Home Blog Page 15391

Rumah Ibunda SBY Kemalingan

BLITAR – Kediaman ibunda Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Jalan Bali No 30 Kota Blitar disatroni maling. Empat roda Toyota Soluna W 787 PE milik keluarga SBY yang diparkir di halaman rumah amblas diembat maling. Akibatnya, mobil warna merah hati itu pun diganjal paving.

Kasus pencurian tersebut hingga kini masih dalam penyelidikan Polres Blitar Kota. Sejumlah saksi masih dimintai keterangan untuk menjelaskan kronologi pencurian itu. Selain ban mobil, pencuri menggasak sangkar burung dan tiga pasang sandal. Kerugian ditaksir Rp3 juta lebih.

Doni Irawan, 36, anggota Polres Blitar, ketiban apes. Dia merupakan kerabat SBY. Istrinya, Shinta, masih terhitung keluarga dengan Ibunda SBY, Ny Habibah Soekotjo. Dia bersama sang istri tinggal di rumah yang menghadap ke utara itu agar ada yang merawat rumah tersebut. Sebab, ibunda SBY telah lama diboyong ke Cikeas, Bogor. Selama setahun ini, pasutri yang telah dikaruniai anak perempuan tersebut tinggal di rumah itu. Selama itu mereka tidak pernah kemalingan.  Raibnya empat ban mobil tersebut diketahui anggota piket di rumah dinas Kapolres Blitar AKBP Wahyono sedang joging di jalan raya.

Rumah tempat kejadian perkara (TKP) tersebut hanya berjarak sekitar 50 meter dari rumah dinas Kapolres. Dia curiga melihat mobil yang diparkir di bawah kanopi. Empat bannya sudah tidak ada dan diganti paving. “Yang tahu teman suami saya. Katanya, ban mobil itu amblas,” ujar Shinta saat ditemui di kediamannya kemarin.

Doni pun langsung keluar untuk mengecek. Ternyata benar, empat ban mobilnya sudah raib dan diganti paving. Setelah berkoordinasi dengan keluarga,  dia melaporkan kejadian tersebut ke kantor polisi terdekat. Laporan tercatat nomor LP/148/V/2011/SPK. Tak lama kemudian, polisi pun melakukan olah TKP. Diduga, para pelaku bertelanjang kaki saat beraksi. Buktinya, ada bekas telapak kaki orang dewasa di lantai teras rumah itu. Diperkirakan, para pelaku beraksi sekitar pukul 04.00. Mereka jelas lebih dari seorang karena mengangkat ban mobil tersebut tidak cukup satu orang saja. Sebab, berat ban lengkap dengan velegnya sekitar 15 kilogram.

Kapolres Blitar Kota AKBP AA Marwan melalui PS Paur Subbag Humas Aiptu Nanik Suryana  mengatakan, pasca kejadian, pihaknya langsung melakukan penyelidikan.  “Begitu menerima laporan, anggota langsung ke lokasi. Memang korban merupakan anggota polisi yang tinggal di rumah itu,” kata Nanik saat ditemui di ruang kerjanya kemarin.(ziz/jpnn/c3/end/smg)

Dua Siswi Indonesia Raih Emas

Olimpiade Kimia Internasional

JAKARTA-Di tengah krisis pendidikan yang melanda Indonesia, dua siswi dari sekolah Kharisma Bangsa, berhasil memenangkan medali emas dalam kejuaraan Olimpiade Internasional Young Inventors Project Olympiade (IYIPO) di Georgia, belum lama ini.

Kedua siswi yang mewakili Indonesia tersebut adalah Woro Azmi (15) dan Andi Wirda (15).  Kemenangan keduanya langsung disambut gembira oleh para siswa dan siswi sekolah Kharisma Bangsa yang berlokasi di Pamulang, Tangerang Selatan.

IYIPO yang merupakan ajang kompetisi para penemu muda internasional itu bertujuan untuk meningkatkan visi dan ambisi kreativitas para ilmuwan muda dalam ilmu pengetahuan. Ajang IYIPO yang digelar pada tahun kelima ini, melombakan bidang studi kimia, fisika, matematika dan teknologi informasi.

Woro dan Wirda yang ditemui disekolahnya menceritakan, mereka berhasil meraih medali emas dalam Olimpiade untuk kejuaraan kimia. Mereka meneliti sumber energi dengan menggunakan zat warna alam yang diolah dari tanaman rosalla dan dadap. “Kami tertarik memilih objek tanaman Rosella dan dadap karena kekhawatiran kami akan krisis energi akibat kerusakan alam,” katanya kepada JPNN, Rabu siang (18/5).

Sementara itu, staf Kharisma Bangsa Ismail Gurbuzer mengatakan, persiapan para siswinya untuk mengikuti Olimpiade telah dimulai sejak November 2010.

“Kami bangga dengan mereka telah memberikan citra emas kepada Indonesia,” ungkapnya. (wid/rm/jpnn)

Ribuan Semangka Meledak

CINA- Semangka yang siap panen di Kota Danyang, Provinsi Jinagsu, Cina dikabarkan meledak karena tumbuh terlalu besar dari ukuran semestinya. Diduga, hal itu disebabkan penggunaan obat kimia untuk pertumbuhan tanaman yang tidak benar.

Dilansir dari laman Associated Press, Rabu (18/5) Mei 2011, sebanyak 20 petani di kota ini kebingungan saat ribuan semangka yang mereka tanam di lahan seluas 45 hektar semuanya rusak. Media di negara ini menyebut semangka yang meledak dan terbelah sebagai ranjau darat.

Diduga, penyebab meledaknya semangka adalah penggunaan obat kimia perangsang pertumbuhan, forchlorfenuron yang terlalu berlebihan. Obat itu secara resmi terdaftar dan di perbolehkan di Cina, di Amerika Serikat (AS) obat tersebut digunakan untuk tanaman kiwi dan anggur. Menurut profesor di universitas Agrikultur Nanjing, Wang Liangju, penggunaan pestisida ilegal dan pemupukan tidak benar.
Wang mengatakan selain terlalu berlebihan, petani di Danyang terlambat menggunakan obat kimia ini sehingga semangka terlalu matang dan besar. “Jika digunakan untuk buah yang masih muda, maka tidak akan ada masalah. Penyebab lainnya adalah jenis semangka. Para petani menanam semangka jenis kulit-tipis sehingga cenderung meledak dan terbelah jika terlalu besar,” ujar Wang.

Ribuan semangka yang meledak tidak dijual oleh para petani dan digunakan untuk pakan babi dan ikan. (bbs/jpnn)

Keikutsertaan Eddy Sofyan Dipertanyakan

TEBING TINGGI- Sebanyak 400 massa mengatasnamakan koalisi masyarakat cinta Pilkada Kota Tebing Tinggi  berunjuk rasa ke kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Tebing Tinggi di Jalan Rumah Sakit Umum, Rabu (18/5) sekira pukul 10.00 WIB.

Dalam aksinya, mereka menyebutkan dalam amar putusan Mahkamah Konstitusi (MK), yang berhak mengikuti Pilkada ulang Tebing Tinggi cuma 4 pasangan, tapi sekarang kembali 5 orang.

Ketua Koalisi Masyarakat Cinta Pilkada Tebing Tinggi, Nazri  mengatakan, kegagalan pemilukada 2010 lalu murni kesalahan oknum KPUD, karena meloloskan dan menetapkan calon yang masih tersangkut masalah hukum, sehingga terjadi pemungutan suara ulang.

Selain massa juga bilang Pj Wali Kota Tebing Tinggi Eddy Sofyan diamanahkanMendagri  menjalankan pemerintahan Kota Tebing Tinggi dan memfasilitasi pemungutan suara ulang, bukan ikut menjadi calon. Ketua KPUD Tebing Tinggi Wal Asri tidak berada di tempat, menurut salah seorang pegawai honorer yang bertugas, Ketua KPUD Tebing Tinggi bersama dengan anggota yang lain sedang berada di Jakarta. Eddy Sofyan saat dikonfirmasi via telepon juga tidak mau menjawab.(mag-3)

Penjaga Malam Diikat, Rp50 Juta Lewong

PT Mitra Jasa Perdana Dirampok 6 Pria

SIMARIMBUN- Enam orang kawanan perampok bersenjata tajam merampok PT Mitra Jasa Perdana Jalan Siantar-Parapat KM 8, Kelurahan Simarimbun, Kecamatan Siantar Simarimbun, Pematangsianar, Rabu (18/5) sekira pukul 04.00 WIB.

Dalam aksinya, kawanan perampok berhasil membawa kabur uang Rp50 juta, setelah berhasil melumpuhkan 4 penjaga malam dan dua orang karyawan.

Menurut Maman (51) salah seorang penjaga malam mengatakan, saat itu dia dan Salik Nainggolan (50), Adiman (48) dan oknum TNI Kopral Suwandi (47), sedang piket di pos penjagaan.

Tiba-tiba, datang empat orang laki-laki membawa karung plastik (Goni, Red) dan tali plastik mendekat ke pos penjagaan, langsung menutup kepala mereka dengan karung. Kemudian diikat dengan tali, serta ditidurkan dalam pos pengamanan.

Tak berapa lama, dua orang karyawan Hidayat Siregar (59) dan Suherman (45) dikumpulkan bersama-sama di pos jaga, dalam kondisi terikat dan kepala tertutup karung.

Pada pukul 5.00 WIB, Salik berhasil melepas ikatannya, kemudian membantu melepas ikatan rekan-rekannya. Selanjutnya para penjaga malam melakukan ronda keliling, ternyata gembok-gembok gudang dan kantor telah dirusak. Uang Rp50 juta dari dalam kantor pimpinan perusahaan, Chandra Surya telah digasak perampok, setelah mengacak-acak kantor tersebut.

“Tak ada kesempatan kami untuk komunikasi, mereka langsung tutup kepala kami pakai goni. Kaki dan tangan kami diikat tali plastik. Satu jam kemudian, pelaku sudah melarikan diri dan kantor sudah diacak-acak,” terangnya.
Sementara Hidayat Siregar mengatakan, malam itu dirinya bersama Suherman berada di dalam perusahaan, sedang menjaga mesin penggorengan padi. Tiba-tiba dua orang pria, menghampiri dan menyapa sembari mengangkat tangan kanannya keatas.
“Aku pun heran, kenapa jam segini sudah ada orang masuk ke dalam. Ku pikir, mereka itu supir dan kernet yang mau bongkar muat padi. Salah seorang dari mereka, berambut cepak, tinggi, berkulit putih, pakai baju merah menyala,” ujarnya.
Hidayat mengaku sempat merasa heran, karena kedua pria itu membawa parang dan linggis. Kemudian, satu pelaku mengancam dirinya pakai linggis, dan satunya lagi mengancam Suherman pakai parang.

“Di atas leher ku diletakkan linggis, diancam supaya tidak teriak, sedangkan di leher Suherman diancam pakai parang. Mereka pakai sebo, wajah kami ditutup pakai goni dan diikat. Mereka mengaku sebagai perampok dan membawa kami ke pos penjagaan,” ungkapnya.

Setelah mengetahui terjadi perampokan, dua orang penjaga malam langsung menuju rumah Chandra Surya alias Chi Jong di Jalan Merdeka, Kecamatan Siantar Barat, memberi tahu kejadian tersebut.
“Kami tidak bisa menelepon, karena yang pertama dilakukan perampoknya memutus jaringan telepon. Kemudian mengikat kami. Terakhir mengambil uang dari dalam kantor. Tapi, tak ada barang-barang yang mereka ambil,” terang Hidayat.

Sebelumnya, pencurian juga pernah terjadi di perusahaan Kilang Padi ini. Namun pelakunya hanya mencuri kabel-kebel mesin.

“Pencurian yang besar ini baru sekali terjadi. Tapi kalau pencurian kecil-kecilan sudah ada 3 kali, itu pun sudah 5 tahun silam,” ujar karyawan kilang padi kepada wartawan.

Diduga, pelaku masuk lewat pintu kecil samping kiri perusahaan dengan cara melompati tembok. Soalnya, pintu samping kilang padi tepat mengarah ke Jalan Besar Siantar Parapat dan tidak pernah terbuka.

Kapolresta Siantar AKBP Alberd TB Sianipar S.Ik MH ketika dikonfirmasi melalui kasubag humas AKP Altur Pasaribu mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan. “Saat ini, polisi masih memeriksa enam korban yang sempat diikat pelaku, untuk dimintai keterangan. Sedangkan barang bukti yang diamankan, 4 buah goni, dua obeng dan tali plastik,” ujar Altur. (osi/smg)

Pemenang Dituding Rayu Pemilih dengan 66 Lembu

Sengketa Pemilukada Madina

MEDAN- Mahkamah Konstitusi (MK) menggelar sidang perdana sengketa hasil pemungutan suara ulang pemilukada Kabupaten Mandailing Natal (Madina), di gedung MK, Jakarta, Rabu (18/5). Gugatan diajukan pasangan Indra Porkas Lubis-Firdaus Nasution.

Dalam gugatannya, pasangan tersebut menuding pasangan Hidayat Batubara- Dahlan Hasan Nasution yang dinyatakan sebagai peraih suara terbanyak oleh KPU Madina, telah melakukan politik uang. Hanya saja, bentuknya bukan uang, melainkan 66 ekor lembu yang dipotong saat Idul Adha.

“Pasangan calon nomor urut 6 membagi-bagikan (menyalurkan) hewan kurban sebanyak 66 ekor lembu pada Idul Adha pada 65 desa pada 23 kecamatan Kabupaten Mandailing Natal,” demikian bunyi gugatan yang dibacakan tim kuasa hukum penggugat, yakni Ahmad Taufik, AH Wakil Kamal, dan Iqbal Pasaribu.

Disebutkannya, pembagian hewan kurban sebanyak 66 ekor lembu tersebut bertujuan agar masyarakat Madina memilih pasangan calon nomor urut 6 tersebut.

Penggugat juga mempersoalkan surat keterangan pengganti ijazah SD milik Hidayat Batubara. Dalam surat keterangan itu, kata penggugat, tidak disebutkan kapan Hidayat tamat. Sementara, surat keterangan dari Kepala SMP Harapan 1 Medan, menurut mereka, juga tidak sah karena ternyata nama Hidayat tidak ada di arsip sekolah. KPU Madina dituding tidak melakukan verifikasi faktual. Hidayat melalui pengacaranya membantah tuduhan tersebut.(sam)

Tuntut Honor, 3 Satpol PP Pingsan

BINJAI- Rapat paripurna DPRD Kota Binjai dengan agenda memperingati Hari Jadi Kota Binjai ke- 139, diwarnai aksi unjuk rasa oleh ratusan eks honorer Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja (PP) menuntut hak mereka selama 4 bulan yang belum dibayar Pemko Binjai, Rabu (18/5).

Sidang paripurna yang dibuka langsung Ketua DPRD Binjai, Ir Haris Harto dan  dihadiri Wali Kota Binjai HM Idaham SH Msi, unsur Muspida dan Muspika Kota Binjai, Plt Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Gatot Pujo Nugroho, serta sejumlah pejabat luar daerah lainnya.

Usai paripurna, ratusan eks honorer Sat Pol PP ini langsung berdiri di depan gedung dewan untuk mengambil simpati dari pejabat Pemko Binjai dan Plt Gubsu, agar hak mereka yang selama ini belum terealisasi, segera dicairkan. Eliana, mantan anggota sat pol PP merintih-rintih mengejar mobil rombongan Plt Gubsu menuntut haknya dan mengeluarkan kata-kata kasar kepada Idaham. Karena lelah, Eliana dan dua temannya pingsan.(dan)
lain.

Kesal karena aksi mereka tak diindahkan, ratusan eks honorer Satpol PP ini pun menggelar aksi turun kejalan menuntut hak mereka. Namun, aksi tersebut dihadang petugas keamanan setempat.(dan)

Laba Bank Sumut 2010 Meningkat 22,15 Persen

MEDAN- PT Bank  Sumut kembali mencetak laba setelah pajak pada Tahun Buku 2010 dengan tingkat pertumbuhan signifikan mencapai 22,15 persen, yakni dari Rp331 miliar pada 2009 menjadi Rp404 miliar pada 2010 atau terjadi penambahan laba sejak pajak sebesar Rp73 miliar.

Direktur Utama Bank Sumut Gus Irawan mengatakan, laporan keuangan Bank Sumut Tahun Buku 2010 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Public.

“Dan Doli, Bambang, Sudarmaji dan Dadang sebagai auditor independen dengan memberikan opini ‘Wajar Tanpa Pengecualian’,” ujarnya pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2010 di Lantai 10 Kantor Pusat Bank Sumut Jalan Imam Bonjol Medan, Rabu (18/5).

Pada RUPS Bank Sumut Tahun Buku 2010 tersebut dihadiri Plt Gubernur Sumut Gatot Pujonugroho, Ketua DPRD Sumut H Saleh Bangun, Pemimpin Bank Indonesia Regional Sumut-NAD Nasser Atorf, walikota dan bupati se-Sumut selaku pemegang saham. Juga hadir Dewan Komisaris, Direksi dan Dewan Pengawas Syariah PT Bank Sumut serta Peninjau Pemkab Baru.

Lebih lanjut Gus Irawan melaporkan, kinerja Bank Sumut terus mengalami peningkatan pada Tahun Buku 2010. “Ini terlihat dari berbagai parameter, antara lain, total asset dari Rp10.759 miliar pada 2009 menjadi Rp12.763 miliar pada 2010 atau dengan pertumbuhan 8,36 persen,” paparnya.

Selain itu, laba setelah pajak dari Rp331 miliar pada 2009 menjadi Rp404 miliar pada 2010 atau terjadi pertambahan laba setelah pajak sebesar Rp73 miliar atau dengan kata lain mengalami pertumbuhan 22,15 persen. “Penyaluran kredit atau pembiayaan dari posisi Rp8.388 miliar pada 21009 menjadi Rp9.571 miliar pada 2010 dengan pertambahan penyaluran kredit sebesar Rp1.183 miliar atau mengalami pertumbuhan 14,11 persen. Tak hanya itu, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) dari posisi Rp8.571 miliar pada 2009 atau tumbuh 22,66 persen, Loan to Deposite Ratio (LDR) dari 97,87 persen pada 2009 menjadi 91,04 persen pada 2010, yang berarti tingkat likuiditas Bank Sumut masih berada di posisi LDR yang aman.

Jika dikaitkan dengan kebijakan Giro Wajib Minimum (GWM) terhadap LDR, yakni diksaran batas toleransi LDR 78 persen sampai 100 persen sebagaimana diatur oleh Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 12/19/PBI/2010, serta NPL (Non Performing Loan) netto dari 2,47 persen pada 2009 menjadi 3,02 persen pada 2010 atau masih di bawah ketentuan ratio NPL maksimum sebesar 5 persen sebagaimana digariskan oleh Bank Indonesia.
Selama 2010, sambungnya, Bank Sumut sudah menoreh berbagai prestasi, antara lain BUMD of The Year 2010 dan CEO BUMD of The Year 2010 dan prestasi lainnya.(saz)

PTPN III Dituding Serobot Tanah Warga

MEDAN- Masyarakat Desa Sei Silau Babat, Kecamatan Setia Tani, Kabupaten Asahan, menuding PTPN III Sei Silau merebut tanah warisan mereka. Hal ini ditandai dengan perluasan Hak Guna Usaha (HGU) dari 5.360 hektar menjadi 6.467 hektar.

Penyerobotan lahan ini, disampaikan masyarakat Sei Silau yang tergabung dalam Kelompok Tani Karya Tani, saat mendatangi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan, Jalan Hindu, Medan, Rabu (18/5).
Warga menilai,  perluasan HGU PTPN III Sei Silau, hanya bertujuan  menyerobot lahan mereka seluas 1.103 hektar yang merupakan lahan peninggalan nenek moyang sejak 1941 silam.  Humas PTPN III Irawadi saat dikonfirmasi  wartawan membantah telah melakukan penyerobotan lahan masyarakat. Kata dia lahan yang diklaim masyarakat, merupakan bagian dari HGU.(rud)

Truk Terbalik, Medan- Tanah Karo Macet 4 jam

SEMBAHE- Ruas jalan negara yang menghubungkan Medan-Berastagi Kabupaten Karo, mengalami kemacetan sekitar 4 jam, Rabu (18/5) pagi.  Pasalnya, satu unit truk  sarat muatan jagung, terguling di tikungan patah Desa Sembahe, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, kilometer 35-36.

Personel Polantas di lokasi kejadian mengatakan, truk mitsubisi  nomor polisi BK 2817 SD  itu bermuatan jagung kering dari Tanah Karo  menuju Medan. Pantauan wartawan di  lokasi kejadian, truk itu terguling ke kanan dengan posisi keenam bannya menyamping ke kiri, ketika hendak menikung ke arah kiri. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun akibat tergulingnya truk di tengah badan jalan, membuat kemacetan arus lalulintas sepanjang 5 kilometer. Petugas polisi dari Polsek Pancur Batu tampak berada di lokasi untuk mengatur arus lalulintas agar tidak terjadi kemacetan, dengan memaksimalkan berem jalan untuk dapat dilalui kenderaan dengan sistim buka tutup satu arah, menunggu truk ditarik dari lokasi.(wan)