Sengketa Sari Rejo
MEDAN- Masyarakat Sari Rejo melalui Forum Masyarakat Sari Rejo (Formas) kecewa dengan Pelaksana Tugas (Plt) Gubsu Gatot Pujo Nugroho yang belum merespon tuntutan mereka. Bahkan, masyarakat Sari Rejo berniat turun ke jalan melakukan demonstrasi, baik itu ke Kantor Gubernur Sumut di Jalan Diponegoro Medan, Balai Kota Medan, DPRD Medan dan DPRD Sumut serta Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Medan dan Sumut.
“Kami sangat kecewa, sampai saat ini belum ada respon positif dari Pelaksana Tugas (Plt) Gubsu. Sebagai orang kecil, kami ingin mendapat perhatian. Karena selama ini, kami terombang-ambing. Belum ada kejelasan penyelesaian sengketa tanah kami. Kami mohon, untuk ditegakkan keadilan. Apa perlu, kami unjuk rasa ke Kantor Gubsu dengan massa sebanyak 30 ribu orang. Tapi, kalau memang tidak ada respon juga, mau tidak mau itu kami lakukan,” ungkap Ketua Formas Riwayat Pakpahan kepada Sumut Pos, Selasa (3/5).
Penegasan itu, didukung Sekretaris Formas Os Sumantri yang menyatakan, sejauh ini Pemprovsu belum memiliki komitmen untuk menyelesaikan persoalan ini. “Nyatanya, Gubsu tidak pernah membantu walau sudah tahu dan data juga telah ada. Maka dari itu, kami akan segera menggelar rapat besar. Mungkin dalam rapat nanti, kita akan membahas mengenai rencana menggelar aksi,” ungkapnya.
Kapan masyarakat akan melakukan demonstrasi? Untuk yang satu ini, Os Sumantri belum bisa memastikan. Karena untuk melakukan itu diperlukan perencanaan yang matang dan dukungan semua masyarakat. “Kita akan bicarakan dengan semua elemen masyarakat. Mungkin akan kita kerahkan sebanyak 30 ribu massa, plus mahasiswa dan pelajar. Secepatnya akan kita upayakan menggelar rapat. Untuk target lokasi, yang jelas kantor Wali Kota Medan, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Medan dan Sumut, Bandara Polonia dan tidak ketinggalan lokasi Central Bussines District (CBD),” tegasnya.(ari)

