Home Blog Page 15376

Sekolah Mengemudi Taraf Internasional Diresmikan

Tekan Angka Kecelakaan

MEDAN- Mencegah tingginya tingkat kecelakaan di Sumut, Mabes Polri bekerjasama dengan Polda Sumut meresmikan sekolah mengemudi Medan Safety Driving Centre (MSDC) bertaraf internasional di Jalan Bilal Ujung No. 195 Medan. Sekolah tersebut diyakini mampu memberikan pelatihan mengemudi kepada masyarakat di Sumut agar semakin sadar disiplin berlalu lintas.

Sekolah tersebut dibuka secara resmi Kepala Korps Lalulintas Polri, Irjen Pol Djoko Susilo SH M Si, Rabu (20/4). Hadir pada kesempatan itu, Kapoldasu Irjen Pol Wisjnu Atma Sastro, Sekdaprovsu Rahmatsyah, dan Dirlantas Poldasu Kombes Pol Bambang Sukamto SH MH serta Kapolresta Medan Kombes Pol Tagam Sinaga dan perwira tinggi dari Mabes Polri dan Poldasu.

Djoko Susilo menyampaikan, dengan diresmikannya sekolah ini, hendaknya mampu menurunkan angka kecelakaan hingga 50 persen. Sebab, angka kecelakaan hanya bisa ditekan dengan cara meningkatkan disiplin berlalulintas. “Jadi hadirnya sekolah ini diharapkan bisa menekan angka kecelakaan,” sebutnya diamini Kapoldasu, Wisjnu AS.
Sementara itu, Dirlantas Poldasu Kombes Pol Bambang Sukamto SH MH menyampaikan, dibukanya sekolah mengemudi bertaraf Internasional ini merupakan jawaban atas berbagai peristiwa kecelakaan, kesemrawutan, pelanggaran rambu-rambu jalan yang setiap saat selalu meningkat dari tahun ke tahun.

Dia memaparkan, pada 2010 saja, jumlah kecelakaan lalu lintas berjumlah 3.624 kasus dengan jumlah sembilan kasus perhari dan jumlah orang meninggal dunia mencapai 1.621 jiwa selama tahun 2010 dengan rata-rata lima jiwa meninggal perhari.

Pimpinan MSDC, Jimmi mengatakan, MSDC merupakan wadah untuk belajar tentang keselamatan berlalu lintas bagi masyarakat dari segala lapisan. Sehingga, para pengendara mobil  dan sepeda motor akan memahami tentang keberadaan lalu lintas dengan berbagai rambu-rambunya.  (mag-8)

Teman Baru, Larikan Sepeda Motor Baruku

Yang namanya sepeda motor baru, pasti kita sangat berhati-hati sekali menggunakannya. Bahkan bila perlu, setiap hari sepeda motor itu di cuci agar tidak kotor. Namun apa jadinya jika sepeda motor yang baru dua minggu dibeli sudah raib? Tentu sangat sedih sekali.

Itu yang dialami Chandra Sinaga (19), warga Jalan Menteng II Gang Jermal, Selasa (19/4) malam. Sepeda motor yang baru dibelinya dua minggu lalu, raib dilarikan Andre Marpaung (20), pemuda yang baru dikenalnya diwarung tersebut.
Ceritanya, saat itu Chandra dengan sepeda motor barunya singgah di warung di Jalan Pelajar untuk minum-minum bersama teman-temannya. Lantas, dia berkenalan dengan Andre Marpaung. Saat itu, Andre meminjam sepeda motor kepada Chandra dengan alasan ingin membeli rokok. Namun Chandra tidak mengizinkannya.

Tak lama kemudian, Chandra pergi ke kamar mandi untuk buang air kecil. Ternyata, kesempatan itu dimanfaatkan Andre untuk melarikan sepeda motor Chandra.

“Pas saya keluar dari kamar mandi, tiba-tiba saja sepeda motor saya hilang. Sepeda motor itu baru 2 minggu saya beli dari showroom dan belum ada nomor platnya. Andre Marpaung melarikan sepeda motor saya dan yang lihat kawan-kawan saya,” jelasnya sambil membuat pengaduan ke Mapolsekta Medan Area.(jon)

Warga tak Punya KTP Karena Mahal

BELAWAN- Kinerja DPRD dan Pemko Medan untuk membangun Medan Utara dipertanyakan. Pasalnya, hingga kini buruknya kondisi infrastruktur, pelayanan kesehatan dan administrasi kepenudukan di kawasan Medan Utara yang terdiri dari Medan Belawan, Medan Deli, Medan Labuhan dan Medan Marelan tak kunjung teratasi, bahkan terkesan dibiarkan.

Hal tersebut diungkapkan puluhan masyarakat Medan Utara pada reses anggota DPRD Kota Medan Dapil V di Balai Hermina Belawan, Rabu (20/4). Seperti yang disampaikan Arifin (37), warga Kecamatan Marelan, yakni pada 2010 lalu, dirinya mendapatkan kabar kalau di kelurahannya (Kelurahan Terjun, Red) akan dilaksanakan proyek pembetonan terhadap sejumlah jalan setapak oleh Dinas Perkim Kota Medan. Namun, hingga saat ini jalan setapak tersebut tidak kujung dibeton. “Kemana uang tersebut, kenapa sampai saat ini jalan belum juga dibeton?” ujarnya.
Lebih lanjut, dia menambahkan, di kelurahanya banyak bermunculan kuburan keluarga yang lokasinya tidak teratur. Hal tersebut terjadi karena di daerah itu tidak ada tempat pemakaman umum (TPU). “Hal ini sudah berulangkali kami sampaikan dalam reses DPRD maupun ketika bertemu dengan Wali Kota Medan. Namun hingga sekarang tidak pernah terealisasi,” keluhnya.

Sedangkan Marlina (33), warga Pekan Labuhan mengatakan, warga di kelurahannya masih banyak yang tidak memiliki KTP dan KK karena biaya pengurusan yang mahal. Akibatnya, banyak warga Kelurahan Pekan Labuhan yang tidak terdaftar, bahkan tidak memiliki kartu JKPMS dan Jamkesmas.

Parahnya lagi, kata Marlina, seorang anak di daerahnya menderita sakit parah akibat tersiram air panas sempat tidak dilayani rumah sakit swasta karena tidak punya biaya dan kartu JKPMS maupun Jamkesmas. “Untung masih ada anggota DPRD yang menjamin. Sehingga anak tersebut sekarang dirawat di rumah sakit tersebut,” paparnya.
Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi PPP, M Yusuf berjanji akan meminta kepada Wali Kota Medan memecat camat dan lurah yang tidak mampu melayani warganya dengan baik dan benar. “Mereka juga warga Medan dan itu merupakan tanggung jawab pihak kecamatan kenapa mereka sampai sekarang tidak punya KK dan KTP. Saya minta itu segera ditanggapi,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi Demokrat, A Hie mengakui kalau seluruh unek-unek yang disampikan warga Medan Utara tersebut adalah masalah klasik yang seharusnya sudah selesai 10 tahun lalu. Namun akibat ketidakmampuan para SKPD dalam melaksanakan tugasnya, masalah tersebut muncul lagi dan membuat warga semakin kecewa. “Seharusnya para SKPD sadar dan kalau tidak mampu menjalankan tugasnya mundur saja agar Pemko tidak selalu disalahkan warga,” ujarnya.

Lebih lanjut, A Hie mendesak SKPD serius dan seluruh hasil reses anggota dewan tersebut direalisasikan dan masuk dalam anggaran agar mampu menjawab keluhan warga Medan Utara yang sudah berlarut-larut.(mag-11)

Pemko Medan Bentuk KIM

Pemerintah Kota (Pemko) Medan berencana menampung aspirasi segenap elemen masyarakat. Untuk itu, Pemko Medan berencana untuk membuat program Kelompok Informasi Masyarakat (KIM). Apa dan bagaimana KIM tersebut? Berikut wawancara wartawan Sumut Pos Ari Sisworo dengan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) Zulkifli Sitepu, kemarin.

Apa KIM itu?
Zulkifli: KIM adalah sebuah sarana untuk menampung aspirasi masyarakat Medan. Masyarakat dalam hal ini dalam arti luas yakni, forum-forum kemasyarakatan, Grup-grup sendra tari, komunitas tanaman hias atau komunitas apa pun. Setelah nanti digabungkan, dan ini akan dilaporkan ke Wali Kota Medan untuk ditampung. Di tampung dalam artian akan dilakukan pembinaan.

Manfaatnya?
Manfaatnya adalah semua informasi mengenai kekayaan dan keberagaman yang tertampung dalam KIM itu, dan kemudian bisa dilakukan pembinaan. Dimana, dari pembinaan itu pada intinya untuk menciptakan sebuah harmonisasi di masyarakat.

Dalam tingkatan apa?
KIM dibentuk dalam tingkatan setiap kelurahan. Sebagai koordinator kelurahan adalah pihak kecamatan.

Darimana dananya, apakah dari APBD?
Untuk saat ini dalam upaya, apakah nantinya akan ditampung dalam APBD atau tidak. Kita akan konsultasikan lagi ke wali kota.

Apa dasar KIM tersebut?
Dasar dibentuknya KIM adalah Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika (Permenkominfo) No 8 Tahun 2008  yang mendukung UU tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) No 14 Tahun 2008. Selain itu pula, berdasarkan UU No 9 Tahun 1998 tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum.

Sudah sampai sejauh mana pembentukan KIM tersebut?
Saat ini masih dalam tahap sosialisasi yang dimulai kemarin (20/4) di Kantor Camat Medan Kota. Dan akan terus dilanjutkan di 20 kecamatan lainnya hingga tanggal 20 Mei mendatang. Untuk sosialisasi seterusnya yakni, Tanggal 21 April di Kantor Camat Medan Barat, 25 April di Kantor Camat Medan Perjuangan, 26 April di Kantor Camat Medan Tembung, 27 April di Kantor Camat Medan Denai, 28 April di Kantor Camat Medan Amplas, 29 April di Kantor Camat Medan Johor, 2 Mei di Kantor Camat Medan Maimun, 3 Mei di Kantor Camat Medan Baru, 4 Mei di Kantor Camat Medan Selayang, 5 Mei di Kantor Camat Medan Tuntungan, 6 Mei di Kantor Camat Medan Sunggal, 9 Mei di Kantor Camat Medan Helvetia, 10 Mei di Kantor Camat Medan Deli, 11 Mei di Kantor Camat Medan Labuhan, 12 Mei di Kantor Camat Medan Marelan, 13 Mei di Kantor Camat Medan Petisah, 16 Mei di Kantor Camat Medan Polonia, 18 Mei di Kantor Camat Medan Timur, 19 Mei di Kantor Camat Medan Area dan terakhir tanggal 20 Mei di Kantor Camat Medan Belawan.(*)

Tagihan Naik 100 Persen

085260609xxx

Kenapa tagihan listrik saya untuk bulan kemarin naik hampir 100 persen, padahal pemakaian kWh tidak beda jauh dari bulan lalu. Apakah ada kenaikan tarif listrik? Mohon penjelasannya. Terima Kasih

Belum Ada Kenaikan Tarif Listrik.

Petugas Pencatat Meter (Cater) PLN akan mencatat jumlah pemakain listrik setiap pelanggan langsung dari kWh meter/meteran yang berada di rumah masing-masing pelanggan setiap bulannya. Biasanya, waktu pencatatan itu berlangsung antara tanggal 20 hingga akhir bulan.

Dan angka yang dicatat Petugas Cater inilah yang kemudian akan diproses sampai menjadi rekening/tagihan listrik, setelah sebelumnya angka yang tercatat di kWh meter akhir dikurangkan dengan angka pencatatan pada bulan sebelumnya untuk mendapat jumlah pemakaian kWh pelanggan pada bulan bersangkutan.

Soal berapa besarnya tagihan rekening listrik yang harus dibayarkan pelanggan setiap bulannya itu, akan sangat tergantung pada jumlah pemakaian listrik Anda pada bulan bersangkutan.

Kunci pengendalian pemakian listrik sesungguhnya ada ditangan Anda, sebab alat pengukur pemakaian listrik berupa kWh meter ada dekat dengan Anda (terpasang dirumah pelanggan).

Maka kontrol pemakaian listrik dengan membiasakan mencatat angka kWh meter setiap harinya agar tahu perkiraan pemakaian listrik Anda dalam sebulan.Dan pastikan angka yang dicatat Petugas Cater serta tercantum di rekening listrik sesuai dengan yang terukur di meteran.

Mengenai tarif listrik, sejauh ini Tarif Dasar Listrik (TDL) kita masih belum ada kenaikan.
Kami dihimbau kepada seluruh pelanggan untuk terus melakukan langkah-langkah penghematan pemakaian listrik. Terimakasih.

Raidir Sigalingging
Deputi Manager Komunikasi
PT PLN Regional I

Abonemen Tarif Rekening

081370522xxx
Kepada Bapak Pimpinan PT PLN Wil Sumut.
Saya seorang mahasiswa saya ingin tahu berapa besar abonemen tarif rekening listrik, baik rumah tangga,industri,sosial,dan pemerintah, serta dari kwh dari berapa sampai brp.  terima kasih.

Buka Website
Data yang anda perlukan dapat diperoleh di Website www.pln.co.id/PelayananPelanggan/TDL/TDL2003. Adapun besar biaya beban (abonemen) per bulan perlu dihitung lagi dengan rumus : Biaya Beban = kVA daya tersambung x Rp./kVA/bulan.

Karena yang tercantum di Lampiran tersebut adalah Rp/kVA/bulan.
Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Bagian Humas PT PLN (Persero) Wilayah Sumut Telp. 061-6615 155 Ext. 474. Terima kasih. Semoga dapat membantu.

Raidir Sigalingging
Deputi Manager Komunikasi
PT PLN Regional I

Kado Milad ke-13 PKS: PKS Harus Tetap Bekerja Demi Umat

DPW PKS Sumut kembali menerima kado dalam menyambut milad ke-13, kado itu memang bukan berbentuk barang, tapi sebuah nasehat penting bagi para pengurus dari tokoh Al Washliyah, H T Muhammad Bakery.

Adapun kado yang diberikan tokoh Al Washliyah itu, sebagai partai dakwah yang mengurusi kepentingan umat, sangat lazim bagi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendapat beragam tantangan. Tapi, ada hal terpenting yang harus dipertahakan yakni kemampuan untuk tetap istiqomah melanjutkan kerja demi kemaslahatan masyarakat.
Begitulah kado yang dibungkus dalam rangkaian kata nasehat disampaikan, H T Muhammad Bakery kepada para pengurus DPW PKS Sumut saat menggelar lawatan silaturahmi menyambut milad ke-13 PKS, Rabu (20/4) di kediamannya di Medan Belawan.  Hadir dalam silaturahmi itu, Ketua Umum DPW PKS Sumut, H M Hafez Lc MA, Ketua Bidang Pembangunan Umat, H Surianda Lubis SAg, dan Ketua Kaderisasi PKS Sumut, H Mahmud Soleh S Pd MA.

Menurut Bakery, perjuangan tak selamanya berjalan mulus, banyak tantangan yang harus dihadapi. Dari tantangan itulah, segala permasalahan harus dihadapi. “Dalam perjuangan, tidak semuanya manis. Kejadian yang baik maupun yang tidak baik, adalah maha guru bagi kita,” ujarnya yang juga Aktivis Partai Muslimin Indonesia (Parmusi)  tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Pendiri Persatuan Masyarakat Aceh (Perma) yang menjadi cikal bakal Aceh Sepakat tersebut juga memberikan kado Milad ke 13 kepada PKS Sumut yang akan diselenggarakan di lapangan Benteng Medan akhir pekan depan,  dalam bentuk beberapa nasehat penting bagi para pengurus dan kader PKS di Sumut.
“Tidak mustahil, setiap orang yang sudah merasa benci, akan tetap memberikan arti buruk, terhadap apapun yang kita lakukan. Sementara orang yang sudah terlanjur suka, akan menganggap baik, semua yang kita lakukan,” ujar  pejuang yang telah berusia 82 tahun tersebut.

Pada kesempatan itu, Bakery juga mengingatkan, agama adalah nasehat. Untuk itu, jajaran pengurus dan kader PKS harus memahaminya, bahwa hanya manusia-manusia pilihan yang mampu untuk menjalankan semua nasehat.
“Tetaplah bekerja dan beribadah. Islam itu lemah lembut. Sikapilah segala kondisi dengan lemah lembut. Mulai dari periode Makkah hingga Madinah, tidak ada yang mengajarkan kekerasan,” tuturnya.

Setelah menyampaikan kado itu,  Hafez mengakui, cukup banyak asupan positif bagi PKS, melalui nasehat yang diberikan ulama sekaligus pejuang umat di Sumut. Nasehat ini akan menjadi bagian program kerja PKS.
“Ini benar-benar merupakan kado Milad, dari Pejuang Ummat. Insya Allah akan selalu bermanfaat bagi kinerja PKS pada masa akan datang,” tandas. (ril)

Dicari Kartini Muda Indonesia

April menjadi bulan istimewa bagi kaum wanita dengan diperingatinya Hari Kartini. Kartini merupakan pahlawan nasional wanita yang telah berjasa menunjukkan semangat perubahan, memperjuangkan  kesetaraan gender, dan memberikan inspirasi bagi kaum wanita untuk berani tampil membuktikan kemampuan di segala bidang.

Namun tidak hanya itu, peringatan Hari Kartini yang jatuh pada 21 April juga sekaligus megingatkan tentang kegetiran dan kepahitan hidup seorang perempuan yang tak mampu melepaskan diri dari nilai-nilai budaya yang membesarkannya.

Sebagai bentuk penghargaan kepada perjuangan Raden Ajeng Kartini, Honda memiliki caranyan
sendiri dengan menyajikan sesuatu yang berbeda dari yang lain. Dengan mengunjungi website www.welovehonda.com/kartinimuda/ dan mengikuti petunjuk yang ada di dalamnya, perempuan Indonesia dapat menyebarkan semangat Kartini lewat cerita-cerita inspiratif apa saja, baik itu pengalaman pribadi maupun dari pengalaman teman-teman perempuannya.

Cerita yang telah diposting nantinya akan dipilih pembaca, dan cerita inspiratif yang memiliki pemilih terbanyak akan mendapatkan beragam hadiah dari Honda seperti uang tunai Rp25 juta, Honda Scoopy dan masih banyak lagi hadiah menarik lainnya.

General Manager CV Indako Trading Co Arifin Posmadi, selaku main dealer Honda di Sumatera Utara sangat mendukung niat baik Honda yang memberikan apresiasi kepada wanita Indonesia di momen istimewa ini.
“Kartini menjadi sosok wanita yang sangat menginspirasi, dan pada masa kini Honda meyakini banyak Katini muda dari beragam profesi yang bisa memberikan inspirasi positif, berbagi cerita, dan berbagi pengalaman hidup kepada orang lain, sehingga bisa saling belajar dan memberikan motivasi tersendiri dalam menjalani kehidupan,” ujar Arifin.
Memiliki banyak Kartini menjadi sebuah kebanggaan tersendiri  bagi bangsa Indonesia, tentunya hal ini menjadi tanggung jawab bersama, dan Honda menyadari benar dengan menemukan kartini muda Indonesia, berarti Honda ikut meneruskan perjuangan Kartini menyebarkan semangat perjuangan.

Sementara itu, Marketing Manager CV Indako Trading Co Leo Wijaya mengungkapkan, perempuan Indonesia harus mampu menjadi perempuan tangguh dan tegar dalam menjalani beragam peran yang dimilikinya, terutama perannya sebagai seorang ibu yang melahirkan generasi penerus bangsa dan negara yang penuh cinta kasih.
“Maju terus kartini-kartini Indonesia, gapai cita-citamu setinggi langit, dan buktikan bahwa kamu layak disebut Kartini Indonesia,” ujar Leo Wijaya. (mag-9)

Copot Kadishub Sumut

Demo Pungli Jembatan Timbang

MEDAN- Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Pembaharuan (AMPP), mendesak Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) untuk menutup jembatan timbang yang rawan dengan pengutipan liar (pungli). Pasalnya, pungli yang dapat dikategorikan sebagai bentuk korupsi tersebut telah memberi celah bagi truk yang melebihi tonase, untuk tetap melintas di jalan propinsi atau nasional sehingga mengakibatkan rusaknya jalan-jalan tersebut.

Diketahui, tiga pegawai Dinas Perhubungan (Dishub) Sumut yang bertugas di Jembatan Timbang Sibolangit, Deli Serdang, Kamis (23/3) dini hari. Mereka tertangkap tangan menerima uang dari supir truk yang dikategorikan sebagai tindak pidana korupsi.

Selain menangkap ketiga pegawai Dishub tersebut, tim intelijen juga menemukan barang bukti hasil pungli di lokasi senilai Rp16,4 juta, dan uang senilai Rp1,2 juta hasil retribusi sesuai yang tertera dalam buku registrasi sesuai buku register Peraturan Daerah (Perda) Sumut No14 Tahun 2007. Uang sebesar Rp1,2 juta itu sesuai dengan yang tertulis pada laporan, sedangkan Rp16,4 juta merupakan hasil pungutan yang ditemukan dalam tas.

Ketiga pegawai Dishub Sumut yang kini ditahan, disangka melanggar Undang-undang (UU) No 31/1999 yang sebagaimana diubah menjadi UU No 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Hal ini disampaikan massa AMPP, saat berunjuk rasa, di halaman Kantor Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Jalan Diponegoro, Rabu (20/4).

“Pungli yang dilakukan oknum petugas Dinas Perhubungan ini jelas-jelas telah menggerogoti kepentingan jalan yang baik, bahkan ada upaya memperkaya diri sendiri,” kata Ketua AMPP Medan Feri Nofirman, saat berorasi, di hadapan petugas kepolisian dan perwakilan Dinas Perhubungan (Dishub) Sumut tersebut.

Dalam pernyataan sikapnya, massa juga mendesak agar Pelaksana Tugas (PLt) Gubsu Gatot Pujo Nugroho mencopot Kepala Dinas Perhubungan Sumut yang dinilai tak mampu menjalankan tugas dengan baik.

“Kalau Kadishub menjalankan tugasnya, tentu praktik-praktik pungli ini tidak akan terjadi,” tegas Feri.

Dikatakannya, saat ini Peraturan Daerah (Perda) No 14 Tahun 2007 tentang Pengendalian Kelebihan Muatan Angkutan Barang seolah telah menjadi alat untuk melakukan korupsi. Sebab, pada kenyataannya perda ini tidak dilaksanakan secara konsisten. Petugas justru membiarkan truk yang melebihi muatan melintas di jalan. Mereka juga meminta agar Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumut mengevaluasi perda ini, sehingga tidak menimbulkan masalah baru.

“Meminta BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) untuk melakukan audit dana pengutipan yang dilakukan Dishub Sumut melalui jembatan timbang se-Sumut,” kata Feri dalam pernyataan sikapnya.

Mereka juga mendesak Kejati Sumut agar benar-benar serius mengungkap kasus suap di Jembatan Timbang Sibolangit. Semua pihak yang terkait dalam perkara ini didesak untuk diperiksa dan dimintai pertanggungjawaban.
Apalagi, menurut Feri, kasus ini diduga tidak hanya melibatkan ketiga pegawai Marlon Sinaga, Ahmad Sofyan dan Panal Simamora, tetapi banyak pihak lain.

“Tidak mungkin tidak tahu atasan. Oleh karena itu layak dipertanyakan apakah ada keterkaitan dengna atasan,” kata Feri.

Menanggapi tuntutan  pengunjuk rasa, Kepala Seksi Jembatan Timbang Dishub Sumut TB Simanjuntak mengatakan, hal ini akan disampaikan kepada pimpinan. Mengenai kasus ketiga petugas jembatan timbang, Simanjuntak menuturkan, sepenuhnya telah diserahkan pada proses hukum. “Kita percayakan pada proses hukum,” katanya.
TB Simanjuntak berjanji, akan mengevaluasi seluruh jembatan timbang di Sumut. Evaluasi tersebut berdasarkan, adanya penangkapan pegawai Jembatan Timbang Sibolangit oleh petugas Kejaksaan Tinggi Sumut beberapa waktu lalu. “Supaya lebih hati-hati dan melaksanakan tugas sesuai aturan,” ujarnya kepada massa AMPP.

Menurutnya, evaluasi akan dilaksanakan dalam bulan ini. Evaluasi ini tidak hanya di Jembatan Timbang Sibolangit tempat penangkapan tiga pegawai yang diduga menerima suap dari supir truk. Simanjuntak enggan menyebutkan jembatan timbang mana saja saja yang rawan terjadinya suap. Dia hanya menegaskan, evaluasi menyeluruh dilakukan di 11 jembatan timbang yang ada di Sumut. “Kita akan tertibkan semuanya,” ujarnya.(ari)

DPRD: Tenang, Tanah Sari Rejo untuk Rakyat

MEDAN- Masyarakat Sari Rejo melalui Forum Masyarakat Sari Rejo (Formas) mempertanyakan sikap seorang anggota DPRD Medan dari Daerah Pemilihan II yakni, Bangkit Sitepu. Pasalnya, Bangkit Sitepu pernah berujar kepada masyarakat Sari Rejo untuk memperjuangkan hak-hak masyarakat terkait sengketa lahan di Kelurahan Sari Rejo.
Hal itu dikemukakan Ketua Formas kepada Sumut Pos saat menunggu dimulainya acara reses anggota DPRD Medan Dapem II, di Lapangan Basket Kantor Camat Medan Maimun, Rabu (20/4). Ungkapan itu juga kembali dikatakannya saat acara reses tersebut dimulai. “Dulu, Tahun 2005 Komisi A DPRD Medan sudah ke Jakarta. Saat reses terakhir anggota DPRD Medan di Asrama Haji Medan, saya ingat betul Pak Bangkit Sitepu menjanjikan akan membantu penyelesaian persoalan ini. Ini menyangkut 35 ribu masyarakat Sari Rejo. Tapi saya lihat tidak ada buktinya,” ungkap Riwayat Pakpahan Ketua Formas pada forum reses tersebut.

Lebih lanjut Riwayat menambahkan, yang dibutuhkan masyarakat Sari Rejo adalah sertifikat. Karena pada dasarnya, masyarakat telah memiliki bukti-bukti hukum yang kuat. “Kalau kami mau diusir, ya diusir saja. Tapi, kalau memang tanah itu milik kami, masyarakat Sari Rejo, kami jangan diganggu. Kami punya kekuatan hukum,” tegasnya.

Terkait hal itu, di hadapan masyarakat serta anggota DPRD Medan Dapem II lainnya yakni, Ketua Koordinator Reses Salman Alfarisi (PKS), Zulmorado (PKS, Burhanuddin Sitepu (Demokrat), HM Faisal Nasution (Demokrat), Damai Yona Nainggolan (Demokrat), Ilhamsyah (Golkar), Paulus Sinulingga (PDS), Bangkit Sitepu (Patriot), Abdul rani (PPP) serta Kuat Surabakti (PAN) dan Daniel Pinem (PDI P) tersebut, Bangkit Sitepu berkilah.

Dikatakannya, pada Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Tahun 2010 lalu, dirinya bersama Fraksi Patriot Persatuan Pembangunan (PPP) telah mengusulkan untuk membuat Panitia Khusus (Pansus) Sari Rejo, namun hasil dari itu dipercayakan kepada Komisi A DPRD Medan. “Kawan-kawan di fraksi telah mempercayakan kepada Komisi A DPRD Medan. Sekarang saya tidak tahu,” katanya.

Sementara itu, Koordinator reses tersebut Salman Al Farisi menyatakan, perjuangan anggota DPRD Medan juga tidak pernah berhenti.

“Teman-teman di dewan tidak pernah berhenti memperjuangkan ini, dan upaya itu sudah maksimal. Dan persoalan ini, juga terjadi di Kebumen, dimana terjadi sengketa antara TNI AU dengan pihak masyarakat,” terangnya.
Lain halnya dengan anggota Dapem II lainnya Ilhamsyah. Pria yang menjabat sebagai Ketua Komisi A DPRD Medan ini menjanjikan dan meyakinkan masyarakat Sari Rejo, bahwa lahan  Sari Rejo menjadi milik masyarakat. Namun, untuk itu masyarakat diharapkan untuk tenang dan bersabar. “Tenang, ini akan menjadi hak masyarakat,” tegasnya.
Pada kesempatan itu pula, politisi Partai Golkar ini menyatakan, ada dua hal dalam MoU tersebut yang tidak bias diceritakan, karena dikhawatirkan akan menimbulkan keresahan di masyarakat khususnya masyarakat Sari Rejo.

“Awal April lalu, Pemko Medan dengan pihak TNI AU baik itu Pankosek dan sebagainya telah membuat nota kesepahaman atau Memorandum Of Understanding (MoU). Namun, MoU ini belum bias diekspos karena belum ditandatangani. Dan saat itu, saya hadir. Masyarakat harus sabar, karena yang kita hadapi adalah militer. Ini akan selesai, tapi butuh waktu,” ungkapnya.(ari)