Home Blog Page 15382

Panitia Sea Games Sulit Dapatkan Sponsor

JAKARTA- SEA Games 2011 terancam kekurangan dana. Setelah pemerintah belum juga mengucurkan dana, kali ini kendala datang dari pihak sponsor. Inasoc (Indonesia SEA Games Organization Committee) selaku penyelenggara SEA Games 2011 rupanya mengalami kesulitan hebat untuk menggaet sponsor guna membiayai multieven olahraga dua tahunan tersebut.

Kepala Bidang Marketing Ade Lukman menyatakan, hingga kini jajarannya menemui kendala untuk menggaet sponsor. Salah satu alasannya ialah belum tercapainya win-win solution antara Inasoc dengan para sponsor tersebut. Praktis, para sponsor itu baru menyatakan ketertarikannya secara lesan.
“Belum ada kepastian secara hukum. Banyak kesepakatan yang belum tercapai antara kami dengan sponsor. Kesepakatan itulah yang terus kami cari,” terang Ade kemarin.

Berbagai kendala tersebut membuat Inasoc pesimistis mampu menambal kekurangan dana yang dibutuhkan untuk menggelar SEA Games 2011 mendatang. Apalagi, waktu yang tersedia kian sempit. Inasoc hanya memiliki waktu kurang lebih tujuh bulan untuk menutup kekurangan dana yang kabarnya mencapai kurang lebih Rp 1,6 triliun.

“Sudah tak mungkin mengandalkan dana dari sponsor untuk menutupi kekurangan itu. Satu-satunya jalan ialah mengandalkan dana dari pemerintah,” tambah Ade.

Ade mengungkapkan, raihan maksimal yang bisa dicapai Inasoc dari pihak sponsor hanya mencapai Rp 500 miliar. Jumlah itu berarti hanya 30 persen dari total kekurangan dana yang terjadi.

“Saat ini dana dari sponsor yang kami dapatkan baru sekitar Rp 150 miliar. Masih sangat jauh untuk menutupi kekurangan itu. Karena itulah kami tak berani menutupi kekurangan dana tersebut,” tegas Ade.

Dalam waktu dekat, sambung Ade, Inasoc juga bakal melakukan komunikasi intensif dengan beberapa sponsor yang sudah menyatakan ketertarikannya. Hanya Ade memilih tutup mulut mengenai jati diri  sponsor-sponsor tersebut.

“Kalau yang menyatakan tertarik sudah banyak. Namun memang masih harus menemukan kesepakatan yang menguntungkan antara kedua belah pihak. Itu yang sampai saat ini belum tercapai,” tegas Ade. (ru/jpnn)

Rahudman Layak Pimpin PSMS

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Medan, Hanas Hasibuan meyakini Ketua PSMS yang baru, Rahudman Harahap layak memimpin tim berjuluk Ayam Kinantan itu.

“Pak Rahudman pantas menjadi Ketua PSMS. Beliau mempunyai kapasitas yang baik, apalagi beliau juga hobi bola,” ujar Drs Hanas.
Menurut Hanas, sosok Rahudman untuk menjadi Ketua PSMS Medan sangat cocok sesuai dengan jiwa kepemimpinanya. Di tangannya diharapkan PSMS bisa lebih maju lagi. “Semoga ada semangat untuk menghidupkan PSMS untuk lebih profesional,” tambahnya.

Hanas juga bilang faktor kepemimpinan Rahudman diharapkan menjadi semangat bagi pengurus lainnya. Selain itu para pelatih harus benar-benar sejalan dan sejiwa pada pemain dan memberikan dorangan partisipasi pada PSMS untuk terus sejalan dan bermain bagus. “Tentuya, bila para Pengurus PSMS saling sejalan dan sejiwa. Pasti PSMS Medan akan lebih baik,” ujar Hanas. (omi)

Identitas Penganiaya Diketahui

Lindungi Terduga Pelaku, RS Diduga Bohong

MEDAN-Dari hasil penyelidikan, polisi mengaku sudah mengetahui identitas pelaku penganiayaan Brigadir Swasta Sinuhaji. Personel Reskrim Polsekta Medan Labuhan itu diduga dikeroyok dua oknum menggunakan broti hingga kritis saat melakukan pengintaian lokasi perjudian.

“Hasil penyelidikan polisi, dua pelaku sudah diketahui identitasnya,” ujar Pjs Kabid Humas Poldasu Kombes Pol Hery Subiansauri, Jumat (22/4) malamn
Sejumlah saksi mengatakan, keduanya terlihat melakukan penganiayaan. Tetapi saat hendak dijemput polisi, kedua oknum itu beralibi, saat kejadian mereka menjalani opname selama dua hari. Meski demikian, polisi tidak cepat percaya. Informasi di lapangan menyebutkan, keduanya baru sehari dirawat di sebuah rumah sakit.

“Dua orang diduga pelaku itu bersikeras telah berada di rumah sakit selama dua hari dengan bukti surat-surat dari rumah sakit. Saat ini kita masih mengumpulkan bukti,” paparnya.

Hery berjanji, pihaknya akan mencari saksi-saksi yang melihat keduanya berada di lokasi kejadian. Bila benar terbukti, keduanya segera disidik dan ditahan. “Pihak rumah sakit juga akan ditindak sesuai undang-undang yang berlaku,” tegas Hery.

Ditanya identitas kedua pelaku dan nama rumah sakit tempat mereka dirawat, Hery tetap merahasiakannya. “Nantilah, jangan dulu. Ini masih diselidiki,” katanya.

Sementara itu, Kodam I/Bukit Barisan bekerjasama dengan Lantamal I Belawan, turut melakukan pengusutan dan penyelidikan peristiwa penganiyaan di lokasi judi dadu samkwan itu. “Kita (Kodam I/BB) melibatkan unsur personel Kodim O2O1 BS, Danpomdam juga bekerjasama dangan Polri dan Lantamal I Belawan,” tegas Pelaksana Penerangan Kodam I/Bukit Barisan Mayor Fatimah, kemarin.

Fatimah mengaku belum mendapatkan laporan hasil penyelidikan yang dilakukan secara bersama-sama tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, Brigadir Swasta Sinuhaji bersama sejumlah anggota reserse Polsekta Medan Labuhan, Rabu (20/4) malam hendak mengintai lokasi perjudian di Jalan M Basir Lingkungan 32, Kelurahan Rengas Pulau, Medan Labuhan. Tetapi saat itu mereka dihadang puluhan orang, yang kemudian melakukan pemukulan terhadap Brigadir Sinuhaji. Korban dipukul dengan balok dan benda tumpul lainnya, sedangkan rekan-rekan korban meloloskan diri.

Pascaperistiwa itu, Mapolsekta Medan Labuhan dijaga puluhan anggota Brimobda Sumut bersenjata lengkap, termasuk juga dari Satuan Gegana. Penjagaan itu mengantisipasi kemungkinan adanya penyerangan di Mapolsekta, meski sampai esok harinya kekhawatiran itu tidak terbukti.

Hingga kemari, Brigadir Sinuhaji masih dalam kondisi kritis, di RS Columbia Asia Jalan Listrik, Medan. Batok kepalanya retak, leher patah dan wajah serta sekujur tubuh lembam-lembam. Brigadir Sinuhaji sudah menjalani berbagai tindakan medis.

Kapoldasu Irjen Wisjnu Amat Sastro menegaskan, tidak gentar menghapus perjudian di Sumut, meskipun ada ancaman dari para bandar dan pemain judi. “Komitmen saya soal judi sudah tegas agar seluruh satuan, baik Polda, Polres dan Polsek melakukan penyisiran ke sejumlah kawasan yang dicurigai sebagai lokasi perjudian dan menangkap para bandar dan pemainnya,” kata dia, melalui Kombes Hery Subiansauri, saat menjenguk korban di RS Columbia.(rud/adl)

Mana Tajimu Gaston!

MEDAN- Gaston Castano memang telah membukukan 12 gol dan menjadi pemain tersubur bersama PSMS  musim ini. Namun tetap saja kekasih artis Julia Perez itu masih diragukan ketajamannya di laga tandang. Sepanjang bertandang, Gaston baru mengemas dua gol.

Dua gol itupun dibantu gol tandang kontra Pro Titan yang sebenarnya digelar di Stadion Teladan. Sisanya gol tandang pemain asal Argentina itu dikemas ketika melawan Persires.

Hal ini lantas menyisakan kekhawatiran tersendiri sebab PSMS akan melawat ke markas Persitara (26/4) dan Persikabo (30/4). Dua laga ini adalah laga ekstra urgen, sebab berhubungan dengan nasib PSMS ke depannya. Jika mampu menang, maka jalan ke delapan besar terbuka lebar. Jika gagal, maka siap-siap ucapkan selamat tinggal pada ISL.

Menanggapi kemunduran mencetak gol oleh Gaston, arsitek tim, Suharto tampak tak begitu khawatir. Prajurit TNI AD itu optimis Gaston dkk mampu memberikan yang terbaik bagi PSMS.

“Saya rasa tidak begitu. Gaston gagal mencetak gol mungkin karena kurang beruntung saja. Tapi bagi kami dia tetap bisa diandalkan,” terang Suharto.
Suharto juga tak menampik kalau Gaston kerap bagus selama latihan. “Dalam proses latihan tidak ada masalah. Gaston bugar dan siap dimainkan,” lanjutnya.

Soal kemandulan di laga tandang, Suharto menaruh perhatian khusus. Ia tak menampik kalau PSMS memang kerap kesulitan mencetak gol di kandang lawan. Maka itu, intensivitas latihan terus digenjot. Yang pertama dibenahi adalah compact defend. Selanjutnya adalah sentuhan akhir.

Untuk yang satu ini, PSMS memang kurang bagus. Bahkan di kandang sendiri, PSMS kerap menyiakan peluang emas. “Finishing touch akan menjadi hal utama yang mesti dibenahi. Saya yakin masih ada waktu dan tim bisa memaksimalkannya,” lanjut Suharto.

Beruntunglah tandem Gaston mulai bergeliat membaik. Meski masih muda, dua striker Mahadi Rais dan Rinaldo dianggap punya talenta bagus. Tapi saratnya tak boleh cepat puas diri dan terus mengasah kemampuan.

“Syukurnya dua striker muda kita menunjukkan tanda-tanda membaik. Mereka punya potensi dan harus terus diasah dan digali. Tapi jangan cepat besar kepala,” beber Suharto. (ful)

——

Geber Persiapan di Medan
PSMS terus memaksimalkan persiapan di Stadion Teladan Medan hingga sore ini.  Usai menggeber kemampuan teknik dan fisik hari ini, latihan persiapan juga dilanjutkan di Stadion Kebun Bunga.

Suharto mengatakan, PSMS hanya punya satu hari persiapan di Jakarta sebelum melakoni pertandingan penentuan menghadapi Persitara.

“Di Jakarta, kami punya waktu satu hari persiapan sebelum pertandingan. Itu kenapa, persiapan kami maksimalkan di kandang. Di Jakarta, paling kami hanya melakukan persiapan memulihkan kondisi,” ujar Suharto.

Latihan pagi menurutnya dilakukan memaksimalkan kemampuan fisik skuad asuhannya. Sementara sore harinya, strategi bertahan dan menyerang menjadi hal yang dimaksimalkan.

Pada skema latihan kemarin sore, PSMS tampaknya akan kembali mengusung skema seperti menghadapi PSAP Sigli di Stadion Teladan Minggu (17/4) lalu.
Namun kemarin, game bayangan dilakukan dengan 10 lawan 10 dengan Gaston Castano sebagai penyerang tunggal. Sementara itu, Mahadi dan Rinaldo yang biasa menjadi tendem Gaston di lini depan, masuk dalam skuad lapis kedua.

“Kami masih mencari tandem yang tepat untuk bersama Gaston di lini depan. Entah itu Mahadi atau Rinaldo, yang pasti yang paling siap yang diturunkan,” ungkap Suharto.

Pada latihan kemarin, Suharto juga memberikan materi latihan finishing, dibantu pagar betis yang dipasang yang berperan sebagai pemain lawan. Tiga pemain melakukan passing jarak dekat. Pemain yang paling awal memberikan passing menjadi eksekutor penendang bola ke gawang. “Finishing menjadi hal yang kami rasa perlu dibenahi,” ucapnya.

PSMS akan berangkat besok pagi (Minggu 24/4), dengan membawa 19 pemain plus dua pemain magang James Zaidan Saragih dan Madya Siregar. (ful)

Tak Punya Pelatih Hanya Didampingi Istri

Petinju M Rachman Bangkit Lagi, Jadi Juara Dunia Tertua di Indonesia

Bagi petinju, meraih gelar juara dunia di usia menjelang 40 tahun termasuk langka. Tapi, itulah yang terjadi pada Muhammad Rachman. Dia akhirnya berhasil meraih juara dunia lagi setelah karir bertinjunya sempat terseok-seok.

MUHAMMAD AMJAD, Jakarta

Ruang VIP di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, mendadak ramai pada Rabu (20/4) malam lalu. Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Mallarangeng, Ketua Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) n
Gordon Mogot, dan beberapa insan olahraga tanah air terlihat berkumpul di sana.

Berkumpulnya para petinggi olahraga tanah air itu terjadi secara mendadak. Kehadiran mereka di bandara ternyata diputuskan dengan tiba-tiba pada hari itu juga untuk menyambut kedatangan juara dunia tinju kelas terbang mini (47,6 kg) WBA baru, M Rachman.

Kesuksesan Rachman memang tidak diprediksi oleh kalangan olahraga tanah air. Sebab, tidak ada gembar-gembor sebelumnya tentang rencana dia menantang juara dunia asal Thailand, Kwantai Sithmorseng. Itu pula yang diungkapkan Andi saat menyambut Rachman. “Anda pergi tidak bilang-bilang. Ternyata, saat pulang membuat kami terkejut dengan membawa kemenangan dan sabuk juara,” kata mantan juru bicara kepresidenan itu.

Dia juga memuji Rachman. Sebab, saat meraih gelar juara dunia itu, dia tidak muda lagi, hampir memasuki usia 40 tahun. “Kami bangga karena dia telah berhasil mengharumkan nama Indonesia. Istimewanya, dia sudah tua. Kalau saya boleh sebut, tua-tua nanas, makin tua makin ganas,” ujar Andi.

Rachman menceritakan, kesuksesannya membawa pulang gelar juara dunia tak bisa dilepaskan dari sikapnya selama ini. Dia memang sengaja berangkat diam-diam ke Thailand. Dengan cara begitu, dia menjadi lebih tenang dan tidak terlalu terbebani. “Lebih baik begini (berangkat diam-diam). Saya bisa lebih berkonsentrasi. Selain itu, tidak ada pikiran lain-lain dari saya. Mungkin berbeda kalau rame-rame berangkatnya,” ucapnya saat ditemui di Jakarta (21/4) lalu.

Keberhasilan Rachman itu harus dilalui dengan jalan cukup panjang. Sebab, dia sebenarnya sudah dianggap habis oleh insan tinju tanah air. Bisa jadi, karena anggapan itu pula, nyaris tidak terdengar rencana pertarungannya.

Petinju kelahiran Merauke, Papua, itu mengatakan, keberhasilannya bertanding melawan juara dunia dari Thailand tidak didapatkan dengan mudah. Kesempatan itu didapat karena dia memang sering bertarung di luar negeri.

Sebelumnya, Rachman merebut sabuk juara dunia kelas terbang mini versi IBF pada 2004. Gelar tersebut melayang pada 2007 setelah dia ditaklukkan petinju Filipina, Florante Condes. Setelah itu, Rachman ternyata tidak berhenti. Dia masih meneruskan karir bertinjunya.

Pertarungan besar yang sempat dia lakoni sebelum 2011 adalah pada 2009. Saat itu dia menantang juara dunia versi WBC Oleydong Sithsamercai asal Thailand. Dalam pertarungan yang digelar di Thailand itu, Rachman kembali harus menelan kekalahan. “Saat itu saya belum merasa waktunya untuk berhenti meskipun sudah tua. Saya tetap bertinju karena ini hobi saya. Jadi, saya terus saja berlatih,” terangnya.

Belajar dari kekalahan itu, Rachman lebih mematangkan persiapan. Hebatnya, dia tidak perlu seorang pelatih yang mendampinginya berlatih.

Rachman membuat sendiri program latihannya. Pada medio 2010 itu, Rachman telah bertanding dua kali, dan keduanya dia menangkan. Peringkatnya pun terus melorot dari sepuluh besar hingga hanya berada di peringkat ke-12. Namun, keberuntungan berpihak kepadanya.

Pada akhir 2010, juara dunia WBA Kwantai memilih melakoni pertarungan choice (pilihan). Saat itu promotor dari bendera Galaxy Promotion, Niwat Laosuwanwat, menawarinya menjadi lawan Kwantai.

“Saya mengiyakannya saja. Saya melihat itu adalah kesempatan besar untuk kembali menjadi juara dunia,” ucapnya. Dia pun membuat persiapan secara matang. Selama persiapan tanpa pelatih itu, Rachman hanya didampingi sang istri (Dia tidak mau menyebutkan namanya) berlatih setiap pagi dan sore.

Melihat hasil latihan, lanjut Rachman, dia semakin yakin bahwa fisiknya masih mampu menghadapi petinju Thailand itu.

“Istri saya sebagai timer (pemantau waktu saya) saat berlatih fisik. Latihan saya lakukan mandiri di rumah dan alun-alun Blitar,” bebernya. Selain faktor persiapan, Rahman mengaku kesuksesannya disebabkan pihak lawan cenderung meremehkannya. Sebab, saat berangkat ke Thailand dia hanya didampingi tiga koleganya. Bahkan, sang manajer Erik Purna Irawan juga tidak ikut.

Setibanya di Thailand, saat timbang badan pada Senin (18/4), Rachman ternyata juga kelebihan berat 5 ons dari 47,6 kg yang diwajibkan. Karena itu, dia sempat skipping 15 menit hingga berat badannya memenuhi syarat.
“Mungkin dari beberapa alasan itu lawan semakin meremehkan saya. Dia melihat saya tidak siap sehingga menjadi kurang waspada,” ungkapnya.

Meskipun sempat terjatuh dua kali pada ronde kedua dan kelima, Rachman akhirnya berhasil membalikkan kedudukan dan meng-KO Kwantai pada ronde ke-9. “Melihat lawan terlalu percaya diri, saya semakin termotivasi dan yakin juga bahwa saya pasti bisa mengalahkannya. Itu akhirnya terbukti,” ujarnya.

Rachman menyebut akan meneruskan karir bertinjunya hingga benar-benar habis. Selama masih mampu bertarung, Rachman akan berusaha keras untuk mempertahankan sabuk juaranya. “Saya tidak akan pensiun dalam waktu dekat. Saya akan berusaha mempertahankan sabuk ini selama mungkin.

Saya juga tidak akan mencari pelatih, karena dengan program saya ternyata saya mampu,” tandas petinju dengan rekor 64 kali tanding dengan 49 kali menang (33 KO/TKO), 10 kali kalah, dan 5 kali draw tersebut. (c2/kum/jpnn)

Bintang Medan Optimis Menang Tandang

Bintang Medan akan tampil full team kontra Bogor Raya di Stadion Cibinong Sabtu (23/4) sore ini. Kondisi itu tak ayal membuat Soldier Kinantan menargetkan kemenangan laga tandang perdana.

Bek jangkung Amin Kamoun, gelandang senior Ahn Hyo Yeon, Gutti Ribeiro dan Yoseph Ostanika dipastikan turun pada partai tandang ke tujuh tim berjuluk Soldier Kinantan ini. “Banyak pemain yang sudah pulih. Jadi kami punya lebih banyak pilihan dan itu bagus. Saya sudah bilang sama pemain bahwa kami punya peluang untuk meraih kemenangan tandang perdana besok (hari ini),” ujar arsitek Bintang Medan Michael Feichtenbeiner kemarin.

Lini belakang bakal lebih kokoh dengan hadirnya Amin. Kendati belum memutuskan siapa yang bakal masuk menjadi winning eleven, Michael memastikan, Amin akan dipasangkan di lini belakang sejak awal. Dengan begitu, Steve Pantelidis tetap akan mengisi posisi andalannya, lini tengah. “Steve tetap di posisinya di lini tengah sebagai pengontrol pertahanan dan penyerangan,” tandasnya.

Di lini tengah, Michael beserta asistennya juga tengah mempertimbangkan siapa yang turun di awal. Ada Ahn yang punya teknik yang bagus. Ada juga Yoseph Ostanika yang memiliki kecepatan prima untuk ditempatkan sebagai second striker.

“Ahn dan Yoseph sedang dipersiapkan untuk turun menjadi gelandang menyerang. Tapi mungkin di awal, kami akan pasangkan Ahn. Untuk Gutti yang punya kemampuan finishing satu sentuhan dan heading yang baik, kami mungkin akan dudukkan dia di bench sebagai pengganti, yang jelas kami akan pasangkan dia untuk mengakomodir strategi yang kami siapkan,” lanjut pria kelahiran Stuttgart Jerman 50 tahun lalu itu.

Bogor Raya saat ini berada pada posisi sembilan klasemen sementara Liga Primer Indonesia (LPI) musim ini dengan mengantongi 18 poin dari 12 kali pertandingan yang digelar, terpaut tiga angka lebih banyak dari Bintang Medan yang berada di posisi 12. Diakui Michael, skuad  besutan John Arwandi tersebut merupakan tim yang memiliki statistik yang bagus. “Kami melihat pertandingan Bogor Raya lewat DVD.  Mereka termasuk tim yang cukup sukses di LPI dan tidak terkalahkan di lima pertandingan terakhir.

Tapi sejujurnya, kekuatan tim kami juga saat ini komplet. Mudah-mudahan kami bisa menunjukkan permainan seperti beberapa pertandingan terakhir, terutama saat menghadapi Bandung Raya di kandangnya, kami bisa memenangkan pertandingan,” pungkasnya.

Sementara itu Manajer Bogor Raya Pramasatya Majid yang dikonfirmasi kemarin mengakui, tidak ada persiapan spesial yang dilakukan pihaknya jelang menghadapi Bintang Medan.

Di satu sisi, kekuatan yang dimiliki Bogor Raya dan Bintang Medan cukup berimbang. Kemenangan yang diraih dua tim tersebut di pertandingan sebelumnya menegaskan bahwa kedua tim memiliki kekuatan yag relatif berimbang.

“Menghadapi Papua di pertandingan sebelumnya kami menang, begitu juga dengan Bintang Medan yang menang menghadapi Tangerang Wolves. Jadi kekuatan kedua tim juga relatif sama, tinggal, siapa yang mampu memaksimalkan kemampuannya untuk meraih kemenangan besok,” kata pria yang biasa disapa Pram itu.

Tapi dia mengakui, bermain di hadapan publik pendukung tentunya bisa menjadi kans tersendiri Bogor Raya untuka berpeluang memenangkan pertandingan. “Ada keuntungan memang bagi Bogor Raya untuk menang karena bermain di stadion yang telah dikenalnya. Tapi saya rasa LPI tidak ada tim yang punya kekuatan dominan, dan kans siapa saja untuk menang itu tetap ada,” tandasnya. (ful)

Nginap di Hotel, HP Ditukar

Pengalaman Muriadi (24), dapat menjadi pelajaran bagi Anda yang suka numpang ngecas HP lowbat. Pasalnya, HP Muriadi dengan tipe 5300 ditukar dengan HP tipe 3315 yang kondisinya dalam keadaan rusakn oleh karyawan hotel tempatnya menginap.

Ceritanya, saat itu Muriadi warga Jalan Polonia Gang A, Kecamatan Medan Polonia bersama pacarnya, Devi (23) menginap di satu hotel di kawasan Jalan Setia Budi Medan. Usai berurusan dengan penjaga hotel untuk memesan kamar dan membayar uang penginapan sebesar Rp35 ribu, mereka langsung masuk ke kamar. Karena di dalam kamar tersebut tidak ada cok listrik, Muriadi pun keluar kamar dan menemui penjaga hotel. Dia menitipkan HP nya untuk dicas, karena lowbat.

Tak berapa lama, seorang karyawan hotel mendatangi kamar Muriadi untuk mengembalikan HP nya, dengan alasan terjadi pemadaman listrik dari PLN. Namun saat melihat HP tersebut, Muriadi kaget. Karena HP yang diberikan karyawan hotel itu bukan HP miliknya, tetapi kartunya memang miliknya.

Muriadi pun protes. Dia minta kepada karyawan hotel itu untuk segera mengembalikan HP nya. Namun karyawan hotel tersebut berkilah dan mengatakan, “Tadi sewaktu di dalam kantor hotel, saya bersama anak pemilik hotel. Memang tadi HP nya ada ku tinggal sebentar. Aku curiga kepada anak pemilik hotel.”

Karena tidak ada penyelesaian, Muri bersama Devi melaporkan peristiwa itu ke Polsek Delitua dalam nomor laporan STBL/262/IV/2011/SU/Resta Medan/Sek Delta. Dimana didalam laporannya, pemilik hotel telah melanggar Pasal 363.

“ Kita masih melakukan pemeriksaan saksi dan rencananya kita akan memanggil pemilik hotel untuk dimintai keterangannya,” ujar Kapolsek Delitua, Kompol SP Sinulingga melalui Kanit Reskrim Iptu Simion Sembiring.(adl)

Rahudman Sindir Kinerja Eldin

Penertiban Ternak Babi

MEDAN- Penertiban ternak babi di Kota Medan, tidak pernah memberikan hasil yang memuaskan. Kenyataan itu diakui Wali Kota Medan Rahudman Harahap saat memberikan pemaparan kepada para lurah dan camat se-Kotan Medan serta jajaran Kepala Satuan Kerja Perangkat (SKPD) Pemko Medan di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Medan Jalan Sudirman, Kamis malam (21/4).

Menurut Rahudman, selalu gagalnya penertiban ternak babi tersebut dikarenakan, penertiban yang dilakukan tidak dilakukan berdasarkan perencanaan yang matang. Dijelaskannya, seharusnya ada inisiatif SKPD terkait yakni, Dinas Pertanian dan Kelautan (Distanla) Medan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Ketua Tim Penertiban yang dibawahi Assisten Pemerintahan, Daudta P Sinurat.

Inisiatif tersebut misalnya, adanya cara-cara intelijen yang dilakukan terlebih dahulu. Dari cara itu, barulah diketahui langkah-langkah yang bisa diambil dan dilakukan. Potensi kegagalan pun relatif kecil, ketimbang yang dilakukan beberapa waktu lalu. Rahudman kemudian mengekspos gagalnya penertiban babi di Medan Denai dan Medan Labuhan yang berakhir bentrok.

“Harusnya ada inisiatif. Ada operasi intelijen dulu, baru kita bisa mengetahui cara yang seperti apa yang akan dilakukan. Cara ini terbukti, dan inilah yang dilakukan TNI maupun kepolisian. Ini, tidak pernah bekerja badan intelijen yang telah kita buat,” tandas Rahudman.

Dalam pemaparan tersebut, secara halus Rahudman menyindir kinerja Wakil Wali Kota Dzulmi Eldin. Pasalnya, Komunitas Intelijen Daerah (Kominda) Pemko Medan diketuai Wakil Wali Kota Medan Dzulmi Eldin dan diwakili Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat Kota Medan Drs Vuko Redward Bakkara Msi terkesan tidak bekerja maksimal.

“Ini Kepala Kesbangpolinmasnya duduk-duduk saja. Kalau tidak ditegur, tidak ada kerjanya. Harus bekerja, mencari inisiatif sendiri. Seharusnya dari Kesbangpolinmas inilah kita bisa mengetahui apa alternatif yang akan kita lakukan,” tukasnya.

Mulai sekarang, sambung Rahudman, Kepala Kesabngpolinmas harus menunjukkan kinerjanya. Bagaimana menyusun strategi, bukan hanya dalam upaya penertiban ternak babi, tapi untuk menghadapi jika ada persoalan-persoalan lain. Mendengar apa yang disampaikan Rahudman, Vuko hanya terdiam, tidak melakukan pembelaan diri. (ari)

Kadis Perhubungan tak Tahu Tugasnya

Belum lekang dalam ingatan, saat Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan Syarif Armansyah Lubis diberi shock therapy oleh para anggota Komisi D DPRD Medan, saat menghadiri rapat dengar pendapat Komisi Dn DPRD Medan, Jum’at (8/4) lalu.

Dalam rapat tersebut, terungkap bahwa banyak persoalan yang tidak bisa diatasi Syarif Armansyah atau yang akrab disapa Bob tersebut selaku Kadis Perhubungan Medan. Dari persoalan kemacetan, parkir berlapis, pungli serta retribusi parkir yang tak jelas arahnya, hingga ke persoalan marka jalan.

Anehnya, sampai saat ini kritikan para anggota Komisi D DPRD Medan tersebut seolah tak digubris. Buktinya, sampai saat ini belum ada upaya perbaikan yang dilakukan Dishub Medan.
Mengenai hal in, berikut petikan wawancara wartawan Sumut Pos Ari Sisworo dengan Ketua Fraksi PKS DPRD Medan Salman Al Farisi.

Bagaimana Anda memandang masalah perhubungan di Kota Medan?
Masalah perhubungan, terutama lalulintas adalah merupakan masalah keindahan kota. Kalau tidak diatur, maka akan membuat wajah Kota Medan menjadi buruk. Memang kita ketahui, sampai sejauh ini belum ada realisasi nyata yang dilakukan Dishub Medan, khususnya Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan.

Apalagi sebenarnya, Kepala Dinas Perhubungan ini sudah pernah diberi kritikan dan masukkan, tapi nyatanya kritikan dan masukkan itu tidak dilakukan. Pada akhirnya, terkesan Kepala Dinas Perhubungan Medan ini tidak peduli dengan anggota dewan khususnya Komisi D DPRD Medan.

Pendapat Anda tentang sikap acuh Kepala Dinas Perhubungan Medan terhadap kritik dan masukkan Komisi D tersebut?
Saya pikir dan kita semua ketahui, anggota dewan adalah representasi rakyat dan masyarakat. Jadi, kalau masukkan dan kritikan dari anggota dewan saja tidak digubris, bagaimana dengan masyarakat. Seharusnya, kalau Kepala Dinas Perhubungan Medan itu bijak, dia bisa mengambil sikap terkait kritikan dan masukkan itu.

Caranya?
Dengan meningkatkan kinerja dan memberikan bukti kalau memang ada yang telah diperbaiki. Tapi, nyatanya tidak ada. Kemacetan, parkir berlapis, retribusi yang tak jelas, marka jalan dan sebagainya tetap masih terjadi. Kondisi seperti ini juga telah menunjukkan, Kadis Perhubungan Medan lalai terhadap tugas-tugasnya.

Yang diketahuinya, hanya menempatkan petugas-petugasnya di lapangan saja, menggantikan aparat kepolisian untuk mengatur lalulintas. Tidak lebih dari itu. Kalau Kepala Dinas Perhubungan Medan paham akan tugasnya, harusnya melakukan upaya perubahan. Karena, dengan lalulintas dan perhubungan yang baik, akan memberikan hal yang baik pula.

Hal apa itu?
Dengan kondisi lalulintas dan perhubungan yang baik, akan memperlancar aktifitas masyarakat. Otomatis pula roda perekonomian juga semakin lancar.

Jadi, sikap apa yang harus diambil Wali Kota Medan?
Dengan sikap yang ditunjukkan Kepala Dinas Perhubungan Medan tersebut, baik belum adanya program dan upaya perbaikan dalam bidang perhubungan, maupun terkesan mengacuhkan masukkan anggota dewan khususnya Komisi D DPRD Medan, saya pikir, Wali Kota Medan tidak usah berpikir panjang lagi untuk mengevaluasi kepala dinas ini. Bila perlu, ganti dengan orang lain. Tempatkan orang yang tepat atau orang yang lebih pantas, agar persoalan lalu lintas yang kita alami ini bisa teratasi.(*)

Kepala Inspektorat Diperiksa Kejari

Kasus Hanas Terus Berlanjut

MEDAN- Pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan, terus melakukan penyidikan terhadap kasus dugaan korupsi yang diduga dilakukan mantan Kepala Bagian Humas Sekretariat Daerah Kota (Setdako) Medan 2010, Hanas Hasibuan. Pendalaman kasus tersebut yakni, dengan cara memintai keterangan pihak Pemko Medan dalam hal ini bagian Inspektorat Kota Medan.

Pengakuan itu dikemukakan Kepala Inspektorat Pemko Medan Farid Wajedi saat ditemui Sumut Pos di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Medan, usai acara pemaparan mendadak Walin Kota Medan Rahudman Harahap kepada para lurah dan camat serta semua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemko Medan di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Medan, Jalan Sudirman Medan, Kamis malam (21/4).

Meskipun awalnya, Kepala Inspektorat Pemko Medan Farid Wajedi membantah hal tersebut. Namun, setelah didesak akhirnya Farid Wajedi pun mengakui, pihak Inspektorat Pemko Medan memang telah dipanggil Kejari Medan guna memberikan keterangan mengenai persoalan yang membelenggu Hanas Hasibuan yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga (Kadispora) Medan.

“Kalau pun saya tutupi, pasti kalian (wartawan, red) juga tahu dari Kejari. Tapi, kita cek dulu lagi ya. Takutnya saya salah-salah ngomong. Kalau persoalan ini kan sewaktu Kepala Inspektoratnya Pak Syahminan,” ungkapnya.

Farid Wajedi juga mengaku, akan memberikan keterangan yang sebenar-benarnya ketika nanti memberikan keterangan kepada pihak Kejari Medan.
“Kita tanya lagi nanti Pak Syahminan mengenai hal itu, jadi nanti biar jelas dalam pemberian keterangannya,” tuturnya.

Sementara itu, Hanas Hasibuan yang berusaha dikonfirmasi Sumut Pos pada acara yang sama terlihat terus menghindar dari kejaran wartawan Sumut Pos.
Ketika hendak ditanya, Hanas langsung pasang aksi menelpon atau menerima telepon. Dan itu terlihat beberapa kali.

Diketahui, kasus dugaan korupsi di Bagian Humas Setdako Medan adalah pada tahun anggaran 2010 lalu sebesar Rp2,049 miliar lebih. Total anggaran tersebut berasal dari APBD dan PAPBD 2010. Antara lain, anggaran penyediaan bahan-bahan bacaan dan perundang-undangan sebesar Rp910 juta, anggaran penyediaan bacaan buku kliping dari surat kabar, majalah dan tabloid sebesar Rp100 juta dan dinaikkan menjadi Rp 135 juta pada Perubahan APBD 2010.

Lalu anggaran penerbitan buku petunjuk telepon sebesar Rp104.280.000, anggaran peliputan penyelenggaraan kegiatan kepala daerah pada hari kerja dan hari libur sebesar Rp350 juta dan jumlahnya naik menjadi Rp450 juta pada PABPD 2010.(ari)