30 C
Medan
Saturday, January 3, 2026
Home Blog Page 15368

890 Taekwondoin Ikuti Ujian

MEDAN- Sebanyak 890 taekwondion Kota Medan mengikuti ujian kenaikan tingkat (UKT) yang berlangsung di di SPN Sampali Medan Jalan Bilal Ujung Medan, Minggu (1/5).

Menurut Ketua Taekwondo Indonesia (TI) Medan Bobby Octvianus Zulkarnaen SE, ujian kenaikan tingkat kali ini selain menjadi tolak ukur terhadap bagi para atlet, di sisi lain Bobby berharap agar para taekwondoin mampu meingkatkan disiplin.

“Kunci dari keberhasilan adalah disiplin. Tanpa disiplin, jangan harap seorang taekwondoin mampu meraih prestasi maksimal,” bilang Bobby.

Lebih Lanjut, Bobby berharap kepada taekwondoin serta pengurus untuk selalu menjaga solidaritas serta rasa kekeluargaan demi kemajuan taekwondi, bukan hanya di Medan, tapi di Sumut secara keseluruhan.
Selanjutnya Bobby menjelaskan bahwa pada ujian kenaikan tingkat kali ini pihaknya mengutus tiga tim penguji yang terdiri dari Junaidi, Rezeki Karo Sekali, dan Raja Hutahean.

Terkait gelaran UKT kali ini Kadispora Medan Drs Hanas Hasibuan MAP mengaku bangga dengan kinerja yang diperlihatkan pengurus TI Medan. “Melihat besarnya animo serta minat taekwondoin mengikuti ujian kali ini, saya yakin ke depannya TI Medan akan mampu melahirkan atlet andal,” bilang Kadispora.
Turut hadir Ketua Pengcab TI Medan, Bobby Octavianus Zulkarnaen SE,  Kadsipora Medan, Drs Hanas Hasibuan, Ketua Harian Pengprov TI Sumt, Sofyan Siregar S.Sos, Kepala SPN Sampali Kombes Pol Marolop Damanik serta undangan lainnya. (omi)

Honda DBL Kembali Kunjungi Banda Aceh

BANDA ACEH – Kompetisi bola basket pelajar terbesar di Indonesia, Honda Development Basketball League (DBL) mulai mengunjungi lima kota terakhir untuk musim 2011. Liga yang menggunakan konsep student athlete tersebut kemarin kembali mengadakan rangkaiannya di provinsi paling Barat Indonesia, Aceh. Bertempat di GOR KONI Banda Aceh, sebanyak empat pertandingan membuka seri provinsi tersebut.

”Akhir April lalu, kami memang sempat rehat sejenak menyelenggarakan Honda DBL karena menyesuaikan jadwal Ujian Nasional,” ungkap Donny Rahardian events and basketball operations manager DBL Indonesia yang kemarin membuka Honda DBL 2011 seri Aceh. ”Selain Banda Aceh, kota yang akan dikunjungi pada Mei hingga Juli mendatang adalah Tangerang, Makassar, Surabaya, dan Malang,” lanjutnya.

Rangkaian pembukaan Honda DBL kemarin dilaksanakan dengan tradisi khas Negeri Serambi Mekah tersebut, yaitu dengan pembacaan ayat-ayat Al-Quran. Acara kemudian dilanjutkan dengan penampilan Tari Kreasi Likok Pulo persembahan Sanggar Tari Jeumpa Kuneng (SMAN 8 Banda Aceh). (jpnn)

Masuk Grup Maut

MEDAN- PSMS tergabung di pool B babak delapan besar Divisi Utama Liga Indonesia yang akan digelar 12 Mei mendatang. Pool B itu dihuni oleh PSMS, PSAP, Mitra Kukar dan Persiba Bantul.
Bukan perkara mudah lolos dari pool yang tergolong grup maut itu. Hanya PSMS yang finish di peringkat tiga yang tergabung dalam pool itu. Selebihnya lawan tangguh bak PSAP, Mitra Kukar dan Persiba harus diladeni dengan seksama.

Yang cukup menjadi perhatian adalah Persiba Bantul. Meski finish sebagai runner up grup 3, Persiba sangat patut diwaspadai. Adalah striker asing mereka yang sementara ini jadi top skor sementara dengan torehan 31 gol. Sebuah jumlah yang tak bisa tak diwaspadai. Fortune bersaing dengan striker PSAP, Osas Saha yang juga mengemas banyak gol musim ini dengan toregan 30 gol. Dan ironisnya kedua tim ini bakal jadi lawan PSMS di babak delapan besar.
Secara keseluruhan, Persiba mencetak 52 gol dan kebobolan 20 gol musim ini. PSAP mencetak 53 gol dan kebobolan 20 gol. Sedangkan PSMS hanya berhasil mencetak 36 gol dan kebobolan 25 gol. Jumlah yang sangat jauh berbeda.
Mitra Kukar juga tak bisa dianggap remeh. Jadi juara grup II membuat klub asal Kutai Kartanegara itu patut diwaspadai.

Kepastian pembagian grup itu dikatakan Manajer PSMS, Idris sebagai langkah yang bakal berat. Namun optimisme tinggi wajib digeber, sebab peluang naik ke ISL sudah semakin dekat. “Memang jalan masih panjang. Tapi kita harus senantiasa optimis. Kalau berhasil jadi tuan rumah maka kita akan lebih berpeluang,” bebernya.
Soal peluang jadi tuan rumah, Idris yang mengikuti rapat penentuan  tuan rumah di kantor PSSI kemarin bilang PSMS punya kans besar. Pasalnya PSAP yang juga satu grup dengan PSMS turut menunjuk Stadion Teladan untuk jadi tuan rumah babak delapan besar pool B. “Itu nilai lebih karena PSAP juga meminta babak delapan besar dimainkan di Stadion Teladan. Semoga itu akan jadi pertimbangan PT LI, PSSI dan ANTV untuk memilih Medan jadi tuan rumah,” harap Idris.

Memang rapat kemarin malam sempat ditunda karena semua tim yang lolos delapan besar ingin jadi tuan rumah. “Makanya rapat diulang lagi pada pukul 21.30 WIB namun para peserta delapan besar tidak diperkenankan ikuti rapat itu. Yang ikut rapat hanya PT LI, PSSI dan ANTV. Dan prinsipnya apapun keputusannya para peserta harus legowo,” sambung Idris. Sementara itu, Pool A babak delapan besar dihuni oleh Persiraja, Gresik United, Persidafon dan Persiram Raja Ampat.  (ful)

Vagner Memilih Bertahan

Hasil bagus yang ditorehkan PSMS hingga mampu melangkah ke babak delapan besar, membuat sejumlah tim mulai membidik para pemain PSMS.

Meski terlalu dini, tapi ada isu yang menyebutkan bahwa ada ketertarikan satu tim di Indonesian Super League (ISL) kepada bek asing PSMS, Vagner Luis. Konon tim yang menginginkan jasanya musim depan adalah Pelita Jaya. Kabar itu dituai dari salah satu orang dalam di PSMS yang enggan membeberkan jati diri. “Kami sudah melihat gelagat bahwa Pelita Jaya sudah menghubungi pihak Vagner. Dia bermain cukup baik bersama PSMS musim ini. Tentu saja wajar jika banyak yang ingin merekrutnya,” kata sumber tadi.

Hal itu lalu dikonfirmasi kepada yang bersangkutan. Dan dijawab oleh bek asal Brasil itu bahwa dirinya memang banyak menerima pinangan dari tim lain. Tapi rata-rata dari tim Liga Primer Indonesia (LPI). “Wah saya tidak tahu, tapi saya rasa itu hanya isu (soal ketertarikan Pelita Jaya). Kalau tim LPI memang ada yang meminta saya bergabung,” terang Vagner.

Nah, dengan sejumlah tawaran menggiurkan yang berdatangan, apakah artinya Vagner akan hengkang musim depan? Ditanya soal itu didapat jawaban menarik. “Saya senang berada di PSMS. Saya tidak ingin pindah kalau memang saya dipertahankan. Saya merasa tim sudah seperti keluarga, begitu juga dengan fans setia,” katanya.

“Kalau memang manajemen mempertahankan, saya akan sangat senang dan akan memilih bertahan di PSMS. Kalau itu terjadi, saya hanya minta fasilitas rumah untuk membawa anak dan istri saya ke Medan,” harap Vagner.
Sejak pulih dari cedera di awal musim, Vagner memang selalu jadi pilihan utama di lini belakang. Tak hanya bagus menghalau bola-bola atas, Vagner juga terbilang tajam. Sejauh ini, Vagner sudah mengemas tiga gol yang dicetaknya lewat sundulan. (ful)

Pro Titan di Ambang Degradasi

Finish di urutan tiga dari bawah membuat posisi Pro Titan tak seratus persen aman. Beredar kabar tiga tim terbawah Divisi Utama akan turun kasta ke Divisi I.

Menjawab teka-teki itu, konfirmasi dilakukan kepada pemilik klub, Sihar Sitorus. Menurut Sihar, pihaknya memang mendengar kabar soal degradasi itu. “Saat ini kondisi tim baik-baik saja. Memang ada yang bilang kita akan degradasi. Tapi saya masih menanti pernyataan resmi dari PT Liga Indonesia,” kata Sihar.

Kalau seandainya aman dari degradasi, Sihar pun menuturkan bahwa klub berjuluk Kuda Pegasus itu akan tetap berhombase di Stadion Teladan. “Makanya kita nanti saja dulu keputusan resminya. Kalau aman, maka kita akan tetap main di Medan,” pungkas Sihar.

Pro Titan finish di peringkat 11 musim ini dengan raihan 23 poin hasil dari lima menang, delapan imbang dan 11 kali kalah. Kekalahan terbanyak dicatatkan di putaran pertama, sebab skuad Pro Titan dihuni 100 persen pemain lokal dan berusia muda. Pada putaran kedua lalu baru Pro Titan memasukkan sejumlah pemain asing. (ful)

Kepercayaan dan Gol di Saat yang Tepat

Almiro Valadares

Sejak bergabung ke PSMS paruh musim lalu, Almiro Valadares cenderung mengalami naik turun performa. Tampil kali pertama ketika PSMS away ke kandang Persita, Almiro yang turun jadi pengganti memainkan peranan penting atas gol penyeimbang PSMS yang dikemas Mahadi Rais.

Selepasnya, Almiro langsung jadi starter di Stadion Teladan ketika PSMS menjamu PSSB Bireuen. Dan Almiro kembali menunjukkan performa baik. Meski tak mencetak gol, pemain asing asal Brasil itu sukses memberi asist dan sejumlah peluang matang hingga akhirnya PSMS menang 3-0.

Setelahnya, pemain berposisi asli striker itu mulai mendapatkan tekanan agar terus tampil baik. Mulai dielu-elukan fans, Almiro mencoba tetap menunjukkan penampilan terbaiknya. Tapi sayangnya Almiro mulai menurun. Apalagi ada tekanan dari publik agar pemain yang sempat merumput di Liga Thailand dan Vietnam itu, harus mencetak gol.
Alhasil posisinya mulai tergantikan. Dalam beberapa pertandingan kandang maupun tandang Almiro hanya dimainkan sebagai pengganti. Arsitek tim, Suharto lebih memilih menurunkan pemain seperti Alfian Habibi. Bahkan tak jarang Almiro kalah bersaing dengan dua pemain muda di lini depan, Rinaldo dan Mahadi Rais.

Namun pelatih PSMS Suharto menjelaskan bahwa keputusan mencadangkan pemain asing tersebut, hanya karena kebutuhan strategi. Tidak ada yang lain. “Dalam beberapa kesempatan latihan Almiro tampil bagus dan layak diturunkan. Tapi saya punya pertimbangan lain dalam meracik strategi. Jadi bukan karena alasan lainnya,” beber Suharto.

Dan pada laga  pamungkas kontra Persikabo di Divisi Utama lalu adalah saat paling membahagiakan bagi Almiro. Dipercaya menjadi starter untuk mendukung posisi Gaston Castano, Almiro tampil bagus dan mencetak gol. Gol pertamanya di PSMS tercipta di saat yang tepat. Di laga pamungkas itu, PSMS menempuh laga hidup mati. Kalau menang, maka akan lolos ke babak delapan besar. Bahkan kemenangan saja tidak cukup, karena di saat bersamaan pesaing PSMS menuju babak delapan besar, Persih dan Persita juga bertanding. Kalau Persita menang, maka kemenangan PSMS tak ada harganya. Beruntung laga Persih kontra Persita berakhir imbang 1-1. Dan PSMS menang 3-2 untuk menjamin satu tiket ke babak delapan besar.

“Saya senang turut memberikan kontribusi bagi PSMS. Saya senang berada di dalam tim ini. Rekan satu tim baik dan ramah, dan sangat membantu saya beradaptasi. Apalagi ada rekan senegara saya di sini: Vagner Luis,” kata Almiro menanggapi gol pertamanya bagi PSMS.

Sama dengan pemain lainnya, Almiro juga berharap dirinya mampu membawa PSMS kembali ke kasta tertinggi sepak bola nasional. “Tentu saja. Saya dan teman satu tim sudah bertekad dan satu hati menuju ISL. Kami harapkan dukungan fans untuk memuluskan hal itu,” pungkasnya. (ful)

Dasar Maling Kurang Ajar

Pulang ibadah dari gereja, Sri Sinuhaji (30), warga Jalan Menteng VII Gang Nasional, kaget karena tak mendapati sepeda motornya di lokasi parkir. Padahal, dia ingat betul kalau sepeda motor Vega R BK 6286 OI miliknya diparkirkannya di lokasi parkir gereja tersebut.

Setelah dicari-cari, ternyata sepeda motornya sudah tak ditemukan lagi. Akhirnya, Sri pulang dengan menumpang becak bermotor (betor) sembari menahan kesedihan. “Padahal stangnya saya kunci dan saya parkirnya di lokasi parkir. Memang maling kurang ajar, orang lagi ibadah, disempatkannya mencuri,” tukasnya.

Ditambahkan Sri, sepeda motor tersebut merupakan satu-satunya alat transportasi yang dimilikinya. “Kesal saja, padahal niatnya ibadah justru harus mengalami kehilangan sepeda motor. Dasar maling kurang ajar,” ucapnya dengan wajah kesal bercampur sedih.

Kanit Reskrim Polsekta Medan Area, AKP Jonser Banjarnahor SH mengatakan, akan mencek laporan dari korban. “Kita cek lokasi laporannya dan akan kita turunkan anggota ke lokasi untuk melakukan penyelidikan,” ungkapnya.(jon)

Hari ini, Penembakan A Wie Direkonstruksi

MEDAN- Polresta Medan akan menggelar rekonstruksi penembakan Kho Wie To alias A Wie (34) dan istrinya Lim Chi Chi alias Dora Halim (30), di tempat kejadian perkara (TKP) Jalan Akasia I/Bambu III No. 50, Kelurahan Duriann Kecamatan Medan Timur, hari ini, Selasa (3/4).

“Rencananya besok (hari ini, Red) Polresta Medan akan melakukan rekonstruksi terkait penembakan A Wie dan Dora Halim,” ujar Kabid Humas Polda Sumut AKBP Heru Prakoso melalui Kasubid Dokliput AKBP MP Nainggolan, Senin (2/5). Menurut Nainggolan, rekonstruksi tersebut sangat perlu dilakukan agar jelas dan terang bagaimana peristiwa penembakan itu terjadi. Sehingga penyidik layak mengajukan perkara tersebut ke Jaksa Penuntut Umum (JPU). “Rekontruksi dilakukan untuk membuat jelas dan terang kasusnya, sehingga penyidik layak mengajukan berkas perkaranya ke JPU,” ucap Nainggolan.

Ditambahkannya, proses penyidikan sudah dilakukan terhadap saksi dan tersangka. Hasilnya, lanjut Nainggolan, tersangka diancam Pasal 340 sub 338 Jo 55 dan 56 KUHP dengan ancaman di atas 15 tahun penjara. “Pasal tersebut dikenakan kepada tersangka Sun An als Anlan als Anano als Ayung dan Angko,” ungkap Nainggolan.

Sampai saat ini, lanjut Nainggolan, tim bentukan untuk mengungkap kasus ini terus melakukan pengejaran terhadap eksekutor yang diketahui bernama Awi alias Yosep alias Alim Wijaya alias Jekson.

Sebelumnya, Dir Reskrim Kombes Pol Agus Andrianto pernah mengatakan, untuk menangkap eksekutor dalam kasus itu polisi telah mengirimkan tim ke Malaysia. Tetapi Agus menyatakan pihaknya harus berhati-hati sebab kemungkinan menyangkut warga negara asing (WNA).

Sementara Kapolresta Medan Kombes Pol Tagam Sinaga saat berkunjung ke Polsekta Medan Kota menyatakan, polisi sudah menjalin kerjasama dengan berbagai instansi terkait, di antaranya Imigrasi. “Kita sudah menjalin kerjasama dengan instansi lain, di antaranya Imigrasi. Sebenarnya ini sudah di luar kewenangan kita karena telah berkaitan dengan negara luar. Kita telah bekerjasama dengan Imigrasi,” jelas Kapolresta.(adl)

Menunggu Ketegasan Gatot

Mencuat kabar, tiga nama calon Sekretaris Daerah (Sekda) Provsu akan dirombak. Kabar itu kemudian diikuti munculnya dua nama baru sebagai kandidat, yakni Hasiholan Silaen dan Nurdin Lubis.

Apakah itu bakal terjadi? Dan siapa yang akan menjadi Sekda Provsu definitif terpilih? Berikut wawancara wartawan Sumut Pos Ari Sisworo dengan pengamat politik asal Universitas Sumatera Utara (USU) Ridwan Rangkuti.

Apa pendapat Anda dengan keberadaan Sekda Provsu yang tak kunjung definitif?
Sejauh ini proses pemilihan Sekda Provsu sudah masuk dalam tahap Tes Penilaian Akhir (TPA). Kendati demikian, memang belum ada jaminan setelah proses ini tidak akan ada perombakan. Seingat saya, dalam sebuah aturan ada yang menyatakan, pengajuan nama calon Sekda Provsu ini boleh lima calon. Jadi, seandainya ada dua nama lainnya pada prinsipnya ini bukan kocok ulang. Tapi telah sesuai dengan aturan yang ada.

Jadi, bagaimana dengan proses yang telah ada?
Kita lihat dari hasil TPA nya nanti. Kalau ketiga nama tersebut pada akhirnya ditolak tim TPA, maka secepatnya harus diganti. Kalau tidak, dan Pelaksana Tugas (Plt) Gubsu hendak memasukkan dua nama lainnya, ya itu tidak masalah. Polemik ini berkepanjangan karena, pengajuan tiga nama calon Sekda Provsu sebelumnya ada muncul pertanyaan apakah telah dikonsultasikan oleh Syamsul Arifin ke Gatot atau tidak. Tapi, sebenarnya persoalan ini tidak usah jadi berlarut. Karena, keberadaan Sekda ini harus segera didefinitifkan. Karena, Sekda ini adalah jabatan strategis dalam pelaksanaan dan pengelolaan pemerintahan. Meskipun demikian, penyelesaian persoalan ini menuntut ketegasan dari Pelaksana Tugas (Plt) Gubsu Gatot Pujo Nugroho.

Kenapa seperti itu?
Karena, Plt Gubsu ini adalah user nya. Jadi, kalau memang tiga nama tersebut telah sesuai dan sejalan dengan dirinya maka secepatnya dilaporkan ke Kemendagri. Agar prosesnya juga semakin cepat. Kalau tidak, Gatot harus segera memasukkan nama lainnya. Dengan begitu, setelah terpilihnya Sekda Devinitif akan secepatnya bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang selama ini berkembang.

Siapa yang paling berpeluang?
Siapa yang berpeluang, mungkin tidak akan terlepas dari sosok yang memiliki kesamaan visi dan misi dengan Pelaksana Tugas (Plt) Gubsu Gatot Pujo Nugroho. Karena dalam hal ini, Gatot kapasitasnya sebagai user atau pemakai. Maka kembali saya tegaskan. Gatot dituntut untuk tegas, kalau memang tidak akan memajukan nama lainnya maka itu segera dilaporkan ke pemerintah pusat. Begitu juga kalau Gatot berupaya untuk mengganti nama-nama yang telah ada, maka secepatnya pula dilaporkan ke pemerintah pusat.(*)

Kantor Disdiksu Dilempari Telur Busuk

MEDAN- Memperingati Hari Pendidikan Nasional, ratusan massa yang tergabung dari beberapa aliansi mahasiswa  menggelar aksi di Bundaran Majestik, DPRD Sumut dan Kantor Dinas Pendidikan Sumut, Senin (2/5). Dalam aksi ini, selain membawa atribut seperti spanduk, poster dan brosur, mereka juga melakukan teatrikal dan pembakaran ban.
Aksi diawali di Bundaran Majestik, Jalan Gatot Subroto Medan. Mereka melakukan orasi dan membagi-bagikan sejumlah brosur berisi pernyataan sikap. Setelah itu, mereka bergerak menuju DPRD Sumut di Jalan Imam Bonjol Medan. Di gedung dewan, massa kembali melakukan orasi dan membacakan pernyataan sikap.

Mereka menuntut pemerintah menghentikan komersial pendidikan dan punggutan liar dalam bentuk apapun dalam dunia pen didikan. Pemerintah juga dituntut menghapuskan kurikulum berbasis kapitalis di dunia pendidikan serta memberikan fasilitas yang layak terhadap peserta didik di sekolah. Massa juga meminta pemerintah untuk segera merealisasikan anggaran 20 persen untuk pendidikan.

Untuk mengundang perhatian para wakil rakyat, mereka menggelar teatrikal di depan gedung baru DPRD Sumut.
Setelah melakukan aksi selama setengah jam, namun tak ada anggota dewan yang menanggapi aksi tersebut. Karena tak mendapatkan tanggapan, massa kemudian menuju Kantor Dinas Pendidikan Sumut di Jalan Cik Tiro Medan.
Di kantor Disdik Sumut, massa juga melakukan orasi. Karena tak mendapatkan tanggapan dari Disdik Sumut, massa kecewa. Secara bersama-sama, mereka melemparkan telur ayam ke plang Disdik Sumut. Mereka mengaku kecewa terhadap Pemerintah karena dinilai telah gagal mencerdaskan anak bangsa.

“Pemerintahan saat ini gagal mencerdaskan anak bangsa. Seharusnya pemerintah memperhatikan dunia pendidikan kalau mau negara ini cerdas dan maju” kata Ronald selaku kordinator aksi.(mag-7)