26 C
Medan
Saturday, April 18, 2026
Home Blog Page 15389

Momen Unjuk Gigi Musisi Lokal

Dari Ajang I Like Monday di Amaliun Food Court Medan

Sebagai kota heterogen, Kota Medan yang merupakan kota terbesar ketiga di Indonesia memiliki potensi seni khususnya musik, yang tak kalah dengan daerah lain. Namun, tidak adanya kesempatan bagi musisi lokal tersebut membuat potensi tadi tidak terlihat.

Hal itu yang menjadi pertimbangan empat musisi yang juga aktif memantau perkembangan musik tanah air, David Gono, Doni Bluemint, Jhon Mekot dan Indra Gunawan. Lewat ‘Four Us’ mereka coba memberi ruangn
bagi musisi lokal menampilkan kreatifitasnya dalam bermusik melalui kegiatan yang dikemas dalam I Like Monday di pelataran parkir Amaliun Food Court (AFC) Jalan Amaliun Medan.

“Ini sangat memprihatinkan tentunya ketika bakat-bakat yang ada tidak tertampung. Jadi di sini kita coba beri ruang,” ucap David Gono kepada Sumut Pos, belum lama ini.

I Like Monday sendiri, lanjutnya, digelar dalam dua sesi yaitu seleksi dan ajang pertunjukan talent bagi generasi muda Kota Medan. “I Like Monday kita gelar tiap akhir bulan untuk menampilkan band-band lokal yang sudah mapan. Tidak hanya itu, kita juga menampilkan bakat-bakat lain seperti sulap, freestyle, dan lainnya. Karena ini kita buat untuk menyalurkan bakat yang ada,” tambah Supervisor Area AFC ini.Sesi seleksi sendiri digelar setiap Sabtu dan Minggu malam mulai pukul 20.00 WIB hingga 22.00 WIB. Sesi ini menjadi wadah bagi seluruh musisi lokal tanpa dibatasi genre musik yang diusung untuk tampil. Di sini band-band lokal itu tadi berkesempatan untuk memperlihatkan lagu-lagu ciptaannya kepada audiens. Dengan demikian diharapkan dapat menciptakan hubungan emosional antara band dengan masyarakat yang akan menjadi fans mereka nantinya.

Kondisi ini yang belum dipahami musisi lokal Kota Medan ketika ingin meramaikan belantika musik tanah air. Dimana fans akan menjadi tolok ukur bagi kesuksesan satu kelompok band. Semakin besar fans yang dimilikinya maka peluang kelompok band tadi lebih pasti untuk menghasilkan album pun semakin besar juga. Hal itu sudah dibuktikan beberapa band tanah air sebut saja Pass Band dan Kangen Band yang kesuksesannya justru dari jumlah fans yang mereka miliki.

Untuk itu, kegiatan I Like Monday pun disiapkan dengan konsep out dorr memanfaatkan panggung berukuran 6×6 meter dengan soundsystem 5.000 watt. Panggung yang menghadap meja pengunjung membuat penampilan masing-masing band lebih atraktif. Bahkan, Four Us sebagai inisiator menggelar sesi request bagi pengunjung. Audiens pun berkesempatan menyalurkan hobi bernyanyi dengan diiringi langsung oleh band tersebut. “Kita tidak membatasi aliran musik yang dibawakan. Mau blues, rock, dangdut, jazz silahkan. Karena pada dasarnya kita semua sama,” tegasnya.

Dalam perjalanan yang dimulai Januari 2011 lalu, I Like Monday mulai memperlihatkan hasilnya. Beberapa band lokal yang mulai menghilang kembali unjuk gigi. Sebut saja Arakundo dan Artikel yang mengusung aliran pop-rock. Keduanya pun eksis tampil pada I Like Monday bersama Bluemint, Transsitter, Piume, dan The Babes. Apalagi beberapa kegiatan pun kerap digelar seperti Valentine Days. Rencananya Juni mendatang Four Us akan menggelar Jam Sesion bagi musisi-musisi lokal Kota Medan.

“Di situ nanti kita gabung dua kelompok untuk saling membawakan masing-masing lagu ciptaannya. Kita harapkan dengan demikian tercipta kedekatan emosional di antara sesama musisi lokal. Karena kita harus kompak untuk bisa mengangkat potensi lokal,” pungkasnya.

Four Us adalah forum yang dibentuk untuk berkumpulnya musisi-musisi lokal Kota Medan. Melalui kreatifitas dibarengi karya-karyanya mereka ingin mengangkat keberadaan musisi lokal untuk lebih dihargai. I Like Monday sendiri diharapkan membuka peluang bagi musisi lokal untuk melahirkan album baik mayor lable atau pun indie lable. (*)

Lagi, PT Agro Didemo

LABUHAN- Ratusan warga korban banjir di lingkungan II, IV dan VI, Kelurahan Martubung, Medan Labuhan, kembali melakukan aksi di depan PT Agro Jaya Perdana di Jalan Kolonel Yos Sudarso Km 15,5, Senin (18/4). Warga mendesak perusahaan untuk memberikan ganti rugi akibat banjir beberapa waktu lalu.

Ratusan warga yang kecewa dengan perusahaan yang selalu menggantung nasib mereka membawa barang-barang perabotan rumah tangga yang sudah rusak dan diletakkan di depan pintu masuk PT Agro Jaya Perdana.
Menurut pantauan wartawan koran ini, ratusan warga yang didominasi kaum ibu-ibu membawa barang-barang rumah tangga yang sudah rusak akibat terkena banjir beberapa waktu yang lalu seperti tempat tidur, tilam, kursi, televisi kulkas, dan juga ricecooker.

Selain itu, mendorong pintu gerbang perusahaan tersebut hingga jatuh dan melempari pintu gerbang tersebut dengan batu. Pihak kepolisian yang melakukan penjagaan langsung melakukan pengamanan agar warga tidak melakukan hal yang lebih anarkis lagi. “Kita sudah dibodohi PT Agro yang selalu memberikan iming-iming mengganti kerugian,” teriak warga.(mag-11)

Pungli Jembatan Timbang

Periksa Kadishub Sumut

MEDAN- Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) diharapkan tidak hanya menahan tiga personel Dinas Perhubungan (Dishub) Sumut yang tertangkap tangan melakukan pungli di jembatan timbang, namun juga harus melakukan pemeriksaan terhadap pejabat di dinas tersebut.

“Seharusnya jangan petugas yang di lapangan saja. Pemeriksaan harus juga pada institusinya. Karena, bisa saja apa yang dilakukan oknum tersebut atas perintah atasannya,” tegas Wakil Ketua DPRD Sumut HM Affan kepada Sumut Pos, Senin (18/4).

Lebih lanjut Affan menambahkan, hal itu bisa ditelusuri dari proses penyelidikan terhadap oknum tersebut. Keterangan dari oknum tersebut bias dijadikan acuan untuk melakukan pemeriksaan terhadap pejabat-pejabat lain yang terkait. “Pemeriksaan haruslah secara menyeluruh,” tandasnya
Penegasan yang sama juga diungkapkan pengamat hukum asal Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Farid Wajdi. Pria yang juga Dekan Fakultas Hukum UMSU ini menjelaskan, dalam system hukum pertanggungjawaban pidana, pelaku yang memerintahkan dan yang merencanakan memiliki tanggungjawab yang sama.

Sementara, hingga saat ini Kasi Pidsus Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara belum dapat memastikan apakah Kepala Dinas Perhubungan Sumatera Utara akan dipanggil atau tidak terkait pungutan liar di jembatan timbangan Sibolangit Dinas Perhubungan Sumut UPT Wilayah II. Hal ini disampaikan Kasi Penerangan Umum Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Edi Irsan Tarigan SH pada wartawan, Senin (18/4). “Bisa saja Kadishub dipanggil untuk dimintai keterangan dan klarifikasi atas dugaan pungli tersebut,” katanya.(ari/rud)

Kabag Keuangan Pemko Dipolisikan

MEDAN- Terkait Laporan LSM Basis Demokrasi terhadap Kepala Bagian (Kabag) Keuangan Pemko Medan, T Ahmad Sofyan ke Polda Sumut, atas dugaan tindak pidana pelanggaran Undang-undang Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP), Penyidik satuan IV/Tipiter Dit Reskrim Polda Sumut melakukan pemeriksaan terhadap pelapor, Senin (18/4) pagi.

Direktur Esksekutif LSM Basis Demokrasi, Rinto Maha sebagai pelapor mengatakan, dasar pelaporan tersebut yakni, karena Sofyan tidak bersedia memberikan permohonan permintaan pihak LSM Basis Demokrasi data APBD Pemko Medan Tahun Anggaran 2010. Dimana, permohonan tersebut dikirimkan melalui surat dan pertemuan langsung. Bahkan, surat telah dikirimkan sebanyak lima kali. Namun, tidak juga mendapat jawaban untuk menggabulkan permintaan permohonan tersebut. Rinto menilai, permohonan pihaknya terhadap data APBD Kota Medan 2010 itu tidak melanggar peraturan atau undang-undang.

Menanggapi laporan ini, Pjs Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hery Subiansauri mengatakan, jika adanya indikasi menutupi informasi publik, wajar muncul kecurigaan. Laporan tersebut pun dinilainya merupakan langkah tepat agar dapat ditindaklanjuti kepolisian guna memastikan benar atau tidak kecurigaan tersebut. “Bisa dituntut karena menutup-nutupi laporan anggaran. Sesuai Pasal 11 UU nomor 14 tahun 2008,” beber Heri. (adl)

Pengusaha Besi di Jalan Mahkamah Ditertibkan

MEDAN- Sebanyak 24 pengusaha besi dan las di sepanjang Jalan Mahkamah Medan ditertibkan. Hal tersebut disebabkan, besi-besi yang dijual diletakkan secara sembarangan sehingga membuat Jalan Mahkamah menjadi macet. Selain itu pula, para pengusaha juga tidak ada memberikan retribusi kepada Pemko Medan.

Awalnya, para pedagang sempat menolak, namun setelah diberitahu bahwa besi-besi tersebut menyebabkan kemacetan dan menutupi drainase, akhirnya mereka bersedia.

“Awalnya, kami keberatan. Tapi karena memang ada aturannya, mau tak mau kami harus menempatkan besi-besi ini ke dalam tempat usaha kami. Kalau nggak muat nanti, kami cari tempat lain untuk menyimpan besi ini,” kata Edi, seorang pengusaha besi yang ditanyai Camat Medan Kota, Irfan Syarif Siregar.

Sementara itu, Camat Medan Kota Irfan Syarif Siregar menjelaskan, dalam kaitannya mengenai larangan menutup drainase diatur oleh Peraturan Wali Kota No 8 Tahun 2009.

“Sudah ada Perwalnya, dan kita menjalankan itu. Kemudian, dengan kondisi ini membuat jalan ini menjadi macet. Seharusnya ini menjadi jalan alternatif, tapi nyatanya menjadi titik kemacetan,” tegas Irfan.

Kalau setelah penertiban ternyata masih terlihat besi-besi itu menutupi drainase dan mengganggu arus lalulintas, besi-besi tersebut akan disita. “Kita sudah peringatkan sejak Desember 2010 lalu, tapi Lurah Kelurahan Masjid ini tidak melakukan tindakan. Kalau nanti setelah ditertibkan seperti ini ternyata masih ada lagi yang bandel, maka kita akan langsung main tertibkan dan besinya akan kita amankan,” tegasnya.(ari)

Rintis Studio Rekaman 90 Track

Gaza Renato Gibran Nainggolan

Berawal dari kecintaan terhadap dunia musik, lelaki muda ini memutuskan mendalami sekolah audio di Singapura. Dari sinilah dia bercita-cita mendirikan studio rekaman, dan harapan itu terwujud sudah.

Ya, demi menuntaskan obsesinya, Gaza mengawinkan ilmu audio yang direguknya di School of Audio Engineering (SAE) Singapura dengan kecanggihan perangkat digital yang bisa menembus hingga 90 track. Dalam dunia rekaman jumlah track ini tentulah amat mengagumkan. Artinya 90 jenis sound atau suara instrumen bisa masuk dalam satu lagu yang produksi akhirnya bisa didengarkan lewat compact disc (CD).

Banyak persiapan yang dilakukan Gaza sebelum studio rekaman ini dinyatakan selesai akhir pekan silam. Salah satunya mendatangkan perangkat yang sebagian harus dipesan dari luar negeri. ‘’Ada juga yang dipesan dari Jakarta. Tapi tak semuanya bisa diperoleh. Sebagian saya order dari luar, ya, terpaksa sabar menunggu barangnya datang,’’ ujar Gaza.

Dia mengaku tak mau tanggung-tanggung membangun studio rekaman. Apalagi ilmu audio yang diperolehnya membuat dia harus idealis dalam menciptakan studio yang berstandar internasional. ‘’Minimal mendekati,’’ katanya.
Semenjak duduk di bangku SMP, Gaza memang sudah membentuk band bersama rekan-rekan sekolahnya. Kecintaannya bermain band ini terus berlanjut hingga dia lulus SMA. Tak kurang dari 5 band dengan nama dan formasi berbeda-beda sudah didirikannya. Alirannya mengikuti keinginan pasar anak muda yang tren ketika itu, dari mulai grunge, hard core,  hingga alternative. ‘’Sulit rasanya melepaskan musik dari kepala saya,’’ katanya saat mengajak Sumut Pos berkeliling di studio rekaman miliknya di Jalan Ksatria No 21 Gaperta, Medan.

Bagi penyandang titel Diploma of Audio Enegineer (DAE) ini cukup banyak impian yang ingin dibangunnya bersama anak-anak band di Kota Medan. Gaza mengaku agak obsesif soal ini. Sebabnya, dia melihat Medan adalah salah satu barometer musik di tanah air selain Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Sayang,  jarang sekali band asal Medan yang bisa menembus industri musik nasional. ‘’Jakarta atau Bandung sudah lama jadi barometer, tapi bukan berarti Medan tidak bisa eksis sebagai alternatif. Kita bisa hadir sebagai kompetitor baru, asalkan banyak medium yang menghidupkannya,’’ ujar Gaza.

Selain even, studio rekaman yang memadai adalah jalan lain menapak kompetisi yang lebih hidup dalam industri musik. ‘’Demo band baru yang di-sounding di radio itu kan harus diproduksi studio rekaman. Kalau rekamannya jelek, lagu sebagus apapun akan hilang begitu saja,’’ katanya.

Nah, dari demo ini pula banyak lahir musisi atau band asal daerah yang berkiprah di pasar musik nasional. ‘’Saya tak mau band-band yang bagus sebatas rekaman saja, tapi kita bantu pasarkan kepada pemilik major label,’’ dia menambahkan.

Saat diminta menunjukkan perangkat rekamannya, Gaza begitu fasih menjelaskan secara detil. Dia misalnya, menunjukkan komputer merek Apple sebagai mesin pintar yang mengedit berbagai suara instrumen dari mixer di Studio 1.  Kini, boleh dibilang Ganagi Recording Studio miliknya merupakan studio rekaman tercanggih di Medan. ‘’Ganagi’’ diambil dari akronim namanya Gaza Renato Gibran. ‘’Ganagi tak cuma menjadi studio rekaman, tapi juga mampu memproduseri band atau musisi berkualitas di Sumut. Saya yakin bisa,’’ pungkas putera bungsu mantan Sekdaprovsu DR RE Nainggolan ini. (jul)

Asa Terakhir

AS Roma vs Inter Milan

ROMA – Coppa Italia seringkali menjadi prioritas terakhir bagi klub elite di Italia. Mereka lebih memilih Liga Champions atau Serie A Liga Italia. Tapi, bagi AS Roma dan Inter Milan, sekarang Coppa Italia menjadi target utama musim ini.

Masalahnya, Roma dan Inter telah tersisih dari Liga Champions dan sulit bersaing merebut scudetto di sisa lima laga. Bahkan, Roma terancam finis di luar empat besar yang membuat mereka tidak bisa tampil pada Liga Champions musim depan.

Nah, alasan itulah yang membuat Roma dan Inter bakal mati-matian pada semifinal Coppa Italia. Pada first leg semifinal Giallorossi, julukan Roma, kebagian jadi tuan rumah menjamu Inter di Olimpico, Roma, dini hari nanti.
“Coppa Italia, bagi Roma mapun Inter, adalah target yang paling realistis yang tersisa musim ini. Makanya, ketika bertemu nanti keduanya sama-sama memiliki motivasi yang besar,” ujar Vincenzo Montella, pelatih Roma, seperti dikutip Football Italia.

Dia menambahkan, selama ini pertandingan kedua tim selalu menghadirkan atmosfer panas. “Tensi pertandingan bakal tinggi dan harus mampu menjaga temperamen. Perbedaan pada laga itu ditentukan oleh sikap kita, bukan hanya aksi individu,” ketus Montella.

Peringatan itu diberikan Montella mengingatkan pada final Coppa Italia musim lalu. Roma terpaksa harus bermain dengan sepuluh orang lantaran il capitano Francesco Totti diusir keluar lapangan. Penyebabnya, dia sengaja menendang Mario Balotelli yang ketika itu membela Inter.

Setelah insiden itu, tiga kali Roma bersua Inter, di Piala Super Italia yang dimenangkan Inter 3-1, kemudian dua laga di Serie A. Pada paro pertama dimenangkan Roma 1-0 dan paro kedua dimenangkan Inter dengan skor 5-3.
Di Coppa Italia, Roma dan Inter sangat sering bersua. Sejak 2005, mereka lima kali bertemu di partai puncak. Hasilnya, tiga kali dimenangkan Inter (2005, 2006, dan 2010) dan dua kali dimenangkan Roma (2007 dan 2008).
Menjamu Inter, Montella menyiapkan Totti sebagai striker tunggal setelah dalam dua bentrok terakhir selalu absen karena cedera dan skorsing. Pemain yang berjuluk Pangeran Roma itu akan ditopang Rodrigo Taddei, Simone Perrotta, dan Mirko Vucinic.

Dari kubu Inter, mereka datang dengan rekor buruk dalam lima laga terakhir di semua ajang. Dari lima laga, empat di antaranya diakhiri dengan kekalahan. Hanya satu kemenangan atas Chievo Verona 2-0 pada pekan ke-32 (9/4). Allenatore Inter Leonardo menilai, kegagalan itu terjadi karena Inter kurang tenang. Mereka seperti bermain dalam kondisi tertekan. “Kami harus serius, tapi tetap tenang. Sekarang Coppa Italia menjadi prioritas penting,” bilang Leonardo, seperti dikutip Inter Channel.

Pada laga sebelumnya, Leonardo sengaja memarkir Maicon, Thiago Motta, dan Wesley Sneijder, karena menurunnya performa dalam beberapa laga terakhir. Sneijder baru dimainkan sebagai pengganti. Tapi, dini hari nanti, Maicon dan Sneijder kemungkinan turun. (jpnn)

Menjauh dari Capolista

Napoli v Udinese

NAPOLI – Tren positif Napoli terhenti. Butuh menang untuk terus menempel AC Milan di puncak klasemen sementera Serie A, Napoli malah tumbang 1-2 saat menjamu Udinese di Stadion San Paolo kemarin. Hasil ini membuat Napoli terpisah enam angka (65-71) dengan Milan yang kukuh sebagai capolista.

Ambisi Napoli untuk merengkuh scudetto memang belum padam. Namun, dengan lima laga tersisa, perjuangan mereka sangat-sangat berat. Dengan keunggulan enam poin, Milan akan mengunci scudetto jika memenangi tiga laga ke depan.
“Sejak awal tidak ada dari kami yang berbicara tentang scudetto. Itu adalah sesuatu pencapaian yang harus melalui proses yang panjang. Satu musim saja tidak cukup untuk menggapainya,” kata Walter Mazzarri, pelatih Napoli, seperti dikutip Football Italia.Napoli sejatinya tidak bermain buruk. Mereka punya peluang yang lebih banyak. Namun, justru lebih dulu kebobolan pada menit ke-56 melalui gol Gokhan Inler. Enam menit berselang, Udinese menambah keunggulan lewat gol German Denis.

Pada menit ke-89, Edinson Cavani punya peluang mencetak gol dari titik penalti. Hal itu menyusul pelanggaran gelandang Udinese Maurizio Domizzi terhadap striker Napoli Cristiano Lucarelli di area terlarang. Sayang, Cavani gagal menjadi eksekutor yang baik.

Domizzi sendiri terkena kartu merah dan Udinese terpaksa bermain dengan sepuluh orang. Kondisi itu dimanfaatkan dengan baik oleh Napoli. Tuan rumah akhirnya mencetak gol balasan di pengujung laga lewat aksi Giuseppe Mascara.
“Kami bermain baik, memiliki lebih banyak peluang. Tapi, mereka mampu mencetak lebih banyak gol,” kata Mazzarri. “Mungkin itulah takdir kami. Lihat saja sepakan Christian Maggio membentur mistar dan penalti Cavani yang ditahan kiper,” sambungnya. Di sisi lain, kemenangan ini menjadi modal Udinese untuk menerobos posisi empat besar. Mereka kini mengemas 59 poin dan hanya tertinggal satu poin di belakang Lazio yang berada di posisi keempat.

“Napoli sedang berada dalam tekanan. Situasi itulah yang kami manfaatkan,” ungkap Francesco Guidolin, pelatih Udinese. “Banyak pemain kami yang sedang terpakar cedera. Saya berharap mereka segera pulih. Sebab, sekarang kami sedang berada pada jalur tepat,” tuntasnya. (ca/jpnn)

Dikecam Penyayang Binatang

Victoria Beckham sepertinya sedang sial dengan profesinya sebagai fashion desainer. Baru saja, PETA (yayasan penyang binatang) melancarkan protes atas tas tangan desain Victoria, yang dinyatakan dibuat dari kulit buaya yang diambil hidup-hidup.

Tas kulit seharga 18,000 pundsterling, lebih kurang Rp72 juta, ini baru saja diluncurkan sebagai koleksi fashion Victoriabeserta jaminan bahwa binatang yang kulitnya digunakan sebagai bahan sudah diperlakukan sesuai aturan yang berlaku, tanpa membuatnya menderita.

Namun, juru bicara People for the Ethical Treatment of Animals (PETA) menyatakan, PETA berjanji akan makan topinya sendiri kalau binatang yang dikuliti untuk membuat tas Victoria Beckham sudah diperlakukan secara manusiawi atau beretika.

Buaya yang dibunuh untuk diambil kulitnya ini diperkirakan dipukul berkali-kali menggunakan pemukul baseball. Syarafnya pun dirusak menggunakan palu dan alat-alat tajam. Binatang ini bisa-bisa mati 2 jam setelah dikuliti hidup-hidup.

Juru bicara Victoria pun langsung membantah dan berujar, “Kasus koleksi tas Victoria Beckham hanya menampilkan beberapa gaya yang menggunakan kulit binatang eksotis dengan jumlah yang sangat kecil,” katanya juru bicara Victoria. (net/jpnn)

Zanetti Rindu The Special One

TREN negatif sedang dialami Inter Milan. Setelah tersingkir dari Liga Champions, sekarang mereka terlalu sulit mengejar penguasa klasemen AC Milan dalam perburuan scudetto. Dampaknya, posisi allenatore Leonardo mulai digoyang.

Mantan pelatih AC Milan itu memang tidak akan dipecat segera, tapi kemungkinan besar pada akhir musim nanti. Sekalipun kontraknya masih tersisa satu tahun lagi. Nama-nama kandidat suksesor Leonardo sudah bermunculan.
Ada Andre Villas Boas, Louis van Gaal, tak ketinggalan nama mantan pelatih Inter Jose Mourinho. Bahkan, kapten Inter Javier Zanetti tanpa sungkan mengatakan menginginkan pelatih yang menyebut dirinya The Special One itu kembali menukangi Inter.

“Pintu selalu terbuka untuk Mourinho setelah hal luar biasa yang dia lakukan buat tim ini,” kata Zanetti, kepada Gazzetta dello Sport.

“Tapi, jangan juga sepenuhnya menyalahkan Leonardo semata atas hasil buruk kami dalam beberapa laga terakhir,” lanjutnya.

Mourinho memang sedang menjabat sebagai pelatih Real Madrid, tapi hubungan buruknya dengan media serta direktur umum Real Jorge Valdano membuatnya kurang betah di Madrid. Tak heran, banyak yang mengabarkan dia akan hengkang di akhir musim.

Dukungan agar Inter membawa pulang Mourinho juga datang dari pelatih kawakan Italia Marcello Lippi. “Bila Mourinho dan Inter masih memiliki hubungan yang erat mengapa tidak? Kembali bukanlah ide buruk,” kata Lippi, kepada ANSA.
“Memang ketika saya kembali menangani timnas Italia, segalanya tak berjalan lancar. Namun, ingat sebelumnya saya pernah melakukannya di Juventus dan ternyata saya mampu merebut dua scudetto dan finalis Liga Champions,” lanjut Lippi.

Masalahnya, bukan hanya Inter, klub elite Eropa yang berminat memakai tenaga Mourinho. Mantan klub binaannya yang lain, Chelsea serta raksasa Inggris Manchester United yang membutuhkan suksesor Sir Alex Ferguson meminatinya.

Terlepas dari sosoknya yang doyan menebar kontroversi, Mourinho merupakan sosok pelatih sarat prestasi. Dia selalu merebut gelar selama melatih sebuah klub. Dia juga mampu merebut juara Liga Champions dengan dua klub berbeda, FC Porto (2004) dan Inter (2010).

Dari penuturannya dalam beberapa kesempatan, Mourinho sangat berminat untuk kembali merasakan atmosfer Premier League.

“Suatu saat saya akan kembali ke Inggris,” kata Mourinho. “Tapi, bukan untuk bergabung dengan Manchester City,” lanjutnya. (ham/jpnn)