kemampuan maupun dalam membina komunikasi dengan para pasien,” terangnya.
Sementara untuk tempat praktek Akademi Perawat Columbia Asia Medan sendiri, selain di Gleni International Columbia Asia, beberapa rumah sakit milik pemerintah maupun swasta juga menjadi acuan para mahasiswa.

“Untuk tempat praktik bagi mahasiswa yang akan menyelesaikan studinya kita juga membuat kerja sama dengan berbagai rumah sakit pemerintah maupun swasta yang ada di Medan, diantaranya Adam Malik, RS Jiwa Daerah Provinsi Sumatera Utara Medan, Klinik-Klinik bersalin di Kota Medan, panti jompo dan rumah sakit lainnya,” ungkap Rostime di akhir pertemuan.(uma)

Suka Menolong

Memiliki nilai akademik baik merupakan kebanggan tersendiri bagi peserta didik. Hal inilah yang dirasakan wanita bernama lengkap Debby Chaerani Eka Dini Sakti ini.

Diusianya yang ke-15 tahun, wanita kelahiran Lhokseumawe ini bercita-cita mendapatkan nilai cumlaude di akhir studinya.

Dan ini telah dibuktikannya pada semester awal kuliah di Akademi Keperawatan Columbia Asia Medan.
Buah hati pasangan Dody Bakti Sakti dan Suryani ini menjadi mahasiswi yang memiliki nilai tertinggi di awal akademiknya dengan perolehan nilai Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 3,62.

Meskipun mampu memperoleh nilai terbaik, tidak lantas membuat Debby cepat berbangga hati.
Bahkan anak semata wayang itu, mengaku jika nilai tinggi yang didapatkannya semakin memacu dia untuk tetap bersaing di semester selanjutnya.

“Nilai ini diharapkan bisa bertahan hingga akhir semester, agar lebih memudahkan saya untuk mendapatkan kesempatan bekerja di sebuah rumah sakit dengan kualitas yang bagus juga,” ungkapnya.

Wanita berkulit putih yang gemar membaca buku dan menyanyi ini juga semakin optimis jika dia memiliki peluang yang besar untuk bisa menjadi yang terbaik dan memberikan kebanggan bagi kedua orangtuanya.

“Dengan perolehan nilai yang tinggi pastinya membanggakan bagi saya dan kedua orangtua sekaligus tidak menyia-nyiakan kesempatan kuliah jauh dari kampung halaman,” ujar Debby.

Saat disinggung mengenai pilihannya sekolah di akademi perawat, Debby mengaku bisa menolong nyawa orang lain bagi Debby adalah sebuah tugas mulia yang tidak ternilai harganya. Dan inilah yang menjadkan motivasi Debby untuk selalu katif di dunia keperawatan dalam kehidupannya.(uma)

Mahasiswa UMSU Ikuti Lomba Debat Bahasa Inggris

MEDAN- Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) mengirimkan tim Debate Society (UDS) sebanyak 4 orang, Rabu (27/4) sore ke Jakarta untuk mengikuti event English Competition Asian Law School Association (ALSA) tingkat Nasional yang diselenggarakan Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI) mulai 28 April sampai 3 Mei 2011.

Anggota tim yang berangkat adalah, Ahmad Thanthawi, Muhammad Rafi’i, Selamat Husni Hsb dan Surya Juliandi Siregar. Keberangkatan mereka ke ajang lomba tersebut didampingi Mandra Saragih S.Pd selaku Pembimbing dan Hj Dewi Kesuma SS, MHum selaku Penanggung Jawab.

Demikian ditegaskan Humas UMSU Anwar Bakti kepada wartawan di Kampus Terpadu UMSU Jalan Kapten Mukhtar Basri Medan, Rabu siang usai tim beraudiensi dengan Plt Wakil Rektor III UMSU, HM Arifin Gultom SH, MHum di ruang kerjanya.

Rektor UMSU Drs Agussani MAP yang merupakan Pembina sekaligus Penasehat Tim UDS, terkait keberangkatan Tim ke Jakarta dalam rangka mengikuti event ALSA tingkat Nasional tersebut mengemukakan bahwa UMSU tetap berkomitmen memajukan prestasi mahasiswa bukan hanya di bidang akademik tetapi juga di bidang ekstrakurikuler maupun bidang olah raga.

“Selama ini sudah banyak prestasi yang diraih oleh mahasiswa UMSU, baik di bidang akademik, ekstrakurikuler dan khususnya bidang olah raga yang terukir tidak hanya untuk tingkat Sumut dan Nasional, bahkan hingga tingkat internasional. Semua itu tentunya tidak hanya merupakan kebanggaan bagi UMSU, tapi juga mengharumkan nama Provinsi Sumatera Utara dan Indonesia”, ujarAgussani.

Tercatat prestasi yang diraih tim UDS dalam lomba debat Bhs Inggris antara lain pada tahun 2009 meraih Juara II Lomba NUEDC (National University English Debate Championship) tingkat Kopertis Wilayah I Sumut-NAD dan menjadi delegasi UMSU dan Kopertis Wil. I Sumut-NAD ke event NUEDC tingkat Nasional di Surabaya. Pada tahun 2010 meraih Juara I Lomba IMM Unimed se-Kota Medan dan menjadi delegasi UMSU ke ajang Lomba English Competition ALSA UI 2010 serta Juara Harapan I Lomba NUEDC tingkat Kopertis Wil. I Sumut-NAD dan Juara Harapan I Lomba IMSI Fakultas Sastra USU se-Kota Medan.

Sedangkan pada tahun 2011 meraih Juara II Lomba Debat IMM Sport and Art Competition (IMMSAC) se-Kota Medan di UMSU, Juara Harapan I Lomba Debat IMMSAC se-Kota Medan di UMSU, Juara Harapan I Lomba SPEEDY (Social Politic Environment English Debate for Youth) FISIP USU se-Kota Medan serta Juara I Lomba NUEDC tingkat Kopertis Wil. I Sumut-NAD dan menjadi delegasi UMSU serta Kopertis Wil. I Sumut-NAD di NUEDC tingkat Nasional di Semarang. (ton/smg)

Peluang Kerja Bagi Alumni Terbuka Luas

SEIRING tingginya kebutuhan akan perawat profesional yang dibutuhkan Rumah Sakit Columbia Asia, maka Prof dr Sutomo Kasiman SpPD, SpJP  mendirikan Yayasan Gleni dan mengelola Akademi Perawat Columbia Asia Medan.
Akademi  yang didirikan tahun 2003 itu sebelumnya, merupakan peralihan nama dari Akademi Perawat Gleneagles Medan sesuai dengan nama Rumah Sakit Gleneagles Medan sebagai bagian dari Yayasan Gleni Medan.

Seiring berjalannya waktu, awal 2007 Rumah Sakit Gleneagles diambil alih Columbia Asia Health Services Group, sebuah perusahaan bertaraf Internasional dan bergerak di bidang perawatan dan kesehatan yang mempunyai 27 rumah sakit  yang tersebar di beberapa negara Asia seperti Malaysia, India, Vietnam dan Indonesia.

Hal ini tentunya akan membuka peluang yang lebih besar bagi Alumni Akademi Perawat Columbia Asia Medan untuk bekerja di seluruh rumah sakit di bawah naungan Columbia Asia Health Services Group baik yang berada di Indonesia maupun mancanegara.

Namun tak mudah untuk bisa menjadi seorang mahasiswa di  Akademi Perawat Columbia Asia Medan. Pasalnya dalam setiap tahun, sekolah yang berada di Kawasan Jalan H Abdul Manaf itu memaksimalkan calon peserta didiknya hanya 50 orang per tahunnya.

Ini disampaikan Direktur Akademi Perawat Columbia Asia Medan Rostime Hermayerni Simanullang MKes, saat ditemui di ruang kerjanya belum lama ini.

“Langkah ini kita lakukan sesuai dengan kebutuhan perawat rumah sakit Sakit Columbia Asia, sehingga seluruh peserta didik yang mengikuti program pendidikan di Akademi Perawat Columbia Asia Medan memiliki jaminan bekerja pasca menamatkan gelar DIII di sekolah ini,” Sebut Rostime.

Masih menurut Rostime, selama delapan tahun berdirinya Akademi Keperawatan Columbia Asia Medan, sedikitnya 250 tamatan yang telah diwisuda dan mendapatkan gelar Diploma III.

Bahkan dari jumlah itu, 95 persen diantaranya telah terserap dalam perusahaan rumah sakit di bawah naungan Columbia Asia Health Services Group maupun beberapa rumah sakit yang tersebar di Indonesia.
Untuk staf pengajarnya sendiri Akademi Perawat Columbia Asia Medan, diajar dosen berpengalaman sesuai bidang dan profesi yang digelutinya.

“Beberapa dosen yang memberikan pendidikan terhadap siswa didik kami diantaranya lulusan USU, maupun dokter  dari beberapa rumah sakit swasta dan milik pemerintah. Sehingga para lulusan yang telah menamatkan pendidikan di Akademi Perawat Columbia Asia Medan merupakan siswa yang siap pakai dan profesional,” terang Rostime.(uma)