27 C
Medan
Monday, January 12, 2026
Home Blog Page 15358

Johar Arifin Obok-obok PSSI Sumut

Tolak Musprovlub yang Digelar KN

MEDAN-Setelah menimbulkan kontroversi terkait penunjukannya sebagai organizing committee (OC) pada kongres PSSI 20 Mei nanti, tokoh sepak bola Sumut dan Nasional, yang juga calon Wakil Ketua dan Exco PSSI Prof Johar Arifin Husein kembali dianggap melahirkan kontroversi baru.

Kali ini berhubungan dengan gelaran musyawarah provinsi luar biasa (Musprovlub) PSSI Sumut, yang rencananya berlangsung di Hotel Garuda Citra Medan, Sabtu (7/5) mendatang.

Menurut Plt Ketua PSSI Sumut H Idrus Junaidi di Medan, kemarin (4/5), sejatinya yang menggelar Musprovlub adalah Pengprov PSSI Sumut, bukan komite normalisasi (KN).

Apalagi, masih menurut Idrus, anggota KN yang akan ditugaskan ke Medan nanti Siti Nurzanah juga mengaku belum mengetahui apa saja yang akan dilakukannya di Medan. Jawaban ini sama dengan yang diterima Sumut Pos  saat melakukan konfirmasi kepadanya, Selasa (3/5) lalu.

“Kami masih menunggu masukan dari Pak Johar (Johar Arifin Husein, Red) tentang kondisi terkini PSSI Sumut. Semuanya tergantung masukan dari beliau,” bilang Nurzanah kepada Sumut Pos.

“Ini yang tidak bisa kita terima. Pasalnya Johar Arifin adalah calon Wakil Ketua Umum dan Exco. Saya ragu, bila Musprovlub itu dapat berjalan jujur tanpa kepentingan apa pun,” bilang Idrus Junaidi, Plt Ketua PSSI Sumut.
Keraguan Idrus dapat dimaklumi, karena selaku Plt Ketua Pengprov PSSI Sumut dirinya melihat adanya kerancuan. Bahkan Idrus pun mengungkapkan bahwa dirinya mendapat laporan mengenai surat undangan gelaran Musprovlub pada Selasa (3/5), padahal surat yang dikirim lewat fax sebanyak dua kali itu tertanggal 27 dan 28 April. Selain itu, Idrus juga mempertanyakan alamat surat tadi.

“Surat mengenai gelaran Musprovlub PSSI Sumut yang pertama tertanggal 27 April, sedangkan yang kedua sehari setelahnya. Pada surat pertama saya menemui kejanggalan, sebab alamat fax yang tertera adalah 061732XXXX. Jika melihat nomor yang dituju, jelas itu bukan di wilayah Medan Petisah, tempat di mana sekretariat Pengprov PSSI Sumut. Besar kemungkinan alamat itu berada di kawasan Medan Area ataupun Medan Kota,” lanjut Idrus.
Selanjutnya Idrus pun mengungkapkan bahwa untuk mengetahui kronologis gelaran Musprovlub yang sesungguhnya, pada Selasa (3/5) lalu dirinya menemui Plt Sekjen yang juga anggota komite normalisasi Joko Driyono.

Masih menurut Idrus, di hadapan Joko Driyono, zIdrus bertanya kepada Johar Arifin yang telah melaporkan kepada komite normalisasi bahwa dirinya telah membawa ketiga pengurus yang pernah menjabat sebagai Plt Ketua PSSI Sumut seperti Erwis Edi Fauza Lubis, Dr Muhammad Nur Rasyid Lubis dan Idrus Junaidi untuk berjumpa dengan gubernur Sumut, sehingga ketiganya sepakat untuk menggelar Musprovlub.

“Itu tidak pernah terjadi. Kapan kita dipertemukan dengan gubernur? Ini jelas sebuah kebohongan,” tandas Idrus.
Karena hal tersebut di atas, Idrus pun mengambil sikap, bahwa selaku Plt Ketua PSSI Sumut dirinya menolak gelaran Musprovlub PSSI Sumut yang digelar KN dan meminta KN untuk menyerahkan gelaran Musprovlub kepada Pengprov PSSI Sumut, seperti yang terjadi di Jatim dan Lampung.

“Saya melihat ada nuansa politis dan kepentingan, yang semata bertentangan dengan semangat untuk membangun sepak bola Sumut ke arah yang lebih baik. Bisa saja ini (Musprovlub PSSI Sumut, Red) digelar untuk meloloskan keinginan Johar Arifin yang ingin mendapatkan suara pada Munas PSSI nanti,” bilang Idrus.
Dugaan seperti yang disebutkan di atas tadi menguat karena beberapa waktu lalu Johar Arifin mengirimkan pesan singkat lewat sms yang isinya meminta Plt Ketua Pengprov PSSI Sumut Idrus Junaidi memberi dukungan kepada Johar Arifin sebagai anggota Exco PSSI.

“Jika hanya itu (dukungan, Red) yang dibutuhkannya, kenapa dia harus mengobok-obok dan memecah belah PSSI Sumut. Diminta baik-baik kan bisa. Ingatlah, pada tahun 2007 tim sepak bola Sumut tidak lolos ke PON XVII di Samarinda, karena adanya perpecahan di jajaran pengurus. Haruskah pengalaman pahit itu terulang lagi?” sesal Idrus.

Di akhir kesempatan Idrus menyatakan jika KN menyerahkan Musprovlub kepada Pengprov PSSI Sumut, maka dirinya berjanji akan menyelesaikannya sebelum tanggal 20 Mei nanti. “Bila KN tetap ngotot menggelar Musprovlub, mungkin akan lebih baik bila Pengprov PSSI Sumut tidak usah ikut Munas, karena komitmen dan konsentrasi kita sejauh ini tetap tak berubah, yakni meloloskan tim sepak bola Sumut pada PON XVIII mendatang, bukan sikut-sikutan untuk mendapatkan hak suara di Munas,” pungkas Idrus. (jun)

Darwin Syamsul Siap Maju

Drs HM Darwin Syamsul menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai calon Ketua Umum PSSI Sumut pada periode 2011-2015 yang berlangsung di Hotel Garuda Citra Jalan SM Raja Medan pada 7 Mei 2011 nanti.
“Jika masyarakat sepakbola Sumatera Utara memberikan amanah dan kepercayaan, izinkan saya menyampaikan niatan untuk memimpin PSSI Sumut,” kata Darwin Syamsul pada wartawan Sumut Pos di Sekretarait PSSI Medan Jalan Timor NO 10 E Medan,  Rabu (4/5).

Ditambahkannya bahwa untuk memimpin organisasi sepakbola merupakan tugas berat. Namun itu sudah dilakukannya dengan memimpin Pengcab PSSI Medan sampai sekarang ini.
Untuk memimpin sepakbola Sumatera Utara merupakan tantangan bagi Darwin yang merupakan tokoh pemuda Sumut alm H Syamsul Samah.

“Untuk membangun prestasi dibutuhkan kebersamaan dan mempererat hubungan dengan Pemprovsu (Disporasu) dan KONI Sumut serta stake holder lainnya,” ujar Darwin.

Selain itu Darwin Syamsul juga menyebutkan bahwa keharmonisan hubungan antar Pengcab dan Perkumpulan Sepakbola (PS) tetap terjaga dan terjalin dengan baik.

Tentunya diharapkan dari kabupaten/kota dapat muncul pemain sepakbola handal yang mengharumkan nama daerah dan bangsa di event internasional. (omi)

Forki Sumut Gelar Kejurda

MEDAN-Pengurus Provinsi (Pengprov) Federasi Olahraga Karate Indonesia (FORKI) Sumatera Utara (Sumut) akan menjaring atlit menghadapi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Karate Piala Mendagri XV dan Piala Mendiknas IV melalui Kejuaraan Daerah (Kejurda) yang akan berlangsung di Gedung Serba Guna Unimed pada 28-29 Mei mendatang.
Kejurda Forki Sumut 2011 ini akan memperebutkan DR H Rahmat Shah dan Ketua Yayasan Imelda dan akan mempertandingkan enam kategori kategori yakni U-21, Junior, Kadet, Pemula, Pra Pemula dan Usia Dini.

“Kejurda Forki Sumut akan menjadi penjaringan awal menghadapi Piala Mendagri dan Mendiknas yang akan berlangsung pada 23 dan 25 Juni mendatang di Banjar Baru, Kalsel,” ujar Sekum Pengprov Forki Sumut, Zulkarnain Purba, Rabu (4/5) malam.

Lebih lanjut Zulkarnain Purba menambahkan, PB Forki akan menjadikan Kejurnas Karate Piala Mendagri dan Mendiknas untuk menjaring karateka menghadapi kejuaraan karate Asia (AKF) di Guangzhou, China dan kejuaraan karate dunia (WKF) di Malaka, Malaysia. Sebab itu, Pengprov Forki Sumut meminta kepada Pengcab Forki, Pengda Perguruan Karate dan Pelatda PPLP melakukan persiapkan sebaik mungkin.

Sementara Ketua Yayasan Imelda, dr H Raja Imran Ritonga menyambut gembira karena kembali mendapat kepercayaan dari Pengprov Forki Sumut menjadi  penyelenggara Kejurda Forki Sumut untuk kedua kalinya.
Ketua Panpel Drs Soetarto, MSi, didampingi Wakil Ketua Panple Delphinus Rumahorbo mengungkapkan kepada para peserta agar melakukan pendaftaran selambat-lambatnya pada 22 Mei di sekretariat panpel di RS Imelda Jl Bilal No.24 Medan contact person Walman Ritonga dan sekretariat Forki Sumut Jl Gatot Subroto km 6,7 Medan contact person Ardiansyah dan Ramli. (jun)

Kembalikan Nilai-nilai Pancasila dalam Dunia Pendidikan

MEDAN- Sekretaris Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Masyarakat Pancasila Indonesia (MPI) Sumatera Utara, Aulia P. Sitepu SH berharap pada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara agar mengembalikan nilai-nilai pancasila dalam dunia pendidikan yang telah surut .Hal ini dapat dibuktikan dengan tidak ada lagi yang namanya Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4).  Sementara mata pelajaran kewarganegaraan sebagai kurikulum pendidikan dianggap masih sangat kurang (hanya dua jam dalam seminggu).

Dilanjutkan Aulia,  didalam kehidupan berbangsa dan bernegara, Pancasila sebagai ideolagi dan way of life  bangsa Indonesia haruslah dikenal dan berakar di benak sanubari setiap warga Negara Indonesia.  Bila nilai-nilai pancasila sudah tertanam dan diamalkan oleh setiap masyarakat. khususnya bagi setiap siswa dan dunia pendidikan Indonesia akan tercipta siswa, birokrat, agamawan, pengusaha, yang pancasilais.

DPP MPI dalam hal ini mengusulkan kepada pemerintah untuk kiranya mata pelajaran kewarganegaraan dimasukkan dalam ujian nasional. Hal ini dianggap perlu untuk menciptakan. generasi penerus bangsa yang pancasilais, nasionalis sebagai jati diri bangsa indonesia “DPP MPI Sumut yang dikomandoi Bobby Octavianus Zulkarnaen SE menghimbau pada seluruh kader MPI Sumut untuk mengamalkan dan memasyarakatkan pancasila serta mempancasilkan masyarakat,”  ujar Aulia

Ajaran kepemimpinan Ki Hadjar Dewantara yang sangat poluler di kalangan masyarakat adalah Ing Ngarso Sun Tulodo, Ing Madyo Mbangun Karso, Tut Wuri Handayani. Yang pada intinya bahwa seorang pemimpin harus memiliki ketiga sifat tersebut agar dapat menjadi panutan bagi orang lain.

Dengan kembalinya nilai-nilai pancasila dalam dunia pendidikan diyakini dapat mendukung tegaknya NKRI dan dapat menentang segala bentuk tindakan membuat negera dalam negara. “ Mengutip falsafah Ketua Umum DPN MPI Meher Ban Shah yakni suku dari segala suku tidak lebih hebat dari bangsa Indonesia, daerah dari segala daerah tidak lebih besar dari NKRI suku dan agama jangan dijadikan alat untuk mencapai suatu tujuan.” ujar Aulia. (*/omi)

MTS Miftahussalam Siswa Dibekali Ilmu Agama

MEDAN- Di tengah perkembangan zaman, MTS Miftahussalam tidak pernah melupakan tugasnya memberikan pendidikan agama Islam kepada peserta didiknya. Soalnya, pendidikan agama mampu membentengi siswa dari bahaya negatif.

Saat ini, MTS Miftahussalam mampu menunjukkan eksistensinya sebagai sekolah yang diminati masyarakat, melalui segudang prestasi yang telah ditorehkannya baik dari bidang keagamaan hingga Iptek dan bahkan seni budaya.

Seiring berjalannya waktu, perkembangan mata pelajaran yang diterapkan MTS Miftahussalam juga semakin berkembang, sehingga menambah optimis sekolah untuk bisa bersaing dengan sekolah lain yang sederajat.
“Dari mulai pembelajaran di sekolah yang menggunakan metode quantum (penggunaan otak kiri dan otak kanan), hingga berbagai kegiatan ektrakurikuler yang mampu meningkatkan kreatifitas siswa,” sebut Kepala MTS Miftahussalam Cut Ruhama, SPdi saat ditemui di ruang kerjanya, beberapa hari ini.

Sekolah yang berdiri tahun 1970 ini lanjut Cut Ruhama, sedikitnya ada 2.500 lebih peserta didik yang telah menamatkan pendidikan di MTS Miftahussalam. Bahkan dari jumlah itu, lebih dari 90 persen lulus dengan nilai memuaskan.

“Tiga tahun belakangan ini angka kelulusan mencapai angka sempurna, dan lebih dari separuhnya mampu masuk di sekolah lanjutan atas unggulan yang ada di Medan atau pun luar daerah,” ungkapnya.

Untuk staf pengajarnya , Cut Rhama mengaku, siswa  MTSMiftahussalam diajar oleh staf pengajar yang profesional dan handal sesuai dengan pendidikannya masing-masing . “Staf pengajar yang kita siapkan adalah lulusan S1 dan S2 pada perguruan tinggi negeri ataupun  swasta baik dalam maupun luar negeri,” terang Cut Ruhama.

Selain itu, visi MTS Miftahussalam ini adalah  menciptakan generasi berkualitas serta memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi yang didasari dengan ilmu, keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. MTs Miftahussalam tidak akan pernah berpaling dalam memadukan ilmu agama serta ilmu pendidikan dalam penerapannya di sekolah tersebut. Dengan demikian, para alumninya selain pintar dalam bidang ilmu pengetahuan, juga memiliki akhlak yang baik sebagai benteng untuk menangkal pengaruh negatif. (uma)

Kapoldasu Dukung Perbakin Sumut

MEDAN-Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro menegaskan  ia mendukung penuh segala program kerja Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Menembak dan Berburu (Pengprov Perbakin) Sumut, terutama yang menyangkut peningkatan prestasi olahraga.

Hal tersebut disampaikannya saat menerima kunjungan silaturahmi dan audensi Pengprov Perbakin Sumut yang dipimpin langsung oleh Ketua Harian Musa Idishah. Kapolda juga mendukung program kerja Perbakin Sumut, utamanya saat menggelar  kejuaraan.

“Saya mendukung semua kegiatan olahraga menembak di Sumatera Utara. Tentang perizinan senjata api yang akan digunakan untuk berburu, pasti proses pengurusan izinnya akan dipermudah. Namun tetap harus sesuai dengan prosedur yang ada,” kata Wisjnu.

Musa Idishah yang akrab disapa dengan Doddy, sebelumnya memang menyampaikan laporan tentang perizinan penggunaan senjata api untuk berburu kepada Kapolda. Doddy juga menyampaikan, saat ini atlet-atlet tembak Perbakin Sumut sedang menjalani proses latihan intensif untuk bertarung di event nasional, diantaranya Kapolri Cup pada bulan Juli mendatang.

Doddy juga melaporkan, hingga kini seorang atlet tembak Perbkain Sumut, Masmur Sitepu yang turun di nomor Air Pistol, sedang menjalani pemusatan latihan untuk persiapan menghadapi Sea Games di Palembang. Doddy juga mengatakan, dalam waktu dekat atlet tembak reaksi dan berburu akan mendapat sertifikasi.

“Saat ini atlet-atlet tembak Perbakin Sumut sedang menjalani pemusatan latihan sebagai persiapan mengikuti even di tingkat nasional. Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara, Perbakin Sumut juga akan menggelar kejuaraan menembak dan berburu yang memperebutkan tropi Kapolda Cup. Direncanakan akan ada dua nomor, yakni nomor target dan berburu,” jelas Doddy.

Doddy juga melaporkan, saat ini sudah tersedia areal tanah yang akan dibangun menjadi lapangan tembak dan kantor sekretariat  Pengprov Perbakin Sumut. Dalam pertemuan yang berlangsung dalam suasan akrab tersebut turut hadir Sekum  AKBP Juliana Situmorang SH, Wakil M Ilham, Bendahara Umum Susanto Ruslie, Ketua Bid Berburu AKBP Drs Jannes Sinurat SH, Rusli Hakim Lie, Kabid Usaha dan Dana, Sudarto, serta Kabid Organisasi Drs Randiman Tarigan. (jun)

Yakin Gus Irawan Majukan Olahraga Sumut

KISARAN-Munculnya nama H Gus Irawan Pasaribu SE Ak MM sebagai calon tunggl Ketua Umum KONI Sumatera Utara periode 2011-2015 diyakini menggambarkan betapa besarnya perhatian Gus Irawan terhadap pembinaan olah raga di Sumut.

Demikian diungkapkan Ketua Federasi Panjat  Tebing Indonesia (FPTI) Cabang Asahan Bambang Siswanto kepada METRO ASAHAN (grup Sumut Pos), Rabu (4/5) di Kisaran.

Tak sampai di situ, Bambang juga menilai jika perhatian Gus Irawan terhadap kemajuan olahraga di Sumut cukup besar.
Besarnya perhatian yang diberikan Gus Irawan membuat dirinya mendapat kepercayaan yang sangat besar untuk kembali menjabat sebagai Ketua Umum KONI Sumut periode  mendatang.

“Saya nyatakan bahwa dukungan moral saya berikan kepada Pimpinan Bank Sumut itu untuk menjadi Ketua Umum KONI Sumut,” ungkapnya.

Apalagi, masih menurut Bambang, Gus Irawan merupakan calon tunggal dan didukung oleh 65 suara dari 73 pemilik suara. Berkas pencalonan Gus Irawan diterima langsung oleh Ketua Tim Penjaringan Prof Irianto didampingi anggota dan pendukungnya.

“Saya tidak memiliki suara untuk mendukung, tapi tak salah bila saya menyampaikan dukungan moral,” ungkap mantan Ketua KNPI Asahan itu. (van/smg)

Ahsana Nadya Sering Jadi Juara

Siapa sangka, selain memiliki paras cantik dan menawan,  wanita yang kesehariannya mengenakan jilbab ini , ternyata memiliki segudang prestasi yang telah diraihnya.

Tak hanya mampu berprestasi di bidang akademik saja, namun wanita yang memiliki nama lengkap Ahsana Nadya ini juga sering menjuarai berbagai even perlombaan yang pernah diikutinya.

Di MTS Miftahussalam, tempat dia menempa ilmu, anak semata wayang pasangan Ir Bahrul Jamil dan Cut Ruhama ini,tak jarang mengharumkan nama sekolah melalui hasil juara di beberapa kesempatan perlombaan, seperti  tari kreasi daerah maupun pidato Bahasa Arab yang pernah diraihnya.

Nadya yang juga memilki kemampuan di bidang musik,  khususnya vocal dan piano ini mengaku, memiliki talenta seni sejak masih kecil.

“Sejak saya kecil  kedua orangtua selalu mendukung segala kegiatan yang saya lakukan, selama itu masih dalam koridor positif. Bahkan mereka juga sering mengajarkan beberapa hal yang saya tidak pahami,” ungkap Nadya.

Di usianya yang masih terbilang muda (13 tahun), Nadya bertekad untuk tetap mempertahankan prestasi akademiknya yang selalu menjadi juara kelas sejak kelas VII hingga kini.

Prestasi itu tak lain untuk menunjang cita-cita Nadya yang ingin menjadi seorang dokter  agar dapat menolong orang yang kesulitan.

Kini, Nadya yang memiliki hobi menyanyi dan membaca itu tak lantas merasa puas atas semua prestasi dan keberhasilan yang telah diraihnya, baginya meraih cita-cta adalah hal terpenting dalam hidupnya. (uma)

Ubah Permainan jadi Penghasilan

Jhoni (Chen Hai Lung)

Dengan kreativitas, keyakinan, dan semangat untuk sukses, Jhoni (Chen Hai Lung) mengubah permainan menjadi sumber penghasilan menjanjikan. Keberhasilan melewati masa-masa sulit memberi kepuasan tersendiri
dan pelajaran yang berarti untuk di masa yang akan datang.

Sesuai kesepakatan, Sumut Pos pun meluncur ke tempat yang dijanjikan yaitu Toko Thomb Rider Games Jalan Brigjen Hamid Medan. Tampak Jhoni dengan mengenakan kemeja hitam dan celana hitam terlihat segar menyambut dan mengundang untuk masuk.

Di gedung berbentuk rumah toko tiga lantai itu terlihat beberapa permainan digital yaitu Playstation dari serie I dan II, Nintendo, sampai X-Box. Tampak pula aksesoris masing-masing jenis permainan tadi. Dari joystick hingga permainan yang terbaru. Selain itu ada juga permainan untuk anak-anak yang dikenal ‘mini kids’ dengan bentuknya yang lucu-lucu. Permainan yang banyak di temui di Time Zone seperti ‘Street Basket’ pun melengkapi koleksi usaha permainan Jhoni.

Dari penuturan Jhoni, Thomb Rider Games Jalan Brigjend Hamid ini merupakan toko yang dibuka 2007 silam. Sebelumnya suami dari Ernawati ini sudah membuka beberapa gerai tidak hanya di Kota Medan. Dimulai 2004 di Marelan dilanjutkan di Jalan HM Joni 2005, Jalan Gunung Krakatau (2006) dan di KM 12 Binjai 2007 silam. Dirinya bahkan buat ancang-ancang untuk membuka cabang di Tanjung Morawa dan Tebing Tinggi.

Inisiatif membuka usaha sendiri terinspirasi dari kegemaran sang adik Lukman bermain game. Permainan digital yang dikenal dengan Playstation. Diawali dengan usaha rental yang dibuka di kediamannya, Jhoni berhasil mengumpulkan sedikit keuntungan. Perlahan tapi pasti, dirinya melengkapi dagangannya untuk memenuhi keinginan konsumen. Dengan menjaga kepercayaan konsumen tadi, Jhoni pun berhasil mengembangkan usahanya.

Dengan semua itu, Jhoni pun berhasil membantu menciptakan lapangan pekerjaan untuk 13 pegawainya. Begitu juga melalui terobosan yang dilakukannya tak jarang memberikan keceriaan bagi masyarakat sekitar lokasi usaha yang dibangun. Seperti boneka lucu yang disiapkan untuk dibagi sebagai hadiah. “Ya, seperti Imlek baru-baru ini, kita buat acara hiburan. Paling tidak masyarakat turut merasakan kehadiran Thomb Rider Games ini,” ucap Jhoni tenang.
Selain sebagai hiburan, Jhoni pun mengaku bila kegiatan hiburan seperti itu merupakan teknik promosi yang baik. Pengalaman sebagai sales mengajarkan bagaimana promosi yang baik sangat menunjang usaha yang dijalankan. Hal itu membuat Jhoni terus melakukan terobosan. Seperti membagikan kantung plastik dengan logo Thomb Rider Games kepada masyarakat secara cuma-cuma. “Rencananya kantungan plastik ini kita bagi-bagi kepada pedagang-pedagang. Karena bagaimana pun penyebarannya pasti lebih cepat dan luas,” paparnya.

Begitu pun, semua keberhasilan ini tidak diraih dengan mudah. Namun dengan keyakinan semua usaha tidak ada yang sia-sia, Jhoni berhasil bertahan dari masa-masa sulit. Seperti saat permainan online hadir sebagai primadona di tengah-tengah pecinta game 2009-2010 lalu. Hal itu berdampak pada ditutupnya beberapa gerai yang ada. Tidak cukup di situ, belakangan ini cabang di Jalan Brigjen Hamid Medan ini dibobol maling yang membuatnya menderita kerugian tidak sedikit.

“Prinsip saya walaupun sulit kita harus tetap bertahan. Tidak ada usaha yang sia-sia. Memang saya terpaksa menutup beberapa toko untuk bisa bertahan sampai sekarang kondisi sudah mulai normal. Dari kehilangan ini saya mendapat pelajaran untuk tidak menyimpan stok banyak-banyak,” pungkasnya. (jul)

Motor Berteknologi RTR

TVS Apache

Motor dengan teknologi Racing Trotol atau perpaduan antara teknologi 4 tak, tetapi sangat responsif sebagai motor balap, bahkan berbagai keunggulannya, dimiliki TVS Apache, pabrikan dari India.

GM Dealer PT Harapan Sumatera Motor, Sulaiman Thalib SE mengatakan, dengan mesin 160 cc, motor sport ini teruji sangat cepat, bahkan dalam skala 0-60 km dapat ditempuh dalam waktu 4,8 detik.

“Belum ada yang menandingi kecepatan motor Apache ini,” ujar pria yang berkantor dijalan AH Nasution ini.
Dikatakannya, motor tersebut dilengkapi dengan Disk Break setebal 270 mm dengan cakram depan lebih besar yang akan menghasilkan pengereman lebih pakem. “Dalam hal ini keamanan menjadi salah satu hal yang paling diperhatikan untuk keselamatan pengendara,” tambahnya.

Fitur lainnya, lanjutnya, memuat tangki Digital Speedo yang mengingatkan pemakai Apache tentang kondisi bahan bakar motor. Ketika bahan bakar motor sudah sedikit atau minyak simpanan dalam tangki sudah terserap, maka lampu yang terletak di dekat speedo meter motor akan bernyala “Untuk saat ini hanya motor sporty TVS Apache yang ada, bahkan para kompetitor tidak memiliki,” kata Sulaiman meyakini. Dengan garansi mesin 3 tahun, motor dengan body besar ini hargtanya dipasarkan Rp16,970 juta hingga Rp18,640 juta. Untuk kelas motor sport yang memiliki teknologi tangguh, harga yang ditawarkan relatif terjangkau.

“Untuk semua teknologi yang ada, tidak semua motor dari berbagai merk yang memilikinya, bahkan bisa dikatakan hanya TVS Apache saja,” ujar Sulaiman.

Dikatakannya, walaupun memiliki body sport yang tinggi dan besar, tetapi motor ini sangat nyaman digunakan, bahkan ketika perjalanan jauh dan keadaan jalan yang bergelombang. “Karena dudukan motor yang dilengkapi pada motor ini disesuaikan dengan bentuk tulang belakang manusia, bahkan untuk yang dibonceng akan tetap berada dalam kondisi yang nyaman karena dudukan yang telah disesuaikan,” paparnya.

Satu hal yang jadi kelebihan motor ini, yakni dilengkapi dengan lampu service berkala. Teknologi ini menjadi pengingat bagi pengendara motor melalui lampu yang menyala sebagai tanda motor tersebut sudah harus diservice. “Jadi, walaupun motor ini pabrikan India, tetapi teknologi yang didukung berkualitas, terutama inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. (mag-9)

Ketangguhannya Teruji
Produsen kendaraan bermotor roda 2 asal India, TVS sudah memasuki pasar Indonesia sejak 16 Juli 2007 kemarin, sekaligus peresmian pabrik motor ini di Indonesia, atau tepatnya di Karawang.  Sementara itu, TVS Group sendiri berdiri pada tahun 1911, yang terdiri dari 37 anak perusahaan dengan 2,7 M USD serta lebih dari 45.000 karyawan diseluruh dunia.

GM PT Hrapan Sumatera Motor, Sulaiman Thalib mengatakan, untuk Sumut, PT Harapan Sumatera Motor yang bertempat dijalan AH Nasution ini merupakan distributor PT TVS Motor Company Indonesia. “Untuk penjualanan nya, motor ini cukup diminati masyarakat. Penjualanan di Medan sendiri mencapai angka 200 hingga 300 unit per bulannya. Sedangkan untuk Sumut dapat mencapai 400 hingga 500 unit per bulan,” kata dia.

Dengan 11 dealer motor yang terletak didaerah strategis di kota Medan, TVS Motor masuk sebagai 10 besar perusahaan sepeda motor dunia. Bahkan pabrik-pabriknya telah memproduksi jutaan motor berstandar internasional yang tersebar di lebih dari 40 negara.

Untuk saat ini, ada 4 type motor TVS yang ada di PT Harapan Sumatera Motor ini, yaitu TVS Neo Tromol, Neo X3i, TVS Rockz New dan TVS Apache. Dimana semua type ini dilengkapi dengan teknologi pendukung keluaran motor dari India ini.

Berbagai fitur, seperti I Start, dimana fitur ini berupa lampu sebagai pertanda bahwa motor telah panas dan siap dibawa jalan. Teknologi I Space, fitur ini untuk bagasi, dimana luas bagasi dapat mencapai 8 Liter. Fitur Center Stand lock untuk mencegah maling, dimana fitur ini akan mengunci cagak tengah motor. Lalu, Duralife Engine, fitur untuk mesin tahan lama, bahkan mesin pada motor bebek mendapatkan garansi hingga 5 tahun.

Kata dia, berbagai kelengkapi fitur ini disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat tentang kendaraan bermotor. Karena selain dilengkapi dengan fitur keamanan juga dilengkapi dengan fitur hiburan dan juga fitur kenyamanan. Hal ini untuk membuat pengendara motor untuk tetap merasa nyaman ketika diatas kendaraan. “Kepuasaan konsumen merupakan fokus utama kami,” ucap Sulaiman.

Lewat pelayanan yang bersahabat, cepat, terpercaya dan terjamin kualitasnya, di TVS memaksimalkan layanan dengan 3S. Yaitu Service, Sales dan Spare part, dimana layanan jual beli, servis penjualan spare part original TVS yang lengkap dan komprehensif menjamin kemudahan servis motor dan purna jual kapanpun dibutuhkan. (mag-9)