Home Blog Page 15389

Polisi Thailand Bekuk Bandar Narkoba Nusakambangan

JAKARTA- Bandar sekaligus otak peredaran narkotika di Lembaga Pemasyrakatan (Lapas) Narkotika Nusakambangan berhasil dibekuk. Badan Narkotika Nasional (BNN) menyebutkan, penjahat tersebut bernama Abbas Qasirin warga negara Iran.

Ditemui setelah melantik kepala BNN tingkat provinsi dan kabupaten di Jakarta, Rabu (20/4), Kepala Pelaksana Harian (Kalahar) BNN Komjen Gories Mere mengatakan, Abbas berhasil ditangkap kepolisian Bangkok, Thailand. Saat ini, pemeriksaan terhadap Abbas terus berlangsung.

Kepolisian Indonesia juga sudah menjadwalkan untuk menerbangkan beberapa penyidik untuk memeriksa Abbas di Bangkok. Gories menjelaskan, aparat penegak hukum Indonesia berharap Abbas bisa diekstradisi ke Indonesia untuk menjalani pemeriksaan, hingga persidangan.

Jendral bintang tiga itu menjelaskan, sejatinya pemerintah Indonesia berpeluang besar mendatangkan pejahat tersebut.

Sebab, awal mula perburuan terhadap Abbas itu dimulai dari Indonesia. “Kami sudah menangkap jaringan di bawahnya. Bukti-bukti juga sudah lengkap, dan bisa segera disidangkan,” tandas Gories.
Hanya saja, pihak kepolisian Bangkok kebetulan berhasil menangkap saat Abbas beroperasi di negeri Gajah Putih tersebut. “Dia sudah lama tidak berada di Indonesia. Memilih beraksi sementara di Bangkok,” jelas matan Kadensus 88 Antiteror itu.

Gories menceritakan, awal mula pengejaran terhadap Abbas ini memang dimulai dari Indonesia. Setelah kabar pengejaran dilempar ke International Drug Enforcement , ternyata banyak negara yang juga memburu Abbas. Di antaranya Amerika Serikat, Thailand, dan Cina. (wan/nw/jpnn)

Pemerintah Kehabisan Cara Bebaskan 20 ABK

Perompak Somalia

JAKARTA- Berbagai upaya pemerintah untuk membebaskan 20 anak buah kapal (ABK) MV Sinar Kudus yang masih ditawan perompak Somalia telah dilakukan. Upaya pemerintah untuk membebaskan 20 ABK MV Sinar Kudus seperti negosiasi untuk penyerahan uang tebusan, hingga telah melaksanakan pilihan jalur militer. Tapi seluruh upaya itu masih kandas.

Sambil proses negosiasi untuk penyerahan uang tebusan kepada perompak itu, pemerintah juga mengaku telah melaksanakan opsi militer.

“Oleh karena itu yang bisa dilakukan pemerintah di sini adalah mencoba kedepan kan apa yang sepatutnya pemerintah lakukan. Tapi tidak dalam konteks bernegosiasi,” ucapnya di Gedung Binagraha, Komplek Istana Presiden, Rabu (20/4).

Dia menyebutkan, pemerintah tidak pernah bernegosiasi dengan perompak dalam arti menawar untuk pembebasan sandera. Negoisasi dilakukan dalam pengertian pihak swasta dan pihak yang memiliki kapal berbendara Indonesia tersebut.

Julian menegaskan bahwa persepsi yang selama ini berkembang di masyarakat, bahwa pemerintah bernegosiasi atau mencoba melakukan bargaining position dengan para perompak Somalia ternyata salah. “Kalaupun terjadi nego atau tawar menawar dalam upaya pembebasan, itu dilakukan pihak swasta dan pemerintah demi keselamatan para WNI yang ditawan di Somalia,” tuturnya. (bbs/jpnn)

Bakal “Dirusak” Pembenci Monarki

Rencana Pernikahan Pangeran William

Tak semua warga Inggris antusias menyambut pernikahan Pangeran William dan Kate Middleton barangkali sudah banyak yang tahu. Tetapi, tahukah Anda bahwa royal wedding pada 29 April mendatang itu juga mengerek jumlah para pembenci monarki?

Itulah yang terjadi, setidaknya menurut klaim kaum Republikan di Inggris. Republik adalah kelompok yang secara konsisten menuntut dibubarkannya sistem monarki di Inggris dan diganti dengan republik.
Nah, sebagaimana dilansir Daily Telegraph kemarin (20/4), sejak William dan Kate mengumumkan rencana pernikahan mereka pada November lalu, Republik mengklaim jumlah anggota mereka melonjak 50 persen lebih menjadi sekitar 14 ribu orang.

Tidak banyak memang. Tetapi, kelompok itu militan dan sudah berencana “merusak” hari pernikahan akbar tersebut dengan menggelar pesta jalanan bertema antimonarki. Republikan Inggris tidak sendirian.

Mereka bakal didukung kelompok pembenci monarki dari berbagai negara Eropa yang saat ini juga masih berbentuk kerajaan yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Republik Eropa. Yaitu, Swedia, Denmark, Norwegia, Belanda, Belgia, dan Spanyol. Wakil kelompok-kelompok tersebut telah memastikan akan datang ke London pada 29 April mendatang.

“Percayalah, kebanyakan orang di negara ini tidak peduli sedikit pun dengan keluarga kerajaan atau monarki,” kata Graham Smith, manajer kampanye Republik, kepada Daily Telegraph.

Meski tujuannya serius, pesta jalanan para pembenci monarki itu akan berlangsung santai dan juga bakal diramaikan dengan beragam pernik. Misalnya, suvenir. Tentu saja temanya juga anti- royal wedding, anti kerajaan.
“Aku bukan mug royal wedding.” Begitu bunyi tulisan di salah satu mok yang akan dijual di acara tersebut yang mungkin bakal menarik perhatian sekaligus mengundang senyum.

Menurut Smith, fakta menunjukkan pernikahan anggota-anggota keluarga kerajaan sebelumnya selalu menggenjot minat kepada Republik. Sekaligus meningkatkan kebencian kepada kerajaan.

“Itu terjadi karena mereka menganggap monarki adalah bentuk anakronisme pada abad ke-21 ini,” kata Smith.
Pengalaman dari Swedia juga menunjukkan fakta serupa. Saat Putri Victoria dari Kerajaan Swedia menikahi Daniel Westling pada Juni lalu, Asosiasi Republik Swedia mengaku kebanjiran anggota baru. Yang semula 3.500 menjadi 7.500.

“Even kerajaan selalu membuat orang kian sadar betapa institusi ini sudah sangat ketinggalana zaman dan bahkan tergolong fenomena aneh,” ujar Helena Tolvhed dari Republikan Swedia.  (c4/ttg/jpnn)

AS Tolak Usulan Pengakuan Palestina

WASHINGTON –  Rencana Palestina untuk meminta pengakuan sebuah negara merdeka dari PBB, ditolak sepihak oleh Amerika Serikat (AS), Selasa (19/4).

“Kami tidak yakin itu adalah gagasan yang baik, kami tidak yakin itu akan membantu,” kata juru bicara Deplu AS, Mark Toner.

Pembicaraan damai ditengahi AS, antara Israel dan Palestina telah dimulai lagi September 2010, tapi macet.
Tak lama setelah itu Israel menolak memperpanjang moratorium dalam pebangunan permukiman di wilayah Palestina yang didudukinya. Israel bersikeras  dibahas dalam pembicaraan langsung. Presiden Pemerintah Otonomi Palestina, Mahmud Abbas menyatakan pihaknya meminta pengakuan PBB sebagai Palestina merdeka. (bbs/jpnn)

Korut Terlilit Utang ke Korsel

SEOUL-  Korea Utara ternyata dibelit utang yang cukup besar kepada tetanggnya, Korea Selatan. Bahkan, utang tersebut kemungkinan dilunasi sangat kecil. Pasalnya, utangnya  itu mencapai Rp8,15 triliun.

Selama satu dekade terakhir, Korsel memasok makanan, bahan bakar, pupuk dan bahan mentah lainnya kepada Korut dalam bentuk pinjaman. Jumlahnya hingga kini mencapai 1,02 triliun won atau sekitar Rp8,15 triliun. Jumlah itu terus membengkak karena bunga utang. Pyongyang menerima 2,4 juta ton beras dan 200 ribu ton jagung yang nilainya mencapai 787 miliar won pada 2000-2007. Pembayaran dijadwalkan jatuh tempo 20 tahun dengan periode grace selama 10 tahun dan bunga 1 persen per tahun.

Pada 2007, Selatan memberi bahan-bahan mentah senilai 87,5 miliar won untuk membantu produksi pakaian, sepatu dan sabun. Utara membayar hanya 3 persen dari total nilai itu dalam bentuk seng.
Saat kedua negara membuka perbatasan pada 2008, Utara menerima bahan mentah dan peralatan senilai 149,4 miiliar won. Pembayaran pertama, yakni pinjaman makanan senilai 6,4 miliar won akan jatuh tempo pada Juni tahun delan.
Pejabat Korsel meragukan Korut akan sanggup membayar utangnya, karena situasi di negara tersebut. “Sulit bagi Korut untuk membayar utangnya. Namun kami takkan menyerah,” ujar pejabat kementerian unifikasi tanpa menyebut namanya. (bbs/jpnn)

Cabut UU Darurat Selama 48 Tahun

DAMASKUS – Pemerintah Suriah siap meresmikan UU untuk membatalkan UU Darurat yang berlaku selama 48 tahun terakhir ini. Pemberlakukan UU Darurat itu dipicu rangkaian kerusuhan yang terjadi di negara tersebut.
Pengangkatan UU Darurat ini merupakan salah satu permintaan dari pengunjuk rasa prodemokrasi di negara tersebut. Presiden Suriah Bashar Al Assad masih belum meratifikasinya, meski dikatakan tanda tangannya hanya sekadar formalitas.

Menurut kantor berita Suriah, SANA, pemerintah akan membentuk pengadilan negara yang akan mengetuk palu untuk UU baru tersebut. Sehingga unjuk rasa bisa terus berlangsung dengan damai. Kementerian Dalam Negeri menyatakan, rakyat harus unjuk rasa damai jika ingin UU baru diresmikan. (bbs/jpnn)

Wanita Vietnam Bawa Sabu-sabu Rp3,3 Miliar

YOGYAKARTA- Wanita 55 tahun asal Vietnam didapati membawa narkotika berjenis methamphetamine sabu-sabu seberat 1.568 gram atau sekitar Rp3,3 miliar di Bandara Adi Sucipto sekira pukul 08.30, Rabu (20/4).
Wanita diketahui berinitial LTL tempat kelahiran TP Ho Chi Minh dengan no paspor B 4802282. Kedatangannya ke Yogyakarta dengan menumpangi pesawat Air Asia, flight no. AK-594 tujuan Kuala Lumpur – Yogyakarta yang mendarat di Bandara Adi Sucipto.

“Berat sabu-sabu beserta kemasan itu 1.568 gram berbentuk kristal putih, harga di pasaran internasional kurang lebih Rp3,3 miliar,” kata kepala Bea dan Cukai DIY, Sudaryanto kepada para wartawan di kantornya.  Dia membeberkan, pihaknya memastikan benda kristal itu dengan mengirimkannya ke laboratorium ke Balai Pengujian dan Identifikasi Barang di Jakarta. (bbs/jpnn)

Bayi Raksasa 7,4 Kg Lahir

PEKALONGAN- Seorang ibu melahirkan bayi raksasa dengan berat 7,4 kilogram di Rumah Sakit (RS) Ibu dan Anak Anugerah Kota Pekalongan, Selasa (19/4) sore. Bayi berjenis kelamin laki-laki itu lahir dengan selamat melalui operasi sesar merupakan anak keempat pasangan Edi Marimo (49) dan Sri Wahyuni (30), warga Desa Ambowetan, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang.

Menurut Dokter Spesialis Kebidanan dan Penyakit Kandungan RS Anugerah yang menangani proses persalinan, dr HR Heru Setiawan SpOG, bayi tersebut saat ini dalam kondisi sehat, bahkan tidak terlihat seperti bayi yang baru saja dilahirkan.

Sementara itu di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, bayi raksasa lahir dengan berat 5,5 kilogram tanpa operasi. Bayi kelima pasangan Humazah dan Alvin lahir dengan berat badan mencapai 5,5 kilogram. Bayi warga Perawang, Kabupaten Siak tersebut lahir normal sekitar pukul 21.00 WIB, Minggu (17/4) lalu. Menurut Alvin, sejak awal ukuran kandungan istrinya memang lebih besar dari empat kali kehamilan sebelumnya. “Dokter kandungan di Perawang menduga kami akan punya bayi kembar, ternyata satu bayi dengan berat badan besar,” ujar Alvin. (mad/net/jpnn)

Gawat, Rp14,2 Miliar Uang Palsu Beredar

Denpasar- Kejahatan pemalsuan uang di Indonesia kian meningkat. Diperkirakan, uang palsu (upal) yang beredar di Indonesia mencapai Rp14,2 miliar pada rentang waktu 2005-2010.

Demikian dilansir Deputi II BIN, Agoes Putranto pada acara semiloka di Bank Indonesia Kantor Denpasar, Rabu (20/4).
Agoes menjelaskan uang palsu yang beredar berupa pecahan rupiah dan dolar AS sebanyak 210.336 lembar. Uang pecahan yang beredar mulai dari pecahan Rp5.000 hingga Rp100.000.

“Penegakan hukum terhadap pelaku kejahatan uang palsu kurang tegas. Batas minimal hukuman sangat rendah menimbulkan peluang pelaku melakukan tidak pidana tersebut,” kata Agoes.

Agoes menjelaskan dari uang palsu Rp14,2 miliar yang beredar di Indonesia, tersangkanya sebanyak 594 orang selama kurun waktu 2005-2010. Sebanyak 177 kasus telah ditangani Polri yang tersebar di Jakarta, Medan, Palembang, Semarang, Surabaya, Makasar dan Denpasar.

Agoes menjelaskan jumlah kasus pemalsuan uang dari tahun ke tahun fluktuatif. Kejahatan pemalsuan uang tidak hanya terjadi di Indonesia. Pemalsuan uang juga terjadi di beberapa negara di dunia untuk tujuan politik dan ekonomi.
Saat Perang Dunia II, Jerman memalsukan mata uang Inggris (Poundsterling) untuk mengacaukan perekonomian negara tersebut dan Amerika juga memalsukan mata uang Yen Jepang. Pemerintah Hindia Belanda di Indonesia melakukan pemalsuan uang untuk kepentingan ekonomi dan beberapa kasus serupa setelah Indonesia merdeka.
“Tahun 70-an uang rupiah palsu buatan luar negeri yang beredar di wilayah RI,” kata Agoes. (net/jpnn)

Makan Ikan Laut, 70 Santri Keracunan

Pekanbaru- Sekitar 70-an santri dari Ponpes Dareel Hikmah di Pekanbaru mengalami keracunan makanan. Mereka pun akhirnya dilarikan ke sejumlah rumah sakit. Pantauan wartawan, Rabu (20/4) sekitar 25 santri dirujuk di RS Tabrani Rab di Jalan Sudirman Pekanbaru. Sebagian santri masih berada di ruang Unit Gawat Darurat untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun sebagian santri lainnya sudah berada di ruang perawatan.

Seorang santri yang dirawat, Natasyah mengatakan, seperti biasa mereka makan siang yang disediakan pihak pengelola ponpes. Siang itu mereka diberikan lauk jenis ikan laut yang digoreng. Usai makan, sekitar 30 menit sebagian santri ada yang mengaku merasa pusing. Ada juga yang merasa gatal-gatal dibagian badannya. Ada juga santri yang muntah-muntah.

“Tadi kami makan siang pakai ikan goreng. Tapi nggak tahu, kok perut terasa mual dan pusing-pusing. Akhirnya kami dibawa ke rumah sakit,” ujar Natasyah. Sementara itu seorang guru Rahmad Wahyudi (35) yang merujuk santrinya di RS Tabrani mengatakan, santri yang mengalami mual dan pusing-pusing lebih dari 70 orang. (net/jpnn)