Home Blog Page 15359

42.200 Gram Ketamine tak Bertuan

MEDAN-Sebanyak 42.200 gram ketamine tak bertuan ditemukan di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe A2, Jalan Imam Bonjol, Senin (25/4). Kasubid Dokliput Humas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan mengatakan, ketamine tersebut ditemukan petugas Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe A2 Medan, yang menyebutkan adanya sebuah bungkusan dan tas, tepatnya di gudang kerangkeng. Namun, penemuan ketamine tersebut tak ada pemiliknya.

“Siapa pemiliknya masih didalami Dit Reskrim Narkoba Poldasu. Dari lokasi ditemukan tas warna biru dan di dalamnya ada selimut dan kain. Ketaminenya di dalam bungkusan itu,” ujar Nainggolan.

Menurutnya, petugas membawa 42.200 gram ketamine tersebut ke Polda Sumut untuk ditindaklanjuti.
“Dit Narkoba masih mendalami penyelidikannya,” cetus Nainggolan.(adl)

Tanaman Pisang Warga Dicabut

Kisruh Penggarap dengan PTPN 2 Kian Memanas

BINJAI- Kisruh perebutan lahan eks PTPN 2 Sei Semayang, dengan sejumlah warga yang tergabung dalam kelompok tani, sampai saat ini terus berlanjut.

Bahkan, puluhan warga kembali menanami pohon pisang di areal eks PTPN 2, yang terletak di Jalan Samanhudi, Keluharan Bhakti Karya, Kecamatan Binjai Selatan, Senin (25/4) sekitar pukul 10.00 WIB.

Dalam aksi tersebut, puluhan warga terlihat semangat. Bahkan, warga yang turun bukan hanya dari kaum laki-laki saja, tetapi ibu-ibu juga ikut serta dengan membawa anak-anaknya demi memperjuangkan lahan eks PTPN 2 tersebut.
Sampe Niat, pengurus kelompok tani di Kelurahan Bhakti Karya, mengaku, hasil peninjauan tim B plus, lahan eks PTPN 2 di Kelurahan Bhakti Karya ini dikeluarkan 80 hektar. Namun, sampai sekarang lahan tersebut tetap dipertahankan PTPN 2.

“Sejauh ini kami mendapatkan 28,5 hektar dari 80 hektar yang dikeluarkan, atau sudah habis Hak Guna Usaha (HGU) dari PTPN 2. Itu makanya, kami kembali menanami pohon pisang dan sawit, guna mengambil sisa lahan milik kami, yang belum dikembalikan oleh PTPN 2,”ujar Sampe.

Hal senada juga dikatakan Parmin, salah seorang warga yang tergabung dalam kelompok tani. Menurutnya, aksi yang dilakukan warga hanya untuk menuntut tanah masyarakat.

Bahkan, Parmin mengaku, jika ada yang merusak pohon pisang yang ditanam. Maka, warga akan tetap mempertahankannya. “Kita tetap pertahankan lah. Paling tidak, kita tanya apa dasar mereka mencabut atau merusak tanaman pisang yang kita tanamai ini,”ucap Parmin.

Namun, berselang beberapa menit setelah puluhan warga usai melakukan aksi menanam pohon pisang, puluhan petugas PTPN 2 dan didampingi pihak keamanan TNI/Polri, turun ke lokasi. Bahkan, puluhan petugas PTPN 2 yang didampingi aparat keamanan itu, membawa senjata tajam (sajam).

Melihat puluhan petugas PTPN 2 dengan aparat keamanan, puluhan warga hanya dapat terdiam. Tak sampai di situ, saat petugas PTPN 2 turun dari truk guna membersihkan tanaman, puluhan warga juga tak dapat berbuat apa-apa. Sehingga, tanaman pisang dan sawit rata dengan tanah.

Usai petugas PTPN 2 membersihkan tanaman warga, akhirnya mereka bergegas kembali ke kantor rayon C PTPN 2 Sei Semayang, di Jalan Pangeran Diponogro, Kecamatan Binjai Timur. Dengan mengendarai truk, dan sajam melekat di pinggang, puluhan putugas PTPN 2 juga sempat membersihkan plang milik warga yang terbuat dari karton.

Sementara itu, sejumlah kelompok tani, yang ingin menguasi lahan eks PPN 2 Sei Semayang, tampaknya bersiteru dengan aparat keamanan. Pasalnya, kelompok tani yang mengadakan pertemuan dengan Kapolres Binjai, AKBP Dra Rina Sari Ginting, beserta jajarannya, mengaku dapat ancaman dari oknum polisi yang bertugas di Polres Binjai
“Kami masuk ke lahan eks PTPN 2 itu juga berdasarkan bukti-bukti otentik yang kami pegang. Sementara, apa alasan pihak Polres melarang kami. Okelah, kalau sekadar melarang masih bisa kita maklumi, tapi ini sudah pengancaman. Masak kami diancam tembak jika masuk ke lapangan,”kata Mahmud Karim, Ketua Kelompok Tani Kota Binjai.

Kapolres Binjai, AKBP Dra Rina Sari Ginting, kepada wartawan koran ini mengaku, pihak kepolisian tidak akan mengeluarkan ancaman seperti itu. “Iya, memang tadi kami mengadakan pertemuan, tapi tidak ada sampai ancaman seperti itu. Yang jelas, kelompok tai Mahmud Karim, meminta agar diadakan pertemuan dengan intansi terkait, serta Wali Kota Binjai dan tidak boleh diwakilkan,” katanya.(dan)

Pejabat Teras Poldasu Dilantik

MEDAN- Sesuai dengan jadwal, hari ini (Selasa 26/4) Kapolda Sumut Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro akan melantik pejabat utama Polda Sumut dan Kapolres di ruang Aula Kamtibmas Poldasu Jalan SM Raja Km 10,5.

Pelantikan itu atas Telegram Rahasia (TR) Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo, Nomor Kep/184/IV/2011 tertanggal 1 April 2011  yang diteruskan dengan surat Telegram Kapoldasu Nomor: St/272/IV/2011 tertanggal 11 April 2011.
Dalam TR tersebut, Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo memutasi 91 perwira menengah (pamen) dengan pangkat Komisaris Polisi (Kombes) dan Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) se- Indonesia. Enam belas diantaranya dimutasi dari dan ke Polda Sumut.

Kasubdit Dokliput Polda Sumut,  AKBP MP Nainggolan mengatakan, rotasi  ini merupakan bentuk dari penyegaran di tubuh polri.  Nah, dengan dilantiknya para pejabat teras tersebut, maka secara otomatis pejabat yang bersangkutan sudah sah menjadi pejabat tersebut sesuai amanat pelantikan. (adl)

Lestarikan Perkampungan Religius Babussalam

LANGKAT- Ribuan umat Islam khususnya pengikut Tariqat Naqsabandi memadati perkampungan babussalam memperingatan Haul Tuan Guru Babussalam (TGB) Allah Yarham Syeikh H Abdul Wahab Rokan Al-Khalidi Naqsabandi ke-87 di Madrasah Babussalam, Kecamatan Padang Tualang, Senin (25/4).

Kegiatan yang dilangsungkan setiap tahun ini, bertujuan mengenang perjalanan Pendiri Perkampungan Babussalam Syiekh Abdul Wahab Rokan. Syiekh Abdul Wahab Rokan, lahir 19 Rabiul Akhir 1230 Hijriah bertepatan 28 September 1811 Miladiyah dan wafat Jumat 21 Jumadil Awal 1345 H atau 27 Desember 1926 Miladiyah dalam usia 115 tahun.

Setiap tahunnya, bersamaan dengan tanggal wafat tersebut, seluruh Mursyid dan Pengamal Ajaran Tharikat Naqsabandi berkumpul di perkampungan Babussalam tersebut termasuk sejumlah pejabat turut hadir memperingati HAUL tersebut.

Plt Gubsu, Gatot Pujo Nugroho yang hadir pada kesempatan itu mengatakan, perkembangan masyarakat ataupun umat saat ini telah jauh melenceng dari nilai-nilai agama dan akibatnya boleh jadi  berbagai teguran maupun peringatan telah diberikan Allah SWT.

Hal yang harus dilakukan hendaknya setiap diri  mengkaji tentang hakekat makna kemanusiaan.
Tambah Gatot, nilai manusia menjadi hilang jika seseorang mendewa-dewakan harta, kedudukan, pangkat   serta keturunan. Bila hal itu dilakukan maka sesungguhnya  manusia telah keluar dari jalur orbit yang sesungguhnya sebagai hamba Allah. Berfigur pada Syech H. Abdul Wahab Rokan Al-Khalidi Naqsabandi Tuan Guru Pertama pendiri perkampungan Babussalam, sesungguhnya kita diajak untuk merenung terhadap kemampuan kita untuk membimbing hati dan jiwa menuju taqwa.

Oleh karenanya, tegas dia, peran alim ulama saat ini lebih diharapkan untuk kembali membangun kesadaran ummat terhadap jati dirinya sebagai manusia agar mau tunduk dan takut akan azab Allah, guna memperbaiki diri dan tujuan hidup semata-mata mencari keridhoan-Nya.

Sementara, Bupati Langkat H Ngogesa Sitepu dalam kesempatan yang sama mengimbau masyarakat Langkat khususnya, untuk mempertahankan  bumi Langkat  sebagai bumi religius dengan melihat diri dan keluarga masing-masing terhadap pemahaman dan pengamalan nilai-nilai ajaran agama. Keberadaan perkampungan religius Babussalam, harus menjadi tolak ukur  memelihara sifat-sifat mulia dalam kehidupan manusia.

Sebelumnya Tuan Guru Babussalam Syech H. Hasyim Al-Syarwani menyampaikan ungkapan terima kasih atas dukungan bagi terselenggaranya kegiatan HAUL TGB ke-87.(ndi)

Disekap 4 Hari, Tewas Minum Racun

TEBING TINGGI- Jenazah tenaga kerja wanita asal Kota Tebing Tinggi yang bekerja di Malaysia, kemarin (25/4) tiba di rumah duka Jalan Deblod Sundoro, Gang Mushola, Kota Tebing Tinggi.

Peti jenazah langsung diturunkan dari mobil ambulans, dan keluarga serta pelayat pun menyambut jenazah tersebut.  Usai ziarah, langsung disalatkan dan dimakamkan di TPUJalan Bakti, Kota Tebing Tinggi, persis dekat makam ibunya. Ujang, paman korban mengatakan,  kematian keponakannya penuh tanda tanya. Pasalnya tubuh korban cantik dan tidak tampak penyakitnya. Syafrial Firdaus yang  menjenguk Fatmasari di Malaysia. Dia bilang, penyebab kematian Fatma gara-gara minum racun karena dipaksa kawin orang yang mengaku pacarnya. Sebelum minum racun korban sempat disekap empat jam di  lokasi penculikan.

“Benar, memang meminum racun. Awalnya Fatmasari menghilang empat hari tak kembali ke asrama. Teman-temanya pernah mencari dan bahkan menelepon ke Salmah (neneknya) di Tebing Tinggi,” terang Firdaus.

Dikatakannya, pelaku yang menculik Fatmasari adalah orang yang mengaku pacarnya dari Lombok. Empat orang laki-laki membawa Fatma ke perkebunan sawit tempat cowoknya bekerja. Lalu Fatmasari disekap selama empat hari dan membuat Fatmasari kebingungan dan prustasi sehingga meminum racun.(mag-3)

Pembunuh Warga Masih Kabur

KARO- Ratusan warga Desa Guru Benua, Kecamatan Munthe mendatangi Mapolres Tanah Karo, Senin (25/4). Dalam aksinya, mereka mendesak polisi, segera mengusut kasus pembunuhan, Sinteng Lidia Br Ginting (52) warga Desa Guru Benua, yang ditemukan tewas di dalam bak air, Sabtu (2/4).

Aksi warga yang didominasi kaum ibu itu sempat  ditahan aparat keamanan di pintu gerbang Mapolres Tanah Karo. Akibatnya arus lalu lintas menjadi terhambat. Belakangan, massa dikumpulkan dalam ruangan Purpur Sage.

Kemudian warga diterima Kapolres Tanah Karo, AKBP Drs Ignatius Agung Prasetyoko dan sejumlah pejabat lainnya.  Pendepeten Br Karo (48), mengatakan kedatangan  mereka mempertanyakan, kinerja polisi yang dinilai lamban menangani kasus kematian, Sinteng Lidia Br Ginting.  “Jangan gara-gara kami orang susah kasus lama dituntaskan,” ungkapnya. Menanggapi hal ini Kapolres Tanah Karo AKBP Agung, mengatakan sejauh ini sudah 11 saksi yang diperiksa, tetapi belum ada mengarah kepada tersangka. (wan)

Peserta Audisi Siantar Membeludak

PEMATANG SIANTAR- Audisi Road To Famous Sabtu (9/4) animo masyarakat Siantar sangat antusias. Nah, begitu pula pada saat kali kedua audis tersebut menyambangi Kota Siantar, Minggu (24/4).
Layaknya pada audisi yang pertama, pada audisi kedua yang diprakarsai EBM FilmCorps bekerjasama dengan Komunitas Pekerja Film Sumatera Utara tersebut dalam rangka menuju sebuah destinasi karya Sumatera Utara di kancah perfilman nasional tersebut, para peserta pun terlihat membludak. Sampai-sampai, proses audisi harus berjalan hingga malam hari.

Baik dari audisi pertama maupun kedua, pantauan Sumut Pos di lokasi audisi menunjukkan Kota Pematang Siantar adalah kota yang sangat berpotensi untuk menjaring talenta-talenta, baik bintang film maupun bintang suara. (ari)
Adapun peserta yang berhasil lolos  ke tahap selanjutnya adalah UNG 4002, TAR 1176, TAR 1165, TAR 1172, TAR 1139, TAR 1145, TAR 1179, TAR 1152, TAR 1160, TAR 4001, TAR 1169, TAR 1168.

Creative Director dari EBM FilmCorps Ade Asmorodjoyo menyatakan, sejauh ini pihaknya telah mendapatkan beberapa talenta-talenta muda dalam bidang tarik suara dan film, yang berasal dari beberapa daerah audisi. (ari)

Dua Pengawas per Kelas

Hari Pertama UN SMP Aman dan Lancar

Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SMP di Sumut yang mulai dilaksanakan serentak, Senin (25/4) berjalan lancar dan aman. Pengamanan yang dilakukan pihak kepolisian tidak menemui kendala ataupun kecurangan dalam pelaksanaan UN tersebut.

“Aman dan lancar, tidak ada gangguan ataupun bentuk kecurangan yang terjadi dalam pengamanan pelaksanaan UN SMP baik di Medan maupun di wilayah seluruh jajaran,” ujar Kasubbid Dokliput Bidang Humas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan, Senin (25/4).

Dikatakan Nainggolan, kendati pelaksanaan UN berjalan lancar dan aman, pihak kepolisian tetap akan melakukan pengamanan hingga usai, yakni Kamis pekan ini. Pengamanan tersebut dilakukan oleh masing-masing kepolisian satuan wilayah (satwil).

Untuk wilayah Medan, Polresta Medan selaku koordinator pengamanan UN SMP. Namun, tak ada personel yang dikerahkan secara khusus, karena pengamanan merupakan tanggung jawab kepolisian hingga tingkat Polsek.
“ Untuk pengamanan UN SMP setingkat yang dilaksanakan serentak selama empat hari, kita tidak ada mengerahkan personel secara khusus, melainkan hanya dilakukan oleh anggota kepolisian setempat (Polsek, Red), “ jelas Nainggolan.

Di sisi lain, Wali Kota Medan Rahudman Harahap menegaskan sanksi hukum akan menanti bagi siapa saja yang terbukti melakukan kecurangan dalam pelaksanaan Ujian Nasional (UN) untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), yang dimulai serempak mulai kemarin (25/4). Kecurangan itu termasuk terjadinya kebocoran atas soal-soal ujian.

“Tindakan hukum pasti akan dilakukan apabila ditemukan terjadi kecurangan dalam pelaksanaan UN untuk SMP ini, termasuk kebocoran soal. Namun sejauh ini dari hasil pantauan yang dilakukan, kita belum ada menerima laporan terjadinya kecurangan,” kata Rahudman ketika meninjau pelaksanaan UN di SMP Negeri I Jalan Bunga Asoka, Kelurahan Asam Kumbang, Medan Selayang.

Meski demikian Walikota berharap agar pelaksanaan UN untuk SMP tahun ini berlangsung dengan baik. Untuk itulah orang nomor satu di Pemko Medan ini menginginkan pelaksanaan UN SMP ini, mengikuti pelaksanaan UN untuk tingkat SMA/SMK/MAN yang telah berakhir pekan lalu dengan hasil lancar seperti yang diharapkan.

“Marilah kita jadikan Medan ini menjadi lebih baik. Kita akan melakukan dengan segala cara untuk mewujudkannya. Termasuk, keamanan lingkungan sebagai tempat para siswa menjalankan ujian sehingga mereka bisa mengikutinya dengan aman dan nyaman,” harapnya. Rahudman menambahkan, kepada siswa agar mengutamakan ketelitian dan kehatian-hatian dalam menjawab soal demi soal, sehingga hasilnya bisa lebnih baik. Dari hasil pantauan yang dilakukan, wali kota mengatakan proses UN berjalan sesuai dengan standar yang telah ditetapan Kementerian Pendidikan Nasional.

“Setiap ruangan yang disediakan untuk tempat ujian diisi sekitar 20 siswa dan diawasi langsung dua orang pengawas. Selain itu ditambah lagi dengan  kehadiran pengawas cadangan yang diproyeksikan untuk mengantisipasi apabila pengawas utama berhalangan hadir,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Sekolah SMPN 1 Medan, Drs H Ahmad Siregar menuturkan, siswa yang mengikuti UN di sekolah tersebut berjumlah 331 orang. Jumlah ini ditambah lagi dengan 10 siswa swasta dari Yayasan Nanyang yang menumpang ujian di tempat tersebut.

“Seluruh siswa yang mengikuti ujian UN untuk SMP ini hadir semua. Mereka ditempatkan dalam 18 lokal dan diawasi langsung oleh 38 tenaga pengawas. Masing-masing lokal diawasi oleh 2 pengawas. Selain itu kita juga menyediakan tenaga pengawas cadangan,” ungkapnya.

Usai meninggalkan SMPN 1, rombongan Walikota langsung bergerak menuju Jalan Imam Bonjol Medan untuk melihat pelaksanaan UN di SMP Swasta Harapan 1 Medan. Di tempat ini.

“Hasil pantauan yang kita lakukan, pelaksanaan UN berjalan dengan baik. Artinya, semua prosedur yang dilaksanakan sesuai dengan protap. Selain itu siswa yang menjadi peserta ujian hadir semua dan persyaratan kehadiran dua orang pengawas di tiap lokal terpenuhi,” papar Walikota.

Pada kesempatan itu, Rahudman berharap, pelaksanaan UN  bisa lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. “Kita harapkan tidak ada hal-hal yang menimbulkan citra Medan kurang baik.,”” pintanya. (adl/ari)

Tak Ada Naskah Rusak

Persis dengan UN SMP di Medan, beberapa wilayah di Sumatera Utara juga berjalan lancar. Hal ini terlihat dari pantauan wartawan koran ini di Deli Sedang dan Serdang Bedagai (Sergai). Tambah membanggakan, masalah naskah rusak atau kurang sama sekali tak ada.

Di Deli Serdang, Wakil Bupati H Zainuddin Mars yang berkunjung ke MTSN Lubuk Pakam dan SMP Negeri I  Lubuk Pakam, Senin (25/4). Kunjungan tersebut turut didampingi Kadisdikpora Hj Sa’adah Lubis S Pd Mpd, Ka Kementerian Agama Deli Serdang Drs H  Dur Berutu MAP, dan Kabid Dikmenjur H Zul Syahrial.

Menurut Kadisdikpora Hj Sa’adah Lubis peserta UN tingkat SMP/MTS di Deli Serdang tahun ini berjumlah  25.871 siswa,  masing-masing untuk MTS 5650, SMP 20.100 dan  untuk SDMP terbuka sejumlah 121 siswa. Mata pelajaran untuk hari pertama Senin Bahasa Indonesia, hari Selasa Matematika, hari Rabu Bahasa Inggis dan hari Kamis IPA. Sebagai informasi, naskah ujian seluruhnya terpenuhi.

Sementara di SMP Negeri I Lubuk Pakam, wabup menyempatkan diri bertemu dengan para siswa yang telah selesai mengikuti mata ujian dan melakukan bincang-bincang seputar ujian UN, yang pada umumnya para siswa menyatakan dapat  menjawab seluruh pertanyaan  dan tidak  menunjukkan adanya keluhan.
Sementara itu, sebanyak 10326 peserta mengikuti UN  tingkat SMP, MTs, dan SMP Terbuka di Sergai yang berlangsung selama empat hari dengan empat mata pelajaran.

Menurut Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Arianto SPd jumlah sekolah yang mengikuti UN sebanyak 137 sekolah yang tersebar di seluruh kabupaten dan diawasi oleh dua orang pengawas setiap kelasnya dengan jumlah 1152 orang. “Sampai saat ini belum ditemukan kerusakan naskah ujian ataupun kecurangan yang dilakukan peserta,” bilang Arianto kepada Sumut Pos, Senin (25/4).  Amatan wartawan koran ini dilokasi UN di SMPN 1 Teluk Mengkudu sejumlah pejabat Diknas Sergai memantau jalannya ujian. Turut hadir Kadis Diknas Sergai, Drs H Rifa’i Bakri Tanjung  MAP, Sekretaris dinas, Edi Syahputra SPd, Kabid Dikdas, Arianto SPd, KCD Teluk Mengkudu, Drs Syahrial , dan Camat Teluk Mengkudu Zulfikar Ssos. (btr/mag-15)

Untung Persikabo Gagal Eksekusi Penalti

Pro Titan tampaknya harus berterima kasih pada pemain Persikabo Bogor, Aman. Pasalnya, kesempatan mencetak gol via titik putih tak mampu dia maksimalkan. Kegagalan itu membuat Pro Titan unggul 2-3 atas tuan rumah.
Kemenangan itu sekaligus menyalamatkan Pro Titan dari jurang degradasi dan secara otomatis tetap bertahan dalam divisi utama pada musim berikutnya. Sementara Persikabo Bogor yang dipastikan tidak lolos ke babak delapan besar, seakan menjadikan dua pertandingan sisa yang dilakoninya sebagai pertandingan hiburan yang tidak mempengaruhi. Mengingat kekalahan di sisa kandang yang dilakoninya, tetap mengamankan posisi Persikabo untuk tetap bertahan di divisi utama untuk kelima kalinya.

Bermain di hadapan pendukungnya, Laskar Padjajaran,  yang terkenal jago kandang sebenarnya tampil dominan sejak menit awal. Namun keberuntungan belum dimiliki tim tuan rumah untuk menciptakan gol. Sebaliknya tim tamu yang memiliki kesempatan melakukan serangan balik cepat langsung menciptakan gol pembuka di menit ke-29 melalui kaki Antonio Teles.

Tertinggal satu gol membuat tim tuan rumah tampil ngotot untuk mengejar ketertinggalan, namun hingga berakhirnya babak pertama keungulan 1-0 untuk trim tamu tidak berubah. Memasuki babak kedua, tim tuan rumah kembali mengambil inisiatif penyerangan. Namun tim tamu yang memiliki ambisi kuat mencari poin penuh agar terhindar dari jurang degradasi tetap menyajikan permainan ngotot. Terbukti baru dua menit berjalannya babak kedua, tim Kuda Pegasus kembali menggandakan keunggulan lewat  kaki Antonio Teles pada menit ke-47.
Tertinggal dua gol, membuat Persikabo semakin beringas menggencarkan serangan untuk  menyamakan kedudukan. Terbukti pertengahan babak kedua Persikabo berhasil memperkecil keunggulan melalui Ilham Hasan dan mengubah skor sementara menjadi 2-1.

Keasyikan menyerang, kelengahan kembali dilakukan pemain bawah Persikabo, kesempatan itu langsung dimanfaatkan para pemain Pro Titan. Pada menit ke-70 Tambun Naibaho yang tidak terkawal, dengan leluasa melesakkan gol bagi timnya dan menambah keunggulan bagi tim tamu menjadi 3-1. Tim tuan rumah kembali memperpendek jarak selisih gol menjadi 3-2 setelah Zainal Arif mampu memperdaya penjaga gawang Pro Titan Mukti Ali Raja.

Bahkan tuan rumah kembali mendapatkan peluang emas pada menit ke-80 setelah pemain belakang Pro Titan dianggap melakukan pelanggaran keras. Wasit yang melihat pelanggaran tersebut langsung menunjukkan titik putih sebagai hadiah penalti bagi tim tuan rumah.
Namun sayang kesempatan tersebut tidak mampu dimanfaatkan Persikabo. Aman yang dipercaya mengeksekusi penalti, terlihat tidak tenang,mengakibatan tendangannya masih melenceng jauh di atas mistar gawang. (uma)