Home Blog Page 15374

Mereka Tetap Membandel

700 Ekor Babi di Medan Labuhan Belum Ditertibkan

Ternak kaki empat, tepatnya babi, masih saja menjadi masalah di Kota Medan. Berulang kali sudah dilakukan pendekatan persuasif dan sebagainya oleh Pemko Medan, namun tetap saja belum berhasil. Penertiban dilakukan, peternak pun melawan.

Buktinya, sekitar 700 ekor babi di Kecamatan Medan Labuhan sampai saat ini belum juga ditertibkan. Sebelumnya pada saat tim yang tergabung dari Dinas Pertanian dan Kelautan, Pihak Kecamatan dan juga Satpol PP melakukan penertiban di Kelurahan Martubung dan Sei Mati mendapatkan perlawanan dari warga sekitar, Selasa (19/4).
Camat Medan Labuhan, Zein Noval saat ditemui di ruangannya, mengatakan warga menolak untuk ditertibkan dengan menghadang petugas Satpol PP dan melempari petugas dengan batu.

“Sudah hampir setahun warga diimbau untuk segera memindahkan hewan ternaknya sesuai dengan Peraturan Daerah tentang Larangan dan Pengawasan Usaha Peternakan Hewan Berkaki Empat di Kota Medan. Pada saat warga mengeluhkan ganti rugi, kami sudah memberikan ganti rugi, namun ada juga warga yang tetap bertahan dan tidak mau ditertibkan,” ujarnya.

Dia menjelaskan untuk Kecamatan Medan Labuhan populasi babi sekitar 700 ekor. Jumlah tersebut berasal dari 3 kelurahan yakni Kelurahan Sei Mati, Martubung dan juga Pekan Labuhan.

Untuk kelurahan Sei Mati ada sekiitar 108 KK, Kelurahan Martubung 40 KK sedangkan Pekan Labuhan ada sekitar 9 KK. “ Paling banyak itu di Kelurahan Sei Mati yang berada di Lingkungan 18, 17 dan juga 15,” jelasnya.

Contohnya dari 108 Kepala Keluarga (KK) di Kelurahan Sei Mati hanya 10 KK saja yang mau mendatangi dan menerima biaya ganti rugi pemindahan. “Nah, sisanya mereka (warga) tidak mau dengan alasan hewan peliharaan adalah sebagai mata pencahariannya. Ada dugaan, bentrok yang terjadi kemarin (Selasa, Red) ada yang memprovokasi warga hingga menimbulkan tindakan anarkis. Tetapi kita tetap berkoordinasi dengan dinas terkait untuk terus melakukan penertiban di kelurahan tersebut,” papar Zein Noval.

Lebih lanjut, dia menambahkan bahwa pihaknya sudah berkali-kali mengimbau agar warga memindahkan hewan ternaknya. “Bahkan, kami sudah memberikan surat pemberitahuan kepada warga untuk penertiban tersebut, namun mereka tetap membandel,” tambahnya.

Zein Noval mengatakan bahwa pihaknya belum tahu kapan akan dilakukan penertiban babi di tiga kelurahan tersebut. Saat ini pihaknya masih menunggu hasil rapat evaluasi dari Pemko Medan.  “Kami hanya bisa menunggu  keputusan dari tim, kapan akan dilakukan penertiban lagi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Kelautan Kota Medan (Kadistanla), Ir Wahid, mengungkapkan bentrok yang terjadi antara warga dan petugas penertiban sudah sering terjadi. “Namun kita akan menggelar rapat evaluasi dengan Pemko Medan dan seluruh jajaran terkait. Salah satu bahasan dalam rapat evaluasi yakni akan ditambahnya jumlah petugas Satpol PP. Hal ini dilakukan untuk mencegah amukan warga yang bertindak anarkis dengan melemparkan batu pada petugas,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia menambahkan dengan bentrok antara warga dan petugas yang terjadi kemarin, jumlah petugas sangat sedikit daripada warga yang mengamuk.

Penambahan personel petugas Satpoll PP sangat perlu dilakukan untuk lancarnya penertiban hewan ternak sesuai dengan Perda Nomor 23 Tahun 2009 tentang Larangan dan Pengawasan Usaha Peternakan Hewan Berkaki Empat.(mag-11)

Distanla Siapkan Strategi Lain

Mendapat perlawanan dari masyarakat saat melakukan penertiban babi di Medan Labuhan, Selasa (19/20) lalu, akhirnya membuat Pemerintah Kota (Pemko) Medan kembali mengulur waktu untuk melaksanakan tindakan lanjutan.
Hal itu dikemukakan Kepala Dinas Pertanian dan Kelautan (Kadistanla) Kota Medan Ir Wahid kepada Sumut Pos, Rabu (20/4). “Besok (hari ini, Red) kita rapatkan. Sekalian mau nyusun strategi lagi. Kita akan menurunkan tim penuh nanti, saat penertiban lanjutan,” katanya.

Terkait rusuhnya penertiban babi di Medan Labuhan tepatnya di Kelurahan Martubung, sebenarnya yang membuat rusuh bukanlah para peternak, melainkan warga.

“Di Martubung itu yang menjadi peternak ada 10 Kepala Keluarga (KK). Kalau peternak sudah bersedia, tapi warga di perbatasan Martubung dengan Sei Mati yang membuat rusuh. Makanya, nanti di rapat akan kita bahas strateginya lagi. Setelah itu, baru kita lanjutkan penertiban. Karena di sana populasinya tidak terlalu besar,” terangnya.

Wahid juga memastikan, populasi ternak kaki empat di Kecamatan Medan Deli yang ditertibkan, Selasa (19/4) lalu telah selesai secara keseluruhan. “Di Medan Deli sudah siap semuanya,” tuturnya.

Dari jadwal yang ada sebenarnya, sambung Wahid, setelah selesai di Medan Labuhan nantinya, Pemerintah Kota (Pemko) Medan berencana melakukan penertiban di Kecamatan Medan Belawan. Di kecamatan ini, jumlah populasinya juga relatif besar di atas seribu ekor lebih. “Di Marelan cukup besar, kira-kira lebih dari seribu. Angka pastinya saya lupa,” cetusnya.

Untuk penertiban di Medan Denai, Wahid belum bias memastikan. “Untuk yang di Medan Denai, akan ditertibkan. Tapi nanti setelah di kecamatan lain selesai,” ungkapnya. (ari)

Beli Voucher Listrik

081533323xxx

Bapak Pimpinan PT PLN Wilayah Sumut yang terhormat.
Saya mau tanya, dimana ya saya bisa membeli vocher listrik pra bayar?

Ada di Jaringan Elektronik

Voucher isi ulang listrik dapat dibeli oleh pelanggan memiliki nominal Rp20 ribu, Rp50 ribu, Rp 100 ribu, Rp500 ribu dan Rp1 juta dan dapat diperoleh melalui seluruh jaringan elektronik dan kantor cabang Bank Mandiri.

Selain Bank Mandiri, bank lain yang berpartisipasi dalam penyediaan layanan penjualan voucher listrik prabayar adalah BRI (payment point), Bukopin (ATM dan internet banking), NISP (ATM dan payment point), Artha Graha (payment point), dan BPR KS (ATM dan payment point).

Raidir Sigalingging
Deputi Manager Komunikasi PT PLN Regional I

Makin Yakin

MANCHESTER-Hasil imbang 1-1 yang diraih Wayne Rooney dkk saat bertandang ke St James Park, kemarin (20/4), membuat The Red Devils hanya mendulang satu angka tambahan guna menggenapi raihan poin sebelumnya menjadi 70 angka.

Kendati memperoleh hasil yang tak maksimal, namun itu cukup bagi Sir Alex Ferguson untuk menyulut keyakinannya guna mempersembahkan tropi ke-19 English Premier League (EPL) kepada klub yang telah diasuhnya selama sekitar setengah abad.

“Saya percaya diri bahwa kami akan baik-baik saja. Memasuki fase ini di setiap musim, kami berada dalam posisi yang lebih baik dibanding posisi kami pekan lalu. Masih ada lima pertandingan tersisa bagi kami,” ujar manajer asal Skotlandia itu dilansir dari situs resmi klub.

Di antara lima laga tersisa di Premier League nanti, The Red Devils bakal menjalani dua big match secara berturut-turut yakni menghadapi Arsenal pada 1 Mei dan Chelsea pada 8 Mei.
Jikapun pada dua pertandingan ini The Red Devils kalah atas lawannya itu, tetap saja sulit bagi The Gunners  (julukan Arsenal) untuk melampaui poin yang telah dikumpulkan Wayne Rooney dkk.

Apalagi jika The Gunners sampai kalah atas Tottenham Hotspurs (berlangsung dinihari kemarin).
“Ada dua laga penting menanti kami —sudah jelas itu adalah away ke markas Arsenal dan menjamu Chelsea. Kita harus memperhatikan Chelsea, bagaimana mereka menunjukkan responnya di tiga laga kandang berturut-turut sebelum melawan kami,” tandas Sir Alex.

Lihatlah, jika pada lima laga tersisa The Red Devils kalah saat menghadapi Chelsea dan Arsenal, namun memenangkan tiga pertandingan lainnya, maka nilai maksimal yang bisa mereka kumpulkan adalah 79.
Sementara Arsenal, dengan jumlah pertandingan yang sama berpotensi mendulang sebelas angka, dengan rincian lawatan ke markas Fulham dan Bolton berakhir imbang. Bila itu terjadi, maka poin maksimal yang mereka kumpulkan adalah 74. Jikapun mereka juga mampu mencuri kemenangan di White Hart Lane, maka hanya 77 poin yang mampu mereka kumpulkan di akhir musim kompetisi nanti .

Menyadari hal tersebut, bukan hanya Fergie (panggilan akrab Sir Alex Ferguson) saja yang sumringah. Seluruh anak asuhnya, utamanya para pemain senior seperti Ryan Giggs, Paul Scholes dan Edwin van Der Sar pun sudah tak sabar untuk menorehkan nama mereka dalam sejarah sukses klub itu.

“Kami memulai musim ini dengan hasil yang tidak terlalu bagus. Beruntung kerja keras yang kami  lakukan membuat tim ini tampil konsisten, sehingga kami menjadi tangguh dan sulit dikalahkan,” bilang Ryan Giggs.
Selanjutnya pria berkebangsaan Wales itu mengatakan bahwa bukan hanya musim ini saja The Red Devils bisa meraih sukses. Pada musim-musim mendatang pun klub masih akan menjadi tim nomor satu di Tanah Inggris.
“Lihatlah kami memiliki banyak pemain muda yang mulai memperlihatkan kematangan. Ini akana menjadi jaminan bagi tim ini untuk terus menjadi tim besar dan disegani,” bilang Giggs. (jun)

Sesalkan Tak Dapat Penalti

ADA yang menarik saat Manchester United bertandang ke Stadion St James Park, kemarin (20/4). Apa itu? Usai pertandingan Sir Alex Ferguson, tactician Manchester United mengatakan bahwa seharusnya Wayne Rooney dkk dapat mengakhiri pertandingan dengan kemenangan 1-0.

Ya, pada pertandingan itu, ketika memasuki menit-menit akhir pertandingan para pemain Manchester United sempat mendesak wasit Lee Probert memberi mereka penalti setelah Javier Hernandez dilanggar oleh Danny Simpson. Tapi, Probert malah memberikan kartu kuning kepada Hernandez  yang diklaimnya melakukan diving.

“Itu jelas penalti untuk Hernandez. itu menjadi hinaan karena dia memberinya kartu kuning. Wasit menjalani pertandingan dengan baik, tapi ia mencorengnya dengan memberikan kartu kuning kepada Hernandez,” tukas Fergie.
Terpisah, kubu Newcastle juga seakan tak menampik jika The Magpies (julukan Newcastle) sempat khawatir jika wasit akan memberi hukuman penalti kepada timnya.

“Jantung saya sempat tersentak karena saya pikir wasit akan memberikan penalti kepada Manchester United. Apalagi selama ini sejarah mencatat jika Manchester United kerap mendapat keuntungan yang berbuah gol pada menit akhir pertandingan,” ujar Alan Pardew, tactician Newcastle United.

“Kita harus memberi  apresiasi positif bagi wasit, karena dia telah membuat keputusan yang tepat. Danny Simpson hanya berusaha menarik kembali kakinya dan ketika itu Hernandez mencoba masuk,” ujar manajer 49 tahun itu.
“Hernandez mencoba memanfaatkan kesempatan itu di menit terakhir, dan saya tidak mengrkitik dia untuk hal itu. Mungkin bila saya menjadi dia, saya juga melakukan hal yang sama. Namun wasit telah membuat keputusan yang tepat,” bilang Pardew. (bbs/jpnn)

ManUnited=Fergie

MANCHESTER-Siapa pemain paling top di kubu Manchester United saat ini? Wayne Rooney kah, atau Javier Hernandez? Masih berhubungan dengan pertanyaan tadi, meski keduanya kini menjadi idola publik Old Traffiord, namun jangan pernah berangapan keduanya akan aman di sana.

Jika Sir Alex Ferguson tak suka, maka dua nama yang sangat familiar ini kapan saja pun bisa terdepak dari Old Trafford, meski Fergie (panggilan akrab Sir Alex Ferguson) berulangkali mengatakan bahwa dia bukan orang yang mudah melepas pemainnya ke klub lain.

Menurut Fergie, pekerjaannya sebagai manajer telah memaksanya untuk menghilangkan sifat sentimentil dan mengharuskannya bersikap tegas. “Pekerjaan saya adalah untuk memanajeri United dan mencetak hasil bagus. Ini sama dengan tugas manajer lainnya,” papar Fergie di ESPN Star, mengenai pekerjaan yang digelutinya.
Pria kelahiran Glasgow, Skotlandia, itu sudah hampir 25 tahun duduk di kursi manajer Manchester United, sebuah rentang waktu yang sangat panjang, yang mana sulit ditemukan lagi pada masa sepakbola modern seperti sekarang. Selama itu pula Fergie telah memberikan banyak  trofi, dan juga beberapa cerita dengan pemain-pemain ‘Setan Merah’.

Fergie adalah satu-satunya bos di Old Trafford. Pemain bintang seperti apa pun bisa didepaknya, bahkan meski pemain itu begitu penting untuk tim. Sebut saja Paul Ince, David Beckham, Jaap Stam, Roy Keane ataupun Ruud van Nistelrooy.

Alasannya sederhana saja, Fergie merasa harus bersikap tegas demi kebutuhan tim. “Segala sesuatu yang saya lakukan harus hitam dan putih,” ucapnya.

Ketegasan itulah yang membuat Fergie harus membuang rasa sentimentil dari dirinya. Ia tahu bahwa keputusannya tak selamanya benar, tapi itulah yang harus dilakukannya. Banyak pemain yang terpaksa ia lepas, meski ia sendiri mengaku berat melakukannya.

“Dalam manajemen, Anda harus bisa membuat keputusan yang terkadang berbuah sebuah kesalahan. Tapi, itu tak penting, yang terpenting adalah kita harus berani membuat keputusan,” tandasanya.

“Di United saya punya Ryan Giggs, Neville Bersaudara (Gary dan Phil. red), (Paul) Scholes dan (Nicky) Butt, yang bisa mewakili spirit klub. Semua pemain yang pernah bermain di sini punya peran masing-masing untuk membawa tim ini meraih sukses,” tambahnya.

“Jadi, ketika saya melihat sesuatu yang tak baik telah terjadi ataupun telah dilakukan seorang pemain, maka saya harus melepas mereka. Terpenting bagi seorang pemain adalah menyadari tugasnya, yakni bermain sebaik mungkin dan jangan berfikir atau pun bertindak apa pun yang tak berhubungan dengan tim, karena itu akan merusak tim,” tegas Fergie.

Kesimpulannya, dengan apa yang telah diungkapkan, maka jangan pernah berfikir jika Manchester United adalah Wayne Rooney, apalagi Javier Hernandez, karena The Red Devils bisa hebat seperti yang kita saksikan sekarang ini disebabkan sikap tegas Sir Alex Ferguson.

Jadi jika anda menyebut dan mendengar nama Manchester United, maka yang harus terbayang difikiran anda harusnya sosok Sir Alex Ferguson,  bukan sosok David Beckham yang kini tercampak di tanah Amerika, bukan pula tampang Wayne Rooney, yang telah berulang kali dihujat Fergie karena penampilannya yang tak konsisten. (jun/bbs)

Fabregas Hujat Wenger

LONDON-Sekali lagi, The Gunners (julukan Arsenal) bakal melewati tahun keenam tanpa sekalipun meraih gelar juara. Menurut Cesc Fabregas, jika jadi pelatih di Liga Spanyol maka Arsene Wenger sudah akan menerima surat pemecatan.

Premier League menjadi kans terakhir Arsenal menyudahi musim ini dengan meraih gelar juara. Peluang tersebut dianggap sulit lantaran saat ini mereka terpaut tujuh poin dari Manchester United di puncak klasemen dengan hanya ada tinggal enam laga tersisa.

Jika benar-benar harus memperpanjang puasa gelar, maka The Gunners akan genap enam tahun gagal menjuarai apapun. Sebuah kenyataan pahit yang kembali harus diterima fans Arsenal, meski punya tim yang selalu masuk daftar unggulan juara di awal musim.

Dalam jumpa pers yang dilangsungkan jelang laga Arsenal kontra Tottenham Hotspur, Cesc Fabregas menyebut kalau Wenger punya nasib yang lebih baik di Arsenal karena dia belum mendapat surat pemecatan. Soalnya jika kondisi serupa terjadi di Spanyol maka pelatih asal Prancis itu pasti sudah didepak.

“Jika Anda pergi ke Spanyol dan mengatakan pada (Pep) Guardiola, (Jose) Mourinho atau Unai Emery maka mereka akan memiliki tiga tahun tanpa memenangi trofi, akan dipastikan kalau mereka tak akan bisa berlanjut di klub tersebut,” sahut Febregas di Guardian.

Dilanjutkan sang kapten, Inggris memiliki kriteria yang berbeda sebelum memutuskan memberhentikan pelatih. Alat ukur berupa daya saing sampai akhir musim, keberhasilan masuk ke Liga Champions hingga kondisi keuangan klub mempengaruhi keputusan-keputusan terkait masa depan sang pelatih.

“Di sini berbeda, sang manajer cerdas dan klub menghargai nilai-nilai yang berbeda: bahwa tim ini selalu berada di Liga Champions, kami mampu berkompetisi sampai akhir, memiliki pemain muda, stabilitas ekonomi,” bilangnya.
“Buat dewan (klub) ini penting. Tapi bayangkan di mana ada memutuskan apakah Anda menang atau kalah?” tuntas Fabregas.  (net/jpnn)

Mourinho-Di Stefano Panas

Yang satu legenda hidup sepak bola Real Madrid, sedang yang satunya adalah pelatih hebat dengan berbagai koleksi tropi di tingikat Eropa.

Ya, mereka adalah Alfredo Di Stefano dan Jose Mourinho, dua sosok fenomenal di kubu Real Madrid saat ini. Sayangnya, saat ini hubungan kedua orang penting di kubu Los Merengues itu sedang memanas. Penyebabnya, apalgi kalau bukan kritik pedas yang dilontarkan Di Stefano beberapa hari lalu terkait strategi yang diterapkan Jose Moourinho kepada anak asuhnya.

Mendapati dirinya dikritik, Jose Mourinho geram dan dengan nada tinggi menegaskan bahwa semua keputusan terkait taktik sepenuhnya berada di tangannya, bukan sang presiden kehormatan Los Blancos itu.

Kekesalan Mou diketahui merujuk pada komentar pedas Di Stefano usai Madrid bermain imbang 1-1 melawan Barcelona di Santiago Bernabeu pada lanjutan La Liga, akhir pekan kemarin. Legenda hidup El Real ini mengecam strategi serangan balik yang diterapkan Mourinho.

Yang membuat Mou naik pitam adalah perkataan Di Stefano yang menganalogikan para pemain Madrid bak seekor tikus, sementara Barca disebutnya seperti Harimau. Gerah dengan sentilan Di Stefano, Mou pun langsung bereaksi. Pelatih berjuluk The Special One ini menyebut Di Stefano tidak bisa mengaturnya dalam menerapkan strategi, meski dia merupakan sosok yang sangat berpengaruh dan dihormati publik Madrid.

“Dia (Di Stefano) adalah salah satu sosok yang sangat penting dalam sejarah Real Madrid, sementara saya bukanlah apa-apa dalam sejarah klub. Tapi, saat ini saya adalah pelatih (Madrid), dan pelatih memiliki wewenang penuh untuk menentukan strategi,” tegas Mourinho. (bbs/jpnn)

Raih Sertifikasi Manajemen Mutu ISO

Sebagai bukti komitmen Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Agrobisnis Perkebunan (STIPAP)  dalam membangun landasan kualitas terhadap para peserta didiknya, STIPAP telah memenuhi persyaratan sertifikasi manajemen mutu ISO 9001:2008.

Keberhasilan tersebut menurut Pembantu Ketua (Puket) III STIPAP, Sulthon SPMSi, tak lain berkat kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas seluruh komponen.

Mengingat sejak pencanangan World Class Plantation Universitiy awal tahun 2009 lalu, lanjutnya, manjemen dan civitas akademika STIPAP langsung bergerak bersama membenahi secara mendasar.

Baik struktur proses bisnis maupun sinkronisasi pada seluruh lini aktivitas manjemen untuk mencapai sasaran mutu guna memenuhi kepuasan mutu stakeholder STIPAP.

“STIPAP saat ini berkomitmen jika sertifikasi yang didapat bukan sekedar lembar penghargaan namun berupa landasan budaya mutu dan continous improvement aktivitas proses belajar mengajar di STIPAP,” ungkapnya.
Sekolah tinggi yang sangat menjunjung tinggi tingkat disiplin dalam penerapan proses belajar mengajarnya itu juga memiliki beberapa unit kegiatan mahasiswa layaknya sekolah tinggi ataupun universitas yang lain.

Selain Senat Mahasiswa, STIPAP memiliki unit kegiatan mahasiswa seperti, Mapala, English Club, keagamaan, serta beladiri yang masuk di dalam kurikulum pendidikan. Untuk bisa menjadi mahasiswa STIPAP,  calon peserta didik harus melalui beberapa seleksi yang terbagi dalam beberapa tahapan dan materi.

“Selain memiliki tinggi badan 160 cm bagi pria, dan 155 cm bagi wanita. Calon peserta didik harus melewati tahap seleksi awal seperti testing beberapa mata pelajaran, dan medical check up untuk tahap akhir untuk bisa diterima di STIPAP,” sebutnya.

Sesuai visinya menjadikan institusi pendidikan tinggi yang mampu mencetak Sarjana Sain Terapan professional dan berkarakter, STIPAP yang kini tengah membuka pendaftaran gelombang tahap tiga itu terus memperbaiki kualitas pendidikannya.

Salah satunya adalah menyiapkan Passport Studi Mahasiswa STIPAP,  konsep yang berasal dari konsep saat berpergian ke luar negeri.

Adapun hal ini menurut Sulthon, setiap pemegang paspor dipastikan akan sangat hati-hati memgang teguh aturan, disiplin selama dalam perjalanan.
“Jadi ini kita terapkan kepada mahasiswa untuk selalu menghargai aturan main dari perjalanan studi di STIPAP. Sehingga sejak awal hingga akhir pendidikannya mahasiswa akan sadar arti belajar sesungguhnya,” terang Sulthon. (uma)

Lega Masih Bisa Menang

Roma vs Inter

ROMA- Inter Milan berhasil bangkit dari keterpurukan ketika mempermalukan AS Roma dengan skor tipis 1-0 di Stadion Olimpico, pada semifinal Coppa Italia Rabu (20/4) dinihari. Dejan Stankovis menjadi bintang pada laga itu dengan gol tunggalnya.

Jelas hasil ini akan menjadi modal bagus bagi Nerazzurri di pertemuan kedua nanti yang bakal dihelat di markas besar mereka, Giuseppe Meazza. Torehan ini merupakan kebangkitan Inter setelah sebelumnya tumbang di dua laga terakhir.

sesaat sebelum pluit akhir paruh pertama dibunyikan, Stankovic membuat publik tuan rumah tertegun berkat kreasinya. Ia bekerja sama apik dengan Wesley Sneijder sebelum melepas tendangan meroket tanpa bisa dicegah Doni. Skor 1-0 menandai kedua kubu masuk ruang ganti.
Hasil ini pun disambut suka cuta oleh kapten Inter Javier Zanetti. Menurutnya, walau menang, skuad tidak serta merta gampang melewati perlawanan Roma.

“Kemenangan yang sangat penting di markas mereka, karena kami bermain di hadapan pendukung mereka, apalagi ditambah kami berada dalam momen yang sulit” ujar Zanetti lega karena beberapa laga terakhir tim menuai hasil negatif, seperti dilansir Rai Sport usai laga.

“Saya akui bermain di Roma tidak pernah mudah bagi kami. Namun Kami menampilkan permainan yang luar biasa menghadapai sang lawan,” simpul pemain veteran Argentina itu.

Sempat muncul wacana pemberhentian kerja bagi Leonardo menyusul hasil negatif Inter dalam beberapa laga terakhir, Zanetti pun mencoba mendinginkan suasana.

“Saya selalu katakan, Leonardo melakukan tugasnya dengan bagus. Mari lenyapkan apa yang telah mengemuka soal pemecatan Leonardo, dan fokus untuk pertandingan kontra Lazio Sabtu nanti,” tuntas sang kapten.
Sementara bagi AS Roma, kekalahan itu menambah daftar panjang tak keberuntungan. Seperti yang disebutkan gelandang Daniele De Rossi. Proses akuisisi klub juga diakuinya sebagai salah satu faktor yang membuat fokus Giallorossi terpecah.

Setelah tampil sebagai runner-up pada musim lalu, prestasi Roma menurun pada musim ini. Mereka untuk sementara bertengger di peringkat keenam klasemen sementara Seri A dan harus berjuang keras untuk lolos ke Liga Champions musim depan.

Dalam kompetisi Liga Champions, klub sekota Lazio ini tersingkir di babak 16 besar. Sedangkan di Coppa Italia, peluang mereka melaju ke final cukup tipis setelah kalah 0-1 di kandang dari Inter Milan pada leg pertama semifinal.
“Ini adalah tahun kurang beruntung, tapi mungkin kami masih bisa memperjuangkannya,” ujar De Rossi, seperti dikutip Football-Italia. Proses akuisisi klub yang berlarut-larut juga diakui De Rossi telah memengaruhi penampilan timnya. Lewat sebuah proses panjang, Thomas Di Benedetto akhirnya resmi mengambil alih Roma dari keluarga Sensi. “Suatu titik balik bersejarah terjadi di Roma,” pungkas  De Rossi. (bbs/jpnn)