Home Blog Page 15353

Istri Presiden Prancis Hamil

PARIS – Akhirnya istri ketiga Presiden Prancis Nicolas Sarkozy, Carla Bruni dikabarkan hamil tiga minggu. Praktis, kehamilan ini merupakan anak pertama pasangan yang baru melangsungkan pernikahan tiga tahun lalu.

Hingga berita ini dilansir majalah Prancis, Closer dengan berita utama bertema ‘Pregnant at Last’ atau akhirnya hamil tidak ada konfirmasi atau bantahan dari Istana Kepresidenan, Elsee Palace maupun dari para menteri.

Carla Bruni saat ini telah berusia 43 tahun, sedangkan Nicolas Sarkozy berusia 56 tahun. Carla sebelum menikah dengan Presiden Prancis merupakan model kenamaan di negara tersebut. Dengan mengandungnya Bruni ini, diprediksi anak tersebut akan lahir sebelum pemilu Prancis dilangsungkan. Sebagaimana diketahui, Sarkozy berniat mencalonkan kembali dirinya untuk periode kedua.

Jika benar hamil, bayi itu merupakan anak kedua Bruni setelah Aurelien yang lahir 2001. Aurelien merupakan buah hatinya dari hubungannya dengan filsuf Prancis,  Raphael Enthoven. Bagi Sarkozy, bayi ini menjadi anak keempatnya. (bbs/jpnn)

Kadhafi Diultimatum Menyerah atau Mati

LONDON – Pemimpin Libya, Muammar Kadhafi diultimatum Menteri Pertahanan Inggris, Liam Fox. Kadhafi diultimatum, menyerah atau mati!

“Jika rezim Libya terus berperang melawan rakyatnya sendiri, mereka yang terlibat dalam komando dan kendali ini akan kami anggap sebagai target,” ujarnya sesaat akan berangkat menghadiri komandan-komandan Amerika di Wahington untuk membahas tahap akhir rencana mengakhiri kekuasaan Kadhafi.

Fox menyabutkan, siapa saja yang mengendalikan aktivitas rezim terhadap rakyatnya sendiri akan segera mengetahui resikonya, jika berada di tempat itu saat serangan udara NATO. “Di Libya, Kolonel Khadafi adalah satu-satunya penghalang perdamaian,” sebutnya.

Fox akan menemui Jendral David Richards, Kepala Staf Pertahanan. Mereka akan berbincang dengan para petinggi Pentagon seperti Menteri Pertahanan Robert Gates dan Laks mana Mike Mullen, Kepala Staf Gabungan.

Kemungkinan besar, mereka akan membahas rencana untuk memperluas jangkauan serangan udara dari pesawat NATO. Termasuk diantaranya, para pemimpin rezim Libya saat ini. Kemarin, serangan udara NATO mengenai kompleks kepresidenan Libya. Belum adanya hasil upaya yang dilakukan NATO, Italia turut berpartisipasi dalam misi serangan udara ke Libya. Selama ini kelompok opisisi di Libya mengeluh bahwa serangan udara NATO belum mampu melumpuhkan pasukan rezim Kadhafi.

Menurut kantor berita Associated Press, partisipasi Italia itu diumumkan Perdana Menteri Silvio Berlusconi, Senin (25/4). Sebelumnya, Berlusconi sudah berkonsultasi dengan Presiden AS, Barack Obama. Berlusconi membicarakan langkah terbaru Italia itu dengan Presiden Prancis, Nicolas Sarkozy di Roma. (bbs/jpnn)

Mantan Bupati Nias Selatan Tersangka

Dugaan Suap Penyelenggara Pemilukada Rp100 Juta

JAKARTA- Daftar kepala daerah atau mantan kepala daerah di wilayah Sumut yang terjerat kasus korupsi kian panjang. Kemarin (26/4), secara resmi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan mantan Bupati Nias Selatan, Fahuwusa Laia sebagai tersangka.

Fuhuwusa Laia terjerat perkara dugaan suap kepada penyelenggara negara yang terkait dengan penyelenggaraan pemilukada  sekitar Rp100 juta, yang terjadi pada Oktober 2010.  Uang itu sudah disita penyidik KPK.
Juru Bicara KPK Johan Budi tidak mau menyebutkan identitas jelas pihak yang disuap. Johan hanya menjelaskan, kejadian dugaan suap berlangsung Oktober 2010. Jadi, pada waktu tahapan pemilukada masih awal-awalnya. Fuhuwusa yang berpasangan dengan Rahmat Alyakin Dakhi, akhirnya kalah dalam pemilukada.

Pasangan yang diusung Partai Demokrat itu kalah dari pasangan Idealisman Dachi-Huku’asa Nduru. Laia sempat menggugat ke Mahkamah Kodntitusi (MK), Namun MK justru mengukuhkan kemenangan Idealisman-Huku’asa dan sudah dilantik.

Penetapan Fuhuwusa sebagai tersangka seiring dengan naiknya status penyelidikan ke tahap penyidikan perkara ini.
“Setelah melakukan oproses penyelidikkan terhadap dugaan terjadinya tindak pidana suap di Nias Selatan, KPK secara resmi telah menaikkan ke proses penyidikan dengan tersangka FL. Mantan Bupati Nias Selatan FL,” terang Johan Budi di gedung KPK, Selasa (26/4).

“Berdasarkan hasil penyelidikan, ditemukan bahwa pada Oktober 2010, tersangka FL mendatang seseorang penyelenggara negara yang berwenang dalam hal pemilihan kepala daerah di wilayah Sumatera Utara,” papar Johan dalam keterangan resminya.

Modusnya, lanjut Johan, tersangka diduga memberikan sesuatu kepada penyelenggara negara dalam kaitan dengan pemilihan bupati, untuk melakukan dan tidak melakukan sesuatu.

“Hal ini dikarenakan dia meminta bantuan terkait dengan pencalonan dirinya kembali sebagai Bupati Nias Selatan untuk periode 2011-2016,” kata Johan.

Fahuwusa dijerat pasa 5 ayat 1 atau pasal 13 Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Dalam rangka pengembangan kasus ini, kemarin ada empat PNS untuk dimintai keterangan sebagai saksi. Dalam rilis resmi, hanya disebutkan empat PNS KPU. Tidak ada keterangan apakah itu PNS KPU Nisel atau KPU Sumut.  (sam)

Status Syamsul Tak Pengaruhi Rapor Sumut

JAKARTA- Status Gubernur Sumut nonaktif, Syamsul Arifin yang kini menjadi terdakwa perkara korupsi APBD Langkat, sama sekali tidak menjadi faktor penilaian kinerja penyelenggaraan pemerintahan di Pemprov Sumut.

Dengan demikian, posisi Pemprov Sumut yang masuk 10 besar peringkat kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah, sama sekali tidak ada kaitannya dengan status hukum mantan bupati Langkat itu. Jadi, seandainya pun Syamsul tidak tersangkut kasus hukum, peringkat Sumut ya tetap di urutan ke-10.

Mendagri Gamawan Fauzi menjelaskan, jika seorang kepala daerah tersangkut kasus hukum, maka itu menjadi tanggung jawab pribadinya. Kesalahan yang dilakukan kepala daerah itu tidak akan berpengaruh pada nilai raport kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerahnya.

“Yang salah, ya kepala daerah saja. Nggak ada penurunan nilai, kasihan,” ujar Gamawan Fauzi di kantornya, Selasa (26/4).

Hal ini, lanjutnya, jangan sampai kesalahan individu kepala daerah ditanggung pemda sebagai sebuah institusi. “Yang salah satu, jangan yang kena semuanya. Sanksi ya kepala daerahnya saja. Itu sudah hukuman,” ujar mantan gubernur Sumbar itu.

Pernyataan Gamawan ini sekaligus meluruskan pernyatan Direktur Jenderal Otonomi Daerah (Dirjen Otda) Kemendagri, Djohermansyah Djohan, Senin (25/4).  Ketika itu, saat ditanya apakah suatu daerah yang kepala daerahnya tersangkut hukum mempengaruhi penilaian, Djohermansyah menjawab, “Ya, karena menyangkut ketaatan terhadap UU, transparansi pengelolaan keuangan,” katanya. (sam)

KPK Dalami Sosok Rosalina

Penyedia Dana Tangalangan Kemenpora

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami sosok Mirdo Rosalina Manulang alias Rosalina yang menjadi perantara penyuapan Sesmenpora Wafid Muharam dan Mohammad El Idris. Sebab, selain sudah mengenal Wafid sejak lama, perempuan yang disebut-sebut sebagai broker ini  juga banyak berkecimpung dalam proyek-proyek Kemenpora.

“Rosalina memang sudah mengenal Wafid lebih dulu. Dia juga yang memperkenalkan Wafid dengan Idris,” kata juru bicara KPK Johan Budi di kantornya kemarin. Namun Johan enggan mengungkap lebih dalam siapa sebenarnya sosok Rosalina.

Kata dia, pihaknya masih fokus pada verifikasi dokumen-dokumen yang disita dalam kasus tersebut. Termasuk dokumen-dokumen yang terkait dengan Rosalina. “Yang jelas, hingga kini kami masih menemukan fakta bahwa Rosalina yang memperkenalkan, tapi apa kaitannya belum tahu,” imbuhnya.

Di bagian lain, Herman Usman, salah satu kuasa hukum Wafid mengakui kliennya sudah mengenal sosok Rosalina sebelum ditangkap KPK. Kata dia, hubungan antara Wafid dan Rosalina hanya sebatas hubungan pekerjaan.
Menurut Herman, beberapa kali Rosalina memberikan bantuan dana sebagai bentuk talangan terhadap proyek di Kemenpora. Namun dia juga tidak menjelakan proyek apa saja yang pernah ditalangi Rosalina. (kuh/jpnn)

Mantan Satpol PP Ditangkap Miliki Ratusan Butir Ekstasi

Pekanbaru- Direktorat Serse Narkoba Polda Riau menggerebek lokasi tempat pembuatan pil ekstasi. Ratusan butir pil setan ini berhasil diamankan.

Satu orang mantan Satpol PP Pemkot Pekanbaru ditetapkan sebagai tersangka pemilik barang haram tersebut. Penggerebekan ini dilaksanakan, Selasa (26/4) di Jalan Lokomotif, Kelurahan Sekip Kecamatan Limpuluh, Pekanbaru. Penggerebekan industri rumahan ekstasi ini ternyata melibatkan seorang oknum anggota Polri. Sayangnya, saat tim tiba di lokasi, oknum polisi berhasil melarikan diri.

“Kita masih akan mengembangkan kasus penggerebakan tempat ekstasi ini. Begitu juga kita akan menyelidiki dugaan keterlibatan oknum Polri,” kata Direktur Serse Narkoba Polda Riau, Kombes Pol Jhoni Zumhana kepada wartawan di lokasi penggerebekan.

Dari rumah tersebut, pihak Polda Riau berhasil menyita mesin cetak pembuat pil ekstasi sekaligus mengamankan ratusan butir barang haram tersebut. Di samping itu juga mengamakan bahan baku yang dijadikan pil ekstasi tersebut. Pembuatan barang narkoba ini berada di rumah petak yang dibuat di bagian kamar belakang.“Rumah petak ini baru disewa selama tiga bulan oleh tersangka Farizal,” kata Jhoni. (net/jpnn)

Eksekutor Awie Warga Negara Asing

MEDAN-Hasil penyelidikan polisi pelaku penembak Kho Wie To alias A Wie (34) dan istrinya Lim Chi Chi alias Dora Halim (30), merupakan warga negara asing (WNA).

“Eksekutor merupakan orang asing, keyakinan tersebut berasal dari keterangan dua tersangka yang merupakan otak pelaku yang ditangkap sebelumnya,” ujar Direktur Reskrim Polda Sumut, Kombes Pol Agus Andrianto, usai sertijab sejumlah perwira menengah (pamen) di Aula Kamtibmas Mapolda Sumut, Selasa (26/4).

Dijelaskan Agus, untuk menangkapnya polisi memerlukan data dan kepastian akurat karena menyangkut warga negara asing. Untuk itu perlu kerjasama dengan interpol. Dimana, jika terjadi kesalahan penangkapan terhadap warga negara asing bisa-bisa Polri dituntut.

“Jadi tidak gampang untuk meringkusnya, Tim yang memburu memerlukan data yang lengkap untuk memburunya,” beber Agus. Sebelumnya, Kapolresta Medan, Kombes Pol Tagam Sinaga mengatakan, senjata api yang digunakan eksekutor untuk menembak korban dibawa eksekutor sendiri. “Dalam hal ini eksekutor dua orang dan dua orang lagi berperan membantu. Senjata apinya dari eksekutor,” cetus Tagam.(adl)

Tak Pernah Suntik Vitamin C

AKHIR pekan lalu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diisukan terkena stroke. Isu tersebut menyebar dengan cepat, termasuk ke Cikeas, kediaman pribadi SBY. Namun, SBY enteng menanggapi kabar tersebut.

“Alhamdulilah saya sehat. Saya juga mendoakan semua sehat,” tutur SBY sebelum memulai rapat kabinet terbatas di kantor presiden, kemarin (25/4).

Menurut pensiunan jenderal kelahiran Pacitan itu, mungkin ada pihak yang menyebarkan berita dan cerita yang aneh. “Karena disuntik vitamin C, katanya jadi stroke,” kata SBY.

“Saya sudah puluhan tahun tidak pernah suntik (vitamin C),” sambung mantan Menko Polkam tersebut lantas tertawa. Sebelumnya, pada Rabu lalu (20/4), SBY melakukan medical checkup di RSPAD Gatot Soebroto. (fal/c8/ttg/jpnn)

Kawin Lagi, Anak Bakar Ayah Hidup-hidup

Seorang anak, Sadikin tega membakar ayahnya, Mahyudin hidup-hidup dengan bensin di Ciputat, Tangerang Selatan. Sang ayah menderita luka bakar parah.Pembakaran ini terjadi Senin (25/4) pukul 21.00 WIB di sebuah rumah di Kampung Cilalung, RT 2 RW 5, Kelurahan Jombang, Kecamatan Ciputat, Tangerang Selatan.

Sadikin membakar ayahnya, Mahyudin sedang asyik menonton TV. Sadikin lalu datang dan keduanya lantas cekcok mulut. Sadikin lalu pergi ke dapur mengambil botol berisi bensin. Secara spontan, Sadikin menyiram tubuh ayahnya dengan bensin, dan langsung disundut korek api gas yang diambil dari celananya.

Sontak api langsung menyulut tubuh Mahyudin. Adik Sadikin, Robi (13) terbangun di kamarnya. Dengan sigap dia mengambil air dari kamar mandi, dan mengguyur ayahnya yang berguling-guling di lantai. Api yang menjilat tubuh Mahyudin, sekejap mati. Setelah membakar ayahnya, Sadikin langsung kabur.

Menurut Kapolsek Ciputat Kompol Alif, di rumah tersebut ada Sadikin (22) dan ayahnya Mahyudin (52) yang sedang menonton TV.

“Keduanya saat itu sedang duduk menonton TV di ruang tamu, tiba-tiba disiram bensin oleh pelaku yang diduga sudah disiapkan karena ada botol bensinnya. Disiram lantas dibakar dengan korek gas,” kata Alif.

Menurut Alif, pelaku sadar dan tidak sakit jiwa. Saat kejadian, mereka hanya berdua di ruang keluarga. Sementara istri Mahyudin berada di dalam kamar.

Menurut keterangan, Sadikin diduga kesal karena sang ayah menikah lagi dan tidak bertanggung jawab dengan keluarganya yang lama. Menurut Alief, Mahyudin sudah setahun terakhir menikah lagi. Sejak menikah dengan istri muda, Mahyudin mulai berubah dalam menafkahi keluarga. Sebagai anak sulung, Sadikin merasa ayahnya perlu diberi pelajaran.

“Pelaku kesal pada ayahnya yang tidak bertanggung jawab,” ujar Alief.

“Dia kesal karena mendengar ayahnya menikah lagi. Dampak dari pernikahan ayahnya itu, keluarganya menjadi terlantar karena Mahyudin jarang memberi nafkah lagi,” ujar Neneng, tetangga korban. (net/jpnn)

Apakah Pihak PSDKP Melakukan Permainan?

Tak Kompak Soal Ikan Tangkapan dari Tiga Kapal Malaysia

Ceritanya, ketiga kapal tersebut ditangkap oleh Pengawas HIU 003 dan juga HIU 009 milik Direktorat Jendral Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan Kementrian Perikanan dan Kelautan (PSDKP) Stasiun SDKP Belawan. Nah, kini muncul dugaan oknum PSDKP melakukan kecurangan dengan melakukan permainan penjualan ikan hasil tangkapan dari kapal tersebut.

Kisah ini bermula ketika Penyidik PSDKP Belawan, Suhartono, mengatakan kepada publik kalau tak ada ikan dalam tiga kapal tersebut. “Ketiga kapal tersebut tidak ada ikan hasil tangkapannya karena pada saat petugas menangkap ketiga kapal tersebut mereka sedang menebarkan jaring,” ujarnya.

Pernyataan ini bertolak belakang dengan apa yang diungkapkan oleh Mukhtar Api. Kepala PSDKP Stasiun SDKP Belawan ini malah mengatakan kalau tidak benar jika tidak ada ikan hasil tangkapan dari ketiga kapal Malaysia tersebut.

Dia mengatakan bahwa ikan-ikan itu sudah dilelang di dua gudang berbeda tempat disandarkan ketiga kapal tersebut. Satu kapal hasil tangkapan ikan dilakukan pelelangan di gudang KUD, sedangkan yang dua kapal lainnya dilakukan pelelangan di Gudang Atlantik.

“Kami sudah lakukan pelelangan ikan dari hasil tangkapan ketiga kapal tersebut. Hal itu dilakukan karena barang bukti merupakan barang yang cepat busuk jadi harus cepat dilelang,” ujarnya, Selasa (26/4).

Lebih lanjut, dia menambahkan bahwa ikan-ikan tersebut dilelang oleh para pedagang dan nelayan yang berada di Gabion Belawan. Namun, saat ditanya berapa barang bukti ikan yang dilelang, Mukhtar tidak bisa menjawab. “Laporan resminya belum saya terima,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Medan, Zulfahri Siagian mengatakan bahwa pihak PSDKP harus transparan dalam melakukan pelelangan. Pasalnya, menurut informasi yang dia terima sudah ada dilakukan penjualan ikan pada saat kapal tersebut baru bersandar. “Saya tanya dengan nahkoda kapal, katanya ada mereka membawa hasil tangkapan ikan,”ujarnya.

Dia menjelaskan, apabila ketiga kapal ikan berbendera Malaysia tersebut tidak ada hasil tangkapan ikannya, itu tidak mungkin. “Mustahillah, mana mungkin ketiga kapal tersebut tidak ada menangkap ikan. Ada apa ini sebenarnya? Apakah pihak PSDKP melakukan permainan?” ungkapnya.

Zulfahri meminta kepada aparat hukum untuk melakukan penyelidikan atas penangkapan tiga kapal tersebut. Dia menduga ada oknum penyidik PSDKP yang melakukan manifulasi dalam proses lelang. “Kita akan laporkan kepada pihak kepolisian,” tegasnya.

Terkait dengan itu, kemarin Konsulat Jenderal Malaysia yang berada di Medan berkunjung ke PSDKP Stasiun SDKP Belawan. Kedatangan Konjen Malaysia itu untuk melakukan peninjauan kepada sejumlah kapal ikan berbendera Malaysia yang melakukan illegal fishing. Selain itu, untuk melihat Anak Buah Kapal (ABK) serta menanyakan identitas mereka. “Mereka hanya melihat dan menanyakan identitas ABK saja, tidak untuk memprotes penangkapan tersebut,” tegas Mukhtar Api. Lebih lanjut, dia menambahkan bahwa saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan atas ketiga kapal ikan Malaysia tersebut. “Kami terus melakukan proses  penyidikan,” tambahnya. (mag-11)