Home Blog Page 15367

Pemain Tuntut Pemaksa Kehendak

JAKARTA- Ancaman sanksi dari FIFA kepada PSSI membuat banyak pihak ketir-ketir dan kecewa  berat. Diantaranya adalah para pemain dan mantan pemain yang tergabung dalam Asosiasi Pemain Sepak Bola Indonesia (APSI).

Kemarin siang, APSI mengecam tindakan pemaksaan kehendak yang dilakukan sebagian pemilik suara saat digelarnya Kongres PSSI Jumat kemarin di Hotel Sultan Jakarta. Akibat tindak pemaksaan pihak-pihak yang  punya kepentingan itu, kongres yang agenda pokoknya adalah memilih Ketum, Waketum, dan anggota Exco PSSI periode 2011-2015 deadlock.

Dalam keterangan  persnya kemarin, APSI bersiap menuntut para oknum “pengacau” kongres tersebut jika nantinya FIFA benar-benar menjatuhkan sanksi kepada PSSI. “Kami akan tuntut mereka yang terbukti memaksakan kehendak di kongres FIFA nanti benar-benar menjatuhkan sanksi kepada PSSI,” kata perwakilan APSI, Bambang Pamungkas.
Dalam jumpa pers kemarin, selain Bambang Pamungkas, juga turut hadir sejumlah pemain Timnas Merah Putih. Antara lain Muhamad Nasuha dan Toni Sucipto. Hadir juga mantan pemain Timnas seperti Hendro Kartiko, Elly Idris, Rully Nere dan Marzuki Nyakmad.

APSI sangat berharap pemerintah turut berupaya mencegah agar sanksi tidak dijatuhkan. APSI meminta Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono berserta Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng turun tangan langsung mengatasi persoalan ini.

Tapi Bambang Pamungkas menegaskan jika pemain tidak akan larut dan terlibat dalam perselisihan pihak-pihak tertentu. “Kami di tengah-tengah saja. Tidak di pihak mana pun. Kami hanya pemain yang terjun langsung di lapangan. Kami sangat berharap usaha kami dihargai. Kami sangat berharap Indonesia tidak di-suspend FIFA. Jika disanksi dampaknya sangat tidak bagus bagi para pemain,” lanjut kapten timnas itu.
Menanggapi adanya rencana pihak-pihak yang akan menggugat, kelompok 78 yang menjadi sasaran bersikap santai. Salah satu pentolan kelompok 78, Hadiyandra mepersilakan siapa saja melakukan gugatan. (ali/jpnn)

Bye-bye Ancelotti

LONDON – Carlo Ancelotti mengakhiri karirnya di Chelsea dengan memori pahit. Sebagaimana prediksi, Ancelotti kehilangan jabatannya sebagai pelatih Chelsea dua tahun terahir seiring berakhirnya Premier League musim ini (2010-2011) Minggu lalu (15/5).

Tragisnya, Ancelotti menerima vonis pemecatan hanya dua jam usai Chelsea keok 0-1 dari Everton di Goodison Park. Kekalahan itu tidak memengaruhi posisi The Blues (sebutan Chelsea) yang tetap finis kedua dengan selisih sembilan poin (76-82) dari Manchester United. “Chelsea Football Club memastikan apabila Carlo Ancelotti tidak lagi menjadi bagian dari klub terhitung sejak hari ini (15/5),” demikian rilis Chelsea di situs resmi klub.

Chelsea menyebut alasan pemecatan Ancelotti karena pelatih asal Italia itu tidak mampu menjadikan performa John Terry sesuai dengan ekspektasi. Di musim ini, Ancelotti gagal mempersembahkan trofi apapun. Kontras dengan musim lalu ketika pelatih berjuluk Don Carletto itu berhasil menyandingkan trofi Premier League dan Piala FA. Itu adalah kali pertama dalam sejarah Chelsea.

“Klub merasa saat ini merupakan waktu yang tepat untuk melakukan pergantian (pelatih) sebagai persiapan untuk musim depan,” tambah rilis Chelsea.

Berhubung kontrak Ancelotti baru berakhir Juni 2012, Chelsea harus membayar biaya pengganti sisa kontraknya yang ditaksir 6,5 juta pounds atau hampir Rp 90 miliar. Itu belum termasuk biaya untuk Bruno Demichelis, asisten pelatih Chelsea sekaligus tangan kanan Ancelotti, yang ikut dipecat.

Tapi, biaya itu jelas bukan masalah bagi Chelsea yang Januari lalu merogoh 50 juta pounds (Rp 690 miliar) untuk merekrut Fernando Torres dari Liverpool dan ditahbiskan sebagai transfer termahal di Inggris. Toh, Chelsea memang sudah biasa mendepak pelatihnya di tengah masa kerjanya.

Pemecatan Ancelotti seakan menambah panjang daftar pelatih Chelsea di era kepemilikan Roman Abramovich. Sejak Abramovich mengakusisi Chelsea delapan tahun lalu, Ancelotti adalah pelatih keenam. Pertanyaannya kini, siapakah yang akan menjadi pelatih ketujuh ?

Dalam rilisnya, Chelsea belum memutuskan siapa target mereka. Yang pasti, Chelsea sudah akan memutuskan pelatih baru sebelum memulai pramusim pada 9 Juli nanti.

Eks pelatih Chelsea yang kini menangani Turki, Guus Hiddink, masih menjadi favorit Abramovich sekalipun sudah menyampaikan penolak. Sedangkan pelatih muda sensasional FC Porto Andre Villas-Boas menempati urutan teratas versi bursa dibandingkan Marco van Basten, Frank Rijkaard, serta kolaborasi Mark Hughes-Gianfranco Zola.
Yang terbaru, Jose Mourinho masuk daftar. Pelatih yang mempersembahkan dua gelar Premier League beruntun. Namun, seiring masih menikmati perannya sebagai entrenador Real Madrid setahun terakhir, sepertinya, sulit bagi Chelsea menarik kembali pelatih berjuluk The Special One itu.

Di sisi lain, dipecat dari Chelsea bukan akhir dari segalanya bagi Ancelotti. Eks pelatih AC Milan dan Juventus itu sudah menyiapkan liburan di saat Chelsea mengumumkan pemecatannya. “Saya tengah berlibur saat ini dan saya tidak tahu sampai kapan menjalani liburan,” ungkapnya kepada The Mirror.
Ancelotti seakan tidak ingin mengganggu liburannya dengan memikirkan klub mana yang akan dilatihnya musim depan. Sebelumnya, Ancelotti sudah menyatakan apabila dirinya masih tertarik meneruskan karirnya di Inggris. Ancelotti juga sudah menyebut West Ham United, klub yang terdegradasi dari Premier League musim ini.  (dns/jpnn)

PBVSI Sumut Target Lolos PON XVIII

Medan-Pengurus Provinsi Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia Sumatera Utara (Pengprov PBVSI Sumut) menargetkan atlit putra-putri akan lolos dalam seleksi PON XVIII di Pekanbaru 2012. Sedangkan untuk kejuaraan Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) 2011 ditargetkan akan masuk semi final.

Pencapaian target tersebut terungkap dalam Rapat Pleno I Pengprov PBVSI Sumut Periode 2011-2015, yang diselenggarakan di Kantor PLN Pembangkitan Sumbagut, Jalan Brigjen Katamso Km. 5,5 Titikuning, Medan, pada Sabtu (21/5).

Rapat ini juga sekaligus memperkenalkan Ketua Umum Pengprov PBVSI Sumut Ir Akbar Ali dengan personil Pengprov PBVSI Sumut. Akbar dalam sambutannya menyatakan, banyak potensi atlet bola voli Indoor dan Pantai di Propinsi Sumut yang dapat berprestasi.

Karena itu, pengurus diminta untuk  aktif melakukan pembinaan dan menanamkan rasa memiliki serta memberikan kontribusi  maksimal sehingga prestasi perbolavolian di Sumut dapat lebih ditingkatkan.

Sekretaris Pengprov PBVSI Sumut Marodjhan Batubara mengatakan, target lolos dalam PON tersebut harus terlebih dahulu lolos di ajang Pra PON yang berlangsung pada 24 Juni-2 Juli 2011.

Selain membahas soal target pada PON XVIII, rapat juga membahas pelaksanaan Voli Pantai Pesta Danau Toba yang dilaksanakan pada 19 – 21 Juni 2011 di Parbaba Kabupaten Samosir. Penanggungjawab even ini dipercayakan kepada T. Isdarwani.

Pengprov PBVSI Sumut meminta Pengurus Kabupaten & Kota PBVSI se Sumut untuk mengirimkan tim pada even ini. Rencananya, ke depan even ini akan lebih ditingkatkan lagi dengan mengundang peserta yang berasal dari luar Sumut. (ila)

Ajang Penjaringan Pembalap Berbakat

BMX Super Cross

LABUHAN- Generasi dan Alumni BMX Indonesia (GABI) bekerjasama dengan KNPI Medan Deli menggelar BMX Super Cross memperebutkan KNPI Medan Deli Cup 2011 dan total hadiah mencapai Rp15 juta. Kegiatan ini sendiri bertujuan menjaring pembalap berbakat yang akan dibina agar dapat berlaga pada pekan olahraga nasional (PON) XVIII.

Hal tersebut dikatakan oleh Ketua Pantia BMX Super Cross, Adenan di tempat berlangsungnya BMX Super Cross yang berada di Jalan KL. Yos Sudarso Km 6,8 Kelurahan Tanjung Mulia Kecamatan Medan Deli tepatnya disamping Potensi Utama Medan, Minggu (22/5).

Adenan menjelaskan bahwa cabang olahraga BMX sudah dipertandingan pada gelaran PON mendatang. “Jadi, karena ini cabang baru maka semua daerah berpeluang meraih medali ,” bilang Adenan.

Diuraikannya bahwa kegiatan yang digagas pihaknya ini mengatakan bahwa  BMX Super Cross ini diikuti sebanyak 350 peserta yang terbagi dalam 5 kelas yakni kelas senior, junior, pemula, mini race dan juga women race.
“Peserta bukan hanya berasal dari Kota Medan, tapi juga dari daerah lainnya seperti Simalungun, Tebing Tinggi, Kisaran, Langsa, Binjai, Lubuk Pakam, Buluh Cina dan Hamparan Perak,”jelasnya.

Selanjutnya Adenan berharap agar ke depan Pemerintah Kota Medan dapat memperhatikan anak-anak yang hobi bersepeda sehingga mampu menorehkan prestasi membanggakan. “Semoga kegiatan ini pemerintah daerah tergerak hatinya untuk menyediakan sirkuit yang layak,”tandasnya. (mag-11)

PSSI Tebing Tinggi Gelar Piala Wali Kota

TEBING TINGGI- Pengurus Cabang Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (Pengcab PSSI) Kota Tebing Tinggi bekerjasama dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Tebing Tinggi menggelar kompetisi sepakbola memperebutkan piala bergilir Wali Kota yang berlangsung di Stadion Sepakbola Kampung Durian, Jalan Ahmad Yani, Kota Tebing Tinggi, Senin (23/5).

Even yang diikuti 14 tim yang bernaung di bawang Pengcab PSSI Kota Tebing Tinggi ini dibuka secara resmi oleh Plh Wali Kota Tebing Tinggi Drs Hadi Winarno.

Hadir dalam kegiatan tersebut Plh Wali Kota Drs Hadi Winarno, Kapolres AKBP Robert Haryanto Watratan SSos, Ketua KONI H Muhammad Daniel Sultan SE, Ketua Pengcab PSSI dr Irvan Delimunthe, Kadis Porabudpar Azhar Efendi Lubis SE, Komandan Koramil 13, Kapten Budiono, SKPD dan Anggota DPRD Kota Tebing Tinggi.
Ketua Pengcab PSSI Kota Tebing Tinggi, dr Irvan Delimunthe mengatakan bahwa kompetisi kali ini mempergunakan sistem setengah kompetisi. Dari 14 tim yeng terdaftar, 6 tim masuk ke divisi I, sedangkan 8 tim lainnya bermain di Devisi II.

Dijelaskannya bahwa 6 tim yang bergabung di Divisi I adalah PS Taruna Satria, PS Bayu Putra, PS Perpapi, PS Pabatu Grup, PS Karya Utama dan P. SBB. Sedangkan Devisi II terdiri dari PS Pamela Muda, PS Bahilang Putra, PS Kesuma Bangsa, PS Delta Putra, PS Nusantara III MUda, PS Tampar Putra, K.M.L. FC, dan Banteng Putra FC.
Plh Wali Kota Tebing Tinggi, Drs Hadi Winarno menyambut baik gelaran ini dan berhatrap agar even ini menjadi momentum kebangkitan sepak bola Tebing Tinggi.

Kendati begitu Plh Wali Kota tetap menghimbau agar seluruh pemain tidak menghalalkan segala cara untuk meraih kemenangan dan tetap menjunjung tinggi sportifitas, sehingga gelaran kali ini berlangsung lancar.  (mag-3)

Ditangkap Penjaga Gereja

Niat Mora Lubis (30), warga Jalan Pukat, Perumnas Mandala, untuk mencuri di  gereja  Jalan Pukat VI, urung terlaksana. Pasalnya, sebelum menjalankan aksinya, dia keburu ditangkap penjaga gereja, Natanear (35).

Menurut Mora, dia tidak menyangka kalau ada orang di dalam gereja itu. Karenanya, dia berusaha masuk ke dalam gereja guna menjalankan aksinya. Saat di dalam gereja tersebut, dia sama sekali tidak melihat Natanear yang sedang membersihkan gereja tersebut.

“Saya tidak tahu kalau ada orang yang sedang membersihkan di dalam gereja. Pas saya masuk, dia melihat saya dan menangkap saya dari belakang. Kemudian warga ramai dan petugas pun datang lalu membawa saya,” katanya kepada wartawan di Mapolsekta Percut Sei Tuan.

Kapolsekta Percut Sei Tuan, Kompol Maringan Simanjuntak SH menuturkan, kasus tersebut sedang ditangani pihaknya. Diterangkannya, barang bukti yang diamankan belum ada, karena tersangka keburu dipergoki oleh korbannya.

“Kasusnya sedang dilakukan penyelidikan dan tersangka masih kita periksa. Tersangka dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman penjara minimal 5 tahun,” katanya.(jon)

Upah Minim Pelayanan tak Maksimal

Minimnya upah tenaga medis dan tenaga administrasi sukarela (kontrak) di RSU dr Pirngadi Medan, dikhawatirkan akan berdampak pada pelayanan di rumah sakit milik Pemko Medan tersebut. Karenanya, diharapkan kepada Manajemen RSU Pirngadi Medan dapat meningkatkan kesejahteraan mereka, sehingga pelayanan dapat lebih maksimal.

Demikian dikatakan Destanul Aulia, pemerhati kesehatan dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara (USU) kepada wartawan Sumut Pos Bagus Syahputra, Senin (23/5). Berikut petikkan wawancaranya.

Menurut Anda, apa yang terjadi jika tenaga medis memilki upah minim?
Kita bisa melihat dari dua aspek, yakni aspek kemanusian dan aspek manajemen. Yang dimaksud dengan aspek kemanusiaan, orang yang bekerja dengan upah yang minim akan bekerja tidak maksimal, sementara mereka didorong untuk bekerja maksimal.

Sedangkan secara aspek manajemen, ini merupakan kesalahan pihak manajemen RSU Pirngadi Medan. Pembinaan yang dilakukan terhadap sumber daya manusianya seakan tidak memiliki perencanaan. Ini keburukkan dari RSU Pirngadi yang mempekerjaan tenaga medis tanpa perencanaan dan pembinaan.

Apakah ini akan meganggu pelayanan yang diberikan?
Jelas, ini akan berdampak pada kepuasan pasien. Pasalnya, tim medis yang tidak digaji maksimum, oromatis pelayanan yang diberikan juga rendah. Jangan bicara tentang kepuasan pasien jika kepuasan tim medis itu sendiri rendah dari segi upah yang didapatkan. Hal ini juga membuat pelayanan medis tidak berjalan maksimal. Kita bayangkan, dengan upah di bawah UMK Kota Medan, mereka dituntut memberikan pelayanan maksimal.
Selain itu, jangan salahkan para perawat atau tenaga medis jika bertindak sendiri untuk mencari uang masuk di rumah sakit milik pemko ini dari pasien. Hal ini akan dilakukan dengan berbagai cara.

Menurut Anda, apa yang harus dilakukan RSU Pirngadi Medan?
Seharusnya manajemen RSU Pirngadi memiliki skill of manajemen sehingga semua bisa teratasi dari segala aspek, termasuk gaji yang minim yang diperoleh tenaga medis.
Gaji yang minim juga akan berdampak langsung kepada SDM, yang lama kelama tidak tahan dengan upah segitu. Akhirnya, dia akan mengundurkan diri, sehingga pelayanan terlantar.(*)

12 Jenis Ikan Hilang dari Belawan

BELAWAN- Sikap Pemko Medan makin tak tegas dalam menghadapi permasalahan sampah dan limbah pabrik yang mengalir di Perairan Belawan. Pasalnya, kini ada 12 jenis ikan di perairan Belawan menghilang akibat persoalan tersebut. Demikian disampaikan Ketua Forum Taruna Nelayan (FTNI), Rusli Abdul Somad, Senin (23/5).
Dia menyebutkan, 12 jenis ikan yang punah di perairan Belawan yakni ikan sembilang, lundu, bedukang, kerapu malas, gabus pasir, duri kuning, ketang, senohong, duri putih, ikan lontok, gulama, belanak. Serta kepah tidak terlihat lagi. “Sampai saat ini 12 jenis ikan tersebut sudah tidak ada lagi, padahal dulu sangat banyak,” ucapnya.

Rusli berpendapat, persoalan tersebut sudah lama dan sudah diketahui banyak pihak, namun ada upaya pembiaran dari pihak pemerintah sendiri.  Buktinya, pecemaran laut yang diakibatkan limbah pabrik terus terjadi. “Anehnya, sampai saat ini Pemko Medan tak ada memperhatikan masalah ini, padahal ini dampak hilangnya biota laut di Belawan,” ujarnya. Permasalahan sampah dan limbah pabrik tersebut sudah terlihat secara langsung, ratusan ikan jenis  kerapu yang dibudidayakan mati akibat tercemar limbah . Kemudian, warga Belawan keracunan setelah  makan kerang diduga terkontaminasi limbah pabrik.  Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Medan, Wahid  mengamini, memang ada pencemaran, namun tak secara keseluruhan. “Kami cek dahulu,” ujarnya.  (mag-11)
nelayan, Ahmad (31).

Ahmad mengakui, bahwa hasil tangkapannya tahun ini berkurang hingga ke pendapatan terkecil, bahkan sering didapatinya sampah di laut. “Ini sangat tidak layak lagi, laut sudah samakin kotor,” sebutnya. (mag-11)

Hadapi Kemiskinan Seperti Terorisme

Hari Ini, Launching Gerakan Ayo Bangkit!

MEDAN- Kemiskinan di Indonesia sama seperti menghadapi teroris, untuk itulah pemberantasan kemiskinan ini harus secara menyeluruh dengan program Gerakan Ayo Bangkit!. Program yang diprakarsai Ketua Umum Partai Golkar, Ir Aburizal Bakrie akhirnya bisa dinikmati di Sumut mulai Selasa (24/5).

Demikian disampaikan, pelaksana Gerakan Ayo Bangkit Sumut, Ardian Sopa, Senin (23/5). Peluncuran program tersebut, dilaunching di Wisma Sibayak Jalan Letjen Jamin Ginting Km 6 Padang Bulan Medan.  Dia mengatakan, peluncuran program pemberdayaan usaha kecil mikro ini akan dibuka Plt Ketua DPD Partai Golkar Sumut,  Andi Achmad Dara dan sejumlah pengurus Partai Golkar. Ardian menjelaskan, untuk menghadapi kemiskinan dan permasalahan ekonomi harus serius. “Menghadapi kemiskinan seharusnya dihadapi serius sebagaimana menghadapi ancaman terorisme ,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia menyampaikan peluncuran program ini, akan dilatih 50 usaha mikro di Sumut yang tergabung dalam angkatan pertama. Nantinya dalam tahun ini kita menargetkan dapat melatih 100 peserta sedangkan secara nasional mencapai 1.000 peserta.

Mengapa Partai Golkar tertarik menuntaskan masalah ini? Ardian mengaku masalah ekonomi setara dengan masalah terorisme sehingga hari segera diselesaikan. ‘’Partai Golkar berikhtiar menghancurkan kendala sosial melalui pemberdayaan pelaku usaha mikro,’’ ucapnya.

Para peserta Gerakan Ayo Bangkit!, lanjut Ardian, tak sekadar mengikuti pelatihan. Mereka juga akan terus mendapatkan pendampingan dari para instruktur Gerakan Ayo Bangkit! agar dapat berhasil. ‘’Bahkan mereka juga akan mendapatkan intensif dengan anggaran Rp1,1 juta. Untuk usaha kecil , bantuan ini dapat membuat aklerasi atau percepatan untuk membangkitkan perekonomian masyarakat,’’ harapnya didampingi Amin Adab Tarigan. (jul)

Terobos Lampu Merah, Angkot Morina Terbalik

Tiga Penumpang Luka Parah

MEDAN- Gara-gara menerobos traffic light, angkot Morina 81 jurusan Belawan-Amplas ditabrak angkot KPUM jurusan Tembung-Pinang Baris hingga terbalik di persimpangan Jalan Thamrin dan Jalan HM Yamin, tepatnya di depan Supermarket Yuki, Senin (23/5), pukul 14.00 WIB. Akibatnya, tiga dari 12 penumpang Morina 81 mengalami luka parah dan langsung dilarikan ke RSU Pirngadi Medan.

Peristiwa ini terjadi ketika angkot Morina 81 BK 1344 DU yang dikemudikan Toni Nababan, melaju kencang dari arah Jalan Printis Kemerdekaan. Tiba di persimpangan Jalan Thamrin dan Jalan HM Yamin, traffic light menunjukkan lampu merah. Namun hal tersebut tak dihiraukan Toni.

Di saat bersamaan, angkot KPUM 65 dari arah Tembung menuju Pinang Baris yang dikemudikan Erwin melaju dan menabrak bagian belakang angkot Morina 81 tersebut. Tak ayal, angkot Morina tersebut terbalik dan terseret hingga membentur trotoar di depan Supermarket Yuki.

“Angkot yang kami tumpangi (Morina 81, red) melaju kencang. Kami ada 13 orang termasuk supir di dalam angkot itu. Pas di persimpangan, lampu sudah merah tapi supirnya menerobos. Akhirnya angkot kami ditabrak angkot yang datang dari Tembungn Angkot yang kami tumpangi pun terbalik,” ujar Roy warga Tanjung Morawa yang mengalami luka dikedua tangannya saat menjalani pemeriksaan di IGD RSU Pirngadi Medan.

Rama Panggabean (53), warga Jalan Turi yang juga penumpang angkot Morina 81 yang duduk di samping supir mengaku tidak tahu persis, apakah saat kejadian lampu merah atau tidak. Karena dia fokus memandang ke depan.
“Saya tidak lihat pasti apa lampunya merah atau hijau karena saya fokusnya melihat ke depan saja. Tiba-tiba mobil yang kami tumpangi sudah berbalik. Penumpang yang mengalami luka parah ada tadi, mahasiswa yang naik dari kampusnya di Jalan Perintis Kemerdekaan,” ujarnya sambil memegang wajahnya.

Sementara supir angkot KPUM 65, Erwin (25) saat ditemui di lokasi, hanya mengalami luka ringan di kakinya. Dia mengatakan, saat itu angkotnya datang dari Jalan HM Yamin. Karena lampu sudah hijau, dia pun melajukan kendaraannya. Namun, tiba-tiba dari Jalan Thamrin, angkot Morina melaju kencang menerobos lampu merah. “Mobil Morina itu sempat mengelak, namun tabrakan tajk terhindari lagi,” jelas Erwin.

Sedangkan supir Angkot Morina 81 Toni Nababan (31) belum dapat dimintai keterangan karena setelah kejadian, dia tidak sadarkan diri di ruangan IGD RSU Pirngadi Medan. Sementara kasus tersebut masih dalam penyelidikan Satlantas Polresta Medan. Kedua Angkot diamankan di Satlantas Polresta Medan.

Kapolsekta Medan Timur, Kompol Patar Silalahi SIK mengakui peristiwa yang berada di wilayah hukumnya itu. “Kasusnya sudah di tangani Sat Lantas Polresta Medan. Untuk lebih lanjutnya, tanya Kasat Lantas Polresta Medan karena kita hanya melakukan pengamanan lalulintasnya saja,” ungkap Patar Silalahi. (mag-7/jon)